Ronaldo Tinggalkan Juventus Jika Gagal Juara UCL

Gilabola.com – Ronaldo tinggalkan Juventus jika mereka gagal juara UCL alias Liga Champions musim ini. Hal itu setidaknya menurut Eduardo Inda.
Cristiano Ronaldo dilaporkan Sportsmole akan berpikir untuk terbang ke klub lain jika Juventus tidak menang musim ini di Liga Champions. Ia ingin menghiasi masa-masa akhir karirnya di dunia bola dengan trofi mentereng UCL.
Setelah berhasil memenangkan trofi dengan Manchester United dan Real Madrid, pemain internasional Portugal itu berharap memenangkan kompetisi dengan klub yang berbeda ketiga kalinya. Pemain berusia 34 tahun itu ingin icip-icip dinginnya trofi Champions lagi dengan seragam khas Juve.
Namun, jurnalis Eduardo Inda telah menyatakan jika CR7 dapat meninggalkan sang raksasa Italia jika mereka tidak mengakhiri penantian 24 tahun mereka mendapatkan trofi tersebut. Impian sang pemain untuk meraih trofi UCL di Juve bagaikan tidak semudah yang ia bayangkan sebelumnya.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Ronaldo Diragukan Bela Juventus Lawan Atalanta
Prediksi Atalanta vs Juventus, Liga Italia 23 November 2019

“CR7 bisa segera meninggalkan Juventus pada akhir musim saat ini kalau mereka tidak juga memenangkan trofi Liga Champions,” ujar Inda kepada Chiringuito de Jugones. Jelas sesuatu yang ditakuti oleh semua fans sang Nyonya Tuwir.
Ronaldo ingin juara Liga Champions bersama Juventus
“Dia dulunya datang ke Turin untuk mencoba dan memenangkan Liga Champions dengan klub ketiga yang berbeda, tetapi hal terjadi malah menjadi rumit. Juventus sendiri ingin mendatangkan Paul Pogba dan Kylian Mbappe (untuk memperbesar peluang juara).”
“Saya pikir rencana itu akan sulit terjadi bagi mereka, terutama untuk nama yang kedua. Karena tingginya batas gaji, jika mereka ingin memaksakan diri menandatangani pemain ini mereka harus memungkinkan untuk CR7 angkat kaki dari klub.”
Pemain yang baru saja menikahi kekasihnya itu masih memiliki lebih dari dua setengah tahun tersisa di kontraknya saat ini. Juve sendiri di UCL tergabung di Grup D dan duduk di atas klasemen sementara.
Posisi mereka dibayangi oleh tim lawan selanjutnya, Atletico Madrid, yang duduk di tangga 2 berbekal 7 poin (Juve 10 poin). Kedua tim akan bertarung pada hari Rabu 27 November, pukul 03.00 WIB usai masa jeda internasional kali ini.
Sumber: Ronaldo Tinggalkan Juventus Jika Gagal Juara UCL

Aaron Ramsey Minta Maaf Usai Curi Gol Ronaldo

Gilabola.com – Aaron Ramsey minta maaf usai nekat curi gol Ronaldo di laga Liga Champions Juventus kontra Lokomotiv. CR7 sampai ngambek.
Aaron Ramsey dilaporkan National telah meminta maaf kepada Cristiano Ronaldo usai curi gol rekan setimnya di Juventus. Gol pembuka skor 2-1 kemenangan mereka atas Lokomotiv Moskow menjadi polemik.
Douglas Costa sukses mencetak gol kemenangan di menit ke-83 untuk mengirim Juve masuk babak knockout Liga Champions. Meski terus melaju jauh, namun gol pertama Juve yang membuat sang penyerang Portugal manyun.
Juventus memimpin dengan gol Liga Champions ke-300 mereka dalam keadaan yang membingungkan di menit keempat laga tersebut. CR7 melepaskan tendangan bebas dari sayap kiri dan Kiper Lokomotiv Guilherme membiarkan bola basah terpeleset di tangannya.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Ronaldo Diragukan Bela Juventus Lawan Atalanta
Prediksi Atalanta vs Juventus, Liga Italia 23 November 2019

Pada saat bola itu berguling, ujug-ujug datanglah Ramsey yang bersemangat menusuk ke dalam jaring. UEFA lantas memuji Ramsey sebagai pencetak gol, bukan CR7. Ngaaambeklah om Dodo.
Ronaldo sudah dapat permintaan maaf Ramsey
“Saya pikir kiper jauh lebih dekat dengan saya dan memiliki kesempatan untuk memastikan gol,” ujar Ramsey. “Naluri saya bilang harus mengambil alih untuk memastikan bahwa bola itu benar-benar serius mau melewati garis. Saya sudah meminta maaf kok kepada Cristiano tadi.”
“Kami tetap saja masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan. Tapi kami beruntung bisa mencapai target kami kualifikasi malam ini, jadi kami tetap senanglah bahwa kami telah mencapai target, ” lanjut Ramsey mengalihkan topik pembicaraan.
Sementara itu Diego Costa berhasil membuat gol pertamanya musim ini setelah lama Absen karena cedera otot. “Ini adalah pertandingan yang sangat penting, karena saya terlalu lama tidak bertanding. Saya sudah kembali dan membantu tim menang,” ujar Costa, yang merupakan pemain pengganti di menit ke-70.
Sumber: Aaron Ramsey Minta Maaf Usai Curi Gol Ronaldo

Presiden La Liga Ingin Cristiano Ronaldo Kembali

Liga Spanyol – Presiden La Liga, Javier Tebas, mengakui bahwa ia masih merindukan kehadiran sosok Cristiano Ronaldo di Spanyol.
Seperti diketahui, Ronaldo bergabung bersama Real Madrid dari Manchester United pada tahun 2009 silam. Selama berkarier di Santiago Bernabeu, ia berhasil membawa Real Madrid menjuarai La Liga sebanyak dua kali.
Catatan pribadi Ronaldo di ajang tersebut juga tergolong fantastis. CR7 berkesempatan untuk tampil sebanyak 292 laga dan mampu mencetak 311 gol.
Persaingannya dengan megabintang Barcelona, Lionel Messi, juga menjadi salah satu rivalitas ikonis dalam sejarah La Liga. Namun, semuanya itu harus berakhir setelah Ronaldo memutuskan hengkang ke Juventus pada musim panas tahun 2018 lalu dengan mahar senilai 100 juta Euro.
Kini, Javier Tebas mengaku rindu dengan kehadiran sosok Ronaldo. “Kepergian Ronaldo memang menyakitkan, namun saya lebih suka jika Liga Spanyol ada dia. Saya ingin Ronaldo kembali bermain di Spanyol,” kata Tebas seperti dilansir dari Canal 11.
Setelah pindah ke Juventus untuk mencari petualangan baru, Ronaldo juga belum berhenti membukukan rekor. Striker kelahian Portugal itu berhasil menjadi pemain pertama yang memenangi trofi Liga Inggris, Liga Spanyol, dan Liga Italia sekaligus.

Gara-Gara Ronaldo, Benzema Tidak Bisa Cetak Banyak Gol

Liga Spanyol – Bintang Real Madrid, Karim Benzema, menjelaskan peran-peran penting seorang striker selain mencetak gol. Hal ini diambil dari pengalamannya semasa semasa masih bermain bersama Cristiano Ronaldo di Santiago Bernabeu.
Benzema memang telah berduet dengan Ronaldo selama 9 tahun di lini serang Real Madrid, sebelum bintang Portugal itu hijrah ke Juventus pada musim panas 2018 lalu.
Uniknya, Benzema yang seorang penyerang tengah justru tidak mencetak gol sebanyak Ronaldo, yang bermain di sayap kiri. Statistik ini bukan berarti bahwa ia adalah pemain yang buruk, karena semuanya bergantung pada taktik Madrid.
Kini, Benzema buka suara tentang perannya selama berduet dengan Ronaldo. Pemain berusia 31 tahun itu mengaku rela membuang egonya dan bermain untuk tim. Dia selalu memikirkan CR7 dalam setiap pergerakannya di lapangan.
Bagi Benzema, membuka ruang untuk Ronaldo jauh lebih penting daripada mencetak gol sendiri. Sebab itu, ia meyakini bahwa penyerang nomor 9 tak selalu harus mencetak gol.
“Bagi saya, hanya karena Anda adalah pemain nomor 9, bukan berarti Anda harus jadi pencetak gol. Ini gaya bermain yang berbeda,” kata Benzema kepada RMC Sport.
“Pada tahun-tahun sebelumnya, no. 9 biasanya merupakan pencetak gol di Real Madrid, namun saat itu ada penyerang sayap yang menusuk ke dalam, dan saya bergerak untuk membuka ruang dan membiarkan dia [Ronaldo] mencetak gol.
“Bagi saya, dia [Ronaldo] adalah pencetak gol, bahkan meski dia bermain di kiri,” tandasnya.

Ronaldo Minta Fans Atletico Madrid Tak Nakal Lagi

Gilabola.com – Ronaldo minta semua fans Atletico Madrid tak nakal lagi saat Juventus dan klub idola mereka bertemu di laga Liga Champions.
Cristiano Ronaldo mengatakan jika dirinya tidak ingin mengulangi pertemuan musim lalu yang berapi-api di mana ia bentrok dengan pendukung Atletico Madrid. Ia tidak mau alami hal tak sedap seperti dulu ketika tim Juventus menghadapi mereka lagi di Liga Champions bulan depan.
CR7 sendiri mencetak Hat-Trick untuk membantu Juve menang agregat 3-2 atas Atletico di leg kedua mereka babak 16 besar musim lalu. Saat itu ia menerima pelecehan dalam pertandingan di Madrid, dengan pendukung lawan menyanyikan lagu kejam bahwa dirinya adalah seorang “anak H****.”
Setelah gol ketiga di Turin pesepakbola berusia 34 tahun itu terlihat mengulangi penghinaan kembali kepada para fans dengan meniru selebrasi nyeleneh Diego Simeone. Rival abadi Lione Messi itu akan kembali ke Wanda Metropolitano dengan Juventus lagi pada 19 September tetapi mengatakan jika dirinya berharap akan diperlakukan dengan lebih hormat lagi dari fans Atletico.

Berita Terkait

Atletico Madrid Incar Kemenangan Ke-4 Atas Eibar
Ronaldo Ejek VAR Usai Cetak Gol Untuk Juventus
Atletico Madrid Ogah Dikaitkan Dengan Mauro Icardi

“Saya berharap bahwa fans mereka tidak mencoba mendorong saya dengan memanggil nama saya dan mengatakan hal yang tidak baik tentang saya lagi,” ujarnya kepada Movistar Liga de Campeones dan Mirror.
Ronaldo berharap Juventus juara tahun ini
“Selain itu, saya berharap pertemuan kali ini adalah pertandingan yang sengit. Ini hanya pertandingan lain lagi bagi kami, Atletico adalah tim yang hebat seperti yang kita semua tahu, saya ini pernah berada di Real Madrid untuk waktu yang lama lho, jadi saya tahu seperti apa kehebatan mereka.”
Pemenang lima kali trofi Ballon d’Or itu berharap jika musim ini bisa menjadi waktunya bagi Juventus untuk jadi juara. Berharap mereka bisa menambahkan medali pemenang Liga Champions keenam seperti yang pernah ia kumpulkan di Manchester United dan empat di Real Madrid.
“Saya berharap yang juara Juventus, dan saya berharap kesempatan itu datang tahun ini, tapi itu kompetisi yang paling sulit untuk dimenangkan ya,” tambah CR7 lagi. “Di gelaran ini tidak selalu klub favorit yang jadi pemenangnya, kami berharap tahun ini akan menjadi tahun kami sebagai juaranya.”
Sumber: Ronaldo Minta Fans Atletico Madrid Tak Nakal Lagi

Bukan Satu, Bukan Dua, Real Madrid Kehilangan Lima Gelar Sekaligus

Real Madrid kehilangan bukan satu, bukan dua, tapi lima gelar pemain-pemain terbaik di ajang penghargaan UEFA, tadi malam. Lihat.
Diam-diam Real Madrid kehilangan lima gelar sekaligus pada acara penghargaan pemain-pemain terbaik Eropa yang berlangsung bersamaan dengan ajang drawing fase grup Liga Champions di Monaco, tadi malam.
Tahun lalu (dan juga tahun sebelumnya) gelar striker terbaik jatuh ke Cristiano Ronaldo yang di musim sebelumnya masih membela Real Madrid. Tahun ini gelar penyerang terbaik UEFA direbut Lionel Messi dengan 12 gol pada kompetisi top Eropa itu musim lalu.
Real Madrid Kehilangan Pemain Tengah, Bek, Kiper Terbaik 
Demikian juga tahun lalu pemain tengah terbaik diberikan kepada Luka Modric, gelandang Real Madrid. Lagi-lagi dua tahun berurutan. Tahun ini jatuh kepada Frenkie de Jong untuk prestasinya di Ajax Amsterdam. Raksasa Belanda mengalahkan juara bertahan Real Madrid di babak 16 besar musim lalu melalui kemenangan bersejarah 4-1 di Santiago Bernabeu, sebelum mengalahkan Juventus di perempat final. Mereka tak sepantasnya kalah di semifinal melawan Tottenham, tetapi performa de Jong di lapangan tengah membuat Barcelona membelinya seharga 65 juta pound.

Berita Terkait

Ronaldo Ejek VAR Usai Cetak Gol Untuk Juventus
Real Madrid Incar Dua Pemain Top Sebelum Bursa Tutup
Cristiano Ronaldo Harusnya Pemain Terbaik UEFA

Musim lalu (dan juga musim sebelumnya) gelar bek terbaik diambil oleh Sergio Ramos, kapten Los Blancos. Kali ini mereka harus merelakannya kepada Virgil Van Dijk, bek jangkung Liverpool yang bahkan lebih tinggi daripada kiper Alisson Becker.
Alisson tahun ini merebut gelar kiper terbaik UEFA setelah musim lalu direbut Keylor Navas, penjaga gawang Los Merengues asal Kosta Rika. Dan pada akhirnya gelar Pemain Terbaik UEFA 2018/2019 diambil alih Van Dijk, menyingkirkan Modric musim lalu. Jadi bukan hanya satu, bukan hanya dua, tapi Real Madrid kehilangan lima gelar sekaligus tahun ini. Tidak ada pemain Los Blancos yang menang penghargaan individual UEFA tahun ini.
Sumber: Bukan Satu, Bukan Dua, Real Madrid Kehilangan Lima Gelar Sekaligus

Cristiano Ronaldo Positif Perihal Messi, Meski Kalah Tadi Malam

Cristiano Ronaldo menunjukkan kedewasaannya dan kebesaran hatinya, tetap bicara positif soal Lionel Messi meski kalah dari La Pulga tadi malam.
Striker Barcelona itu berhasil mengalahkan mantan bintang Real Madrid, Ronaldo, dalam pemilihan penyerang terbaik UEFA musim 2018/2019. Koleksi 12 golnya selama Liga Champions musim lalu membawa pemain Argentina tersebut meraih penghargaan striker terbaik, menyingkirkan bukan saja CR7 tapi juga pemain Liverpool, Sadio Mane.
Namun dalam sebuah wawancara kepada BT Sport sebagai bagian dari acara drawing fase grup Liga Champions tadi malam, striker Juventus berusia 34 tersebut menunjukkan kebesaran hatinya. Alih-alih bicara soal dirinya sendiri, ia menyampaikan pesan menarik soal rivalnya selama 15 tahun terakhir itu.
Ronaldo pergi, Real Madrid menderita kehilangan lima gelar pemain terbaik sekaligus di ajang penghargaan UEFA

Berita Terkait

Ronaldo Ejek VAR Usai Cetak Gol Untuk Juventus
Cristiano Ronaldo Harusnya Pemain Terbaik UEFA
Cristiano Ronaldo Masih Main Bola Beberapa Tahun Lagi

Sang bintang Portugal itu duduk di barisan paling depan acara drawing Liga Champions, tepat di sebelah Messi dan pemenang penghargaan Pemain Terbaik UEFA Virgil van Dijk. Ia menyampaikan wawancara yang sopan dan positif mengenai hubungannya dengan Messi yang juga pernah menjadi pemenang Ballon d’Or.
Ronaldo Undang Messi Makan Malam
Kedua orang ini terlihat ngobrol selama acara drawing di Grimaldi Forum Monaco itu dan Ronaldo seperti sudah berlatih lama untuk menyampaikan kata-kata yang sangat membangkitkan motivasi soal pertarungannya dengan Messi. Ia mengundang striker Barcelona itu untuk makan malam bersama. Hal ini menunjukkan bahwa ada rasa hormat yang luar biasa antara keduanya.
“Saya berbagi panggung [penghargaan] ini dengannya (Messi) selama 15 tahun,” kata Ronaldo seperti dikutip oleh SportBible.com. “Saya tidak tahu apakah ini pernah terjadi sebelumnya di sepakbola – dua orang yang sama di panggung yang sama sepanjang waktu. Tentu saja kami memiliki hubungan yang baik – kami memang belum pernah makan malam bersama, tapi saya berharap bisa [makan bareng] di masa depan.”
Dalam kebudayaan Barat, mengundang seseorang makan malam merupakan penghargaan tertinggi. Biasanya berlangsung empat orang dengan pasangan hidup mereka masing-masing dan bisa berlangsung selama berjam-jam. Hanya dua pihak yang memiliki relasi baik yang bisa makan malam bersama.
“Kami bertarung satu sama lain, dia memaksa saya [menjadi lebih baik] dan saya memaksanya juga. Sangat menyenangkan menjadi bagian dari sejarah sepakbola. Saya ada di sana (bagian sejarah itu), dan tentu saja, dia juga.”

"We have not had dinner together yet, but I hope so in the future."
"It's great to be a part of the history of football. I am there, and of course, he is as well."
Magnificent.
Cristiano Ronaldo speaks on his relationship with Lionel Messi 🙏 pic.twitter.com/HbicSaS6NW
— Football on BT Sport (@btsportfootball) August 29, 2019

Ronaldo vs Messi terjadi dalam dua kategori tadi malam. Keduanya masuk nominasi Striker Terbaik UEFA 2018/2019. Messi yang menang untuk kategori ini. Keduanya juga nominator untuk Pemain Terbaik UEFA 2018/2019 dan dua-duanya kalah. Virgil Van Dijk yang menang sebagai pemain terbaik.
Lihat Hasil Drawing Grup Liga Champions Tadi Malam, Siapa Kebagian Grup Maut?
Sumber: Cristiano Ronaldo Positif Perihal Messi, Meski Kalah Tadi Malam

Ronaldo Nominasi Dua Kategori, Dua-duanya Kalah Nyesek

Ronaldo masuk nominasi dua penghargaan UEFA hari Kamis (29/8) tapi dua-duanya kalah, tersingkir oleh Lionel Messi dan Virgil Van Dijk.
Striker Juventus Cristiano Ronaldo itu masuk nominasi tiga besar untuk Striker Terbaik Eropa 2018/2019 bersama Sadio Mane dan Lionel Messi. Namun dalam pengumuman yang dilangsungkan bersamaan dengan drawing grup Liga Champions, sang bintang Portugal kalah di sini. Messi yang menang.
Mantan pemain Real Madrid itu juga masuk nominasi tiga besar untuk Pemain Terbaik UEFA 2018/2019. Eh, kalah lagi. Kali ini oleh bek Liverpool Virgil Van Dijk. Jadi Ronaldo masuk nominasi di dua kategori tapi dua-duanya Ronaldo kalah.
Messi, Bukan Ronaldo Menangkan Striker Terbaik
Pemain Argentina berusia 32 tahun, Lionel Messi, memiliki musim yang memukau dalam kompetisi klub top Eropa, berakhir sebagai pencetak gol terbanyak, yakni 12 gol di Liga Champions meskipun Barcelona tersingkir di semifinal oleh klub pemenang, Liverpool.

Berita Terkait

Ronaldo Ejek VAR Usai Cetak Gol Untuk Juventus
Juventus Diakui Higuain Tak Mudah Kalahkan Napoli
Napoli Kalah Tipis Lawan Juventus, Ancelotti Murka

“Messi adalah pemain luar biasa dari galaksi lain. Dan bukan hanya pencetak gol; [dia menyumbangkan hal lain juga] yakni semua yang dia ciptakan, gol yang dia berikan kepada kita, apa yang dia hasilkan di sekelilingnya,” kata Ernesto Valverde, pelatih Barcelona.
“[Saya] Senang melihatnya setiap hari. Tingkat efektivitas yang dimilikinya dalam latihan dan dalam pertandingan sangat luar biasa. Dia sangat berbakat dalam bola-bola mati, dalam permainan terbuka – itu sebabnya dia pemain terbaik di dunia,” kata Sergio Busquets, gelandang Barcelona seperti dikutip situs UEFA.com.
Bagaimana Striker Terbaik Eropa Dipilih
Dewan juri terdiri dari pelatih 32 klub di babak penyisihan grup Liga Champions musim 2018/19, bersama dengan 55 jurnalis yang dipilih oleh kelompok Media Olahraga Eropa (ESM), yang mewakili masing-masing 55 anggota UEFA. Pelatih tidak diizinkan memilih pemain dari tim mereka sendiri.
Anggota juri memilih tiga pemain terbaik mereka per posisi, dengan yang pertama menerima lima poin, tiga yang kedua dan yang ketiga. Pemain yang menerima poin terbanyak di setiap kategori dipilih sebagai pemenang.
Sumber: Ronaldo Nominasi Dua Kategori, Dua-duanya Kalah Nyesek

Puji Zidane, Ronaldo: Dia Membuat Saya Merasa Istimewa di Madrid

Berita Bola – Penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo, memberikan pujian kepada Zinedine Zidane dengan mengatakan bahwa pelatih asal Prancis itu telah membuatnya merasa istimewa di Real Madrid.
Ronaldo meninggalkan Madrid menjelang musim 2018-2019, di mana ia bergabung dengan Juventus dalam kontrak senilai 112 juta Euro setelah memenangkan tiga gelar Liga Champions secara berturut-turut di bawah asuhan Zidane.
Pemenang Ballon d’Or lima kali itu juga menikmati kesuksesan besar selama waktunya bersama Zidane di Santiago Bernabeu, di mana ia memenangkan La Liga pada 2016-17 serta berbagai trofi bergengsi lainnya. Dan kini berbicara tentang waktunya bersama Zidane, Ronaldo mengungkapkan bahwa manajer Prancis itu membuatnya merasa istimewa selama waktunya di Madrid.
“Kepercayaan yang dibutuhkan seorang pemain tidak hanya datang dari dirinya sendiri tetapi juga dari para pemain di sekitarnya dan pelatihnya,” kata Ronaldo kepada DAZN. “Anda perlu merasa bahwa anda adalah bagian penting dari skuat dan Zidane membuat saya merasa istimewa di sana (Madrid).
“Dia banyak membantu saya. Saya mengaguminya dia dan bekerja dengannya membuatnya lebih mengaguminya. Itu karena seperti apa dia sebagai pribadi, bagaimana dia berbicara, bagaimana dia memimpin tim dan bagaimana dia memperlakukan saya.
“Dia akan memberitahu saya, ‘Cris, santai dan mainkan saja permainanmu – kaulah yang akan membuat perbedaan.’ Dia selalu jujur ​​pada saya dan itulah sebabnya saya akan selalu memiliki kasih sayang yang nyata padanya,” jelasnya.

Sebelum Pindah Atletico, Joao Felix Dapat Nasihat dari Ronaldo

Sumberbola – Pemain baru Atletico Madrid, Joao Felix, mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan saran banyak dari Cristiano Ronaldo.
Felix menjadi pemain sepak bola termahal ketiga sepanjang masa, setelah meninggalkan Benfica dan bergabung Atletico Madrid dengan biaya sebesar 126 juta Euro.
Atletico Madrid berani membayar Felix dengan harga tinggi tentunya bukan tanpa alasan. Pemain berusia 18 tahun itu tampil mengesankan pada musim lalu, di mana dia mencetak 15 gol di liga domestik untuk Benfica.
Lompatan dari Primeira Liga ke La Liga tentunya membuat Felix membutuhkan waktu lebih untuk bisa beradaptasi. Meski demikian, dia mengungkapkan bahwa mantan pemain Real Madrid, Ronaldo, memiliki beberapa nasihat bijak untuknya.
“Ya, banyak,” kata Felix dalam AMA dengan Bleacher Report ketika ditanya apakah Ronaldo telah membimbingnya. “Di pertandingan pertama yang saya mainkan (saat Portugal mengalahkan Swiss di Liga Bangsa-Bangsa) dia memberi saya banyak saran. [Dia berkata] untuk bersikap tenang, untuk memainkan sepak bola saya.”
Lebih lanjut, Felix mengungkapkan bahwa bintang baru Real Madrid, Eden Hazard merupakan salah satu idolanya. “[Eden] Hazard, karena dia salah satu dari [yang terbaik], dia adalah idola yang pernah saya tonton sebelumnya dan saya ingin melihatnya bermain,” tutupnya.