Bruno Fernandes Ungkap Alasan Suruh Pep Guardiola Bungkam

Football5star.com, Indonesia – Bruno Fernandes menjadi pusat perhatian saat Manchester United mengalahkan Manchester City akhir pekan lalu. Dia membungkam pelatih tim lawan, Pep Guardiola.

Pada laga yang berlangsung di Old Trafford itu, Manchester United menang 2-0. Dan Bruno Fernandes tampil apik dengan menyumbang satu assist.

Akan tetapi, yang jadi perhatian adalah aksinya di tengah pertandingan. Tidak tahan melihat Pep Guardiola terus berbicara dari pinggir lapangan, ia pun meminta agar sang pelatih untuk tutup mulut.

Bruno Fernandes shushing Pep Guardiola is what the Manchester derby is all about pic.twitter.com/kvzwivmGBC— Football Daily (@footballdaily) March 8, 2020

“Saya membicarakan ini dengan beberapa teman dan beberapa orang berpikir ‘Pep memenangkan segalanya, siapa Bruno yang membantahnya?’. Tapi saya pikir ini tentang rasa hormat,” ujar Fernandes kepada Sky Sports, Sabtu (14/3/2020).

“Sekarang, saya berpikir di luar lapangan saya tidak melakukan ini lagi jika saya di lapangan sekarang. Tapi pada saat itu kata-kata yang dia katakan membuat saya marah dan di atas lapangan saya sedikit gugup,” imbuhnya.

Terlepas dari aksinya tersebut, pemain asal Portugal menegaskan bahwa ia tetap menghormati pelatih Manchester City. “Saya menghormati Pep dan apa yang sudah ia capai selama ini. Dia mengubah mentalitas sepak bola,” sambungnya.

“Tapi pada saat itu dia tidak pantas mendapatkan rasa hormat saya di lapangan,” tutup Bruno Fernandes.

The post Bruno Fernandes Ungkap Alasan Suruh Pep Guardiola Bungkam appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Manchester City Sedih Dan Doakan Real Madrid Negatif Corona

Gilabola.com – Manchester City sedih dan mendoakan Real Madrid negatif corona usai laga Liga Champions mereka ditunda dan tim lawan dikarantina.
Manchester City yang sebelumnya telah karantina Benjamin Mendy kini tengah bersedih. Real Madrid yang dulunya didirikan pada 6 Maret 1902 sebagai Madrid Football Club dilaporkan harus karantina Zinedine Zidane dan semua pemainnya.
Artinya jelas jika laga babak 16 besar antara kedua tim di gelaran Liga Champions harus ditunda. Pihak The Sky Blues telah mengumumkan pembatalan itu melalui situs resmi mereka setelah mendengar Zidane cs harus dikarantina selama 15 hari.
Hal ini mereka putuskan bersama pihak UEFA setelah kaget mendengar kabar dari pihak Los Blancos yang memastikan kejadian tersebut. Mereka juga jadi tahu hal ini dilakukan setelah satu pemain tim basket Madrid positif kena covid-19.
Sedih mendengar kabar tidak sedap tersebut, kubu Pep Guardiola langsung mengirimkan dukungan moril dan doa agar Zidane dan skuadnya dijauhkan dari penyakit asal Kota Wuhan itu. Meski rival di lapangan, namun mereka tetap sesama olahragawan yang menjunjung sportifitas.
Manchester City doakan Real Madrid dijauhkan dari virus corona
Zidane sendiri sempat kaget saat ia dan timnya datang ke pusat pelatihan dan langsung dikumpulkan Niko Mihic. Niko menjelaskan jika Zidane dan para pemainnya harus mengurung diri di rumah masing-masing selama 15 hari.
Mereka diberitahu jika pebasket Trey Thompkins didiagnosa kena virus corona dan karena mereka berbagi kantin yang sama. Trey dan timnya juga berbagi ruang ganti yang sama dengan para pemain Los Blancos, artinya mereka berpeluang kena virus yang sama. Staf kepelatihan langsung cemas, namun mereka bersedia mengikuti arahan klub.
Zidane tetap tenang dan menegaskan jika latihan mereka batal dan setiap pemain harus latihan sendiri-sendiri di rumah. Ia tidak ingin para pemain Los Blancos jadi tidak fit hanya karena harus berdiam diri di rumah mereka masing-masing.
Selagi mereka berjuang dalam masa karantinanya, pihak Pep Guardiola memberikan dukungan dari jauh. Mereka berharap tim La Liga itu baik-baik saja dan bisa melalui semua masalah ini dengan baik.
Sumber: Manchester City Sedih Dan Doakan Real Madrid Negatif Corona
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Guardiola Lebih Suka Manchester United Diperkuat Rashford

Football5star.com, Indonesia – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengaku lebih suka jika Manchester United diperkuat Marcus Rashford. Ia ingin menghadapi Setan Merah dengan kekuatan penuh.

City akan bertandang ke Old Trafford untuk menantang United dalam duel bertajuk Derby Manchester, Minggu (8/3/2020) malam WIB. Dalam laga pekan ke-29 Liga Inggris ini, Setan Merah belum bisa diperkuat oleh Rashford yang masih berkutat dengan cedera punggung.

Absennya Rashford ini membuat Guardiola kecewa. Pasalnya, pelatih asal Spanyol ini berhasrat menantang Setan Merah yang tampil dengan kekuatan penuh.

Rashford sendiri merupakan mesin gol utama Setan Merah di musim ini. Ia mampu mengemas 19 gol dari 31 laga di semua ajang.

Ketajamannya juga menjadi mimpi buruk bagi The Citizens di Derby Manchester edisi pertama musim ini. Ia mengemas satu gol untuk mengantarkan United menang 2-1 di Etihad Stadium.

“Saya selalu mengatakan sejak hari pertama saya sebagai manajer bahwa saya ingin menghadapi lawan dengan skuat terbaiknya. Saya ingin bermain melawan Eden Hazard di Madrid, Harry Kane di Tottenham dan seterusnya,” kata Pep Guardiola di Soccerway.

“Saya lebih suka bermain ketika pemain top, semua pemain tersedia. Saya harap Rashford dapat pulih secepat mungkin. Saya melihat siapa yang tersedia dan setelah itu saya tidak lagi mengendalikannya,” ucap Pep Guardiola.

“United memiliki Antony Martial, Daniel James, Bruno Fernandes dan cara mereka bermain sering berbeda-bead. Kita harus memahami kualitas yang mereka miliki,” Pep Guardiola menambahkan.

The post Guardiola Lebih Suka Manchester United Diperkuat Rashford appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Guardiola Tak Menyangka United Bisa Tertinggal Jauh dari City

Football5star.com, Indonesia – Manajer Manchester CIty, Pep Guardiola, mengaku tak pernah menyangka Manchester United bisa tertinggal jauh dari timnya dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagaimana diketahui, sejak tidak lagi dilatih oleh Sir Alex Ferguson, United sangat seret prestasi. Permainan Setan Merah dalam beberapa musim terakhir juga angin-anginan.

Bahkan pada kompetisi Premier League musim ini saja United kerap mendapatkan hasil yang tidak memuaskan. Akan tetapi pelatih Ole Gunnar Solskjaer usai mendapatkan dana segar dari petinggi klub langsung bergerak cepat.

Dimana pada bursa transfer Januari lalu mereka mendaratkan dua nama baru Bruno Fernandes dari Sporting dan Odion Ighalo dari Shanghai Shenhua dengan status pinjaman hingga akhir musim.

Meski demikian, mereka tetap tertinggal jauh dari City. The Citizens kini berada di posisi dua klasemen dengan 57 poin, unggul 15 angka atas United di posisi tujuh.

“Saya tidak pernah menyangka akan ada kesenjangan antara kami dan United dalam tiga atau empat tahun ini. Saya tidak ragu tentang kualitas United dan saya menghargai manajer Ole Gunnar Solskjaer. Dia mewakili mereka dengan cara yang luar biasa,” kata Pep Guardiola di Soccerway.

“United sedang berusaha untuk berkembang dan lebih dekat dengan tim-tim di atas mereka, tetapi Manchester City juga ingin meningkat dan jaraknya seperti apa adanya,” Pep Guardiola menambahkan.

City sendiri akan bertandang ke Old Trafford untuk menantang United dalam duel bertajuk Derby Manchester, Minggu (8/3/2020) malam WIB.

The post Guardiola Tak Menyangka United Bisa Tertinggal Jauh dari City appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Pep Guardiola Beri Barcelona Saran Top Soal UCL

Gilabola.com – Pep Guardiola berikan Barcelona saran top soal peluang juara di UCL alias Liga Champions. Mereka ia minta tak banyak berharap.
Pep Guardiola telah membahas Barcelona dan Liga Champions dan telah mengatakan kepada klub mantan jika mereka tidak harus memenangkan gelaran itu dan Piala Eropa. Mereka tidak perlu memaksakan diri untuk jadi juara.
Barcablaugranes melaporkan hal itu saat Guardiola sadar jika Barca belum memenangkan Liga Champions sejak 2015. Mereka terus dibayangi keberhasilan domestik saat bersaing melawan tim-tim top Eropa lainnya.
Kubu Ernesto Valverde mengalami kekalahan yang memalukan di tangan Liverpool musim lalu, dan Guardiola telah menawarkan pemikirannya pada ambisi Eropa mereka. Ia meminta Barca tidak terlalu memaksakan diri.

Berita Terkait

Borussia Dortmund Ikat Pemain Akademi Barcelona
Manchester City Pamer Kostum Di Depan Old Trafford
Barcelona Ungkap Statistik Tak Biasa Philippe Coutinho

Mereka perlu berpikir jika nama besar di La Liga bukan keharusan jadi juara juga di Champions. Guardiola menyampaikan hal itu dengan sangat hati-hati agar tidak terlalu menyinggung perasaan Barca dan fans mereka.
Pep Guardiola tetap menghormati pelatih Barca
“Saya pikir ada satu daerah di mana Barca harus belajar. Saya mengatakan ini dengan segenap rasa hormat terbesar saya ke mereka, bukan hanya karena saya adalah seorang fan Barca. Perlu dipahami, hanya karena kau adalah Barca tidak berarti harus memenangkan Liga Champions juga,” ujarnya dengan hati-hati.
“Ini sama halnya seperti Timnas Argentina dan mereka yang mengatakan mereka harus memenangkan Piala Dunia. Oke, saya tahu kalau mereka sangat bagus tetapi mereka ingin memenangkan Liga Champions juga.”
Guardiola juga mengatakan bahwa ia tidak ingin tim Manchester City menghadapi Barcelona dalam kompetisi musim lalu dan berpikir jika Barca berhasil meraih final mereka akan memenangkan treble. Ia tetap tidak mau mendikte pelatih Barca soal apa yang harus sang manajer lakukan.
“Dih, siapa saya sampai segitunya mengomentari apa yang harus pelatih lain kerjakan? Saya juga pasti kesal kalau ada pelatih lain yang mendikte saya,” pungkas sang manajer Manchester City melalui Ara.
Sumber: Pep Guardiola Beri Barcelona Saran Top Soal UCL

Guardiola Senang Barcelona Pertahankan Ernesto Valverde

Berita Bola – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, senang mlihat Barcelona tetap mempertahankan Ernesto Valverde sebagai bos di Camp Nou, setelah banyak laporan mengatakan bahwa tim Catalan bisa memecat pelatih berusia 55 tahun itu.
Masa depan Valverde sebelumnya telah dipenuhi ketidakpastian setelah kegagalan Barcelona di Liga Champions dan terputusnya dominasi mereka di Copa del Rey pada musim ini. Beberapa nama seperti Roberto Martinez, Ronald Koeman dan Masimilliano Allegri tengah dilaporkan menjadi calon pengganti Valverde.
Namun Barcelona melalui sang presiden, Josep Maria Bartomeu, menegaskan bahwa Valverde akan tetap menjadi bos tim Catalan untuk musim depan, meskipun kampanye 2018/19 berakhir mengecewakan. Dan Guardiola yang pernah memenangkan banyak trofi selama waktunya di Camp Nou mengaku senang mantan timnya mempertahankan Valverde.
“Jauh dari persahabatan hebat yang kita miliki, Ernesto [Valverde] sangat spektakuler,” kata pelatih Manchester City itu. “Dia melakukan pekerjaan yang sangat baik. Tentu dia kehilangan Liga Champions, tapi kita (pelatih) semua pasti pernah melakukannya.
“[Dia bertanggung jawab atas] tim yang telah memenangkan dua liga berturut-turut dan memainkan sepak bola yang baik, saya senang dia tetap di sini. Barcelona terus setia dengan gayanya yang tidak ingin cepat memutuskan masa depan kami para pelatih,” jelasnya.

Jurgen Klopp: Bohong Kalau Guardiola Tak Ingin Juara Liga Champions

Gilabola.com – Manajer Liverpool Jurgen Klopp mencemooh pernyataan pelatih Manchester City Pep Guardiola yang mengatakan tidak ingin memenangkan Liga Champions.
Skuad besutan Jurgen Klopp Liverpool sedang bersiap untuk menghadapi Tottenham Hotspur di final Liga Champions pada hari Minggu setelah kalah dari Manchester City dalam perebutan gelar juara Liga Inggris meskipun telah mengumpulkan 97 poin musim lalu yang baru berakhir.
The Citizens tersingkir dari ajang Liga Champions dengan cara dramatis oleh Tottenham Hotspur di babak perempat final. Namun, Pep Guardiola mengklaim dia tidak terlalu kecewa dengan kekalahan tersebut karena memenangkan gelar domestik lebih penting baginya.
“Saya tahu orang-orang mengatakan saya datang ke sini (Manchester City) untuk memenangkan Liga Champions, tetapi saya tidak datang ke sini untuk memenangkan Liga Champions, jujur,” katanya pada bulan April lalu.

Berita Terkait

Mohamed Salah Ingin Cetak Gol Kemenangan di Final
Jelang Tottenham Hotspur vs Liverpool: Komitmen Tegas Mane
Tottenham Hotspur vs Liverpool: Nikmati Menit Permainan

“Saya sudah berkali-kali mengatakan, Liga Inggris bagi saya adalah gelar yang paling penting, menunjukkan setiap hari bahwa kamu masih bersaing di sana. Bersaing di sana setiap waktu mengirimkan pesan yang bagus.”
Jurgen Klopp ditanya tentang komentar pelatih Spanyol itu dalam persiapan laga final Liga Champions di stadion Wanda Metropolitan, Madrid. Dan ia pun menuduh Pep Guardiola hanya cari alasan saja.
Pelatih asal Jerman itu tampaknya mengkritik Guardiola dengan mengingatkan wartawan bahwa dia belum pernah masuk di final (Liga Champions) sejak 2011.
“Pep harus mengatakan itu karena dia belum berada di babak final Liga Champions untuk sementara waktu,” kata Jurgen Klopp.
“Dia adalah manajer hebat dan pantas menerima semua pujian yang didapatnya. Kami berusaha memenangkan Liga Inggris musim ini. City adalah tim yang lebih baik. Tapi ada kompetisi lain yang kami ikuti.”
Jurgen Klopp juga mengungkapkan ia berharap pemain depan Liverpool, Roberto Firmino akan bugar untuk menghadapi Tottenham setelah sebelumnya absen karena cedera sejak keluar lapangan dengan tertatih-tatih saat kekalahan 3-0 dari Barcelona di leg pertama semifinal.
“Bobby tetap berlatih, ia ikut bagian dalam pelatihan pekan lalu dan terlihat sangat bagus, semuanya baik-baik saja,” tegas Jurgen Klopp kepada laman resmi klub.
“Dia akan berlatih lagi besok lagi,” lanjut sang manajer menjelaskan pada media hari Selasa. “Semua yang kami lihat sejauh ini terlihat sangat bagus dan dia akan baik-baik saja, saya cukup yakin.”
Sementara itu, Naby Keita sudah pasti absen meski dipanggil oleh Timnas Guinea untuk bermain di Piala Afrika.
“[Tidak ada] peluang untuk Naby,” tutur Jurgen Klopp. “Dia benar-benar mengalami kemajuan yang baik dalam penyembuhan cederanya, kami akan melihat apakah dia bisa bermain di Piala Afrika. Kami belum tahu itu.”
Sumber: Jurgen Klopp: Bohong Kalau Guardiola Tak Ingin Juara Liga Champions

Manajer Sepak Bola Tersukses Dalam Sejarah Liga Champions

Gilabola.com – Siapa saja manajer sepakbola yang paling sering mengangkat trofi Liga Champions? Berikut daftar lengkapnya.
Tottenham Hotspur dan Liverpool akan berlaga di final Liga Champions, Mauricio Pochettino dan Jurgen Klopp akan bersaing untuk membuktikan siapa diantara keduanya yang terbaik.
Kemenangan Real Madrid di final atas Juventus di tahun 2017 dan mengalahkan Liverpool di tahun 2018 sukses memberikan prestasi fenomenal bagi Zinedine Zidane dengan mengoleksi dua trofi UCL hanya dalam dua musim!
Ini membuat Zidane masuk dalam daftar pelatih-pelatih tersukses dalam sejarah Liga Champions, bersama seniornya Carlo Ancelotti hingga eks manajer Barcelona Pep Guardiola.

Berita Terkait

Jurgen Klopp: Bohong Kalau Guardiola Tak Ingin Juara Liga Champions
Antonio Conte Lebih Bagus Dari Jose Mourinho
Arsene Wenger Pecundangi Zinedine Zidane Dipuji Netizen

Ada banyak manajer yang telah meraih kesuksesan di Liga Champions, dan kini kami sajikan enam di antara para manajer bersejarah tersebut.
1. Carlo Ancelotti
Manajer Bayern Munchen ini sejauh ini sudah memenangkan tiga kali Liga Champions. Manajer Italia itu berhasil meraih ketiga gelar juara dengan dua klub berbeda, yakni AC Milan dan Real Madrid.
Berita Liga Champions – Potret keakraban Jurgen Klopp dan Carlo Ancelotti.
Carlo Ancelotti, yang menggantikan Fatih Terim di AC Milan pada 6 November 2001, mempersembahkan trofi Liga Champions pertamanya di musim keduanya di AC Milan dengan mengorbankan Juventus lewat adu penalti dengan skor 3-2.
Trofi Liga Champions kedua Ancelotti kembali diraih bersama AC Milan pada musim 2006-2007, saat mereka membalas kekalahan dramatis untuk memetik kemenangan 2-1 atas Liverpool.
Ancelotti kemudian merasakan gelar ketiganya dalam karir kepelatihannya dengan membawa Real Madrid meraih La Decima di Estadion da Luz, Lisbon, saat mereka mengalahkan rival sekota Atletico Madrid dengan skor 4-1.
2. Bob Paisley
Bob Paisley merupakan manajer lain yang meraih tiga gelar Liga Champions selama karir kepelatihannya, dengan semuanya didapatkannya saat melatih Liverpool.
Bob Paisley
Paisley yang menjabat sebagai pelatih utama Liverpool pada tahun 1974, sukses menyabet gelar Liga Champions pertama untuk Liverpool dua musim setelahnya dengan mengorbankan tim Jerman Borussia Monchengladbach dengan skor 3-1 di Stadion Olimpico, Roma.
Bob Paisley kembali mengantarkan Liverpool meraih back to back gelar juara dengan mengalahkan klub asal Belgia, Club Brugge, dengan skor 1-0 di final di Stadion Wembley, London.
Dan manajer legendaris Anfield itu akhirnya mempersembahkan hattrick trofi untuk The Reds saat di final mereka mengalahkan raksasa Spanyol Real Madrid 1-0di Stadion Parc des Princes, Paris, pada tahun 1981.
3. Pep Guardiola
Manajer asal Catalan ini didatangkan oleh Bayern dan kemudian Manchester City adalah karena kesuksesannya berbicara di Eropa selama melatih Barcelona.
Pep Guardiola
Pep Guardiola menggantikan Frank Rijkaard sebagai manajer Blaugrana pad bulan Mei 2008, dengan ia sukses mempersembahkan trofi Liga Champions di musim perdananya saat menang 2-0 atas Manchester United di Stadion Olimpico, Roma, pada tahun 2009.
Tak butuh waktu lama Pep kembali mempersembahkan trofi Liga Champions di musim 2010-2011 dengan mengorbankan lawan yang sama, Manchester United dengan skor 3-1 pada tahun 2011.
4. Jose Mourinho
Jose Mourinho pertama kali mencuat setelah sukses mengantarkan tim kejutan FC Porto menjadi juara Liga Champions di musim 2003-2004 saat mereka menghancurkan AS Monaco dengan skor telak 3-0 di partai final pada tahun 2004.
Jose Mario dos Santos Mourinho Felix, atau yang lebih dikenal dengan nama Jose Mourinho merupakan pelatih Manchester United. Termasuk salah satu pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola dunia yang juga pernah latih Chelsea dan Real Madrid.
Dan Mou kemudian meraih gelar keduanya sebagai manajer berhasil membawa Nerazzurri meraih trebel bersejarah dengan mengalahkan Bayern Munchen dengan skor 2-0 di final berkat dua gol Diego Millito di Stadion Santiago Bernabeu, Spanyol pada tahun 2010.
5. Miguel Munoz
Miquel Munoz merupakan aktor dibalik kesuksesan Real Madrid baik sebagai pemain maupun pelatih. Ia merupakan salah satu sosok yang pernah menjadi manajer Los Blancos begitu lama dengan 14 tahun, dari tahun 1960 hingga 1974.
Miguel Munoz
Munoz tiga kali juara bersama Real Madrid sebagai pemain (1955/56, 1956/57, 1957/58), dan dua kali sebagai pelatih (1959/60 dan 1965/66), selain dalam karirnya sebagai pemain ia juga bisa mempersembahkan 9 trofi La Liga untuk Los Blancos.
6. Zinedine Zidane
Zidane menunjukkan kualitasnya tak hanya sebagai pemain kelas dunia, tapi juga sebagai pelatih terbaik dunia. Hanya butuh satu setengah musim, Zizou sukses mempersembahkan dua trofi Liga Champions untuk Real Madrid.
Berita Liga Champions – Zinedine Zidane saat masih membesut Real Madrid.
Setelah menggantikan Rafael Benitez pada pertengahan musim 2016-2017, Zidane langsung membawa Madrid finish di urutan kedua La Liga dengan hanya satu poin di bawah Barcelona dan menjuarai Liga Champions atas Atletico Madrid.
Zidane kembali menunjukkan magisnya dengan membawa Madrid menjadi juara Eropa kedua beruntun setelah mengalahkan Juventus di Cardiff pada tahun 2017 dan di tahun 2018 mengalahkan Liverpool di Kiev.
Sumber: Manajer Sepak Bola Tersukses Dalam Sejarah Liga Champions

Pep Guardiola: Manchester City Harus Menang Liga Champions

Gilabola.com – Bos Manchester City, Pep Guardiola tahu dominasi timnya atas sepakbola Inggris tidak akan berarti kecuali mereka memenangkan Liga Champions.
Manchester City baru saja menyelesaikan treble domestik yang belum pernah terjadi sebelumnya pada hari Sabtu ketika mereka memenangkan Piala FA dengan kemenangan telak 6-0 atas Watford di Wembley, mengawinkan trofi Liga Premier dan Piala Carabao yang telah mereka menangkan sebelumnya.
Pep Guardiola telah mengubah Manchester City menjadi salah satu tim Inggris terbaik yang pernah ada dan mereka tampaknya akan mendominasi di kandang sendiri selama beberapa waktu, tetapi kurangnya keberhasilan mereka di Eropa tetap menjadi permasalahan bagi mereka.
Mereka tersingkir dari Liga Champions di babak perempat final oleh Tottenham Hotspur – tim yang terpaut 27 poin dari City di liga – dan tidak pernah melewati babak semifinal.

Berita Terkait

Manchester United Siap Kalahkan Manchester City Demi Isco
Manchester United dan Manchester City Kejar Joao Cancelo
Diberitakan Akan Tinggalkan City, Ini Tujuan Pep Guardiola Musim Depan

Pep Guardiola siap sukses bersama Manchester City di Eropa
Guardiola mengatakan bahwa saat ini harus mulai mencapai kesuksesan di tingkat Eropa. “Saya katakan sebelumnya bahwa saya tahu kami akan dinilai pada akhirnya apakah kami memenangkan Liga Champions,” katanya. “Aku tahu, kecuali kita melakukan itu, itu tidak akan cukup.”
“Ini datang dengan saya. Saya tahu itu. Kami beruntung kami menang dua kali dalam empat tahun dan orang-orang berharap saya sesuatu yang istimewa bahwa kami harus memenangkan Liga Champions dan itu masih benar.”
“Di klub ini, rekor poin dan kompetisi domestik sangat luar biasa, tetapi Liga Champions kami tidak sering menang dibandingkan dengan yang lain karena tim-timnya sangat baik, kompetisi tersebut sangat menuntut tetapi kami ingin memenangkannya.”
Sumber: Pep Guardiola: Manchester City Harus Menang Liga Champions

City Guardiola Tidak Ada Apa-Apanya dibanding United Ferguson

Football5star.com, Indonesia – Kesukesan Manchester City menjuarai Premier League musim ini ternyata belum mampu membuat anak asuh Pep Guardiola bisa mengalahkan Manchester United eranya Alex Ferguson. Hal ini diungkapkan oleh mantan pelatih Everton, Sam Allardyce.

Manchester City memang tampil menggila musim ini. Bayangkan saja mereka mampu mengoleksi 98 poin dari 38 pertandingan. Klub asal Manchester juga jadi tim paling produktif dengan koleksi 95 gol.

reuters.com

Akan tetapi capaian tersebut dirasa Sam Allardyce belum
cukup untuk mengalahkan kejayaan United ketika diasuh Ferguson. Menurutnya apa
yang dilakukan Fergie bersama Setan Merah lebih gila lagi dibanding Guardiola
bersama Si Biru musim ini.

“Saya tidak yakin mereka bisa mengalahkan Fergie. Dia memenangkan Premier League tiga kali tanpa halangan berarti. Dan dia menang tiga kali beruntun di dua era berbeda pada 1998-2001 dan 2006-2009, dia juga meraih treble di sana,” kata Allardyce kepada Talksport, Rabu (15/5/2019).

manutd.com

“Anda lupa betapa hebatnya dia bersama United ketika itu,
betapa besarnya tantangan yang mereka hadapi dan betapa kuatnya pemain yang dia
miliki. Secara pribadi saya pikir mereka jauh lebih kuat daripada City
sekarang,” ia menambahkan.

Walau begitu, mantan pelatih timnas Inggris itu tidak menampik bahwa level anak asuh Guardiola saat ini sudah mendekati Setan Merah ketika masih berjaya. “Jika kita berbicara soal fakta City sangat dekat, saya setuju, tapi mereka belum setara,” imbuhnya.

More News on Liga Inggris

.bscb-78244.bscb-78244 .section-heading.sh-t1 a:hover .h-text,.bscb-78244.bscb-78244 .section-heading.sh-t1 a.active .h-text,.bscb-78244.bscb-78244 .section-heading.sh-t1 > .h-text,.bscb-78244.bscb-78244 .section-heading.sh-t1 .main-link:first-child:last-child .h-text{color:#630060}.bscb-78244.bscb-78244 .section-heading.sh-t1.sh-s5 > .main-link > .h-text:after,.bscb-78244.bscb-78244 .section-heading.sh-t1.sh-s5 > a:first-child:last-child > .h-text:after,.bscb-78244.bscb-78244 .section-heading.sh-t1.sh-s5 > .h-text:first-child:last-child:after{color:#630060 !important}.bscb-78244.bscb-78244.bscb-78244 .section-heading.sh-t1:after{background-color:#630060}.bscb-78244.bscb-78244 .section-heading.sh-t1.sh-s8 .main-link .h-text:before,.bscb-78244.bscb-78244 .section-heading.sh-t1.sh-s8 .main-link.h-text:before,.bscb-78244.bscb-78244 .section-heading.sh-t1.sh-s8 > .h-text:before{border-right-color:#630060 !important}.bscb-78244.bscb-78244 .listing-item:hover .title a,.bscb-78244.bscb-78244 .listing-item-text-1 .post-meta a:hover,.bscb-78244.bscb-78244 .listing-item-grid .post-meta a:hover,.bscb-78244.bscb-78244 .listing-item .rating-stars span:before{color:#630060 !important}.bscb-78244.bscb-78244 .listing-item .rating-bar span,.bscb-78244.bscb-78244 .listing-item .post-count-badge.pcb-t1.pcb-s1,.bscb-78244.bscb-78244.better-newsticker .heading{background-color:#630060 !important}.bscb-78244.bscb-78244.better-newsticker .heading:after{border-left-color:#630060 !important}.bscb-78244 .bs-pagination .btn-bs-pagination:hover,.bscb-78244 .btn-bs-pagination.bs-pagination-in-loading{background-color:#630060 !important;border-color:#630060 !important;color:#fff !important}.bscb-78244 .listing-item-text-2:hover .item-inner{border-color:#630060 !important}.bscb-78244.bscb-78244.bscb-78244.bscb-78244 .term-badges.floated .term-badge a,.bscb-78244.bscb-78244 .bs-pagination-wrapper .bs-loading > div{background-color:#630060 !important;color:#fff !important}

Eks Striker Arsenal Sarankan Emery Datangkan Pemain Bertahan

Nyaman di Manchester City, Pep Guardiola Tepis Rumor Juventus

Mantan Striker Liverpool Sarankan Klopp Datangkan Neves

The post City Guardiola Tidak Ada Apa-Apanya dibanding United Ferguson appeared first on Football5star Berita Bola.