Loris Karius Curhat Masih Trauma Dapat Ancaman Pembunuhan

Gilabola.com – Loris Karius ternyata masih takut setengah mati akibat ancaman pembunuhan dari laga mimpi buruk di Liga Champions saat bela Liverpool.
Loris Karius bulan lalu sudah dipikirkan Liverpool untuk dilempar ke klub Bundesliga, Hertha Berlin. Kini sang pemain Besiktas mengungkapkan jika dirinya masih trauma usai laga final Liga Champions antara Liverpool kontra Real Madrid di Kiev yang berakhir kalah skor 3-1.
Membuat emosi klub dan suporter akibat blunder demi blunder yang ia lakukan di laga tersebut, Karius langsung ditendang ke klub Turki untuk masa peminjaman 2 tahun. Ia masih dalam masa kontrak di Anfield sampai 2022 mendatang, namun kini lebih ingin ke gelaran Jerman.
Kini setelah lama tidak terdengar sang pemain curhat jika dirinya belum bisa mudah melupakan kenangan pahit di laga final Liga Champions yang pernah ia lakoni. Karius tidak menyalahkan para suporter The Reds, karena mereka sudah membayar tiket dan berhak untuk marah.
Video Bola

Real Madrid Datangkan 3 Striker Sekaligus – Barcelona Gugat Mantan…
Wonderkid Jepang Menuju Milan – Ayah Tiri Neymar Brondong –…
Ronaldo Messi Salah, Siapa Yang Paling Cantik? – Ciro Immobile…

Meski sah-sah saja marah, namun menurutnya para suporter sudah berlebihan saat mulai menyerang dengan ancaman pembunuhan. Ia juga kesal dengan para suporter yang beraninya di media sosial saja, namun bungkam saat bertemu langsung dengan dirinya di jalanan.
Loris Karius masih ingin kembali ke Liverpool lagi
Karius juga mengaku selalu tidak bisa tidur sampai dua hari saat mendapatkan ancaman pembunuhan dari oknum fans The Reds. Segala bentuk ancaman dan beragam kalimat rasis sudah ia rasakan hingga cukup membekas dalam waktu lama.
Karius merasa fans klub sudah berbuat tidak adil setelah semua jasa yang ia berikan kepada klub. Semua prestasinya yang saat itu masih berusia 24 tahun langsung sirna di mata fans hanya karena satu pertandingan.
Karius lantas mengaku pada The Sport Bild jika dirinya terbuka untuk opsi bermain di klub Bundesliga. Publik di gelaran tersebut ia nilai masih lebih baik penerimaannya. Meski begitu dirinya masih berharap dapat kesempatan memperbaiki diri di Anfield.
Karius hingga kini masih rutin setiap pekan menghubungi pelatih kiper The Reds, John Achterber. Ia juga masih sering menghubungi Jurgen Klopp dan lega jika sang manajer dan pihak manajemen Liverpool masih baik kepada dirinya.
Sumber: Loris Karius Curhat Masih Trauma Dapat Ancaman Pembunuhan
Berita Bola

Klopp Tidak Klop, Teriaki Penggemar Liverpool Bodoh

Juergen Klopp tidak klop dengan beberapa penggemar Liverpool, meneriaki mereka ‘dasar bodoh’ setelah mencoba bersalaman dengannya jelang dimulainya laga Liga Champions The Reds melawan Atletico Madrid pada Kamis (12/3) dinihari.
Ketika pelatih Liverpool Juergen Klopp berjalan keluar dari lorong Anfield Stadium, sejumlah penggemar The Reds mengulurkan tangan mereka untuk melakukan tos atau berjabat tangan dengan si pelatih Jerman itu. Klopp bereaksi dengan marah dan menjauh dari mereka sebelum berteriak: “Jauhkan tanganmu, dasar bodoh.”

No handshakes before the game and these people think they're getting high-5s off the players? 🤯Klopp was having none of [email protected] pic.twitter.com/yXtrVRA51J
— BenchWarmers (@BeWarmers) March 11, 2020

Jabat tangan antar pemain dan wasit telah dilarang oleh Liga Inggris dan sejumlah liga lain di seluruh Eropa dalam upaya untuk mencegah memburuknya penyebarnya virus Covid-19 di benua biru itu.
Klopp bahkan menolak untuk menjabat tangan manajer Atletico Madrid Diego Simeone sebelum pertandingan dan sebagai gantinya memilih melakukan sentuhan siku sebagai alternatif jabat tangan. Tidak ada jabat tangan pra-pertandingan antara para pemain juga pada laga babak leg kedua babak 16 besar pada Kamis dini hari.

Coronavirus handshake Klopp 🤝 Simeone 😂 pic.twitter.com/tGguxbsA66
— RedScouserBrasil (@redscouserbr) March 11, 2020

Penyakit ini bisa menular ketika seseorang yang menderita COVID-19 batuk atau menghembuskan napas dan mereka melepaskan droplet atau tetesan cairan yang terinfeksi melalui mulut atau hidungnya.
Situasi dengan cepat memburuk di seantero Eropa setelah Italia menjadi negara dengan jumlah infeksi dan kematian terbesar di luar China. Angkanya sudah mendekati 13 ribu penderita dan 827 kematian. Urutan terburuk berikutnya berturut-turut adalah Iran, Korea Selatan, Prancis, Spanyol dan Jerman.

Klopp juga tidak klop minggu lalu saat ditanya wartawan soal dampak coronavirus minggu lalu, tetapi mengubah cara berbicaranya menjelang pertandingan, Rabu, ketika masalah itu muncul lagi, mengakui bahwa situasinya sudah semakin serius.
“Ada hal-hal yang lebih penting daripada sepakbola,” kata manajer Liverpool Juergen Klopp awal pekan ini. “Saya pikir kita menyadarinya lagi pada saat ini. Yang kita butuhkan adalah waktu untuk menemukan solusi untuk itu. Bagaimana kita bisa menang saat itu? Dengan menghindari situasi yang berbeda.”
“Apa yang kita lakukan dengan tidak berjabatan tangan adalah mengirim tanda. Ini bagus untukmu, bagus untukku, bahwa kita tidak berjabat tangan sekarang.”
“Sangat penting bahwa 22 pemain yang benar-benar sehat mengirimkan tanda ini untuk masyarakat. Bermain sepak bola hanyalah sebuah permainan. Kita bukan masyarakat, kita hanya bagian dari masyarakat dan kita semua harus khawatir pada saat yang bersamaan.”
“Itulah tepatnya yang saya tidak suka – Anda duduk dan bertanya kepada saya pertanyaan ini, tetapi Anda terbang dari Madrid untuk berada di sini. Jadi tetaplah di sana – mereka telah meliburkan sekolah-sekolah dan Anda jelas khawatir.”
“Tapi Anda pikir layak untuk bepergian atau apa pun ke pertandingan sepak bola. Jadi itulah masalah kita bersama – kami bermain sepakbola, tetapi kita tidak bisa menghentikannya (penyebaran virus) dengan sepakbola. Kami melakukan apa yang harus kami lakukan.”
Sumber: Klopp Tidak Klop, Teriaki Penggemar Liverpool Bodoh
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Adrian Blunder, Begini Respon Dingin Jurgen Klopp

Gilabola.com – Usai Liverpool kalah 2-3 saat melawan Atletico Madrid di 16 besar Liga champions leg kedua, Kamis (12/3/2020) dini hari WIB. Jurgen Klopp menyatakan Adrian tidak salah atas kekalahan yang di dapat timnya.
Laga yang berlangsung di Anfield tersebut, The Reds memang tampil menggila sejak menit awal. Hasilnya di menit ke 43 Georginio Wijnaldum berhasil membuka skor lewat tandukannya.
Bahkan memasuki babak kedua tuan rumah benar-benar tampil semakin agresif.  Terbukti Roberto Firmino berhasil memperbesar ke unggulan. Namun jelang berakhirnya pertandingan stamina anak asuh Klopp mulai menurun.
Benar saja, Adrian melakukan kesalahan dengan salah melakukan operan. Dimana Joao Felix yang mampu mendapatkan bola berhasil memberikan assist matang ke Marcos Llorente di menit ke 97.
Menariknya sang pemain berhasil kembali mencatatkan namanya lagi di papan skor kali ini di menit ke 105. Dan gol penutup dicetak oleh Alvaro Morata. Dengan kekalahan agregat 4-2. Maka langkah sang juara bertahan harus tersingkir.
Usai laga Adrian yang mendapatkan kritikan pedas, langsung dibela oleh Klopp. Dimana menurut pandangan pria asal Jerman tersebut eks kiper West Ham United itu sudah bermain baik dan tak ada yang perlu disalahkan. Dan baginya anak asunya sudah tampil baik.
“Semua orang yang melihat pertandingan tahu bahwa itu bisa berbeda. Saya suka 90 menit pertama,”Kata Jurgen Klopp kepada Goal International.
“Satu-satunya kesalahan kami adalah dimana kami mencetak gol kedua yang terlambat. Saya menyukai permainan sepakbola yang kami mainkan. Dimana kami mampu merepotkan mereka.
“Ini benar-benar luar biasa. Dan untuk Adrian pasingnya memang tidak bagus. Saya menyukai pemain itu tetapi keputusannya memang salah. Saat itu tidak mudah menyelesaikan situasi seperti itu bagi mereka [pemain Liverpool].
“kami tidak akan menyalahkannya. Dia seorang pria dan dia tahu, dimana dia melakukan kesalahan. Namun kami tidak akan menghakiminya.”Tutup Klopp.
Sementara itu, hasil kekalahan yang di dapat oleh Liverpool. Maka bisa dipastikan musim ini akan ada juara baru. Menarik untuk di tunggu siapakah yang bisa keluar juara di musim ini. Mengingat musim ini ada tiga tim non unggulan yang berhasil melaju ke perempat final.
Sumber: Adrian Blunder, Begini Respon Dingin Jurgen Klopp
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Jurgen Klopp: Saya Pecundang yang Sangat Buruk!

Gilabola.com – Jurgen Klopp akui kekalahan Liverpool dari Atletico Madrid di babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/3) dinihari tadi, ‘terasa tidak menyenangkan’.
Ini pertama kalinya Liverpool gagal melaju dalam pertandingan dua leg di kompetisi Eropa di bawah asuhan Klopp. Pelatih asal Jerman itupun mengatakan, tersingkirnya the Reds di babak 16 besar Liga Champions ‘terasa tidak menyenangkan’ dan dia mengkritik gaya permainan Atletico di Anfield.
Harapan sang juara bertahan untuk bisa mempertahankan gelar mereka berakhir dengan kekalahan 2-3 di Anfield pada Rabu malam waktu setempat atau Kamis (12/3) dinihari tadi. Atletico pun menang agregat 4-2.
The Reds sebelumnya telah berhasil mencapai final di dua musim sebelumnya di bawah asuhan Klopp.
Pelatih 52 tahun itu menyatakan, skuad Diego Simeone tak mainkan ‘sepakbola yang seharusnya’. “Saya sangat senang dengan penampilannya. Sangat sulit untuk meladeni skuad seperti itu,” ujar Jurgen Klopp kepada BT Sport, seraya menambahkan ia tengah ‘mencari kata-kata yang tepat’.
“Saya tidak mengerti dengan kualitas yang mereka miliki dalam sepakbola yang mereka mainkan. Mereka bisa mainkan sepakbola yang tepat, tapi mereka kukuh bertahan dan lakukan serangan balik,” tambah Klopp, seperti dilansir BBC Sport.
“Kami menerimanya, tentu saja, tapi terasa tidak menyenangkan malam ini. Saya sadar, saya pecundang yang sangat buruk, terutama saat para pemain melakukan upaya terbaik mereka melawan para pemain kelas dunia di tim lawan yang bertahan dengan dua baris pemainnya,” tandas Klopp.
“Kami tahu dalam dua tahun terakhir, kami mendapat momen keberuntungan di Liga Champions, anda berhasil mencapai dua final. Tapi hari ini, segalanya tidak berpihak pada kami di saat-saat yang menentukan,” tegasnya.
Kekalahan Liverpool dari Atletico Madrid dinihari tadi, menjadi kekalahan keempat yang dialami the Reds dalam enam pertandingan di semua kompetisi. Meski demikian, di papan klasemen sementara Liga Premier, skuad Klopp tetap melaju 25 poin di posisi teratas.
Hal senada disampaikan kapten Liverpool, Jordan Henderson. Ia akui, hasil di babak 16 besar dinihari tadi ‘sangat mengecewakan’. Tapi, ia juga menambahkan, para pemain akan menggunakannya untuk berjuang mengakhiri musim ini dengan kuat.
“Kami lakukan segalanya dalam pertandingan tadi, sehingga kami sangat kecewa, terutama dengan gol-gol lawan yang berhasil membobol gawang kami,” ujar gelandang Inggris berusia 29 tahun itu, kepada BT Sport.
“Yang bisa kami fokuskan hanyalah tingkat kinerja kami, dan gol-gol lawan sangat tidak menyenangkan. Kami kecewa, tapi kami akan menerimanya. Untuk sisa hari ini dan besok, pastinya semua akan terasa tidak menyenangkan. Tapi, kami harus memanfaatkannya sebagai pemicu untuk membantu kami menyelesaikan musim ini dengan kuat,” ujar andalan lini tengah skuad Jurgen Klopp itu.
Sumber: Jurgen Klopp: Saya Pecundang yang Sangat Buruk!
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Jurgen Klopp Tak Khawatir Liverpool Sia-siakan Keunggulan

Gilabola.com – Jurgen Klopp tak terlalu khawatir Liverpool sia-siakan keunggulan tiga gol saat hadapi RB Salzburg, Kamis (3/10) dinihari tadi. Alasannya, dia yakin dengan kekuatan karakter para pemainnya untuk bangkit.
The Reds memimpin 3-0 atas Salzburg lewat gol-gol Sadio Mane, Andy Robertson dan Mohamed Salah, yang bahkan tercipta dalam waktu 36 menit. Tapi, mereka alami kemunduran jelang turun minum saat Hwang Hee-Chan membalaskan satu gol sebelum turun minum.
Lalu, Takumi Minamino berhasil menggandakan skor tuan rumah 10 menit setelah istirahat. Salzburg berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi pemain mudanya yang tengah naik daun dan muncul sebagai pemain pengganti, Erling Braut Haaland, dengan mencetak golnya yang ke-18 musim ini.
Pemain asal Norwegia itu mencetak golnya tersebut saat ia baru saja bermain empat menit. Liverpool pun seolah-olah hanya akan meraih hasil imbang di laga ini. Beruntung the Reds akhirnya kantongi poin sempurna sesaat setelah Salah berhasil mencetak gol penentu kemenangan di laga ini.

Berita Terkait

Bintang Liverpool Dekati Koleksi Gol Lionel Messi dan Lewandowski
Liverpool Selamat, Urung Diusir dari Piala Liga
Liverpool Kebobolan Tiga Gol, Dua Datang Dari Sisi Kanan

Ini menjadi gol Salah yang ke-12 dalam 13 penampilannya di Liga Champions untuk skuad Anfield, dan membuat the Reds berhasil mengamankan kemenangan pertama di Grup E. “Kita berhasil menunjukkan karakter, saya menjadi orang terakhir yang terkejut dengan hal itu,” ujar Klopp, 52 tahun.
“Itu sebabnya, saya tidak terlalu khawatir saat posisi kami 3-3, karena saya tahu kami akan mendapat momen lagi,” tambah Jurgen Klopp.
“Konyol jika itu dirasa tidak mungkin, karena kami lakukan begitu banyak hal bagus di lapangan, sehingga kami tak boleh kehilangan kepercayaan penuh pada diri sendiri, saat laga menjadi agak sulit,” ujar pelatih asal Jerman itu.
“Memang jauh dari permainan yang sempurna, tetapi itu pertandingan khas Liverpool, sangat menarik. Saya pikir, setelah pertandingan, mungkin saya akan marah, tapi saya sadar saya tidak perlu marah. Jadi, mengapa saya harus muncul seolah-olah saya marah?”, ungkap mantan pelatih Borussia Dortmund itu, seperti dilansir thisisAnfield.com.
“Saya menghormati kinerja lawan dan melihat banyak hal baik dari tim kami. Kami bisa melakukan semuanya dengan lebih baik. Kami akan lakukan yang lebih baik lagi. Itu saja,” ujar Klopp.
Pelatih Salzburg, Jesse Marsch, merasa timnya terbukti banyak lakukan kinerja bagus di Anfield. Terutama, setelah membuka kompetisi Liga Champions ini dengan kemenangan telak, 6-2, atas Genk, yang kemudian menahan imbang Napoli tanpa gol pekan ini. “Kami telah melihat, kami bisa bermain di level ini. Ketika kami memainkan sepakbola kami, kami selalu punya kesempatan,” ujar Marsch.
“Tentu saja, kami punya harapan untuk kantongi satu poin setelah skor menjadi 3-3, kami sudah dekat. Saya sangat bangga dengan tim saya, dan penting bagi kami untuk belajar dari malam ini,” tambah Jurgen Klopp.
Sumber: Jurgen Klopp Tak Khawatir Liverpool Sia-siakan Keunggulan

Jurgen Klopp Balas Kritik Terhadap Andrew Robertson

Gilabola.com – Jurgen Klopp balas kritik terhadap Andrew Robertson. Pemain klub kontestan Liga Champions itu dinilai tak tajam jaga lini pertahanan.
Bos Liverpool Jurgen Klopp tidak terima Andrew Robertson dicecar kritik. Manajer Jerman itu menilai jika ada kritik yang menyasar pemain bertahannya, hal itu karena para pengkritik yang bermasalah, bukan karena kualitasnya.
Robertson terus dikritik selama beberapa pekan belakangan atas performanya di Liga Champions. Klopp menilai semua ejekan terhadap Andrew telah memaksa dirinya jadi salah dimengerti: “Semua kritik tidak berpengaruh terhadap ekspektasi. Semua kritik itu dilakukan kepada dunia di luar sana.”
“Dia telah bermain dengan bagus beberapa pekan dan bulan belakangan dan kalian harus menerimanya. Jika ada satu pertandingan yang tidak lebih baik dari pertandingan lainnya, kalian mulai bertanya ada apa dengan Andy Robertson. Tidak perlu dilakukan.”

Berita Terkait

Christian Pulisic Frustrasi Kurang Waktu Bermain di Chelsea
Chelsea Pecahkan Rekor Liga Inggris Usai Kalahkan Brighton
Jurgen Klopp Akui Hampir Lakukan Kesalahan Besar Lawan Sheffield

Jurgen Klopp ingin tim fokus persiapan lawan Chelsea
“Semua ini berjalan dengan normal. Pertandingan sebelumnya mungkin dia pemain terhebat di lapangan,” pungkasnya kepada Tribal Football.
Klopp kini hanya ingin sang pemain dan skuadnya fokus ke laga selanjutnya. Di Premier League kubu The Reds akan dijamu Chelsea pada pukul 22.30 WIB, bertempat di Stadion Stamford Bridge. Skuad Klopp duduk di tangga pertama klasemen sementara dengan bekal 15 poin.
Kubu Chelsea polesan Frank Lampard di klasemen sementara duduk di tangga 7 dengan bekal 8 poin. Meski main di kandang lawan, namun kubu The Reds berpeluang menang skor tipis dengan peluang mencapai 49% berbanding peluang menang The Blues di kisaran 25%.
Sumber: Jurgen Klopp Balas Kritik Terhadap Andrew Robertson

Seperti Tokoh Mitologi Narcissus, Jurgen Klopp Googling Dirinya Sendiri

Seperti tokoh mitologi Narcissus kagumi ketampanan wajahnya sendiri, saksi mata melaporkan Jurgen Klopp googling dirinya sendiri.
Para pelancong di bandara Manchester pada hari Rabu waktu setempat bisa melihat Jurgen Klopp itu berjalan masuk ke ruang tunggu bersama istrinya, Ulla, untuk duduk menanti boarding sembari ia Klopp googling dirinya sendiri di layar ponsel dan membaca-baca apa kata media soal pahlawan baru Liverpool.
Sang pelatih asal Jerman akan mengambil masa liburan cukup panjang sebelum kembali dalam waktu kurang dari sebulan untuk menyiapkan tur pra-musim The Reds ke Amerika Serikat mulai pertengahan Juli.
Mereka yang berada di bandara Manchester melaporkan bahwa begitu duduk di ruang tunggu penerbangan ke London tersebut, pada kesempatan pertama Klopp goggling dirinya sendiri dan mulai membaca apa kata media-media soal kemenangan Liverpool di final Liga Champions.

Berita Terkait

Inilah Alasan Virgil Van Dijk Calon Pemenang Ballon d Or
Liverpool Siap Bajak Target Transfer MU-Arsenal asal Lille
Jurgen Klopp Pilih Cuti Daripada Perpanjang Kontrak Liverpool

Salah satu tangkapan kamera memperlihatkan ia sedang berhenti di sebuah judul berita yang membahas hubungan antara dirinya dengan Mohamed Salah. Lihat foto.
Klopp diketahui tak memiliki media sosial, atau menghindarinya, dan bisa dimaafkan jika satu kali setahun menghabiskan beberapa menit atau beberapa jam membaca komentar media soal dirinya. Asal jangan kebablasan membunuh dirinya sendiri seperti tokoh mitologi Yunani Narcissus, saking kagumnya pada keindahan yang tak mungkin dipeluknya.

Tidak heran jika Klopp berhenti pada berita-berita yang membahas soal Mohamed Salah karena selama beberapa hari terakhir pendukung Liverpool diguncang berita soal kepndahan Salah ke Spanyol, kemungkinan besar Real Madrid. Namun hal ini dianggap sebagai usaha media-media Spanyol membuat Salah tersanjung untuk kemudian jatuh dalam perangkap Los Blancos.
Sumber: Seperti Tokoh Mitologi Narcissus, Jurgen Klopp Googling Dirinya Sendiri

Tak Ada Mandi Bir, Perayaan Gelar Juara di Liverpool Menyedihkan

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp membandingkan perayaan gelar juara di Liverpool dan di Borussia Dortmund, dan The Reds memiliki tradisi yang menyedihkan.
Jurgen Klopp menjadi salah satu figur yang menarik perhatian usai keberhasilan Liverpool meraih gelar juara Liga Champions di Wanda Metropolitano. The Reds menang 2-0 atas Tottenham Hotspur pada laga yang boleh dibilang membosankan dengan gol-gol hanya terjadi pada menit pertama dan lima menit jelang pertandingan berakhir.
Ini merupakan gelar pertama Jurgen Klopp setelah menjalani enam final yang berujung kekalahan. Gelar juara terakhirnya adalah gelar ganda juara Bundesliga dan piala DFB Pokal saat masih bersama Borussia Dortmund pada tahun 2012.
Sudah merupakan tradisi biasa di Jerman untuk melakukan perayaan gelar juara dengan mengguyur bir kepada rekan-rekan setim dan staf kepelatihan usai penerimaan trofi, namun di Liverpool ini usai memenangkan gelar juara Liga Champions Jurgen Klopp malah kesulitan mencari air dalam waktu 20 menit setelah pertandingan usai saat ia merasa kehausan.

Berita Terkait

Juarai Liga Champions, Liverpool Tawarkan Jurgen Klopp Kontrak Panjang
Pemain PSG Ini Tolak Manchester United Gara-gara Liga Champions
Perkenalkan Pemain Liverpool Paling Beruntung

Pelatih The Reds itu mengakui, perayaan gelar juara di Jerman dengan para pemain dan staf disiram sampai basah kuyup dengan bir biasanya membuatnya mabuk berat hanya dalam waktu beberapa menit saja setelah peluit akhir dibunyikan.

Tetapi ketika ditanya di pinggir lapangan apakah perayaan serupa terjadi atau akan terjadi pada kubu Liverpool di Madrid, Klopp mengakui bahwa ia bahkan kesulitan mendapatkan sebotol air, pada malam yang ia gambarkan sebagai malam terhebat dalam karir sepakbolanya.
“Saya tidak tahu (ketika ditanya tentang perayaan gelar juara menggunakan bir), di Jerman ketika saya menang [bersama Borussia Dortmund] maka 20 menit setelah pertandingan saya sudah setengah mabuk, tetapi [di sini] saya bahkan tidak bisa mendapatkan air!” katanya kepada BT Sport.
“Saya sangat senang untuk semua anak-anak (pemain Liverpool), semua penggemar, keluarga saya. Mereka menderita setiap tahun ketika kami sampai ke babak final. Pertandingan terakhir musim ini dan kami sangat kehilangannya. Mereka sangat mendukung.”
Mandi bir seperti itu telah menyebabkan pemain Muslim di Bayern Munchen seperti Franck Ribery kerepotan pada momen-momen perayaan gelar juara karena aroma bir bagaimana pun sudah cukup untuk membuatnya mabuk. Bukan satu-dua kali kita melihat Ribery berlari menjauh saat rekan satu timnya datang dengan segelas besar bir.

Anyone want to see a photo of Franck Ribery wearing what looks like a wig made of beer? pic.twitter.com/91MsS7fOrv (via @AFP)
— Tom Williams (@tomwfootball) May 11, 2013

Sumber: Tak Ada Mandi Bir, Perayaan Gelar Juara di Liverpool Menyedihkan

Liverpool Wajib Mainkan Jordan Henderson Lawan Hotspur

Gilabola.com – Steven Gerrard yakin Jordan Henderson harus tampil sebagai starter di jantung lini tengah Liverpool saat final Liga Champions melawan Tottenham Hotspur.
Cedera Naby Keita hanya sedikit membuat dilema bagi Liverpool saat seleksi lini tengah tim Jurgen Klopp untuk menghadapi Tottenham Hotspur, kapten klub Jordan Henderson akan bersaing untuk posisi tersebut dengan pemain seperti Fabinho, James Milner dan Wijnaldum.
Jurgen Klopp memuji penampilan Jordan Henderson musim ini, tetapi masih juga tidak mencantumkan namanya dari starting line-up saat kekalahan di semifinal leg pertama melawan Barcelona dan berakhir dengan cederanya Keita.
Dengan kembalinya Jordan Henderson ke dalam tim, Liverpool secara mengejutkan berhasil membalikkan defisit 3-0 pada leg pertama menjadi 4-3 dan sukses mencapai final Liga Champions kedua mereka secara berturut-turut.

Berita Terkait

Prediksi Skor Final Liga Champions Menurut 22 Tokoh Bola
Liverpool Lima Kali Juara Liga Champions, Kelimanya Lawan Tim Putih
Prediksi Tottenham Hotspur vs Liverpool di Final Liga Champions 2019

Wijnaldum mencetak dua gol setelah dimainkan dari bangku cadangan pada babak kedua dan kemudian mengakui bahwa dia marah karena dicadangkan tetapi Steven Gerrard yakin bahwa Liverpool harus memainkan Jordan Henderson sejak menit peryama untuk melawan Tottenham Hotspur.
Steven Gerrard mengatakan kepada BBC Radio 5 Live: “Saya selalu menjadi penggemar Jordan Henderson, saya percaya dia adalah pemain tanpa kenal lelah, saya pikir dia melakukan banyak pekerjaan untuk tim yang tidak diketahui banyak orang.”
“Saya tahu apa yang dia sukai di lapangan. Dia menempatkan dirinya di belakang orang lain; dia tipe orang yang seperti itu.”
“Saya pikir dia lebih dari mampu memenangkan pertandingan apa pun yang dia mainkan dan saya pikir belum terlambat, dia memainkan peran lebih jauh ke depan, dia mengambil lebih banyak tanggung jawab dan telah menjadi salah satu pemain Liverpool yang paling konsisten.”
“Saya sudah mengawasinya dan berbicara dengannya dan berkata, … Jordan, kamu mungkin perlu mencoba melakukan sesuatu sendiri daripada melakukan hal-hal lainnya”.
“Karena dia sangat mampu memainkan umpan akhir dan dia mampu mencetak gol dari tepi kotak dan berlari ke dalam kotak untuk mencetak gol.”
“Jordan akan melakukan semua koordinasi lapangan. Saya pikir dia sudah matang dan dia mengambil lebih banyak peran di lapangan bagi Liverpool.” tutup Steven Gerrard.
Sumber: Liverpool Wajib Mainkan Jordan Henderson Lawan Hotspur

Jurgen Klopp dan Rekor Sial di Final Liga Champions

Gilabola.com – Manajer Liverpool Jurgen Klopp menanggapi rekor sial di final Liga Champions timnya melawan Tottenham Hotspur.
Ketika memimpin Borussia Dortmund sebelum ia bergabung dengan Liverpool pada 2015, Jurgen Klopp telah kalah setidaknya di satu laga final dalam enam dari tujuh musim sebelumnya.
Kekalahan terakhir ketika Liverpool kalah dari Real Madrid di final Liga Champions tahun lalu (3-1), tetapi ada harapan yang lebih besar bagi runner-up Liga Premier saat mereka akan melawan Tottenham Hotspur yang relatif tidak berpengalaman di ajang Liga Champions.
“Jika saya akan menjadi alasan untuk kalah enam final berturut-turut, maka semua orang perlu khawatir. Jadi itu bukan masalahnya maka kita tidak perlu khawatir akan selalu memiliki peluang dan itulah bagaimana kita melihatnya sebenarnya,” kata Jurgen Klopp saat jumpa pers pada hari Jumat.

Berita Terkait

Prediksi Skor Final Liga Champions Menurut 22 Tokoh Bola
Liverpool Lima Kali Juara Liga Champions, Kelimanya Lawan Tim Putih
Prediksi Tottenham Hotspur vs Liverpool di Final Liga Champions 2019

“Sejak 2012, selain 2017, saya bersama tim saya setiap tahun berada di Liga Champions. Jadi kami kadang-kadang datang dengan keberuntungan, tetapi sebagian besar karena kami layak berada di sana, jadi saya mungkin layak saat ini disebut pemegang rekor, setidaknya memenangkan semi final.”
“Saya manusia normal, jadi jika saya duduk di ruangan dan berpikir ini semua tentang saya, sayalah alasannya, jika saya melihat diri saya sebagai ‘pecundang’ atau apa pun, maka kita semua akan memiliki masalah , tapi saya tidak melihatnya seperti ini.”
“Saya pikir mungkin ada saat-saat yang beruntung dan tidak beruntung dan di beberapa final, itu adalah bagian dari kita dan kita tidak pernah berada di pihak yang beruntung, itu benar, saya tidak dapat mengubah itu.”
Jurgen Klopp tetap bersikukuh bahwa hanya sedikit yang bisa dipelajari Liverpool dari kekalahan 3-1 tahun lalu dari Real Madrid di Kiev karena sifat “aneh” dari gol-gol yang mereka derita, tendangan salto yang memukau oleh Gareth Bale disertai dengan dua kesalahan penjaga gawang dari Loris Karius.
Namun, pemain asal Jerman itu yakin pengalaman itu bertindak sebagai katalis bagi timnya, yang membantu mereka kembali ke final, sembari memberi tekanan pada Manchester City dalam perburuan gelar Liga Premier.
“Kami belajar banyak pada saat itu karena kami bersama melakukannya, dengan banyak pemain bersama saya selama tiga tahun, dengan beberapa pemain selama satu tahun, dan tahun ini kami belajar banyak lagi,” kata Jurgen Klopp.
“Kami adalah tim yang sama sekali berbeda dengan tahun lalu. Jadi final (tahun lalu) tidak terlalu penting bagi peningkatan kami.”
“Final itu seperti titik awal untuk langkah selanjutnya. Begitulah cara kami melihatnya, itulah cara kami ingin menggunakannya dan itulah yang kami lakukan, tetapi dari pertandingan (final tahun lalu) kami tidak bisa belajar banyak kalau mau jujur.” tutup Jurgen Klopp.
Sumber: Jurgen Klopp dan Rekor Sial di Final Liga Champions