Skenario Liga Champions Musim Ini Untuk Tetapkan Siapa Juaranya

Sebuah skenario Liga Champions tengah disiapkan untuk menetapkan siapa juaranya. Bisa berdampak sangat besar bagi Real Madrid, Barcelona, Juventus dan Bayern Munchen.
Liga Champions terhenti di tengah jalan saat UEFA membatalkan keseluruhan leg kedua 16 besar kompetisi itu, beberapa hari silam. Terdapat empat laga dan delapan tim yang belum menemukan nasibnya, siapa yang lolos dan siapa yang gagal ke perempat final. Keempat laga itu adalah Manchester CIty vs Real Madrid, Bayern Munchen vs Chelsea, Juventus vs Lyon dan Barcelona vs Napoli.
Posisi atau skor agregat dari keempat pertandingan itu sebelum leg kedua dihentikan oleh UEFA adalah sebagai berikut:

Man City vs Real Madrid 2-1
Bayern Munchen vs Chelsea 3-0
Juventus vs Lyon 0-1
Barcelona vs Napoli 1-1

Kini otoritas tertinggi sepak bola Eropa itu sudah merancang sebuah skenario untuk menetapkan siapa juara dari Liga Champions musim ini, yang akan diputuskan dalam sebuah rapat akbar tapi via video conference pada hari Selasa (17/3) nanti, melibatkan 55 asosiasi negara-negara di Eropa.
UEFA diperkirakan akan memundurkan jadwal pelaksanaan EURO 2020 menjadi ke bulan Desember akhir tahun ini. Dengan bulan Juni dan Juli kosong, ada banyak keleluasaan bagi mereka untuk meneruskan berbagai laga-laga yang tertunda. Skenario mengakhiri Liga Champions itu adalah sebagai berikut:

Begitu coronavirus atau Covid-19 ini reda, laga-laga leg kedua 16 besar akan diselesaikan.
Setelah itu drawing siapa ketemu siapa untuk perempat final ditetapkan.
Laga-laga delapan besar akan dilangsungkan satu leg saja, entah di lokasi tim yang diundi pertama, atau di sebuah lokasi netral. Kemungkinan kedua ini sangat besar.
Begitu diperoleh empat nama untuk semi final maka keempat tim akan diterbangkan ke Istanbul, di mana seharusnya final Champions League musim ini berlangsung.
Akan ada dua laga satu-leg semi final guna menemukan dua finalis, yang akan bertanding di final yang dilakukan di Atatürk Olympic Stadium di Istanbul, Turki. Entah itu pada tanggal yang ditetapkan 30 Mei 2020 atau pada sebuah tanggal yang lebih kemudian lagi.

Kenapa hal ini disebut bisa berdampak sangat besar karena leg kedua 16 besar yang belum selesai pasti diselenggarakan tanpa penonton. Hilang dukungan yang diinginkan dari tuan rumah leg kedua (Real Madrid dan Barcelona misalnya).
Setelah itu satu-leg pada babak perempat final Champions League bisa mengubah taktik permainan sama sekali karena skor harus ditetapkan dalam 90 atau 120 menit permainan. Tidak ada kesempatan kedua bagi kedua tim pada leg kedua. Itu berarti kedua kesebelasan cenderung main aman di belakang dan menantikan adu penalti, dengan kedua tim akan sibuk latihan adu nasib. Skenario Liga Champions seperti ini akan sangat menguntungkan tim yang jago di lini belakang seperti Atletico Madrid.
Demikian juga satu-leg semi final berarti akan membuat pihak-pihak yang terlibat mencari main aman. Kita tidak akan melihat pertarungan terbuka berbalas gol. Terlalu riskan. Selain itu hanya selisih dua hari saja dari partai semi final, tim yang lolos ke partai puncak sudah harus memainkan final. Sebuah antiklimaks dari Liga Champions musim ini. Jika skenario Liga Champions di atas yang dimainkan maka saya akan pegang Atletico Madrid sebagai juara baru.
Sumber: Skenario Liga Champions Musim Ini Untuk Tetapkan Siapa Juaranya
Berita Bola
Video Berita Sepak Bola Terbaru
Video Cerita Bola Terlengkap

Legenda Man United Sebut Fred Gelandang Komplet

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester United, Owen Hargreaves, menilai Fred adalah gelandang yang bagus. Di mata dia kekurangan pemain asal Brasil itu cuma jarang mencetak gol.

Fred sempat kesulitan, dianggap sebagai pembelian gagal di era Jose Mourinho. Namun, musim ini Fred membuktikan diri sebagai salahs atu pemain paling stabil dalam skuad MU di tengah cedera panjang Paul Pogba.

Peran Fred tidak selalu terlihat, tapi dia adalah salah satu pemain terpenting yang menjaga keseimbangan skuad Setan Merah. Dia terus bergerak di lini tengah, menjemput dan mengalirkan bola.

Daily Mail

“Fred gelandang yang lengkap, tetapi jika dia bisa menambah gol ke permainannya, dia akan menjadi pemain lini tengah yang sempurna. Dalam menguasai bola dengan sangat baik, ketika kehilangan bola dia sangat agresif dan sekarang pemain di sekitarnya berfungsi yang merupakan pertanda yang sangat bagus,” kata Hargreaves di Soccerway.

“Saya pikir karena mereka membayar 50 juta pounds untuk Fred dan dia orang Brasil, sehingga orang-orang mengira dia nomor 10, tetapi dia tidak.”

“Dia bukan pencetak gol dan dia tidak benar-benar kreatif, tetapi dia adalah pemain lini tengah yang sangat baik. Kedua kakinya hidup dan sekarang kita melihat pemain yang ada di Shakhtar, di mana di Liga Champions dia melakukan beberapa penampilan cemerlang melawan tim-tim terbaik.”

“Dia energik tanpa bola dan sekarang dengan Nemanja Matic, Fred bisa menjadi gelandang box-to-box. Sebelumnya dia terlalu maju dan kadang-kadang terlalu mundur, tetapi sekarang ini adalah lini tengah yang seimbang dengan Matic, Fred dan Bruno Fernandes. Semua orang merasa nyaman,” Hargreaves menambahkan.

The post Legenda Man United Sebut Fred Gelandang Komplet appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.