Borussia Dortmund Tindas Sancho, Dibalas Gol

Gilabola.com – Borussia Dortmund telah menindas Jadon Sancho sebelum laga Liga Champions lawan Barcelona. Merasa terhina, perlakuan itu ia balas dengan gol.
Jadon Sancho mencetak gol untuk Borussia Dortmund saat melawan Barcelona setelah dimainkan dari bangku cadangan secara sensasional untuk bentrokan Liga Champions. Luar biasanya, sang manajer Lucien Favre dilaporkan The Sun mengisyaratkan bahwa sang pemain sayap ‘tidak sepenuhnya fokus pada pertandingan’ hingga membangkucadangkan dirinya.
Merasa direndahkan, saat menggantikan Nico Schulz pada paruh waktu, Sancho langsung mengamuk dan mencetak gol cemerlang di menit ke-77. Sancho sukses mempecundangi kiper jagoan Barca, Marc-Andre ter Stegen.
Hal ini membuktikan meski hanya sebuah gol hiburan, namun golnya jadi pembuktian jika ia masih bisa diandalkan dalam laga kekalahkan skor 3-1 di Camp Nou. Luis Suarez, Lionel Messi dan Antoine Griezmann bergantian mencetak gol untuk menyegel perjalanan mereka ke tahap selanjutnya.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Chelsea Siapkan Dua Nama Pengganti Willian
Lionel Messi Tak Diragukan Bartomeu Sebagai Yang Terbaik

Sancho yang dikirim ke bangku membuat spekulasi transfer bisa pergi pada bulan Januari semakin menjadi-jadi. Barcelona sendiri dikabarkan tertarik untuk menyelamatkan karir Sancho. Manchester United, Liverpool dan Real Madrid bisa mempersiapkan tawaran untuk sang pemain juga.
Borussia Dortmund harus menghargai Sancho lagi
SunSport melaporkan beberapa hari lalu Sancho telah ditindas Dortmund setelah dirinya ‘dipermalukan ‘. Semangat Sancho di klub Bundesliga itu telah turun drastis sebelum laga lawan Barca.
Yang pertama terjadi saat ia didenda £86.000 karena kembali ke klub terlambat dari tugas internasionalnya. Direktur olahraga Dortmund Michael Zorc mengatakan jika klub tidak punya alternatif selain menghukum sang pemain.
Sancho lantas dipaksa untuk latihan sendiri dengan berlari hujan-hujanan. Ia bahkan ditarik setelah 36 menit bertanding saat lawan Bayern Munchen. Sedih dan kesal, Sancho lantas membalas dengan mencetak gol hiburan saat melawan Barca. Meski kalah, namun ia membuktikan jika dirinya masih fokus dan bisa diandalkan.
Sumber: Borussia Dortmund Tindas Sancho, Dibalas Gol

Dortmund Tolak Tawaran Manchester United Untuk Jadon Sancho

Football5star.com, Indonesia – Direktur Borussia Dortmund, Michael Zorc, mengatakan bahwa dirinya sempat menolak tawaran Manchester United untuk memboyong Jadon Sancho. Ia bahkan sudah sempat melakukan pertemuan dengan perwakilan The Red Devils beberapa waktu lalu.

Sepanjang bursa transfer musim panas lalu, Sancho memang kerap kali disebut akan hengkang dari Dortmund ke Manchester United. Ketertarikan The Red Devils didasari oleh penampilan apik Sancho di Bundesliga pada musim 2018-19 lalu.

“Topik pembicaraan yang sempat hangat adalah Jadon Sancho ke Manchester United. Mereka sempat melakukan pertemuan dengan pihak klub. United sempat mengundang agen dari Sancho untuk bertemu,” ujar Michael Zorc dikutip football5star.com dari laman Sky Sports.

Sky Sports

“Sepengetahuan saya, agen dari Sancho mengatakan bahwa Dortmund tak akan melepas Sancho dengan harga berapapun yang ditawarkan oleh United pada bursa transfer musim panas lalu,” sambung Zorc menambahkan.

Musim lalu, Sancho berhasil mengemas 13 gol dan 19 assist dari 43 penampilannya di semua kompetisi untuk Dortmund. Catatan gemilang tersebut berhasil membuatnya masuk ke dalam skuat timnas Inggris yang berlaga di ajang UEFA Nations League.

Sejauh ini, Sancho sudah berhasil mendapatkan delapan caps bersama The Three Lions meskipun masih berumur 19 tahun. Ia pun berhasil menyumbangkan dua gol dan tiga assist untuk timnas Inggris. Dua gol milik Sancho datang di partai Kualifikasi Piala Eropa melawan Kosovo pada Rabu (11/9) dinihari lalu.

The post Dortmund Tolak Tawaran Manchester United Untuk Jadon Sancho appeared first on Football5star Berita Bola.

Pemain Borussia Dortmund Bingung Jika Jebol Gawang Barcelona

Gilabola.com – Pemain Borussia Dortmund, Paco Alcacer, mengaku bingung jika ia berhasil menjebol gawang Barcelona saat kedua tim bertemu di fase penyisihan grup Liga Champions musim ini.
Alcacer sebelumnya memang bermain untuk Barcelona, namun kini menjadi salah satu mesin gol Dortmund. Alcacer pun sempat melakukan wawancara pada awal pekan ini, ketika ia berada di kamp latihan Timnas Spanyol. Striker itu menyatakan, saat ini menjadi saat yang paling meyakinkan dalam karirnya.
Permainan Alcacer berkembang pesat sejak ia pindah ke Dortmund. Kini, ia berpeluang kembali bertemu Barca, bahkan mencetak gol ke gawang Blaugrana, saat keduanya bertemu di babak penyisihan grup. Alcacer pun ditanya apakah dia akan lakukan selebrasi, jika berhasil mencetak gol ke gawang Barcelona di Camp Nou.
“Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan, karena pada akhirnya kita pasti senang benar ketika berhasil (mencetak gol). Banyak orang yang bersikap sangat baik pada saya di sana, tapi banyak juga orang yang mengatakan hal-hal yang tidak kita sukai, tapi rasa hormat saya selalu ada,” tandas Alcacer, seperti dilansir Barca Blaugranes.

Berita Terkait

Timnas Spanyol Berpeluang Dibela Bintang Muda Barcelona
Barcelona Persilahkan Real Madrid Ambil Neymar
Barcelona Tetap Ogah Jemput Neymar Januari 2020

Namun, pemain Borussia Dortmund ini disarankan untuk tetap melakukan selebrasi, jika ia berhasil menjebol gawang Barca di Camp Nou nanti. Alasannya, dia tak banyak mencetak gol saat masih menjadi pemain Blaugrana, wajar jika dia merayakan setiap gol yang dihasilkan, termasuk gol ke gawang Barca.
Sebelumnya diberitakan, Barcelona memang kebagian grup maut di Liga Champions musim ini, karena mereka akan bertemu Dortmund dan Inter Milan di fase penyisihan grup. Gaya bermain dua tim inilah yang membuat Blaugrana benar-benar ketar-ketir.
Dalam drawing grup Liga Champions yang dilakukan 29 Agustus lalu, Barca menjadi tim yang paling sial karena satu grup dengan Dortmund dan Inter, selain klub asal Ceko, Slavia Prague, di Grup F.
Barca tentunya tak bisa menganggap enteng penampilan Die Schwarzgelben selama paruh pertama musim lalu, yang sangat luar biasa ini. Alcacer yang sudah menjadi pemain Borussia Dortmund berhasil memenangkan 15 pertandingan dari 19 laga perdananya di Bundesliga, termasuk saat menang 3-2 atas sesama raksasa Bundesliga, Bayern Munchen.
Sayangnya, setelah paruh pertama musim lalu, penampilan Dortmund berantakan, hingga posisinya berhasil disalip Bayern dan gagal menjadi juara Bundesliga musim lalu.
Sumber: Pemain Borussia Dortmund Bingung Jika Jebol Gawang Barcelona

Barcelona, Lihat Nih Rahasia Kekuatan dan Kelemahan Dortmund

Barcelona kebagian grup maut Liga Champions bareng Borussia Dortmund dan Inter. Gaya bermain dua tim itu membuat Blaugrana kuatir.
Drawing grup Liga Champions sudah dilakukan tadi malam (29/8) di Grimaldi Forum Monaco dan dari semua tim unggulan, Barcelona adalah yang paling sial karena satu grup dengan Dortmund dan Inter, selain klub asal Ceko Slavia Prague, di Grup F.

The official result of the 2019/20 #UCLdraw! 😍
3⃣ toughest groups are __ __ & __ 🤔 pic.twitter.com/c7Xdro1vhn
— #UCLdraw (@ChampionsLeague) August 29, 2019

Apa yang membuat Ernesto Valverde kuatir adalah gaya bermain dari dua tim itu di bawah asuhan Lucien Favre dan Antonio Conte itu. Pada kesempatan ini kita bahas Die Borussen lebih dulu.

Berita Terkait

Gerard Pique Protes Penalti Laga Imbang Barcelona
Barcelona Hingga City Hening Cipta Untuk Anak Enrique
Hasil Union Berlin vs Borussia Dortmund 3-1 Aksi Balas Dendam

Dortmund Menakjubkan di Awal Musim, Impoten Setelahnya
Performa Die Schwarzgelben selama paruh pertama musim lalu sangat luar biasa. Mereka menang 15 kali dari 19 laga perdananya di Bundesliga, termasuk 3-2 atas Bayern Munchen. Tapi setelah paruh pertama musim, segalanya mulai berantakan. Mereka entah kelelahan atau kurang fokus dan membiarkan raksasa Bavaria itu menyalip mereka di papan klasemen.
Setelah pekan ke-25, kedua tim sama poin dengan selisih gol memisahkan mereka. Dortmund hanya memenangkan satu dari delapan laga terakhirnya di semua kompetisi, termasuk tersingkir dari DFB-Pokal dan babak 16 besar Liga Champions.
Der BVB berhasil menciptakan banyak sekali peluang tapi kesulitan mengubah peluang-peluang emas itu menjadi gol. Itulah yang menjadi alasan kejatuhan mereka, meskipun memiliki sejumlah pemain seperti Marco Reus, Mario Goetze, Paco Alcacer dan mantan pemain muda Manchester City Jadon Sancho di depan gawang.
Dortmund menghasilkan jumlah tembakan yang cukup tinggi per pertandingan dengan setengahnya tepat sasaran, tetapi kurangnya finishing yang baik telah menjadi alasan utama mereka tersingkir dari kompetisi piala.
Dortmund Diubah Jadi Mesin Gol Tapi Sedikit Clean Sheet
Pelatih Swiss mengambil alih pada musim panas 2018 dan mengubah Borussia Dortmund menjadi mesin pencetak gol. Pendekatan Lucien Favre di pasar transfer yang cermat dalam memilih pemain berhasil meningkatkan kualitas pasukan dan mengubahnya menjadi penantang gelar yang percaya diri dan seimbang. Tidak hanya tim menerima tambahan daya tembak di lini depan, tetapi garis pertahanan juga diperkuat.
Dortmund berhasil mencetak gol dalam 23 dari 25 laga musim lalu, tetapi hanya berhasil mencatatkan tujuh kali clean sheet. Die Schwarzgelben rata-rata melepaskan 12,84 tembakan per 90 menit dengan 43,9% di antaranya tepat sasaran. Hasilnya mereka mencetak rata-rata 2,44 gol per laga Bundesliga.
Taktik Favre untuk membangun serangan secara sabar dan perlahan dari arah belakang serta mengandalkan penyelesaian tanpa kesalahan di depan gawang lawan, sepertinya berhasil. Ini merupakan hasil dari konsistensinya memilih tim dan formasi. Setengah dari gol tim terjadi pada 30 menit terakhir laga yang merupakan bagian dari strategi pelatih Swiss itu untuk mengendalikan permainan dan kemudian melakukan serangan dari arah dalam atau serangan balik.
Lima Pemain Kunci Dortmund
Keahlian Lucien Favre, seperti dikutip dari situs totalfootballanalysis.com adalah memilih pemain yang tepat guna mengangkat performa klub. Ia memiliki lima pemain kunci pada skuad utama Der BVB yang bisa merepotkan Barcelona pada laga perdana Liga Champions di Westfalenstadion pada 18 September nanti. Kelimanya adalah:

Axel Witsel
Abdou Diallo dan Achraf Hakimi
Paco Alcacer
Jadon Sancho

Tugas utama Axel Witsel adalah membantu empat bek di belakang serta membawa bola ke depan, menciptakan ruang kosong dan mendistribusikan bola. Tingkat akurasi passing mantan pemain Benfica itu mengesankan, rata-rata 72,8 operan per 90 menit dengan akurasi 95% (92% operasinya ke sepertiga akhir lapangan juga termasuk akurat). Ini menunjukkan pentingnya dia untuk pembangunan serangan, tetapi juga dalam hal mempertahankan kepemilikan bola di lini tengah. Dukungan Witsel untuk garis pertahanan menghasilkan rata-rata 8,9 recovery.
Memiliki Abdou Diallo di posisi bek tengah sangat menguntungkan. Dalam banyak sekali kesempatan ia mengoper bola ke arah Achraf Hakimi di sisi kiri lapangan, yang juga hampir selalu menyerahkan bola ke arah Axel Witsel sehingga pemain Belgia itu bisa membagi bola ke lini depan.
Dortmund Beruntung Miliki Pemain Real Madrid dan Barcelona Ini
Mempertahankan Achraf Hakimi sangat penting bagi masa depan tim. Pemain pinjaman Real Madrid ini rata-rata melakukan 4,32 intersepsi dan 8,48 recovery bagi Dortmund. Selain itu, dribbling-nya sangat membantu selama transisi dari bertahan ke menyerang dan merupakan alasan keberhasilannya sebagai winger. Dalam sebuah laga melawan Hoffenheim di ajang Bundesliga, misalnya, ia berhasil melewati lawan-lawannya sebanyak tujuh kali.
Paco Alcacer bisa dibilang pemain yang memiliki dampak terbesar pada kekuatan serang Die Borussen. Ingat bahwa Lucien Favre sering menurunkan mantan pemain Barcelona ini dari bangku cadangan demi mengubah hasil akhir Dortmund. Sang pemain Spanyol hanya masuk starting XI tujuh kali saja di Bundesliga tetapi entah bagaimana rata-rata melepaskan 3,3 tembakan per 90 menit dan telah mencetak 14 gol.
Tujuh dari 14 gol itu dicetak dalam empat laga pertamanya, dan bahkan lebih mengesankan ia mencetak mereka dengan hanya tujuh tembakan on target. Ketujuh gol itu terjadi hanya dalam 106 menit permainan yang merupakan rekor debut terbaik di Bundesliga. Bakat Paco Alcacer adalah menemukan celah dan kemampuan melepaskan dirinya dari pengawalan lawan. Dia juga kadang-kadang mundur dan memberikan bola-bola berkualitas tinggi kepada rekan satu timnya.
Lalu Kenapa Dortmund Gagal Juara Bundesliga?
Inilah dia kelemahan Die Schwarzgelben yang bisa dieksploitasi oleh Lionel Messi dan kawan-kawan.
Meskipun menciptakan banyak sekali shots on goal, Dortmund kesulitan menemukan penyelesaian sempurna lawan Tottenham di ajang Liga Champions musim lalu. Mereka tersingkir dengan skor agregat 4-0 sebagian besar karena kegagalan mengubah semua peluang menjadi gol. Tentu saja itu ada faktor penampilan luar biasa Hugo Lloris.
Melawan Spurs, mereka menghasilkan 25 tembakan (12 di antaranya tepat sasaran) dan tak satu pun berujung gol. Ini mungkin hasil dari gonta ganti formasi. Favre mengubah formasi tim beberapa kali di Liga Champions guna memperkuat lini belakang yang gampang bobol tapi sebagai akibatnya para pemain musti menyesuaikan diri kembali.
Axel Witsel yang menjadi motor utama serangan juga sekaligus titik lemah tim. Kelalaian mundur secara cepat dari sang gelandang bertahan itu berujung gol saat Dortmund menghadapi Werder Bremen dan akhirnya kalah adu penalti pada ajang DFB Pokal.
Sumber: Barcelona, Lihat Nih Rahasia Kekuatan dan Kelemahan Dortmund

Rooney Terkesan Sarankan Jadon Sancho Tolak Man United?

Football5star.com, Indonesia – Wayne Rooney terkesan menyarankan Jadon Sancho untuk menolak peluang pindah ke Inggris. Salah satu peminat pemain muda timnas Inggris berusia 19 tahun ini adalah Manchester United.

Jadon Sancho merupakan salah satu pemain muda yang tampil mengesankan pada musim 2018-19. Pemain sayap ini tercatat sanggup tampil sebanyak 43 kali dengan mengemas 13 gol dan 19 assist untuk Borussia Dortmund.

Mengilapnya performa tersebut tak pelak memunculkan sejumlah spekulasi yang mengaitkannya dengan beberapa klub elite Eropa. Salah satunya adalah Manchester United.

btsport.com

Man United belakangan diindikasikan akan melakukan upaya untuk menggaet Jadon Sancho pada burs transfer musim panas ini. Kendati demikian, potensi tersebut sepertinya tidak dianggap sebagai sesuatu yang positif buat legenda klub berjulukan Red Devils, Wayne Rooney.

Mantan bomber sekaligus kapten Man United itu justru menyarankan Sancho untuk tetap bertahan di Dortmund. Ia memperingatkan jika memilih pindah ke Inggris ada potensi besar Sancho akan kesulitan untuk terus meningkatkan talenta dan menggapai kesuksesan di masa depan.

“Borussia Dortmund adalah klub besar dengan fan yang luar biasa. Mereka memercayai pemain muda dan Anda bisa melihatnya di Sancho dan kemajuannya dalam 12 bulan terakhir,” kata Rooney seperti dikutip Football5star.com dari Bild.

“Sekarang Jadon Sancho harus bertanya kepada diri sendiri, apakah yakin mendapat waktu bermain seperti di Dortmund ketika pindah ke Inggris. Atau hanya akan duduk di bangku cadangan?. Menit bermain sangat penting buat pemain muda sepertinya. Jadi, apabila ingin lebih sering bermain, ia harus tetap di Dortmund,” ujarnya.

View this post on Instagram Brasil vs Peru . Final Copa America 2019. . Siapa yang menurut kalian bakal juara? Argentina?? Mereka mah ke final aja gak sangguppp… . #brazil #peru #copaamerica #copaamerica2019 #brazilvsperu #conmebol #beritabola #football5star A post shared by Football5star (@football5star) on Jul 7, 2019 at 2:42am PDT

More News on Liga Inggris

Eks Timnas Brasil Ditunjuk Jadi Direktur Teknik Arsenal

Gelandang Belgia Pecahkan Rekor Transfer Leicester City

Juara Liga Inggris Jadi Target Utama Liverpool Musim 2019-20

The post Rooney Terkesan Sarankan Jadon Sancho Tolak Man United? appeared first on Football5star Berita Bola.

Tak Ada Mandi Bir, Perayaan Gelar Juara di Liverpool Menyedihkan

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp membandingkan perayaan gelar juara di Liverpool dan di Borussia Dortmund, dan The Reds memiliki tradisi yang menyedihkan.
Jurgen Klopp menjadi salah satu figur yang menarik perhatian usai keberhasilan Liverpool meraih gelar juara Liga Champions di Wanda Metropolitano. The Reds menang 2-0 atas Tottenham Hotspur pada laga yang boleh dibilang membosankan dengan gol-gol hanya terjadi pada menit pertama dan lima menit jelang pertandingan berakhir.
Ini merupakan gelar pertama Jurgen Klopp setelah menjalani enam final yang berujung kekalahan. Gelar juara terakhirnya adalah gelar ganda juara Bundesliga dan piala DFB Pokal saat masih bersama Borussia Dortmund pada tahun 2012.
Sudah merupakan tradisi biasa di Jerman untuk melakukan perayaan gelar juara dengan mengguyur bir kepada rekan-rekan setim dan staf kepelatihan usai penerimaan trofi, namun di Liverpool ini usai memenangkan gelar juara Liga Champions Jurgen Klopp malah kesulitan mencari air dalam waktu 20 menit setelah pertandingan usai saat ia merasa kehausan.

Berita Terkait

Juarai Liga Champions, Liverpool Tawarkan Jurgen Klopp Kontrak Panjang
Pemain PSG Ini Tolak Manchester United Gara-gara Liga Champions
Perkenalkan Pemain Liverpool Paling Beruntung

Pelatih The Reds itu mengakui, perayaan gelar juara di Jerman dengan para pemain dan staf disiram sampai basah kuyup dengan bir biasanya membuatnya mabuk berat hanya dalam waktu beberapa menit saja setelah peluit akhir dibunyikan.

Tetapi ketika ditanya di pinggir lapangan apakah perayaan serupa terjadi atau akan terjadi pada kubu Liverpool di Madrid, Klopp mengakui bahwa ia bahkan kesulitan mendapatkan sebotol air, pada malam yang ia gambarkan sebagai malam terhebat dalam karir sepakbolanya.
“Saya tidak tahu (ketika ditanya tentang perayaan gelar juara menggunakan bir), di Jerman ketika saya menang [bersama Borussia Dortmund] maka 20 menit setelah pertandingan saya sudah setengah mabuk, tetapi [di sini] saya bahkan tidak bisa mendapatkan air!” katanya kepada BT Sport.
“Saya sangat senang untuk semua anak-anak (pemain Liverpool), semua penggemar, keluarga saya. Mereka menderita setiap tahun ketika kami sampai ke babak final. Pertandingan terakhir musim ini dan kami sangat kehilangannya. Mereka sangat mendukung.”
Mandi bir seperti itu telah menyebabkan pemain Muslim di Bayern Munchen seperti Franck Ribery kerepotan pada momen-momen perayaan gelar juara karena aroma bir bagaimana pun sudah cukup untuk membuatnya mabuk. Bukan satu-dua kali kita melihat Ribery berlari menjauh saat rekan satu timnya datang dengan segelas besar bir.

Anyone want to see a photo of Franck Ribery wearing what looks like a wig made of beer? pic.twitter.com/91MsS7fOrv (via @AFP)
— Tom Williams (@tomwfootball) May 11, 2013

Sumber: Tak Ada Mandi Bir, Perayaan Gelar Juara di Liverpool Menyedihkan

Mario Gotze Semakin Dekat Dengan Liverpool

Mario Gotze Semakin Dekat Dengan Liverpool- Salah satu pemain anyar Borussia Dortmund, Mario Gotze kabarnya semakin dekat untuk bergabung dengan Liverpool di bursa transfer musim panas nanti. Gotze sendiri mengakui jika ia tengah berkomunikasi dengan Jurgen Klopp.
Klopp sendiri merupakan salah satu sosok yang menemukan talenta besar dalam diri Gotze saat masih menukangi Borussia Dortmund di tahun 2009 silam. Selama diasuh olehnya, Gotze mencatatkan total 116 penampilan dan mencetak 31 gol di semua kompetisi.
Kebersamaan Gotze dan Klopp tandas di tahun 2013, setelah sang pemain menambatkan hatinya pada klub rival Dortmund, Bayern Munchen. Pada tahun 2016 kemarin, ia angkat kaki dari Allianz Arena demi kembali memperkuat Dortmund.
Masa depan Gotze belakangan ini dipertanyakan seiring dengan berkembangnya rumor soal kedekatannyaa dengan Liverpool. Bahkan, pemain berumur 26 tahun tersebut tak menampik bahwa dirinya tengah menjalin hubungan dengan Klopp.
“Dia [Klopp] tahu bahwa saya ingin meninggalkan Bayern. Tentu saja, kami berbincang. Dia mengenal saya dengan sangat baik dan saya selalu mencari tantangan baru,” tutur Gotze kepada Bild.
“Saya sering berbicara kepada Klopp. Dia yang memabwa saya ke tim utama saat masih berumur 17 tahun dan dia membuat semuanya jadi mungkin. Kami tak pernah berhenti berbicara,” lanjutnya.
Sewaktu membela Bayern Munchen, Gotze sempat merasakan pengalaman dilatih oleh pelatih kawakan seperti Josep Guardiola. Pelatih asal Spanyol itu sendiri sedang menjadi rival terberat Klopp dalam perburuan gelar Premier League musim ini.
Sebagai sosok yang pernah merasakan pengalaman dilatih oleh kedua pelatih tersebut, Gotze pun ditanya soal siapa yang terbaik di antara keduanya. Ia mengaku kesulitan untuk menjawabnya, sebab kedua pria tersebut sulit untuk dibandingkan olehnya.
“Mereka sulit untuk dibandingkan karena mereka mengejar filosofi yang berbeda. Faktanya adalah keduanya sangatlah sukses,” tambah Gotze.
“Saya bersyukur pernah bekerja dengan dua pelatih luar biasa itu. Saya ingin menyaksikan pertandingan antara kedua tim sesering mungkin, persaingan gelar Premier League sangatlah menarik,” tandasnya.
Gotze sendiri sedang terlibat dalam perburuan gelar Bundesliga bersama Borussia Dortmund. Saat ini, tim besutan Lucien Favre itu sedang menempati puncak klasemen dengan koleksi 63 angka, unggul dua poin dari Bayern Munchen selaku penghuni peringkat dua.
The post Mario Gotze Semakin Dekat Dengan Liverpool appeared first on bolamagz.net.

Borussia Dortmund Tegaskan Tak Akan Jual Jadon Sancho

Borussia Dortmund Tegaskan Tak Akan Jual Jadon Sancho- Raksasa Liga Jerman, Borussia Dortmund menegaskan bahwa pihaknya tak memiliki niat sedikitpun untuk menjual bintang mudanya yakni Jadon Sancho ke klub manapun termasuk Manchester United.
Sancho digaet Dortmund dari Manchester City pada musim panas 2017 lalu. Berkat penampilan apiknya, Sancho pun menjadi pilihan reguler di skuat utama pilihan pelatih Lucien Favre.
Musim ini Sancho sudah mencetak sembilan gol dan 11 assist bagi Dortmund di semua ajang. Catatan ini terbilang sangat impresif bagi pemain yang baru berusia 18 tahun.
Dortmund lewat direktur olahraga mereka, Michael Zorc menegaskan bahwa pihaknya berencana untuk mengikat Sancho selama mungkin.
“Saya jauh dari menetapkan harga untuk Jadon, tapi saya akan berkata bahwa, bahkan bagi klub terbesar di dunia, transfernya akan sulit untuk saat ini,” ujar Zorc kepada Bild.
“Jadon akan bermain di Dortmund musim depan dan kami jelas memiliki rencana dengannya,” tegas Zorc.
Belakangan kabar berhembus kencang menyebut bahwa Sancho menjadi incaran dari raksasa Premier League, Manchester United. Namun kabarnya sang pemain telah menolak pinangan Setan Merah.
Sancho merasa untuk pemain berusia 18 tahun, sulit untuk menemukan klub yang bersedia memberikannya kesempatan bermain di level tertinggi. Untuk itu ia menilai bertahan di Dortmund adalah pilihan yang tepat baginya.
Sementara ia percaya jika dirinya menerima tawaran dari MU, maka ia tidak akan mendapatkan banyak kesempatan bermain dan itu akan mempengaruhi keterlibatannya dalam Timnas Inggris.
The post Borussia Dortmund Tegaskan Tak Akan Jual Jadon Sancho appeared first on bolamagz.net.