Liga Champions: Real Madrid, Barcelona, Juventus Disiksa Tiap Tiga Hari

Gila Bola – Kabar gembira, kita akhirnya mengetahui jadwal baru Liga Champions. Kabar buruknya, Real Madrid, Barcelona, Juventus, Chelsea, dan Bayern Munchen akan disiksa bermain tiap tiga hari.
Akhirnya setelah satu bulan lebih menunggu, akhirnya kita mendapatkan kabar gembira. UEFA sedang menyusun jadwal pertandingan lanjutan Liga Champions yang terhenti sejak awal Maret.
Sky Sports Italia mengumumkan bahwa UEFA merancang pelaksanaan kembali sejumlah pertandingan Liga Champions yang tertunda gara-gara wabah yang melanda Eropa dua bulan terakhir ini. Itu merupakan kabar gembira. Tapi kabar buruknya adalah tim-tim elit Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, Juventus, Chelsea, dan Bayern Munchen akan disiksa tiap tiga hari sekali.
Laga-laga babak 16 besar Liga Champions yang belum selesai adalah pertandingan leg kedua dari Real Madrid vs Manchester City (1-2 dari leg pertama), Chelsea vs Bayern Munchen (0-3 leg pertama), Lyon vs Juventus (1-0 leg pertama), dan Napoli vs Barcelona (1-1).
Channel Youtube

Soal Dribble Messi Kalah Jauh Sama Gelandang Atleti!
Ritual Aneh Pemain Bola Yang Bikin Kita Ngakak! Masih Percaya Takhayul Loh!
Daftar Pemain Tercepat di Dunia – Jadwal Liga Champions Ditetapkan
LEGENDA! Ini Dia 7 Striker Terbaik Sepanjang Masa! Selain Cristiano…

Pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions yang tertunda itu akan dimainkan pada 7 dan 8 Agustus 2020, kemudian hanya dalam selisih tiga hari saja akan dilakukan leg pertama perempat final pada 11 dan 12 Agustus. Dan kemudian leg kedua delapan besar pada 15-16 Agustus, sebelum semi final pada 19-20 Agustus serta 23-24 Agustus dan partai puncak final Liga Champions di Istanbul Turki akan berlangsung pada 29 Agustus.
Sementara itu kasta kedua Eropa, Liga Europa, akan dimainkan lebih awal, yakni leg pertama 16 besar pada 2 dan 3 Agustus, sebelum leg kedua tiga hari kemudian. Demikian seterusnya perempat final 10 dan 13 Agustus, semi final 17 dan 20 Agustus. Partai final akan dimainkan 27 Agustus di Gdansk, Polandia.
Pengumuman resmi jadwal baru kompetisi elit Eropa ini akan dilakukan dalam pekan ini juga setelah pejabat tinggi UEFA bertemu pada tanggal 23 April. Fokus laga-laga sisa Liga Champions akan berpusat pada Real Madrid yang tengah tertinggal 1-2 di tangan Manchester City, selain Juventus yang juga kalah 1-0 agregat dari Lyon.
Sumber: Liga Champions: Real Madrid, Barcelona, Juventus Disiksa Tiap Tiga Hari
Berita Bola

Liverpool Hanya Urutan No 5 Penerima Duit Liga Champions Terbesar

Liverpool hanya urutan No 5 penerima duit terbesar dari babak grup Liga Champions 2019/2020 yang baru saja berlalu. Barcelona urutan kedua, Juventus ketiga. Siapa No 1?
Liga Champions sebentar lagi akan memasuki tahap 16 besar setelah menyelesaikan penyisihan grup pada tengah Desember kemarin. Dari semua yang lolos dari tahap pertama, klub Bundesliga Bayern Munchen menduduki urutan teratas penerima duit terbesar babak penyisihan grup. Liverpool hanya No 5. Daftar tim penerima hadiah uang terbesar adalah sebagai berikut:

Bayern Munchen 69,2 juta pound (Rp 959 Milyar)
Barcelona 68,3 juta pound (Rp 947 Milyar)
Juventus 67,5 juta pound (Rp 935 Milyar)
Man City 65,8 juta pound (Rp 912 Milyar)
Liverpool 64,2 juta pound (Rp 890 Milyar)
PSG 63,3 juta pound (Rp 877 Milyar)
Real Madrid 63,3 juta pound (Rp 877 Milyar)
Chelsea 61,6 juta pound (Rp 854 Milyar)
Atletico Madrid 61,6 juta pound (Rp 854 Milyar)
Borussia Dortmund 53,2 juta pound (Rp 737 Milyar)

Hal ini terjadi karena hadiah uang untuk sistem grup diatur menurut jumlah kemenangan. Selama penyisihan grup Bayern Munchen adalah satu-satunya tim yang berhasil mencatatkan enam kemenangan dari enam laga. Bandingkan dengan Barca yang mencatatkan empat kemenangan dan dua imbang, yang secara nilai uang lebih baik daripada Liverpool yang merekam tiga menang, dua imbang, dan satu kekalahan.
Trio tim Inggris Manchester City, Liverpool dan Chelsea tercatat tidak jauh tertinggal di belakang Bayern dengan mengumpulkan antara Rp 854 Milyar sampai Rp 912 Milyar pendapatan selagi mereka lolos ke babak 16 besar. Yang agak jauh tertinggal di bawah adalah Tottenham, sedikit di bawah Rp 693 Milyar karena sistem pembayaran yang diterapkan UEFA.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Quique Setien Ungkap Kesulitan Barcelona di Ibiza
Barcelona Diragukan Bawa Neto ke Valencia Akibat Cedera Engkel

On that basis, seven clubs have already earned more than €75m from the 2019/20 Champions League. Bayern Munich lead the way with €82m, followed by Barcelona €81m, Juventus €80m, #MCFC €78m, #LFC €76m, Paris Saint-German €75m and Real Madrid €75m. pic.twitter.com/g9Pu2eWW7V
— Swiss Ramble (@SwissRamble) December 16, 2019
Pertama dan terpenting, setiap peserta membawa pulang Rp 180 Milyar karena berhasil lolos mencapai babak grup. UEFA kemudian memberikan hadiah lebih besar kepada tim-tim yang mencatatkan lebih banyak kemenangan dan hasil imbang. Ini sebabnya Bayern berada di peringat teratas sebagai satu-satunya tim dengan enam kemenangan dari enam laga di Grup B. Bandingkan itu dengan Lille dan Genk, dua tim yang mencatatkan satu hasil imbang dan lima kekalahan. Mereka hanya membawa pulang hadiah sebesar Rp 11,8 Milyar.
Namun apa yang menyebabkan bayaran Tottenham tak sampai Rp 693 Milyar adalah karena minimnya partisipasi Spurs dalam lima tahun terakhir di kompetisi Eropa. Itulah pula yang menyebabkan bayaran untuk Atletico, Benfica dan Chelsea berada di urutan teratas daftar penerima bayaran terbesar usai penyisihan grup musim ini, karena keterlibatan mereka di kompetisi benua biru.
Sumber: Liverpool Hanya Urutan No 5 Penerima Duit Liga Champions Terbesar

Chris Sutton Prediksi Chelsea vs Bayern Munchen di 16 Besar

Gilabola.com – Chris Sutton memprediksi pertandingan Bayern Munchen kontra Chelsea pada babak sistem gugur pertama Liga Champions musim ini.
Sutton secara mengejutkan mendukung raksasa Bundesliga, Bayern Munchen, untuk menyingkirkan Chelsea di babak 16 besar Liga Champions tahun depan.
The Blues telah hadapi pertandingan berat melawan Bayern saat mereka berusaha untuk maju ke babak perempat final kompetisi antarklub elit Eropa.
Chelsea bertemu Bayern di final Liga Champions 2012, ketika manajer mereka saat ini Frank Lampard membantu skuad asuhan Roberto Di Matteo mengklaim kemenangan di ajang bergengsi Eropa tersebut saat itu.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Jose Mourinho Sedih Lihat Chelsea dan Manchester City
Edinson Cavani Ngotot Ingin Bela Atletico Dibanding Chelsea

The Blues akan lebih dulu menjamu Die Roten pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Stamford Bridge pada 25 Februari, sebelum leg kedua digelar di Allianz Arena pada 18 Maret 2020.
Tim asal London barat ini akan menghadapi tugas yang sangat sulit melawan raksasa Jerman tersebutm saat The Blues ingin mencapai babak delapan besar.
Dan, Chris Sutton yang juga mantan penyerang Chelsea malah mengharapkan Bayern Munchen muncul sebagai pemenang di dua leg pertandingan tersebut.
Diminta untuk meramalkan siapa yang lolos ke delapan besar, Sutton mengatakan kepada Daily Mail, “Bayern mengalami musim Bundesliga yang menyedihkan, tetapi mereka berhasil lolos dari babak penyisihan Grup B mereka sebagai pemimpin klasemen grup.”
“Ini akan menjadi ujian berat bagi Chelsea besutan Frank Lampard. Bayern akan lolos ke babak perempat final,” tegas Chris Sutton.
Chelsea saat ini berada di tempat keempat di klesemen Premier League, tetapi sudah empat kali kalah dalam lima pertandingan terakhir mereka di Liga Inggris. Ini terjadi saat mereka tengah bersiap-siap lakoni pertandingan penting melawan rival satu kota, Tottenham Hotspur, pada Minggu (22/12) malam di Tottenham Hotspur Stadium.
Sumber: Chris Sutton Prediksi Chelsea vs Bayern Munchen di 16 Besar

Chelsea Diperingatkan Rencana Balas Dendam Bayern Munchen

Gilabola.com – Chelsea mendapat peringatan bahwa Bayern Munchen akan lakukan balas dendam terkait kekalahan mereka di final Liga Champions musim 2011/12, saat kedua tim bertemu di babak 16 besar.
Hasil drawing babak 16 besar Liga Champions musim ini mempertemukan kembali kedua tim yang pernah bertarung di final tujuh tahun lalu. Saat itu, gelaran final berlangsung di kota Munich, kandang Bayern. Di laga normal kedua tim bermain imbang 1-1, namun Bayern kalah 3-4 di babak adu penalti.
Sedemikian rupa kencangnya aroma balas dendam yang bisa dilakukan Bayern, hingga akun resmi raksasa Bundesliga itu di laman Twitter terpaksa harus ‘membisukan’ mentions ‘2012’ dan ‘Didier Drogba’ di timeline mereka.
Legenda the Blues asal Pantai Gading itulah yang mencetak gol terakhir dan membuat laga di Allianz Arena itu harus dilakukannya ke babak perpanjangan waktu. Hingga akhirnya manajer the Blues saat ini, Frank Lampard, ikut mengangkat trofi setelah kemenangan 4-3 di babak adu penalti.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Jose Mourinho Sedih Lihat Chelsea dan Manchester City
Edinson Cavani Ngotot Ingin Bela Atletico Dibanding Chelsea

Segera setelah drawing dilakukan pada Senin (16/12) malam WIB, suporter Chelsea mengingatkan the Blues mengenai kesuksesan mereka saat itu. Walau para pemain kemungkinan sudah melupakannya, tapi tidak demikian dengan para pejabat klub.
“Sudah waktunya Bayern mengalahkan the Blues, sungguh,” ujar Andreas Jung, perwakilan dewan saat drawing digelar, seperti dilansir Express.
“Meski demikian, saya harus akui the Blues tim yang sangat kuat, tim yang sarat pengalaman dan saya pikir pertemuan kedua tim akan menjadi dua pertandingan yang sulit dan ketat,” tambah Jung.
Jung mungkin lupa, the Blues juga mengusir Bayern dari Liga Champions 2005 di babak perempat final, saat skuad London barat itu unggul agregat 6-5 – meskipun kedua tim bisa bertahan hadapi kompetisi yang lebih keras saat itu.
“Tampaknya, tidak akan berjalan baik untuk Chelsea saat ini,” ujar wakil kapten Bayern Munchen, Thomas Muller.
“Tapi tentu saja mereka punya pemain di lini serang yang bisa menyulitkan kami. (Callum) Hudson-Odoi dan Christian Pulisic sangat berkualitas di lapangan, tapi sepakbola bukan tentang individu, ini kinerja tim. Kami relatif percaya diri, saya merasa santai saja dengan hasil drawing,” tandas Muller.
“Media Jerman telah menanamkan bahwa Bayern-lah yang jadi favorit, saya suka itu. Itulah yang kami inginkan,” tambahnya.
Sumber: Chelsea Diperingatkan Rencana Balas Dendam Bayern Munchen

Bayern Munchen Cemas Jelang Lawan Tottenham Hotspur

Gilabola.com – Bayern Munchen cemas jelang lawan Tottenham Hotspur di Liga Champions. Mereka mengakui tim Premier League lebih kuat.
CEO Bayern Munchen, Karl-Heinz Rummenigge, telah berulang tahun. Saat diwawancarai laman resmi klub dan BFW, ia mengomentari performa tim sejauh ini. Ia sekalian membahas banyak hal, termasuk persiapan laga Liga Champions lawan Tottenham Hotspur.
Secara umum dirinya mengaku puas, namun ia menekankan tim perlu lebih meningkatkan kemampuan mereka untuk mengejar kemenangan di setiap laga. Ia ingin skuad Die Roten berjaya bukan hanya di Bundesliga saja, namun hingga ke Liga Champions.
“Kami menang 5 dari 7 pertandingan dan juga meraih hasil imbang yang berkualitas saat melawan kubu RB Leipzig. Hasil saat melawan Hertha di pertandingan pembuka jadi satu-satunya hasil yang menyesakkan hati,” ujar Karl-Heinz Rummenigge.

Berita Terkait

Eks Pemain Tottenham Hotspur Jermain Defoe Kecelakaan
Tottenham Menang 2-1 Meski Disiksa Kartu Merah, Kalah Segalanya
Hasil Pertandingan Paderborn vs Bayern Munchen, Skor 2-3

“Meski begitu, kami tetap bahagia dengan langkah awal kami dan kami harus memastikan dapat hasil maksimal di laga selanjutnya lawan Paderborn, Tottenham dan Hoffenheim. Kalau kami bisa melakukan hal itu, kami pasti akan dengan cepat menjadi pemuncak di klasemen sementara dan tempat itu adalah yang kami inginkan sekarang ini.”
Bayern Munchen ingin tampil maksimal lawan Tottenham Hotspur
Ia juga mengomentari antusiasme jadwal laga Bayern selanjutnya ke London lawan kubu Spurs. Ia menilai laga tersebut adalah tes sesungguhnya bagi sang wakil Bundesliga.
“Pertama-tama, mereka berhasil masuk final tahun lalu. Kedua, harus saya akui jika Premier League jauh lebih kuat daripada Bundesliga saat ini. Kami perlu performa terbaik di sana dan saya menantikan laga ini.”
“Mereka punya stadion baru, termahal di dunia ini. Ini akan menjadi pertama kalinya bagi saya datang ke sana, tapi kota London selalu asyik untuk dikunjungi,” pungkasnya.
Tim raksasa Liga Jerman itu memang harus menghadapi Paderborn dahulu besok, pukul 20.30 WIB. Mereka cukup diunggulkan untuk menang skor besar di laga tersebut.
Setelah lawan Paderborn, mereka baru terbang ke Inggris untuk melawan Tottenham Hotspur dan terpana melihat kemewahan stadion lawan. Mereka bertemu pada hari Rabu (2/10), pukul 02.00 WIB.
Sumber: Bayern Munchen Cemas Jelang Lawan Tottenham Hotspur

Bayern Munchen Ogah Tandemkan Coutinho Dan Muller

Gilabola.com – Bayern Munchen ogah tandemkan Philipp Coutinho dan Thomas Muller di Liga Champions. Pelatih Niko Kovac menegaskan sendiri hal tersebut.
Bos Bayern Munchen Niko Kovac tegas menolak ide memainkan Philippe Coutinho dan Thomas Muller secara bersama-sama. Hal itu ia tegaskan saat tim bersiap akan melawan Koln.
Coutinho sendiri telah kembali bugar tepat waktu membantu kemenangan tim skor 3-0 lawan Red Star Belgrade sebelum akhirnya digantikan Muller di menit ke-83. Muller langsung memberikan dampak dengan cetak gol, namun Kovac tidak tertarik memainkan keduanya secara bersamaan.
“Muller dan Coutinho bermain bersama di 10 peran akan jadi terlalu menyerang. Kami perlu keseimbangan yang bagus,” ujarnya dalam sesi wawancara sebelum pertandingan. “Tidak bermaksud untuk selamanya juga, tapi untuk saat ini saya menurunkan kemungkinan tersebut.”

Berita Terkait

Hasil Pertandingan Paderborn vs Bayern Munchen, Skor 2-3
Bayern Munchen Ngotot Gaet Bintang Manchester City
Bayern Munchen Sudah Seperti Keluarga Bagi Coutinho

Tak terkalahkan di Bundesliga musim ini, Kovac melaporkan jika timnya antusias untuk kembali bertanding. “Jelas kami akan punya pertandingan, namun laga nanti akan lebih berperan pada aspek mentalitas kami.”
Bayern Munchen dalam kondisi fit dan siap tempur
“Kami jelas hanya mau mendapatkan kemenangan saja, itu sangat penting bagi kami, tapi para pemain saya fit dan siap tempur. Semua lawan kami di Bundesliga selalu memberikan semua yang mereka miliki dan kami jadi tertantang sejak menit pertama babak pertama, tapi kami ingin menang dan bertahan di atas klasemen sementara.”
Meski klaim tim dalam kondisi fit, namun Kovac tidak menampik adanya pemain yang cedera. “Josh (Kimmich) sempat cedera engkel, tapi semuanya sudah baik-baik saja kok sekarang.”
“Lucas (Hernandez) ada masalah di engkelnya dan Kingsley (Coman) sakit tenggorokan, jadi kami masih harus memantau mereka,” pungkasnya kepada Sport360.
Die Roten akan melawan Koln hari ini, pukul 20.30 WIB. Kedua tim akan berlaga di Stadion Allianz Arena. Melawan Koln, tim tuan rumah cenderung lebih diunggulkan menang.
Sumber: Bayern Munchen Ogah Tandemkan Coutinho Dan Muller

Bayern Munchen Ditakdirkan Lolos Dari Grup Liga Champions

Bayern Munchen ditakdirkan lolos penyisihan grup Liga Champions setelah kebagian hanya satu lawan sulit pada drawing Kamis (29/8) malam.
Raksasa Bavaria itu satu grup dengan Tottenham Hotspur dari Inggris dan Olympiacos asal Yunani serta Red Star Belgrade dari Serbia. Dua nama terakhir boleh sedikit diabaikan. Hanya Spurs yang adalah finalis Liga Champions musim lalu masih mungkin menimbulkan kekecewaan bagi Bayern Munchen.
Selaku unggulan di Pot 1, Bayern Munchen berhasil menghindari sejumlah favorit juara Liga Champions musim ini seperti Barcelona dan Liverpool, tapi sementara drawing di Monaco itu berlangsung, mereka masih mungkin satu grup dengan Real Madrid yang adalah tim terkuat di Pot 2 dan Inter Milan di Pot 3. Beruntung hal itu tidak terjadi.
Prosedur Drawing Grup Liga Champions
Sebanyak 32 tim ikut serta dalam drawing grup Liga Champions hari Kamis (29/8) di Monaco, dengan seluruh peserta terbagi ke dalam empat pot yang masing-masing berisi delapan nama berdasarkan koefisien klub mereka.

Berita Terkait

Bayern Munchen Masih Usaha Dapatkan Leroy Sane
Hasil Bayern Munchen vs Mainz 6-1, Enam Gol Enam Pemain Berbeda
Bayern Munchen Diselamatkan Pencetak Gol Terindah Piala Dunia 2018

Angka-angka koefisien itu digunakan untuk menentukan peringkat tim berdasarkan kinerja mereka di Eropa sebanyak lima musim sebelumnya, dengan Pot 1 berisi sang juara bertahan (Liverpool), pemenang Liga Europa (Chelsea) dan juara dari enam liga domestik dengan peringkat teratas (Barcelona, Manchester City, Juventus, Bayern Munchen, PSG dan Zenit St Petersburg).
Tim-tim ini kemudian diundi untuk masuk ke dalam delapan grup yang terdiri dari empat tim masing-masing, dengan satu klub dari setiap pot (1 sampai 4) masuk ke masing-masing grup.
Klub dari negara atau asosiasi bola yang sama tidak bisa berada di grup yang sama. Setiap tim akan memainkan enam pertandingan – tiga kandang dan tiga tandang – antara September dan Desember, dengan dua teratas dalam grup maju ke babak sistem gugur, dan tempat ketiga tersingkir ke Liga Europa.
Bayern Munchen Unggulan Liga Champions Selaku Juara Bundesliga
Juara Bundesliga tujuh kali Bayern Munchen seperti biasanya berada di Pot 1 atau daftar unggulan. Ini berarti lima kali juara Piala Eropa/Liga Champions itu tidak bisa bertemu juara bertahan dan tim yang menyingkirkan mereka musim lalu, Liverpool, tetapi dapat mungkin saja bertemu dengan raksasa Spanyol Real Madrid.
Dengan satu tim Jerman di masing-masing Pot yang tersisa, Bayern Munchen memiliki tujuh kemungkinan lawan dari masing-masing Pot:

Pot 2: Real Madrid (Spanyol), Atletico Madrid (Spanyol), Napoli (Italia), Shakhtar Donetsk (Ukraina), Tottenham Hotspur (Inggris), Ajax (Belanda) dan Benfica (Portugal).
Pot 3: Lyon (Prancis), Red Bull Salzburg (Austria), Olympiacos (Yunani), Club Brugge (Belgia), Valencia (Spanyol), Inter Milan (Italia) dan Dinamo Zagreb (Kroasia).
Pot 4: Lokomotiv Moscow (Rusia), Genk (Belgia), Galatasaray (Turki), Red Star Beograd (Serbia), Atalanta (Italia), Lille (Prancis) dan Slavia Prague (Ceko).

Sumber: Bayern Munchen Ditakdirkan Lolos Dari Grup Liga Champions

Manchester United vs Bayern Munchen 5-0 di Treble Reunion

Gilabola.com – Legenda Manchester United yang bermain di tahun 1999 berhasil mengalahkan legenda Bayern Munchen dengan skor telak 5-0 di Old Trafford, Solskjaer dan Dwight Yorke ikut mencetak gol untuk mengantarkan Setan Merah meraih kemenangan yang sama 20 tahun silam.
Laga antara Manchester United vs Bayern Munchen dalam rangka Treble Reunion ini menandai peringatan ke-20 kemenangan bersejarah Man United di ajang Liga Champions United atas tim Bundesliga Bayern Munchen di Camp Nou.
Hasil penjualan tiket yang diperoleh dari pertandingan ini akan ditransfer ke Yayasan Manchester United. Pertandingan Treble Reunion 1999 yang mempertandingkan Manchester United dan Bayern Munchen menampilkan para pemain legenda dari kedua belah pihak, memutar kembali memori 20 tahun lalu dan mengulang kesuksesan yang sama bagi MU, hanya saja kali ini skornya 5-0.
Pertandingan yang digelar hari Minggu, 26 Mei di Old Trafford ini untuk memperingati 20 tahun kemenangan treble Man United di tahun 1999 yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Berita Terkait

Bayern Munchen Dihujat Fans Karena Asyik Main Hape
Manchester United Dapat Peringatan Dari Jaap Stam
Manchester United Disarankan Neville Jemput Bissaka

Pada saat itu, pemain pengganti Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer sukses mengantarkan comeback bersejarah di Camp Nou dan akhirnya mengalahkan Bayern dengan skor 2-1 yang berakhir dengan sukses mengangkat trofi Liga Champions.
Sir Alex Ferguson kala itu sukses menambahkan gelar Liga Champions setelah sebelumnya memenangkan du gelar domestik Liga Premier dan Piala FA.
Solskjaer memutar kembali kenangan dengan gol pembuka yang bagus hanya dalam empat menit pertandingan, memanfaatkan bola muntah dari umpan silang David Beckham.
Paul Scholes hampir menggandakan keunggulan di menit ke-21 dengan penyelesaian klinis, tetapi gol itu dibatalkan karena offside.
Namun demikian, Manchester United berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 sembilan menit kemudian melalui Dwight Yorke, melepaskan tendangan voli yang luar biasa ke arah tiang jauh setelah mendapatkan umpan kiriman Jesper Blomqvist.

Berbeda dengan babak pertama, babak kedua lebih penuh aksi, Bayern Munchen mendominasi penguasaan bola awalnya.
Namun, Manchester United  bangkit dengan cepat, saat Beckham, Nicky Butt dan Scholes membombardir gawang Munchen. Butt menambah keunggulan di menit ke-79, bola melengkung menjebol gawang Munchen usai memanfaatkan umpan silang Louis Saha.

Saha ikut mencetak gol dan merubah kedudukan menjadi 4-0 lima menit kemudian, memanfaatkan bola kiriman Greening. Beckham mengakhiri penampilannya yang mengesankan dengan gol di akhir pertandingan sekaligus menutup laga yang penuh kebahagiaan dari kedua kubu ini. Manchester United vs Bayern Munchen 5-0. Sebuah reuni yang indah 🙂
Sumber: Manchester United vs Bayern Munchen 5-0 di Treble Reunion

Manchester United vs Bayern Munchen, Laga Fenomenal 1999 Diulang

Gilabola.com – Manchester United vs Bayern Munchen bertarung sengit pada babak Final Liga Champions 1999 di Barcelona, dan kini kita akan segera dapat menyaksikan ‘ulangan’ laga fenomenal tersebut, masih dengan pemain yang sama seperti David Beckham dan hadir juga Sir Alex Ferguson.
David Beckham akan bergabung dengan legenda-legenda besar tahun 1999 seperti Peter Schmeichel, Jaap Stam dan Paul Scholes dan mereka semua akan bermain dalam pertandingan amal khusus di Old Trafford.
Dan pemenang final Liga Champions tahun 1999 Manchester United akan siap berpesta lagi, seperti di tahun 1999.
Pertandingan Treble Union antara Manchester United vs Bayern Munchen yang digelar oleh Manchester United Foundation ini akan digelar pada hari Minggu malam 26 Mei 2019 di Old Trafford.

Berita Terkait

Bayern Munchen Dihujat Fans Karena Asyik Main Hape
Manchester United Dapat Peringatan Dari Jaap Stam
Manchester United Disarankan Neville Jemput Bissaka

David Beckham, Peter Schmeichel, Jaap Stam dan Paul Scholes adalah di antara nama-nama pemain final 1999 yang telah dikonfirmasi akan menjadi bagian dari pesta di Old Trafford yang akan digelar pekan depan dalam final ulangan antara Manchester United vs Bayern Munchen, di mana tim Sir Alex Ferguson kala itu melakukan hal mustahil di menit-menit akhir pertandingan dan mengakhiri laga dengan kemenangan 2 -1.
Peringatan 20 Tahun Final Liga Champions 1999
Untuk memperingati 20 tahun malam dramatis di stadion Camp Nou Barcelona, ​​Sir Alex Ferguson akan kembali ke tim yang pernah ia antarkan untuk memenangkan trofi bersama bos Bayern Munchen Ottmar Hitzfeld yang menjadi pelatih Munchen di era Lothar Matthaus, Stefan Effenberg dan Mario Basler.
David Beckham pun mengatakan: “Untuk menciptakan kembali final Liga Champions 1999 akan menjadi sebuah momen istimewa. Untuk memenangkan treble (Liga Champions, Liga Premier dan Piala FA) dengan cara yang kami lakukan seperti dahulu akan sangat fantastis.”
Schmeichel mengungkapkan bahwa meskipun itu dulu merupakan momen yang menyakitkan di mana Bayern kalah di final, unggul 1-0 sebelum akhirnya menyerah pada dua gol di masa injury time yang dicetak oleh Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer, namun pertemanan antara kedua kubu semakin erat selama beberapa tahun kemudian.
“Saya tidak terkejut sama sekali bahwa mantan pemain Bayern setuju untuk bertemu lagi,” tambah mantan kiper United itu. “Mereka sangat menghormati. Saya berada di kubu Denmark yang mengalahkan Jerman Barat di final Piala Eropa 1992.”
“Kami mengundang mereka untuk makan malam dan ke pesta sesudahnya dan mereka semua bahagia. Pada tahun-tahun setelah kami memenangkan Liga Champions saya tetap berhubungan dengan sejumlah pemain Bayern terutama Oliver Khan.”
“Orang-orang cenderung melihat kekalahan kami di Barcelona sebagai momen hitam dalam sejarah Bayern. Namun mereka tidak menganggapnya begitu. Mereka melihatnya sebagai sebuah peluang untuk maju.”
“Mereka mencapai semi final Liga Champions tahun depan dan memenangkannya setahun kemudian.”
“Saya ingat Oliver berterima kasih kepada saya karena mengalahkan mereka dengan cara yang sangat aneh tetapi dia mengatakan itu membuat mereka menjadi pemain yang lebih baik. Mereka semua bereaksi dengan cara yang positif.”
Sheringham tahu bahwa setiap tulang di tubuhnya akan sakit setelah pertandingan reuni tetapi ia mengatakan: “Senang bisa diminta untuk kembali. Saya pikir ini adalah kesempatan yang bagus dan ide bagus untuk membuat pertandingan diulang lagi.”
Giggs mengakui bahwa beberapa menit terakhir kejayaan Liga Champions tidak akan pernah hilang dari pikirannya.
“Pada menit terakhir saya pikir ada sedikit keputusasaan merayap masuk,” kenangnya tentang laga Manchester United vs Bayern Munchen.
“Bola keluar dari sepak pojok dan saya hanya mengayunkan kaki kanan ke arah bola. Melihat ke belakang, saya senang itu tidak berada di kaki kiri saya karena mungkin akan berakhir di tribun!”
“Aku hanya senang ketika aku mendorongnya, Teddy ada di sana untuk melesakannya ke gawang. Lalu sebelum Anda menyadarinya, kami mendapatkan sepak pojok lain dan Teddy ada di sana lagi untuk menanduk bola ke arah Ole dan kami menang!”. Laga antara Manchester United vs Bayern Munchen pun kala itu ditutup dengan cara dramatis.
Dia tersenyum: “Sungguh saya seperti penggemar malam itu dan saya ingin menikmati apa yang terjadi sebanyak mungkin yang saya bisa. Anda melakukan apa yang dilakukan sebagian besar penggemar.”
“Tuhan tahu berapa lama kami berada di lapangan setelah pertandingan, tetapi itu adalah waktu yang lama. Saya pikir kami tidak kembali ke hotel antara jam 1 pagi sampai jam 2 pagi. Setelah kami melakukan perayaan. Kami akan berpesta seperti tahun 1999 lagi!”
Sumber: Manchester United vs Bayern Munchen, Laga Fenomenal 1999 Diulang

Bukan Ke Juventus, James Rodriguez Lebih Pilih Napoli

Bukan Ke Juventus, James Rodriguez Lebih Pilih Napoli- Rumor kepergian James Rodriguez dari Bayern Munchen semakin menguat. Namun hebohnya, James yang sering disebut bakal ke Juventus terbantahkan. Menurut mertuanya, Hernan Ospina James suatu saat akan bermain untuk Napoli.
Saat ini, James masih membela Bayern Munchen dengan status pinjaman dari klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Perjanjian yang sudah berlangsung hampir dua tahun itu akan tuntas begitu musim 2018-2019 resmi ditutup.
Namun sepertinya, sudah tidak ada ruang bagi pemain asal Kolombia tersebut di dalam skuat Los Merengues saat ini. Sementara Bayern Munchen tidak menunjukkan itikad menebus opsi pembelian secara permanen dengan nilai sebesar 42 juta euro itu.
Belakangan ini, James digosipkan akan merapat ke klub raksasa Italia, Juventus. Walaupun telah berulang kali menampik dengan berkata bahwa dirinya ingin bertahan di Allianz Arena, namun pemberitaan mengenai hal tersebut tetap tak bisa terbendung.
Gosip semakin memanas setelah sang mertua, Hernan Ospina, membeberkan bahwa James tertarik bermain di Italia. Hanya saja, ia meyakini gelandang berumur 27 tahun itu tidak akan merapat ke Juventus seperti gosip yang beredar.
“Saya pikir suatu hari nanti ia akan bermain di Italia dan tentu saja bersama klub besar seperti Napoli. Semua pemain Kolombia ingin merasakan pengalaman bermain di Serie A,” tutur Ospina kepada Radio Kiss Kiss Napoli.
James Rodriguez memiliki kedekatan dengan pelatih Napoli saat ini, yakni Carlo Ancelotti. Ia merasakan tangan dingin mantan nahkoda AC Milan tersebut saat masih memperkuat Real Madrid dan pada sedikit di Bayern Munchen.
Kedekatan itulah yang diyakini Ospina sebagai alasan utama mengapa James ingin bermain dengan klub penghuni peringkat dua klasemen Serie A tersebut. Di matanya, James akan merasa senang jika bisa bereuni dengan Ancelotti.
“Anak saya, Daniele, memberi tahu saya bahwa dia punya hubungan yang sangat baik dengan Carlo Ancelotti, dan akan merasa senang jika bisa bereuni dengannya,” tambahnya.
Ospina pun beranggapan bahwa daya pikat Serie A, yang sempat meredup, kini sudah kembali hidup. Hal tersebut diyakininya sebagai dampak dari kepindahan Cristiano Ronaldo ke Juventus pada musim panas kemarin.
“Daya tarik kejuaraan itu telah bertambah banyak sejak kedatangan Cristiano Ronaldo ke Juventus,” tandasnya.
The post Bukan Ke Juventus, James Rodriguez Lebih Pilih Napoli appeared first on bolamagz.net.