Raiola: Jaga Mulutmu Solskjaer!

Football5star.com, Indonesia – Komentar Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, membuat Mino Raiola naik pitam. Agen Paul Pogba itu meminta Solskjaer hati-hati dengan kata-katanya.

Semua berawal dari komentar Ole Gunnar Solskjaer yang mengatakan bahwa Pogba adalah milik Setan Merah, bukan milik agennya. “Paul adalah pemain kami dan bukan milik agennya,” kata Solskjaer dilansir dari Football Italia.

Hal ini langsung direspons Raiola. Melalui akun Twitter, ia menegaskan bahwa Pogba adalah manusia bebas yang tak bisa dimiliki oleh siapa pun, termasuk United.

getty images

“Paul, ya, Paul Pogba. Anda tak bisa memiliki manusia untuk jangka lama, baik di Inggris atau di mana pun juga,” kata Raiola.

“Saya harap Paul Pogba tidak menganggap Pogba sebagai tawanannya. Namun sebelum Solskjaer membuat komentar tentang hal-hal yang saya katakan, lebih baik dia perhatikan juga kata-kata yang ingin dia ucapkan,” Raiola menambahkan.

“Saya adalah warga negara bebas yang bisa berpikir dan mengeluarkan pendapat, sampai sekarang saya mungkin masih baik kepadanya. Ole Gunnar Solskjaer harus ingat hal-hal yang dia katakan saat musim panas ke Paul.”

“Saya rasa Solskjaer sedang frustasi untuk alasan yang lain dan malah mencampurkan beberapa masalah. Saya pikir Solskjaer memiliki persoalan lain yang perlu dikhawatirkan, setidaknya kalau saya jadi dia, sih, saya bakal memikirkannya,” ucap Raiola.

Pogba sendiri belakangan dikaitkan dengan Juventus. Menurut Raiola, Bianconeri sangat tertarik dengan kliennya tersebut.

The post Raiola: Jaga Mulutmu Solskjaer! appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Figo: Mbappe Akan Jadi Penandatanganan Bagus untuk Real Madrid

Sumberbola – Pemain depan Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe, adalah salah satu pemain terbaik di dunia, dan dia akan menjadi tambahan yang berharga bagi skuat Real Madrid. Demikian pendapat legenda Los Blancos, Luis Figo.
Di usianya yang baru 21 tahun, Mbappe telah meraih segudang prestasi yang belum bisa diraih sebagian besar pemain lain sepanjang karier mereka. Dia sudah memenangkan tiga gelar Ligue 1 Prancis, medali pemenang Piala Dunia, dan juga finis di posisi keempat dalam pemungutan suara untuk penghargaan Ballon d’Or 2018.
Lagi-lagi pemain internasional Prancis tersebut menjadi figur kunci PSG musim ini, setelah mencetak 23 gol dalam 27 pertandingan di semua ajang kompetisi.
Penampilannya yang solid terus menarik perhatian dari klub-klub top Eropa lainnya, di mana Real Madrid dilaporkan sedang memimpin perlombaan untuk mendapatkan tanda tangannya menjelang jendela transfer musim panas.
Lantas, Figo yang bermain untuk Los Blancos antara 2000 dan 2005, percaya bahwa Mbappe akan menjadi penandatanganan yang bagus untuk klub lamanya tersebut, mengingat mantan bintang AS Monaco itu selalu bersemangat untuk mengasah keahliannya.
“Usia tidak berarti apa-apa ketika Anda memiliki semua kualitas ini,” kata Figo kepada RMC Sport.
“Yang penting adalah dia terus bersemangat pada olahraga ini, bahwa dia terus meningkatkan penampilan, ingin menjadi lebih baik setiap hari. Itulah cara dia akan mencapai semua yang dia inginkan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Figo mengatakan: “Mbappe adalah pemain muda, salah satu yang terbaik di dunia, salah satu yang termahal juga.”
“Dia berada di tim yang tidak memiliki masalah keuangan, saya tidak tahu apakah mungkin untuk mengontraknya. Tapi dia akan menjadi penandatanganan yang bagus untuk Real Madrid,” tutup Figo.

Kalau Chelsea Masih Dilatih Jose Mourinho, Harry Maguire Pasti Kartu Merah

Football5star.com, Indonesia – Kapten Manchester United, Harry Maguire, dinilai beruntung luput dari kartu merah. Padahal, dia tertangkap kamera menendang selangkangan striker Chelsea, Michy Bathsuayi. Bahkan, legenda Man United, Paul Scholes, menilai bahwa Maguire bisa saja dikartu merah andai di bench Chelsea masih ada Jose Mourinho.

Dalam laga Chelsea vs Manchester United, Harry Maguire terlibat insiden dengan Michy Batshuayi. Dalam posisi terjatuh, kapten Red Devils itu secara spontan menendang bagian selangkangan Batshuayi. Kejadian itu tepat di depan bench Chelsea dan memicu reaksi keras dari ofisial tim.

Meski begitu, Harry Maguire tetap saja luput dari hukuman. Bahkan, wasit Anthony Taylor tak memberikan teguran atau kartu untuk Maguire. Kejadian itu yang lantas memicu polemik. Paul Scholes, yang notabene merupakan mantan pemain Manchester United, bahkan ikut menyoroti insiden tersebut.

Akan tetapi, Scholes lebih suka mengomentari reaksi pasif para pemain dan ofisial tim Chelsea menyikapi insiden tersebut. Menurut dia, andai di bench Chelsea masih ada sosok yang bisa bersikap lebih provokatif seperti Jose Mourinho, Harry Maguire mungkin saja diusir wasit.

“Saya pikir reaksi dari bench Chelsea harus lebih agresif.Saya rasa jika masih ada Mourinho, bench Chelsea akan lebih aktif menekan wasit dengan megacungkan tangan (memnta kartu),” ucap Paul Scholes seperti dikutip Football5star.com dari Metro.co.uk.

Dalam situasi itu, Manajer Chelsea, Frank Lampard, memang cenderung pasif. Dia tak bereaksi keras ketika ketika Michy Bathusayi terjatuh dan mengerang setelah menerima tendangan Harry Maguire. Lampard memilih mengomentari insiden setelah pertandingan.

“Harry Maguire seharusnya diusir, saya rasa itu sangat jelas dari sudut padang penglhatan saya. Hal itu tentunya bisa mengubah jalannya pertandingan,” bilang Frank Lampard.

Dalam laga Chelsea vs Manchester United yang berlangsung di Stadion Stamford Bridge, Selasa (18/2/2020) pagi WIB itu, skor akhir 0-2 untuk tim tamu. Selain insiden Maguire, Chelsea juga dirugikan dengan dua golnya yang dianulir VAR.

The post Kalau Chelsea Masih Dilatih Jose Mourinho, Harry Maguire Pasti Kartu Merah appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Aroma Konspirasi Manchester dalam Insiden Maguire vs Batshuayi

Football5Star.com, Indonesia – Insiden Harry Maguire menendang Michy Batshuayi dalam laga Chelsea vs Manchester United jadi sorotan banyak pihak. Banyak orang berpendapat kapten Red Devils seharusnya dikartu merah. Mereka pun heran melihat wasit Anthony Taylor tak memberikan hukuman setimpal.

Berbagai dugaan pun muncul. Salah satunya berbau teori konspirasi. Beberapa orang menilai ada bau-bau konspirasi Manchester dalam insiden tersebut sehingga Harry Maguire terbebas dari kartu merah. Padahal, Son Heung-min dikartu merah gara-gara insiden yang sama dalam laga Tottenham Hotspur vs Chelsea.

Ref: Anthony TaylorVAR: Chris Kavanagh pic.twitter.com/mvJXRfZSU0— Jamie (@TheRealJamez23) February 17, 2020

Aroma konspirasi muncul karena Anthony Taylor adalah orang Manchester. Dia lahir di Wythenshawe, Manchester, dan tinggal tak jauh dari Stadion Old Trafford. Sudah begitu, petugas VAR pada laga itu, Chris Kavanagh, juga berasal dari kota itu.

Fakta tersebut membuat beberapa orang mempertanyakan putusan FA menugasi mereka dalam laga yang melibatkan Manchester United. Sudah begitu, laga melawan Chelsea termasuk big match yang seharusnya diperlakukan khusus dengan menunjuk wasit yang terbebas dari bias.

“Tolong jelaskan bagaimana bisa Anthony Taylor, wasit kelahiran Manchester, dibantu oleh Chris Kavanagh yang juga kelahiran Manchester sebagai petugas VAR,” cuit pemilik akun Twitter @mancityneil.

Pertanyaan serupa dilontarkan pemilik akun @Komps4. “Chris Kavanagh dari Manchester pada VAR dan Anthony taylor dari Altrincham mewasiti pertandingan. Apakah itu diperbolehkan pada sebuah laga besar? Tak heran jika kepemimpinan mereka benar-benar mengejutkan,” cuit dia.

The post Aroma Konspirasi Manchester dalam Insiden Maguire vs Batshuayi appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Frank Lampard: Hasil Akhir Akan Beda bila Maguire Dikartu Merah

Football5Star.com, Indonesia – Frank Lampard, manajer Chelsea, menilai Manchester United bisa saja gagal menang bila Harry Maguire dikartu merah dalam insiden dengan Michy Batshuayi. Dia menilai kapten Red Devils itu jelas-jelas telah melakukan pelanggaran dan seharusnya diusir dari lapangan.

Dalam laga Chelsea vs Manchester United yang berakhir kemenangan 2-0 bagi sang tamu, Harry Maguire dan Michy Batshuayi terlibat insiden. Pada menit ke-21, bek Red Devils melakukan tendangan spontan saat mengira sang striker The Blues akan jatuh menimpa dirinya.

Insiden itu luput dari pengamatan wasit Anthony Taylor. Dia lantas meminta masukan dari Chris Kavanagh selaku petugas VAR. Hasilnya, Harry Maguire dinyatakan tak melakukan pelanggaran keras dan tak perlu dikartu merah.

skysports.com

Hal itu membuat Frank Lampard kecewa berat. Dia mengungkapkan, semua orang melihat tindakan Harry Maguire kepada Michy Batshuayi jelas-jelas harus diganjar kartu merah. “Itu secara universal memang putusan yang keliru. Itu bukan opini saya. Semua orang yang bicara dengan saya mengatakan hal yang sama,” kata dia seperti dikutip Football5Star.com dari London Evening Standard.

Banyak pihak memang menilai Maguire sepantasnya diusir dari lapangan. Mereka antara lain berpatokan pada insiden serupa yang dialami pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min. Pemain asal Korea Selatan itu dikartu merah gara-gara menendang dada Antonio Ruidiger.

Kekecewaan Frank Lampard berlipat karena VAR juga tak mampu memberikan putusan yang adil dan konsisten. “Suka atau tidak suka, VAR ada untuk hal-hal seperti itu. Namun, hasilnya tetap buruk. Itu yang membuat saya sukar menerima hal ini,” ucap dia.

Frank Lampard pun menegaskan, kekeliruan itu telah mengubah jalannya pertandingan dan hasil akhir. “Harry Maguire seharusnya dikartu merah. Dia lantas mencetak gol kedua dan pertandingan berubah karena hal itu,” ujar dia lagi.

The post Frank Lampard: Hasil Akhir Akan Beda bila Maguire Dikartu Merah appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.