Liverpool vs Atletico Madrid Seharusnya Dibatalkan, Penyesalan Terlambat

Gila Bola – Laga Liverpool vs Atletico Madrid pada ajang Liga Champions pertengahan Maret 2020 seharusnya dibatalkan, demikian penyesalan terlambat dari pejabat di kedua negeri tersebut.
Dari kubu negeri Spanyol, penyesalan soal berlangsungnya laga Liverpool vs Atletico Madrid pada 11 Maret itu datang dari walikota Madrid, yang mengaku salah mengizinkan para pendukung Los Rojiblancos bepergian ke Inggris.
Pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions itu dilangsungkan di Stadion Anfield, Liverpool. Ada lebih 3.000 orang terbang dari kota Madrid untuk menghadiri pertandingan yang berhasil dimenangkan anak-anak Diego Simeone dengan skor 3-2 (agregat 4-2). Dan kini walikota Madrid Jose Luis Martinez-Almedia mengaku salah, keputusan mengizinkan mereka semua pergi ke Inggris merupakan “sebuah kesalahan”.
Siapa menulari siapa tidak jelas di sini. Tapi dalam pandangan umum di Spanyol, kepergian 3.000 orang sekaligus ke Anfield diperkirakan membawa pulang penyakit Covid-19 dan menjadi alasan tingginya angka terpapar di ibukota negeri itu sampai dengan hari ini. Spanyol mencatatkan diri sebagai negara terburuk di Eropa dalam jumlah infeksi, dan negara terburuk kedua di seluruh dunia setelah Amerika Serikat.
Pada saat 3.000 orang itu berduyun-duyung tandang ke laga Liverpool vs Atletico Madrid, Spanyol sebenarnya sudah menutup sekolah-sekolah dan sudah melarang kerumunan lebih dari seribu orang. Jadi kenapa kerumunan 3.000 orang di tribun penonton di Anfield boleh terjadi? Tepat ketika pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions itu dimainkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai sebuah pandemik (wabah yang melanda seluruh dunia) dan pertandingan di Anfield pada tanggal 11 Maret itu menjadi laga terakhir sebelum kompetisi elit Eropa itu dihentikan sama sekali.
“Tidak masuk akal [bahwa di tengah sekolah-sekolah ditutup dan kerumunan di atas 1.000 orang dilarang] ada 3.000 orang fans Atletico bepergian ke Anfield,” tukas walikota Madrid Martinez-Almedia kepada Onda Cero radio. “Itu merupakan sebuah kesalahan. Tapi saya berharap bahwa pada saat itu ada sedikit lebih banyak sikap kehati-hatian.”
Dari pihak tuan rumah Liverpool, seorang pejabat kesehatan di kota menilai, pertandingan Liverpool vs Atletico Madrid itu sudah seharusnya dibatalkan. Kehadiran 3.000 pendukung Los Rojiblancos dari Spanyol diperkirakan menjadi penyumbang tingginya tingkat infeksi di kawasan Merseyside.
Bukan hanya kedua pejabat itu yang menyesal, para pendukung The Reds juga menyesali pertandingan tersebut, berharap sang juara bertahan Liga Champions bisa mengulanginya dan menghindari kekalahan 3-2 (agregat 4-2) di tangan Atletico.
Sumber: Liverpool vs Atletico Madrid Seharusnya Dibatalkan, Penyesalan Terlambat
Berita Bola

Loris Karius Curhat Masih Trauma Dapat Ancaman Pembunuhan

Gilabola.com – Loris Karius ternyata masih takut setengah mati akibat ancaman pembunuhan dari laga mimpi buruk di Liga Champions saat bela Liverpool.
Loris Karius bulan lalu sudah dipikirkan Liverpool untuk dilempar ke klub Bundesliga, Hertha Berlin. Kini sang pemain Besiktas mengungkapkan jika dirinya masih trauma usai laga final Liga Champions antara Liverpool kontra Real Madrid di Kiev yang berakhir kalah skor 3-1.
Membuat emosi klub dan suporter akibat blunder demi blunder yang ia lakukan di laga tersebut, Karius langsung ditendang ke klub Turki untuk masa peminjaman 2 tahun. Ia masih dalam masa kontrak di Anfield sampai 2022 mendatang, namun kini lebih ingin ke gelaran Jerman.
Kini setelah lama tidak terdengar sang pemain curhat jika dirinya belum bisa mudah melupakan kenangan pahit di laga final Liga Champions yang pernah ia lakoni. Karius tidak menyalahkan para suporter The Reds, karena mereka sudah membayar tiket dan berhak untuk marah.
Video Bola

Real Madrid Datangkan 3 Striker Sekaligus – Barcelona Gugat Mantan…
Wonderkid Jepang Menuju Milan – Ayah Tiri Neymar Brondong –…
Ronaldo Messi Salah, Siapa Yang Paling Cantik? – Ciro Immobile…

Meski sah-sah saja marah, namun menurutnya para suporter sudah berlebihan saat mulai menyerang dengan ancaman pembunuhan. Ia juga kesal dengan para suporter yang beraninya di media sosial saja, namun bungkam saat bertemu langsung dengan dirinya di jalanan.
Loris Karius masih ingin kembali ke Liverpool lagi
Karius juga mengaku selalu tidak bisa tidur sampai dua hari saat mendapatkan ancaman pembunuhan dari oknum fans The Reds. Segala bentuk ancaman dan beragam kalimat rasis sudah ia rasakan hingga cukup membekas dalam waktu lama.
Karius merasa fans klub sudah berbuat tidak adil setelah semua jasa yang ia berikan kepada klub. Semua prestasinya yang saat itu masih berusia 24 tahun langsung sirna di mata fans hanya karena satu pertandingan.
Karius lantas mengaku pada The Sport Bild jika dirinya terbuka untuk opsi bermain di klub Bundesliga. Publik di gelaran tersebut ia nilai masih lebih baik penerimaannya. Meski begitu dirinya masih berharap dapat kesempatan memperbaiki diri di Anfield.
Karius hingga kini masih rutin setiap pekan menghubungi pelatih kiper The Reds, John Achterber. Ia juga masih sering menghubungi Jurgen Klopp dan lega jika sang manajer dan pihak manajemen Liverpool masih baik kepada dirinya.
Sumber: Loris Karius Curhat Masih Trauma Dapat Ancaman Pembunuhan
Berita Bola

Legenda Manchester United Ingin Dilatih Juergen Klopp

Football5star.com, Indonesia – Pesona yang dimiliki Juergen Klopp membuat Gary Neville sangat mengaguminya. Bahkan legenda Manchester United itu ingin dilatih oleh pelatih Liverpool tersebut.

Juergen
Klopp menjadi daya tarik tersendiri dalam beberapa tahun terakhir. Ia dikenal
sangat reaktif di  lapangan dan selalu
menerapkan permainan menyerang nan menghibur

Faktor ini pula yang membuat Gary Neville memilih Klopp. “Saya harus katakan sangat ingin dilatih oleh Klopp. Saya melihat cara timnya bermain saat ini. mereka mampu beradaptasi dengan mudah dan bermain dengan penuh semangat,” katanya kepada Sky Sports, Rabu (15/4/2020).

tribuna.com

“Mereka
juga punya serangan balik yang luar biasa dan tim mereka sangat kompetitif. Itu
terjadi karena Klopp punya energi luar biasa dalam tim. Kepercayaan pemain dan
fan selalu dia pegang,” ia menambahkan.

Tidak ketinggalan,
pria yang kini menjadi pundit di Sky Sports itu membandingkan pelatih asal
Jerman dengan Pep Guardiola. Menurutnya, keduanya sama-sama pelatih hebat.

Akan tetapi,
jika harus memilih, dia tetap menunjuk mantan juru taktik Borussia Dortmund
tersebut. “Kita bisa melihat ketika pertandingan dia seperti ikut menyerang di
lapangan. Tentu di Premier League sekarang ada manajer hebat lain seperti Pep
Guardiola yang merupakan salah satu pelatih terhebat sepanjang masa,” imbuh
Gary Neville.

“Tapi saya merasa Juergen Klopp akan menjadi seseorang yang hebat,” tutup pria yang sempat menangani Valencia tersebut.

The post Legenda Manchester United Ingin Dilatih Juergen Klopp appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Man Utd, Chelsea, Spurs, Bisa Dilarang Mengikuti Liga Champions

UEFA selaku otoritas bola di Eropa sudah mengirim peringatan kepada Manchester United, Chelsea, Tottenham Hotspur dan juga Liverpool bahwa mereka bisa dilarang mengikuti Liga Champions musim depan. Begini ceritanya.
Pemilik kompetisi di tingkat Eropa itu mengancam semua asosiasi anggotanya bahwa mereka bisa dilarang mengikuti Liga Champions dan Liga Europa musim depan jika kompetisi domestik dihentikan di tengah jalan dan pemenang ditetapkan di dalam ruang rapat, bukan di atas lapangan hijau.
Ancaman itu terpaksa dikeluarkan oleh UEFA setelah Liga Belgia secara mengejutkan kemarin mengumumkan menghentikan kompetisi mereka yang tersisa satu pertandingan lagi, dan mengumumkan Club Brugge sebagai pemenang musim 2019/2020.
Keputusan Liga Belgia itu terasa sebagai angin segar untuk banyak kompetisi di Eropa yang terpaksa menghentikan musim mereka secara mendadak sejak awal Maret, setelah kondisi buruk memayungi Italia dan Spanyol sebagai dua negara terparah di Eropa. Sejumlah liga merasa tergoda untuk menirukan langkah hukum Liga Belgia, menghentikan kompetisi dan mengumumkan tim pemenangnya.
Saat ini kompetisi sepak bola yang terhenti masih terkatung-katung. Di satu sisi otoritas bola setiap negara ingin melanjutkannya karena ada kerugian finansial yang besar, terutama tuntutan hukum dari pihak televisi pemegang hak siar. Tapi di sisi lain mereka terbentur sikap pemerintah masing-masing, yang masih melarang aktivitas olahraga dan apa pun yang mengumpulkan massa di atas jumlah manusia tertentu.
Pihak-pihak yang berkepentingan di Liga Inggris sudah berkumpul hari Jumat (3/4) kemarin. Belum ada tanda-tanda bahwa kompetisi yang dihentikan sejak 9 Maret itu akan dimulai lagi segera. Tadinya ada tenggat 30 April, tapi rapat hari Jumat memundurkan lagi batas itu sampai tidak terbatas, memperlihatkan kebingungan mengenai kondisi saat ini.
Dalam sebuah surat bersama yang ditandatangani bersama oleh Presiden UEFA Aleksander Ceferin, ketua Asosiasi Klub-klub Eropa Andrea Agnelli, dan Lars-Christer Olsson selaku presiden Liga-liga di Eropa, menyatakan bahwa sisa pertandingan semua klub di liga-liga nasional, dan juga mereka yang lolos sampai tahap tertentu di Liga Champions dan Liga Europa, perlu menyelesaikan musim secara sepantasnya, atau mereka tidak akan diizinkan untuk ikut serta dalam dua kompetisi UEFA itu musim depan.
Surat itu berbunyi: “Partisipasi dalam kompetisi klub-klub di UEFA ditentukan oleh hasil yang dicapai pada akhir kompetisi domestik, [sehingga] pemutusan [kompetisi ddomestik secara prematur] akan menimbulkan keraguan tentang kondisi tersebut. UEFA berhak menilai hak klub untuk diterima dalam kompetisi klub UEFA 2020/21, sesuai dengan peraturan kompetisi yang berlaku.”
Hal ini sebenarnya sangat menguntungkan bagi Liverpool. Sudah banyak suara yang menginginkan Liga Inggris dihentikan saja di tengah jalan dan dianulir, serta dianggap tidak pernah ada. Jika keputusan itu diambil maka penantian 30 tahun Liverpool perihal gelar juara akan berakhir mengecewakan. Sikap UEFA yang mendesak semua kompetisi liga lokal diselesaikan “secara layak” akan sangat menguntungkan bagi Liverpool, yang saat ini unggul 25 poin di atas juara bertahan Manchester City.
 
Sumber: Man Utd, Chelsea, Spurs, Bisa Dilarang Mengikuti Liga Champions
Berita Bola

Liverpool Dibuat Murka Llorente Hanya Karena Nama Anjing

Gilabola.com – Liverpool dan fans klub yang dikalahkan Atletico di Liga Champions itu murka oleh ulah Marcos Llorente hanya karena nama anjingnya saja.
Liverpool kemarin telah banjir pujian setelah mengerahkan para suporternya menjadi relawan kemanusiaan. Kini mereka dipancing emosinya oleh pemain Atletico Madrid, Marcos Llorente.
Bagaimana tidak emosi jiwa, Llorente dengan santuy menamai anjing barunya dengan panggilan nama kandang The Reds, Anfield. Hal itu ia lakukan untuk menghormati 2 gol yang dia cetak ke gawang The Big Reds hingga wakil Premier League itu terlempar dari Liga Champions.
Bosan diam di rumah, Llorente lantas memposting video saat guguk barunya lagi menatap dunia dari jendela rumahnya. Video itu diberikan sematan, “Anfield lagi melihat kehidupan berlalu begitu saja.”
Karuan postingan itu memicu emosi fans The Reds saat sebagian masih menanggapi dengan tertawa geli. Para suporter Atletico Madrid jelas menjadi pihak yang paling terhibur oleh ulah Llorente.
Liverpool tak sabar ingin meraih trofi juara
Sukses lolos ke perempat final Liga Champions, Llorente cs berharap liga domestik Eropa dapat segera diselesaikan lagi sehingga UCL dapat dilanjutkan. Kubu The Reds tidak sabar juga ingin melihat gelaran Liga dilanjutkan dan membungkus trofi yang sudah bertahun-tahun mereka impikan.
Selagi gelaran Premier League masih lumpuh akibat pandemi virus corona, posisi The Reds di klasemen sementara memang masih di puncak. Poin 82 membuat mereka mustahil bisa cepat disusul oleh semua pesaing mereka.
Pesaing terdekat, Manchester City, hanya bisa fokus berusaha menjauh dari tim tangga ketiga, Leicester City. Kubu The Sky Blues punya bekal 57 di tangga 2 saat The Foxes membayangi dengan bekal 53 poin.
Sumber: Liverpool Dibuat Murka Llorente Hanya Karena Nama Anjing
Berita Bola

Skenario Gila, Liverpool Jadi Juara Liga Champions Sampai Tahun Depan

Sebuah skenario gila akan menjadikan Liverpool masih berstatus sebagai juara bertahan Liga Champions sampai tahun depan, 2021. Dua tahun jadi juara Eropa! Begini ceritanya.
Dengan liga domestik tidak bisa dilanjutkan dalam waktu dekat maka Liga Champions dan Liga Europa musim ini kemungkinan juga bisa dibatalkan karena ketiadaan waktu. Jika itu terjadi maka Liverpool yang kemarin disisihkan oleh Atletico Madrid pada babak 16 besar, akan tetap menjadi juara bertahan Champions League sampai 2021.
Liverpool tetap jadi juara merupakan salah satu skenario gila yang muncul dari konsekuensi rapat virtual UEFA dengan 55 asosiasi anggota mereka, kemarin. Pada rapat itu ditegaskan bahwa Liga Champions dan Liga Europa akan ditunda “tanpa batas waktu”, dengan prioritas saat ini adalah menyelesaikan liga-liga domestik para anggotanya sampai akhir Juni.
Ada tiga plan UEFA untuk memulai kompetisi Champions League, bulan Mei, awal Juni dan akhir Juni. Tetapi jika sampai akhir Juni tidak ada perbaikan dari situasi wabah yang tengah melanda Eropa, Amerika dan seluruh dunia saat ini maka ada kemungkinan bahwa dua kompetisi klub UEFA itu dibatalkan. Jika itu terjadi maka Liverpool tetap menjadi juara bertahan Liga Champions selama dua tahun sampai 2021.
UEFA telah membatalkan semua laga-laga internasional pada bulan Juni, termasuk pertandingan play-off untuk Euro 2020 – dengan kompetisi itu telah diundur ke tahun 2021 – bersamaan dengan pertandingan kualifikasi untuk Euro Wanita 2021. Prospek membatalkan kompetisi untuk pertama kalinya dalam sejarah akan menjadi pukulan telak bagi UEFA dan membuat mereka kehilangan trilyunan rupiah pendapatan.
Keputusan untuk menunda kompetisi Liga Champions dan Liga Europa tanpa batas waktu dibuat kemarin setelah pertemuan teleconference dengan 55 anggota asosiasi UEFA. Liga Inggris rencananya akan dimulai lagi pada 30 April, tetapi tenggat waktu ini kemungkinan besar akan mundur lebih jauh lagi dalam beberapa minggu mendatang.
Klub Liga Inggris Manchester City dan Chelsea sama-sama masih berada di Liga Champions, sementara Manchester United, Wolves, dan Rangers dari Skotlandia semuanya masih berkompetisi di Liga Europa. Final Liga Champions, Liga Europa dan Liga Champions Wanita, yang semuanya dijadwalkan pada bulan Mei, telah ditunda.
Jika memungkinkan, UEFA masih bersedia menggelar semifinal dan final kompetisi Eropa itu pada bulan Agustus, tetapi ingin memprioritaskan liga-liga domestik untuk diselesaikan – tidak peduli berapa lama ini berlangsung.
Final Liga Champions dijadwalkan berlangsung di Istanbul Turki pada 30 Mei, dengan final Liga Europa dijadwalkan tiga hari sebelumnya di Gdansk, Polandia.
Sumber: Skenario Gila, Liverpool Jadi Juara Liga Champions Sampai Tahun Depan
Berita Bola

Sanksi UEFA Tetap Jatuh Atas Liverpool, Man Utd, Man City, Tottenham

Liverpool, Manchester City, Manchester United, Tottenham Hotspur dan Wolves tetap terancam sanksi UEFA karena insiden-insiden di kompetisi Eropa mereka, meski kompetisi tengah tertunda.
Petualangan Liverpool di ajang Champions League berakhir menyedihkan setelah mereka disingkirkan oleh Atletico Madrid di Wanda Metropolitano dan juga di Anfield. Akan tetapi saat leg kedua di kandang Liverpool, terjadi insiden pembakaran petasan sehingga otoritas sepak bola Eropa itu harus turun tangan melakukan penyelidikan lalu sanksi UEFA dijatuhkan berupa denda Rp 58,5 juta pada Liverpool.
Bukan hanya Liverpool saja, Atletico pun mendapatkan sanksi serupa tapi dengan nominal yang lebih besar, yaitu Rp 431 juta karena terhalangnya lorong-lorong untuk keadaan darurat di Stadion Wanda Metropolitano.
Sementara itu Manchester City yang saat ini masih menunggu putusan Pengadilan Arbitrasi Olahraga di Swiss perihal putusan pelanggaran financial fair play, mendapatkan sanksi denda sebesar Rp 54 juta karena salah seragam pada laga kontra Real Madrid, Februari silam.
The Skyblues memenangi laga tersebut dengan skor akhir 2-1 tapi pertemuan kedua belum dilangsungkan karena merebaknya wabah di seantero Eropa dan dunia, dengan Italia dan Spanyol menjadi dua negara yang terkena dampak terburuk.
Pertandingan Manchester United vs Club Brugge di Old Trafford pada panggung Liga Europa pun berujung sanksi UEFA. Pasalnya The Red Devils dianggap menghalangi lorong-lorong jalur darurat sehingga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 215 juta.
Pada pertemuan kedua giliran Brugge yang menutup lorong dan ada insiden pelemparan benda ke lapangan sehingga EUFA memberikan sanksi denda sebesar Rp 366 juta.
Sementara itu skuad Jose Mourinho dituduh menunda-nunda kick-off pada laga kontra RB Leipzig sehingga didenda Rp 360 juta, di mana sang manajer mengaku bertanggung jawab atas penundaan tersebut.
Leipzig pun tidak luput dari sanksi karena pelemparan benda ke lapangan tapi hanya berbentuk teguran setelah Julian Nagelsmann mengaku bertangung jawab pada penundaan kick-off pertandingan leg kedua di Jerman.
Hal serupa terjadi pada laga Espanyol vs Wolves dengan klub Liga Inggris itu didenda Rp 180 juta dan tim tuan rumah mendapatkan teguran karena minimnya pemisahan antara suporter kedua kubu yang bermusuhan di tribun.
Sumber: Sanksi UEFA Tetap Jatuh Atas Liverpool, Man Utd, Man City, Tottenham
Berita Bola

Tim Liga Inggris Dominasi Skuat Termahal di Eropa

Football5star.com, Indonesia – Liverpool menjadi tim dengan komposisi pemain termahal di pasar transfer lima klub top Eropa. Tidak hanya Liverpool, empat tim Liga Inggris lain juga masuk jajaran klub di Eropa dengan skuat termahal.

Dikutip Football5star.com dari bbc, Selasa (17/3/2020) lembaga riset CIES Football Observatory menempatkan Liverpool sebagai tim dengan skuat termahal di Eropa.

Skuat Liverpool menurut hasil riset CIES Football Observatory memiliki nilai 1,4 miliar euro. CIES menggunakan sejumlah variabel untuk menentukan skuat termahal diantaranya soal usia pemain, kinerja, nilai ekonomi klub hingga angka inflasi.

bbc

Di bawah Liverpool, ada klub Liga Inggris lainnya, Manchester City. Anak asuh Pep Guardiola memiliki nilai mencapai 1,24 miliar euro.

Di urutan ketiga dan keempat ada dua tim kuat Liga Spanyol, Barcelona dan Real Madrid. Lionel Messi dan kawan-kawan memiliki nilai mencapai 1,17 miliar euro. Sedangkan skuat Madrid memiliki nilai 1,1 miliar euro.

Sedangkan tiga tim liga Inggris lain yang masuk sebagaim tim dengan skuat termahal adalah Chelsea, Manchester United, dan Tottenham Hotspur.

Yang menarik tim kaya Prancis, Paris Saint Germain (PSG) hanya memiliki nilai 979 miliar euro. Angka ini di bawah skuat Manchester United yang memiliki nilai 1,07 miliar euro.

Padahal menurut riset CIES, striker PSG, Kylian Mbappe merupakan striker dengan nilai transfer termahal yakni 227 juta euro.

The post Tim Liga Inggris Dominasi Skuat Termahal di Eropa appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Chamberlain Dipuji Setumpuk Usai Liverpool Tumbang di UCL, Ini Alasannya

Gilabola.com – Setelah Liverpool dipastikan tersingkir di Liga Champions paska kalah agregat 2-3 kontra Atletico Madrid. Eks Chelsea, Chris Sutton menyebut Alex Oxlade Chamberlain layak mendapatkan predikat Man of The Match nya The Reds dilaga tersebut.
Pasalnya, laga yang berlangsung di Anfield pemain Timnas Inggris itu mampu memberikan kontribusi yang besar. Dimana tampil ciamik dan apik sepanjang 82 menit. Bahkan gol pembuka Merseyside Merah di menit ke 43 lewat tandukan Georginio Wijnaldum usai Chambo sapaan akrab sang pemain memberikan assist yang sangat luar biasa.
Tentu saja jika eks pemain Arsenal itu tidak bekerja keras di jalannya pertandingan. Maka anak asuh Jurgen Klopp bisa dibilang akan mengalami rasa frustasi yang sangat besar. Bagaimana tidak, sejak menit-menit awal kubu tuan rumah sudah tancap gas agar bisa menciptakan gol cepat. Namun sayangnya berbagai peluang dari para punggawa Liverpool mampu dimentahkan oleh Jan Oblak.
Ya, kiper asal Slovenia itu tampil sangat fantastis mengawal jala gawang Atletico. Bahkan jutaan pasang mata yang menonton laga Super Big Match tersebut bakalan geleng-geleng kepala. Karena peluangnya memang sangat banyak dan seharusnya Si Merah bisa pesta gol. Apalagi kandang mereka terkenal sangat angker. Namun hal itu tampaknya sudah tak berlaku lagi.
Kendati rival Everton itu tersingkir menyakitkan di depan ribuan fansnya. Akan tetapi Sutton yang kini menjadi pengamat dan komentator sepakbola itu menilai Chamberlain yang tidak tampil full tetap pantas mendapatkan kredit yang besar. Karena sudah memberikan kontribusi yang luar biasa.
“Oxlade Chamberlain ditarik keluar setelah 82 menit berlari di atas lapangan,”Tulis Chris Sutton di kolom Daily Mail.
“Dia saya pikir seharusnya bisa berbangga dengan penampilannya. Dia [Chamberlain] telah memberikan segalanya, dan kontribusinya benar-benar telah meninggalkan keseimbangan.”Tutupnya.
Sedangkan Chamberlain di musim ini total sudah tampil sebanyak 21 kali di Premier League. Akan tetapi hanya 13 kali dirinya tampil sebagai starter dibawah arahan Jurgen Klopp.
Untuk urusan mencetak gol, pemain akademi Southampton yang dibesarkan namanya di dunia sepakbola oleh Arsenal itu sudah membukukan tiga gol.
Sumber: Chamberlain Dipuji Setumpuk Usai Liverpool Tumbang di UCL, Ini Alasannya
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Henderson Kecewa Berat Liverpool Tersingkir di Liga Champions, Tapi…

Gilabola.com – Usai Liverpool kalah agregat 2-3 sekaligus tersingkir melawan Atletico Madrid di leg kedua Liga Champions, Kamis (12/3/2020) dini hari WIB. Jordan Henderson mengaku sangat frustasi timnya kalah memalukan. Namun ia tetap meminta agar rekan setimnya fokus di laga berikutnya.
Rasa kecewa yang di tunjukan oleh sang kapten boleh dibilang sangatlah wajar. Pasalnya The Reds yang tampil di Anfield mempunyai berbagai macam peluang emas. Tapi sayangnya gagal menjadi gol untuk memenangkan pertandingan. Hal ini tak lepas dari kurang tenangnya anak asuh Jurgen Klopp dalam mengelolah peluang tersebut.
Alhasil selain ke angkeran stadion mereka ternodai. Maka dipastikan musim ini Si Merah juga gagal mempertahankan trofi kuping gajah. Bahkan kesaktian Klopp dalam meracik timnya bisa dibilang telah pudar.
Kendati timnya saat ini benar-benar tengah dalam tekanan yang hebat. Namun punggawa Timnas Inggris tersebut juga meminta agar rekan-rekannya bersiap untuk menatap laga berikutnya melawan Everton dalam partai yang bertajuk Derby Merseyside, Selasa (17/3/2020) dini hari WIB.
“Malam ini dan besok itu tidak akan terasa menyenangkan, tapi kita harus tetap menerimanya dan menyelesaikan musim ini dengan baik,”Kata Jordan Henderson seperti dikutip Daily Mail.
“Kita akan segera memiliki laga Derby berikutnya, jadi itulah yang dibutuhkan dimana fokus untuk mengubahnya menjadi secepat mungkin.
“Tentu saja kami sangat kecewa. Padahal penampilan kita secara menyeluruh boleh dibilang sangat baik.
“Kami sudah mengerahkan semuanya ke dalam pertandingan dan kami harus kecewa. Jadi kita harus fokus setiap saat. Karena dengan kesalahan apapun, maka bisa merugikan anda.
“Kami benar-benar kecewa dengan hasilnya secara keseluruhan. Ya, kita harus menanggungnya.”Tutup Henderson.
Sementara itu, jika melawan Everton di Goodison Park kembali menelan kekalahan atau hasil imbang. Maka hal ini jelas membuat Liverpool untuk menggelar pesta kemenangan meraih Premier League bakal terganggu.
Pasalnya lawan-lawan mereka dipastikan bersemangat ingin meniru apa yang dilakukan oleh Watford di laga tersisa ini.
Sedangkan di sisi lain laga kedua tim juga bisa saja tertunda. Sebab virus corona di Inggris kian membahayakan. Dimana hal ini usai pelatih Arsenal, Mikel Arteta dinyatakan positif terjangkit, Jumat (13/3/2020).
Sumber: Henderson Kecewa Berat Liverpool Tersingkir di Liga Champions, Tapi…
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap