RB Leipzig Jelaskan Kenapa Pemain Beda Kostum Lawan Spurs

Gilabola.com – RB Leipzig jelaskan kenapa beberapa pemainnya beda kostum saat berlaga melawan Tottenham Hotspur di laga Liga Champions.
RB Leipzig melalui pelatihnya Julian Nagelsmann dilaporkan The Standard Media telah mengungkapkan alasan beberapa pemainnya mengenakan kostum berbeda. Hal ini menjadi sorotan di laga lawan Tottenham Hotspur skor 1-0.
Dari laga sengit tersebut, para penonton lantas menyadari ada yang aneh dari para pemain polesan Nagelsmann. Lukas Klosterman, Christopher Nkunku dan Timo Werner terlihat mengenakan kostum berlogo sponsor warna putih saat rekan satu tim lainnya mengenakan warna merah dan kuning.
Bukan disengaja, Nagelsmann lantas mengakui jika kesalahan itu sudah terjadi sejak berada di kotak kostum sebelum pertandingan. Beberapa kostum mereka tidak lengkap sehingga harus menggunakan kostum berlogo dengan warna berbeda.
Berita Video

Berita 22 Februari 2020: Messi Ngebet ke Napoli, Blunder Konyol Pekan Ini,…
PARAH! Please Jangan Sampai Getafe Menang Lagi Dari Ajax Amsterdam!
5 Alasan Kenapa Liverpool Bisa Kalah Oleh Taktik Membosankan Atletico Madrid
Babak 16 Besar Liga Champions, Siapa Terkuat? Siapa Terlemah?

RB Leipzig janjikan kostum seragam di laga leg kedua
“Pada saat di perjalanan dari hotel paket kostum kami terlihat tidak lengkap di kotak-kotak yang berbeda,” ujar sang manajer. “Kami tidak melihat ada paket kostum lagi yang sama di bus dan karena itu kami menggunakan kostum lain yang ada saja. Masalah ini akan kami selesaikan sebelum laga berikutnya.”
Pada kesempatan yang sama, Nagelsmann menjanjikan perlawanan lebih baik lagi di laga leg kedua. Tim bertabur pemain muda yang ia poles akan tetap bermain dengan intensitas yang sama.
“Di laga leg kedua, kami akan lebih baik lagi, saya berjanji pada semua fans, dengan cara yang sama. Kami selalu berusaha menyerang lawan lebih dahulu dan berusaha memenangkan penguasaan bola di setengah wilayah mereka.”
Laga leg kedua sendiri dijadwalkan akan terjadi pada hari Rabu 11 Maret 2020, pukul 03.00 WIB. Kedua tim akan bertarung di Stadion Red Bull Arena dan kubu tuan rumah lebih diunggulkan menang.
Sumber: RB Leipzig Jelaskan Kenapa Pemain Beda Kostum Lawan Spurs

Lucas Moura Beri Peringatan Keras Untuk Leipzig, Apa Itu?

Gilabola.com – Usai kalah tipis 1-0 kontra Leipzig pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Kamis dini hari, (20/2). Winger andalan Tottenham Hotspur, Lucas Moura menegaskan bahwa timnya belum menyerah dan siap memberikan kejutan di leg kedua.
Seperti diketahui bersama Spurs di leg pertama harus menyerah lewat gol tunggal Timo Werner dari titik putih kala bermain di depan pemdukungnya sendiri. Dimana hasil negatif itu pun membuat langkah tim besutan Jose Mourinho berpeluang besar tidak lolos.
Pasalnya laga kedua sendiri akan dimainkan di markas Leipzig pada Rabu, (11/3). Yang mana terkenal sulit untuk dikalahkan. Ditambah lagi mereka saat ini penampilannya benar-benar tengah di atas angin. Bahkan untuk kompetisi Bundesliga 2019/2020 ini, mereka bisa saja menjuarai Liga Jerman.
Meski menelan kekalahan di laga kandang. Namun Moura memastikan bahwa dirinya bersama rekan setimnya tetap yakin bisa menang di leg kedua dan lolos ke putaran selanjutnya.
Selain itu, eks pemain PSG tersebut juga meminta agar timnya tidak berlarut-larut dalam kekalahan dan mengkambing hitamkan absennya dua penyerang andalan Harry Kane dan Son Heung Min.
“Kami masih bisa membalikannya, pertandingan belum berakhir,”Kata Lucas Moura kepada media setempat.
“Itu merupakan hasil yang kami tidak inginkan. Kami melakukannnya dengan baik dengan taktik yang kami pilih untuk diterapkan. Kami memiliki peluang untuk mencetak gol.
“Kami memang kalah di pertandingan ini tetapi semuanya belum berakhir. Kami akan mempersiapkan diri dengan baik dan saya yakin kami dapat pergi kesana dengan baik dan melaju ke putaran selanjutnya.
“Kami mempunyai pemain bagus yang dapat mencetak gol juga. Kami harus kehilangan dua striker hebat tetapi kami tidak bisa menangis. Karena ini adalah sebuah pertandingan.”Ujarnya.
Sementara, dengan banyaknya pemain utama Spurs yang menepi akibat cedera. Maka Jose Mourinho kini di pusingkan minimnya pemain bertipikal menyerang. Ditambah lagi kubu London putih masih berjuang untuk ajang Piala FA dan memperbutkan posisi 4 besar di musim ini pada kompetisi Liga Inggris.
Tentu saja menarik untuk di tunggu apakah Tottenham bisa lolos ke fase selanjutnya di Liga Champions atau sebaliknya mereka harus gagal dari muda hitam Leipzig.
 
Sumber: Lucas Moura Beri Peringatan Keras Untuk Leipzig, Apa Itu?

Jose Mourinho Puji Perjuangan Skuad di Laga Leipzig, Tapi . . . . .

Gilabola.com – Kalah tipis 1-0 di leg pertama 16 besar Liga Champions saat menjamu RB Leipzig pada Kamis dini hari, (20/2). Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho menyatakan anak asuhnya sudah bermain baik, tapi iamenilai kekalahan timnya akibat pemain alami kelelahan hebat.
Laga yang berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium tersebut, kedua tim menampilkan permainan yang menarik. Namun, Spurs yang tampil di hadapan puluhan ribu suporternya harus puas menelan kekalahan. Hasil ini disebabkan usai Timo Werner berhasil mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke 58 lewat titik putih.
Dengan hasil yang buruk tersebut pun maka membuat rival Arsenal itu harus bekerja keras pada leg 2 nanti. Apalagi mereka harus melakoni laga tandang dan seperti diketahui Leizpig saat ini penampilannya benar-benar tengah naik daun.
Sehingga Mourinho pun harus segera mencari cara agar Spurs dapat melaju ke babak berikutnya. Dan usai jalannya pertandingan pelatih asal Portugal tersebut menyebut anak asuhnya kalah lantaran mengalami kelelahan yang cukup besar.
Ia pun juga menilai Son Heung Min dan kolega sudah menampilkan permainan terbaik di laga tersebut.
“Mari kita mengatakan bahwa mereka sudah melakukan yang bisa mereka lakukan,”Kata Jose Mourinho kepada Sky Sports usai pertandingan.
“Untuk Lamela, apakah anda tahu seberapa banyak sesi latihan yang dia harus ikuti dengan tim? Nol. Ia langsung dari cedera, hingga akhirnya pulih di lapangan bersama para fisio hingga 20 menit jelang pertandingan di Liga Champions.
“Itulah tim kami. Anda dapat melihatnya dan melihat dua perspektif. Satu perspektif adalah tim yang luar biasa dengan pemain yang hebat yang mana mencoba segalanya, di sisi lain anda melihat bagaimana kita saat ini.
“Jadi ini seperti situasi berkelahi dengan pistol tanpa menggunakan peluru. Maka itu, kami melakukan apa yang bisa kami lakukan, dan saya pikir jika kami mencetak gol sebelum mereka, pertandingan akan berbeda.
“Dan yang saya khawatirkan adalah pemain kami untuk [pertandingan] selanjutnya. Saya tidak tahu berapa banyak pertandingan. Kami harus bermain dalam dua hari lagi”Pungkasnya.
 
 
Sumber: Jose Mourinho Puji Perjuangan Skuad di Laga Leipzig, Tapi . . . . .

Jose Mourinho: Dele Alli Marah Pada Dirinya Sendiri

Gilabola.com – Jose Mourinho tidak merasa Dele Alli marah karena sang pelatih usai ngamuk ditarik keluar dalam laga Liga Champions terkini Tottenham Hotspur.
Jose Mourinho dilaporkan The Fox Sports tetap menganggap biasa saja amarah yang diperlihatkan oleh Dele Alli ketika ditarik keluar. Momen amukan Dele dalam laga Liga Champions antara Tottenham Hotspur kontra RB Leipzig itu tengah menjadi sorotan publik.
Dele mengamuk dan tertangkap kamera membanting botol yang tidak berdosa ke lantai bangku cadangan usai ditarik keluar oleh Mourinho. Fans menduga sang pemain marah pada pelatihnya, namun Mou tidak merasa jadi sasaran amarah Dele.
“Saya pikir dia marah dengan penampilannya sendirilah, bukan kepada saya marahnya. Saya yakin dia mengerti kenapa saya menariknya keluar lapangan dan tim terus berkembang,” ujar Mourinho dengan kalem.
Jose Mourinho lihat Spurs berlaga bagai pistol tanpa peluru
Alli sendiri didaulat mengisi lini depan Tottenham Hotspur yang semakin ompong usai ditinggal cedera Harry Kane dan Son Heung-Min. Alih-alih bisa memanfaatkan kesempatan dengan baik, dirinya malah tampil mengecewakan.
Rasa frustrasinya semakin menjadi-jadi pada saat melihat Timo Werner sukses mendorong Leipzig jadi pemenang melalui tendangan penalti. Mourinho menjawab gol itu dengan mengganti Alli dan Gedson Fernandes.
Dele terlihat pasang muka kusut saat masuk bangku cadangan. Ia tanpa malu membanting botol minuman, melepas sepatu serta membantingnya dan tepok jidat menahan emosi jiwa. Mourinho lebih memilih bahas jalannya pertandingan daripada terus mengomentari ulah Dele Alli.
“Kalian bisa melihatnya dan melihat dari dua sudut pandang,” lanjut Mourinho. “Salah satunya adalah adanya kelompok yang luar biasa ini, para pemain yang telah mengusahakan segalanya yang bisa mereka usahakan. Tim lainnya bermain dengan Werner. Ini adalah situasi seperti berada dalam perkelahian dengan pistol tanpa peluru. Kami yang penting sudah melakukan apa yang bisa kami lakukan di laga tadi.”
Sang manajer telah menegaskan jika timnya pasti akan sanggup membalas kekalahan kali ini di laga leg kedua. Mereka dulunya pernah mengalami hal yang sama saat melawan kubu Ajax Amsterdam.
Sumber: Jose Mourinho: Dele Alli Marah Pada Dirinya Sendiri

Timo Werner Bikin Takut Semua Orang di Grup G Liga Champions

Tiga gol Timo Werner di Bundesliga hari Sabtu (31/8) bikin takut orang di Grup G Liga Champions di mana RB Leipzig cuma unggulan keempat.
Tim urutan ketiga Bundesliga musim lalu, Red Bull Leipzig, menang 3-1 di kandang Borussia Monchengladbach pada laga Sabtu dinihari. Tapi bukan itu pusat perhatian laga ini, melainkan hat-trick yang dibuat oleh pemain muda mereka, Timo Werner.
Pemain jebolan akademi VfB Stuttgart berusia 23 tahun itu membuka skor dengan golnya menit 38. Dan sesegera mungkin setelah paruh kedua pertandingan di Borussia Park itu dimulai, ia menggandakan keunggulan Leipzig.
Tuan rumah Gladbach berhasil membalaskan satu gol pada masa injury time, namun dengan segera Timo Werner menambahkan satu gol lagi bagi klubnya yang disponsori produsen minuman tersebut. Skor akhir pertandingan adalah 3-1 bagi kemenangan tim tamu.

Berita Terkait

Prediksi Borussia Monchengladbach vs RB Leipzig, Liga Jerman 31 Agustus 2019
Liverpool Gigit Jari Timo Werner Teken Kontrak Baru di Leipzig
Prediksi RB Leipzig vs Eintracht Frankfurt, Liga Jerman 25 Agustus 2019

Timo Werner Sudah Cetak Lima Gol Sampai Tadi Malam
Ini bukan gol pertama sang pemain dengan nomor jersey 11. Sebelum ini ia sudah mencetak dua gol. Pada laga perdana Leipzig di kandang Union Berlin, saat mana mereka menang 4-0, Werner menyumbangkan satu gol. Demikian pula ketika menang 2-1 atas Eintracht Frankfurt di Red Bull Arena minggu lalu, ia mencetak satu gol.
Prestasi Timo Werner tadi malam akan bikin takut semua orang di Grup G Liga Champions. Di grup ini ada juara Rusia Zenit Saint Petersburg, juara Portugal Benfica dan tim Liga Prancis Olympique Lyon.
Absennya raksasa Eropa di Grup G menyebabkan keempat tim boleh merasa optimis bahwa mereka bisa merebut satu dari dua tiket ke babak 16 besar. Lolos ke babak sistem gugur akan berdampak besar pada keuangan klub. Dan sejak hari ini sampai laga-laga penyisihan grup digelar, tim-tim lain akan mengamati cara bermain sang striker muda dan mencoba mencegahnya menjebol gawang mereka.
Timo Werner Pemain Termuda Lakoni 100 Pertandingan
Sang pemain bergabung ke RB Leipzig pada 11 Juni 2016 usai menyetujui kontrak empat tahun dengan menembus 10 juta Euro, terbesar dalam sejarah klub. Pada 26 September 2016, ia menjadi pemain termuda yang melakoni 100 pertandingan Bundesliga saat tampil dalam laga melawan FC Koln pada usia 20 tahun dan 203 hari.
Rekor sebelumnya dipegang oleh Julian Draxler dengan selisih 22 hari lebih banyak. Werner mengakhiri musim Bundesliga 2016–17 dengan 21 gol, menjadikannya pencetak gol terbanyak Jerman di divisi ini, dan membantu RB Leipzig lolos ke Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Partisipasi minim Leipzig di kancah benua inilah yang menjadikannya cuma menduduki posisi di Pot 4 saat drawing fase grup Liga Champions dua hari silam. Tapi ketiadaan tim-tim raksasa melegakan semua orang di Grup G. Lega, tapi cuma sampai hari ini saat mereka melihat Werner mencetak hat-trick pada laga di kandang Gladbach.
Tiga Jari Timo Werner Sangat Khas Jerman
Perhatikan juga cara Timo Werner mengacungkan tiga jari untuk menunjukkan tiga golnya tadi malam ke gawang Gladbach. Itu adalah cara Jerman untuk menunjukkan angka tiga. Hal ini mengingatkan pada adegan film “Inglourious Basterds” saat seorang mata-mata Amerika atau Sekutu ketahuan oleh musuhnya dari pihak Nazi gara-gara salah mengacungkan angka tiga.

Sumber: Timo Werner Bikin Takut Semua Orang di Grup G Liga Champions