Liga Champions: Real Madrid, Barcelona, Juventus Disiksa Tiap Tiga Hari

Gila Bola – Kabar gembira, kita akhirnya mengetahui jadwal baru Liga Champions. Kabar buruknya, Real Madrid, Barcelona, Juventus, Chelsea, dan Bayern Munchen akan disiksa bermain tiap tiga hari.
Akhirnya setelah satu bulan lebih menunggu, akhirnya kita mendapatkan kabar gembira. UEFA sedang menyusun jadwal pertandingan lanjutan Liga Champions yang terhenti sejak awal Maret.
Sky Sports Italia mengumumkan bahwa UEFA merancang pelaksanaan kembali sejumlah pertandingan Liga Champions yang tertunda gara-gara wabah yang melanda Eropa dua bulan terakhir ini. Itu merupakan kabar gembira. Tapi kabar buruknya adalah tim-tim elit Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, Juventus, Chelsea, dan Bayern Munchen akan disiksa tiap tiga hari sekali.
Laga-laga babak 16 besar Liga Champions yang belum selesai adalah pertandingan leg kedua dari Real Madrid vs Manchester City (1-2 dari leg pertama), Chelsea vs Bayern Munchen (0-3 leg pertama), Lyon vs Juventus (1-0 leg pertama), dan Napoli vs Barcelona (1-1).
Channel Youtube

Soal Dribble Messi Kalah Jauh Sama Gelandang Atleti!
Ritual Aneh Pemain Bola Yang Bikin Kita Ngakak! Masih Percaya Takhayul Loh!
Daftar Pemain Tercepat di Dunia – Jadwal Liga Champions Ditetapkan
LEGENDA! Ini Dia 7 Striker Terbaik Sepanjang Masa! Selain Cristiano…

Pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions yang tertunda itu akan dimainkan pada 7 dan 8 Agustus 2020, kemudian hanya dalam selisih tiga hari saja akan dilakukan leg pertama perempat final pada 11 dan 12 Agustus. Dan kemudian leg kedua delapan besar pada 15-16 Agustus, sebelum semi final pada 19-20 Agustus serta 23-24 Agustus dan partai puncak final Liga Champions di Istanbul Turki akan berlangsung pada 29 Agustus.
Sementara itu kasta kedua Eropa, Liga Europa, akan dimainkan lebih awal, yakni leg pertama 16 besar pada 2 dan 3 Agustus, sebelum leg kedua tiga hari kemudian. Demikian seterusnya perempat final 10 dan 13 Agustus, semi final 17 dan 20 Agustus. Partai final akan dimainkan 27 Agustus di Gdansk, Polandia.
Pengumuman resmi jadwal baru kompetisi elit Eropa ini akan dilakukan dalam pekan ini juga setelah pejabat tinggi UEFA bertemu pada tanggal 23 April. Fokus laga-laga sisa Liga Champions akan berpusat pada Real Madrid yang tengah tertinggal 1-2 di tangan Manchester City, selain Juventus yang juga kalah 1-0 agregat dari Lyon.
Sumber: Liga Champions: Real Madrid, Barcelona, Juventus Disiksa Tiap Tiga Hari
Berita Bola

Liverpool vs Atletico Madrid Seharusnya Dibatalkan, Penyesalan Terlambat

Gila Bola – Laga Liverpool vs Atletico Madrid pada ajang Liga Champions pertengahan Maret 2020 seharusnya dibatalkan, demikian penyesalan terlambat dari pejabat di kedua negeri tersebut.
Dari kubu negeri Spanyol, penyesalan soal berlangsungnya laga Liverpool vs Atletico Madrid pada 11 Maret itu datang dari walikota Madrid, yang mengaku salah mengizinkan para pendukung Los Rojiblancos bepergian ke Inggris.
Pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions itu dilangsungkan di Stadion Anfield, Liverpool. Ada lebih 3.000 orang terbang dari kota Madrid untuk menghadiri pertandingan yang berhasil dimenangkan anak-anak Diego Simeone dengan skor 3-2 (agregat 4-2). Dan kini walikota Madrid Jose Luis Martinez-Almedia mengaku salah, keputusan mengizinkan mereka semua pergi ke Inggris merupakan “sebuah kesalahan”.
Siapa menulari siapa tidak jelas di sini. Tapi dalam pandangan umum di Spanyol, kepergian 3.000 orang sekaligus ke Anfield diperkirakan membawa pulang penyakit Covid-19 dan menjadi alasan tingginya angka terpapar di ibukota negeri itu sampai dengan hari ini. Spanyol mencatatkan diri sebagai negara terburuk di Eropa dalam jumlah infeksi, dan negara terburuk kedua di seluruh dunia setelah Amerika Serikat.
Pada saat 3.000 orang itu berduyun-duyung tandang ke laga Liverpool vs Atletico Madrid, Spanyol sebenarnya sudah menutup sekolah-sekolah dan sudah melarang kerumunan lebih dari seribu orang. Jadi kenapa kerumunan 3.000 orang di tribun penonton di Anfield boleh terjadi? Tepat ketika pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions itu dimainkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai sebuah pandemik (wabah yang melanda seluruh dunia) dan pertandingan di Anfield pada tanggal 11 Maret itu menjadi laga terakhir sebelum kompetisi elit Eropa itu dihentikan sama sekali.
“Tidak masuk akal [bahwa di tengah sekolah-sekolah ditutup dan kerumunan di atas 1.000 orang dilarang] ada 3.000 orang fans Atletico bepergian ke Anfield,” tukas walikota Madrid Martinez-Almedia kepada Onda Cero radio. “Itu merupakan sebuah kesalahan. Tapi saya berharap bahwa pada saat itu ada sedikit lebih banyak sikap kehati-hatian.”
Dari pihak tuan rumah Liverpool, seorang pejabat kesehatan di kota menilai, pertandingan Liverpool vs Atletico Madrid itu sudah seharusnya dibatalkan. Kehadiran 3.000 pendukung Los Rojiblancos dari Spanyol diperkirakan menjadi penyumbang tingginya tingkat infeksi di kawasan Merseyside.
Bukan hanya kedua pejabat itu yang menyesal, para pendukung The Reds juga menyesali pertandingan tersebut, berharap sang juara bertahan Liga Champions bisa mengulanginya dan menghindari kekalahan 3-2 (agregat 4-2) di tangan Atletico.
Sumber: Liverpool vs Atletico Madrid Seharusnya Dibatalkan, Penyesalan Terlambat
Berita Bola

Terkuak! Sir Alex Ferguson Lebih Suka Cristiano Ronaldo Bela Barcelona

Football5Star.com, Indonesia – Cristiano Ronaldo meraih kebesaran di Real Madrid. Bersama klub itu, dia antara lain empat kali juara Liga Champions dan empat kali merebut Ballon d’Or. Namun, menurut eks presiden Los Blancos, Ramon Calderon, sebenarnya Sir Alex Ferguson lebih suka CR7 membela Barcelona.

Menurut Ramon Calderon, Cristiano Ronaldo sempat ditawarkan Sir Alex Ferguson kepada Barcelona. Gara-garanya, dia tak suka pemain asal Portugal itu bergabung dengan Real Madrid. Beruntung bagi Los Blancos, CR7 tak mengingkari kesepakatan prakontrak yang telah dibuat.

“Sudah bukan rahasia, upaya merekrut dia sudah dilakukan antara 2007 dan 2008. Sayalah yang menggaet dia. Negosiasi dengan Manchester United berlangsung alot karena mereka tak mau kehilangan sang pemain. Namun, dia tak mau mengkhianati komitmen yang telah dibuat dengan saya,” ujar Ramon Calderon seperti dikutip Football5Star.com dari Diario AS.

as.com

Calderon menegaskan, Cristiano Ronaldo sejak awal ingin bergabung dengan Real Madrid. Itu tak terlepas dari tawaran yang disodorkannya. Namun, upaya merekrut sang pemain terbentur sikap Sir Alex Ferguson.

“Faktanya, Ferguson tak mau sang pemain pergi karena kami adalah rival dan punya koleksi trofi lebih banyak. Ferguson pun menawarkan dia ke Barcelona,” ucap Calderon lagi.

Tentu saja langkah Sir Alex Ferguson itu membuat Barcelona bersemangat. Namun, Ramon Calderon dan Real Madrid sudah menang satu langkah. Kesepakatan awal yang disertai sebuah klausul membuat Cristiano Ronaldo akhirnya mendarat di Santiago Bernabeu.

“Barcelona tentu saja senang dengan kesempatan itu, tapi Cristiano Ronaldo sudah jelas soal masa depannya. Dia mengatakan telah menandatangani komitmen dengan Ramon Calderon untuk bergabung dengan Real madrid dan tak akan mengkhianatinya. Begitulah,” kisah pria yang sekarang berumur 68 tahun itu.

Sebagai seorang pengacara, Ramon Calderon tahu betul cara mengamankan Cristiano Ronaldo. “Kami menandatangani sebuah dokumen. Di sana ada klausul yang menyatakan, jika salah satu pihak mengingkari kesepakatan, harus membayar 30 juta euro kepada pihak yang lain,” ujar dia.

The post Terkuak! Sir Alex Ferguson Lebih Suka Cristiano Ronaldo Bela Barcelona appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Marko Simic: Saya Pernah Bilang, De Gea Akan Jadi Kiper Hebat Dunia

Football5Star.com – Penyerang Persija Jakarta, Marko Simic, mengaku pernah menghadapi David de Gea pada masa lalu. Saat itu, dia pernah bicara padanya kalau dia akan jadi kiper hebat dunia.

Hal itu diungkapkan Marko Simic saat membeberkan starting XI terbaiknya di Youtube resmi Persija. Dia memilih kiper De Gea karena pernah berhadapan langsung dengannya.

Saat itu, Simic membela Kroasia U-21 menghadapi De Gea di Timnas U-21 Spanyol pada kualifikasi Piala Eropa U-21 2011. Menurutnya, De Gea memang secara alami sudah terlihat bakatnya sejak muda.

“Kiper terbaik menurut saya ialah David de Gea. Kenapa? Karena saya pernah menghadapinya. Saat itu kami masih sama-sama berada di level junior,” ungkap Simic dikutip dari Youtube Persija.

Kala itu, eks striker Negeri Sembilan tersebut bahkan sempat berbincang dengan De Gea. Dia sudah memprediksikan kiper Manchester United itu bakal jadi idaman klub-klub besar Eropa.

“Saya pernah bilang padanya, kalau dia akan menjadi kiper heba dunia. Semuanya menjadi kenyataan sekarang. Makanya, dia sangat spesial buat saya,” tutup Simic.

The post Marko Simic: Saya Pernah Bilang, De Gea Akan Jadi Kiper Hebat Dunia appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

UEFA Bisa Jamin Atletico Madrid Tetap ke Liga Champions Musim Depan

Gila Bola – Atletico Madrid bisa mendapat jaminan posisi di Liga Champions untuk musim depan oleh badan sepakbola tertinggi di Eropa, UEFA.
Berada di posisi ke enam klasmen sementara La Liga saat ini, memang Atletico bisa terancam gagal masuk ke Liga Champions musim depan terlebih jika musim ini tidak bisa dilanjutkan lagi. Menurut kabar di Spanyol memang federasi sepakbola negara itu rencananya akan menetapkan hasil klasmen saat ini untuk menentukan tim-tim mana yang akan dikirim ke kompetisi Eropa musim depan, jika liga harus dihentikan.
Jika memang hal itu yang terhadi, Atletico memang akan terancam gagal masuk ke Liga Champions dari hasil diluar lapangan karena kompetisi masih menyisakan cukup banyak pertandingan. Karena itulah menurut Cadena Cope yang juga dikutip oleh Football Espana, UEFA ingin menghindari situasi tersebut dengan memberikan undangan khusus bagi Atletico pada Liga Champions 2020/2021 mendatang.
Kabarnya, keputusan tersebut didasarkan atas prestasi dari Los Rojiblancos di kompetisi antar klub tertinggi di Eropa tersebut beberapa tahun terakhir. Tim besutan Diego Simeone tersebut sempat mampu mencapai final di tahun 2014 dan 2016, selain tampil di fase-fase akhir kompetisi tersebut beberapa kali.
Selain itu, musim ini mereka sendiri masih mampu melaju ke babak perempat final dengan mengandaskan juara bertahan Liverpool beberapa waktu lalu. Prestasi tersebut kabarnya juga menjadi tambahan alasan kuat bagi UEFA untuk memberikan posisi bagi tim asuhan Simeone itu jika mereka dinyatakan tidak mengikuti Liga Champions musim depan karena putusan dari FA Spanyol.
Namun masih belum jelas apakah, situasi itu akan tetap sama jika kompetisi La Liga masih bisa dilanjutkan kembali. Sejauh ini informasi yang berkembang memang rencana dari UEFA tersebut muncul setelah wacana yang datang dari FA Spanyol mengenai rencana mereka jika memang La Liga harus berhenti.
Ide dari federasi Spanyol itu sendiri sudah menuai beberapa kecaman dari klub-klub La Liga lain seperti Valencia dan Getafe yang juga merasa mereka masih punya peluang bersaing ke Liga Champoins. Pemutusan untuk menetapkan hasil klasmen sementara saat ini sebagai penentu memang bisa dibilang sebagai hal yang kontroversial karena ketatnya persaingan yang ada.
Sumber: UEFA Bisa Jamin Atletico Madrid Tetap ke Liga Champions Musim Depan
Berita Bola

Cerita Eks Incaran Manchester United yang Ditembak di Kepala

Football5star.com, Indonesia – Klub Inggris, Manchester United sempat berminat mendatangkan striker asal Paraguay, Salvador Cabanas. Pemain berjuluk ‘El Mariscal’ ini digadang-gadang bakal jalani masa keemasan jika bermain di Old Trafford.

Sebagai seorang striker, Cabanas memang cukup moncer. Pada 2006 saja, ia mengoleksi 96 gol dari 115 pertandingan bersama klub Meksiko, Chiapas. Pemain bernama lengkap Salvador Cabañas Ortega memang jadi salah satu bomber ganas di Liga Meksiko.

Sayang seribu sayang, petaka mendatangi perjalanan hidup Cabanas. Pemain yang pernah menyandang gelar top skor ajang Copa Libertadores ini terlibat perselisihan di klub malam. Sebutir peluru bersarang di kepala akibat perselisihan itu.

getty images

Sebelum malam mengerikan itu terjadi, Cabanas baru saja menolak untuk hijrah ke Eropa dan memilih untuk memperpanjang kontrak di klubnya, América. Menurut Cabanas, gaji di América dua kali lipat ia terima dibanding harus bermain di salah satu klub Eropa.

“Ketika tragedi itu terjadi, saya memiliki perjanjian pra-kontrak sebesar 1,7 juta dolar untuk bergabung dengan Manchester United atau klub besar lainnya,” katanya kepada ABC Color pada 2014. “Di America, gaji saya menjadi dua kali lipat dan mereka memberi saya sebuah apartemen di Acapulco dan satu lagi di Cancun hanya untuk menjaga saya tetap di sana.”

Cabanas seperti dikutip Football5star.com dari bbc, Jumat (17/4/2020) menceritakan bahwa pada 25 Januari 2010, ia dan istrinya pergi ke kelab malam di Mexico City, Bar Bar. Di klub malam itu, ia terlibat pertengkaran dengan sejumlah orang.

Cabanas terpojok hingga masuk ke kamar mandi. Pelaku kemudian menembakkan senjatanya tepat di kepala Cabanas. Ia sekarat dan hampir tewas di dalam kamar mandi klub malam tersebut.

Eks incaran Manchester United itu berbaring koma selama sepuluh hari, di ambang antara hidup dan mati, sebelum akhirnya sadar. Dia menyatakan bahwa kondisi fisiknya yang sebelumnya fit menjadi pembeda, “Sepakbola menyelamatkan hidupku,” katanya.

Meski sudah siuman, Cabanas harus empat bulan perawatan dan rehabilitasi yang melelahkan sebelum diizinkan terbang pulang ke Paraguay. Peluru yang dimaksudkan untuk membunuhnya tetap bersarang di tengkoraknya sampai hari ini.

Siapa penembak Cabanas? Pihak kepolisian Meksiko menyebut bahwa pelaku bernama Jose Jorge Balderas Garza. Jorge diduga bekerja untuk pembunuh bayaran yang ditakuti yakni Edgar Valdez Villarreal, yang pada saat penembakan menguasai Los Negros, kartel sayap bersenjata yang menyelundupkan obat-obatan terlarang.

Namun mengapa Jorge menembak Cabanas? Hal itu tak pernah terungkap ke publik. Penangkapan Jorge pun bukan untuk kasus penembakan Cabanas melainkan kasus kegiatan kejahatan terorganisir.

The post Cerita Eks Incaran Manchester United yang Ditembak di Kepala appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Harry Maguire: Klub Punya Kebijakan Berbeda Soal Pemotongan Gaji

Football5star.com, Indonesia – Harry Maguire buka suara soal rencana Manchester United yang akan memotong gaji para pemainnya. Ia mengatakan manajemen dan pemain masih mendiskusikan soal kemungkinan tersebut.

Sudah
banyak klub-klub Eropa yang memotong gaji pemainnya akibat pandemi corona. Tapi
di Premier League baru Southampton yang mengambil langkah tersebut.

Adapun Manchester United masih belum membuat keputusan apakah memotong gaji pemainnya atau tidak. Bagi Maguire, tiap klub punya kebijakan yang berbeda tapi tidak menutup kemungkinan untuk timnya melakukan hal yang sama.

Getty Images

“Saya pikir setiap klub punya kebijakan yang berbeda. saya melakukan diskusi mingguan dengan klub tentang bagaimana kami ingin maju dan memantaunya. Sebanyak yang bisa kami katakan atas nama klub, kami akan terus mengevaluasi kondisi terkini,” ujar sang kapten seperti dilansir Daily Mail, Jumat (17/4/2020).

“Saya yakin setiap minggu kami akan mengevaluasinya, melihat di mana kita berada dan melihat apakah kami perlu melakukan apa pun terkait pemontongan gaji. Setiap klub akan berbeda, mengalami keadaan yang berbeda dan saya yakin setiap kapten akan berbicara atas nama klub,” ia menambahkan.

Klub-klub
Premier League sedang dihadapkan dilema besar. Di satu sisi mereka diminta
untuk mengikuti peraturan pemerintah untuk merumahkan seluruh karyawan.

Di sisi lain klub tidak ingin merumahkan karyawannya. Ini pula yang ingin dilakukan Manchester United. Mereka menegaskan tidak akan merumahkan 900 karyawannya dan tetap akan menggaji mereka secara penuh.

The post Harry Maguire: Klub Punya Kebijakan Berbeda Soal Pemotongan Gaji appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Real Madrid, Barcelona Diplot Lolos Liga Champions, Atletico Gagal

Gila Bola – Real Madrid dan Barcelona, serta dua tim lain, diplot untuk lolos Liga Champions musim depan jika Liga Spanyol musim ini terpaksa dihentikan di tengah jalan.
Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) membahas sebuah opsi andai kompetisi Liga Spanyol terpaksa dihentikan tanpa menyelesaikan sisa laga akibat wabah yang kini membayangi Spanyol dan seantero Eropa.
Saat ini semua kompetisi sepak bola di sebagian besar negara dihentikan akibat wabah Covid-19, kecuali Liga Belarusia dan Liga Nikaragua yang tetap berlangsung seperti biasa.
Sebagai salah satu negara Eropa yang terparah kena dampak Covid-19, bersama dengan Italia dan Inggris, ada kekhawatiran kompetisi di semua kasta di Spanyol bakal dihentikan sebelum waktunya, bukan lagi ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan seperti yang terjadi saat ini. Jika itu terjadi siapa tim-tim yang akan lolos ke Eropa?
Video Bola

Real Madrid Datangkan 3 Striker Sekaligus – Barcelona Gugat Mantan…
Wonderkid Jepang Menuju Milan – Ayah Tiri Neymar Brondong –…
Ronaldo Messi Salah, Siapa Yang Paling Cantik? – Ciro Immobile…

Menanggapi kekhawatiran tersebut, RFEF memberikan solusi andai pihak-pihak terkait setuju menghentikan kompetisi, khususnya Divisi Primera sebagai kasta tertinggi di negara tersebut.
Seperti dikutip dari Marca dan Cadena Cope, empat tim yang saat ini menghuni posisi teratas di papan klasemen La Liga saat liga ditunda, yaitu FC Barcelona, Real Madrid, Sevilla dan Real Sociedad akan langsung dinyatakan lolos ke kompetisi Liga Champions musim depan.
Sementara itu Getafe dan Atletico Madrid yang mengisi peringkat kelima dan keenam, otomatis masuk ke Liga Europa.
Selain dua klub tersebut, Athletic Bilbao pun mendapatkan jatah satu tiket ke Liga Europa karena dipastikan berlaga pada final Copa del Rey,
Sementara itu Real Sociedad sebagai lawan Les Leones di final Copa del Rey sudah lebih dulu dipastikan bermain di Liga Champions karena menghuni posisi yang lebih baik pada papan klasemen.
Namun andai final Copa del Rey digelar dan Athletic Bilbao kalah maka satu tiket jatah ke Liga Europa akan diberikan kepada Valencia yang menghuni peringkat ketujuh.
Walau demikian belum jelas tata cara siapa yang bakal menjadi juara musim ini, siapa yang akan promosi dan degradasi karena RFEF harus berkomunikasi terlebih dahulu dengan UEFA.
Sementara itu LFP sebagai operator liga menegaskan tidak akan menghentikan kompetisi di tengah jalan atau menganulir kompetisi musim ini walau belum jelas kapan akan dilanjutkan kembali.
Sumber: Real Madrid, Barcelona Diplot Lolos Liga Champions, Atletico Gagal
Berita Bola

Declan Rice Heran Paul Pogba Dikritik Banyak Pihak

Football5star.com, Indonesia – Dalam beberapa tahun terakhir Paul Pogba sering mendapat cemooh dari berbagai pihak. Hal ini pun menjadi sorotan dari gelandang West Ham United, Declan Rice.

Yang paling
baru, legenda Liverpool, Graeme Souness, mengritik keras bintang Manchester
United. Situasi pun kian runyam setelah sang bintang membalas komentar pedas
Souness.

Melihat situasi ini, Declan Rice menganggap apa yang dikatakan Souness tidak berdasar. Ia justru menganggap Pogba sebagai salah satu pemain terbaik di dunia.

Football London

“Mengapa dia membenci Pogba? Jangan lakukan sesuatu yang tidak masuk akal. Pria itu konyol, dia salah satu pemain terbaik di dunia. Apa Anda berpikir dia ingin cedera terus? Ada beberapa hal dalam sepak bola yang tidak bisa dicegah,” kata Rice seperti dilansir Daily Mail, Kamis (16/4/2020).

Penampilan pemain
asal Prancis memang menjadi sorotan. Apalagi musim ini dia lebih sering
berkutat dengan cedera engkel yang didapat pada awal musim. Masalah ini pun
berpengaruh langsung pada jam terbangnya.

Di Premier
League dia baru bermain tujuh kali tanpa mencetak satu gol pun. Mantan pemain
Juventus sejatinya sempat pulih dan dimainkan lagi saat Manchester United
menghadapi Watford dan Newcastle United.

Setelah itu Paul Pogba kembali mengalami cedera engkel. Dan sejak pertengahan Desember dirinya sudah tidak bermain lagi.

The post Declan Rice Heran Paul Pogba Dikritik Banyak Pihak appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Loris Karius Curhat Masih Trauma Dapat Ancaman Pembunuhan

Gilabola.com – Loris Karius ternyata masih takut setengah mati akibat ancaman pembunuhan dari laga mimpi buruk di Liga Champions saat bela Liverpool.
Loris Karius bulan lalu sudah dipikirkan Liverpool untuk dilempar ke klub Bundesliga, Hertha Berlin. Kini sang pemain Besiktas mengungkapkan jika dirinya masih trauma usai laga final Liga Champions antara Liverpool kontra Real Madrid di Kiev yang berakhir kalah skor 3-1.
Membuat emosi klub dan suporter akibat blunder demi blunder yang ia lakukan di laga tersebut, Karius langsung ditendang ke klub Turki untuk masa peminjaman 2 tahun. Ia masih dalam masa kontrak di Anfield sampai 2022 mendatang, namun kini lebih ingin ke gelaran Jerman.
Kini setelah lama tidak terdengar sang pemain curhat jika dirinya belum bisa mudah melupakan kenangan pahit di laga final Liga Champions yang pernah ia lakoni. Karius tidak menyalahkan para suporter The Reds, karena mereka sudah membayar tiket dan berhak untuk marah.
Video Bola

Real Madrid Datangkan 3 Striker Sekaligus – Barcelona Gugat Mantan…
Wonderkid Jepang Menuju Milan – Ayah Tiri Neymar Brondong –…
Ronaldo Messi Salah, Siapa Yang Paling Cantik? – Ciro Immobile…

Meski sah-sah saja marah, namun menurutnya para suporter sudah berlebihan saat mulai menyerang dengan ancaman pembunuhan. Ia juga kesal dengan para suporter yang beraninya di media sosial saja, namun bungkam saat bertemu langsung dengan dirinya di jalanan.
Loris Karius masih ingin kembali ke Liverpool lagi
Karius juga mengaku selalu tidak bisa tidur sampai dua hari saat mendapatkan ancaman pembunuhan dari oknum fans The Reds. Segala bentuk ancaman dan beragam kalimat rasis sudah ia rasakan hingga cukup membekas dalam waktu lama.
Karius merasa fans klub sudah berbuat tidak adil setelah semua jasa yang ia berikan kepada klub. Semua prestasinya yang saat itu masih berusia 24 tahun langsung sirna di mata fans hanya karena satu pertandingan.
Karius lantas mengaku pada The Sport Bild jika dirinya terbuka untuk opsi bermain di klub Bundesliga. Publik di gelaran tersebut ia nilai masih lebih baik penerimaannya. Meski begitu dirinya masih berharap dapat kesempatan memperbaiki diri di Anfield.
Karius hingga kini masih rutin setiap pekan menghubungi pelatih kiper The Reds, John Achterber. Ia juga masih sering menghubungi Jurgen Klopp dan lega jika sang manajer dan pihak manajemen Liverpool masih baik kepada dirinya.
Sumber: Loris Karius Curhat Masih Trauma Dapat Ancaman Pembunuhan
Berita Bola