Legenda Man United Sebut Fred Gelandang Komplet

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester United, Owen Hargreaves, menilai Fred adalah gelandang yang bagus. Di mata dia kekurangan pemain asal Brasil itu cuma jarang mencetak gol.

Fred sempat kesulitan, dianggap sebagai pembelian gagal di era Jose Mourinho. Namun, musim ini Fred membuktikan diri sebagai salahs atu pemain paling stabil dalam skuad MU di tengah cedera panjang Paul Pogba.

Peran Fred tidak selalu terlihat, tapi dia adalah salah satu pemain terpenting yang menjaga keseimbangan skuad Setan Merah. Dia terus bergerak di lini tengah, menjemput dan mengalirkan bola.

Daily Mail

“Fred gelandang yang lengkap, tetapi jika dia bisa menambah gol ke permainannya, dia akan menjadi pemain lini tengah yang sempurna. Dalam menguasai bola dengan sangat baik, ketika kehilangan bola dia sangat agresif dan sekarang pemain di sekitarnya berfungsi yang merupakan pertanda yang sangat bagus,” kata Hargreaves di Soccerway.

“Saya pikir karena mereka membayar 50 juta pounds untuk Fred dan dia orang Brasil, sehingga orang-orang mengira dia nomor 10, tetapi dia tidak.”

“Dia bukan pencetak gol dan dia tidak benar-benar kreatif, tetapi dia adalah pemain lini tengah yang sangat baik. Kedua kakinya hidup dan sekarang kita melihat pemain yang ada di Shakhtar, di mana di Liga Champions dia melakukan beberapa penampilan cemerlang melawan tim-tim terbaik.”

“Dia energik tanpa bola dan sekarang dengan Nemanja Matic, Fred bisa menjadi gelandang box-to-box. Sebelumnya dia terlalu maju dan kadang-kadang terlalu mundur, tetapi sekarang ini adalah lini tengah yang seimbang dengan Matic, Fred dan Bruno Fernandes. Semua orang merasa nyaman,” Hargreaves menambahkan.

The post Legenda Man United Sebut Fred Gelandang Komplet appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Bruno Fernandes Ungkap Alasan Suruh Pep Guardiola Bungkam

Football5star.com, Indonesia – Bruno Fernandes menjadi pusat perhatian saat Manchester United mengalahkan Manchester City akhir pekan lalu. Dia membungkam pelatih tim lawan, Pep Guardiola.

Pada laga yang berlangsung di Old Trafford itu, Manchester United menang 2-0. Dan Bruno Fernandes tampil apik dengan menyumbang satu assist.

Akan tetapi, yang jadi perhatian adalah aksinya di tengah pertandingan. Tidak tahan melihat Pep Guardiola terus berbicara dari pinggir lapangan, ia pun meminta agar sang pelatih untuk tutup mulut.

Bruno Fernandes shushing Pep Guardiola is what the Manchester derby is all about pic.twitter.com/kvzwivmGBC— Football Daily (@footballdaily) March 8, 2020

“Saya membicarakan ini dengan beberapa teman dan beberapa orang berpikir ‘Pep memenangkan segalanya, siapa Bruno yang membantahnya?’. Tapi saya pikir ini tentang rasa hormat,” ujar Fernandes kepada Sky Sports, Sabtu (14/3/2020).

“Sekarang, saya berpikir di luar lapangan saya tidak melakukan ini lagi jika saya di lapangan sekarang. Tapi pada saat itu kata-kata yang dia katakan membuat saya marah dan di atas lapangan saya sedikit gugup,” imbuhnya.

Terlepas dari aksinya tersebut, pemain asal Portugal menegaskan bahwa ia tetap menghormati pelatih Manchester City. “Saya menghormati Pep dan apa yang sudah ia capai selama ini. Dia mengubah mentalitas sepak bola,” sambungnya.

“Tapi pada saat itu dia tidak pantas mendapatkan rasa hormat saya di lapangan,” tutup Bruno Fernandes.

The post Bruno Fernandes Ungkap Alasan Suruh Pep Guardiola Bungkam appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Bruno Fernandes: Manchester United Bagus Bukan Karena Saya

Football5star.com, Indonesia – Manchester United tampil memukau dalam beberapa laga terakhir. Banyak yang beranggapan kehebatan Setan Merah belakangan ini berkat kehadiran Bruno Fernandes.

Sejak bergabung Januari lalu, Bruno Fernandes memang jadi sosok vital di Manchester United. Performanya yang langsung nyetel dengan tim pun berdampak luar biasa pada hasil di lapangan.

Ya, Setan Merah tak pernah kalah di Liga Inggris sejak kedatangan pemain Portugal. Kendati begitu, keberhasilan tersebut tidak membuat ia jemawa. Menurutnya, MU bagus bukan karena kehadirannya semata.

The Sun

“Saya melihat tim ini sama seperti bulan lalu. Saya pikir kami tetaplah tim yang sama yang ingin meraih banyak kemenangan dan ingin bermain lebih baik lagi di tiap pertandingan,” kata Fernandes kepada Sky Sports, Sabtu (14/3/2020).

“Saya yakin jika saya tidak datang, MU akan tetap memenangkan pertandingan yang sama karena satu pemain tidak mengubah tim. Sebuah tim berubah ketika semua orang berjuang bersama. Saat saya tiba saya mlihat tim bersama di semua laga dan saya di sini untuk membantu,” ia menambahkan.

Sejak kalah dari Burnley Januari lalu, Manchester United telah melakoni 11 pertandingan tanpa kalah. Bahkan mereka mampu menang melawan tim-tim besar seperti Cheslea dan juga Manchester City.

The post Bruno Fernandes: Manchester United Bagus Bukan Karena Saya appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Liga Champions Bisa Gelar Perempat-final dan Semi-final Satu Leg

Gilabola.com – Liga Champions bisa lakukan revolusi besar dengan menggelar perempat final dan semi final dalam satu leg pertandingan.
Itu menjadi salah satu proposal yang akan dibahas pada pertemuan puncak krisis Uefa, Selasa (17/3) mendatang, setelah seluruh pertandingan di kompetisi bergengsi itu – dan juga Liga Europa pada pekan depan ditunda karena coronavirus.
Manchester City menjadi tim yang difavoritkan akan lewati Real Madrid, tapi masih memiliki satu leg lagi untuk dimainkan. Begitu juga dengan Wolves dan Manchester United di Liga Europa, dan Chelsea yang harusnya tandang ke Bayern Munchen.
Tapi jika mereka berhasil lolos, maka mereka bisa hadapi pertandingan satu leg di tempat netral atau bermain di kandang sendiri di mana Uefa bersikeras untuk rampungkan kedua kompetisi tersebut musim ini.
Selain itu, masih ada tekad untuk tetap menggelar final Liga Champions sesuai jadwal dii Istanbul, 30 Mei mendatang, serta final Liga Europa di Gdansk tiga hari sebelumnya.
Tapi, dengan tim-tim yang diharapkan beraksi kembali pada awal April mendatang, hanya tersisa sedikit ruang untuk menggelar laga dua leg di perempat maupun semi-final. Drawing perempat final yang seharusnya berlangsung pada Jumat depan bahkan juga telah ditunda.
Saat ini, Uefa diperkirakan sangat mempertimbangkan, pertandingan satu leg itulah yang menjadi satu-satunya jalan bagi mereka untuk menuntaskan kompetisi di sisa musim ini. Tapi sejumlah laga yang sudah digelar diharapkan akan selesai dan tidak akan diputuskan setelah hanya menggelar satu pertandingan, di mana Manchester City, Chelsea, Wolves dan United telah memainkan leg pertama mereka.
Pertemuan tingkat tinggi Uefa sendiri akan dilakukan dengan konferensi video di mana seluruh 55 anggota asosiasi akan ambil bagian. Akan dibahas pula pengunduran Piala Eropa 2020 selama satu tahun ke depan, yakni hingga musim panas 2021, dan itu menjadi salah satu penjadwalan ulang yang akan dibahas.
Mengundurkan jadwal Piala Eropa selama setahun ke depan, akan membuka kesempatan kepada seluruh liga di Eropa untuk menyelesaikan kompetisi mereka, sekalius memberi ruang pada Liga Champions untuk merampungkan agenda mereka, bahkan jika finalnya tak bisa dimainkan pada 30 Mei mendatang.
Sebelumnya, pada Jumat (13/3) kemarin, Uefa telah mengeluarkan pernyataan untuk menunda kedua kompetisi mereka. “Mengingat perkembangan karena penyebaran covid-19 di Eropa dan keputusan terkait yang dibuat pemerintah yang berbeda, semua pertandingan kompetisi klub Uefa yang dijadwalkan pekan depan ditunda,” demikian pernyataan resmi Uefa yang dilansir Mirror.
“Ini termasuk sisa pertandingan Liga Champions, leg kedua babak 16 besar yang dijadwalkan pada 17 dan 18 Maret 2020; semua pertandingan Liga Europa babak 16 besar di leg kedua yang dijadwalkan pada 19 Maret 2020; semua Uefa Youth League yang pertandingan perempat finalnya dijadwalkan pada 17 dan 18 Maret 2020. Keputusan lebih lanjut tentang kapan pertandingan ini dilanjutkan, akan dikomunikasikan pada waktunya,” lanjut pernyataan tersebut.
Sumber: Liga Champions Bisa Gelar Perempat-final dan Semi-final Satu Leg
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Manchester United Butuh Sancho, Ndidi dan Kane

Football5star.com, Indonesia – Legenda Manchester United, Owen Hargreaves, menilai Setan Merah butuh tambahan amunisi untuk posisi winger kanan, gelandang bertahan dan striker.

Ddalam beberapa musim terakhir ini permainan Manchester Merah memang masih suka angin-anginan. Lantas mereka pun kerap mendapatkan berbagai hasil yang tak menyenangkan di liga domestik dan bermain di pentas Eropa.

Apalagi pada musim ini, pada putaran pertama Setan Merah cukup buruk. Dimana mereka harus berada di papan tengah klasemen Liga Inggris. United pun kemudian mendaratkan Bruno Fernandes dan Odion Ighalo.

Hadirnya duo rekrutan anyar tersebut memang sudah memberikan dampak yang positif. Dimana Manchester United kini tak terkalahkan di sepuluh pertandingan terakhir di semua ajang.

Meski sudah membaik, tetapi Hargreaves tetap mengharapkan agar United bisa mendaratkan nama-nama beken ke Old Trafford untuk musim panas nanti. Hargreaves pun merekomendasikan tiga nama. Mereka adalah Jadon Sancho (Borussia Dortmund), Wilfried Ndidi (Leicester City) dan Harry Kane (Tottenham Hotspur).

“Ini bukan tentang kuantitas, ini tentang kualitas. Jika Anda dapat memiliki Jadon Sancho dan mereka membutuhkan pemain sayap kanan, dia akan membuat perbedaan besar,” kata Hargreaves di Soccerway.

“Jude Bellingham berusia 16 atau 17 tahun, dia akan menjadi pemain super, tetapi Anda membutuhkan seseorang sekarang. Saya pikir mereka membutuhkan pemain tipe Ndidi, seorang gelandang bertahan. Jika Anda memiliki Paul Pogba dan Bruno Fernandes, maka saya pikir Anda perlu yang defensif di sana.”

“Saya pikir mereka juga membutuhkan bek tengah. Mereka memiliki Victor Lindelof, Harry Maguire, Eric Bailly tetapi seorang bek tengah di sisi kiri akan membuat perbedaan besar. Harry Kane adalah impian, tetapi striker tidak terlalu mendesak seperti gelandang bertahan atau winger kanan,” Hargreaves menambahkan.

The post Manchester United Butuh Sancho, Ndidi dan Kane appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Jago Atur Tempo Permainan, Bruno Fernandes Seperti De Bruyne

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester United, Owen Hargreaves, menilai Bruno Fernandes jago dalam mengatur tempo permainan seperti bintang Manchester City, Kevin De Bruyne.

Bruno Fernandes yang mendarat di Old Trafford pada bulan Januari kemarin, langsung menjadi pemain andalan Manchester United. Ia kini dipercaya menjadi starter reguler setelah Paul Pogba harus menepi cukup lama akibat cedera.

Pemain Timnas Portugal itu berhasil menghadirkan gairah baru dalam skuat United. Ia membuat pasukan Setan Merah semakin hidup dalam menyerang berkat kreativitas dan visi permainannya yang sangat ciamik.

Hargreaves terkesan dalam keberanian Fernandes untuk mengambil resiko di atas lapangan. Ia juga menyebut sang gelandang menunjukkan performa yang ciamik saat menghadapi LASK di Liga Europa.

“Setiap kali Bruno Fernandes mendapatkan bola, dia membuat sesuatu terjadi. Fernandes sedang on fire, ia menciptakan lima peluang di babak pertama,” kata Hargreaves di Soccerway.

“Seperti De Bruyne, dia bermain dengan kecepatannya sendiri. Dia tidak pernah terburu-buru, dia selaly menemukan ruang kosong. Dia hanya merasakan kapan harus melakukan sesuatu,” Hargreaves menambahkan.

Sejak merapat ke United pada Januari lalu, Bruno Fernandes telah mencatatkan sembilan penampilan di semua kompetisi dengan koleksi tiga gol dan empat assist.

The post Jago Atur Tempo Permainan, Bruno Fernandes Seperti De Bruyne appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Odion Ighalo: Fernandes Belum Tampilkan Permainan Terbaik

Football5Star.com, Indonesia – Bruno Fernandes jadi idola baru para fan Manchester United. Itu tak terlepas dari permainan apiknya yang mengangkat performa Red Devils. Namun, menurut Striker Odion Ighalo, pemain asal Portugal itu belum menunjukkan permainan terbaiknya.

Sejak diangkut pada akhir Januari lalu, Bruno Fernandes telah membuat 3 gol dan 4 assist dalam 9 laga yang dilakoni Manchester United pada berbagai ajang. Bersama dirinya, Red Devils belum mengalami kekalahan. Tak heran bila dia lantas disanjung banyak orang.

Mengenai hal itu, Odion Ighalo mengaku tak heran. Dia lantas mengingatkan, para fan Manchester United sebenarnya belum melihat kemampuan terbaik Fernandes.

thesun.co.uk

“Ini bukan kali pertama aku bermain bersama Bruno. Aku bermain dengan dia di Udinese pada 2010,” ujar Odion Ighalo kepada BBC seperti dikutip Football5Star.com dari Manchester Evening News.

Ighalo menambahkan, “Dia (Bruno Fernandes) adalah pemain hebat, punya visi luar biasa. Dia sosok yang ingin menguasai bola karena dapat melakukan sesuatu yang fantastis saat diberi ruang. Dia pengumpan yang baik dan sosok yang bisa diandalkan tim untuk mencetak gol.”

Lebih jauh, eks striker Watford itu mengatakan, “Anda masih akan melihat lebih banyak dan lebih baik lagi dari dia karena dia masih adaptasi dengan Premier League. Saat nanti sudah nyaman, Bruno Fernandes akan melakukan hal yang jauh lebih baik bagi tim ini.”

Odion Ighalo mengaku harap-harap cemas ketika Manchester United terus tarik-ulur dengan Sporting CP dalam proses transfer Bruno Fernandes. Tahu betul kualitas gelandang berumur 25 tahun itu, dia tak ingin Red Devils gagal dalam negosiasi dengan Sporting CP.

The post Odion Ighalo: Fernandes Belum Tampilkan Permainan Terbaik appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Chamberlain Dipuji Setumpuk Usai Liverpool Tumbang di UCL, Ini Alasannya

Gilabola.com – Setelah Liverpool dipastikan tersingkir di Liga Champions paska kalah agregat 2-3 kontra Atletico Madrid. Eks Chelsea, Chris Sutton menyebut Alex Oxlade Chamberlain layak mendapatkan predikat Man of The Match nya The Reds dilaga tersebut.
Pasalnya, laga yang berlangsung di Anfield pemain Timnas Inggris itu mampu memberikan kontribusi yang besar. Dimana tampil ciamik dan apik sepanjang 82 menit. Bahkan gol pembuka Merseyside Merah di menit ke 43 lewat tandukan Georginio Wijnaldum usai Chambo sapaan akrab sang pemain memberikan assist yang sangat luar biasa.
Tentu saja jika eks pemain Arsenal itu tidak bekerja keras di jalannya pertandingan. Maka anak asuh Jurgen Klopp bisa dibilang akan mengalami rasa frustasi yang sangat besar. Bagaimana tidak, sejak menit-menit awal kubu tuan rumah sudah tancap gas agar bisa menciptakan gol cepat. Namun sayangnya berbagai peluang dari para punggawa Liverpool mampu dimentahkan oleh Jan Oblak.
Ya, kiper asal Slovenia itu tampil sangat fantastis mengawal jala gawang Atletico. Bahkan jutaan pasang mata yang menonton laga Super Big Match tersebut bakalan geleng-geleng kepala. Karena peluangnya memang sangat banyak dan seharusnya Si Merah bisa pesta gol. Apalagi kandang mereka terkenal sangat angker. Namun hal itu tampaknya sudah tak berlaku lagi.
Kendati rival Everton itu tersingkir menyakitkan di depan ribuan fansnya. Akan tetapi Sutton yang kini menjadi pengamat dan komentator sepakbola itu menilai Chamberlain yang tidak tampil full tetap pantas mendapatkan kredit yang besar. Karena sudah memberikan kontribusi yang luar biasa.
“Oxlade Chamberlain ditarik keluar setelah 82 menit berlari di atas lapangan,”Tulis Chris Sutton di kolom Daily Mail.
“Dia saya pikir seharusnya bisa berbangga dengan penampilannya. Dia [Chamberlain] telah memberikan segalanya, dan kontribusinya benar-benar telah meninggalkan keseimbangan.”Tutupnya.
Sedangkan Chamberlain di musim ini total sudah tampil sebanyak 21 kali di Premier League. Akan tetapi hanya 13 kali dirinya tampil sebagai starter dibawah arahan Jurgen Klopp.
Untuk urusan mencetak gol, pemain akademi Southampton yang dibesarkan namanya di dunia sepakbola oleh Arsenal itu sudah membukukan tiga gol.
Sumber: Chamberlain Dipuji Setumpuk Usai Liverpool Tumbang di UCL, Ini Alasannya
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Henderson Kecewa Berat Liverpool Tersingkir di Liga Champions, Tapi…

Gilabola.com – Usai Liverpool kalah agregat 2-3 sekaligus tersingkir melawan Atletico Madrid di leg kedua Liga Champions, Kamis (12/3/2020) dini hari WIB. Jordan Henderson mengaku sangat frustasi timnya kalah memalukan. Namun ia tetap meminta agar rekan setimnya fokus di laga berikutnya.
Rasa kecewa yang di tunjukan oleh sang kapten boleh dibilang sangatlah wajar. Pasalnya The Reds yang tampil di Anfield mempunyai berbagai macam peluang emas. Tapi sayangnya gagal menjadi gol untuk memenangkan pertandingan. Hal ini tak lepas dari kurang tenangnya anak asuh Jurgen Klopp dalam mengelolah peluang tersebut.
Alhasil selain ke angkeran stadion mereka ternodai. Maka dipastikan musim ini Si Merah juga gagal mempertahankan trofi kuping gajah. Bahkan kesaktian Klopp dalam meracik timnya bisa dibilang telah pudar.
Kendati timnya saat ini benar-benar tengah dalam tekanan yang hebat. Namun punggawa Timnas Inggris tersebut juga meminta agar rekan-rekannya bersiap untuk menatap laga berikutnya melawan Everton dalam partai yang bertajuk Derby Merseyside, Selasa (17/3/2020) dini hari WIB.
“Malam ini dan besok itu tidak akan terasa menyenangkan, tapi kita harus tetap menerimanya dan menyelesaikan musim ini dengan baik,”Kata Jordan Henderson seperti dikutip Daily Mail.
“Kita akan segera memiliki laga Derby berikutnya, jadi itulah yang dibutuhkan dimana fokus untuk mengubahnya menjadi secepat mungkin.
“Tentu saja kami sangat kecewa. Padahal penampilan kita secara menyeluruh boleh dibilang sangat baik.
“Kami sudah mengerahkan semuanya ke dalam pertandingan dan kami harus kecewa. Jadi kita harus fokus setiap saat. Karena dengan kesalahan apapun, maka bisa merugikan anda.
“Kami benar-benar kecewa dengan hasilnya secara keseluruhan. Ya, kita harus menanggungnya.”Tutup Henderson.
Sementara itu, jika melawan Everton di Goodison Park kembali menelan kekalahan atau hasil imbang. Maka hal ini jelas membuat Liverpool untuk menggelar pesta kemenangan meraih Premier League bakal terganggu.
Pasalnya lawan-lawan mereka dipastikan bersemangat ingin meniru apa yang dilakukan oleh Watford di laga tersisa ini.
Sedangkan di sisi lain laga kedua tim juga bisa saja tertunda. Sebab virus corona di Inggris kian membahayakan. Dimana hal ini usai pelatih Arsenal, Mikel Arteta dinyatakan positif terjangkit, Jumat (13/3/2020).
Sumber: Henderson Kecewa Berat Liverpool Tersingkir di Liga Champions, Tapi…
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Liverpool Keok di Liga Champions, Begini Komentar Michael Owen

Gilabola.com – Usai Liverpool kalah agregat 2-3 melawan Atletico Madrid di leg kedua Liga Champions, Kamis (12/3/2020) dini hari WIB. Michael Owen menyatakan bekas klubnya tersebut tetaplah yang terbaik di Eropa.
Laga yang berlangsung di Anfield tersebut, boleh dikatakan sangat menarik dan seru sejak menit awal hingga akhir pertandingan. Bagaimana tidak, tuan rumah yang ingin sekali memenangkan laga selalu digagalkan peluangnya oleh Jan Oblak. Dan pada menit ke 43 lah The Reds baru mampu membuka keunggulan lewat sundulan Giorginio Wijnaldum.
Di paruh kedua, permainan anak asuh Jurgen Klopp kian menggila. Hasilnya di menit ke 90 Roberto Firmino berhasil memperbesar keunggulan timnya. Namun sayangnya gol pemain asal Brasil itu di langsung responi Atletico tiga menit kemudian lewat Marcos Llorente yang mana mendapatkan umpan matang dari Joao Felix setelah memanfaatkan blunder Adrian. Hingga laga usai babak kedua, tidak ada lagi gol yang tercipta.
Hasilnya untuk menentukan pemenang, pertandingan harus di lanjutkan ke perpanjangan waktu. Dan Liverpool yang selama 90 menit penuh tampil menyerang justru harus kedodoran. Mereka pun harus kembali kebobolan lewat kaki Llorente lagi di menit 105 dan Alvaro Morata. Usai laga Klopp dan anak asuhnya pun mendapatkan kritikan pedas. Pasalnya gagal memenangkan laga dan mempertahankan trofi si kuping gajah pada musim ini.
Meski kes timnya terus ditekan, namun Owen yang pernah merumput di Merseyside Merah dari tahun 1996 hingga tahun 2004 itu tetap menilai Liverpool klub yang masih terbaik di benua biru. Dimana ia sependapat perbedaan laga tersebut terletak pada kualitas kiper.
“Liverpool memang sudah tersingkir, dan saya pun tak ragu bahwa mereka tetap tim terbaik di Eropa saat ini,”Kata Michael Owen kepada BT Sports.
“Ya, mereka telah dikalahkan dua kali tetapi mereka [Liverpool] masih tetap menjadi tim yang terbaik di Eropa dan mereka benar-benar luar biasa selama tampil 90 menit penuh.
“Seperti yang dikatakan Rio Ferdinand, perbedaan terletak antara kedua kiper.”Tutupnya.
Sementara itu, dengan hasil kekalahan yang di dapat Liverpool. Maka semakin memperpanjang daftar hasil negatif Jordan Henderson CS. Pasalnya di laga sebelumnya mereka kalah dari Watford 3-0 dan tersingkir di putaran kelima Piala FA kontra Chelsea.
Sumber: Liverpool Keok di Liga Champions, Begini Komentar Michael Owen
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap