Manchester United vs Burnley: MU Jadi Pecundang di Old Trafford

Football5star.com, Indonesia – Awan kelabu belum mau menjauh dari Manchester United. Setelah dikalahkan Liverpool akhir pekan lalu, mereka kini dipecundangi Burnley dengan skor sama di Old Trafford, Kamis (23/1/2020).

Rotasi yang
dilakukan Ole Gunnar Solskjaer pada laga kali ini berakibat fatal. Kerja sama
Phil Jones dan Harry Maguire di lini belakang kerap menyisakan lubang yang
memudahkan Burnley untuk melakukan tekanan.

Rapuhnya pertahanan Manchester United akhirnya harus dibayar mahal pada menit ke-39. Sepakan keras Chris Wood gagal dihalau David De Gea. Tim tamu pun berhasil menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

BBC

United
melakukan perubahan di babak kedua dengan memasukkan Mason Greenwood dan Luke
Shaw untuk menambah daya gedor. Cara ini sudah cukup bagus karena tuan rumah
mampu menguasai jalannya pertandingan.

Beberapa peluang
juga sempat didapat melalui Daniel James maupun Greenwood. Tapi penyelesaian
akhir yang buruk membuat skor tidak berubah.

Alih-alih
menyamakan kedudukan, Setan Merah justru kembali tertinggal. Kali ini giliran
Jay Rodriguez yang membuat publik Old Trafford terdiam lewat gol yang dibuat
pada menit ke-56.

Situasi ini
membuat anak asuh Ole Gunnar Solskjaer melakukan segala cara untuk memperkecil
ketinggalan. Sedangkan Burnley bermain lebih bertahan untuk mempertahankan
keunggulan.

Tapi sampai wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, tidak ada gol lagi yang tercipta. Kekalahan ini membuat Manchester United tertahan di urutan kelima dengan 34 poin. Sedangkan Burnley naik ke posisi 14 dengan 27 angka.

Susunan Pemain:

Manchester United (4-2-3-1): 1-David De Gea; 53-Brandon Williams (Luke Shaw 69’), 5-Harry Maguire, 4-Phil Jones, 29-Aaron Wan-Bissaka; 17-Fred, 31-Nemanja Matic; 21-Daniel James (Jesse Lingard 69’), 8-Juan Mata, 15-Andreas Perreira (Mason Greenwood 46’); 9-Anthony Martial

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

Burnley (4-4-2): 1-Nick Pope; 2-Matthew Lowton, 5-James Tarkowski, 6-Ben Mee, 3-Charlie Taylor; 11-Dwight McNeil, 18-Ashley Westwood, 4-Jack Cork, 13-Jeff Hendrick; 9-Chris Wood, 19-Jay Rodriguez

Pelatih: Sean Dyche

The post Manchester United vs Burnley: MU Jadi Pecundang di Old Trafford appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Transfer, Jadwal & Klasemen.

Van Persie Minta Manchester United Gerak Cepat Cari Striker Baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester United, Robin van Persie, menyarankan Setan Merah untuk gerak cepat mencari striker baru di bursa transfer Januari ini.

Absennya Marcus Rashford selama dua bulan ke depan membuat stok penyerang Manchester United kian tipis. Setan Merah kini hanya memiliki Anthony Martial dan Mason Greenwood dalam kondisi fit. Tak pelak, pemilik 20 gelar juara Liga Inggris itu diminta segera merekrut striker baru di bursa transfer musim dingin 2020.

Seperti diketahui, Rashford dikonfirmasi mengalami cedera punggung dan engkel sehingga harus menepi minimal hingga Maret 2020. Kondisi tersebut memaksa Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer bertekad mencari pemain baru di bursa transfer Januari.

Menurut Van Persie, kedatangan seorang striker baru bukan soal mencari solusi dalam waktu dekat saja, tetapi juga untuk jangka panjang. Sebab, persaingan di antara para striker nantinya akan menguntungkan Setan Merah sendiri.

Manchester Evening News

“Saya yakin Solskjaer tidak mau blak-blakan, karena kalau tidak, Anda punya berita utama dan semacamnya, tapi saya pikir mereka sangat berhasrat mendapatkan seorang striker. Karena mereka membutuhkannya,” kata Van Persie di Soccerway.

“Jangka pendek, tapi jangka panjang juga. Saya pikir bagus untuk memiliki kompetisi di klub sekaliber Manchester United. Anda harus memiliki kompetisi yang konstan. Jadi saya cukup yakin bahwa mereka sangat ingin mendapatkan striker,” Van Persie menambahkan.

The post Van Persie Minta Manchester United Gerak Cepat Cari Striker Baru appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Transfer, Jadwal & Klasemen.

Menanti Akhir dari Saga Kepindahan Bruno Fernandes

Football5star.com, Indonesia – Sepanjang bursa transfer musim dingin, nama gelandang Sporting CP, Bruno Fernandes memang disebut-sebut menjadi bidikan utama Manchester United. Namun, hingga kini, Fernandes belum juga berganti klub.

Fernandes memang sudah menjadi buruan utama klub-klub besar Eropa semenjak bursa transfer musim panas lalu. Hal itu tentu tak lepas dari catatan 32 gol dan 18 assist dari total 53 penampilannya di semua kompetisi untuk Sporting.

Bahkan, pemain 25 tahun itu hampir menjadi milik Tottenham Hotspur di bursa transfer musim panas lalu. Akan tetapi, Sporting dan Tottenham batal menyepakati transfer Fernandes. Sang pemain pun harus puas kembali bermain di Liga Portugal di paruh pertama musim 2019-20.

AWAL KETERTARIKAN MANCHESTER UNITED

Menurut laporan dari Goal, Manchester United sudah menjalin kontak dengan Sporting terkait Bruno Fernandes semenjak dua pekan lalu. The Red Devils memutuskan untuk memboyong Fernandes setelah Paul Pogba dan Scott McTominay menderita cedera parah.

Satu hal yang membuat The Red Devils tertarik untuk mendaratkan Fernandes adalah rekor gemilangnya bersama Sporting CP musim ini. Pemain 25 tahun itu sukses menyarangkan 15 gol dan 13 assist dari 26 penampilannya di semua kompetisi.

Fussboll

Catatan gemilang tersebut membuat Fernandes dianggap sebagai pemain yang ideal untuk Manchester United. Pasalnya, The Red Devils memang kekurangan sosok gelandang kreatif yang bisa mencetak gol sekaligus memanjakan Marcus Rashford dan Anthony Martial.

Fernandes sebenarnya bukanlah satu-satunya gelandang kreatif yang masuk ke dalam radar The Red Devils. Mereka juga dikabarkan sedang memantau bintang Leicester City, James Maddison.

Akan tetapi, mahalnya banderol yang dipatok oleh Leicester untuk Maddison membuat Manchester United ciut. Mereka pun langsung mengalihkan fokusnya untuk mengamankan tanda tangan Fernandes.

The post Menanti Akhir dari Saga Kepindahan Bruno Fernandes appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Transfer, Jadwal & Klasemen.

Daftar Tim Peserta Babak 32 Besar Liga Europa

Football5star.com, Indonesia – Liga Europa sudah menyelesaikan seluruh pertandingan di matchday V dinihari tadi. Dari 24 laga yang berlangsung, 13 tim sudah memastikan satu tempat di babak 32 besar.

Sevilla, Espanyol, dan Celtic berhasil lolos ke fase gugur sebagai juara grup. Ketiga tim itu sukses tampil gemilang di lima partai Liga Europa dan perolehan poin mereka sudah tak bisa lagi dikejar oleh lawan-lawannya.

Sementara itu, APOEL menjadi satu-satunya tim yang sudah lolos sebagai runner up. Mereka sukses mendapatkan tiket ke babak 32 besar setelah meraih kemenangan dari wakil Luksemburg, Dudelange, dinihari tadi. Mereka menemani Sevilla sebagai perwakilan dari grup A.

twitter.com/apoelfcofficial

Berikut adalah daftar tim yang sudah lolos ke babak 32 besar Liga Europa:

Sevilla (Spanyol)Espanyol (Spanyol)Celtic (Skotlandia)APOEL (Siprus)FC Basel (Swiss)Sporting CP (Portugal)LASK (Austria)Gent (Belgia)Wolfsburg (Jerman)Braga (Portugal)Wolves (Inggris)Manchester United (Inggris)AZ Alkmaar (Belanda)

Masih ada sembilan tim lagi yang bisa mengamankan tiket ke babak gugur Liga Europa musim ini. Tim-tim besar seperti Arsenal, Lazio, AS Roma, Rangers, dan FC Porto pun dipastikan akan tampil habis-habisan di matchday VI untuk bisa lolos ke babak gugur. Delapan tempat tersisa akan dihuni oleh tim-tim yang finis di posisi tiga babak grup Liga Champions.

UEFA sendiri baru akan melakukan pengundian babak 32 besar pada tanggal 16 Desember mendatang di Nyon, Swiss. Tepat setelah pengundian babak 16 besar Liga Champions.
The post Daftar Tim Peserta Babak 32 Besar Liga Europa appeared first on Football5star Berita Bola.

Astana vs Manchester United: Ditaklukkan Tim Juru Kunci

Football5star.com, Indonesia – Pasukan muda besutan Ole Gunnar Solskjaer mengalami kekalahan 1-2 di pertandingan Astana vs Manchester United. Hasil itu membuat tim berjulukan Red Devils berpotensi kehilangan posisi puncak klasemen Grup L meski sudah memastikan lolos.

Partai Astana vs Manchester United merupakan matchday kelima Grup L Liga Europa musim ini. Laga tersebut berlangsung di Astana Arena, Kamis (28/11/2019) malam WIB.

Satu gol Man United diciptakan Jesse Lingard saat laga baru berlangsung 10 menit. Dua gol balasan Astana diciptakan Dmitriy Shomko (55′) dan gol bunuh diri Dishon Bernard (62′).

Di pertandingan ini Ole Gunnar Solskjaer membawa sebagian besar pemain muda dan hanya empat pemain inti. Kendati demikian, Man United tetap mampu mendominasi jalannya laga sejak menit awal bergulir.

Hasilnya, pada menit ke-10 berawal dari umpan Luke Shaw, Jesse Lingard bisa membuka keunggulan 1-0. Tembakan kerasnya dari luar kotak penalti tak mampu diantisipasi kiper Astana.

Jesse Lingard has scored in 100% of the games in which he has captained Man Utd.Off the mark for the season #ASTMUN pic.twitter.com/qB5vVOcSuy— Alexander Umeakubuike (@whizkrane) November 28, 2019

Setelah gol tersebut, tim tuan rumah memperlihatkan perlawanan dan agresivitas mencetak gol balasan. Alhasil, permainan jual beli serangan pun terjadi. Namun, hingga turun minum tetap tidak gol tambahan tercipta.

Pada paruh kedua, Astana berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-55. Bermula dari umpan Roman Murtazayev, Dmitriy Shomko mampu memaksimalkannya menjadi gol.

Malapetaka dialami Red Devils pada menit ke-62. Di’Shon Bernard melakukan aksi gol bunuh diri sehingga membuat anak asuh Roman Grigorchuk berbalik unggul 2-1.

Beberapa peluang tambahan kembali didapatkan kedua kesebelasan pada sisa waktu pertandingan. Namun, hingga wasit mengakhiri laga tidak ada gol lain tercipta.

Hasil ini membuat Man United untuk sementara tetap di puncak klasemen dengan raihan 10 poin. Namun, posisi tersebut sebelum AZ Alkmaar menuntaskan laga melawan Partizan Belgrade. Ya, AZ saat ini berada di urutan kedua dengan raihan 8 poin.

Artinya, Man United masih berpotensi kehilangan puncak klasemen Grup L meski telah memastikan lolos. Sementara itu, Astana yang berstatus juru kunci akhirnya mendapat poin pertama di Liga Europa musim ini.

Susunan pemain Astana vs Manchester United

Astana: 1-Nenad Eric, 2-Antonio Rukavina, 27-Yuri Logvinenko, 77-Dmitri Shomko, 15-Abzal Beysebekov, 44-Evgeni Postnikov, 10-Runar Mar Sigurjonsson, 18-Ivan Maevski, 91-Sergei Khizhnichenko (28-Yurit Pertsukh 85′), 45-Roman Murtazayev (32-Rangelo Janga 90’+1), 9-Dorin Rotariu

Kartu kuning: Runar Mar Sigurjonsson (39′), Yuri Logvinenko (69′), Abzal Beysebekov (81′), Dmitri Shomko (83′)

Pelatih: Roman Grigorchuk

Manchester United: 13-Lee Grant, 23-Luke Shaw, 38-Axel Tuanzebe, 58-Di’Shon Bernard, 41-Ethan Laird, 14-Jesse Lingard, 28-Angel Gomes (54-Ethan Galbraith 89′), 63-Dylan Levitt, 37-James Garner (59-Largie Ramazani 84′), 44-Tahith Chong (49-D’Mani Bughail-Mellor 65′), 26-Mason Greenwood

Kartu kuning: Dylan Levitt (59′), Jesse Lingard (88′)

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

Wasit: Donatas Rumsas
The post Astana vs Manchester United: Ditaklukkan Tim Juru Kunci appeared first on Football5star Berita Bola.

Sheffield United vs Manchester United: Drama 6 Gol Tanpa Pemenang

Football5star.com, Indonesia – Stadion Brammall Lane hadirkan drama enam gol saat menghelat laga Sheffield United vs Manchester United. Tapi laga sengit ini gagal menghasilkan pemenang karena keduanya berbagi angka 3-3.

Tampil di kandang lawan sempat membuat Manchester United berada di bawah tekanan. Terlebih Sheffield United menerapkan umpan-umpan lambung yang membuat para pemain United kewalahan.

Klub promosi ini akhirnya sukses membuka skor pada menit ke-19. Adalah John Fleck yang membobol gawang David De Gea setelah memanfaatka blunder Phil Jones.

Manchester Evening News

Sheffield terus menguasai jalannya pertandingan, terutama di lini tengah. Sementara United gagal mengembangkan permainan dan nyaris gagal membuat peluang emas.

keadaan berbalik pada babak kedua. Anak asuh Chris Wilders sempat menggandakan keunggulan pada menit ke-52. John Fleck kali ini jadi pengumpan untuk gol yang dicetak Lys Mousset.

Akan tetapi, keunggulan 2-0 tuan rumah justru jadi antiklimaks untuk mereka. Setan Merah secara perlahan bangkit dari keterpurukan ketika laga menyisakan 20 menit.

Pemain muda, Brandon Williams, membuka asa dengan memperkecil ketinggalan pada menit ke-72. Gol ini ternyata berdampak luar biasa untuk mental anak asuh Ole Gunnar Solskjaer. Mereka berhasil menyamakan kedudukan lima menit kemudian melalui Mason Greenwood.

Marcus Rahsford pun membuat publik Brammall Lane terdiam ketika laga menyisakan 10 menit lagi. Sang bomber dengan cerdik menyempurnakan umpan matang Daniel James.

Akan tetapi, kemenangan yang sudah di depan mata buyar begitu saja. Oliver McBurnie membuat publik tuan rumah kembali bersorak lewat gol penyama yang dia buat pada masa injury time.

Hasil imbang ini pun membuat Setan Merah naik ke peringkat kesembilan dengan 17 angka. Sementara Sheffield berada di peringkat keenam dengan 18 poin.

Susunan Pemain:

Sheffield United (3-5-2): 25-Simon Moore; 5-Jack O’Connell, 15-Phil Jagielka, 6-Chris Basham (Callum Robinson 86′); 2-George Baldock, 7-John Lundstram, 16-Oliver Norwood, 4-John Fleck, 3-Enda Stevens; 17-David McGoldrick (Billy Sharp 78′), 22-Lys Moussef (Oliver McBurnie 68′) Pelatih: Chris Wilders

Manchester United (3-4-3): 1-David De Gea; 2-Victor Lindelof, 5-Harry Maguire, 4-Phil Jones (Jesse Lingard 46′); 53-Brandon Williams, 17-Fred, 15-Andreas Perreira (Mason Greenwood 73′), 29-Aaron Wan-Bissaka; 21-Daniel James, 9-Anthony Martial (Axel Tuanzebe 84′), 10-Marcus Rashford Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

The post Sheffield United vs Manchester United: Drama 6 Gol Tanpa Pemenang appeared first on Football5star Berita Bola.

Hasil Manchester United vs Arsenal: Sama Kuat di Old Trafford

Football5star.com, Indonesia – Manchester United kembali gagal meraih kemenangan. Kali ini laju mereka tertahan oleh Arsenal dengan skor 1-1 di Stadion Old Trafford, Selasa (1/10/2019) dinihari WIB.

Kedua tim mengawali pertandingan dengan tensi yang sedang-sedang saja. Tidak ada peluang berarti yang tercipta selama 20 menit pertama.

Baru ketika laga berjalan setengah jam keduanya keluar menyerang, terutama Manchester United. Tapi baru di akhir babak pertama gol tercipta di Old Trafford.

Adalah Scott McTominay yang mencatatkan namanya di papan skor. Mendapat umpan matang dari Marcus Rashfrod, ia sukses menceploskan bola ke gawang Bernd Leno sekaligus menutup babak pertama dengan skor 1-0.

Pada babak kedua, Arsenal melakukan perubahan dengan menarik keluar Lucas Torreira dan memasukkan Dani Ceballos. Hasilnya pun terlihat pada menit ke-58.

Akselerasi Bukayo Saka berhasil diteruskan Pierre Emerick Aubameyang menjadi gol. Walau sempat dinyatakan offside oleh sang pengadil, VAR kemudian menyatakan gol itu tetap sah.

Skor 1-1 membuat Setan Merah dan Meriam London makin bermain terbuka untuk mencari gol kemenangan. Peluang didapat kubu tuan rumah lewat upaya Paul Pogba. Namun, tendangan kerasnya masih melenceng tipis di atas gawang.

Berbagai upaya yang dibuat United dan Arsenal akhirnya gagal membuahkan gol hingga berakhirnya pertandingan. Skor imbang 1-1 pun mewarnai duel klasik di Premier League ini.

Tambahan satu poin membuat kedua tim naik satu peringkat di klasemen. Manchester United kini berada di urutan ke-10 dengan sembilan angka. Sementara Arsenal ada di posisi keempat dengan 12 poin.

Susunan Pemain:

Manchester United (4-2-3-1): 1-David Gea; 38-Axel Tuanzebe, 2-Victor Lindelof, 5-Harry Maguire, 18-Ashley Young; 39-Scott McTominay, 6-Paul Pogba; 15-Andreas Pereira (Mason Greenwood 74′), 14-Jesse Lingard (Fred 74′), 21-Daniel James; 10-Marcus Rashford. Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

Arsenal (4-3-3): 1-Bernd Leno; 21-Calum Chambers, 5-Sokratis Papastathopoulos, 23-David Luiz, 31-Sead Kolasinac; 11-Lucas Torreira (Dani Ceballos 55′), 34-Granit Xhaka, 29-Matteo Guendouzi; 77-Bukayo Saka (Joe Willock 80′), 14-Pierre-Emerick Aubameyang, 19-Nicolas Pepe (Reiss Nelson 75′). Pelatih: Unai Emery

The post Hasil Manchester United vs Arsenal: Sama Kuat di Old Trafford appeared first on Football5star Berita Bola.

5 Momen Kontroversial Manchester United vs Arsenal

Football5star.com, Indonesia – Partai big match akan tersaji di Stadion Old Trafford, Selasa (1/10/2019) antara tuan rumah Manchester United vs Arsenal di lanjutan Liga Inggris pekan ke-7. Sepanjang sejarahnya pertemuan kedua tim ini rekam sejumlah momen kontroversial.

Momen kontroversial cukup sering terjadi di laga Manchester United vs Arsenal pada era 90-an. Saat United masih dilatih oleh Sir Alex Ferguson dan Arsenal dibesut oleh Si Profesor asal Prancis Arsene Wenger.

Kedua pelatih ini pun acapkali lontarkan psy war jelang pertandingan kedua klub ini. Fergie misalnya pernah menghina kemampuan Wenger yang fasih 5 bahasa.

“Mereka mengatakan dia (Wenger) ialah orang cerdas kan? berbicara lima bahasa? Aku kenal seorang anak 15 tahun dari Pantai Gading yang juga bisa bicara lima bahasa asing,”. kata Fergie seperti dikutip Football5star.com dari BBC, Senin (30/9/2019).

Wenger pun sempat membalas kometar provokatif Fergie dengan mengatakan pelatih Skotlandia itu sudah kehilangan akal sehat. “Dia tidak menarik minat saya, saya tidak akan menjawab provokasi dari dia lagi. Dia kehilangan akal sehat. Dia akan terus konfrontasi,” kata Wenger.

Selain psy war antara kedua pelatih ini. Terdapat juga 5 momen kontroversial lainnya di laga Manchester United vs Arsenal, berikut ulasannya:

Battle of Buffet

Media-media di Inggris pada 2004 menyebut laga Manchester United vs Arsenal dengan sebutan Battle of Buffet. Pada laga yang dimenangkan oleh Red Devils dengan skor 2-0 tersebut, sejumlah kejadian kontroversial terjadi.

Salah satunya ialah perselisihan antara Rio Ferdinand dengan Freddie Ljunberg pada menit ke-19. Kontroversi pada pertandingan ini memuncak saat tuan rumah mendapat hadiah penalti dari Mike Riley.

espn.co.uk

Pada menit ke-73, wasit Mike Riley memberi hadiah penalti kepada Manchester United karena menganggap Wayne Rooney dilanggar oleh Sol Campbell. Padahal dalam tayangan ulang justru kebalikannya.

Setelah pertandingan, Wenger pun melontarkan kritik tajamnya. Ia menyebut Mike Riley membuat tuan rumah Manchester United bisa meraih kemenangan. “Ia (Mike Riley) yang memutuskan hasil pertandingan seperti yang terjadi di Old Trafford,” kritik Wenger.

Roy Keane vs Patrick Vieira

Pada laga United vs Arsenal di 2005, kapten kedua tim Roy Keane dan Patrick Vieira terlibat adu mulut di lorong ganti pemain. Kejadian tersebut terjadi di Stadion Highbury.

Tak jelas apa yang menyebabkan kedua adu mulut hingga harus dipisahkan oleh wasit dan rekan-rekannya. Konon kabarnya Roy Keane sampai menantang Vieira untuk berduel di luar lapangan.

“Kita selesaikan di luar lapangan,” kata Keane saat itu. Usut punya usut ternyata insiden ini diawali karena ancaman Vieira kepada Gary Neville.

Roy Keane mengatakan bahwa pemain Prancis itu mengancam Gary Neville. Hal itu yang membuatnya terpancing. “Aku dengar kamu mengincar Gary, huh? Kamu mengincar yang lemah.”

Namun hal itu dibantah oleh Vieira. Ia mengatakan tidak mengancam Gary Neville namun hanya memperingatkannya. “Aku bilang pada dia (Gary Neville), kalau dia menyentuh Robert (Pires), aku akan mengejar dia.” kata Vieira.

Battle of Trafford

Insiden ini jadi salah satu momen paling kontroversial pertemuan United vs Arsenal. Kejadian ini terjadi di Stadion Old Trafford pada musim 2003/04. Pemeran utamanya adalah Patrick Vieira dan Ruud van Nistelrooy.

Laga sejak awal pertandingan berlangsung sengit. Kedua tim saling jual beli serangan. Tensi pertandingan mulai memanas di pertengahan babak kedua dan mencapai puncak pada menit ke-80.

Kejadian bermula saat Ruud van Nistelrooy melompat ke punggung Patrick Vieira yang membuat pemain Prancis ini jatuh ke tanah. Vieira kemudian menggerakan kaki yang kemudian disusul respon Nistelrooy seperti seolah-olah terkena tendangan.

Kemudian, wasit Steve Bennett merasa kalau Vieira berniat melakukan tendangan sehingga ia akhirnya diberi kartu merah hanya tiga menit setelah kartu kuning pertamanya.

Vieira mengamuk dan berusaha mengejar pemain Belanda tersebut. Usahanya dihalangi oleh Ryan Giggs dan menyebabkan kericuhan pecah antara kedua pemain.

Tak berhenti di situ, menit akhir pertandingan wasit memberi hadiah penalti kepada United. Sayang sepakan van Nistelrooy membentur tiang gawang. Hal ini membuat pemain Arsenal kembali memprovokasi van Nistelrooy.

Pertandingan berakhir, Nistelrooy langsung mendapat ayunan tangan Keown yang mengarah ke belakang kepalanya. Aksi ini disusul dengan provokasi tambahan serta pelecehan verbal dari Ray Parlour, Lauren, dan Kolo Toure

FA pun memberi hukuman kepada pemain kedua tim. Bek Arsenal Lauren mendapat hukuman paling berat yakni skorsing hukuman 4 laga.

Ricuh 21 pemain United dan Arsenal

Pada 20 Oktober 1990 pecah ricuh yang melibatkan 21 pemain di laga United vs Arsenal. Dikutip dari Sport360, insiden ini berawal dari perebutan bola antara Denis Irwin dengan Nigel Winterburn.

Awalnya Winterburn berusaha mengambil bola dari kaki Irwin di sisi sayap United. Usaha tersebut dihalangi oleh Irwin dan Adres Limpar berusaha membantu. Limpar dan Winterburn kemudian adu otot dan membuat pemain lain terpancing emosinya.

planetfootball.com

Tiba-tiba penyerang United, Brian McClair, muncul dan langsung menendang Winterburn yang masih terjatuh di rumput. Aksi McClair tentu saja memancing kemarahan pemain Arsenal lainnya, sehingga terjadilah perkelahian massal yang melibatkan kedua tim.

Pemain kedua tim saling mengejar satu sama lain untuk adu jotos. Akibatnya FA pun memberikan hukuman sangat berat bagi kedua tim dengan denda yang sangat besar.

Sikutan Sol Campbell

Pada 2003, tensi tinggi juga terjadi saat United vs Arsenal. Kali ini melibatkan dua pemain Ole Gunnar Solskjaer dan Sol Campbell. Mantan bek timnas Inggris dengan sengaja menyikut Solskjaer karena frustasi menjaga striker Norwegia tersebut.

Sialnya, aksi Campbell terlihat jelas oleh wasit. Campell pun langsung di ganjar kartu merah. Bahkan, setelah laga, bek jangkung itu mendapat hukuman skors tambahan menjadi tiga pertandingan.

Tidak hanya itu, Phill Neville juga sempat adu otot dengan striker Francis Jeffers. Adik kandang Gary Neville itu dengan sengaja lakukan tackle kasar kepada Jeffers dari belakang. Tak terima, Jeffers pun menendang secara membabi buta Phil Neville.

The post 5 Momen Kontroversial Manchester United vs Arsenal appeared first on Football5star Berita Bola.

Keluarga Glazer Tak Peduli dengan Kondisi Manchester United

Football5star.com, Indonesia – Eks bek Liverpool Jamie Carragher mengatakan bahwa pemilik Manchester United, keluarga Glazer tak peduli dengan kondisi klub berjuluk Red Devils tersebut. Menurut Carrager, yang diutamakan oleh keluarga Glazer hanyalah uang.

“Keluarga Glazer tidak peduli dengan kondisi Manchester United saat ini. Yang terpenting bagi mereka adalah bagaimana mendapat keuntungan,” kata Carragher seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Sabtu (28/9/2019).

“Baru-baru ini kita menyaksikan bagaimana Ed Woodward bertindak di luar batas dengan mendekati mantan pemain untuk dijadikan sebagai direktur olahraga,” tambah Carragher.

manchestereveningnews

Masalahnya kata Carragher, pola pendekatan seperti ini sangat keliru bagi tim sebesar Manchester United. Pasalnya nama-nama mantan pemain Red Devils yang coba didekati oleh Woodward seperti Patrice Evra dan Rio Ferdinand tidak memiliki pengalaman di manajerial klub.

“Pemilik bertanggung jawab atas hal seperti ini. Ini memperlihatkan bagaimana mereka menjalankan klub tersebut dengan sangat kacau,” tambah Carragher.

Carrager pun yakin bahwa keluarga Glazer tidak akan melakukan tindakan apapun terhadap kesalahan Woodward tersebut. Hal itu menjadi kebiasaan keluarga Glazer terhadap kinerja buruk jajaran direksi.

“Mereka sekali lagi tidak akan pernah peduli dengan kondisi klub di atas lapangan,” kata Carragher.

The post Keluarga Glazer Tak Peduli dengan Kondisi Manchester United appeared first on Football5star Berita Bola.

Arsene Wenger: Melatih Manchester United Impian Semua Pelatih

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih Arsenal Arsene Wenger menanggapi soal tantangan untuk dirinya jika ditawari menjadi pelatih Manchester United. Menurut pria Prancis itu, melatih di Old Trafford adalah impian semua pelatih.

“Melatih Manchester United adalah sebuah pekerjaan impian bagi semua pelatih. Saya punya kepercayaan dan keberanian, serta saya juga memiliki ide untuk tim ini,” kata Wenger seperti dikutip Football5star.com dari BBC, Kamis (26/9/2019).

Dikatakan oleh Wenger, bahwa dibutuhkan pelatih spesial untuk menangani klub sebesar Manchester United. Calon pelatih harus memiliki keberanian dan tentu saja taktik yang hebat.

getty images

“Bekerja di Manchester United hanya bisa dilakukan oleh pelatih yang memiliki keberanian dan kepercayaan diri yang besar,” ucap Wenger.

Mantan seteru Sir Alex Ferguson itu menyebut bahwa dirinya tak menampik jika memang ada tawaran untuk melatih klub berjuluk Red Devils tersebut.

Semenjak sudah tak lagi melatih Arsenal pada 2018 lalu, Wenger belum melatih satu klub sepak bola mana pun. Spekulasi apakah Ole Gunnar Solskjaer akan bertahan di Old Trafford masih tanda tanya.

Melihat penampilan Marcus Rashford dan kawan-kawan di sejumlah pertandingan, bukan tidak mungkin pelatih asal Norwegia itu didepak dan Wenger yang dulu jadi musuh malah justru melatih di Old Trafford.

The post Arsene Wenger: Melatih Manchester United Impian Semua Pelatih appeared first on Football5star Berita Bola.