RB Leipzig Jelaskan Kenapa Pemain Beda Kostum Lawan Spurs

Gilabola.com – RB Leipzig jelaskan kenapa beberapa pemainnya beda kostum saat berlaga melawan Tottenham Hotspur di laga Liga Champions.
RB Leipzig melalui pelatihnya Julian Nagelsmann dilaporkan The Standard Media telah mengungkapkan alasan beberapa pemainnya mengenakan kostum berbeda. Hal ini menjadi sorotan di laga lawan Tottenham Hotspur skor 1-0.
Dari laga sengit tersebut, para penonton lantas menyadari ada yang aneh dari para pemain polesan Nagelsmann. Lukas Klosterman, Christopher Nkunku dan Timo Werner terlihat mengenakan kostum berlogo sponsor warna putih saat rekan satu tim lainnya mengenakan warna merah dan kuning.
Bukan disengaja, Nagelsmann lantas mengakui jika kesalahan itu sudah terjadi sejak berada di kotak kostum sebelum pertandingan. Beberapa kostum mereka tidak lengkap sehingga harus menggunakan kostum berlogo dengan warna berbeda.
Berita Video

Berita 22 Februari 2020: Messi Ngebet ke Napoli, Blunder Konyol Pekan Ini,…
PARAH! Please Jangan Sampai Getafe Menang Lagi Dari Ajax Amsterdam!
5 Alasan Kenapa Liverpool Bisa Kalah Oleh Taktik Membosankan Atletico Madrid
Babak 16 Besar Liga Champions, Siapa Terkuat? Siapa Terlemah?

RB Leipzig janjikan kostum seragam di laga leg kedua
“Pada saat di perjalanan dari hotel paket kostum kami terlihat tidak lengkap di kotak-kotak yang berbeda,” ujar sang manajer. “Kami tidak melihat ada paket kostum lagi yang sama di bus dan karena itu kami menggunakan kostum lain yang ada saja. Masalah ini akan kami selesaikan sebelum laga berikutnya.”
Pada kesempatan yang sama, Nagelsmann menjanjikan perlawanan lebih baik lagi di laga leg kedua. Tim bertabur pemain muda yang ia poles akan tetap bermain dengan intensitas yang sama.
“Di laga leg kedua, kami akan lebih baik lagi, saya berjanji pada semua fans, dengan cara yang sama. Kami selalu berusaha menyerang lawan lebih dahulu dan berusaha memenangkan penguasaan bola di setengah wilayah mereka.”
Laga leg kedua sendiri dijadwalkan akan terjadi pada hari Rabu 11 Maret 2020, pukul 03.00 WIB. Kedua tim akan bertarung di Stadion Red Bull Arena dan kubu tuan rumah lebih diunggulkan menang.
Sumber: RB Leipzig Jelaskan Kenapa Pemain Beda Kostum Lawan Spurs

Lucas Moura Beri Peringatan Keras Untuk Leipzig, Apa Itu?

Gilabola.com – Usai kalah tipis 1-0 kontra Leipzig pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Kamis dini hari, (20/2). Winger andalan Tottenham Hotspur, Lucas Moura menegaskan bahwa timnya belum menyerah dan siap memberikan kejutan di leg kedua.
Seperti diketahui bersama Spurs di leg pertama harus menyerah lewat gol tunggal Timo Werner dari titik putih kala bermain di depan pemdukungnya sendiri. Dimana hasil negatif itu pun membuat langkah tim besutan Jose Mourinho berpeluang besar tidak lolos.
Pasalnya laga kedua sendiri akan dimainkan di markas Leipzig pada Rabu, (11/3). Yang mana terkenal sulit untuk dikalahkan. Ditambah lagi mereka saat ini penampilannya benar-benar tengah di atas angin. Bahkan untuk kompetisi Bundesliga 2019/2020 ini, mereka bisa saja menjuarai Liga Jerman.
Meski menelan kekalahan di laga kandang. Namun Moura memastikan bahwa dirinya bersama rekan setimnya tetap yakin bisa menang di leg kedua dan lolos ke putaran selanjutnya.
Selain itu, eks pemain PSG tersebut juga meminta agar timnya tidak berlarut-larut dalam kekalahan dan mengkambing hitamkan absennya dua penyerang andalan Harry Kane dan Son Heung Min.
“Kami masih bisa membalikannya, pertandingan belum berakhir,”Kata Lucas Moura kepada media setempat.
“Itu merupakan hasil yang kami tidak inginkan. Kami melakukannnya dengan baik dengan taktik yang kami pilih untuk diterapkan. Kami memiliki peluang untuk mencetak gol.
“Kami memang kalah di pertandingan ini tetapi semuanya belum berakhir. Kami akan mempersiapkan diri dengan baik dan saya yakin kami dapat pergi kesana dengan baik dan melaju ke putaran selanjutnya.
“Kami mempunyai pemain bagus yang dapat mencetak gol juga. Kami harus kehilangan dua striker hebat tetapi kami tidak bisa menangis. Karena ini adalah sebuah pertandingan.”Ujarnya.
Sementara, dengan banyaknya pemain utama Spurs yang menepi akibat cedera. Maka Jose Mourinho kini di pusingkan minimnya pemain bertipikal menyerang. Ditambah lagi kubu London putih masih berjuang untuk ajang Piala FA dan memperbutkan posisi 4 besar di musim ini pada kompetisi Liga Inggris.
Tentu saja menarik untuk di tunggu apakah Tottenham bisa lolos ke fase selanjutnya di Liga Champions atau sebaliknya mereka harus gagal dari muda hitam Leipzig.
 
Sumber: Lucas Moura Beri Peringatan Keras Untuk Leipzig, Apa Itu?

Jose Mourinho Puji Perjuangan Skuad di Laga Leipzig, Tapi . . . . .

Gilabola.com – Kalah tipis 1-0 di leg pertama 16 besar Liga Champions saat menjamu RB Leipzig pada Kamis dini hari, (20/2). Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho menyatakan anak asuhnya sudah bermain baik, tapi iamenilai kekalahan timnya akibat pemain alami kelelahan hebat.
Laga yang berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium tersebut, kedua tim menampilkan permainan yang menarik. Namun, Spurs yang tampil di hadapan puluhan ribu suporternya harus puas menelan kekalahan. Hasil ini disebabkan usai Timo Werner berhasil mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke 58 lewat titik putih.
Dengan hasil yang buruk tersebut pun maka membuat rival Arsenal itu harus bekerja keras pada leg 2 nanti. Apalagi mereka harus melakoni laga tandang dan seperti diketahui Leizpig saat ini penampilannya benar-benar tengah naik daun.
Sehingga Mourinho pun harus segera mencari cara agar Spurs dapat melaju ke babak berikutnya. Dan usai jalannya pertandingan pelatih asal Portugal tersebut menyebut anak asuhnya kalah lantaran mengalami kelelahan yang cukup besar.
Ia pun juga menilai Son Heung Min dan kolega sudah menampilkan permainan terbaik di laga tersebut.
“Mari kita mengatakan bahwa mereka sudah melakukan yang bisa mereka lakukan,”Kata Jose Mourinho kepada Sky Sports usai pertandingan.
“Untuk Lamela, apakah anda tahu seberapa banyak sesi latihan yang dia harus ikuti dengan tim? Nol. Ia langsung dari cedera, hingga akhirnya pulih di lapangan bersama para fisio hingga 20 menit jelang pertandingan di Liga Champions.
“Itulah tim kami. Anda dapat melihatnya dan melihat dua perspektif. Satu perspektif adalah tim yang luar biasa dengan pemain yang hebat yang mana mencoba segalanya, di sisi lain anda melihat bagaimana kita saat ini.
“Jadi ini seperti situasi berkelahi dengan pistol tanpa menggunakan peluru. Maka itu, kami melakukan apa yang bisa kami lakukan, dan saya pikir jika kami mencetak gol sebelum mereka, pertandingan akan berbeda.
“Dan yang saya khawatirkan adalah pemain kami untuk [pertandingan] selanjutnya. Saya tidak tahu berapa banyak pertandingan. Kami harus bermain dalam dua hari lagi”Pungkasnya.
 
 
Sumber: Jose Mourinho Puji Perjuangan Skuad di Laga Leipzig, Tapi . . . . .

Jose Mourinho: Dele Alli Marah Pada Dirinya Sendiri

Gilabola.com – Jose Mourinho tidak merasa Dele Alli marah karena sang pelatih usai ngamuk ditarik keluar dalam laga Liga Champions terkini Tottenham Hotspur.
Jose Mourinho dilaporkan The Fox Sports tetap menganggap biasa saja amarah yang diperlihatkan oleh Dele Alli ketika ditarik keluar. Momen amukan Dele dalam laga Liga Champions antara Tottenham Hotspur kontra RB Leipzig itu tengah menjadi sorotan publik.
Dele mengamuk dan tertangkap kamera membanting botol yang tidak berdosa ke lantai bangku cadangan usai ditarik keluar oleh Mourinho. Fans menduga sang pemain marah pada pelatihnya, namun Mou tidak merasa jadi sasaran amarah Dele.
“Saya pikir dia marah dengan penampilannya sendirilah, bukan kepada saya marahnya. Saya yakin dia mengerti kenapa saya menariknya keluar lapangan dan tim terus berkembang,” ujar Mourinho dengan kalem.
Jose Mourinho lihat Spurs berlaga bagai pistol tanpa peluru
Alli sendiri didaulat mengisi lini depan Tottenham Hotspur yang semakin ompong usai ditinggal cedera Harry Kane dan Son Heung-Min. Alih-alih bisa memanfaatkan kesempatan dengan baik, dirinya malah tampil mengecewakan.
Rasa frustrasinya semakin menjadi-jadi pada saat melihat Timo Werner sukses mendorong Leipzig jadi pemenang melalui tendangan penalti. Mourinho menjawab gol itu dengan mengganti Alli dan Gedson Fernandes.
Dele terlihat pasang muka kusut saat masuk bangku cadangan. Ia tanpa malu membanting botol minuman, melepas sepatu serta membantingnya dan tepok jidat menahan emosi jiwa. Mourinho lebih memilih bahas jalannya pertandingan daripada terus mengomentari ulah Dele Alli.
“Kalian bisa melihatnya dan melihat dari dua sudut pandang,” lanjut Mourinho. “Salah satunya adalah adanya kelompok yang luar biasa ini, para pemain yang telah mengusahakan segalanya yang bisa mereka usahakan. Tim lainnya bermain dengan Werner. Ini adalah situasi seperti berada dalam perkelahian dengan pistol tanpa peluru. Kami yang penting sudah melakukan apa yang bisa kami lakukan di laga tadi.”
Sang manajer telah menegaskan jika timnya pasti akan sanggup membalas kekalahan kali ini di laga leg kedua. Mereka dulunya pernah mengalami hal yang sama saat melawan kubu Ajax Amsterdam.
Sumber: Jose Mourinho: Dele Alli Marah Pada Dirinya Sendiri

Pochettino Hanya Korban Kutukan Ajax, Enam Manajer Total

Mauricio Pochettino hanya korban “kutukan Ajax”. Enam manajer jumpa Ajax musim lalu di Liga Champions, enam-enamnya kehilangan pekerjaan.
Keberhasilan Ajax Amsterdam melaju ke semi final Liga Champions tahun lalu begitu dahsyatnya sampai-sampai enam manajer tim yang menghadapi De Joden sejak saat itu sudah kehilangan pekerjaannya, entah dipecat atau mengundurkan diri.
Sang pelatih Argentina dipecat oleh Tottenham pada Rabu (20/11) dinihari yang berarti enam pelatih dari enam tim yang ketemu Ajax Amsterdam musim lalu sudah kehilangan pekerjaan mereka. Dengan kata lain Pochettino hanya korban dari kutukan Ajax.
Seperti kita tahu Spurs kalah dari Ajax di London dengan skor 0-1, sebelum anak-anak Pochettino membalaskan dendam dengan tiga gol Lucas Moura yang dramatis dan mengubah skor leg kedua semi final di Amsterdam menjadi 2-3. Fakta bahwa mereka tidak dapat mempertahankan penampilan mereka pada musim baru telah menyebabkan pemecatan Pochettino tadi malam.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Jose Mourinho Isyaratkan Tottenham Hotspur Klub Inggris Terakhirnya
Mauricio Pochettino Pengganti Sempurna Guardiola di Manchester City

Jose Mourinho dengan cepat dipanggil tidak sampai 12 jam kemudian untuk menggantikan sang pelatih Argentina itu dengan klub yang berada pada urutan ke-14 di klasemen Liga Inggris. Tapi Tottenham bukan satu-satunya tim yang mengalami kehilangan manajer mereka usai menghadapi Ajax.
Kutukan Ajax Atas Athens dan Benfica
Sepasang kemenangan De Joden atas AEK Athens di babak penyisihan grup menyebabkan tim Yunani itu terdampar di bawah klasemen, di mana mereka menyelesaikan kompetisi tanpa poin. Marinos Ouzounidis selaku manajer kemudian mengundurkan diri pada bulan Februari setelah timnya tertinggal 14 poin dari pemimpin klasemen.
Benfica juga sangat kecewa setelah tersingkir lebih awal dari Liga Champions dan Rui Vitoria menebus kesalahan itu dengan pemecatannya pada bulan Januari setelah tiga setengah tahun bertugas.
Kutukan Ajax atas Bayern Munchen, Real Madrid, dan Juventus
Lawan Ajax lainnya di Grup E, Bayern Munchen, mengakhiri penyisihan grup di puncak klasemen. Dua hasil imbang dengan de Godenzonen sudah cukup untuk mengamankan posisi Niko Kovac, namun Sang Nasib membawa bertemu Liverpool – yang akhirnya menjadi juara – dan untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir Die Roten gagal masuk babak 16 besarLiga Champions. Dan bulan lalu Niko Kovac dipecat setelah gagal memenuhi harapan Bayern yang sangat ambisius.
Kemenangan Ajax yang paling terkenal musim lalu terjadi pada babak sistem gugur pertama melawan Real Madrid. Santiago Solari baru bertugas selama empat bulan sebelum mengklaim kemenangan pada leg pertama di kandang de Joden di Belanda untuk meredakan kekhawatiran yang berkembang tentang sebuah musim yang gagal.
Namun Erik ten Hag memimpin anak buahnya untuk meraih kemenangan 4-1 yang menakjubkan di Bernabeu dan Solari hanya bertahan enam hari sesudahnya, dipecat secara menyedihkan seteleh melepas posisinya di Real Madrid B.
Korban berikutnya adalah klub top Serie A, Juventus. Hasil imbang 1-1 di Johan Cruyff Arena membuat Juventus jadi favorit untuk lolos ke babak berikutnya sebelum gol-gol dari Donny van de Beek dan Matthijs de Ligt membawa Ajax meraih kemenangan di Turin. Dan korban terakhir atau keenam dari Ajax Amsterdam adalah Mauricio Pochettino yang dipecat tadi malam.
Sumber: Pochettino Hanya Korban Kutukan Ajax, Enam Manajer Total

Tottenham Hotspur Tak Lolos UCL Bakal Gegerkan Dunia

Gilabola.com – Tottenham Hotspur tak lolos UCL alias Liga Champions bakal gegerkan dunia bola. Hal itu menurut pendapat Harry Redknapp.
Mantan manajer Tottenham Hotspur Harry Redknapp dilaporkan Sky Sports menilai “pukulan besar” jika Spurs tidak lolos ke Liga Champions musim ini. Ia berpendapat seperti itu setelah melihat Spurs duduk di tangga 14 klasemen sementara Premier League setelah 12 kali pertandingan dengan 14 poin.
Tim Mauricio Pochettino secara mengejutkan telah kalah dari Liverpool di Final Liga Champions musim lalu pada tanggal 1 Juni dan mereka diharapkan fans untuk lebih tajam lagi musim ini dan terus menantang untuk gelar. Alih-alih bertahan di 4 besar, sebaliknya mereka malah menghadapi tugas berat untuk bergelut di papan tengah dan mengamankan tempat ke UCL musim berikutnya.
“Rasanya aneh banget gaes, kalian punya alasan ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginan, tapi saya benar-benar berpikir kalau mereka akan sanggup terus naik mendekati Liverpool dan Manchester City untuk menjadi juara musim ini,” ujar Harry Redknapp kepada Sky Sports News.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Jose Mourinho Isyaratkan Tottenham Hotspur Klub Inggris Terakhirnya
Mauricio Pochettino Pengganti Sempurna Guardiola di Manchester City

“Tapi sekarang mereka seperti kesulitan berjuang untuk sekedar masuk empat besar. Ini bakal menjadi pukulan besar jika mereka tidak lolos Liga Champions, dengan segala uang yang telah diinvestasikan di pelatihan dan Stadion, apa pun yang kurang dari kualifikasi Liga Champions akan menjadi musim yang buruk.”
Tottenham Hotspur wajib menang terus usai jeda internasional
Tottenham akan menghadapi West Ham setelah jeda internasional dan ia lihat sebagai laga yang harus dimenangkan untuk kedua belah pihak. Meski heran, namun Redknapp tetap bersikeras jika jabatan Pochettino di Stadion Spurs masih aman-aman saja.
“West Ham United akan menjadi pertandingan yang sulit, tapi saya tidak bisa melihat pekerjaannya berada di telepon (tidak terancam pemecatan),” lanjut Redknapp. “Saya ini fan besar Pochettino lho. Dia itu jenis manajer yang berkepribadian hebat dan dia tahu soal pertandingan.”
“Tapi dengan skuad seperti itu dia harus memenangkan sesuatu, mereka harus mendapatkan beberapa trofi untuk menambah koleksi mereka dari suatu tempat. Mereka tidak akan memenangkan Liga dan saya tidak berpikir mereka cukup baik untuk memenangkan Liga Champions musim ini. Mereka kadung keluar dari Piala Liga sehingga kita harus melihat mereka memenangkan Piala FA.”
Sumber: Tottenham Hotspur Tak Lolos UCL Bakal Gegerkan Dunia

Son Heung-Min Selebrasi Minta Maaf Langsung Banjir Pujian

Gilabola.com – Selebrasi gol minta maaf Son Heung-Min di laga Liga Champions antara Tottenham Hotspur kontra Red Star Belgrade banjir pujian.
Bintang Tottenham Hotspur, Son Heung-Min sukses mencetak gol dalam kemenangan Liga Champions mereka atas Red Star Belgrade. Tidak biasa, Son dilaporkan HITC terlihat lakukan selebrasi meminta maaf dengan menghadap kamera setelah mencetak gol.
Aksi simpatik itu adalah perayaan yang jelas ditujukan kepada gelandang Everton, Andre Gomes. Gomes sebelumnya patah kakinya dalam sebuah tabrakan maut yang melibatkan Son dalam pertandingan Liga utama hari Minggu.
Son belum bisa move on dari insiden itu dan merasa bersalah terhadap Gomes. Tidak ingin patah semangat, Son memilih bangkit dan mendedikasikan semua golnya untuk pemain yang kini nilai jualnya terjun bebas tersebut. Karuan banyak pihak yang memuji sikap Son, termasuk dari suporter Everton juga.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Jose Mourinho Isyaratkan Tottenham Hotspur Klub Inggris Terakhirnya
Jose Mourinho Minta Tottenham Datangkan Tiga Pemain Ini

Son Heung-Min jadi termotivasi terus cetak gol untuk Gomes
Mantan Striker Tottenham dan Everton, Gary Lineker, termasuk yang tak sungkan memuji isyarat simpatik yang Son perlihatkan. Ia lantas mencetak gol lagi saat Tottenham memastikan kemenangan mengesankan atas kubu Red Star.
Semua gol Spurs di laga skor 0-4 itu dihasilkan oleh Giovano Lo Celso di menit ke-34, Son di menit ke-57 dan menit ke-61, serta Christian Eriksen di menit ke-85. Kubu Red Star frustrasi tidak sanggup sekalipun menjebol gawang wakil Premier League tersebut.
Setelah mengambil hanya 1 poin dari 2 pertandingan pembukaan yang sudah dituntaskan, kubu Spurs memiliki 7 poin dari 4 dan sekarang harus memenuhi syarat untuk tahap knockout. Son siap terus menciptakan lebih banyak lagi gol dan mempersembahkan semua gol itu untuk Gomes.
Tidak bisa terlalu lama bersantai, kubu Spurs akan menjamu Sheffield United di laga Liga Inggris selanjutnya. Kedua tim akan berlaga pada hari Sabtu 9 November, pukul 22.00 WIB.
Lawan Sheffield di kandang sendiri, kubu Spurs jauh diunggulkan untuk menang. Laga tersebut juga berpeluang jadi kesempatan bagi Son untuk kembali mencetak gol persembahan khususnya. Belum ada respon dari pihak Gomes terkait permintaan maaf tak berujung yang dilakukan Son.
Sumber: Son Heung-Min Selebrasi Minta Maaf Langsung Banjir Pujian

Tottenham Hotspur Cemas, Kane Dikomporin Ke Klub Lain

Gilabola.com – Tottenham Hotspur cemas mendengar Harry Kane dikomporin ke klub lain usai dipermak Bayern Munchen di Liga Champions skor 2-7.
Tottenham Hotspur keringat dingin karena saat ini Harry Kane terus dapat dukungan luar biasa untuk pindah ke klub lain. Dimitar Berbatov yang merupakan mantan pemain mereka sendiri ikutan membujuk Kane untuk pindah dan ia diklaim akan diterima di klub mana saja yang ia mau datangi.
Tidak peduli meski Spurs babak-belur ditowel Bayern Munchen skor 2-7, Kane tetap saja dinilai tampil mengesankan. Ia tetap sanggup mencetak gol dalam pertandingan tersebut. Wajar jika banyak pihak yang merasa kehebatan Kane jadi kurang dimaksimalkan Spurs.
“Saya menonton aksi Kane waktu mereka melawan Bayern Munchen. Meski hasilnya amburadul, namun Kane bermain sempurna. Sepanjang pertandingan, dalam menguasai bola, memberikan umpan, bermain dengan rekan satu tim, dia juga sempurna dalam menuntaskan setiap peluang,” puji Berbatov kepada Betfair dan Goal.

Berita Terkait

Allegri Belajar Bahasa Inggris Demi Ganti Pochettino
Tottenham Hotspur Merasa Aneh Dipermak Bayern
Gawang Tottenham Dibobol Empat Gol Oleh Pemain Murah 87 Milyar

Tottenham Hotspur harus cepat memberikan Kane trofi juara
“Menurut saya dia adalah striker yang lengkap, saya tahu kalah dia pasti bisa pergi ke klub mana saja yang dia mau. Dia tahu apa yang dia mau untuk memenangkan trofi di karirnya dan mungkin dia bertanya pada dirinya (apakah Spurs bisa memberinya trofi), semuanya terserah dia.”
“Saya dan semua fans pasti ingin melihat dia mendapatkan trofi juara bersama Spurs. Dia pemain bagus dengan pelatih yang tak kalah bagusnya.”
“Tapi tetap saja, jika apa yang dia mau tidak terjadi, dia pasti akan bertanya-tanya. Dia mungkin akan mengecewakan banyak orang jika memutuskan untuk pergi, tapi dia harus mengikuti jalan hidupnya sendiri karena waktu terlalu cepat berlalu.”
“Ada terlalu banyak rumor tentang dia, karena dia memang pemain top dan saya ingin dia meneruskan karir di Inggris sajalah. Hal yang sama berlaku juga pada Mauricio Pochettino, tapi kalian tahulah kalau Real Madrid datang memanggilnya, dia pasti akan sangat mempertimbangkan keputusannya,” pungkas Berbatov.
Apa yang ia sampaikan jelas membuat cemas manajemen Spurs. Meski mencemaskan, namun pendapat Berbatov ada benarnya juga dan patut diperhatikan oleh manajemen klub.
Sumber: Tottenham Hotspur Cemas, Kane Dikomporin Ke Klub Lain

Bayern Munchen Cemas Jelang Lawan Tottenham Hotspur

Gilabola.com – Bayern Munchen cemas jelang lawan Tottenham Hotspur di Liga Champions. Mereka mengakui tim Premier League lebih kuat.
CEO Bayern Munchen, Karl-Heinz Rummenigge, telah berulang tahun. Saat diwawancarai laman resmi klub dan BFW, ia mengomentari performa tim sejauh ini. Ia sekalian membahas banyak hal, termasuk persiapan laga Liga Champions lawan Tottenham Hotspur.
Secara umum dirinya mengaku puas, namun ia menekankan tim perlu lebih meningkatkan kemampuan mereka untuk mengejar kemenangan di setiap laga. Ia ingin skuad Die Roten berjaya bukan hanya di Bundesliga saja, namun hingga ke Liga Champions.
“Kami menang 5 dari 7 pertandingan dan juga meraih hasil imbang yang berkualitas saat melawan kubu RB Leipzig. Hasil saat melawan Hertha di pertandingan pembuka jadi satu-satunya hasil yang menyesakkan hati,” ujar Karl-Heinz Rummenigge.

Berita Terkait

Eks Pemain Tottenham Hotspur Jermain Defoe Kecelakaan
Tottenham Menang 2-1 Meski Disiksa Kartu Merah, Kalah Segalanya
Hasil Pertandingan Paderborn vs Bayern Munchen, Skor 2-3

“Meski begitu, kami tetap bahagia dengan langkah awal kami dan kami harus memastikan dapat hasil maksimal di laga selanjutnya lawan Paderborn, Tottenham dan Hoffenheim. Kalau kami bisa melakukan hal itu, kami pasti akan dengan cepat menjadi pemuncak di klasemen sementara dan tempat itu adalah yang kami inginkan sekarang ini.”
Bayern Munchen ingin tampil maksimal lawan Tottenham Hotspur
Ia juga mengomentari antusiasme jadwal laga Bayern selanjutnya ke London lawan kubu Spurs. Ia menilai laga tersebut adalah tes sesungguhnya bagi sang wakil Bundesliga.
“Pertama-tama, mereka berhasil masuk final tahun lalu. Kedua, harus saya akui jika Premier League jauh lebih kuat daripada Bundesliga saat ini. Kami perlu performa terbaik di sana dan saya menantikan laga ini.”
“Mereka punya stadion baru, termahal di dunia ini. Ini akan menjadi pertama kalinya bagi saya datang ke sana, tapi kota London selalu asyik untuk dikunjungi,” pungkasnya.
Tim raksasa Liga Jerman itu memang harus menghadapi Paderborn dahulu besok, pukul 20.30 WIB. Mereka cukup diunggulkan untuk menang skor besar di laga tersebut.
Setelah lawan Paderborn, mereka baru terbang ke Inggris untuk melawan Tottenham Hotspur dan terpana melihat kemewahan stadion lawan. Mereka bertemu pada hari Rabu (2/10), pukul 02.00 WIB.
Sumber: Bayern Munchen Cemas Jelang Lawan Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur Bukan Favorit Juara Liga Champions

Gilabola.com – Tottenham Hotspur tak berada di antara tim favorit juara Liga Champions musim ini, meskipun mereka mencapai babak final musim lalu. Demikian ungkap pelatih Mauricio Pochettino.
Pochettino memandu timnya dalam perjalanan yang tak terlupakan ke final Liga Champions musim lalu, di mana mereka dikalahkan sesama klub asal Inggris, Liverpool.
Mereka sedang bersiap untuk memulai Liga Champions musim ini, dengan melakoni laga pertama babak penyisihan Grup B di kandang Olympiakos. Pelatih asal Argentina itupun mengaku belum memikirkan final di Istanbul nanti.
“Tidak seorang pun yang akan memberi kami kesempatan untuk menjadi salah satu pesaing di babak final di Istanbul nanti, tetapi itu normal. Itu membuat kompetisi ini menjadi sangat menarik,” tandas Pochettino.

Berita Terkait

Prediksi Leicester vs Tottenham, Liga Inggris 21 September 2019
Liverpool dan Tottenham Memecahkan Rekor Liga Champions
Olympiakos vs Tottenham 2-2, Musuh Benzema Kecewakan Spurs

“Kami tahu untuk mengulangi kesuksesan yang sama, kami harus bermain dalam performa terbaik. Ini masih terlalu dini untuk membicarakan final, tapi yang paling penting menunjukkan kualitas kami, kualitas tim kami dan lakukan yang terbaik,” tambah pelatih Tottenham Hotspur berusia 47 tahun itu.
“Saya tidak peduli apakah orang berpikir kami lawan atau tidak, karena kami lolos ke final (musim lalu) dan punya kemungkinan untuk berjuang meraih gelar juara,” ujar Pochettino.
“Saya tidak peduli. Saya hanya fokus pada memulai perjuangan kami di Liga Champions musim ini dengan cara yang baik,” ujar Pochettino.
Hal itu bisa menjadi sangat penting, karena dalam sebuah grup yang juga berisikan Bayern Munchen dan Red Star Belgrade, The Lilywhites tidak dapat mengulangi awal yang mengerikan pada musim lalu.
Mereka hanya mendapat satu poin setelah tiga pertandingan dan butuh serangkaian hasil yang luar biasa untuk bisa lolos ke babak sistem gugur.
Namun, Tottenham Hotspur menjadi tim yang difavoritkan menang di Athena pada Rabu malam, dan Pochettino mendesak para pemainnya menunjukkan rasa hormat yang tinggi pada Olympiakos dan berikan yang terbaik. Meski demikian, Spurs hanya berhasil bukukan skor imbang, 2-2, di laga ini.
“Kami tidak dapat berbicara dengan cara yang berbeda, beberapa bulan yang lalu kami bermain final Liga Champions, dan melawan Olympiakos akan menempatkan kami sebagai tim favorit untuk memenangkan pertandingan ini,” tandas Pochettino, seperti dilansir Daily Mail.
“Saya menghormati lawan kami dan rekor mereka dan kami akan menghadapi laga yang sulit di sini. Anda perlu menunjukkan mengapa Anda difavoritkan. Jika Anda lebih baik dari lawan maka OK, Anda lebih baik tetapi sebelum pertandingan di Liga Champions Anda harus menunjukkan rasa hormat yang tinggi dan Olympiakos adalah tim yang sangat bagus,” ungkapnya.
“Rekor mereka di sini di stadion ini di Eropa sangat bagus dan itu akan menjadi atmosfer yang sulit, mereka akan memiliki pemain bagus dan jika kami tidak fokus dan tidak bermain dalam performa terbaik kami di pertandingan nanti, maka kami akan menderita,” tambah Pochettino.
Sumber: Tottenham Hotspur Bukan Favorit Juara Liga Champions