Legenda Ragu MU Mau Pecahkan Rekor Transfer Demi Kane

Football5star.com, Indonesia – Legenda Manchester United (MU), Mark Bosnich, ragu Setan Merah mau memecahkan rekor transfer demi bomber Tottenham Hotspur, Harry Kane.

Kane adalah lulusan akademi Tottenham. Sejak kemunculannya di tim utama pada musim 2013/2014, Kane sudah membuat 181 gol dari 278 penampilan.

Dalam catatan Premier League, Kane selalu mencetak dua digit gol dalam lima musim terakhir. Musim 2017/2018 adalah musim terbaiknya dengan torehan 30 gol dan ia juga sudah dua kali meraih Sepatu Emas.

Meski tajam, Kane belum pernah merasakan gelar apapun bersama Tottenham. Alhasil, ia santer dikaitkan dengan MU, Real Madrid dan Barcelona.

Bosnich percaya jika MU memberi tawaran sebesar 200 juta poundsterling, yang merupakan rekor dunia, Tottenham akan menerimanya. Tapi, ia ragu Setan Merah mau jor-joran seperti itu.

Getty Images

“Tottenham telah membayar untuk stadion mereka sendiri, itu adalah jumlah yang sangat besar, dan dengan situasi Covid-19, situasinya jadi sulit untuk semua orang,” kata Bosnich kepada Sky Sports.

“Jika mereka ditawari uang itu, maka saya cukup yakin bahwa, terlepas dari apa yang dikatakan Daniel Levy, dia akan menerima tawaran Manchester United. Tapi, saya tidak berpikir MU akan bertindak sejauh itu dalam menawarkan uang sebanyak itu, terutama dalam situasi saat ini,” Bosnich menambahkan.

Kane sendiri sebelumnya sudah menyatakan bahwa dia akan pindah jika Tottenham tak kunjung meraih prestasi.

The post Legenda Ragu MU Mau Pecahkan Rekor Transfer Demi Kane appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Lucas Moura Bawa Fans Tottenham Hotspur Kenang Momen Indah

Gilabola.com – Lucas Moura sukses membawa fans Tottenham Hotspur kenang momen indah mereka di gelaran Liga Champions yang tak terlupakan.
Lucas Moura bulan kemarin telah membangkitkan semangat fans Tottenham Hotspur dengan motivasi heroiknya. Tidak mau berhenti, kini sang pemain kembali dongkrak moril para suporter Spurs dengan mengungkit kenangan lama yang indah bagi mereka di gelaran yang sudah dilaksanakan sejak 65 tahun yang lalu, Liga Champions.
Bosan latihan terus di rumah, Lucas lantas mencuitkan salah satu hobinya saat ini, menonton tayangan ulang laga Spurs vs Ajax Amsterdam musim lalu. Apa yang terjadi di laga semifinal leg kedua itu karuan memuat fans Spurs jadi ikut senang mengingatnya.
Sang pemain Brasil lantas memposting beberapa momen selebrasi emosional saat mereka menang di Amsterdam. Mereka saat itu melawan kubu polesan Erik ten Hag dengan defisit 1-0 dari laga leg pertama dan sempat kalah unggul agregat 3-0 di babak pertama hasil gol Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech yang mengejutkan.
Lucas Moura membuat fans bahagia dengan memori lampau mereka
2 gol dari sang mantan pemain PSG sukses membantu skuad Spurs yang saat itu masih dilatih Mauricio Pochettino bangkit. Hat trick Moura dilengkapi dalam masa menit-menit akhir yang dramatis hingga mereka bertemu Liverpool di laga final.
Momen kemeriahan selebrasi akhir laga itulah yang Lucas bagikan. Terlihat betapa keceriaan pelatih dan sang pemain terus meluap saat wasit meniup peluit akhir babak kedua.
Momen itu langsung direspon positif oleh semua fans Spurs. Mereka terharu dan berharap bisa melihat momen kemenangan dramatis seperti itu lagi setelah gelaran Liga nantinya dimulai kembali.
Beberapa fans jadi ikutan nostalgila saat mereka berjuang untuk bisa menyaksikan laga itu di stadion Belanda. Sebagian lebih seragam mengelu-elukan Lucas sebagai pahlawan karena membangkitkan kenangan lama tersebut saat tidak ada pertandingan yang digelar saat ini.
Sumber: Lucas Moura Bawa Fans Tottenham Hotspur Kenang Momen Indah
Berita Bola

Son Heung-Min Masuk 25 Pesepakbola Terbaik Versi Lionel Messi

Gilabola.com – Son Heung-Min masuk dalam daftar 25 pesepakbola terbaik di gelaran Liga Champions versi bintang Barcelona, Lionel Messi.
Son Heung-Min 4 hari yang lalu telah dapat ijin dari Tottenham Hotspur untuk mudik ke Korea Selatan atas alasan pribadi. The Chosunnilbo melaporkan jika nama sang pemain Spurs ternyata masuk dalam daftar bintang sepak bola Argentina Lionel Messi untuk 25 pesepak bola terbaik di Liga Champions UEFA musim ini.
Tabloid Inggris Daily Star juga melaporkan jika Messi bermitra dengan perusahaan Amerika Serikat Topps untuk membuat satu set kartu permainan bola. Bintang Barcelona itu lantas secara pribadi memilih siapa-siapa saja pemain top yang akan menghiasi kartu trading tersebut.
Son Heung-Min latihan mandiri di rumah saat masuk daftar Messi
Daftar nama-nama lengkapnya sendiri hingga kini masih belum diresmikan, namun bocoran sebagian nama-namanya sudah muncul. Selain Son dan Harry Kane dari Tottenham Hotspur, ada juga 4 pemain Liverpool (Alisson Becker, Mohamed salah, Sadio Mane dan Virgil Van Dijk), 4 pemain Manchester City (Bernardo Silva, Kevin de Bruyne, Raheem Sterling dan Sergio Aguero), 2 pemain dari klub Bundesliga Bayern Munchen (Robert Lewandowski dan Philippe Coutinho), dan Eden Hazard dari Real Madrid.
Dari semua nama itu tidak ditemukan nama rival abadinya, Cristiano Ronaldo, Zlatan Ibrahimovic dan bahkan bintang idola sepanjang masa gibolers, Mario Balotelli. Nama Erling Haaland dan mantan rekannya, Neymar, juga tidak masuk daftar tersebut.
Belum mengetahui hal tersebut, Son yang masih jalani karantina mandiri, telah mengunggah klip video dengan gambar sesi latihan di rumahnya. Video itu ia unggah di akun Instagram pribadinya pada hari Selasa waktu setempat.
Sumber: Son Heung-Min Masuk 25 Pesepakbola Terbaik Versi Lionel Messi
Berita Bola

Sanksi UEFA Tetap Jatuh Atas Liverpool, Man Utd, Man City, Tottenham

Liverpool, Manchester City, Manchester United, Tottenham Hotspur dan Wolves tetap terancam sanksi UEFA karena insiden-insiden di kompetisi Eropa mereka, meski kompetisi tengah tertunda.
Petualangan Liverpool di ajang Champions League berakhir menyedihkan setelah mereka disingkirkan oleh Atletico Madrid di Wanda Metropolitano dan juga di Anfield. Akan tetapi saat leg kedua di kandang Liverpool, terjadi insiden pembakaran petasan sehingga otoritas sepak bola Eropa itu harus turun tangan melakukan penyelidikan lalu sanksi UEFA dijatuhkan berupa denda Rp 58,5 juta pada Liverpool.
Bukan hanya Liverpool saja, Atletico pun mendapatkan sanksi serupa tapi dengan nominal yang lebih besar, yaitu Rp 431 juta karena terhalangnya lorong-lorong untuk keadaan darurat di Stadion Wanda Metropolitano.
Sementara itu Manchester City yang saat ini masih menunggu putusan Pengadilan Arbitrasi Olahraga di Swiss perihal putusan pelanggaran financial fair play, mendapatkan sanksi denda sebesar Rp 54 juta karena salah seragam pada laga kontra Real Madrid, Februari silam.
The Skyblues memenangi laga tersebut dengan skor akhir 2-1 tapi pertemuan kedua belum dilangsungkan karena merebaknya wabah di seantero Eropa dan dunia, dengan Italia dan Spanyol menjadi dua negara yang terkena dampak terburuk.
Pertandingan Manchester United vs Club Brugge di Old Trafford pada panggung Liga Europa pun berujung sanksi UEFA. Pasalnya The Red Devils dianggap menghalangi lorong-lorong jalur darurat sehingga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 215 juta.
Pada pertemuan kedua giliran Brugge yang menutup lorong dan ada insiden pelemparan benda ke lapangan sehingga EUFA memberikan sanksi denda sebesar Rp 366 juta.
Sementara itu skuad Jose Mourinho dituduh menunda-nunda kick-off pada laga kontra RB Leipzig sehingga didenda Rp 360 juta, di mana sang manajer mengaku bertanggung jawab atas penundaan tersebut.
Leipzig pun tidak luput dari sanksi karena pelemparan benda ke lapangan tapi hanya berbentuk teguran setelah Julian Nagelsmann mengaku bertangung jawab pada penundaan kick-off pertandingan leg kedua di Jerman.
Hal serupa terjadi pada laga Espanyol vs Wolves dengan klub Liga Inggris itu didenda Rp 180 juta dan tim tuan rumah mendapatkan teguran karena minimnya pemisahan antara suporter kedua kubu yang bermusuhan di tribun.
Sumber: Sanksi UEFA Tetap Jatuh Atas Liverpool, Man Utd, Man City, Tottenham
Berita Bola

RB Leipzig Jelaskan Kenapa Pemain Beda Kostum Lawan Spurs

Gilabola.com – RB Leipzig jelaskan kenapa beberapa pemainnya beda kostum saat berlaga melawan Tottenham Hotspur di laga Liga Champions.
RB Leipzig melalui pelatihnya Julian Nagelsmann dilaporkan The Standard Media telah mengungkapkan alasan beberapa pemainnya mengenakan kostum berbeda. Hal ini menjadi sorotan di laga lawan Tottenham Hotspur skor 1-0.
Dari laga sengit tersebut, para penonton lantas menyadari ada yang aneh dari para pemain polesan Nagelsmann. Lukas Klosterman, Christopher Nkunku dan Timo Werner terlihat mengenakan kostum berlogo sponsor warna putih saat rekan satu tim lainnya mengenakan warna merah dan kuning.
Bukan disengaja, Nagelsmann lantas mengakui jika kesalahan itu sudah terjadi sejak berada di kotak kostum sebelum pertandingan. Beberapa kostum mereka tidak lengkap sehingga harus menggunakan kostum berlogo dengan warna berbeda.
Berita Video

Berita 22 Februari 2020: Messi Ngebet ke Napoli, Blunder Konyol Pekan Ini,…
PARAH! Please Jangan Sampai Getafe Menang Lagi Dari Ajax Amsterdam!
5 Alasan Kenapa Liverpool Bisa Kalah Oleh Taktik Membosankan Atletico Madrid
Babak 16 Besar Liga Champions, Siapa Terkuat? Siapa Terlemah?

RB Leipzig janjikan kostum seragam di laga leg kedua
“Pada saat di perjalanan dari hotel paket kostum kami terlihat tidak lengkap di kotak-kotak yang berbeda,” ujar sang manajer. “Kami tidak melihat ada paket kostum lagi yang sama di bus dan karena itu kami menggunakan kostum lain yang ada saja. Masalah ini akan kami selesaikan sebelum laga berikutnya.”
Pada kesempatan yang sama, Nagelsmann menjanjikan perlawanan lebih baik lagi di laga leg kedua. Tim bertabur pemain muda yang ia poles akan tetap bermain dengan intensitas yang sama.
“Di laga leg kedua, kami akan lebih baik lagi, saya berjanji pada semua fans, dengan cara yang sama. Kami selalu berusaha menyerang lawan lebih dahulu dan berusaha memenangkan penguasaan bola di setengah wilayah mereka.”
Laga leg kedua sendiri dijadwalkan akan terjadi pada hari Rabu 11 Maret 2020, pukul 03.00 WIB. Kedua tim akan bertarung di Stadion Red Bull Arena dan kubu tuan rumah lebih diunggulkan menang.
Sumber: RB Leipzig Jelaskan Kenapa Pemain Beda Kostum Lawan Spurs

Lucas Moura Beri Peringatan Keras Untuk Leipzig, Apa Itu?

Gilabola.com – Usai kalah tipis 1-0 kontra Leipzig pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Kamis dini hari, (20/2). Winger andalan Tottenham Hotspur, Lucas Moura menegaskan bahwa timnya belum menyerah dan siap memberikan kejutan di leg kedua.
Seperti diketahui bersama Spurs di leg pertama harus menyerah lewat gol tunggal Timo Werner dari titik putih kala bermain di depan pemdukungnya sendiri. Dimana hasil negatif itu pun membuat langkah tim besutan Jose Mourinho berpeluang besar tidak lolos.
Pasalnya laga kedua sendiri akan dimainkan di markas Leipzig pada Rabu, (11/3). Yang mana terkenal sulit untuk dikalahkan. Ditambah lagi mereka saat ini penampilannya benar-benar tengah di atas angin. Bahkan untuk kompetisi Bundesliga 2019/2020 ini, mereka bisa saja menjuarai Liga Jerman.
Meski menelan kekalahan di laga kandang. Namun Moura memastikan bahwa dirinya bersama rekan setimnya tetap yakin bisa menang di leg kedua dan lolos ke putaran selanjutnya.
Selain itu, eks pemain PSG tersebut juga meminta agar timnya tidak berlarut-larut dalam kekalahan dan mengkambing hitamkan absennya dua penyerang andalan Harry Kane dan Son Heung Min.
“Kami masih bisa membalikannya, pertandingan belum berakhir,”Kata Lucas Moura kepada media setempat.
“Itu merupakan hasil yang kami tidak inginkan. Kami melakukannnya dengan baik dengan taktik yang kami pilih untuk diterapkan. Kami memiliki peluang untuk mencetak gol.
“Kami memang kalah di pertandingan ini tetapi semuanya belum berakhir. Kami akan mempersiapkan diri dengan baik dan saya yakin kami dapat pergi kesana dengan baik dan melaju ke putaran selanjutnya.
“Kami mempunyai pemain bagus yang dapat mencetak gol juga. Kami harus kehilangan dua striker hebat tetapi kami tidak bisa menangis. Karena ini adalah sebuah pertandingan.”Ujarnya.
Sementara, dengan banyaknya pemain utama Spurs yang menepi akibat cedera. Maka Jose Mourinho kini di pusingkan minimnya pemain bertipikal menyerang. Ditambah lagi kubu London putih masih berjuang untuk ajang Piala FA dan memperbutkan posisi 4 besar di musim ini pada kompetisi Liga Inggris.
Tentu saja menarik untuk di tunggu apakah Tottenham bisa lolos ke fase selanjutnya di Liga Champions atau sebaliknya mereka harus gagal dari muda hitam Leipzig.
 
Sumber: Lucas Moura Beri Peringatan Keras Untuk Leipzig, Apa Itu?

Jose Mourinho Puji Perjuangan Skuad di Laga Leipzig, Tapi . . . . .

Gilabola.com – Kalah tipis 1-0 di leg pertama 16 besar Liga Champions saat menjamu RB Leipzig pada Kamis dini hari, (20/2). Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho menyatakan anak asuhnya sudah bermain baik, tapi iamenilai kekalahan timnya akibat pemain alami kelelahan hebat.
Laga yang berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium tersebut, kedua tim menampilkan permainan yang menarik. Namun, Spurs yang tampil di hadapan puluhan ribu suporternya harus puas menelan kekalahan. Hasil ini disebabkan usai Timo Werner berhasil mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke 58 lewat titik putih.
Dengan hasil yang buruk tersebut pun maka membuat rival Arsenal itu harus bekerja keras pada leg 2 nanti. Apalagi mereka harus melakoni laga tandang dan seperti diketahui Leizpig saat ini penampilannya benar-benar tengah naik daun.
Sehingga Mourinho pun harus segera mencari cara agar Spurs dapat melaju ke babak berikutnya. Dan usai jalannya pertandingan pelatih asal Portugal tersebut menyebut anak asuhnya kalah lantaran mengalami kelelahan yang cukup besar.
Ia pun juga menilai Son Heung Min dan kolega sudah menampilkan permainan terbaik di laga tersebut.
“Mari kita mengatakan bahwa mereka sudah melakukan yang bisa mereka lakukan,”Kata Jose Mourinho kepada Sky Sports usai pertandingan.
“Untuk Lamela, apakah anda tahu seberapa banyak sesi latihan yang dia harus ikuti dengan tim? Nol. Ia langsung dari cedera, hingga akhirnya pulih di lapangan bersama para fisio hingga 20 menit jelang pertandingan di Liga Champions.
“Itulah tim kami. Anda dapat melihatnya dan melihat dua perspektif. Satu perspektif adalah tim yang luar biasa dengan pemain yang hebat yang mana mencoba segalanya, di sisi lain anda melihat bagaimana kita saat ini.
“Jadi ini seperti situasi berkelahi dengan pistol tanpa menggunakan peluru. Maka itu, kami melakukan apa yang bisa kami lakukan, dan saya pikir jika kami mencetak gol sebelum mereka, pertandingan akan berbeda.
“Dan yang saya khawatirkan adalah pemain kami untuk [pertandingan] selanjutnya. Saya tidak tahu berapa banyak pertandingan. Kami harus bermain dalam dua hari lagi”Pungkasnya.
 
 
Sumber: Jose Mourinho Puji Perjuangan Skuad di Laga Leipzig, Tapi . . . . .

Jose Mourinho: Dele Alli Marah Pada Dirinya Sendiri

Gilabola.com – Jose Mourinho tidak merasa Dele Alli marah karena sang pelatih usai ngamuk ditarik keluar dalam laga Liga Champions terkini Tottenham Hotspur.
Jose Mourinho dilaporkan The Fox Sports tetap menganggap biasa saja amarah yang diperlihatkan oleh Dele Alli ketika ditarik keluar. Momen amukan Dele dalam laga Liga Champions antara Tottenham Hotspur kontra RB Leipzig itu tengah menjadi sorotan publik.
Dele mengamuk dan tertangkap kamera membanting botol yang tidak berdosa ke lantai bangku cadangan usai ditarik keluar oleh Mourinho. Fans menduga sang pemain marah pada pelatihnya, namun Mou tidak merasa jadi sasaran amarah Dele.
“Saya pikir dia marah dengan penampilannya sendirilah, bukan kepada saya marahnya. Saya yakin dia mengerti kenapa saya menariknya keluar lapangan dan tim terus berkembang,” ujar Mourinho dengan kalem.
Jose Mourinho lihat Spurs berlaga bagai pistol tanpa peluru
Alli sendiri didaulat mengisi lini depan Tottenham Hotspur yang semakin ompong usai ditinggal cedera Harry Kane dan Son Heung-Min. Alih-alih bisa memanfaatkan kesempatan dengan baik, dirinya malah tampil mengecewakan.
Rasa frustrasinya semakin menjadi-jadi pada saat melihat Timo Werner sukses mendorong Leipzig jadi pemenang melalui tendangan penalti. Mourinho menjawab gol itu dengan mengganti Alli dan Gedson Fernandes.
Dele terlihat pasang muka kusut saat masuk bangku cadangan. Ia tanpa malu membanting botol minuman, melepas sepatu serta membantingnya dan tepok jidat menahan emosi jiwa. Mourinho lebih memilih bahas jalannya pertandingan daripada terus mengomentari ulah Dele Alli.
“Kalian bisa melihatnya dan melihat dari dua sudut pandang,” lanjut Mourinho. “Salah satunya adalah adanya kelompok yang luar biasa ini, para pemain yang telah mengusahakan segalanya yang bisa mereka usahakan. Tim lainnya bermain dengan Werner. Ini adalah situasi seperti berada dalam perkelahian dengan pistol tanpa peluru. Kami yang penting sudah melakukan apa yang bisa kami lakukan di laga tadi.”
Sang manajer telah menegaskan jika timnya pasti akan sanggup membalas kekalahan kali ini di laga leg kedua. Mereka dulunya pernah mengalami hal yang sama saat melawan kubu Ajax Amsterdam.
Sumber: Jose Mourinho: Dele Alli Marah Pada Dirinya Sendiri

Pochettino Hanya Korban Kutukan Ajax, Enam Manajer Total

Mauricio Pochettino hanya korban “kutukan Ajax”. Enam manajer jumpa Ajax musim lalu di Liga Champions, enam-enamnya kehilangan pekerjaan.
Keberhasilan Ajax Amsterdam melaju ke semi final Liga Champions tahun lalu begitu dahsyatnya sampai-sampai enam manajer tim yang menghadapi De Joden sejak saat itu sudah kehilangan pekerjaannya, entah dipecat atau mengundurkan diri.
Sang pelatih Argentina dipecat oleh Tottenham pada Rabu (20/11) dinihari yang berarti enam pelatih dari enam tim yang ketemu Ajax Amsterdam musim lalu sudah kehilangan pekerjaan mereka. Dengan kata lain Pochettino hanya korban dari kutukan Ajax.
Seperti kita tahu Spurs kalah dari Ajax di London dengan skor 0-1, sebelum anak-anak Pochettino membalaskan dendam dengan tiga gol Lucas Moura yang dramatis dan mengubah skor leg kedua semi final di Amsterdam menjadi 2-3. Fakta bahwa mereka tidak dapat mempertahankan penampilan mereka pada musim baru telah menyebabkan pemecatan Pochettino tadi malam.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Jose Mourinho Isyaratkan Tottenham Hotspur Klub Inggris Terakhirnya
Mauricio Pochettino Pengganti Sempurna Guardiola di Manchester City

Jose Mourinho dengan cepat dipanggil tidak sampai 12 jam kemudian untuk menggantikan sang pelatih Argentina itu dengan klub yang berada pada urutan ke-14 di klasemen Liga Inggris. Tapi Tottenham bukan satu-satunya tim yang mengalami kehilangan manajer mereka usai menghadapi Ajax.
Kutukan Ajax Atas Athens dan Benfica
Sepasang kemenangan De Joden atas AEK Athens di babak penyisihan grup menyebabkan tim Yunani itu terdampar di bawah klasemen, di mana mereka menyelesaikan kompetisi tanpa poin. Marinos Ouzounidis selaku manajer kemudian mengundurkan diri pada bulan Februari setelah timnya tertinggal 14 poin dari pemimpin klasemen.
Benfica juga sangat kecewa setelah tersingkir lebih awal dari Liga Champions dan Rui Vitoria menebus kesalahan itu dengan pemecatannya pada bulan Januari setelah tiga setengah tahun bertugas.
Kutukan Ajax atas Bayern Munchen, Real Madrid, dan Juventus
Lawan Ajax lainnya di Grup E, Bayern Munchen, mengakhiri penyisihan grup di puncak klasemen. Dua hasil imbang dengan de Godenzonen sudah cukup untuk mengamankan posisi Niko Kovac, namun Sang Nasib membawa bertemu Liverpool – yang akhirnya menjadi juara – dan untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir Die Roten gagal masuk babak 16 besarLiga Champions. Dan bulan lalu Niko Kovac dipecat setelah gagal memenuhi harapan Bayern yang sangat ambisius.
Kemenangan Ajax yang paling terkenal musim lalu terjadi pada babak sistem gugur pertama melawan Real Madrid. Santiago Solari baru bertugas selama empat bulan sebelum mengklaim kemenangan pada leg pertama di kandang de Joden di Belanda untuk meredakan kekhawatiran yang berkembang tentang sebuah musim yang gagal.
Namun Erik ten Hag memimpin anak buahnya untuk meraih kemenangan 4-1 yang menakjubkan di Bernabeu dan Solari hanya bertahan enam hari sesudahnya, dipecat secara menyedihkan seteleh melepas posisinya di Real Madrid B.
Korban berikutnya adalah klub top Serie A, Juventus. Hasil imbang 1-1 di Johan Cruyff Arena membuat Juventus jadi favorit untuk lolos ke babak berikutnya sebelum gol-gol dari Donny van de Beek dan Matthijs de Ligt membawa Ajax meraih kemenangan di Turin. Dan korban terakhir atau keenam dari Ajax Amsterdam adalah Mauricio Pochettino yang dipecat tadi malam.
Sumber: Pochettino Hanya Korban Kutukan Ajax, Enam Manajer Total

Tottenham Hotspur Tak Lolos UCL Bakal Gegerkan Dunia

Gilabola.com – Tottenham Hotspur tak lolos UCL alias Liga Champions bakal gegerkan dunia bola. Hal itu menurut pendapat Harry Redknapp.
Mantan manajer Tottenham Hotspur Harry Redknapp dilaporkan Sky Sports menilai “pukulan besar” jika Spurs tidak lolos ke Liga Champions musim ini. Ia berpendapat seperti itu setelah melihat Spurs duduk di tangga 14 klasemen sementara Premier League setelah 12 kali pertandingan dengan 14 poin.
Tim Mauricio Pochettino secara mengejutkan telah kalah dari Liverpool di Final Liga Champions musim lalu pada tanggal 1 Juni dan mereka diharapkan fans untuk lebih tajam lagi musim ini dan terus menantang untuk gelar. Alih-alih bertahan di 4 besar, sebaliknya mereka malah menghadapi tugas berat untuk bergelut di papan tengah dan mengamankan tempat ke UCL musim berikutnya.
“Rasanya aneh banget gaes, kalian punya alasan ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginan, tapi saya benar-benar berpikir kalau mereka akan sanggup terus naik mendekati Liverpool dan Manchester City untuk menjadi juara musim ini,” ujar Harry Redknapp kepada Sky Sports News.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Jose Mourinho Isyaratkan Tottenham Hotspur Klub Inggris Terakhirnya
Mauricio Pochettino Pengganti Sempurna Guardiola di Manchester City

“Tapi sekarang mereka seperti kesulitan berjuang untuk sekedar masuk empat besar. Ini bakal menjadi pukulan besar jika mereka tidak lolos Liga Champions, dengan segala uang yang telah diinvestasikan di pelatihan dan Stadion, apa pun yang kurang dari kualifikasi Liga Champions akan menjadi musim yang buruk.”
Tottenham Hotspur wajib menang terus usai jeda internasional
Tottenham akan menghadapi West Ham setelah jeda internasional dan ia lihat sebagai laga yang harus dimenangkan untuk kedua belah pihak. Meski heran, namun Redknapp tetap bersikeras jika jabatan Pochettino di Stadion Spurs masih aman-aman saja.
“West Ham United akan menjadi pertandingan yang sulit, tapi saya tidak bisa melihat pekerjaannya berada di telepon (tidak terancam pemecatan),” lanjut Redknapp. “Saya ini fan besar Pochettino lho. Dia itu jenis manajer yang berkepribadian hebat dan dia tahu soal pertandingan.”
“Tapi dengan skuad seperti itu dia harus memenangkan sesuatu, mereka harus mendapatkan beberapa trofi untuk menambah koleksi mereka dari suatu tempat. Mereka tidak akan memenangkan Liga dan saya tidak berpikir mereka cukup baik untuk memenangkan Liga Champions musim ini. Mereka kadung keluar dari Piala Liga sehingga kita harus melihat mereka memenangkan Piala FA.”
Sumber: Tottenham Hotspur Tak Lolos UCL Bakal Gegerkan Dunia