Tim Liga Inggris Dominasi Skuat Termahal di Eropa

Football5star.com, Indonesia – Liverpool menjadi tim dengan komposisi pemain termahal di pasar transfer lima klub top Eropa. Tidak hanya Liverpool, empat tim Liga Inggris lain juga masuk jajaran klub di Eropa dengan skuat termahal.

Dikutip Football5star.com dari bbc, Selasa (17/3/2020) lembaga riset CIES Football Observatory menempatkan Liverpool sebagai tim dengan skuat termahal di Eropa.

Skuat Liverpool menurut hasil riset CIES Football Observatory memiliki nilai 1,4 miliar euro. CIES menggunakan sejumlah variabel untuk menentukan skuat termahal diantaranya soal usia pemain, kinerja, nilai ekonomi klub hingga angka inflasi.

bbc

Di bawah Liverpool, ada klub Liga Inggris lainnya, Manchester City. Anak asuh Pep Guardiola memiliki nilai mencapai 1,24 miliar euro.

Di urutan ketiga dan keempat ada dua tim kuat Liga Spanyol, Barcelona dan Real Madrid. Lionel Messi dan kawan-kawan memiliki nilai mencapai 1,17 miliar euro. Sedangkan skuat Madrid memiliki nilai 1,1 miliar euro.

Sedangkan tiga tim liga Inggris lain yang masuk sebagaim tim dengan skuat termahal adalah Chelsea, Manchester United, dan Tottenham Hotspur.

Yang menarik tim kaya Prancis, Paris Saint Germain (PSG) hanya memiliki nilai 979 miliar euro. Angka ini di bawah skuat Manchester United yang memiliki nilai 1,07 miliar euro.

Padahal menurut riset CIES, striker PSG, Kylian Mbappe merupakan striker dengan nilai transfer termahal yakni 227 juta euro.

The post Tim Liga Inggris Dominasi Skuat Termahal di Eropa appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Chamberlain Dipuji Setumpuk Usai Liverpool Tumbang di UCL, Ini Alasannya

Gilabola.com – Setelah Liverpool dipastikan tersingkir di Liga Champions paska kalah agregat 2-3 kontra Atletico Madrid. Eks Chelsea, Chris Sutton menyebut Alex Oxlade Chamberlain layak mendapatkan predikat Man of The Match nya The Reds dilaga tersebut.
Pasalnya, laga yang berlangsung di Anfield pemain Timnas Inggris itu mampu memberikan kontribusi yang besar. Dimana tampil ciamik dan apik sepanjang 82 menit. Bahkan gol pembuka Merseyside Merah di menit ke 43 lewat tandukan Georginio Wijnaldum usai Chambo sapaan akrab sang pemain memberikan assist yang sangat luar biasa.
Tentu saja jika eks pemain Arsenal itu tidak bekerja keras di jalannya pertandingan. Maka anak asuh Jurgen Klopp bisa dibilang akan mengalami rasa frustasi yang sangat besar. Bagaimana tidak, sejak menit-menit awal kubu tuan rumah sudah tancap gas agar bisa menciptakan gol cepat. Namun sayangnya berbagai peluang dari para punggawa Liverpool mampu dimentahkan oleh Jan Oblak.
Ya, kiper asal Slovenia itu tampil sangat fantastis mengawal jala gawang Atletico. Bahkan jutaan pasang mata yang menonton laga Super Big Match tersebut bakalan geleng-geleng kepala. Karena peluangnya memang sangat banyak dan seharusnya Si Merah bisa pesta gol. Apalagi kandang mereka terkenal sangat angker. Namun hal itu tampaknya sudah tak berlaku lagi.
Kendati rival Everton itu tersingkir menyakitkan di depan ribuan fansnya. Akan tetapi Sutton yang kini menjadi pengamat dan komentator sepakbola itu menilai Chamberlain yang tidak tampil full tetap pantas mendapatkan kredit yang besar. Karena sudah memberikan kontribusi yang luar biasa.
“Oxlade Chamberlain ditarik keluar setelah 82 menit berlari di atas lapangan,”Tulis Chris Sutton di kolom Daily Mail.
“Dia saya pikir seharusnya bisa berbangga dengan penampilannya. Dia [Chamberlain] telah memberikan segalanya, dan kontribusinya benar-benar telah meninggalkan keseimbangan.”Tutupnya.
Sedangkan Chamberlain di musim ini total sudah tampil sebanyak 21 kali di Premier League. Akan tetapi hanya 13 kali dirinya tampil sebagai starter dibawah arahan Jurgen Klopp.
Untuk urusan mencetak gol, pemain akademi Southampton yang dibesarkan namanya di dunia sepakbola oleh Arsenal itu sudah membukukan tiga gol.
Sumber: Chamberlain Dipuji Setumpuk Usai Liverpool Tumbang di UCL, Ini Alasannya
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Henderson Kecewa Berat Liverpool Tersingkir di Liga Champions, Tapi…

Gilabola.com – Usai Liverpool kalah agregat 2-3 sekaligus tersingkir melawan Atletico Madrid di leg kedua Liga Champions, Kamis (12/3/2020) dini hari WIB. Jordan Henderson mengaku sangat frustasi timnya kalah memalukan. Namun ia tetap meminta agar rekan setimnya fokus di laga berikutnya.
Rasa kecewa yang di tunjukan oleh sang kapten boleh dibilang sangatlah wajar. Pasalnya The Reds yang tampil di Anfield mempunyai berbagai macam peluang emas. Tapi sayangnya gagal menjadi gol untuk memenangkan pertandingan. Hal ini tak lepas dari kurang tenangnya anak asuh Jurgen Klopp dalam mengelolah peluang tersebut.
Alhasil selain ke angkeran stadion mereka ternodai. Maka dipastikan musim ini Si Merah juga gagal mempertahankan trofi kuping gajah. Bahkan kesaktian Klopp dalam meracik timnya bisa dibilang telah pudar.
Kendati timnya saat ini benar-benar tengah dalam tekanan yang hebat. Namun punggawa Timnas Inggris tersebut juga meminta agar rekan-rekannya bersiap untuk menatap laga berikutnya melawan Everton dalam partai yang bertajuk Derby Merseyside, Selasa (17/3/2020) dini hari WIB.
“Malam ini dan besok itu tidak akan terasa menyenangkan, tapi kita harus tetap menerimanya dan menyelesaikan musim ini dengan baik,”Kata Jordan Henderson seperti dikutip Daily Mail.
“Kita akan segera memiliki laga Derby berikutnya, jadi itulah yang dibutuhkan dimana fokus untuk mengubahnya menjadi secepat mungkin.
“Tentu saja kami sangat kecewa. Padahal penampilan kita secara menyeluruh boleh dibilang sangat baik.
“Kami sudah mengerahkan semuanya ke dalam pertandingan dan kami harus kecewa. Jadi kita harus fokus setiap saat. Karena dengan kesalahan apapun, maka bisa merugikan anda.
“Kami benar-benar kecewa dengan hasilnya secara keseluruhan. Ya, kita harus menanggungnya.”Tutup Henderson.
Sementara itu, jika melawan Everton di Goodison Park kembali menelan kekalahan atau hasil imbang. Maka hal ini jelas membuat Liverpool untuk menggelar pesta kemenangan meraih Premier League bakal terganggu.
Pasalnya lawan-lawan mereka dipastikan bersemangat ingin meniru apa yang dilakukan oleh Watford di laga tersisa ini.
Sedangkan di sisi lain laga kedua tim juga bisa saja tertunda. Sebab virus corona di Inggris kian membahayakan. Dimana hal ini usai pelatih Arsenal, Mikel Arteta dinyatakan positif terjangkit, Jumat (13/3/2020).
Sumber: Henderson Kecewa Berat Liverpool Tersingkir di Liga Champions, Tapi…
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Liverpool Keok di Liga Champions, Begini Komentar Michael Owen

Gilabola.com – Usai Liverpool kalah agregat 2-3 melawan Atletico Madrid di leg kedua Liga Champions, Kamis (12/3/2020) dini hari WIB. Michael Owen menyatakan bekas klubnya tersebut tetaplah yang terbaik di Eropa.
Laga yang berlangsung di Anfield tersebut, boleh dikatakan sangat menarik dan seru sejak menit awal hingga akhir pertandingan. Bagaimana tidak, tuan rumah yang ingin sekali memenangkan laga selalu digagalkan peluangnya oleh Jan Oblak. Dan pada menit ke 43 lah The Reds baru mampu membuka keunggulan lewat sundulan Giorginio Wijnaldum.
Di paruh kedua, permainan anak asuh Jurgen Klopp kian menggila. Hasilnya di menit ke 90 Roberto Firmino berhasil memperbesar keunggulan timnya. Namun sayangnya gol pemain asal Brasil itu di langsung responi Atletico tiga menit kemudian lewat Marcos Llorente yang mana mendapatkan umpan matang dari Joao Felix setelah memanfaatkan blunder Adrian. Hingga laga usai babak kedua, tidak ada lagi gol yang tercipta.
Hasilnya untuk menentukan pemenang, pertandingan harus di lanjutkan ke perpanjangan waktu. Dan Liverpool yang selama 90 menit penuh tampil menyerang justru harus kedodoran. Mereka pun harus kembali kebobolan lewat kaki Llorente lagi di menit 105 dan Alvaro Morata. Usai laga Klopp dan anak asuhnya pun mendapatkan kritikan pedas. Pasalnya gagal memenangkan laga dan mempertahankan trofi si kuping gajah pada musim ini.
Meski kes timnya terus ditekan, namun Owen yang pernah merumput di Merseyside Merah dari tahun 1996 hingga tahun 2004 itu tetap menilai Liverpool klub yang masih terbaik di benua biru. Dimana ia sependapat perbedaan laga tersebut terletak pada kualitas kiper.
“Liverpool memang sudah tersingkir, dan saya pun tak ragu bahwa mereka tetap tim terbaik di Eropa saat ini,”Kata Michael Owen kepada BT Sports.
“Ya, mereka telah dikalahkan dua kali tetapi mereka [Liverpool] masih tetap menjadi tim yang terbaik di Eropa dan mereka benar-benar luar biasa selama tampil 90 menit penuh.
“Seperti yang dikatakan Rio Ferdinand, perbedaan terletak antara kedua kiper.”Tutupnya.
Sementara itu, dengan hasil kekalahan yang di dapat Liverpool. Maka semakin memperpanjang daftar hasil negatif Jordan Henderson CS. Pasalnya di laga sebelumnya mereka kalah dari Watford 3-0 dan tersingkir di putaran kelima Piala FA kontra Chelsea.
Sumber: Liverpool Keok di Liga Champions, Begini Komentar Michael Owen
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Liverpool Kecolongan 10 Kasus Baru Usai Lawan Atletico

Gilabola.com – Liverpool dan pemerintah Inggris dikritik usai laga Liga Champions kekalahan lawan Atletico Madrid. Bukan 1 tapi 10 kasus baru corona mereka dapat.
The Reds yang sebelumnya diprotes Diego Simeone yang menyebut adanya ketidakadilan dalam laga mereka saat ini tengah dibuat pusing kasus virus corona. Kedatangan para fans tim lawan yang bernama lengkap Club Atletico de Madrid itu berujung pada 10 kasus positif terdampak virus covid-19 yang baru.
Laga sengit itu memang dibuka seperti biasa saat kekhawatiran akan penyebaran sang virus tengah bermunculan di mana-mana. Keputusan membolehkan 3000 fans Atletico datang dari Kota Madrid, salah satu daerah terparah paparan corona, berbuah petaka.
The Liverpool Echo melaporkan jika 10 kasus baru penyebaran virus ini di Inggris datang dari wilayah tempat kandang The Reds berada usai laga tersebut. Karuan publik berang dan mengkritik kelalaian pihak berwenang hingga menyebabkan masalah penyebaran virus itu ikut meningkat di Inggris.
“Seribuan fans Atletico datang ke sini, padahal kota mereka lagi di lockdown, TERMASUK semua pertandingan mereka, karena Madrid lagi diserang virus ini (782 kasus, 35 kematian). Benar-benar gila. Apa yang sebenarnya lagi dilakukan oleh pemerintah Inggris?” tulis Piers Morgan mewakili kemurkaan masyarakat Inggris.
Liverpool kalah lawan tim super parkir bus
Hal ini karuan menambah duka The Reds yang bagaikan sudah kalah, tertimpa tangga pula. Dalam laga yang berakhir skor 2-3 itu, kubu Jurgen Klopp kesulitan membongkar taktik super bertahan yang digunakan kubu Diego Simeone.
Georginio Wijnaldum mencetak The Reds di menit ke-43 saat Roberto Firmino mencetak gol di menit ke-94. Sementara kubu Atletico dapat gol melalui sumbangan Marcos Llorente di menit ke-97 dan menit ke-105+1 serta Alvaro Morata di menit ke-120+1.
Statistik berbicara jika kubu tim tamu terlalu parkir bus dalam laga tersebut. Mereka hanya melepas 10 tendangan berbanding 34 tendangan kubu Klopp. Tendangan ke gawang mereka juga hanya 6 berbanding 11 dari kubu Anfield.
Tim Atletico juga hanya melakukan penguasaan bola sebesar 28 persen berbanding 72 persen. Operan Atleti hanya 363 kali berbanding 854 milik The Reds. Kedua tim sama-sama berbagi 17 kali pelanggaran dalam laga tersebut.
Sumber: Liverpool Kecolongan 10 Kasus Baru Usai Lawan Atletico
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Diego Costa Pancing Kritik Usai Bercanda Soal Corona

Gilabola.com – Diego Costa sukses strike pancing kritik usai sang pemain klub kontestan Liga Champions Atletico Madrid bercanda soal virus corona.
Diego Costa yang awalnya memulai karir bola di Brasil sebelum bergabung ke Braga di tahun 2006 itu saat ini tengah mendapatkan kritik pedas suporter. Pemain Atletico Madrid yang hanya beruntung kalau lawan tim tanpa Cristiano Ronaldo itu bercanda soal virus corona dengan pura-pura batuk saat lewati awak media.
Momen singkat itu terjadi di Anfield saat ia akan pergi usai pertandingan. The El Chringuito TV merilis cuplikan momen Costa saat melewati kerumunan wartawan yang ingin mewawancarainya. Ogah berhenti, Costa yang mengenakan setelan jas itu terus berlalu sambil pura-pura batuk.
Candaan singkat itu ia lakukan saat dunia lagi dihebohkan oleh penyebaran virus corona. Karuan banyak suporter klub bola yang kesal dan berbalik mengkritik ulah yang tidak tepat waktunya tersebut.
Diego Costa dinilai tak pantas bercanda soal corona
“Sama sekali tidak cerdas,” ujar pemilik akun Adrian dengan kesal. “Costa hanya berjalan terburu-buru sambil berpura-pura batuk saat melewati wartawan. Sama sekali bukan jenis candaan yang pantas dan tidak lucu,” timpal Carl Markham.
Costa sendiri main biasa-biasa saja di laga tersebut. Ia bermain selama 56 menit dan bereaksi marah saat ditarik keluar lapangan dengan menendang tas dan beberapa botol minuman.
Pemain yang menggantikan Costa, Marcos Llorente, malah lebih bersinar dengan mencetak 2 gol. Suporter Liverpool juga dibuat kesal Costa sebelum laga dimulai saat dirinya melempar bola dengan pongah di depan mereka.
Di gelaran Liga Champions musim ini, Costa baru main di 6 pertandingan dengan tanpa gol. Meski tidak mencetak gol, namun dirinya membuat 1 assist dan 1 kartu kuning. Sementara di La Liga Costa sudah turun di 13 pertandingan dengan menghasilkan 2 gol, 2 assist dan 2 kartu merah.
Sumber: Diego Costa Pancing Kritik Usai Bercanda Soal Corona
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Virgil van Dijk: Tersingkir di Liga Champions, Liverpool Bangkit di Everton

Gilabola.com – Virgil van Dijk mengaku sulit melihat hal-hal positif setelah Liverpool tersingkir di Liga Champions. Tapi, ia yakin the Reds bisa lupakan kekecewaan gagal mengulang sukses musim lalu.
Pertahanan The Reds atas gelar juara Liga Champions mereka musim lalu, akhirnya selesai di babak 16 besar kompetisi bergengsi tersebut musim ini, setelah the Reds dikalahkan Atletico Madrid 2-3 di Anfield. Klub La Liga itupun memastikan kemenangan agregat, 4-2.
Skuad asuhan Jürgen Klopp itu sebenarnya bisa mendominasi pertandingan leg kedua, Kamis (12/3) dinihari, dan mencetak gol melalui aksi Georginio Wijnaldum serta Roberto Firmino, sebelum tiga gol Atletico di masa perpanjangan waktu berhasil mengamankan tiket di perempat final.
Van Dijk pun sempat ditanya, bagaimana ia membesarkan hati dengan hasil pertandingan yang jauh dari apa yang diharapkan.
“Ya, tapi kami tahu, kami punya kualitas itu. Kami tahu, kami telah berusaha melakukannya sekuat tenaga di sepanjang musim, saya pikir banyak orang telah melupakan hal itu dengan secepat kilat, jika segala sesuatunya tidak berjalan baik dalam beberapa pertandingan. Tapi, itulah kenyataannya, bagaimana cara orang memandang kami,” tandas Van Dijk dalam wawancara dengan situs resmi Liverpool.
“Kami luar biasa di sepanjang musim dan kami harus terus melakukan apa yang kami lakukan selama ini. Hal itu pastinya tidak mudah, tapi masalahnya sekarang adalah, memastikan bahwa kami siap untuk pertandingan yang sangat sulit pada Senin pekan depan (vs Everton),” tandas Virgil van Dijk yang juga andalan lini belakang Timnas Belanda itu.
Satu hal terpenting, menurut Van Dijk, keluarnya the Reds dari Liga Champions musim ini menjadi pukulan besar bagi timnya. Terutama, ketika skuad Jurgen Klopp itu selalu berhasil melaju ke final dalam dua tahun berturut-turut. Apalagi, tahun lalu, the Reds-lah yang memenangkannya.
“Pada tahap ini, kami merasa sudah dekat. Sembilanpuluh menit yang kami mainkan, 95 menit yang kami mainkan, sangat luar biasa menurut saya. Kami berhasil membawa lawan berada di bawah tekanan, (dan) saya pikir semuanya terjadi seperti yang kami inginkan,” tambahnya.
“Kami menciptakan peluang bagus. Satu-satunya masalah adalah, mereka punya penjaga gawang yang cukup bagus di tim mereka, jadi itu juga bagian dari sepakbola,” ungkap Van Dijk.
Virgil van Dijk pun tegaskan, jadwal pertandingan berikutnya akan menjadi kesempatan sempurna untuk bangkit dari keterpurukan saat ini, bahkan dari kekalahan demi kekalahan yang dialami the Reds belakangan ini.
Liverpool dijadwalkan untuk lakukan perjalanan singkat melintasi Stanley Park pada Senin malam waktu setempat, atau Selasa (17/3) dinihari WIB, untuk berkunjung ke markas Everton di Goodison Park. Pertandingan Liga Premier ini akan menjadi derby Merseyside edisi ke-236 di antara kedua tim.
“Semua orang ingin bermain dalam pertandingan itu. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, tantangan besar, dan sesuatu yang harus kita semua nikmati,” tandasnya.
“Tapi, untuk sekarang, jelas kita memastikan kita harus pulihkan diri, lalu mengangkat kepala kita lagi, karena kita tidak pernah kalah di sini untuk waktu yang sangat lama, walau itulah yang terjadi,” ujar Van Dijk.
Sumber: Virgil van Dijk: Tersingkir di Liga Champions, Liverpool Bangkit di Everton
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Simeone Sebut Adanya Ketidakadilan Dari Kekalahan Liverpool Oleh Atletico

Gilabola.com – Meski gembira dengan sukses timnya, pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone mengakui ada elemen ketidakadilan dari kandasnya Liverpool oleh timnya.
Simeone memang terkenal sebagai pelatih yang ekspresif dan cukup vokal dalam mengungkapkan opininya. Selain mengkekspresikan rasa gembiranya dengan sukses Atletico dalam mengalahkan juara bertahan Liga Champions Liverpool, pelatih asal Argentina itu juga mengakui ketidakdailan yang dialami the Reds.
Namun, bagi sang pelatih ketidak adilan bukan berdasarkan skor ataupun dominasi permainan namun lebih ke faktor aturan pertandingan. Adanya peraturan mengenai gol tandang dan kesempatan bagi Atletico untuk mencetak tiga gol balasan lewat extra time di Anfield adalah ketidakadilan yang dimaksud oleh Simeone.
“Apa yang ingin dan akan saya katakan pertemuan pelatih di UEFA nanti adalah apa yang menurut saya sesuatu yang tidak adil,”ujar Simeone pada konferensi persnya seperti yang dikutip Liverpool Echo.
“Ketidakadilan pada hari ini adalah karena kami memiliki waktu 30 menit pada masa extra time untuk mencetak tiga gol tandang. Liverpool tidak pernah memiliki hal itu. Kami punya tambahan waktu 30 menit lagi untuk mencetak gol tandang dan Liverpool tidak memilikinya. Itu tidak adil.”
Menurut Simeone peraturan tersebut memang memberikan keuntungan besar bagi timnya melawan Liverpool. Akan tetapi sang pelatih tidak menampik bahwa ada kemungkinan aturan yang sama justru akan merugikan timnya di kemudian hari.
“Peraturan tersebut memberikan keuntungan bagi kami pada hari ini, tetapi pada masa depan itu mungkin akan memberikan kerugian bagi kami. Liverpool memiliki waktu 30 menit lebih sedikit dari kami untuk mencetak gol tandang. Itu hal yang salah.”
Selain membicarakan mengenai peraturan gol tandang tersebut, pelatih asal Argentina itu juga menjawab kritik yang ditujukan oleh pelatih the Reds, Jurgen Klopp mengenai gaya permainan Atleti. Simeone mengaku menerima dan respek terhadap pendapat rivalnya itu, namun menurut mantan taktisi Catania tersebut timnya hanya berusaha kekurangan lawan dan mencari kemenangan.
“Saya menghormati identitas dan kualitas pemain-pemain yang mereka miliki. Kami berusaha mengeksploitasi kekurangan dari lawan kami. Itulah yang kita lakukan, dan kita juga berusaha untuk menang.”
Sumber: Simeone Sebut Adanya Ketidakadilan Dari Kekalahan Liverpool Oleh Atletico
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Klopp Tidak Klop, Teriaki Penggemar Liverpool Bodoh

Juergen Klopp tidak klop dengan beberapa penggemar Liverpool, meneriaki mereka ‘dasar bodoh’ setelah mencoba bersalaman dengannya jelang dimulainya laga Liga Champions The Reds melawan Atletico Madrid pada Kamis (12/3) dinihari.
Ketika pelatih Liverpool Juergen Klopp berjalan keluar dari lorong Anfield Stadium, sejumlah penggemar The Reds mengulurkan tangan mereka untuk melakukan tos atau berjabat tangan dengan si pelatih Jerman itu. Klopp bereaksi dengan marah dan menjauh dari mereka sebelum berteriak: “Jauhkan tanganmu, dasar bodoh.”

No handshakes before the game and these people think they're getting high-5s off the players? 🤯Klopp was having none of [email protected] pic.twitter.com/yXtrVRA51J
— BenchWarmers (@BeWarmers) March 11, 2020

Jabat tangan antar pemain dan wasit telah dilarang oleh Liga Inggris dan sejumlah liga lain di seluruh Eropa dalam upaya untuk mencegah memburuknya penyebarnya virus Covid-19 di benua biru itu.
Klopp bahkan menolak untuk menjabat tangan manajer Atletico Madrid Diego Simeone sebelum pertandingan dan sebagai gantinya memilih melakukan sentuhan siku sebagai alternatif jabat tangan. Tidak ada jabat tangan pra-pertandingan antara para pemain juga pada laga babak leg kedua babak 16 besar pada Kamis dini hari.

Coronavirus handshake Klopp 🤝 Simeone 😂 pic.twitter.com/tGguxbsA66
— RedScouserBrasil (@redscouserbr) March 11, 2020

Penyakit ini bisa menular ketika seseorang yang menderita COVID-19 batuk atau menghembuskan napas dan mereka melepaskan droplet atau tetesan cairan yang terinfeksi melalui mulut atau hidungnya.
Situasi dengan cepat memburuk di seantero Eropa setelah Italia menjadi negara dengan jumlah infeksi dan kematian terbesar di luar China. Angkanya sudah mendekati 13 ribu penderita dan 827 kematian. Urutan terburuk berikutnya berturut-turut adalah Iran, Korea Selatan, Prancis, Spanyol dan Jerman.

Klopp juga tidak klop minggu lalu saat ditanya wartawan soal dampak coronavirus minggu lalu, tetapi mengubah cara berbicaranya menjelang pertandingan, Rabu, ketika masalah itu muncul lagi, mengakui bahwa situasinya sudah semakin serius.
“Ada hal-hal yang lebih penting daripada sepakbola,” kata manajer Liverpool Juergen Klopp awal pekan ini. “Saya pikir kita menyadarinya lagi pada saat ini. Yang kita butuhkan adalah waktu untuk menemukan solusi untuk itu. Bagaimana kita bisa menang saat itu? Dengan menghindari situasi yang berbeda.”
“Apa yang kita lakukan dengan tidak berjabatan tangan adalah mengirim tanda. Ini bagus untukmu, bagus untukku, bahwa kita tidak berjabat tangan sekarang.”
“Sangat penting bahwa 22 pemain yang benar-benar sehat mengirimkan tanda ini untuk masyarakat. Bermain sepak bola hanyalah sebuah permainan. Kita bukan masyarakat, kita hanya bagian dari masyarakat dan kita semua harus khawatir pada saat yang bersamaan.”
“Itulah tepatnya yang saya tidak suka – Anda duduk dan bertanya kepada saya pertanyaan ini, tetapi Anda terbang dari Madrid untuk berada di sini. Jadi tetaplah di sana – mereka telah meliburkan sekolah-sekolah dan Anda jelas khawatir.”
“Tapi Anda pikir layak untuk bepergian atau apa pun ke pertandingan sepak bola. Jadi itulah masalah kita bersama – kami bermain sepakbola, tetapi kita tidak bisa menghentikannya (penyebaran virus) dengan sepakbola. Kami melakukan apa yang harus kami lakukan.”
Sumber: Klopp Tidak Klop, Teriaki Penggemar Liverpool Bodoh
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Dua Kali Bobol Gawang Liverpool Dilaga Penentu, Ini Respon Marcos Llorente

Gilabola.com – Setelah berhasil mencetak dua gol dan membawa Atletico Madrid menang agregat 3-4 atas Liverpool di 16 besar Liga Champions, Kamis (12/3/2020) dini hari WIB. Marcos Llorente mengaku sangat senang bisa membawa timnya menang lewat sepasang golnya.
Laga yang berlangsung di Anfield tersebut. Tuan rumah memang mendominasi jalannya pertandingan. Dimana mereka mempunyai berbagai macam peluang emas. Tapi hanya dua yang bisa menjadi sebuah gol masing-masing lewat Georginio Wijnaldum menit 43 dan Roberto Frimino menit 90.
Namun Llorente yang masuk sebagai pemain pengganti. Dimana menggantikan peran Diego Costa di menit ke 56 berhasil menjawab kepercayaan yang diberikan oleh pelatih Diego Simeone. Ya, pemain asal Spanyol tersebut berhasil mencatatkan namanya di papan skor masing-masing dimenit ke 97 dan pada babak perpanjangan waktu menit ke 105. Sedangkan gol penutup lewat kaki Alvaro Morata.
Sontak usai laga Llorente pun dipuja-puji oleh para suporter Los Rojiblancos. Pasalnya dua golnya lah benar-benar sudah mematikan permainan klub asal Merseyside. Setelah jalannya pertandingan bekas pemain Real Madrid itu pun tak bisa menutupi rasa bahagianya.
Berita Terbaru

VIDEO: Ada Arwah Nonton Liga Champions, Juventus Bisa Juara Tanpa…
VIDEO: Liverpool vs Atletico Madrid, The Reds Bangkit Atau Makin…
Alasan 20 Pemain Sepak Bola Ini Bakal Melejit Namanya di…
Skenario Terbaik Liverpool Rayakan Gelar Juara Liga Inggris, Catat Tanggal…
Strategi Napoli Bikin Barcelona Kewalahan di Liga Champions! Berkat Jose…

“Saya sangat senang untuk tim dan klub. Tadi adalah pertandingan bersejarah melawan tim yang luar biasa dengan intensitas yang tinggi dan stadion yang indah,”Kata Marcos Llorente kepada BT Sports.
“Mereka terus menekan kami dan memberikan ancaman, akan tetapi ini tak menjauhkan dari rencana kami dan dengan semua usaha para pemain kita berhasil melakukannya.
“Ini benar-benar memberikan saya rasa kegembiraan yang luar biasa karena, meskipun kelihatannya sederhana saja, akan tetapi tak mudah untuk bisa memenangkan laga ini.”Tutupnya.
Sementara itu, jika melihat statistik sang pemain di musim ini. Llorente tercatat sudah tampil sebanyak 18 kali di kompetisi La Liga. Namun baru 8 pertandingan ia sebagai stater.
Parahnya lagi ia baru hanya mencetak 1 gol saat Atletico bermain imbang 2-2 kontra tuan rumah Valencia pada (14/2). Namun pemain berusia 25 tahun itu ketika diberikan kesempatan tampil kontra Liverpool benar-benar tampil fantastis.
Menariknya lagi meski jarang bermain di skuad utama. Namun dirinya tak tampil gugup di Anfield. Sebagaimana diketahui kala tim-tim besar datang ke markas Si Merah akan mendapatkan teror berupa kebisingan nyanyian para fans.
 
Sumber: Dua Kali Bobol Gawang Liverpool Dilaga Penentu, Ini Respon Marcos Llorente
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap