Daftar Tim Peserta Babak 32 Besar Liga Europa

Football5star.com, Indonesia – Liga Europa sudah menyelesaikan seluruh pertandingan di matchday V dinihari tadi. Dari 24 laga yang berlangsung, 13 tim sudah memastikan satu tempat di babak 32 besar.

Sevilla, Espanyol, dan Celtic berhasil lolos ke fase gugur sebagai juara grup. Ketiga tim itu sukses tampil gemilang di lima partai Liga Europa dan perolehan poin mereka sudah tak bisa lagi dikejar oleh lawan-lawannya.

Sementara itu, APOEL menjadi satu-satunya tim yang sudah lolos sebagai runner up. Mereka sukses mendapatkan tiket ke babak 32 besar setelah meraih kemenangan dari wakil Luksemburg, Dudelange, dinihari tadi. Mereka menemani Sevilla sebagai perwakilan dari grup A.

twitter.com/apoelfcofficial

Berikut adalah daftar tim yang sudah lolos ke babak 32 besar Liga Europa:

Sevilla (Spanyol)Espanyol (Spanyol)Celtic (Skotlandia)APOEL (Siprus)FC Basel (Swiss)Sporting CP (Portugal)LASK (Austria)Gent (Belgia)Wolfsburg (Jerman)Braga (Portugal)Wolves (Inggris)Manchester United (Inggris)AZ Alkmaar (Belanda)

Masih ada sembilan tim lagi yang bisa mengamankan tiket ke babak gugur Liga Europa musim ini. Tim-tim besar seperti Arsenal, Lazio, AS Roma, Rangers, dan FC Porto pun dipastikan akan tampil habis-habisan di matchday VI untuk bisa lolos ke babak gugur. Delapan tempat tersisa akan dihuni oleh tim-tim yang finis di posisi tiga babak grup Liga Champions.

UEFA sendiri baru akan melakukan pengundian babak 32 besar pada tanggal 16 Desember mendatang di Nyon, Swiss. Tepat setelah pengundian babak 16 besar Liga Champions.
The post Daftar Tim Peserta Babak 32 Besar Liga Europa appeared first on Football5star Berita Bola.

Solskjaer: Manchester United Seharusnya Bisa Menang

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, sangat menyayangkan kekalahan yang diderita timnya di markas FC Astana pada Jumat (29/11) dinihari WIB. Menurutnya, The Red Devils seharusnya pulang membawa tiga poin karena tampil baik selama 90 menit.

Kekalahan ini harus didapatkan oleh Manchester United setelah mereka menurunkan cukup banyak pemain muda di markas Astana. Total, Solskjaer hanya menurunkan tiga nama senior. Yakni Luke Shaw, Jesse Lingard, dan Lee Grant.

“Para pemain sudah mendapatkan banyak pelajaran dan mampu memberikan saya bahan untuk berpikir selama beberapa hari ke depan. Saya sangat puas dengan penampilan mereka di pertandingan ini,” ungkap Solskjaer dikutip dari laman resmi UEFA.

twitter.com/manutd

“Para pemain memiliki hubungan yang sangat baik. Hal itu tercermin dari cara kami bermain di pertandingan ini. Sayangnya, kami tidak bisa pulang membawa poin. Mereka pantas meraih kemenangan di pertandingan ini,” sambung Solskjaer menambahkan.

Meskipun kalah, posisi Manchester United di puncak klasemen grup L tetap tak tergoyahkan. Pasalnya, AZ Alkmaar yang ada di posisi runner up gagal meraih kemenangan ketika menjamu wakil Serbia, Partizan Belgrade.

Selain itu, hasil pertandingan AZ Alkmaar vs Partizan juga membuat The Red Devils dipastikan lolos ke babak 32 besar. Di partai pamungkas, mereka akan berusaha untuk mempertahankan posisi puncak ketika menjamu AZ Alkmaar di Old Trafford pada 13 Desember mendatang.

The post Solskjaer: Manchester United Seharusnya Bisa Menang appeared first on Football5star Berita Bola.

Astana vs Manchester United: Ditaklukkan Tim Juru Kunci

Football5star.com, Indonesia – Pasukan muda besutan Ole Gunnar Solskjaer mengalami kekalahan 1-2 di pertandingan Astana vs Manchester United. Hasil itu membuat tim berjulukan Red Devils berpotensi kehilangan posisi puncak klasemen Grup L meski sudah memastikan lolos.

Partai Astana vs Manchester United merupakan matchday kelima Grup L Liga Europa musim ini. Laga tersebut berlangsung di Astana Arena, Kamis (28/11/2019) malam WIB.

Satu gol Man United diciptakan Jesse Lingard saat laga baru berlangsung 10 menit. Dua gol balasan Astana diciptakan Dmitriy Shomko (55′) dan gol bunuh diri Dishon Bernard (62′).

Di pertandingan ini Ole Gunnar Solskjaer membawa sebagian besar pemain muda dan hanya empat pemain inti. Kendati demikian, Man United tetap mampu mendominasi jalannya laga sejak menit awal bergulir.

Hasilnya, pada menit ke-10 berawal dari umpan Luke Shaw, Jesse Lingard bisa membuka keunggulan 1-0. Tembakan kerasnya dari luar kotak penalti tak mampu diantisipasi kiper Astana.

Jesse Lingard has scored in 100% of the games in which he has captained Man Utd.Off the mark for the season #ASTMUN pic.twitter.com/qB5vVOcSuy— Alexander Umeakubuike (@whizkrane) November 28, 2019

Setelah gol tersebut, tim tuan rumah memperlihatkan perlawanan dan agresivitas mencetak gol balasan. Alhasil, permainan jual beli serangan pun terjadi. Namun, hingga turun minum tetap tidak gol tambahan tercipta.

Pada paruh kedua, Astana berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-55. Bermula dari umpan Roman Murtazayev, Dmitriy Shomko mampu memaksimalkannya menjadi gol.

Malapetaka dialami Red Devils pada menit ke-62. Di’Shon Bernard melakukan aksi gol bunuh diri sehingga membuat anak asuh Roman Grigorchuk berbalik unggul 2-1.

Beberapa peluang tambahan kembali didapatkan kedua kesebelasan pada sisa waktu pertandingan. Namun, hingga wasit mengakhiri laga tidak ada gol lain tercipta.

Hasil ini membuat Man United untuk sementara tetap di puncak klasemen dengan raihan 10 poin. Namun, posisi tersebut sebelum AZ Alkmaar menuntaskan laga melawan Partizan Belgrade. Ya, AZ saat ini berada di urutan kedua dengan raihan 8 poin.

Artinya, Man United masih berpotensi kehilangan puncak klasemen Grup L meski telah memastikan lolos. Sementara itu, Astana yang berstatus juru kunci akhirnya mendapat poin pertama di Liga Europa musim ini.

Susunan pemain Astana vs Manchester United

Astana: 1-Nenad Eric, 2-Antonio Rukavina, 27-Yuri Logvinenko, 77-Dmitri Shomko, 15-Abzal Beysebekov, 44-Evgeni Postnikov, 10-Runar Mar Sigurjonsson, 18-Ivan Maevski, 91-Sergei Khizhnichenko (28-Yurit Pertsukh 85′), 45-Roman Murtazayev (32-Rangelo Janga 90’+1), 9-Dorin Rotariu

Kartu kuning: Runar Mar Sigurjonsson (39′), Yuri Logvinenko (69′), Abzal Beysebekov (81′), Dmitri Shomko (83′)

Pelatih: Roman Grigorchuk

Manchester United: 13-Lee Grant, 23-Luke Shaw, 38-Axel Tuanzebe, 58-Di’Shon Bernard, 41-Ethan Laird, 14-Jesse Lingard, 28-Angel Gomes (54-Ethan Galbraith 89′), 63-Dylan Levitt, 37-James Garner (59-Largie Ramazani 84′), 44-Tahith Chong (49-D’Mani Bughail-Mellor 65′), 26-Mason Greenwood

Kartu kuning: Dylan Levitt (59′), Jesse Lingard (88′)

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

Wasit: Donatas Rumsas
The post Astana vs Manchester United: Ditaklukkan Tim Juru Kunci appeared first on Football5star Berita Bola.

Pelatih Lyon Terburuk dalam Sejarah Liga Champions

Gilabola.com – Pelatih Lyon, Rudi Garcia, dinobatkan sebagai pelatih terburuk dalam sejarah Liga Champions setelah klub Ligue 1 itu kalah 0-2 dari Zenit St Petersburg, Kamis (28/11).
Kompetisi teratas Eropa ini pada dasarnya mempertemukan tim-tim terbaik di dunia. Tapi, harus diakui, beberapa manajer kurang berhasil dibandingkan pelatih yang lain.
Setelah kalah 0-2 di kandang Zenit St Petersburg, Lyon mendapati kualifikasi mereka di fase grup menjadi agak rumit untuk bisa melaju ke babak sistem gugur Liga Champions. Hasil itu bahkan cukup untuk mengukuhkan manajer mereka, Rudi García, sebagai pelatih terburuk secara statistik di kompetisi bergengsi klub-klub papan atas Eropa tersebut.
Dalam sejarah Liga Champions – di mana sebelumnya catatan itu terjadi pada tahun 1992, Garcia tercatat telah bertanggung jawab pada 27 pertandingan, yakni bersama Lille, AS Roma dan Lyon. Di sepanjang 27 pertandingan tersebut, menurut catatan OptaJean, ia hanya kantongi lima kemenangan dan punya catatan rata-rata 0,85 poin per game. Sungguh catatan luar biasa mengingat pengalaman manajerialnya.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Moussa Dembele Setuju Tinggalkan Lyon Ke Klub Inggris
Dembele Setuju Selamatkan Nasib Manchester United

Masih menurut OptaJean, catatan pelatih Lyon itu yang hanya sebesar 0,85 poin per pertandingan di Liga Champions, menjadi rata-rata terendah dari seorang manajer di klub manapun, yang sudah melakoni setidaknya 20 pertandingan di kompetisi tersebut.
Rudi García datang ke Lyon menggantikan Sylvinho pada Oktober lalu. Di Ligue 1 Lyon mampu bertengger di urutan ke-9 dan hanya berjarak enam poin di belakang Marseille yang berada di urutan kedua.
Tapi di ajang Eropa, mereka sudah diperkirakan akan tersingkir dan akan sangat tergantung pada pertandingan terakhir. Mereka harus menang saat menjamu RB Leipzig di laga terakhir grup – tim Bundesliga yang hanya butuhkan hasil imbang di laga ini. Demikian diungkapkan AS.
Pelatih asal Prancis berusia 55 tahun itu naik daun saat ia mengasuh Roma pada 2013 hingga 2016 lalu. Namun, pada Januari 2016, Garcia serta dua asistennya, Frédéric Bompard dan Claude Fichaux, didepak karena prestasi anjlok yang dialami Giallorossi.
Saat itu, Roma hanya berhasil menang satu kali dalam 10 laga terakhir di semua kompetisi, bahkan hanya satu-satunya kemenangan dalam tujuh laga terakhir di Serie A. Saat itu, Roma bahkan tereliminasi dari ajang Coppa Italia 2015/16, setelah dikalahkan tim Serie B, Spezia.
Dalam dua setengah tahun kepemimpinannya di Roma, pelatih Lyon itu mencatatkan 60 kemenangan, 32 imbang dan 22 kekalahan dalam 114 pertandingan. Pada 20 Oktober 2016, Roma resmi memecat Garcia. Pelatih ini kemudian mengasuh Marseille, sebelum akhirnya gabung ke Lyon.
Sumber: Pelatih Lyon Terburuk dalam Sejarah Liga Champions

Max Taylor, Calon Debutan MU yang Sempat Idap Kanker Testis

Football5star.com, Indonesia – Manchester United membawa skuat mudanya saat tandang ke Astana dalam lanjutan Liga Europa, Jumat (29/11/2019) dinihari WIB. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Max Taylor.

Bagi Max Taylor, ini merupakan kesempatan pertamanya di panggil ke tim senior Manchester United. Namun, di balik itu, ada cerita haru yang membawa pemain 19 tahun ke skuat Ole Gunnar Solskjaer.

Di usia yang masih sangat muda, Taylor mengidap penyakit kanker testis. Penyakit ini sempat membuatnya putus asa dan terancam tak bisa lagi melanjutkan karier sebagai pesepak bola.

BBC

“Saya sudah merasakan benjolan. Dokter melakukan pemindaian dan mengira itu adalah kista, yang cukup umum terjadi pada orang seusia saya. Tapi ketika dilakukan pemindaian ulang, ukurannya semakin besar,” kata sang wonderkid kepada BBC, Rabu (27/11/2019).

“Dokter kemudian mendatangkan dokter spesial untuk
pemeriksaan lanjutan. Di situlah saya diberitahu di dalam area infeksi di
sebelah kista ada tumor dan merupakan kanker testis,” sambungnya.

Pemain asli Manchester ini bahkan harus menjalani kemoterapi
November 2018. Rangkaian pengobatan yang dilakukan dokter akhirnya membuahkan
hasil. Sang pemain dinyatakan sembuh beberapa waktu lalu.

Pulihnya Max Taylor dari penyakit mematikan yang diidap pun membawanya kembali ke dunia sepak bola. Ia mengenyam latihan untuk pertama kali pascakemoterapi pada September lalu.

Dan untuk pertama kalinya setelah 12 bulan berjuang melawan
kanker testis, Taylor dipanggil memperkuat MU di Kazakhstan. “Ketika saya
kembali, orang-orang bertanya bagaimana saya memulai lagi. Itu sangat berarti,”
ia menambahkan.

“Begitu saya mulai berlatih, saya ingin diperlakukan sama seperti orang lain. Saya sudah mengenal beberapa satu tim sejak berusia 14 tahun. Saya tidak mengabaikan fakta bahwa saya menderita kanker, tapi saya tidak ingin itu jadi pengingat orang pada saya,” imbuh Max Taylor.

The post Max Taylor, Calon Debutan MU yang Sempat Idap Kanker Testis appeared first on Football5star Berita Bola.

Liverpool Tak Bisa Lebih Mudah Jalani Kompetisi Liga Champions

Gilabola.com – Liverpool tak bisa membuat kompetisi Liga Champions berjalan mudah untuk diri mereka sendiri. Demikian pengakuan sang pelatih, Jurgen Klopp, usai permainan imbang 1-1 kontra Napoli, Kamis (28/11).
Namun, menurut Klopp, the Reds tidak akan alami tekanan seberat yang mereka rasakan 12 bulan lalu.
Hasil imbang 1-1 di kandang Napoli membuat the Reds setidaknya harus bukukan skor imbang saat mereka bertemu Red Bull Salzburg dua pekan mendatang. Tambahan satu poin inilah yang dibutuhkan skuad Klopp untuk melaju ke babak sistem gugur.
Itu menjadi pertanyaan yang sedikit lebih mudah dibandingkan Desember lalu, saat nasib mereka lebih banyak bergantung pada tendangan di menit-menit akhir laga di kandang Napoli, plus penyelamatan yang dilakukan Alisson Becker yang memastikan kemenangan 1-0 dan membawa the Reds lolos ke babak 16 besar – yang juga membawa mereka menjadi juara Liga Champions musim lalu.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Liverpool Tanpa Fabinho Hingga Tahun Baru
Guardiola dan Klopp Berbagi Panggung LMA Hall of Fame

“Saya sudah empat tahun (di sini), beri tahu saya kapan kompetisi ini berjalan mudah bagi kami?”, tandas Jurgen Klopp.
“Tahun lalu, kami harus menang di kandang 1-0 melawan Napoli, saya tidak bisa mengingat permainan yang memiliki tekanan yang lebih besar dari itu. Jadi, sangat sulit, dan kami berhasil,” tambah Klopp seperti dilansir thisisAnfield.com.
“Saya tahu bagaimana sikap manusia; mereka berharap kita bisa menyelesaikan fase grup malam ini dan membuat semacam permainan hiburan di Salzburg nanti,” ujar pelatih Liverpool berusia 52 tahun itu.
“Begitulah situasinya, jika kita punya ambisi di Liga Champions, kita harus menunjukkannya di Salzburg nanti. Sampai saat itu, kami harus menunjukkan ambisi kami di Liga Premier,” tegas mantan pelatih Mainz dan Borussia Dortmund ini.
Yang memprihatinkan bagi Klopp, cedera engkel yang dialami gelandang andalannya, Fabinho, yang membuat pemain itu harus ditarik keluar di babak pertama. “Pada saat ini, pertandingan berakhir, masalah saya, Fabinho cedera dan Brighton (pertandingan the Reds Sabtu akhir pekan ini),” ujar Klopp.
“Saya tidak tahu (bagaimana dia). Dia kesakitan, jadi itu tampaknya tidak baik. Dia tidak bisa melanjutkan pertandingan dan sangat kesulitan,” ungkapnya.
“Saya tidak ingin mengatakan apa yang saya harapkan, karena saya harap cederanya itu tidak terlalu serius, tapi kita akan tahu lebih banyak, mungkin besok, mungkin lusa. Kita lihat saja nanti,” tambah Klopp.
Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti, melihat tanda-tanda di Anfield bahwa nasib timnya akan alami perubahan meskipun mereka sudah lakoni pertandingan ketujuh tanpa kemenangan.
“Saya tidak ragu, tim saya akan kembali bermain di level terbaiknya dan kami melihatnya dalam pertandingan melawan Liverpool hari ini,” ujar pelatih asal Italia itu, yang timnya yang berada di posisi kedua grup dan akan hadapi Genk di pertandingan terakhir.
“Ada banyak harapan di sekitar game ini. Mungkin orang mengira kita kebobolan gol tapi itu belum terjadi. Kami belum kembali ke kondisi terbaik, tetapi kami selalu sangat solid. Situasi sekarang ini sangat ideal bagi grup. Itu hasil yang positif bagi kami,” ujar Ancelotti.
Sumber: Liverpool Tak Bisa Lebih Mudah Jalani Kompetisi Liga Champions

Romelu Lukaku Cetak Gol ke-250 Saat Kalahkan Slavia

Gilabola.com – Romelu Lukaku cetak gol ke-250 saat kalahkan Slavia Praha di laga Liga Champions. Inter Milan menang skor 1-3 di laga itu.
Romelu Lukaku dilaporkan The National telah mecetak gol ke-250 dalam karirnya sejauh ini. Lautaro Martinez meraih 2 gol dan Lukaku juga mencetak gol saat Inter Milan mengalahkan Slavia Praha skor 3-1 di Liga Champions pada hari Rabu, hingga menghidupkan harapan mereka untuk memenuhi syarat masuk tahap knockout.
Lukaku melakukan serangan cepat di menit ke-81 setelah mencetak gol dengan mudah ke dalam jaring kosong. Gol itu adalah gol karir ke-250 Lukaku di klub sepak bola dan lebih 52 gol untuk Belgia.
“Saya tidak suka berbicara tentang seorang pemain tunggal (tidak klaim gol akibat kerja Lukaku sendiri), saya lebih suka berbicara tentang perjuangan tim, tapi yang pasti dua striker kami sudah bermain dengan sangat baik,” ujar Antonio Conte selaku pelatih Inter.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Legenda Inter Dukung Antonio Conte Akhiri Dominasi Juventus
Lukaku Terluka Dua Gol Dianulir, Hajar Gol Menit 81 Keras-keras

“Saya senang karena penting untuk mencetak gol dan terutama jika gol ini sampai memungkinkan kami berkesempatan untuk terus ke tahap berikutnya. Kami memberikan makna pada pertandingan melawan Barca (dalam laga terakhir mereka) dengan menang.”
Romelu Lukaku ingin terus bantu Inter Milan melaju sejauh mungkin
“Kami mengharapkan pertandingan yang besar, pertandingan yang keras, tapi kami tahu bahwa kami dapat mengandalkan 80.000 orang suporter yang akan datang ke Stadion untuk memberi kami dukungan. Itulah yang kami inginkan sebenarnya.”
Sementara itu Lukaku meraih gol pertamanya di Liga Champions setelah mencetak 10 gol di Serie A. “Kami tahu kalai kami harus menang dan menunjukkan seberapa tingginya keinginan dan kualitas yang kami miliki,” ujar Lukaku.
“Ada beberapa momen kami mengalami kesulitan, tetapi kami terus bertahan dengan baik dan memastikan laga di bawah kendali kami. Kami tahu apa yang harus kami lakukan dan kami sangat senang atas hasil di laga kali ini.”
“Sebelumnya kami sudah berada dalam situasi yang sulit. Selanjutnya kami akan bermain melawan Barcelona. Mereka adalah salah satu dari 3 tim terbaik di dunia saat ini,” pungkasnya.
Sumber: Romelu Lukaku Cetak Gol ke-250 Saat Kalahkan Slavia

Nemanja Matic Dirumorkan Bakal Ikuti Jose Mourinho

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Manchester United Nemanja Matic jelang laga melawan Astana di Liga Europa meninggalkan tempat latihan tim berjuluk Red Devils tersebut.

Kepergian Matic dari tempat latihan makin menguatkan rumor bahwa dirinya bakal mengikuti Jose Mourinho dengan bergabung ke Tottenham Hotspur.

independent

Dilansir Football5star.com dari Daily Mail, Kamis (28/11/2019) hal ini jadi tindakan Matic yang makin menyiratkan dirinya tak betah lagi di Old Trafford.

Sebelum meninggalkan tempat latihan, Matic menolak untuk mengikuti malam gala diner Manchester United. Selain itu, lewat akun Instagram pribadinya, ia juga sempat mengisyarakatkan waktunya di Old Trafford hampir berakhir.

Pada musim ini, pemain berusia 31 tahun tersebut sudah terpinggirkan dari skuat Ole Gunnar Solskjaer. Ia tercatat hanya dua kali main di Liga Inggris.

Posisi eks pemain Chelsea tersebut sudah terpinggirkan dan kalah dari Fred, Scott McTominay dan Andreas Pereira.

The post Nemanja Matic Dirumorkan Bakal Ikuti Jose Mourinho appeared first on Football5star Berita Bola.

Lionel Messi Bermain Tak Normal Saat Barcelona Kalahkan Dortmund

Gilabola.com – Lionel Messi bermain tak normal saat ia memperkuat Barcelona hadapi Borussia Dortmund, dan menang 3-1, Kamis (28/11) dinihari tadi.
Hal ini diungkapkan sang kiper, Marc-Andre ter Stegen, yang sangat memuji penampilan Messi yang membawa Barca menang 3-1 atas Dortmund. Messi menandai penampilannya yang ke-700 di Barcelona itu dengan satu gol dan dua assist, serta membawa klub mengamankan posisi teratas di fase grup dan berhasil melaju ke babak sistem gugur.
Inilah yang dibuat Ter Stegen takjub dengan penampilan Messi dan Barca di Camp Nou dinihari tadi. “Kami memainkan sepakbola yang bagus malam ini. Kami berhasil mencetak gol, yang memang kami incar. Kami berharap, kami bisa membuktikan di pertandingan fase grup yang terakhir bahwa kami layak untuk memimpin grup,” tandas Ter Stegen seperti dilansir Barca Blaugranes.
“Tujuh ratus pertandingan untuk Barcelona itu tidak normal, begitu juga ketika dia (Messi) tampil di lapangan. Dia-lah satu-satunya pemain terbaik di dunia,” tambah kiper Timnas Jerman itu.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Lionel Messi Tak Diragukan Bartomeu Sebagai Yang Terbaik
Ronaldo Didukung Andre Villas-Boas Dapat Ballon d’Or

Lampaui Rekor Cristiano Ronaldo
Lewat satu golnya ke gawang Dortmund tersebut, Lionel Messi juga berhasil melampaui rekor gol Cristiano Ronaldo ke gawang tim yang ke-34 di Liga Champions.
Die Borussen menjadi tim ke-34 yang gawangnya dibobol Messi dalam laga yang dimenangkan Barca, 3-1, dinihari tadi. Di laga itu, Messi mencetak satu gol, namun menjadi penyuplai bola untuk gol-gol Luiz Suarez dan Antoine Griezmann. Pemenang lima Ballon d’Or itupun lampaui kategori rekor yang sama yang sebelumnya menjadi milik Cristiano Ronaldo dengan 33 tim.
Namun, rekor Messi itu dibayang-bayangi koleksi bintang Real Madrid, Karim Benzema, yang saat ini telah mencetak gol ke gawang 29 tim. Lalu, ada Thomas Muller dan Zlatan Ibrahimovic yang sama-sama telah mencetak gol ke gawang 25 tim berbeda.
Selanjutnya ada Robert Lewandowski, Sergio Aguero, Didier Drogba, Arjen Robben dan Samuel Eto’o yang masuk dalam daftar 10 besar rekor mencetak gol gawang tim terbanyak.
Sementara dalam laga kontra Dortmund, skuad asuhan Ernesto Valverde menunjukkan tanda-tanda sepakbola menyerang terbaik mereka, di mana pelatih 55 tahun itu langsung mainkan ketiga pemain depannya; Lionel Messi, Suarez dan Griezmann, yang sama-sama masuk dalam daftar pencetak gol di laga tersebut.
Berikutnya, Barca dipastikan akan kembali tampil trengginas di laga melawan Atletico Madrid di ajang La Liga pada akhir pekan ini. Saat ini, raksasa Catalan tersebut bertengger di puncak klasemen La Liga dengan poin 28 – hanya unggul selisih gol di depan Real Madrid. Sementara Atletico, berada tiga poin di bawah keduanya di urutan keempat. Sedangkan di posisi ketiga diisi Sevilla dengan 27 poin.
Sumber: Lionel Messi Bermain Tak Normal Saat Barcelona Kalahkan Dortmund

Napoli Sudah Ditebak Ancelotti Bakal Imbangi Liverpool

Gilabola.com – Napoli sudah ditebak Carlo Ancelotti bakal imbangi Liverpool di laga Liga Champions mereka. Ia tetap mau memuji tim lawan.
Carlo Ancelotti dilaporkan Liverpool Echo telah mengungkapkan bahwa dirinya ‘yakin’ jika Napoli akan memberikan rasa frustrasi Liverpool yang keren di laga malam Liga Champions mereka. Ia sama sekali tidak meragukan kemampuan timnya sebelum laga sekalipun.
Ancelotti mengakui jika The Reds memang layak mendapat poin mereka di Grup E. Dries Mertens mencetak gol di babak pertama sebelum Dejan Lovren menyamakan skor pada menit ke-65 untuk memaksa Liverpool terima hasil imbang skor 1-1 di Anfield pada Rabu malam waktu setempat.
Hasilnya membuat The Reds yang membutuhkan hasil lebih positif saat lawan RB Salzburg untuk menjamin laju ke tahap knockout. Tim polesan Ancelotti akan mengusahakan skor besar juga saat melawan kubu Genk.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Liverpool Tanpa Fabinho Hingga Tahun Baru
Guardiola dan Klopp Berbagi Panggung LMA Hall of Fame

Mereka sekarang telah menghindari kekalahan di 3 dari 4 pertemuan Liga Champions mereka dalam 2 musim terakhir. Ancelotti berkata: “Saya sudah tahu kalau kami akan bermain dengan baik di laga tadi, saya yakin kami akan bermain dengan saaangat baik. Liverpool itu adalah tim yang luar biasa ya, mereka tim yang fantastis sekali.”
Napoli senang main di Anfield lawan Liverpool
“Tapi hanya karena Anda memainkan pertandingan hebat melawan tim seperti Liverpool tidak berarti Anda selalu mendapatkan hasilnya (belum tentu menang). Mungkin permainan tidak secara estetis menyenangkan, tapi kami berpikiran jelas dan solid, tujuan kami adalah untuk lolos ke babak berikutnya.”
“Kami telah menunjukkan karakter dan mentalitas yang hebat di laga tadi. Kami sudah kembali ke arah bermain di tingkat terbaik yang kami inginkan. Ada banyak harapan dari pertandingan tadi, mungkin orang akan berpikir kami akan dapat gol lagi tapi hal itu tidak terjadi.”
“Kami tidak merasakan tekanan yang sama di pertandingan kali ini. Penting untuk diingat bahwa Anda sangat beruntung lho dapat bertanding lawan Liverpool, keberuntungan yang bagus untuk bermain di Anfield.”
“Kami memiliki bentuk permainan yang bagus. Kami bisa saja tidak kebobolan jika punya pemain lebih tinggi lebih dekat bola saat gol penyeimbang mereka dapatkan. Akhirnya Liverpool memang tidak pantas untuk kalah malam ini.”
Sumber: Napoli Sudah Ditebak Ancelotti Bakal Imbangi Liverpool