Gabriel Jesus Gagal Penalti Tadi Malam, Disamakan Dengan Diana Ross

Warga planet Twitter memang paling kejam soal ngeledek. Gabriel Jesus gagal penalti tadi malam disamakan dengan tendangan Diana Ross.
Gabriel Jesus menjadi trending hari ini gara-gara gagal penalti secara memalukan tadi malam. Sang pemain muda Brasil ini bukan anak kemarin sore soal mengeksekusi tendangan penalti dan pada menit ke-42 pertandingan Liga Champions di Stadio San Siro tadi malam, Jesus gagal melesakkan bola. Si bundar ditendang ke sebelah kanan gawang dan penyesalan mantan pemain Palmeiras itu tak habis-habisnya.

SUMMARY:
a. City awarded penalty for a foulb. Penalty altered to free-kickc. Free-kick hits hand – VAR monitor reviewe. Penalty awardedf. Gabriel Jesus misses
Interesting indeed.
[43'] Atalanta 0-1 Man City
[45] Atalanta 0-1 Man City#ATAMCI pic.twitter.com/UBVhg5WjDW
— Elias Kay: #BigMad (@elias_off_) November 6, 2019

Di ajang media sosial Twitter dengan cepat sejumlah netizen membandingkan tendangan pemain Brasil 22 tahun itu dengan sepakan Diana Ross. Siapa dia? Bagi Anda yang masih tahu nama ini berarti Anda sudah ubanan. Pada upacara pembukaan Piala Dunia 1994 (itu berarti sudah 25 tahun lalu!) di Chicago Amerika Serikat ada adegan penyanyi Diana Ross menendang bola ke sebuah gawang yang terbuka lebar. Lebar gawang itu adalah 7,3 meter dan tinggi 2,4 meter. Dan sang biduan menendang dari jarak yang kurang lebih sama 7-8 meter jauhnya dan gagal! Meleset ke sisi kanan gawang, sama seperti Jesus.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Mauricio Pochettino Pengganti Sempurna Guardiola di Manchester City
Prediksi Atalanta vs Juventus, Liga Italia 23 November 2019

Genuinely think that Jesus’ penalty might have been worse than this Diana Ross effort pic.twitter.com/xbr6UPvTVE
— Paul Smith (@PaulSmithhhhh) November 6, 2019

Upacara pembukaan Piala Dunia 1994 itu diadakan di Soldier Field Chicago, di hadapan 67.000 penonton yang memadati stadion. Presiden yang baru saja terpilih Bill Clinton memberikan pidato, dilanjutkan sejumlah nyanyian. Tepat di awal – tepat sebelum prosesi musik dan tarian multinasional yang sangat panjang, khas tahun 90-an dari negara-negara yang berpartisipasi – Ross turun ke lapangan mewakili Amerika memperkenalkan salah satu ekspor terbesar Amerika: musik pop. Kita seharusnya sudah tahu ada pertanda jelek ketika Oprah Winfrey jatuh dari panggung usai memperkenalkannya.
Ross dengan tepat memilih hit tahun 1980 “I’m Coming Out” untuk menandai debut Amerika dalam dunia sepakbola. Ketika dia turun ke lapangan, ada banyak kehebohan: confetti, balon, panggung berbentuk sepak bola dan ribuan penari yang mengenakan kostum putih dengan terkoordinasi membuka jalan bagi Diana Ross saat dia berlari sepanjang lapangan, dan “bernyanyi”. Dan kemudian saatnya tiba.
Ross bersiap menendang penalti itu, mengambil beberapa langkah mundur sebelum menendang sekuat tenaga … ke arah kanan gawang, sama seperti penalti gagal Gabriel Jesus tadi malam. Yang lebih aneh adalah yang terjadi setelahnya. Gawang terbelah dua, seakan-akan tak mampu menanggung kekuatan tendangan Diana Ross ketika dia mencetak gol. Tapi tetap saja terbelah bahkan ketika tendangannya meleset. Amerika Serikat memang nomor satu soal entertainment, tapi jangan suruh mereka bermain sepak bola.
Sumber: Gabriel Jesus Gagal Penalti Tadi Malam, Disamakan Dengan Diana Ross

Dinamo Zagreb Diakui Gasperini Beri Atalanta Pukulan Telak

Gilabola.com – Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini mengakui Dinamo Zagreb mempermalukan timnya, tetapi akan berikan pelajaran penting untuk La Dea tentang Liga Champions.
Atalanta mengalami mimpi buruk dengan dipermalukan 4-0 oleh Dinamo Zagreb di Kroasia, La Dea hancur dalam pertandingan pertama fase Grup C Liga Champions mereka.
“Dinamo lebih baik dalam memenangkan kembali bola, dalam menekan, dalam intensitas, kecepatan. Mereka lebih cepat dalam segala hal. Mereka juga melepaskan umpan-umpan berkualitas di ruang sempit,” kata manajer Atalanta Gian Piero Gasperini kepada Sky Sport Italia.
“Babak kedua jelas lebih seimbang, kami memiliki peluang, tetapi ini adalah laga yang mengajarkan Anda pelajaran penting. Kami harus belajar dari laga ini dan mempraktikkan hasilnya dalan pelatihan ke depannya.”

Berita Terkait

Prediksi Dinamo Zagreb vs Atalanta, Liga Champions 19 September 2019
Mantan Liverpool Didepak Atalanta Usai Gabung Tiga Pekan Lalu
Prediksi Atalanta vs Torino, Liga Italia 2 September 2019

“Kami adalah tim yang tiba-tiba berada di kompetisi level tertinggi, itu adalah dampak pertama yang menyakitkan, tetapi dalam situasi ini Anda harus belajar dan menjadi dewasa, jika tidak, tak ada gunanya bermain di Liga Champions.”
Dinamo Zagreb berikan pelajaran penting pada Atalanta
“Saya memberi tahu para pemain saya hal yang sama dengan yang saya katakan kepada Anda. Malam ini, Dinamo memberi kami pukulan telak dalam segala hal. Sekarang kami harus belajar bermain dengan kualitas, kecepatan dan lebih cepat menggerakkan bola.”
“Itu belum pernah terjadi pada kami sebelum bermain dalam pertandingan kompetitif dengan lawan benar-benar tidak memberikan kami peluang.”
Apakah ini kekecewaan terbesar dalam karir Gasperini di Atalanta ? “Saya mengalami kekalahan 3-0 pada debut saya sebagai pelatih, jadi … Ini mengecewakan, kami bisa mencetak satu atau dua gol di babak kedua, tetapi faktanya Zagreb tetap total mendominasi.”
Sumber: Dinamo Zagreb Diakui Gasperini Beri Atalanta Pukulan Telak