Skenario Liga Champions Musim Ini Untuk Tetapkan Siapa Juaranya

Sebuah skenario Liga Champions tengah disiapkan untuk menetapkan siapa juaranya. Bisa berdampak sangat besar bagi Real Madrid, Barcelona, Juventus dan Bayern Munchen.
Liga Champions terhenti di tengah jalan saat UEFA membatalkan keseluruhan leg kedua 16 besar kompetisi itu, beberapa hari silam. Terdapat empat laga dan delapan tim yang belum menemukan nasibnya, siapa yang lolos dan siapa yang gagal ke perempat final. Keempat laga itu adalah Manchester CIty vs Real Madrid, Bayern Munchen vs Chelsea, Juventus vs Lyon dan Barcelona vs Napoli.
Posisi atau skor agregat dari keempat pertandingan itu sebelum leg kedua dihentikan oleh UEFA adalah sebagai berikut:

Man City vs Real Madrid 2-1
Bayern Munchen vs Chelsea 3-0
Juventus vs Lyon 0-1
Barcelona vs Napoli 1-1

Kini otoritas tertinggi sepak bola Eropa itu sudah merancang sebuah skenario untuk menetapkan siapa juara dari Liga Champions musim ini, yang akan diputuskan dalam sebuah rapat akbar tapi via video conference pada hari Selasa (17/3) nanti, melibatkan 55 asosiasi negara-negara di Eropa.
UEFA diperkirakan akan memundurkan jadwal pelaksanaan EURO 2020 menjadi ke bulan Desember akhir tahun ini. Dengan bulan Juni dan Juli kosong, ada banyak keleluasaan bagi mereka untuk meneruskan berbagai laga-laga yang tertunda. Skenario mengakhiri Liga Champions itu adalah sebagai berikut:

Begitu coronavirus atau Covid-19 ini reda, laga-laga leg kedua 16 besar akan diselesaikan.
Setelah itu drawing siapa ketemu siapa untuk perempat final ditetapkan.
Laga-laga delapan besar akan dilangsungkan satu leg saja, entah di lokasi tim yang diundi pertama, atau di sebuah lokasi netral. Kemungkinan kedua ini sangat besar.
Begitu diperoleh empat nama untuk semi final maka keempat tim akan diterbangkan ke Istanbul, di mana seharusnya final Champions League musim ini berlangsung.
Akan ada dua laga satu-leg semi final guna menemukan dua finalis, yang akan bertanding di final yang dilakukan di Atatürk Olympic Stadium di Istanbul, Turki. Entah itu pada tanggal yang ditetapkan 30 Mei 2020 atau pada sebuah tanggal yang lebih kemudian lagi.

Kenapa hal ini disebut bisa berdampak sangat besar karena leg kedua 16 besar yang belum selesai pasti diselenggarakan tanpa penonton. Hilang dukungan yang diinginkan dari tuan rumah leg kedua (Real Madrid dan Barcelona misalnya).
Setelah itu satu-leg pada babak perempat final Champions League bisa mengubah taktik permainan sama sekali karena skor harus ditetapkan dalam 90 atau 120 menit permainan. Tidak ada kesempatan kedua bagi kedua tim pada leg kedua. Itu berarti kedua kesebelasan cenderung main aman di belakang dan menantikan adu penalti, dengan kedua tim akan sibuk latihan adu nasib. Skenario Liga Champions seperti ini akan sangat menguntungkan tim yang jago di lini belakang seperti Atletico Madrid.
Demikian juga satu-leg semi final berarti akan membuat pihak-pihak yang terlibat mencari main aman. Kita tidak akan melihat pertarungan terbuka berbalas gol. Terlalu riskan. Selain itu hanya selisih dua hari saja dari partai semi final, tim yang lolos ke partai puncak sudah harus memainkan final. Sebuah antiklimaks dari Liga Champions musim ini. Jika skenario Liga Champions di atas yang dimainkan maka saya akan pegang Atletico Madrid sebagai juara baru.
Sumber: Skenario Liga Champions Musim Ini Untuk Tetapkan Siapa Juaranya
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Chamberlain Dipuji Setumpuk Usai Liverpool Tumbang di UCL, Ini Alasannya

Gilabola.com – Setelah Liverpool dipastikan tersingkir di Liga Champions paska kalah agregat 2-3 kontra Atletico Madrid. Eks Chelsea, Chris Sutton menyebut Alex Oxlade Chamberlain layak mendapatkan predikat Man of The Match nya The Reds dilaga tersebut.
Pasalnya, laga yang berlangsung di Anfield pemain Timnas Inggris itu mampu memberikan kontribusi yang besar. Dimana tampil ciamik dan apik sepanjang 82 menit. Bahkan gol pembuka Merseyside Merah di menit ke 43 lewat tandukan Georginio Wijnaldum usai Chambo sapaan akrab sang pemain memberikan assist yang sangat luar biasa.
Tentu saja jika eks pemain Arsenal itu tidak bekerja keras di jalannya pertandingan. Maka anak asuh Jurgen Klopp bisa dibilang akan mengalami rasa frustasi yang sangat besar. Bagaimana tidak, sejak menit-menit awal kubu tuan rumah sudah tancap gas agar bisa menciptakan gol cepat. Namun sayangnya berbagai peluang dari para punggawa Liverpool mampu dimentahkan oleh Jan Oblak.
Ya, kiper asal Slovenia itu tampil sangat fantastis mengawal jala gawang Atletico. Bahkan jutaan pasang mata yang menonton laga Super Big Match tersebut bakalan geleng-geleng kepala. Karena peluangnya memang sangat banyak dan seharusnya Si Merah bisa pesta gol. Apalagi kandang mereka terkenal sangat angker. Namun hal itu tampaknya sudah tak berlaku lagi.
Kendati rival Everton itu tersingkir menyakitkan di depan ribuan fansnya. Akan tetapi Sutton yang kini menjadi pengamat dan komentator sepakbola itu menilai Chamberlain yang tidak tampil full tetap pantas mendapatkan kredit yang besar. Karena sudah memberikan kontribusi yang luar biasa.
“Oxlade Chamberlain ditarik keluar setelah 82 menit berlari di atas lapangan,”Tulis Chris Sutton di kolom Daily Mail.
“Dia saya pikir seharusnya bisa berbangga dengan penampilannya. Dia [Chamberlain] telah memberikan segalanya, dan kontribusinya benar-benar telah meninggalkan keseimbangan.”Tutupnya.
Sedangkan Chamberlain di musim ini total sudah tampil sebanyak 21 kali di Premier League. Akan tetapi hanya 13 kali dirinya tampil sebagai starter dibawah arahan Jurgen Klopp.
Untuk urusan mencetak gol, pemain akademi Southampton yang dibesarkan namanya di dunia sepakbola oleh Arsenal itu sudah membukukan tiga gol.
Sumber: Chamberlain Dipuji Setumpuk Usai Liverpool Tumbang di UCL, Ini Alasannya
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Henderson Kecewa Berat Liverpool Tersingkir di Liga Champions, Tapi…

Gilabola.com – Usai Liverpool kalah agregat 2-3 sekaligus tersingkir melawan Atletico Madrid di leg kedua Liga Champions, Kamis (12/3/2020) dini hari WIB. Jordan Henderson mengaku sangat frustasi timnya kalah memalukan. Namun ia tetap meminta agar rekan setimnya fokus di laga berikutnya.
Rasa kecewa yang di tunjukan oleh sang kapten boleh dibilang sangatlah wajar. Pasalnya The Reds yang tampil di Anfield mempunyai berbagai macam peluang emas. Tapi sayangnya gagal menjadi gol untuk memenangkan pertandingan. Hal ini tak lepas dari kurang tenangnya anak asuh Jurgen Klopp dalam mengelolah peluang tersebut.
Alhasil selain ke angkeran stadion mereka ternodai. Maka dipastikan musim ini Si Merah juga gagal mempertahankan trofi kuping gajah. Bahkan kesaktian Klopp dalam meracik timnya bisa dibilang telah pudar.
Kendati timnya saat ini benar-benar tengah dalam tekanan yang hebat. Namun punggawa Timnas Inggris tersebut juga meminta agar rekan-rekannya bersiap untuk menatap laga berikutnya melawan Everton dalam partai yang bertajuk Derby Merseyside, Selasa (17/3/2020) dini hari WIB.
“Malam ini dan besok itu tidak akan terasa menyenangkan, tapi kita harus tetap menerimanya dan menyelesaikan musim ini dengan baik,”Kata Jordan Henderson seperti dikutip Daily Mail.
“Kita akan segera memiliki laga Derby berikutnya, jadi itulah yang dibutuhkan dimana fokus untuk mengubahnya menjadi secepat mungkin.
“Tentu saja kami sangat kecewa. Padahal penampilan kita secara menyeluruh boleh dibilang sangat baik.
“Kami sudah mengerahkan semuanya ke dalam pertandingan dan kami harus kecewa. Jadi kita harus fokus setiap saat. Karena dengan kesalahan apapun, maka bisa merugikan anda.
“Kami benar-benar kecewa dengan hasilnya secara keseluruhan. Ya, kita harus menanggungnya.”Tutup Henderson.
Sementara itu, jika melawan Everton di Goodison Park kembali menelan kekalahan atau hasil imbang. Maka hal ini jelas membuat Liverpool untuk menggelar pesta kemenangan meraih Premier League bakal terganggu.
Pasalnya lawan-lawan mereka dipastikan bersemangat ingin meniru apa yang dilakukan oleh Watford di laga tersisa ini.
Sedangkan di sisi lain laga kedua tim juga bisa saja tertunda. Sebab virus corona di Inggris kian membahayakan. Dimana hal ini usai pelatih Arsenal, Mikel Arteta dinyatakan positif terjangkit, Jumat (13/3/2020).
Sumber: Henderson Kecewa Berat Liverpool Tersingkir di Liga Champions, Tapi…
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Liverpool Keok di Liga Champions, Begini Komentar Michael Owen

Gilabola.com – Usai Liverpool kalah agregat 2-3 melawan Atletico Madrid di leg kedua Liga Champions, Kamis (12/3/2020) dini hari WIB. Michael Owen menyatakan bekas klubnya tersebut tetaplah yang terbaik di Eropa.
Laga yang berlangsung di Anfield tersebut, boleh dikatakan sangat menarik dan seru sejak menit awal hingga akhir pertandingan. Bagaimana tidak, tuan rumah yang ingin sekali memenangkan laga selalu digagalkan peluangnya oleh Jan Oblak. Dan pada menit ke 43 lah The Reds baru mampu membuka keunggulan lewat sundulan Giorginio Wijnaldum.
Di paruh kedua, permainan anak asuh Jurgen Klopp kian menggila. Hasilnya di menit ke 90 Roberto Firmino berhasil memperbesar keunggulan timnya. Namun sayangnya gol pemain asal Brasil itu di langsung responi Atletico tiga menit kemudian lewat Marcos Llorente yang mana mendapatkan umpan matang dari Joao Felix setelah memanfaatkan blunder Adrian. Hingga laga usai babak kedua, tidak ada lagi gol yang tercipta.
Hasilnya untuk menentukan pemenang, pertandingan harus di lanjutkan ke perpanjangan waktu. Dan Liverpool yang selama 90 menit penuh tampil menyerang justru harus kedodoran. Mereka pun harus kembali kebobolan lewat kaki Llorente lagi di menit 105 dan Alvaro Morata. Usai laga Klopp dan anak asuhnya pun mendapatkan kritikan pedas. Pasalnya gagal memenangkan laga dan mempertahankan trofi si kuping gajah pada musim ini.
Meski kes timnya terus ditekan, namun Owen yang pernah merumput di Merseyside Merah dari tahun 1996 hingga tahun 2004 itu tetap menilai Liverpool klub yang masih terbaik di benua biru. Dimana ia sependapat perbedaan laga tersebut terletak pada kualitas kiper.
“Liverpool memang sudah tersingkir, dan saya pun tak ragu bahwa mereka tetap tim terbaik di Eropa saat ini,”Kata Michael Owen kepada BT Sports.
“Ya, mereka telah dikalahkan dua kali tetapi mereka [Liverpool] masih tetap menjadi tim yang terbaik di Eropa dan mereka benar-benar luar biasa selama tampil 90 menit penuh.
“Seperti yang dikatakan Rio Ferdinand, perbedaan terletak antara kedua kiper.”Tutupnya.
Sementara itu, dengan hasil kekalahan yang di dapat Liverpool. Maka semakin memperpanjang daftar hasil negatif Jordan Henderson CS. Pasalnya di laga sebelumnya mereka kalah dari Watford 3-0 dan tersingkir di putaran kelima Piala FA kontra Chelsea.
Sumber: Liverpool Keok di Liga Champions, Begini Komentar Michael Owen
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Liverpool Kecolongan 10 Kasus Baru Usai Lawan Atletico

Gilabola.com – Liverpool dan pemerintah Inggris dikritik usai laga Liga Champions kekalahan lawan Atletico Madrid. Bukan 1 tapi 10 kasus baru corona mereka dapat.
The Reds yang sebelumnya diprotes Diego Simeone yang menyebut adanya ketidakadilan dalam laga mereka saat ini tengah dibuat pusing kasus virus corona. Kedatangan para fans tim lawan yang bernama lengkap Club Atletico de Madrid itu berujung pada 10 kasus positif terdampak virus covid-19 yang baru.
Laga sengit itu memang dibuka seperti biasa saat kekhawatiran akan penyebaran sang virus tengah bermunculan di mana-mana. Keputusan membolehkan 3000 fans Atletico datang dari Kota Madrid, salah satu daerah terparah paparan corona, berbuah petaka.
The Liverpool Echo melaporkan jika 10 kasus baru penyebaran virus ini di Inggris datang dari wilayah tempat kandang The Reds berada usai laga tersebut. Karuan publik berang dan mengkritik kelalaian pihak berwenang hingga menyebabkan masalah penyebaran virus itu ikut meningkat di Inggris.
“Seribuan fans Atletico datang ke sini, padahal kota mereka lagi di lockdown, TERMASUK semua pertandingan mereka, karena Madrid lagi diserang virus ini (782 kasus, 35 kematian). Benar-benar gila. Apa yang sebenarnya lagi dilakukan oleh pemerintah Inggris?” tulis Piers Morgan mewakili kemurkaan masyarakat Inggris.
Liverpool kalah lawan tim super parkir bus
Hal ini karuan menambah duka The Reds yang bagaikan sudah kalah, tertimpa tangga pula. Dalam laga yang berakhir skor 2-3 itu, kubu Jurgen Klopp kesulitan membongkar taktik super bertahan yang digunakan kubu Diego Simeone.
Georginio Wijnaldum mencetak The Reds di menit ke-43 saat Roberto Firmino mencetak gol di menit ke-94. Sementara kubu Atletico dapat gol melalui sumbangan Marcos Llorente di menit ke-97 dan menit ke-105+1 serta Alvaro Morata di menit ke-120+1.
Statistik berbicara jika kubu tim tamu terlalu parkir bus dalam laga tersebut. Mereka hanya melepas 10 tendangan berbanding 34 tendangan kubu Klopp. Tendangan ke gawang mereka juga hanya 6 berbanding 11 dari kubu Anfield.
Tim Atletico juga hanya melakukan penguasaan bola sebesar 28 persen berbanding 72 persen. Operan Atleti hanya 363 kali berbanding 854 milik The Reds. Kedua tim sama-sama berbagi 17 kali pelanggaran dalam laga tersebut.
Sumber: Liverpool Kecolongan 10 Kasus Baru Usai Lawan Atletico
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Diego Costa Pancing Kritik Usai Bercanda Soal Corona

Gilabola.com – Diego Costa sukses strike pancing kritik usai sang pemain klub kontestan Liga Champions Atletico Madrid bercanda soal virus corona.
Diego Costa yang awalnya memulai karir bola di Brasil sebelum bergabung ke Braga di tahun 2006 itu saat ini tengah mendapatkan kritik pedas suporter. Pemain Atletico Madrid yang hanya beruntung kalau lawan tim tanpa Cristiano Ronaldo itu bercanda soal virus corona dengan pura-pura batuk saat lewati awak media.
Momen singkat itu terjadi di Anfield saat ia akan pergi usai pertandingan. The El Chringuito TV merilis cuplikan momen Costa saat melewati kerumunan wartawan yang ingin mewawancarainya. Ogah berhenti, Costa yang mengenakan setelan jas itu terus berlalu sambil pura-pura batuk.
Candaan singkat itu ia lakukan saat dunia lagi dihebohkan oleh penyebaran virus corona. Karuan banyak suporter klub bola yang kesal dan berbalik mengkritik ulah yang tidak tepat waktunya tersebut.
Diego Costa dinilai tak pantas bercanda soal corona
“Sama sekali tidak cerdas,” ujar pemilik akun Adrian dengan kesal. “Costa hanya berjalan terburu-buru sambil berpura-pura batuk saat melewati wartawan. Sama sekali bukan jenis candaan yang pantas dan tidak lucu,” timpal Carl Markham.
Costa sendiri main biasa-biasa saja di laga tersebut. Ia bermain selama 56 menit dan bereaksi marah saat ditarik keluar lapangan dengan menendang tas dan beberapa botol minuman.
Pemain yang menggantikan Costa, Marcos Llorente, malah lebih bersinar dengan mencetak 2 gol. Suporter Liverpool juga dibuat kesal Costa sebelum laga dimulai saat dirinya melempar bola dengan pongah di depan mereka.
Di gelaran Liga Champions musim ini, Costa baru main di 6 pertandingan dengan tanpa gol. Meski tidak mencetak gol, namun dirinya membuat 1 assist dan 1 kartu kuning. Sementara di La Liga Costa sudah turun di 13 pertandingan dengan menghasilkan 2 gol, 2 assist dan 2 kartu merah.
Sumber: Diego Costa Pancing Kritik Usai Bercanda Soal Corona
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Felix Ungkap Syarat Bagi Atletico Madrid Untuk Juara Liga Champions

Gilabola.com – Mampu melewati tantangan berat dari Liverpool, gelandang serang Atletico Madrid, Joao Felix mengungkapkan syarat-syarat bagi timnya agar mereka bisa meraih gelar Liga Champions.
Sukses menyingkirkan juara bertahan yang masih merupakan salah satu kandidat peraih trophy tersebut musim ini, memang mengangkat moral dari para pemain Los Rojiblancos. Mampu lolos dengan kemenangan kandang dand tandang atas Liverpool bukanlah pencapaian yang mudah bagi tim manapun.
Hal tersebut tentunya membuat banyak pihak mulai mempertimbangkan Los Rojiblancos sebagai tim yang berpotensi melangkah jauh bahkan meraih gelar juara. Meski tidak menolak prediksi tersebut, Felix mengatakan bahwa timnya membutuhkan setidaknya dua syarat untuk bisa juara yakni, kerja keras dan juga keberuntungan.
Pemain yang besar dari akademi Benfica itu juga menambahkan saat ini timnya harus fokus pada satu pertandingan ke pertandingan lain dan tidak berpikir terlalu jauh. Konsentrasi memenangkan pertandingan yang ada di depan mereka adalah cara yang akan mereka lakukan.
“Kita akan menjalani dari satu pertandingan ke pertandingan lain. Pada kompetisi ini anda membutuhkan sedikit keberuntungan dan kerja keras,” sebut Felix dalam wawancaranya dengan AS.
“Kita harus bekerja keras dan mungkin dengan itu kita akan mampu mendapatkan keberuntungan.”
Memang keberuntungan adalah hal yang tidak bisa lepas dalam banyak kejuaran penting, termasuk Liga Champions sendiri. Namun tentunya untuk meraih keberuntungan itu sebuah tim harus terlebih dahulu memberikan usaha terbaik mereka, seperti yang ditampilkan oleh Atletico.
Selain membahas mengenai peluang timnya di Liga Champions, Felix juga tidak ragu untuk mengungkapkan kekagumannya akan atmosfir luar biasa dari Anfield. Karena suasana yang mengagumkan itulah mengapa pemain timnas Portugal itu semakin gembira dengan keberhasilan klubnya meraih kemenangan di stadion keramat tersebut.
“Itu sangatlah luar biasa. Saya seharusnya tidak mengatakan ini, namun saat mereka mencetak gol, melihat stadion itu dan cara mereka merayakannya.
“Saya pernah menyaksikannya di Televisi, tetapi melihatnya secara langsung dan berada dalam atmosfir yang luar biasa ini. Tidak banyak tim yang menang disini dan kita benar-benar bahagia.”
Sebuah pengalaman yang istimewa tentunya bagi Felix yang kini dengan timnya berharap jika kesuksesan mereka tidak harus berakhir begitu saja. Ancaman virus corona kabarnya bisa membuat UEFA menunda Liga Champions dan Liga Europa, namun tentu masih diharapkan agar pembatalan kompetisi tidak sampai terjadi.
Sumber: Felix Ungkap Syarat Bagi Atletico Madrid Untuk Juara Liga Champions
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Simeone Sebut Adanya Ketidakadilan Dari Kekalahan Liverpool Oleh Atletico

Gilabola.com – Meski gembira dengan sukses timnya, pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone mengakui ada elemen ketidakadilan dari kandasnya Liverpool oleh timnya.
Simeone memang terkenal sebagai pelatih yang ekspresif dan cukup vokal dalam mengungkapkan opininya. Selain mengkekspresikan rasa gembiranya dengan sukses Atletico dalam mengalahkan juara bertahan Liga Champions Liverpool, pelatih asal Argentina itu juga mengakui ketidakdailan yang dialami the Reds.
Namun, bagi sang pelatih ketidak adilan bukan berdasarkan skor ataupun dominasi permainan namun lebih ke faktor aturan pertandingan. Adanya peraturan mengenai gol tandang dan kesempatan bagi Atletico untuk mencetak tiga gol balasan lewat extra time di Anfield adalah ketidakadilan yang dimaksud oleh Simeone.
“Apa yang ingin dan akan saya katakan pertemuan pelatih di UEFA nanti adalah apa yang menurut saya sesuatu yang tidak adil,”ujar Simeone pada konferensi persnya seperti yang dikutip Liverpool Echo.
“Ketidakadilan pada hari ini adalah karena kami memiliki waktu 30 menit pada masa extra time untuk mencetak tiga gol tandang. Liverpool tidak pernah memiliki hal itu. Kami punya tambahan waktu 30 menit lagi untuk mencetak gol tandang dan Liverpool tidak memilikinya. Itu tidak adil.”
Menurut Simeone peraturan tersebut memang memberikan keuntungan besar bagi timnya melawan Liverpool. Akan tetapi sang pelatih tidak menampik bahwa ada kemungkinan aturan yang sama justru akan merugikan timnya di kemudian hari.
“Peraturan tersebut memberikan keuntungan bagi kami pada hari ini, tetapi pada masa depan itu mungkin akan memberikan kerugian bagi kami. Liverpool memiliki waktu 30 menit lebih sedikit dari kami untuk mencetak gol tandang. Itu hal yang salah.”
Selain membicarakan mengenai peraturan gol tandang tersebut, pelatih asal Argentina itu juga menjawab kritik yang ditujukan oleh pelatih the Reds, Jurgen Klopp mengenai gaya permainan Atleti. Simeone mengaku menerima dan respek terhadap pendapat rivalnya itu, namun menurut mantan taktisi Catania tersebut timnya hanya berusaha kekurangan lawan dan mencari kemenangan.
“Saya menghormati identitas dan kualitas pemain-pemain yang mereka miliki. Kami berusaha mengeksploitasi kekurangan dari lawan kami. Itulah yang kita lakukan, dan kita juga berusaha untuk menang.”
Sumber: Simeone Sebut Adanya Ketidakadilan Dari Kekalahan Liverpool Oleh Atletico
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Klopp Tidak Klop, Teriaki Penggemar Liverpool Bodoh

Juergen Klopp tidak klop dengan beberapa penggemar Liverpool, meneriaki mereka ‘dasar bodoh’ setelah mencoba bersalaman dengannya jelang dimulainya laga Liga Champions The Reds melawan Atletico Madrid pada Kamis (12/3) dinihari.
Ketika pelatih Liverpool Juergen Klopp berjalan keluar dari lorong Anfield Stadium, sejumlah penggemar The Reds mengulurkan tangan mereka untuk melakukan tos atau berjabat tangan dengan si pelatih Jerman itu. Klopp bereaksi dengan marah dan menjauh dari mereka sebelum berteriak: “Jauhkan tanganmu, dasar bodoh.”

No handshakes before the game and these people think they're getting high-5s off the players? 🤯Klopp was having none of [email protected] pic.twitter.com/yXtrVRA51J
— BenchWarmers (@BeWarmers) March 11, 2020

Jabat tangan antar pemain dan wasit telah dilarang oleh Liga Inggris dan sejumlah liga lain di seluruh Eropa dalam upaya untuk mencegah memburuknya penyebarnya virus Covid-19 di benua biru itu.
Klopp bahkan menolak untuk menjabat tangan manajer Atletico Madrid Diego Simeone sebelum pertandingan dan sebagai gantinya memilih melakukan sentuhan siku sebagai alternatif jabat tangan. Tidak ada jabat tangan pra-pertandingan antara para pemain juga pada laga babak leg kedua babak 16 besar pada Kamis dini hari.

Coronavirus handshake Klopp 🤝 Simeone 😂 pic.twitter.com/tGguxbsA66
— RedScouserBrasil (@redscouserbr) March 11, 2020

Penyakit ini bisa menular ketika seseorang yang menderita COVID-19 batuk atau menghembuskan napas dan mereka melepaskan droplet atau tetesan cairan yang terinfeksi melalui mulut atau hidungnya.
Situasi dengan cepat memburuk di seantero Eropa setelah Italia menjadi negara dengan jumlah infeksi dan kematian terbesar di luar China. Angkanya sudah mendekati 13 ribu penderita dan 827 kematian. Urutan terburuk berikutnya berturut-turut adalah Iran, Korea Selatan, Prancis, Spanyol dan Jerman.

Klopp juga tidak klop minggu lalu saat ditanya wartawan soal dampak coronavirus minggu lalu, tetapi mengubah cara berbicaranya menjelang pertandingan, Rabu, ketika masalah itu muncul lagi, mengakui bahwa situasinya sudah semakin serius.
“Ada hal-hal yang lebih penting daripada sepakbola,” kata manajer Liverpool Juergen Klopp awal pekan ini. “Saya pikir kita menyadarinya lagi pada saat ini. Yang kita butuhkan adalah waktu untuk menemukan solusi untuk itu. Bagaimana kita bisa menang saat itu? Dengan menghindari situasi yang berbeda.”
“Apa yang kita lakukan dengan tidak berjabatan tangan adalah mengirim tanda. Ini bagus untukmu, bagus untukku, bahwa kita tidak berjabat tangan sekarang.”
“Sangat penting bahwa 22 pemain yang benar-benar sehat mengirimkan tanda ini untuk masyarakat. Bermain sepak bola hanyalah sebuah permainan. Kita bukan masyarakat, kita hanya bagian dari masyarakat dan kita semua harus khawatir pada saat yang bersamaan.”
“Itulah tepatnya yang saya tidak suka – Anda duduk dan bertanya kepada saya pertanyaan ini, tetapi Anda terbang dari Madrid untuk berada di sini. Jadi tetaplah di sana – mereka telah meliburkan sekolah-sekolah dan Anda jelas khawatir.”
“Tapi Anda pikir layak untuk bepergian atau apa pun ke pertandingan sepak bola. Jadi itulah masalah kita bersama – kami bermain sepakbola, tetapi kita tidak bisa menghentikannya (penyebaran virus) dengan sepakbola. Kami melakukan apa yang harus kami lakukan.”
Sumber: Klopp Tidak Klop, Teriaki Penggemar Liverpool Bodoh
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Joao Felix Sebut Ini Sebagai Kunci Sukses dari Atletico

Gilabola.com – Gelandang serang muda Atletico Madrid, Joao Felix menyatakan bahwa kemampuan timnya untuk menderita dalam menerima tekanan lawan adalah kunci sukses Los Rojiblancos.
Pemain berusia 20-tahun itu tampil dalam pertandingan terbesarnya selama ini dengan kostum Atleti saat timnya sukses mengandaskan raksasa Liga Inggris tersebut Kamis (12/03) dini hari tadi. Meski harus lebih banyak bertahan sepanjang 103 menit penampilannya, Felix mengaku tidak kecewa dan merasa itu adalah mantra bagi tim asuhan Diego Simeone tersebut.
Menurut mantan pemain Benfica tersebut, kemampuan mereka menderita dari tekanan hampir sepanjang pertandingan adalah kunci sukses mereka selama ini. Karena itulah, Atleti siap untuk terus berada dalam kondisi tersebut di pertandingan-pertandingan mereka berikutnya baik di La Liga maupun Liga Champions.
“Hal itu (tertekan) adalah mantra bagi Atletico. Kita akan terus melakukan hal ini, baik di Liga Champions ataupun La Liga. Terus seperti ini,” ucap Felix kepada Marca.
Selain kemampuan timnya untuk menerima tekanan berat dan menderita sepanjang permainan, Felix tidak lupa mengarahkan pujian terhadap dua rekannya, Jan Oblak dan Marcos Llorente. Menurut pemain timnas Portugal tersebut, kedua rekan setimnya itu menjadi kunci dari kemenangan Los Rojiblancos.
Oblak menampilkan penyelamatan-penyelamatan gemilang yang membuat frustasi pemain dari Liverpool hampir sepanjang pertandingan terutama dalam 90 menit. Sementara, Llorente yang mencetak dua gol tidak luput dari pujian Felix, karena gelandang tengah itu melakukan hal yang tepat.
“Oblak benar-benar membantu kami. Dia sangat penting hari ini.”
“Saya memberi bola kepada Llorente tetapi dia yang melakukan semuanya.  Dia melakukan hal yang terpenting.”
Kemenangan tersebut memang memberikan lebih dari tiket lolos ke babak selanjutnya bagi Atletico, namun juga memompa semangat tim besutan Simeone tersebut. Kini mereka tentunya merasa akan bisa bersaing dengan tim manapun di Liga Champions dan juga La Liga.
Satu-satunya situasi yang mungkin membuat sukses mereka sedikit kurang mungkin karena munculnya wacara untuk menunda atau menghentikan sementara La Liga ataupun kompetisi Eropa. Wabah virus corona yang saat ini melanda dunia sepertinya membuat kepanikan yang bisa membuat sukses Atleti sedikit terasa kurang maksimal.
Sumber: Joao Felix Sebut Ini Sebagai Kunci Sukses dari Atletico
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap