Final Liga Champions dan Liga Europa Mundur Satu Bulan

Gilabola.com – Final Liga Champions dan Liga Europa mundur hingga satu bulan dari jadwal semula, akibat pandemik coronavirus.
Laga puncak dua kompetisi Eropa tersebut harusnya akan digelar pada akhir Mei mendatang. Namun, diungkapkan SunSport, Uefa telah mengonfirmasikan akan mengundur jadwal final selama satu bulan.
Pengunduran jadwal tersebut terjadi setelah Piala Eropa 2020 secara resmi ditunda satu tahun, untuk memungkinkan liga-liga lokal menyelesaikan sisa musim ini. Langkah ini kemudian diikuti pula oleh Copa America yang juga mengundurkan kompetisi mereka hingga tahun depan.
Semua kompetisi klub andalan Uefa telah dibatalkan tanpa batas waktu, setelah virus mematikan COVID-19 telah menyapu dunia dengan lebih dari tujuh ribu kematian di seluruh dunia.
Berita Terbaru

VIDEO: Real Madrid Akan Transfer Dua Striker Paling Hebat dan…
VIDEO: Liverpool Terancam Batal Juara, Liga Inggris Musim Ini Bisa…
VIDEO: Nama Pemain Sepak Bola yang Bikin Lidah Kita Keseleo,…
Alasan 20 Pemain Sepak Bola Ini Bakal Melejit Namanya di…
Skenario Terbaik Liverpool Rayakan Gelar Juara Liga Inggris, Catat Tanggal…

Dan, final Liga Champions di Istanbul pun kini telah diundur, dari tanggal 30 Mei menjadi 27 Juni. Sdangkan final Liga Europa bergeser dari 27 Mei hingga 24 Juni 2020.
Semua liga sepakbola di Eropa telah menunda kompetisi mereka di pengujung musim ini, di mana Italia, Spanyol dan Prancis saat ini telah menyatakan menutup akses masuk dan keluar dari negara mereka.
Adapun untuk gelaran Piala Eropa 2020, yang semula akan dimulai di Roma pada 12 Juni dan selesai di Wembley, tepat sebulan kemudian, sekarang akan digelar antara 11 Juni hingga 11 Juli 2021.
Seperti halnya dalam memutuskan final Liga Champions, para pengurus klub Liga Premier juga dijadwalkan untuk menggelar pembicaraan pada Kamis (19/3) pekan ini, setelah menunda kompetisi hingga 3 April mendatang.
Keputusan harus diambil tentang apakah kompetisi akan dihentikan lebih awal atau tetap dilanjutkan. Tapi, dengan masifnya penyebaran virus corona, tidak jelas kapan atau apakah sepakbola bisa kembali berlangsung.
Jika musim ini akhirnya diputuskan untuk dihentikan, maka harus diputuskan apakah juara Liga Champions musim lalu, Liverpool, yang unggul 25 poin di puncak, akan menerima trofi Liga Premier lebih awal. Saat ini, the Reds hanya membutuhkan dua pertandingan lagi untuk amankan gelar juara yang sudah mereka tunggu-tunggu selama 30 tahun terakhir
Sumber: Final Liga Champions dan Liga Europa Mundur Satu Bulan
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Kasihan Klub Batman Ini Tersingkir dari Liga Champions, Kena Infeksi Pula

Biarpun Liga Spanyol dimulai 24 April nanti, klub Batman ini kemungkinan besar tak bisa ikut karena sepertiga pemain dan stafnya terkena infeksi Convid-19.
Ini merupakan salah satu tim paling malang bukan saja di Liga Spanyol tapi juga di ajang Liga Champions. Valencia bertanding di Milan guna menghadapi tim kejutan Atalanta, pada 20 Februari lalu dan kalah telak 4-1. Di sini sepertinya mereka terkena penularan virus Covid-19 tersebut karena Atalanta merupakan tim yang berbasis di Bergamo, Lombardy, satu dari tiga daerah di Italia Utara yang pertama kali menderita ledakan penderita penyakit ini.
Karena stadion miliknya entah renovasi atau tak memenuhi standar UEFA, laga 16 besar Champions League itu dilangsungkan di Stadio San Siro, kota Milan, yang hanya berjarak sekitar 50 kilometer saja dari pusat penyebaran penyakit ini.
Selang tiga pekan kemudian leg kedua berlangsung di Spanyol dan Valencia, klub Batman itu, kalah lagi dengan skor 3-4 di Mestalla. Skor agregat 4-8 dan mereka tersingkir dari ajang Champions League. Kedua laga itu dilangkan tanpa penonton, kecuali saat di Mestalla dengan satu penonton setia dalam kondisi hitam legam menyaksikan dari tribun.
Penderitaan belum berakhir. Valencia tadi pagi mengakui bahwa sepertiga pemain dan staf mereka terkena sebaran virus Covid-19 ini, yang telah menyebabkan penghentian hampir semua liga-liga elit di Eropa. Ezequiel Garay merupakan pemain pertama yang mengakui terkena paparan penyakit ini sebelum Eliaquim Mangala menjadi pemain berikutnya yang terkena dan kemudian Jose Gaya. Selain mereka bertiga ada dua staf yang juga positif. Kelima kasus itu diumumkan pada hari Minggu (15/3). Dengan empat kasus tambahan positif dikonfirmasi oleh tim berjuluk Los Che tersebut pada hari Senin (16/3), kini total sembilan orang dari klub Batman ini menderita dan menjadi korban keganasan virus tersebut.
Italia dan Spanyol ini menjadi dua negara terburuk di Eropa dalam kasus infeksi dan kematian akibat penyebaran penyakit coronavirus ini. Italia menderita hampir 28 ribu korban infeksi dengan 2.158 kematian, sementara Spanyol hampir 10 ribu kasus dengan 342 jiwa melayang. Dua negara itu menduduki urutan kedua dan keempat terburuk di seluruh dunia dan sudah menerapkan isolasi bagi para warganya. Ada larangan untuk bepergian, kecuali untuk kondisi darurat, berbelanja bahan makanan, dan bekerja.
Sumber: Kasihan Klub Batman Ini Tersingkir dari Liga Champions, Kena Infeksi Pula
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Skenario Liga Champions Musim Ini Untuk Tetapkan Siapa Juaranya

Sebuah skenario Liga Champions tengah disiapkan untuk menetapkan siapa juaranya. Bisa berdampak sangat besar bagi Real Madrid, Barcelona, Juventus dan Bayern Munchen.
Liga Champions terhenti di tengah jalan saat UEFA membatalkan keseluruhan leg kedua 16 besar kompetisi itu, beberapa hari silam. Terdapat empat laga dan delapan tim yang belum menemukan nasibnya, siapa yang lolos dan siapa yang gagal ke perempat final. Keempat laga itu adalah Manchester CIty vs Real Madrid, Bayern Munchen vs Chelsea, Juventus vs Lyon dan Barcelona vs Napoli.
Posisi atau skor agregat dari keempat pertandingan itu sebelum leg kedua dihentikan oleh UEFA adalah sebagai berikut:

Man City vs Real Madrid 2-1
Bayern Munchen vs Chelsea 3-0
Juventus vs Lyon 0-1
Barcelona vs Napoli 1-1

Kini otoritas tertinggi sepak bola Eropa itu sudah merancang sebuah skenario untuk menetapkan siapa juara dari Liga Champions musim ini, yang akan diputuskan dalam sebuah rapat akbar tapi via video conference pada hari Selasa (17/3) nanti, melibatkan 55 asosiasi negara-negara di Eropa.
UEFA diperkirakan akan memundurkan jadwal pelaksanaan EURO 2020 menjadi ke bulan Desember akhir tahun ini. Dengan bulan Juni dan Juli kosong, ada banyak keleluasaan bagi mereka untuk meneruskan berbagai laga-laga yang tertunda. Skenario mengakhiri Liga Champions itu adalah sebagai berikut:

Begitu coronavirus atau Covid-19 ini reda, laga-laga leg kedua 16 besar akan diselesaikan.
Setelah itu drawing siapa ketemu siapa untuk perempat final ditetapkan.
Laga-laga delapan besar akan dilangsungkan satu leg saja, entah di lokasi tim yang diundi pertama, atau di sebuah lokasi netral. Kemungkinan kedua ini sangat besar.
Begitu diperoleh empat nama untuk semi final maka keempat tim akan diterbangkan ke Istanbul, di mana seharusnya final Champions League musim ini berlangsung.
Akan ada dua laga satu-leg semi final guna menemukan dua finalis, yang akan bertanding di final yang dilakukan di Atatürk Olympic Stadium di Istanbul, Turki. Entah itu pada tanggal yang ditetapkan 30 Mei 2020 atau pada sebuah tanggal yang lebih kemudian lagi.

Kenapa hal ini disebut bisa berdampak sangat besar karena leg kedua 16 besar yang belum selesai pasti diselenggarakan tanpa penonton. Hilang dukungan yang diinginkan dari tuan rumah leg kedua (Real Madrid dan Barcelona misalnya).
Setelah itu satu-leg pada babak perempat final Champions League bisa mengubah taktik permainan sama sekali karena skor harus ditetapkan dalam 90 atau 120 menit permainan. Tidak ada kesempatan kedua bagi kedua tim pada leg kedua. Itu berarti kedua kesebelasan cenderung main aman di belakang dan menantikan adu penalti, dengan kedua tim akan sibuk latihan adu nasib. Skenario Liga Champions seperti ini akan sangat menguntungkan tim yang jago di lini belakang seperti Atletico Madrid.
Demikian juga satu-leg semi final berarti akan membuat pihak-pihak yang terlibat mencari main aman. Kita tidak akan melihat pertarungan terbuka berbalas gol. Terlalu riskan. Selain itu hanya selisih dua hari saja dari partai semi final, tim yang lolos ke partai puncak sudah harus memainkan final. Sebuah antiklimaks dari Liga Champions musim ini. Jika skenario Liga Champions di atas yang dimainkan maka saya akan pegang Atletico Madrid sebagai juara baru.
Sumber: Skenario Liga Champions Musim Ini Untuk Tetapkan Siapa Juaranya
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Liga Champions Bisa Gelar Perempat-final dan Semi-final Satu Leg

Gilabola.com – Liga Champions bisa lakukan revolusi besar dengan menggelar perempat final dan semi final dalam satu leg pertandingan.
Itu menjadi salah satu proposal yang akan dibahas pada pertemuan puncak krisis Uefa, Selasa (17/3) mendatang, setelah seluruh pertandingan di kompetisi bergengsi itu – dan juga Liga Europa pada pekan depan ditunda karena coronavirus.
Manchester City menjadi tim yang difavoritkan akan lewati Real Madrid, tapi masih memiliki satu leg lagi untuk dimainkan. Begitu juga dengan Wolves dan Manchester United di Liga Europa, dan Chelsea yang harusnya tandang ke Bayern Munchen.
Tapi jika mereka berhasil lolos, maka mereka bisa hadapi pertandingan satu leg di tempat netral atau bermain di kandang sendiri di mana Uefa bersikeras untuk rampungkan kedua kompetisi tersebut musim ini.
Selain itu, masih ada tekad untuk tetap menggelar final Liga Champions sesuai jadwal dii Istanbul, 30 Mei mendatang, serta final Liga Europa di Gdansk tiga hari sebelumnya.
Tapi, dengan tim-tim yang diharapkan beraksi kembali pada awal April mendatang, hanya tersisa sedikit ruang untuk menggelar laga dua leg di perempat maupun semi-final. Drawing perempat final yang seharusnya berlangsung pada Jumat depan bahkan juga telah ditunda.
Saat ini, Uefa diperkirakan sangat mempertimbangkan, pertandingan satu leg itulah yang menjadi satu-satunya jalan bagi mereka untuk menuntaskan kompetisi di sisa musim ini. Tapi sejumlah laga yang sudah digelar diharapkan akan selesai dan tidak akan diputuskan setelah hanya menggelar satu pertandingan, di mana Manchester City, Chelsea, Wolves dan United telah memainkan leg pertama mereka.
Pertemuan tingkat tinggi Uefa sendiri akan dilakukan dengan konferensi video di mana seluruh 55 anggota asosiasi akan ambil bagian. Akan dibahas pula pengunduran Piala Eropa 2020 selama satu tahun ke depan, yakni hingga musim panas 2021, dan itu menjadi salah satu penjadwalan ulang yang akan dibahas.
Mengundurkan jadwal Piala Eropa selama setahun ke depan, akan membuka kesempatan kepada seluruh liga di Eropa untuk menyelesaikan kompetisi mereka, sekalius memberi ruang pada Liga Champions untuk merampungkan agenda mereka, bahkan jika finalnya tak bisa dimainkan pada 30 Mei mendatang.
Sebelumnya, pada Jumat (13/3) kemarin, Uefa telah mengeluarkan pernyataan untuk menunda kedua kompetisi mereka. “Mengingat perkembangan karena penyebaran covid-19 di Eropa dan keputusan terkait yang dibuat pemerintah yang berbeda, semua pertandingan kompetisi klub Uefa yang dijadwalkan pekan depan ditunda,” demikian pernyataan resmi Uefa yang dilansir Mirror.
“Ini termasuk sisa pertandingan Liga Champions, leg kedua babak 16 besar yang dijadwalkan pada 17 dan 18 Maret 2020; semua pertandingan Liga Europa babak 16 besar di leg kedua yang dijadwalkan pada 19 Maret 2020; semua Uefa Youth League yang pertandingan perempat finalnya dijadwalkan pada 17 dan 18 Maret 2020. Keputusan lebih lanjut tentang kapan pertandingan ini dilanjutkan, akan dikomunikasikan pada waktunya,” lanjut pernyataan tersebut.
Sumber: Liga Champions Bisa Gelar Perempat-final dan Semi-final Satu Leg
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Chamberlain Dipuji Setumpuk Usai Liverpool Tumbang di UCL, Ini Alasannya

Gilabola.com – Setelah Liverpool dipastikan tersingkir di Liga Champions paska kalah agregat 2-3 kontra Atletico Madrid. Eks Chelsea, Chris Sutton menyebut Alex Oxlade Chamberlain layak mendapatkan predikat Man of The Match nya The Reds dilaga tersebut.
Pasalnya, laga yang berlangsung di Anfield pemain Timnas Inggris itu mampu memberikan kontribusi yang besar. Dimana tampil ciamik dan apik sepanjang 82 menit. Bahkan gol pembuka Merseyside Merah di menit ke 43 lewat tandukan Georginio Wijnaldum usai Chambo sapaan akrab sang pemain memberikan assist yang sangat luar biasa.
Tentu saja jika eks pemain Arsenal itu tidak bekerja keras di jalannya pertandingan. Maka anak asuh Jurgen Klopp bisa dibilang akan mengalami rasa frustasi yang sangat besar. Bagaimana tidak, sejak menit-menit awal kubu tuan rumah sudah tancap gas agar bisa menciptakan gol cepat. Namun sayangnya berbagai peluang dari para punggawa Liverpool mampu dimentahkan oleh Jan Oblak.
Ya, kiper asal Slovenia itu tampil sangat fantastis mengawal jala gawang Atletico. Bahkan jutaan pasang mata yang menonton laga Super Big Match tersebut bakalan geleng-geleng kepala. Karena peluangnya memang sangat banyak dan seharusnya Si Merah bisa pesta gol. Apalagi kandang mereka terkenal sangat angker. Namun hal itu tampaknya sudah tak berlaku lagi.
Kendati rival Everton itu tersingkir menyakitkan di depan ribuan fansnya. Akan tetapi Sutton yang kini menjadi pengamat dan komentator sepakbola itu menilai Chamberlain yang tidak tampil full tetap pantas mendapatkan kredit yang besar. Karena sudah memberikan kontribusi yang luar biasa.
“Oxlade Chamberlain ditarik keluar setelah 82 menit berlari di atas lapangan,”Tulis Chris Sutton di kolom Daily Mail.
“Dia saya pikir seharusnya bisa berbangga dengan penampilannya. Dia [Chamberlain] telah memberikan segalanya, dan kontribusinya benar-benar telah meninggalkan keseimbangan.”Tutupnya.
Sedangkan Chamberlain di musim ini total sudah tampil sebanyak 21 kali di Premier League. Akan tetapi hanya 13 kali dirinya tampil sebagai starter dibawah arahan Jurgen Klopp.
Untuk urusan mencetak gol, pemain akademi Southampton yang dibesarkan namanya di dunia sepakbola oleh Arsenal itu sudah membukukan tiga gol.
Sumber: Chamberlain Dipuji Setumpuk Usai Liverpool Tumbang di UCL, Ini Alasannya
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Henderson Kecewa Berat Liverpool Tersingkir di Liga Champions, Tapi…

Gilabola.com – Usai Liverpool kalah agregat 2-3 sekaligus tersingkir melawan Atletico Madrid di leg kedua Liga Champions, Kamis (12/3/2020) dini hari WIB. Jordan Henderson mengaku sangat frustasi timnya kalah memalukan. Namun ia tetap meminta agar rekan setimnya fokus di laga berikutnya.
Rasa kecewa yang di tunjukan oleh sang kapten boleh dibilang sangatlah wajar. Pasalnya The Reds yang tampil di Anfield mempunyai berbagai macam peluang emas. Tapi sayangnya gagal menjadi gol untuk memenangkan pertandingan. Hal ini tak lepas dari kurang tenangnya anak asuh Jurgen Klopp dalam mengelolah peluang tersebut.
Alhasil selain ke angkeran stadion mereka ternodai. Maka dipastikan musim ini Si Merah juga gagal mempertahankan trofi kuping gajah. Bahkan kesaktian Klopp dalam meracik timnya bisa dibilang telah pudar.
Kendati timnya saat ini benar-benar tengah dalam tekanan yang hebat. Namun punggawa Timnas Inggris tersebut juga meminta agar rekan-rekannya bersiap untuk menatap laga berikutnya melawan Everton dalam partai yang bertajuk Derby Merseyside, Selasa (17/3/2020) dini hari WIB.
“Malam ini dan besok itu tidak akan terasa menyenangkan, tapi kita harus tetap menerimanya dan menyelesaikan musim ini dengan baik,”Kata Jordan Henderson seperti dikutip Daily Mail.
“Kita akan segera memiliki laga Derby berikutnya, jadi itulah yang dibutuhkan dimana fokus untuk mengubahnya menjadi secepat mungkin.
“Tentu saja kami sangat kecewa. Padahal penampilan kita secara menyeluruh boleh dibilang sangat baik.
“Kami sudah mengerahkan semuanya ke dalam pertandingan dan kami harus kecewa. Jadi kita harus fokus setiap saat. Karena dengan kesalahan apapun, maka bisa merugikan anda.
“Kami benar-benar kecewa dengan hasilnya secara keseluruhan. Ya, kita harus menanggungnya.”Tutup Henderson.
Sementara itu, jika melawan Everton di Goodison Park kembali menelan kekalahan atau hasil imbang. Maka hal ini jelas membuat Liverpool untuk menggelar pesta kemenangan meraih Premier League bakal terganggu.
Pasalnya lawan-lawan mereka dipastikan bersemangat ingin meniru apa yang dilakukan oleh Watford di laga tersisa ini.
Sedangkan di sisi lain laga kedua tim juga bisa saja tertunda. Sebab virus corona di Inggris kian membahayakan. Dimana hal ini usai pelatih Arsenal, Mikel Arteta dinyatakan positif terjangkit, Jumat (13/3/2020).
Sumber: Henderson Kecewa Berat Liverpool Tersingkir di Liga Champions, Tapi…
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Liverpool Keok di Liga Champions, Begini Komentar Michael Owen

Gilabola.com – Usai Liverpool kalah agregat 2-3 melawan Atletico Madrid di leg kedua Liga Champions, Kamis (12/3/2020) dini hari WIB. Michael Owen menyatakan bekas klubnya tersebut tetaplah yang terbaik di Eropa.
Laga yang berlangsung di Anfield tersebut, boleh dikatakan sangat menarik dan seru sejak menit awal hingga akhir pertandingan. Bagaimana tidak, tuan rumah yang ingin sekali memenangkan laga selalu digagalkan peluangnya oleh Jan Oblak. Dan pada menit ke 43 lah The Reds baru mampu membuka keunggulan lewat sundulan Giorginio Wijnaldum.
Di paruh kedua, permainan anak asuh Jurgen Klopp kian menggila. Hasilnya di menit ke 90 Roberto Firmino berhasil memperbesar keunggulan timnya. Namun sayangnya gol pemain asal Brasil itu di langsung responi Atletico tiga menit kemudian lewat Marcos Llorente yang mana mendapatkan umpan matang dari Joao Felix setelah memanfaatkan blunder Adrian. Hingga laga usai babak kedua, tidak ada lagi gol yang tercipta.
Hasilnya untuk menentukan pemenang, pertandingan harus di lanjutkan ke perpanjangan waktu. Dan Liverpool yang selama 90 menit penuh tampil menyerang justru harus kedodoran. Mereka pun harus kembali kebobolan lewat kaki Llorente lagi di menit 105 dan Alvaro Morata. Usai laga Klopp dan anak asuhnya pun mendapatkan kritikan pedas. Pasalnya gagal memenangkan laga dan mempertahankan trofi si kuping gajah pada musim ini.
Meski kes timnya terus ditekan, namun Owen yang pernah merumput di Merseyside Merah dari tahun 1996 hingga tahun 2004 itu tetap menilai Liverpool klub yang masih terbaik di benua biru. Dimana ia sependapat perbedaan laga tersebut terletak pada kualitas kiper.
“Liverpool memang sudah tersingkir, dan saya pun tak ragu bahwa mereka tetap tim terbaik di Eropa saat ini,”Kata Michael Owen kepada BT Sports.
“Ya, mereka telah dikalahkan dua kali tetapi mereka [Liverpool] masih tetap menjadi tim yang terbaik di Eropa dan mereka benar-benar luar biasa selama tampil 90 menit penuh.
“Seperti yang dikatakan Rio Ferdinand, perbedaan terletak antara kedua kiper.”Tutupnya.
Sementara itu, dengan hasil kekalahan yang di dapat Liverpool. Maka semakin memperpanjang daftar hasil negatif Jordan Henderson CS. Pasalnya di laga sebelumnya mereka kalah dari Watford 3-0 dan tersingkir di putaran kelima Piala FA kontra Chelsea.
Sumber: Liverpool Keok di Liga Champions, Begini Komentar Michael Owen
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Liverpool Kecolongan 10 Kasus Baru Usai Lawan Atletico

Gilabola.com – Liverpool dan pemerintah Inggris dikritik usai laga Liga Champions kekalahan lawan Atletico Madrid. Bukan 1 tapi 10 kasus baru corona mereka dapat.
The Reds yang sebelumnya diprotes Diego Simeone yang menyebut adanya ketidakadilan dalam laga mereka saat ini tengah dibuat pusing kasus virus corona. Kedatangan para fans tim lawan yang bernama lengkap Club Atletico de Madrid itu berujung pada 10 kasus positif terdampak virus covid-19 yang baru.
Laga sengit itu memang dibuka seperti biasa saat kekhawatiran akan penyebaran sang virus tengah bermunculan di mana-mana. Keputusan membolehkan 3000 fans Atletico datang dari Kota Madrid, salah satu daerah terparah paparan corona, berbuah petaka.
The Liverpool Echo melaporkan jika 10 kasus baru penyebaran virus ini di Inggris datang dari wilayah tempat kandang The Reds berada usai laga tersebut. Karuan publik berang dan mengkritik kelalaian pihak berwenang hingga menyebabkan masalah penyebaran virus itu ikut meningkat di Inggris.
“Seribuan fans Atletico datang ke sini, padahal kota mereka lagi di lockdown, TERMASUK semua pertandingan mereka, karena Madrid lagi diserang virus ini (782 kasus, 35 kematian). Benar-benar gila. Apa yang sebenarnya lagi dilakukan oleh pemerintah Inggris?” tulis Piers Morgan mewakili kemurkaan masyarakat Inggris.
Liverpool kalah lawan tim super parkir bus
Hal ini karuan menambah duka The Reds yang bagaikan sudah kalah, tertimpa tangga pula. Dalam laga yang berakhir skor 2-3 itu, kubu Jurgen Klopp kesulitan membongkar taktik super bertahan yang digunakan kubu Diego Simeone.
Georginio Wijnaldum mencetak The Reds di menit ke-43 saat Roberto Firmino mencetak gol di menit ke-94. Sementara kubu Atletico dapat gol melalui sumbangan Marcos Llorente di menit ke-97 dan menit ke-105+1 serta Alvaro Morata di menit ke-120+1.
Statistik berbicara jika kubu tim tamu terlalu parkir bus dalam laga tersebut. Mereka hanya melepas 10 tendangan berbanding 34 tendangan kubu Klopp. Tendangan ke gawang mereka juga hanya 6 berbanding 11 dari kubu Anfield.
Tim Atletico juga hanya melakukan penguasaan bola sebesar 28 persen berbanding 72 persen. Operan Atleti hanya 363 kali berbanding 854 milik The Reds. Kedua tim sama-sama berbagi 17 kali pelanggaran dalam laga tersebut.
Sumber: Liverpool Kecolongan 10 Kasus Baru Usai Lawan Atletico
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Manchester City Sedih Dan Doakan Real Madrid Negatif Corona

Gilabola.com – Manchester City sedih dan mendoakan Real Madrid negatif corona usai laga Liga Champions mereka ditunda dan tim lawan dikarantina.
Manchester City yang sebelumnya telah karantina Benjamin Mendy kini tengah bersedih. Real Madrid yang dulunya didirikan pada 6 Maret 1902 sebagai Madrid Football Club dilaporkan harus karantina Zinedine Zidane dan semua pemainnya.
Artinya jelas jika laga babak 16 besar antara kedua tim di gelaran Liga Champions harus ditunda. Pihak The Sky Blues telah mengumumkan pembatalan itu melalui situs resmi mereka setelah mendengar Zidane cs harus dikarantina selama 15 hari.
Hal ini mereka putuskan bersama pihak UEFA setelah kaget mendengar kabar dari pihak Los Blancos yang memastikan kejadian tersebut. Mereka juga jadi tahu hal ini dilakukan setelah satu pemain tim basket Madrid positif kena covid-19.
Sedih mendengar kabar tidak sedap tersebut, kubu Pep Guardiola langsung mengirimkan dukungan moril dan doa agar Zidane dan skuadnya dijauhkan dari penyakit asal Kota Wuhan itu. Meski rival di lapangan, namun mereka tetap sesama olahragawan yang menjunjung sportifitas.
Manchester City doakan Real Madrid dijauhkan dari virus corona
Zidane sendiri sempat kaget saat ia dan timnya datang ke pusat pelatihan dan langsung dikumpulkan Niko Mihic. Niko menjelaskan jika Zidane dan para pemainnya harus mengurung diri di rumah masing-masing selama 15 hari.
Mereka diberitahu jika pebasket Trey Thompkins didiagnosa kena virus corona dan karena mereka berbagi kantin yang sama. Trey dan timnya juga berbagi ruang ganti yang sama dengan para pemain Los Blancos, artinya mereka berpeluang kena virus yang sama. Staf kepelatihan langsung cemas, namun mereka bersedia mengikuti arahan klub.
Zidane tetap tenang dan menegaskan jika latihan mereka batal dan setiap pemain harus latihan sendiri-sendiri di rumah. Ia tidak ingin para pemain Los Blancos jadi tidak fit hanya karena harus berdiam diri di rumah mereka masing-masing.
Selagi mereka berjuang dalam masa karantinanya, pihak Pep Guardiola memberikan dukungan dari jauh. Mereka berharap tim La Liga itu baik-baik saja dan bisa melalui semua masalah ini dengan baik.
Sumber: Manchester City Sedih Dan Doakan Real Madrid Negatif Corona
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Diego Costa Pancing Kritik Usai Bercanda Soal Corona

Gilabola.com – Diego Costa sukses strike pancing kritik usai sang pemain klub kontestan Liga Champions Atletico Madrid bercanda soal virus corona.
Diego Costa yang awalnya memulai karir bola di Brasil sebelum bergabung ke Braga di tahun 2006 itu saat ini tengah mendapatkan kritik pedas suporter. Pemain Atletico Madrid yang hanya beruntung kalau lawan tim tanpa Cristiano Ronaldo itu bercanda soal virus corona dengan pura-pura batuk saat lewati awak media.
Momen singkat itu terjadi di Anfield saat ia akan pergi usai pertandingan. The El Chringuito TV merilis cuplikan momen Costa saat melewati kerumunan wartawan yang ingin mewawancarainya. Ogah berhenti, Costa yang mengenakan setelan jas itu terus berlalu sambil pura-pura batuk.
Candaan singkat itu ia lakukan saat dunia lagi dihebohkan oleh penyebaran virus corona. Karuan banyak suporter klub bola yang kesal dan berbalik mengkritik ulah yang tidak tepat waktunya tersebut.
Diego Costa dinilai tak pantas bercanda soal corona
“Sama sekali tidak cerdas,” ujar pemilik akun Adrian dengan kesal. “Costa hanya berjalan terburu-buru sambil berpura-pura batuk saat melewati wartawan. Sama sekali bukan jenis candaan yang pantas dan tidak lucu,” timpal Carl Markham.
Costa sendiri main biasa-biasa saja di laga tersebut. Ia bermain selama 56 menit dan bereaksi marah saat ditarik keluar lapangan dengan menendang tas dan beberapa botol minuman.
Pemain yang menggantikan Costa, Marcos Llorente, malah lebih bersinar dengan mencetak 2 gol. Suporter Liverpool juga dibuat kesal Costa sebelum laga dimulai saat dirinya melempar bola dengan pongah di depan mereka.
Di gelaran Liga Champions musim ini, Costa baru main di 6 pertandingan dengan tanpa gol. Meski tidak mencetak gol, namun dirinya membuat 1 assist dan 1 kartu kuning. Sementara di La Liga Costa sudah turun di 13 pertandingan dengan menghasilkan 2 gol, 2 assist dan 2 kartu merah.
Sumber: Diego Costa Pancing Kritik Usai Bercanda Soal Corona
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap