Henderson Kecewa Berat Liverpool Tersingkir di Liga Champions, Tapi…

Gilabola.com – Usai Liverpool kalah agregat 2-3 sekaligus tersingkir melawan Atletico Madrid di leg kedua Liga Champions, Kamis (12/3/2020) dini hari WIB. Jordan Henderson mengaku sangat frustasi timnya kalah memalukan. Namun ia tetap meminta agar rekan setimnya fokus di laga berikutnya.
Rasa kecewa yang di tunjukan oleh sang kapten boleh dibilang sangatlah wajar. Pasalnya The Reds yang tampil di Anfield mempunyai berbagai macam peluang emas. Tapi sayangnya gagal menjadi gol untuk memenangkan pertandingan. Hal ini tak lepas dari kurang tenangnya anak asuh Jurgen Klopp dalam mengelolah peluang tersebut.
Alhasil selain ke angkeran stadion mereka ternodai. Maka dipastikan musim ini Si Merah juga gagal mempertahankan trofi kuping gajah. Bahkan kesaktian Klopp dalam meracik timnya bisa dibilang telah pudar.
Kendati timnya saat ini benar-benar tengah dalam tekanan yang hebat. Namun punggawa Timnas Inggris tersebut juga meminta agar rekan-rekannya bersiap untuk menatap laga berikutnya melawan Everton dalam partai yang bertajuk Derby Merseyside, Selasa (17/3/2020) dini hari WIB.
“Malam ini dan besok itu tidak akan terasa menyenangkan, tapi kita harus tetap menerimanya dan menyelesaikan musim ini dengan baik,”Kata Jordan Henderson seperti dikutip Daily Mail.
“Kita akan segera memiliki laga Derby berikutnya, jadi itulah yang dibutuhkan dimana fokus untuk mengubahnya menjadi secepat mungkin.
“Tentu saja kami sangat kecewa. Padahal penampilan kita secara menyeluruh boleh dibilang sangat baik.
“Kami sudah mengerahkan semuanya ke dalam pertandingan dan kami harus kecewa. Jadi kita harus fokus setiap saat. Karena dengan kesalahan apapun, maka bisa merugikan anda.
“Kami benar-benar kecewa dengan hasilnya secara keseluruhan. Ya, kita harus menanggungnya.”Tutup Henderson.
Sementara itu, jika melawan Everton di Goodison Park kembali menelan kekalahan atau hasil imbang. Maka hal ini jelas membuat Liverpool untuk menggelar pesta kemenangan meraih Premier League bakal terganggu.
Pasalnya lawan-lawan mereka dipastikan bersemangat ingin meniru apa yang dilakukan oleh Watford di laga tersisa ini.
Sedangkan di sisi lain laga kedua tim juga bisa saja tertunda. Sebab virus corona di Inggris kian membahayakan. Dimana hal ini usai pelatih Arsenal, Mikel Arteta dinyatakan positif terjangkit, Jumat (13/3/2020).
Sumber: Henderson Kecewa Berat Liverpool Tersingkir di Liga Champions, Tapi…
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Henderson Sesalkan Liverpool Buang Banyak Peluang Kontra Atletico

Gilabola.com – Usai Liverpool tersingkir menyakitkan saat melawan Atletico Madrid di babak 16 besar leg kedua Liga Champions, Kamis (12/3/2020) dini hari WIB. Jordan Henderson mengaku sangat jengkel timnya gagal memanfaatkan berbagai peluang matang. Ia pun sangat kecewa.
Laga yang berlangsung di Anfield tersebut seperti yang dikatakan Klopp sebelum laga dimulai. Dimana akan tampil agresif dan benar saja mereka terus memberikan tekanan dan melepaskan tembakan mengarah ke gawang. Akan tetapi gol pembuka untuk The Reds baru tercipta di menit ke 43 melalui sundulan Georginio Wijnaldum.
Memasuki paruh kedua, tempo permainan Jordan Henderson dan kolega kian agresif. Hasilnya Roberto Firmino yang sebelumnya mendapatkan peluang-peluang matang baru bisa mencetak gol di menit ke 94. Tapi tiga menit kemudian Marcos Llorente berhasil membuka ke unggulan untuk Atletico, hal ini usai dirinya memanfaatkan umpan matang dari Joao Felix setelah Adrian melakukan blunder.
Menariknya gol itu ternyata menjadi petaka untuk Liverpool. Ya, pasalnya Llorente lagi-lagi berhasil menggetarkan jala gawang eks West Ham tersebut. Gol penutup Atletico sendiri dicetak oleh Alvaro Morata di menit ke 120.
Atas hasil kekalahan tersebut, maka Merseyside merah dipastikan gagal mempertahankan si trofi kuping gajah pada musim ini. Usai laga Henderson yang tampil selama 105 menit tersebut mengaku sangat kecewa timnya tidak mampu memanfaatkan peluang yang di dapat.
Meski begitu punggawa timnas Inggris tersebut memberikan kredit untuk Jan Oblak yang mana tampil sangat luar biasa mengawal jala gawang Los Rojiblancos.
“Kesalahan atau kosongnya konsentrasi dapat membuat anda kerugian. Dan seperti saya katakan kami sangat kecewa dengan hasil secara keseluruhan,”Kata Jordan Henderson kepada BT Sports.
“Dengan posisi yang kami miliki, kami harus kebobolan, maka kami kecewa dan kami harus menerimanya.
“Ya, Jan Oblak melakukan berbagai penyelamatan yang hebat, tetapi kami menciptakan begitu banyak peluang untuk mencetak gol, dan tentu saja peluang itu tidak bisa untuk mematikan pertandingan [memenangkan kami].”Tutup Henderson.
Sementara itu, kekalahan atas wakil asal Spanyol tersebut maka jelas semakin memperpanjang tren negatif Henderson dan kolega. Pasalnya di laga sebelumnya mereka kalah 3-0 atas Watford di pekan ke 28 Liga Inggris. Kemudian tersingkir 2-0 di putaran kelima Piala FA kontra Chelsea.
Sumber: Henderson Sesalkan Liverpool Buang Banyak Peluang Kontra Atletico
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Kapten Liverpool Masuk Klub Elit, Isinya Kapten Barcelona, Real Madrid

Kapten Liverpool Jordan Henderson diam-diam masuk klub elit yang mayoritas isinya kapten Barcelona dan kapten Real Madrid. Klub elit ini hanya berisi tujuh orang saja. Siapa?
Dengan menjadi juara Piala Dunia Antarklub di Qatar minggu lalu, kapten Liverpool masuk klub elit yang hanya diisi oleh tujuh orang saja di muka bumi ini, yaitu kapten-kapten tim yang berhasil menjadi juara Liga Champions, juara Super Cup UEFA dan juara Piala Dunia Antarklub pada tahun yang sama.
Seperti sudah dibilang, isi dari klub elit ini tidak banyak. Hanya tujuh orang saja yang sangat beruntung, yakni:

Fernando Hierro – Real Madrid, 2002
Carles Puyol – Barcelona, 2009
Philipp Lahm – Bayern Munich, 2013
Andres Iniesta – Barcelona, 2011, 2015
Iker Casillas – Real Madrid, 2014
Sergio Ramos – Real Madrid, 2016, 2017
Jordan Henderson – Liverpool, 2019

Mereka yang namanya ada di daftar di atas adalah kapten-kapten tim yang berhasil merengkuh tiga trofi prestisius itu pada tahun yang sama. Daftar itu sebenarnya bisa lebih panjang kalau saja Manchester United bisa memenangkan Super Cup UEFA tahun 2008 dan juga Chelsea memenangkan Super Cup dan Piala Dunia Antarklub pada tahun 2012. Keduanya baru saja memenangkan Liga Champions Eropa tahun itu, tapi gagal pada turnamen lanjutannya.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Prediksi Wolves vs Liverpool, Liga Inggris 24 Januari 2020
Fans Liverpool Tertawakan Curhat Carlo Ancelotti

Menarik untuk mengamati bahwa di dalam klub elit itu terdapat tiga kapten Real Madrid berbeda, dengan Sergio Ramos merebutnya pada dua tahun berturut-turut, sama seperti yang dilakukan oleh kapten Barcelona Andres Iniesta pada tahun 2011 dan 2015.
Sebenarnya Sergio Ramos bisa mencatatkan rekor sebagai kapten pertama yang meraihnya pada tiga kesempatan. Sayangnya, Atletico Madrid pada momen Piala Super UEFA 2018 mengalahkan Real Madrid dengan skor 4-2. Hanya jarang-jarang saja itu terjadi tapi hal ini berhasil menggagalkan ambisi Ramos meraihnya pada tiga kali pada tiga musim beruntun.
Kini kapten Liverpool berusaha masuk klub elit lainnya dengan meraih empat trofi beruntun, yakni gelar juara Liga Inggris pada musim semi mendatang. Dengan keunggulan 10 poin di atas urutan kedua Leicester City, serta dengan tabungan satu laga liga di tangan (lawan West Ham United), besar kemungkinan mereka akan menjadi juara pada akhir musim ini.
Sumber: Kapten Liverpool Masuk Klub Elit, Isinya Kapten Barcelona, Real Madrid

Kapten Liverpool Terus Menangis Usai Juara Karena Dua Alasan Ini

Kapten Liverpool terus menangis. Di dada Jurgen Klopp menangis. Di pelukan ayahnya menangis. Rupanya ada dua alasan.
Dari berbagai cuplikan video terlihat kapten Liverpool Jordan Henderson tak bisa menahan air mata begitu peluit panjang ditiup mengakhiri kemenangan 2-0 atas Spurs di partai final Liga Champions di Madrid, tadi malam. Ada apa?
Kapten Liverpool Jordan Henderson itu langsung roboh ke atas lapangan usai peluit panjang ditiup wasit Damir Skomina asal Slovenia. Ia tak bisa menahan emosinya. Ia terus menangis saat berada di pelukan pelatih Jurgen Klopp, yang kelihatan shock sang kapten berderai-derai air matanya seperti itu. Ia juga menangis lagi saat berpelukan dengan ayahnya, Brian Henderson. Rupanya ada dua alasan untuk itu.

Henderson’s dad had throat cancer and asked him not to see him while he was going through treatment. I’ve hugged a parent in the same way for similar reasons and this video is definitely the highlight of the season pic.twitter.com/FgSlaYUUdY
— Amol Rajan (@amolrajan) June 2, 2019

Berita Terkait

Juarai Liga Champions, Liverpool Tawarkan Jurgen Klopp Kontrak Panjang
Pemain PSG Ini Tolak Manchester United Gara-gara Liga Champions
Perkenalkan Pemain Liverpool Paling Beruntung

Pertama, ia pernah berjanji kepada ayahnya saat masih berusia 10 tahun bahwa ia akan meraih trofi Liga Champions. Itu diutarakan saat dibawa oleh Brian Henderson, nama sang ayah, ke sebuah pertandingan final Liga Champions di Old Trafford 20 tahun silam.
“Saya sungguh sangat bangga. Sangat bangga. Sangat emosional. Air mata keluar dan saya mulai gemetaran,” kata Brian. “Ketika dia (Jordan) berusia 10 tahun, saya membawanya untuk nonton final Liga Champions di Old Trafford.”
“Ketika pertandingan selesai, dia berkata kepadaku, ‘Ayah, saya akan bermain di sana suatu hari’. Tidak sekali dia ngomong begitu, tapi dua kali!”
Sang kapten Liverpool Henderson menambahkan: “Saya mengatakan kepadanya bahwa saya ingin bermain di final Liga Champions. Kami tidak beruntung setahun yang lalu [kalah dari Real Madrid]. Dia layak mendapatkan ini. Saya senang bisa membawa pulang medali ini untuknya dan keluargaku.”
jadi rupanya emosi yang membuncah di dada kapten Liverpool itu terjadi karena ia sudah menanti selama 20 tahun untuk acara final ini. Henderson merasa itu akan datang tahun lalu, tapi mereka kalah di tangan Real Madrid.
Alasan kedua, dan tak banyak yang tahu bahwa Brian seorang survivor kanker. Ia selalu minta Jordan tak usah ikut saat menjalani chemotherapy. Dan kini ia masih bisa menyaksikan anaknya mengangkat trofi yang paling bergengsi di dunia sepak bola Eropa, Liga Champions. Lihat perayaan mereka saat sang kapten menerima trofi dan membawanya ke depan skuadnya di tribun juara.

The Moment Henderson Lifted the trophy!! My hairs are all up!!! YNWA #LFC #UCLfinal pic.twitter.com/YeYYtDwGxq
— On The Bench LFC (@OnTheBenchLFC) June 1, 2019

Sumber: Kapten Liverpool Terus Menangis Usai Juara Karena Dua Alasan Ini

Liverpool Tanpa Henderson dan Keita Lawan Red Star

Liverpool Tanpa Henderson dan Keita Lawan Red Star- Liverpool dipastikan bakal tampil tanpa dua gelandang anyarnya yakni Jordan Henderson dan Naby Keita pada laga melawan Red Star Belgrade dalam lanjutan Liga Champions.
Pertandingan itu adalah pertandingan matchday ketiga grup C Liga Champions. Keduanya akan bertarung di markas The Reds, Anfield.
Pertandingan itu tentu krusial bagi Liverpool. Sebab mereka harus bisa meraih kemenangan lagi.
Hasil positif wajib didapat setelah mereka dikalahkan oleh Napoli di matchday kedua di Naples beberapa waktu lalu. Sekarang ini Partenopei berada di posisi pertama dengan raihan empat poin sementara Liverpool ada di posisi kedua.
Namun jelang pertandingan itu, beberapa pemain Liverpool dikabarkan mengalami cedera. Di antaranya adalah Henderson dan Mane.
Henderson mengalami masalah hamstring saat bermain melawan Huddersfiedl Town. Masalah yang sama kurang lebih dihadapi oleh Keita.
Ia mengalami cedera itu saat berlatih bersama timnas Senegal. Namun kini ia sudah bisa berlatih kembali.

Perkembangan terbaru soal Henderson kemudian ditanyakan kepada Klopp jelang duel lawan Belgrade. Manajer asal Jerman ini mengatakan bahwa kondisi sang kapten tak memungkinkannya untuk bisa merumput tengah pekan ini.
“Tidak terlalu bagus, jujur saja,” ujarnya soal kondisi Henderson pada situs resmi The Reds.
“Tidak ada yang perlu kita khawatirkan, tapi itu masalah hamstring jadi kita harus melihat kondisinya lagi. Ia tidak akan tersedia untuk besok pasti, dan mungkin tidak lawan Cardiff, tapi mudah-mudahan kemudian ia bisa kembali. Kita akan lihat nanti,” terangnya.
Sementara itu, Klopp menegaskan Keita telah mengalami kemajuan positif dalam kesembuhannya. Namun pemain 23 tahun itu tetap tidak akan bisa main lawan Belgrade.
“Naby sudah di luar bisa berlari, tetapi pertandingan besok akan terlalu dini untuk yakin,” katanya.

Klopp juga menjelaskan kondisi para pemain yang juga cedera. Seperti James Milner yang sebelumnya mengalami cedera hamstring.
Kemudian Sadio Mane yang mengalami cedera retak ibu jari di tangan kirinya. Kemudian ada Georginio Wijnaldum yang mengalami memar saat melawan Huddersfield.
“Millie terlihat baik-baik saja dan seharusnya baik-baik saja, Gini mendapat memar di Achilles-nya tetapi harusnya baik-baik saja dan Sadio sudah berlatih dan harusnya baik-baik saja,” bebernya.
“[Kami punya] beberapa masalah, tapi masih cukup pemain untuk dipilih menjadi starter besok malam.”

The post Liverpool Tanpa Henderson dan Keita Lawan Red Star appeared first on bolamagz.net.

Henderson Tak Sabar Ingin Bermain Lawan PSG

Henderson Tak Sabar Ingin Bermain Lawan PSG- Salah satu pemain andalan Liverpool, Jordan Henderson mengaku sudah tak sabar ingin bermain melawan tim kuat Liga Perancis, PSG di Liga Champions.
Ujian super berat akan dihadapi oleh Liverpool pada tengah pekan ini. Liverpool akan bermain melawan PSG di matchday 1 Grup C.PSG adalah jawara Ligue 1. Skuat asuhan Thomas Tuchel itu juga memiliki banyak pemain hebat di semua lini.
Namun tentunya yang paling berbahaya adalah lini serangnya. Sebab mereka memiliki pemain-pemain seperti Neymar, Kylian Mbappe dan Edinson Cavani.
Henderson tahu bahwa pertandingan itu akan sangat sulit bagi Liverpool, meski mereka bermain di Anfield. Namun demikian ia mengaku sudah tak sabar untuk bisa menjajal skuat PSG.
“Mereka adalah tim yang sangat, sangat bagus dengan banyak pemain bagus, banyak pemain top. Jadi ini adalah ujian berat bagi kami, tentu saja, tetapi tantangan itu yang kami tunggu-tunggu dan kami siap,”serunya pada situs resmi klub.
“Suasana di Anfield adalah nilai tambah bagi kami – saya yakin ini akan menjadi sangat heboh. Ini adalah malam spesial Eropa. Para pemain menantikannya dan ini adalah laga yang brilian untuk memulai sebuah kompetisi,” tegas Henderson.
Henderson tak sempat ikut latihan pra musim. Kondisinya pun sedikit tak prima karena tak mendapat istirahat dan latihan yang cukup.
Namun demikian, Henderson merasa kondisinya kini kian membaik setelah beberapa kali bermain pada musim ini. Maka dari itu, ia pun mengaku siap untuk berlaga di pertandingan lawan PSG.
“Saya mendapatkan waktu bermain, saya memainkan pertandingan lawan Leicester dan bermain untuk Inggris – jadi saya merasa saya membangun kembali ke diri saya yang normal,” akunya.
“Saya mencoba untuk mendapatkan ketajaman dan irama itu kembali. Saya kira itu hanya akan didapat dengan memainkan pertandingan jadi saya tak sabar untuk bermain,” tandasnya.
The post Henderson Tak Sabar Ingin Bermain Lawan PSG appeared first on bolamagz.net.