Pochettino Hanya Korban Kutukan Ajax, Enam Manajer Total

Mauricio Pochettino hanya korban “kutukan Ajax”. Enam manajer jumpa Ajax musim lalu di Liga Champions, enam-enamnya kehilangan pekerjaan.
Keberhasilan Ajax Amsterdam melaju ke semi final Liga Champions tahun lalu begitu dahsyatnya sampai-sampai enam manajer tim yang menghadapi De Joden sejak saat itu sudah kehilangan pekerjaannya, entah dipecat atau mengundurkan diri.
Sang pelatih Argentina dipecat oleh Tottenham pada Rabu (20/11) dinihari yang berarti enam pelatih dari enam tim yang ketemu Ajax Amsterdam musim lalu sudah kehilangan pekerjaan mereka. Dengan kata lain Pochettino hanya korban dari kutukan Ajax.
Seperti kita tahu Spurs kalah dari Ajax di London dengan skor 0-1, sebelum anak-anak Pochettino membalaskan dendam dengan tiga gol Lucas Moura yang dramatis dan mengubah skor leg kedua semi final di Amsterdam menjadi 2-3. Fakta bahwa mereka tidak dapat mempertahankan penampilan mereka pada musim baru telah menyebabkan pemecatan Pochettino tadi malam.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Jose Mourinho Isyaratkan Tottenham Hotspur Klub Inggris Terakhirnya
Mauricio Pochettino Pengganti Sempurna Guardiola di Manchester City

Jose Mourinho dengan cepat dipanggil tidak sampai 12 jam kemudian untuk menggantikan sang pelatih Argentina itu dengan klub yang berada pada urutan ke-14 di klasemen Liga Inggris. Tapi Tottenham bukan satu-satunya tim yang mengalami kehilangan manajer mereka usai menghadapi Ajax.
Kutukan Ajax Atas Athens dan Benfica
Sepasang kemenangan De Joden atas AEK Athens di babak penyisihan grup menyebabkan tim Yunani itu terdampar di bawah klasemen, di mana mereka menyelesaikan kompetisi tanpa poin. Marinos Ouzounidis selaku manajer kemudian mengundurkan diri pada bulan Februari setelah timnya tertinggal 14 poin dari pemimpin klasemen.
Benfica juga sangat kecewa setelah tersingkir lebih awal dari Liga Champions dan Rui Vitoria menebus kesalahan itu dengan pemecatannya pada bulan Januari setelah tiga setengah tahun bertugas.
Kutukan Ajax atas Bayern Munchen, Real Madrid, dan Juventus
Lawan Ajax lainnya di Grup E, Bayern Munchen, mengakhiri penyisihan grup di puncak klasemen. Dua hasil imbang dengan de Godenzonen sudah cukup untuk mengamankan posisi Niko Kovac, namun Sang Nasib membawa bertemu Liverpool – yang akhirnya menjadi juara – dan untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir Die Roten gagal masuk babak 16 besarLiga Champions. Dan bulan lalu Niko Kovac dipecat setelah gagal memenuhi harapan Bayern yang sangat ambisius.
Kemenangan Ajax yang paling terkenal musim lalu terjadi pada babak sistem gugur pertama melawan Real Madrid. Santiago Solari baru bertugas selama empat bulan sebelum mengklaim kemenangan pada leg pertama di kandang de Joden di Belanda untuk meredakan kekhawatiran yang berkembang tentang sebuah musim yang gagal.
Namun Erik ten Hag memimpin anak buahnya untuk meraih kemenangan 4-1 yang menakjubkan di Bernabeu dan Solari hanya bertahan enam hari sesudahnya, dipecat secara menyedihkan seteleh melepas posisinya di Real Madrid B.
Korban berikutnya adalah klub top Serie A, Juventus. Hasil imbang 1-1 di Johan Cruyff Arena membuat Juventus jadi favorit untuk lolos ke babak berikutnya sebelum gol-gol dari Donny van de Beek dan Matthijs de Ligt membawa Ajax meraih kemenangan di Turin. Dan korban terakhir atau keenam dari Ajax Amsterdam adalah Mauricio Pochettino yang dipecat tadi malam.
Sumber: Pochettino Hanya Korban Kutukan Ajax, Enam Manajer Total

Tottenham Hotspur Tak Lolos UCL Bakal Gegerkan Dunia

Gilabola.com – Tottenham Hotspur tak lolos UCL alias Liga Champions bakal gegerkan dunia bola. Hal itu menurut pendapat Harry Redknapp.
Mantan manajer Tottenham Hotspur Harry Redknapp dilaporkan Sky Sports menilai “pukulan besar” jika Spurs tidak lolos ke Liga Champions musim ini. Ia berpendapat seperti itu setelah melihat Spurs duduk di tangga 14 klasemen sementara Premier League setelah 12 kali pertandingan dengan 14 poin.
Tim Mauricio Pochettino secara mengejutkan telah kalah dari Liverpool di Final Liga Champions musim lalu pada tanggal 1 Juni dan mereka diharapkan fans untuk lebih tajam lagi musim ini dan terus menantang untuk gelar. Alih-alih bertahan di 4 besar, sebaliknya mereka malah menghadapi tugas berat untuk bergelut di papan tengah dan mengamankan tempat ke UCL musim berikutnya.
“Rasanya aneh banget gaes, kalian punya alasan ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginan, tapi saya benar-benar berpikir kalau mereka akan sanggup terus naik mendekati Liverpool dan Manchester City untuk menjadi juara musim ini,” ujar Harry Redknapp kepada Sky Sports News.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Jose Mourinho Isyaratkan Tottenham Hotspur Klub Inggris Terakhirnya
Mauricio Pochettino Pengganti Sempurna Guardiola di Manchester City

“Tapi sekarang mereka seperti kesulitan berjuang untuk sekedar masuk empat besar. Ini bakal menjadi pukulan besar jika mereka tidak lolos Liga Champions, dengan segala uang yang telah diinvestasikan di pelatihan dan Stadion, apa pun yang kurang dari kualifikasi Liga Champions akan menjadi musim yang buruk.”
Tottenham Hotspur wajib menang terus usai jeda internasional
Tottenham akan menghadapi West Ham setelah jeda internasional dan ia lihat sebagai laga yang harus dimenangkan untuk kedua belah pihak. Meski heran, namun Redknapp tetap bersikeras jika jabatan Pochettino di Stadion Spurs masih aman-aman saja.
“West Ham United akan menjadi pertandingan yang sulit, tapi saya tidak bisa melihat pekerjaannya berada di telepon (tidak terancam pemecatan),” lanjut Redknapp. “Saya ini fan besar Pochettino lho. Dia itu jenis manajer yang berkepribadian hebat dan dia tahu soal pertandingan.”
“Tapi dengan skuad seperti itu dia harus memenangkan sesuatu, mereka harus mendapatkan beberapa trofi untuk menambah koleksi mereka dari suatu tempat. Mereka tidak akan memenangkan Liga dan saya tidak berpikir mereka cukup baik untuk memenangkan Liga Champions musim ini. Mereka kadung keluar dari Piala Liga sehingga kita harus melihat mereka memenangkan Piala FA.”
Sumber: Tottenham Hotspur Tak Lolos UCL Bakal Gegerkan Dunia

Dikalahkan Liverpool, Pochettino Ogah Keluar Rumah

Gilabola.com – Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino mengakui ogah keluar rumah 10 hari setelah dikalahkan Liverpool di final Liga Champions.
Tottenham Hotspur kalah 2-0 atas Liverpool pada babak final Liga Champions bulan lalu di Madrid, dimana skuad asuhan Mauricio menyaksikan impian mereka berakhir dengan kesedihan.
Mohamed Salah mencetak gol melalui tendangan penalti saat laga baru berjalan dua menit dan Divock Origi menambah keunggulan The Reds dengan golnya di menit ke-87.
Setelah The Lilywhites mencetak kemenangan mengesankan melawan Manchester City dan Ajax di perempat final dan semifinal, sang pelatih mengatakan hasil di babak final (Liga Champions) sangat mengecewakan.

Berita Terkait

Liverpool Kembali Bidik Pemain Sporting Lisbon
Jurgen Klopp Tak Panik Lihat Hasil Pramusim Liverpool
Juventus Bosan Kejar Pogba, Lirik Eriksen

“Ya, itu sulit,” kata pelatih berusia 47 tahun itu. “Kami memiliki tiga minggu yang paling sulit untuk mempersiapkan diri sebelum final. [Kami] sangat kecewa dengan cara kami kalah.”
Mantan pemain Timnas Argentina itu mengatakan besarnya kekalahan itu hanya bisa ditandingi dengan kekalahan lain dari karier bermainnya.
“Itu (kekalahan di final Liga Champions) sangat buruk,” ujar sang manajer. “Saya membandingkan dengan musim panas 2002, ketika kami (Timnas Argentina) bermain imbang dengan Swedia dan dikalahkan oleh Inggris di babak penyisihan grup di Piala Dunia, dalam waktu satu minggu. Sebagai pemain dan sebagai manajer, keduanya adalah momen terburuk dalam karier saya.”
Sama seperti musim panas itu 17 tahun yang lalu, sang pelatih mengambil cuti untuk merenungkan kekalahan tersebut.
Pochettino sudah move on dari kekalahan lawan Liverpool
Pelatih asal Argentina itu mengatakan dia membutuhkan kesunyian untuk mencoba dan pulih dari kekecewaan pahit karena kalah di Final Liga Champions.
“Saya naik kereta api dari Madrid ke Barcelona sehari sesudahnya,” tutur Pochettino. “Saya menghabiskan 10 hari di rumah saya dan tidak ingin keluar. Ya, itu sulit karena kami hampir meraih trofi juara.”
Merenungkan pertandingan di Wanda Metropolitano, sang manajer menegaskan bahwa timnya adalah tim yang lebih baik pada hari itu.
“Saya pikir kami lebih baik dari Liverpool,” tegasnya. “Itu bukan final yang hebat tetapi detail kecil membuat perbedaan.”
Setelah butuh beberapa waktu untuk pulih dari kekalahan, sang manajer mengatakan bahwa ia sekarang baru saja termotivasi untuk menjadi yang lebih baik di musim 2019-20.
“Pemenang dengan cepat move on,” kata sang pelatih. “Mungkin 10 hari seperti saya, atau 15 hari.”
“Ketika hari libur menjadi lebih buruk karena setiap hari anda memikirkan hal yang sama, tetapi ketika anda mulai berlatih anda meletakkan hal-hal buruk di masa lalu. Saat anda melupakan hal-hal buruk di masa lalu, api di dalam mulai muncul lagi.”
Sumber: Dikalahkan Liverpool, Pochettino Ogah Keluar Rumah

Cepat Atau Lambat Pochettino Akan Latih Man United

Football5star.com, Indonesia – Mantan Manajer Tottenham Hotspur, Tim Sherwood, memprediksi Mauricio Pochettino akan melatih Manchester United di masa depan.

“Ada banyak spekulasi bahwa Pochettino mungkin meninggalkan Tottenham untuk United atau Real Madrid, jadi para penggemar mungkin lega melihat Ole Gunnar Solskjaer dan Zinedine Zidane di kursi-kursi itu sekarang,” kata Sherwood di Soccerway.

Pochettino sudah hampir lima tahun menangani Tottenham. Ia berhasil menyulap The Lilywhites dari tim papan tengah menjadi langganan empat besar. Puncaknya adalah musim ini ketika pria asal Argentina itu membawa Tottenham lolos ke final Liga Champions.

Hal ini membuat United tertarik dengannya. Menurut Sherwood, meski United sudah mempermanenkan status Solskjaer, namun hal itu tak menjamin Setan Merah takkan mengejar tanda tangan Pochettino di masa depan.

Getty Images

“Tottenham tidak akan pernah bisa bernafas lega dengan Pochettino karena ia akan terus menjadi target bagi klub-klub besar yang mampu membawanya pergi. United memutuskan untuk memilih Solskjaer, tetapi itu bukan jaminan Mauricio tidak akan berada di ruang ganti mereka dalam waktu dekat.”

“Jika United memutuskan bahwa mereka telah melakukan kesalahan, Tottenham kembali ke titik awal yang berkeringat tentang masa depan Pochettino. Itulah cengkeraman yang dimiliki United sebagai salah satu klub terbesar di dunia. “

“Jika mereka mengidentifikasi seseorang sebagai manajer baru mereka, mereka akan mendapatkan yang mereka inginkan,” ucap Sherwood.

More News on Liga Inggris

.bscb-43647.bscb-43647 .section-heading.sh-t1 a:hover .h-text,.bscb-43647.bscb-43647 .section-heading.sh-t1 a.active .h-text,.bscb-43647.bscb-43647 .section-heading.sh-t1 > .h-text,.bscb-43647.bscb-43647 .section-heading.sh-t1 .main-link:first-child:last-child .h-text{color:#630060}.bscb-43647.bscb-43647 .section-heading.sh-t1.sh-s5 > .main-link > .h-text:after,.bscb-43647.bscb-43647 .section-heading.sh-t1.sh-s5 > a:first-child:last-child > .h-text:after,.bscb-43647.bscb-43647 .section-heading.sh-t1.sh-s5 > .h-text:first-child:last-child:after{color:#630060 !important}.bscb-43647.bscb-43647.bscb-43647 .section-heading.sh-t1:after{background-color:#630060}.bscb-43647.bscb-43647 .section-heading.sh-t1.sh-s8 .main-link .h-text:before,.bscb-43647.bscb-43647 .section-heading.sh-t1.sh-s8 .main-link.h-text:before,.bscb-43647.bscb-43647 .section-heading.sh-t1.sh-s8 > .h-text:before{border-right-color:#630060 !important}.bscb-43647.bscb-43647 .listing-item:hover .title a,.bscb-43647.bscb-43647 .listing-item-text-1 .post-meta a:hover,.bscb-43647.bscb-43647 .listing-item-grid .post-meta a:hover,.bscb-43647.bscb-43647 .listing-item .rating-stars span:before{color:#630060 !important}.bscb-43647.bscb-43647 .listing-item .rating-bar span,.bscb-43647.bscb-43647 .listing-item .post-count-badge.pcb-t1.pcb-s1,.bscb-43647.bscb-43647.better-newsticker .heading{background-color:#630060 !important}.bscb-43647.bscb-43647.better-newsticker .heading:after{border-left-color:#630060 !important}.bscb-43647 .bs-pagination .btn-bs-pagination:hover,.bscb-43647 .btn-bs-pagination.bs-pagination-in-loading{background-color:#630060 !important;border-color:#630060 !important;color:#fff !important}.bscb-43647 .listing-item-text-2:hover .item-inner{border-color:#630060 !important}.bscb-43647.bscb-43647.bscb-43647.bscb-43647 .term-badges.floated .term-badge a,.bscb-43647.bscb-43647 .bs-pagination-wrapper .bs-loading > div{background-color:#630060 !important;color:#fff !important}

Eks Pemain Klub Miliarder China Banyak yang Tampil di Final Liga…

Mesut Oezil Dijamin Tetap di Arsenal Musim Depan

Jadwal TV Liga Inggris Pekan ke-38: Penentuan Gelar Juara

The post Cepat Atau Lambat Pochettino Akan Latih Man United appeared first on Football5star Berita Bola.

Mauricio Pochettino Lega Pernah Tolak Tawaran Real Madrid

Gilabola.com – Mauricio Pochettino lega pernah tolak tawaran Real Madrid. Ia tidak, ia mungkin tak merasakan sampai ke final Liga Champions dengan Tottenham Hotspur.
Mauricio Pochettino merasa keputusan yang pernah ia buat tidak sia-sia bersama Tottenham Hotspur. Godaan Real Madrid nyaris menjauhkan dirinya dari peluang juara Liga Champions musim ini.
Terinspirasi kehebatan Liverpool, kubu Spurs sukses comeback terheboh dalam sejarah UCL. Panas lihat The Reds sanggup mempecundangi Barcelona, Pochettino berhasil membuat kejutan yang sama.
Kubu Spurs membuktikan jika mereka layak lebih lama lagi main di gelaran bergengsi tersebut usai mengalahkan wakil Belanda, Ajax Amsterdam. Wajar jika sang manajer kebanjiran pujian setelah pertandingan.
Mauricio Pochettino beranikan diri terus bela Tottenham Hotspur
Semuanya akan berbeda jika dulunya dia menerima pinangan Los Blancos. Pelatih Argentina itu mengakui jika dirinya pernah dapat tawaran melatih Gareth Bale pada bulan Juni tahun lalu. Ia tidak menerima lamaran Madrid karena ingin menghormati kontrak dengan klub London.

Berita Terkait

Tottenham Hotspur ke Final, Lucas Moura Layak Dibuatkan Patung
Harry Kane Kebelet Main Bela Tottenham Hotspur Di Final
Tottenham Hotspur Ke Final, Mauricio Pochettino Siap Pindah Klub

“Waktu itu benar-benar situasi yang sulit, karena itu adalah salah satu impian para manajer, menjadi pelatih klub besar. Saya harus bilang tidak, rasanya campur-campur,” kenang sang pelatih melalui El Pais.
“Kondisi itu menimbulkan konflik batin. Kalian tahulah jika seorang pelatih ingin pergi, maka dia pergi, tapi saya harus teken kontrak baru dengan Spurs dan saya merasa tidak bisa melakukan apa-apa lagi,” pungkasnya.
 
Sumber: Mauricio Pochettino Lega Pernah Tolak Tawaran Real Madrid

Tottenham Hotspur Ke Final, Mauricio Pochettino Siap Pindah Klub

Gilabola.com – Tottenham Hotspur ke final Liga Champions, Mauricio Pochettino siap pindah klub. Jelas kabar mengejutkan bagi fans Spurs.
Mauricio Pochettino tak sungkan memberikan kode jika tugasnya berpeluang berakhir di Tottenham Hotspur setelah mereka sanggup melaju ke final Liga Champions. Ia siap pergi meninggalkan Spurs setelah gelaran ini berakhir, juara untuk pertama kalinya dalam sejarah klub atau tidak.
“Rasanya akan sangat fantastis untuk menutup lembaran lima tahun dan pulang ke rumah,” ujar Pochettino saat sesi wawancara yang langsung membuat awak media terheran-heran.
Pada saat wartawan mengklarifikasi maksud dari sang manajer Argentina, apakah pernyataan itu berarti dirinya siap keluar dari Spur setelah laga final, ia membalas dengan tidak main-main. Ada nada kelelahan dari apa yang ia sampaikan.
“Untuk memenangkan Liga Champions bersama Spurs di situasi berbeda seperti ini, di musim ini, mungkin saya perlu berpikir untuk melakukan hal berbeda kelak. Saya tidak main-main, karena untuk bisa mengulangi keajaiban seperti ini lagi, kalian tahulah.. (tidak mudah),” ujarnya.
Tottenham Hotspur maju bersama Mauricio Pochettino
Spurs sendiri sudah membuat sejarah mereka dibawah kepelatihan Pochettino musim ini. Bisa sampai ke tahapan seperti ini sejak ke semi final European Cup di tahun 1962 dengan kalah lawan Benfica.

Berita Terkait

Mauricio Pochettino Lega Pernah Tolak Tawaran Real Madrid
Tottenham Hotspur ke Final, Lucas Moura Layak Dibuatkan Patung
Harry Kane Kebelet Main Bela Tottenham Hotspur Di Final

“Kami sekarang tengah hidup dalam impian kami. Lima tahun lalu saat kami datang, kami harus mengurangi jurang menuju empat besar, dan kemudian untuk meraih peluang main di Liga Champions,” lanjutnya lagi.
“Saya pikir tidak ada yang akan percaya kalau kami pada akhirnya bisa juga main di UCL selama tiga musim dan bertarung sampai ke babak ini,” pungkasnya.
Sebelum ke final Champions, Pochettino akan lebih dulu memimpin skuadnya di Liga Inggris. Mereka Akan melawan kubu Everton pada hari Minggu (12/5), pukul 21.00 Wib.
 
Sumber: Tottenham Hotspur Ke Final, Mauricio Pochettino Siap Pindah Klub

Barcelona Satu Level di Atas Manchester United

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, memberikan pendapat soal pertandingan yang mempertemukan Manchester United dengan Barcelona.

Manchester United berhasil membuat kejutan dengan menyingkirkan Paris Saint-Germain (PSG) di babak 16 besar. Ya, setelah lebih dulu kalah 0-2 di Old Trafford, tim besutan Ole Gunnar Solskjaer membalas dengan menuai kemenangan 3-1 di markas PSG.

Sementara itu, tim berjulukan Blaugrana sampai ke babak delapan besar Liga Champions dengan keunggulan agregat meyakinkan 5-1 atas Olympique Lyon.

Pertemuan kedua tim di perempat final rupanya cukup menarik perhatian Mauricio Pochettino. Menurutnya, Lionel Messi dkk masih berada satu level di atas Man United.

BBC

“Saya pikir dalam beberapa tahun terakhir Manchester United dibangun untuk memenangi hal-hal besar. Namun, memenangi kompetisi penting seperti Liga Champions atau Liga Inggris selalu tergantung dari detail-detail kecil,” kata Pochettino dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Mereka tentu memiliki pemain-pemain yang bisa menyulitkan Barcelona di Liga Champions. Namun, menurut saya, Barcelona masih satu level di atas Man United,” ujarnya.

Sebelumnya, Pochettino juga menyebut Barcelona merupakan tim favorit utama dalam persaingan gelar Liga Champions musim ini. Bahkan, melebihi tim sekelas Juventus atau Manchester City yang juga menjadi unggulan.

“Jika ada satu tim favorit yang memenangi Liga Champions, tentu Barcelona. Ernesto Valverde melakukan pekerjaan hebat. Mereka memiliki pemain-pemain dengan level luar biasa dan juga memiliki Lionel Messi,” ucap Pochettino.

“Ada tim lain seperti Manchester City atau Juventus yang selalu memiliki peluang memenangi kompetisi. Mereka didesain untuk itu,” tuturnya.

More News on Liga Champions

Pochettino Kecilkan Kans Tottenham Kalahkan Man City

Barcelona Satu Level di Atas Manchester United

Mauricio Pochettino: Barcelona Favorit Utama Juara Liga…

The post Barcelona Satu Level di Atas Manchester United appeared first on Football5star Berita Bola.

Jamie Redknapp Klaim MU Masih Inginkan Mauricio Pochettino

Jamie Redknapp Klaim MU Masih Inginkan Mauricio Pochettino- Eks gelandang timnas Inggris Jamie Redknapp belum lama ini mengungkapkan pendapatnya mengenai MU, Ole Gunnar dan Mauricio Pochettino. Menurutnya Manchester United belum memastikan Ole Gunnar sebagai pelatih tetap karena masih menginginkan Pochettino di kursi kepelatihan.
Sebelum United memecat Jose Mourinho, ada sejumlah nama manajer yang dikaitk-kaitkan dengan Setan Merah. Di antaranya adalah Laurent Blanc, Zinedine Zidane, hingga Pochettino.
Namun ketiga nama itu kemudian tidak lagi dikaitkan dengan United. Pasalnya Ole Gunnar Solskjaer tampil mengesankan setelah menggantikan Mourinho.
Solskjaer kemudian mendapatkan dukungan besar untuk bertahan dan jadi manajer permanen di Old Trafford. Namun sampai saat ini, manajemen Setan Merah belum mengubah statusnya tersebut.
Menurut Redknapp, prestasi yang ditunjukkan oleh Solskjaer sejauh ini sebenarnya sudah membuatnya pantas diangkat jadi manajer permanen United. Jadi ia sedikit heran mengapa manajemen Setan Merah masih belum mengubah statusnya.
“Pengaturan waktu adalah segalanya dalam sepakbola. Manchester United memiliki peluang sempurna untuk mengumumkan Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer permanen mereka,” cetusnya seperti diansir Goal International.
“Pagi hari setelah kemenangan sensasional mereka atas Paris Saint-Germain di Liga Champions ketika nilai manajer sementara mereka tidak mungkin lebih tinggi lagi,” sambungnya.
“Sebaliknya, mereka menahan diri. Apa yang mereka tunggu? Apakah klub masih harus diyakinkan bahwa ia adalah orang mereka yang tepat?”
Redknapp kemudian mencoba menerka apa alasan United belum mengubah status Solskjaer. Ia menduga pihak MU masih memiliki keinginan untuk menggunakan jasa Pochettino, yang notabene lebih berpengalaman ketimbang Solskjaer.
“Masalah menjadi rumit dengan kembalinya Zinedine Zidane ke Real Madrid. Sekarang pintu telah tertutup untuk Mauricio Pochettino, United berada di posisi terdepan untuk mencoba menggodanya menjauh dari Tottenham,” ujarnya.
“Pochettino adalah kandidat nomor satu untuk menggantikan Jose Mourinho. Ia memiliki rekam jejak yang luar biasa ketika datang untuk meningkatkan pemain dan telah menetapkan Spurs sebagai tim empat besar, meskipun tangannya terikat di dua jendela transfer terakhir,” terangnya.
“Terlepas dari performa buruk Tottenham baru-baru ini, ia tetap menjadi kandidat terkuat dan akan menjadi pilihan yang lebih menarik jika musim United tidak berakhir pada posisi tinggi,” cetusnya.
The post Jamie Redknapp Klaim MU Masih Inginkan Mauricio Pochettino appeared first on bolamagz.net.