Liga Champions: Real Madrid, Barcelona, Juventus Disiksa Tiap Tiga Hari

Gila Bola – Kabar gembira, kita akhirnya mengetahui jadwal baru Liga Champions. Kabar buruknya, Real Madrid, Barcelona, Juventus, Chelsea, dan Bayern Munchen akan disiksa bermain tiap tiga hari.
Akhirnya setelah satu bulan lebih menunggu, akhirnya kita mendapatkan kabar gembira. UEFA sedang menyusun jadwal pertandingan lanjutan Liga Champions yang terhenti sejak awal Maret.
Sky Sports Italia mengumumkan bahwa UEFA merancang pelaksanaan kembali sejumlah pertandingan Liga Champions yang tertunda gara-gara wabah yang melanda Eropa dua bulan terakhir ini. Itu merupakan kabar gembira. Tapi kabar buruknya adalah tim-tim elit Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, Juventus, Chelsea, dan Bayern Munchen akan disiksa tiap tiga hari sekali.
Laga-laga babak 16 besar Liga Champions yang belum selesai adalah pertandingan leg kedua dari Real Madrid vs Manchester City (1-2 dari leg pertama), Chelsea vs Bayern Munchen (0-3 leg pertama), Lyon vs Juventus (1-0 leg pertama), dan Napoli vs Barcelona (1-1).
Channel Youtube

Soal Dribble Messi Kalah Jauh Sama Gelandang Atleti!
Ritual Aneh Pemain Bola Yang Bikin Kita Ngakak! Masih Percaya Takhayul Loh!
Daftar Pemain Tercepat di Dunia – Jadwal Liga Champions Ditetapkan
LEGENDA! Ini Dia 7 Striker Terbaik Sepanjang Masa! Selain Cristiano…

Pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions yang tertunda itu akan dimainkan pada 7 dan 8 Agustus 2020, kemudian hanya dalam selisih tiga hari saja akan dilakukan leg pertama perempat final pada 11 dan 12 Agustus. Dan kemudian leg kedua delapan besar pada 15-16 Agustus, sebelum semi final pada 19-20 Agustus serta 23-24 Agustus dan partai puncak final Liga Champions di Istanbul Turki akan berlangsung pada 29 Agustus.
Sementara itu kasta kedua Eropa, Liga Europa, akan dimainkan lebih awal, yakni leg pertama 16 besar pada 2 dan 3 Agustus, sebelum leg kedua tiga hari kemudian. Demikian seterusnya perempat final 10 dan 13 Agustus, semi final 17 dan 20 Agustus. Partai final akan dimainkan 27 Agustus di Gdansk, Polandia.
Pengumuman resmi jadwal baru kompetisi elit Eropa ini akan dilakukan dalam pekan ini juga setelah pejabat tinggi UEFA bertemu pada tanggal 23 April. Fokus laga-laga sisa Liga Champions akan berpusat pada Real Madrid yang tengah tertinggal 1-2 di tangan Manchester City, selain Juventus yang juga kalah 1-0 agregat dari Lyon.
Sumber: Liga Champions: Real Madrid, Barcelona, Juventus Disiksa Tiap Tiga Hari
Berita Bola

Man Utd, Chelsea, Spurs, Bisa Dilarang Mengikuti Liga Champions

UEFA selaku otoritas bola di Eropa sudah mengirim peringatan kepada Manchester United, Chelsea, Tottenham Hotspur dan juga Liverpool bahwa mereka bisa dilarang mengikuti Liga Champions musim depan. Begini ceritanya.
Pemilik kompetisi di tingkat Eropa itu mengancam semua asosiasi anggotanya bahwa mereka bisa dilarang mengikuti Liga Champions dan Liga Europa musim depan jika kompetisi domestik dihentikan di tengah jalan dan pemenang ditetapkan di dalam ruang rapat, bukan di atas lapangan hijau.
Ancaman itu terpaksa dikeluarkan oleh UEFA setelah Liga Belgia secara mengejutkan kemarin mengumumkan menghentikan kompetisi mereka yang tersisa satu pertandingan lagi, dan mengumumkan Club Brugge sebagai pemenang musim 2019/2020.
Keputusan Liga Belgia itu terasa sebagai angin segar untuk banyak kompetisi di Eropa yang terpaksa menghentikan musim mereka secara mendadak sejak awal Maret, setelah kondisi buruk memayungi Italia dan Spanyol sebagai dua negara terparah di Eropa. Sejumlah liga merasa tergoda untuk menirukan langkah hukum Liga Belgia, menghentikan kompetisi dan mengumumkan tim pemenangnya.
Saat ini kompetisi sepak bola yang terhenti masih terkatung-katung. Di satu sisi otoritas bola setiap negara ingin melanjutkannya karena ada kerugian finansial yang besar, terutama tuntutan hukum dari pihak televisi pemegang hak siar. Tapi di sisi lain mereka terbentur sikap pemerintah masing-masing, yang masih melarang aktivitas olahraga dan apa pun yang mengumpulkan massa di atas jumlah manusia tertentu.
Pihak-pihak yang berkepentingan di Liga Inggris sudah berkumpul hari Jumat (3/4) kemarin. Belum ada tanda-tanda bahwa kompetisi yang dihentikan sejak 9 Maret itu akan dimulai lagi segera. Tadinya ada tenggat 30 April, tapi rapat hari Jumat memundurkan lagi batas itu sampai tidak terbatas, memperlihatkan kebingungan mengenai kondisi saat ini.
Dalam sebuah surat bersama yang ditandatangani bersama oleh Presiden UEFA Aleksander Ceferin, ketua Asosiasi Klub-klub Eropa Andrea Agnelli, dan Lars-Christer Olsson selaku presiden Liga-liga di Eropa, menyatakan bahwa sisa pertandingan semua klub di liga-liga nasional, dan juga mereka yang lolos sampai tahap tertentu di Liga Champions dan Liga Europa, perlu menyelesaikan musim secara sepantasnya, atau mereka tidak akan diizinkan untuk ikut serta dalam dua kompetisi UEFA itu musim depan.
Surat itu berbunyi: “Partisipasi dalam kompetisi klub-klub di UEFA ditentukan oleh hasil yang dicapai pada akhir kompetisi domestik, [sehingga] pemutusan [kompetisi ddomestik secara prematur] akan menimbulkan keraguan tentang kondisi tersebut. UEFA berhak menilai hak klub untuk diterima dalam kompetisi klub UEFA 2020/21, sesuai dengan peraturan kompetisi yang berlaku.”
Hal ini sebenarnya sangat menguntungkan bagi Liverpool. Sudah banyak suara yang menginginkan Liga Inggris dihentikan saja di tengah jalan dan dianulir, serta dianggap tidak pernah ada. Jika keputusan itu diambil maka penantian 30 tahun Liverpool perihal gelar juara akan berakhir mengecewakan. Sikap UEFA yang mendesak semua kompetisi liga lokal diselesaikan “secara layak” akan sangat menguntungkan bagi Liverpool, yang saat ini unggul 25 poin di atas juara bertahan Manchester City.
 
Sumber: Man Utd, Chelsea, Spurs, Bisa Dilarang Mengikuti Liga Champions
Berita Bola

Tim Liga Inggris Dominasi Skuat Termahal di Eropa

Football5star.com, Indonesia – Liverpool menjadi tim dengan komposisi pemain termahal di pasar transfer lima klub top Eropa. Tidak hanya Liverpool, empat tim Liga Inggris lain juga masuk jajaran klub di Eropa dengan skuat termahal.

Dikutip Football5star.com dari bbc, Selasa (17/3/2020) lembaga riset CIES Football Observatory menempatkan Liverpool sebagai tim dengan skuat termahal di Eropa.

Skuat Liverpool menurut hasil riset CIES Football Observatory memiliki nilai 1,4 miliar euro. CIES menggunakan sejumlah variabel untuk menentukan skuat termahal diantaranya soal usia pemain, kinerja, nilai ekonomi klub hingga angka inflasi.

bbc

Di bawah Liverpool, ada klub Liga Inggris lainnya, Manchester City. Anak asuh Pep Guardiola memiliki nilai mencapai 1,24 miliar euro.

Di urutan ketiga dan keempat ada dua tim kuat Liga Spanyol, Barcelona dan Real Madrid. Lionel Messi dan kawan-kawan memiliki nilai mencapai 1,17 miliar euro. Sedangkan skuat Madrid memiliki nilai 1,1 miliar euro.

Sedangkan tiga tim liga Inggris lain yang masuk sebagaim tim dengan skuat termahal adalah Chelsea, Manchester United, dan Tottenham Hotspur.

Yang menarik tim kaya Prancis, Paris Saint Germain (PSG) hanya memiliki nilai 979 miliar euro. Angka ini di bawah skuat Manchester United yang memiliki nilai 1,07 miliar euro.

Padahal menurut riset CIES, striker PSG, Kylian Mbappe merupakan striker dengan nilai transfer termahal yakni 227 juta euro.

The post Tim Liga Inggris Dominasi Skuat Termahal di Eropa appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Frank Lampard: Man United Bisa Ganggu Ambisi Chelsea

Football5star.com, Indonesia – Manajer Chelsea, Frank Lampard, mengatakan kalau Man United menjadi tim pesaing terberatnya saat ini. Menurut Lampard, The Red Devils memiliki potensi besar untuk merusak misi The Blues finis di zona Liga Champions.

Kemenangan Man United atas Man City dinihari tadi membuat mereka kian nyaman duduk di posisi lima klasemen Liga Inggris. Bruno Fernandes cs kini hanya memiliki selisih tiga poin dengan Chelsea yang duduk di peringkat empat.

“Man United sedang berada dalam performa terbaiknya. Mereka sukses mendatangkan pemain penting di bulan Januari dan membuat mereka menjadi tim yang lebih baik,” kata Frank Lampard dikutip dari laman Football London.

BBC

“Saya yakin mereka akan bisa mengancam posisi kami. Tapi, ada beberapa tim lain juga yang bisa mengancam kami. Saya tentu tak perlu menyebutkan nama-nama tim lainnya,” kata Lampard menambahkan.

Lebih lanjut, Lampard tak menganggap Chelsea sebagai tim unggulan untuk bisa finis di posisi empat besar. Menurutnya, The Blues masih harus melalui jalan yang cukup panjang sebelum bisa bernafas lega.

“Dengan banyaknya pertandingan yang tersisa serta poin yang bisa diperebutkan, saya takkan mengganggap kami sebagai tim favorit. Kami masih memiliki banyak pekerjaan yang belum tuntas. Selain itu, kami juga masih tampil inkonsisten karena beberapa sebab tahun ini,” ujar Lampard.

“Saya tak tahu apakah kami dianggap sebagai tim underdog atau unggulan. Karena, perjalanan kami masih panjang,” tandas Lampard.

The post Frank Lampard: Man United Bisa Ganggu Ambisi Chelsea appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Pemain Chelsea Dipuji Saat Leipzig Permalukan Tottenham Hotspur

Gilabola.com – Pemain Chelsea, Ethan Ampadu, mendapat pujian saat RB Leipzig kalahkan Tottenham Hotspur di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (20/2) WIB.
Ampadu dipuji Daily Mail terkait penampilannya yang mengesankan di lini pertahanan Leipzig, saat mereka catatkan kemenangan tandang 1-0 atas Tottenham Hotspur tengah pekan ini.
Pemain berusia 19 tahun itu tak mendapat banyak waktu bermain di klub Bundesliga yang meminjamnya dari the Blues tersebut, bahkan sejak ia gabung Red Bull Arena musim panas lalu.
Tapi, dengan Leipzig yang tengah terhambat akibat cedera dan penangguhan pemain belakang andalannya, Dayot Upamecano, Ampadu pun mendapat kesempatan untuk bermain di laga melawan Spurs. Pemain muda asal Wales inipun sukses memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Dengan cedera yang menumpuk dan Upamecano yang tengah diskorsing, Ampadu mendapat kesempatan untuk tampil sebagai starter,” demikian dilansir situs resmi Chelsea FC dari Mail of the Wales.
“Kembali ke London, dari tempat lain. Hadapi Tottenham, rival klub induknya, dari semua lawan. Di Liga Champions, dari semua kompetisi,” ungkap media tersebut mengenai pemain Chelsea yang dipinjam Leipzig sejak awal musim ini tersebut.
“Frank Lampard akan benar-benar menyaksikan penampilan pemain muda masa depan timnya ini. Dia pasti akan menyukai apa yang ditontonnya”.
Dalam laga tersebut, Ampadu tampil sebagai starter di pusat lini pertahanan Leipzig yang dibela tiga pemain, ia bermain di sisi terdalam dari semua pemain outfield Leipzig. Saat menguasai bola, ia berhasil tunjukkan permainan yang perlihatkan bahwa dia makin berkembang di tengah lini defensif.
Media itu juga menyebutkan, tak ada satu pemain pun di lapangan yang memiliki lebih banyak sentuhan dibandingkan Ampadu saat itu. Bahkan tak ada pemain Leipzig – yang menjadi tamu di kandang Spurs, yang memainkan lebih banyak operan – hampir 100 operan dengan tingkat penyelesaian hampir 95 persen. Paling pendek dan rapi, lainnya masuk ke lini tengah. Drive aneh juga melaju dengan bola di kakinya.
Apiknya permainan Ampadu juga mendapat perhatian dari mantan bintang the Blues, Cesc Fabregas, yang mengaku sangat menikmati penampilan Ampadu. Fabregas yang kini merumput di AS Monaco itupun mem-posting kicauan kekagumannya pada penampilan baru nan radikal dari mantan rekan satu timnya di Stamford Bridge itu, menyusul dipotongnya rambut gimbal Ampadu yang sebelumnya menjadi ciri bek muda tersebut.
“Senang melihat Ethan Ampadu tampil sebagai starter dan bermain dalam pertandingan besar. Senang melihatnya dengan potongan rambut yang lebih bagus,” demikian ungkap Fabregas dalam akun Twitter resminya mengenai pemain Chelsea mantan rekannya tersebut.
Sumber: Pemain Chelsea Dipuji Saat Leipzig Permalukan Tottenham Hotspur

Kalau Chelsea Masih Dilatih Jose Mourinho, Harry Maguire Pasti Kartu Merah

Football5star.com, Indonesia – Kapten Manchester United, Harry Maguire, dinilai beruntung luput dari kartu merah. Padahal, dia tertangkap kamera menendang selangkangan striker Chelsea, Michy Bathsuayi. Bahkan, legenda Man United, Paul Scholes, menilai bahwa Maguire bisa saja dikartu merah andai di bench Chelsea masih ada Jose Mourinho.

Dalam laga Chelsea vs Manchester United, Harry Maguire terlibat insiden dengan Michy Batshuayi. Dalam posisi terjatuh, kapten Red Devils itu secara spontan menendang bagian selangkangan Batshuayi. Kejadian itu tepat di depan bench Chelsea dan memicu reaksi keras dari ofisial tim.

Meski begitu, Harry Maguire tetap saja luput dari hukuman. Bahkan, wasit Anthony Taylor tak memberikan teguran atau kartu untuk Maguire. Kejadian itu yang lantas memicu polemik. Paul Scholes, yang notabene merupakan mantan pemain Manchester United, bahkan ikut menyoroti insiden tersebut.

Akan tetapi, Scholes lebih suka mengomentari reaksi pasif para pemain dan ofisial tim Chelsea menyikapi insiden tersebut. Menurut dia, andai di bench Chelsea masih ada sosok yang bisa bersikap lebih provokatif seperti Jose Mourinho, Harry Maguire mungkin saja diusir wasit.

“Saya pikir reaksi dari bench Chelsea harus lebih agresif.Saya rasa jika masih ada Mourinho, bench Chelsea akan lebih aktif menekan wasit dengan megacungkan tangan (memnta kartu),” ucap Paul Scholes seperti dikutip Football5star.com dari Metro.co.uk.

Dalam situasi itu, Manajer Chelsea, Frank Lampard, memang cenderung pasif. Dia tak bereaksi keras ketika ketika Michy Bathusayi terjatuh dan mengerang setelah menerima tendangan Harry Maguire. Lampard memilih mengomentari insiden setelah pertandingan.

“Harry Maguire seharusnya diusir, saya rasa itu sangat jelas dari sudut padang penglhatan saya. Hal itu tentunya bisa mengubah jalannya pertandingan,” bilang Frank Lampard.

Dalam laga Chelsea vs Manchester United yang berlangsung di Stadion Stamford Bridge, Selasa (18/2/2020) pagi WIB itu, skor akhir 0-2 untuk tim tamu. Selain insiden Maguire, Chelsea juga dirugikan dengan dua golnya yang dianulir VAR.

The post Kalau Chelsea Masih Dilatih Jose Mourinho, Harry Maguire Pasti Kartu Merah appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Aroma Konspirasi Manchester dalam Insiden Maguire vs Batshuayi

Football5Star.com, Indonesia – Insiden Harry Maguire menendang Michy Batshuayi dalam laga Chelsea vs Manchester United jadi sorotan banyak pihak. Banyak orang berpendapat kapten Red Devils seharusnya dikartu merah. Mereka pun heran melihat wasit Anthony Taylor tak memberikan hukuman setimpal.

Berbagai dugaan pun muncul. Salah satunya berbau teori konspirasi. Beberapa orang menilai ada bau-bau konspirasi Manchester dalam insiden tersebut sehingga Harry Maguire terbebas dari kartu merah. Padahal, Son Heung-min dikartu merah gara-gara insiden yang sama dalam laga Tottenham Hotspur vs Chelsea.

Ref: Anthony TaylorVAR: Chris Kavanagh pic.twitter.com/mvJXRfZSU0— Jamie (@TheRealJamez23) February 17, 2020

Aroma konspirasi muncul karena Anthony Taylor adalah orang Manchester. Dia lahir di Wythenshawe, Manchester, dan tinggal tak jauh dari Stadion Old Trafford. Sudah begitu, petugas VAR pada laga itu, Chris Kavanagh, juga berasal dari kota itu.

Fakta tersebut membuat beberapa orang mempertanyakan putusan FA menugasi mereka dalam laga yang melibatkan Manchester United. Sudah begitu, laga melawan Chelsea termasuk big match yang seharusnya diperlakukan khusus dengan menunjuk wasit yang terbebas dari bias.

“Tolong jelaskan bagaimana bisa Anthony Taylor, wasit kelahiran Manchester, dibantu oleh Chris Kavanagh yang juga kelahiran Manchester sebagai petugas VAR,” cuit pemilik akun Twitter @mancityneil.

Pertanyaan serupa dilontarkan pemilik akun @Komps4. “Chris Kavanagh dari Manchester pada VAR dan Anthony taylor dari Altrincham mewasiti pertandingan. Apakah itu diperbolehkan pada sebuah laga besar? Tak heran jika kepemimpinan mereka benar-benar mengejutkan,” cuit dia.

The post Aroma Konspirasi Manchester dalam Insiden Maguire vs Batshuayi appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Frank Lampard: Hasil Akhir Akan Beda bila Maguire Dikartu Merah

Football5Star.com, Indonesia – Frank Lampard, manajer Chelsea, menilai Manchester United bisa saja gagal menang bila Harry Maguire dikartu merah dalam insiden dengan Michy Batshuayi. Dia menilai kapten Red Devils itu jelas-jelas telah melakukan pelanggaran dan seharusnya diusir dari lapangan.

Dalam laga Chelsea vs Manchester United yang berakhir kemenangan 2-0 bagi sang tamu, Harry Maguire dan Michy Batshuayi terlibat insiden. Pada menit ke-21, bek Red Devils melakukan tendangan spontan saat mengira sang striker The Blues akan jatuh menimpa dirinya.

Insiden itu luput dari pengamatan wasit Anthony Taylor. Dia lantas meminta masukan dari Chris Kavanagh selaku petugas VAR. Hasilnya, Harry Maguire dinyatakan tak melakukan pelanggaran keras dan tak perlu dikartu merah.

skysports.com

Hal itu membuat Frank Lampard kecewa berat. Dia mengungkapkan, semua orang melihat tindakan Harry Maguire kepada Michy Batshuayi jelas-jelas harus diganjar kartu merah. “Itu secara universal memang putusan yang keliru. Itu bukan opini saya. Semua orang yang bicara dengan saya mengatakan hal yang sama,” kata dia seperti dikutip Football5Star.com dari London Evening Standard.

Banyak pihak memang menilai Maguire sepantasnya diusir dari lapangan. Mereka antara lain berpatokan pada insiden serupa yang dialami pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min. Pemain asal Korea Selatan itu dikartu merah gara-gara menendang dada Antonio Ruidiger.

Kekecewaan Frank Lampard berlipat karena VAR juga tak mampu memberikan putusan yang adil dan konsisten. “Suka atau tidak suka, VAR ada untuk hal-hal seperti itu. Namun, hasilnya tetap buruk. Itu yang membuat saya sukar menerima hal ini,” ucap dia.

Frank Lampard pun menegaskan, kekeliruan itu telah mengubah jalannya pertandingan dan hasil akhir. “Harry Maguire seharusnya dikartu merah. Dia lantas mencetak gol kedua dan pertandingan berubah karena hal itu,” ujar dia lagi.

The post Frank Lampard: Hasil Akhir Akan Beda bila Maguire Dikartu Merah appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Tendang Michy Batshuayi, Harry Maguire Tak Merasa Bersalah

Football5Star.com, Indonesia – Harry Maguire tak menunjukkan penyesalan dan rasa bersalah sama sekali terkait insiden dengan Michy Batshuayi. Bek Manchester United itu merasa telah melakukan hal yang benar karena tendangan yang dilakukannya hingga mengenai selangkangan lawan bukan sebuah kesengajaan.

Dalam laga Chelsea vs Manchester United, Harry Maguire terlibat insiden dengan Michy Batshuayi. Dalam posisi terjatuh, kapten Red Devils itu secara spontan menendang Batshuayi. Dia berdalih, itu merupakan refleks pembelaan diri agar tak tertimpa badan striker Chelsea tersebut.

“Aku memang menendang dia. Kupikir dia akan jatuh menimpaku. Reaksi alami menghadapi hal itu adalah coba menahan tubuhnya. Itu bukan tendangan. Aku sama sekali tak sengaja melakukan itu. Reaksiku menghentakkan kaki adalah agar dia tak menimpaku,” urai Harry Maguire seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports.

"I thought he was going to fall on me. It was a natural reaction" Harry Maguire explains his clash with Michy Batshuayi which VAR decided was not a red card More: https://t.co/XI0hSMyYna pic.twitter.com/i9ypuxfex8— Sky Sports Premier League (@SkySportsPL) February 17, 2020

Kapten Manchester United itu menambahkan, “Pada akhirnya, kupikir itu putusan yang benar. Aku sama sekali tak punya niat untuk menyakiti atau menendang dia. Karena pul di sepatuku, efeknya memang lebih buruk, tapi aku sudah meminta maaf kepada dia.”

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, juga memiliki pendapat yang sama. Dia tak sependapat dengan Roy Keane dan Jamie Carragher yang menyebut Harr Maguire beruntung karena seharusnya mendapatkan kartu merah.

“Apakah dia beruntung? Saya tidak berpikir begitu. Michy Batshuayi akan jatuh menimpa dirinya, jadilah dia menjulurkan kakinya dan mengenai bagian tubuh yang mengakibatkan kesakitan,” ujar Solskjaer membela Maguire.

Soal kemungkinan kartu merah untuk Harry Maguire, Solskjaer juga punya pandangan tegas. “Tak terlintas dalam pikiran saya barang dua detik pun. bagi saya, dia dilanggar dan terguling. Maguire menjulurkan kaki untuk membela diri,” kata dia.

The post Tendang Michy Batshuayi, Harry Maguire Tak Merasa Bersalah appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Tak Kunjung Dapat Pemain Baru, Barcelona Kembali Kejar Bintang Chelsea Ini

Liga Spanyol – Raksasa La Liga, Barcelona tak kunjung mendapatkan pemain baru jelang ditutupnya bursa transfer Januari ini. Lantas, merekapun dikabarkan kembali mengincar penyerang sayap Chelsea, Willian.
Krisis penyerang menyusul cederanya Luis Suarez memang membuat Barcelona bergerak cepat untuk mencari penggantinya di sisa jendela transfer musim dingin ini. Sejumlah nama sempat erat dikaitkan dengan raksasa La Liga itu, salah satunya adalah Rodrigo Moreno dari Valencia. Meski sudah selangkah lebih dekat boyong sang pemain, Barca akhirnya mengurungkan niat memboyong penyerang Valencia itu.
Kemudian, laporan juga mengklaim bahwa tawaran Barcelona untuk Richarlison telah ditolak Everton. Kini, Blaugrana pun memilih kembali mendekati Willian, sosok yang mereka incar pada musim panas lalu.
.
Dilansir Sky Sports, kali ini Barca berniat merekrut Willian yang kontraknya bersama Chelsea akan habis pada penghujung musim nanti dengan tawaran senilai 20 juta Pounds. Barcelona tentu berharap pihak The Blues akan menerima tawaran ini dan merelakan sang winger pergi sebelum tenggat waktu transfer pada Jumat (31/1) besok.
Hingga kini, belum ada tanda-tanda Chelsea memperpanjang kontrak Willian. Artinya, jika tidak ada perubahan maka pemain 31 tahun itu akan pergi secara gratis pada musim panas nanti.