David de Gea Sebut Pemain United Kurang Berkualitas

Football5star.com, Indonesia – Kiper asal Spanyol David de Gea mengatakan bahwa pemain di Manchester United musim ini bisa dikatakan kurang berkualitas. Hal itu yang membuat United acapkali raih hasil minor.

De Gea membantah jika pemain United kurang menunjukkan usaha saat bertanding. Ia justru lebih setuju bahwa pemain United pada musim ini memang tak berkualitas.

“Saya kira bukan soal kurang berusaha, para pemain menunjukkan usaha maksimal di latihan dan saat bertanding. Namun Anda bisa melihat soal kualitas di beberapa lini.” kata David de Gea seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Sabtu (30/11/2019).

@EuropaLeague

Menyinggung soal kekalahan United dari Astana di ajang Liga Europa, de Gea mengatakan bahwa rekan-rekannya memang bermain buruk. Bahkan ia menyebut permainan United di babak pertama melawan Astana terburuk di tahun ini.

“Kami memang benar-benar tampil buruk di babak pertama. Mungkin jadi salah satu pertandingan yang terburuk di tahun ini,” katanya.

“Sedangkan pada babak kedua, tim bereaksi cukup baik. Sayangnya hal itu belum cukup bagi kami meraih kemenangan,” tambahnya.

De Gea pun berharap bahwa di sisa musim ini, permaina United bisa menunjukkan grafik perubahan. Ia menyebut ada empat sampai lima laga yang harus ditutup dengan kemenangan pada akhir tahun ini.

“Kami harus memenangkan pertandingan untuk berada di posisi terbaik. Kami harus meraih empat atau lima laga beruntun di sisa pertandingan pada tahun ini.” tutup de Gea.

The post David de Gea Sebut Pemain United Kurang Berkualitas appeared first on Football5star Berita Bola.

Presiden Barcelona Tegaskan Messi Pesepakbola Terbaik Sepanjang Masa

Berita Bola – Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, menegaskan bahwa Lionel Messi merupakan pesepakbola terbaik sepanjang masa, ketika bintang berusia 32 tahun itu akan memperebutkan penghargaan Ballon d’Or tahun ini pada minggu depan.
Messi yang sepanjang musim ini sudah mengumpulkan 10 gol dalam 13 penampilan untuk tim Catalan di semua ajang, memiliki peluang besar mendapatkan gelar Ballon d’Or keenam untuk kariernya pada pekan depan di Paris. Di sisi lain, penyerang internasional Argentina itu sering dibanding-bandingkan dengan Pele, Diego Maradona ataupun Cristiano Ronaldo sebagai pemain terbaik di sunia sepakbola.
Sementara perbandingan itu selalu memiliki nama berbeda sebagai yang terbaik, Bartomeu selaku presiden Barca menegaskan bahwa penyerang berusia 32 tahun itu merupakan pesepakbola terbaik sepanjang masa.
“Tanpa diragukan lagi Leo Messi adalah pemain terbaik dalam sejarah sepakbola, ia telah membuat tanda besar di dunia sepakbola,” kata Bartomeu kepada situs web klub.
“Tidak ada klub di dunia yang memiliki kesuksesan sebanyak Barca, dengan pemain yang telah memenangkan enam gelar individu Golden Boots atau memiliki lima penghargaan Ballon d’Or. Dia adalah pemain yang berbeda, yang mampu mengubah dinamika permainan dan menciptakan momen luar biasa.
“Itu telah membantu klub kami menjadi lebih global dan, dibandingkan dengan era lainnya, dia telah menciptakan era yang sangat kuat,” jelasnya.

Wakil Presiden AS Monaco: Mbappe Akan Gabung Real Madrid

Sumberbola – Kylian Mbappe telah menjadi salah satu pemain terbaik dunia, sehingga tidak mengejutkan jika Liverpool telah dikaitkan dengan penyerang Paris Saint-Germain itu.
Menurut The Telegraph, Liverpool tertarik dengan jasa Mbappe. Sementara pemain internasional Prancis itu sendiri juga memiliki ambisi untuk bermain di Liga Premier Inggris dan mengagumi The Reds serta manajer mereka, Jurgen Klopp.
Laporan itu juga mengklaim bahwa klub raksasa Merseyside itu pernah ingin merekrut pemain berusia 20 tahun tersebut sebelum dia meninggalkan AS Monaco untuk bergabung dengan PSG pada 2017 lalu. Bahkan, Liverpool sempat menggelar pembicaraan dengan remaja tersebut.
Sejak itu, Mbappe telah tampil luar biasa untuk PSG dan dianggap sebagai salah satu penyerang terbaik di planet ini. Memang benar bahwa PSG adalah klub besar, tetapi akan ada titik di mana penyerang itu akan meninggalkan Ligue 1 Prancis, dan Liverpool akan menjadi pilihan yang sangat baik untuknya.
Namun demikian, menurut wakil presiden AS Monaco, Vadim Vasilyev, Real Madrid lah yang akan menjadi klub tujuan penyerang muda bernilai 130 juta Pounds tersebut.
Berbicara kepada Le Parisien, Vasilyev mengatakan: “Kylian akan bergabung dengan Real Madrid, saya tidak tahu kapan, tetapi tampaknya tidak terhindarkan.”
“Klub ini sangat penting dalam hidupnya. Madrid memiliki tawaran yang lebih menarik daripada PSG pada 2017, tetapi dia mengatakan kepada saya bahwa terlalu dini untuk meninggalkan Prancis, dan Paris adalah rumahnya,” pungkasnya.

Solskjaer Tak Bisa Sulap Manchester United

Football5star.com, Indonesia – Striker Bournemouth, Joshua King, menilai Ole Gunnar Solskjaer butuh waktu untuk bisa mengangkat kembali prestasi Manchester United.

King kenal betul siapa Solskjaer. Keduanya sama-sama berasal dari Norwegia dan pernah bekerja sama di tim junior Setan Merah.

“Solskjaer bagus, tapi ini adalah awal karier manajerialnya. Dia brilian dengan saya, dan membantu saya. Saya mengenalnya sebagai pribadi dan manajer dan sangat menghormatinya,” kata King di Soccerway.

“Ketika dia mengambil alih United, saya sangat bahagia untuknya dan keluarganya karena saya tahu betapa berartinya itu sebagai pribadi, itu selalu menjadi mimpinya. Saya berharap dan percaya dia akan membawa United kembali ke tempat mereka, tapi jelas mereka butuh waktu.”

Getty Images

King juga membahas soal junior di timnas Norwegia, Erling Haaland. Nama terakhir berhasil mencuri perhatian bersama Salzburg di Liga Champions.

“Haaland luar biasa, bukan? Saya benar-benar bahagia untuk anak itu. Kami memiliki masa depan yang baik untuk Norwegia dengan dia, Martin Odegaard dan Sander Berge. Langit adalah batas baginya,” King menambahkan.

King sendiri tampil cukup bagus bersama Bournemouth musim ini. Ia sudah menyumbangkan tiga gol dan dua assist dalam 13 pertandingan Liga Inggris.

The post Solskjaer Tak Bisa Sulap Manchester United appeared first on Football5star Berita Bola.

Tak Peduli Hasil, Solskjaer Beri Pujian untuk Jesse Lingard

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer memberikan pujian kepada gelandang serang miliknya Jesse Lingard usai kekalahan dari Astana di Liga Europa, Jumat (29/11/2019).

Meski United menelan kekalahan 1-2 dari Astana, Solskjaer menyebut penampilan Lingard sangat baik. Ia pun menilai Lingard sukses menjalankan tugasnya sebagai kapten tim.

getty images

“Mencetak gol penting bagi penyerang dan golnya luar biasa tapi saya rasa penampilannya sangat berkelas,” puji Solskjaer seperti dikutip Football5star.com dari Goal.

Soal kepemimpinannya sebagai kapten tim, Solskjaer menyebut pemain 26 tahun tersebut mengetahui bagaimana harus bersikap di tengah lapangan.

“Dia memimpin tim dengan memberi contoh, energi, menggerakkan tim, mencetak gol, hebat di ruang ganti sepanjang perjalanan, saya rasa dia membuat dirinya bangga hari ini,” tutup Solskjaer.

The post Tak Peduli Hasil, Solskjaer Beri Pujian untuk Jesse Lingard appeared first on Football5star Berita Bola.

Robert Moreno Tak Terima Kesetiannya Dipertanyakan Luis Enrique

Sumberbola – Mantan pelatih Spanyol, Robert Moreno, mengatakan bahwa pernyataan dari Luis Enrique yang mempertanyakan tentang kesetiannya sama sekali tidak adil.
Moreno menjabat sebagai asisten Luis Enrique untuk tim nasional hingga bulan Juni. Saat Enrique memutuskan untuk mundur, Moreno menggantikannya. Moreno berhasil membawa Timnas Spanyol mencapai Euro 2020.
Akan tetapi, Moreno tidak ditunjuk sebagai staf oleh Luis Enrique. Dalam konferensi pers beberapa hari lalu, Enrique mengatakan bahwa Moreno tidak setia dan terlalu ambisius. Lantas, Moreno tidak terima dengan pernyataan mantan pelatih Barcelona itu.
“Saya tidak ingin dicela, tetapi saya secara pribadi telah diserang dan diberi label dengan sesuatu yang bukan saya,” kata Moreno dalam konferensi pers. “Dalam teka-teki ini, karya saya hilang.
“Sembilan tahun yang lalu, saya mulai bekerja dengan Luis Enrique. Kami selalu mengikutinya, setia, sampai ia mencapai tim nasional.
“Tidak ada yang tahu berapa lama dia akan keluar, tetapi apa yang kita semua tahu adalah, jika ada kemungkinan baginya untuk kembali ke tim nasional, staf kami harus tetap di sini.
“Jadi, saya maju dan mengambil alih tim. Jika saya tidak melakukannya, sekarang Luis Enrique tidak akan menjadi pelatih tim nasional. Itu akan menjadi pelatih lain.”
Dia menambahkan: “Sampai saat ini, sejujurnya saya tidak tahu mengapa Luis Enrique tidak ingin saya bersamanya. Saya tidak tahu karena dia tidak jelas dalam konferensi persnya.
“Dia melabeli saya dengan dua kata sifat [” tidak setia “dan” ambisius “] yang sangat jelek dan saya tidak pantas. Saya telah membuktikan sepanjang waktu saya bekerja dengannya bahwa saya tidak seperti itu.
“Tahun-tahun akan berlalu dan saya masih tidak akan tahu. Dia tidak bisa menjelaskannya – atau saya tidak bisa memahaminya sesuai dengan apa yang dikatakan orang-orang saya kepada saya, karena saya sendiri tidak menonton konferensi pers,” tutupnya.

Daftar Tim Peserta Babak 32 Besar Liga Europa

Football5star.com, Indonesia – Liga Europa sudah menyelesaikan seluruh pertandingan di matchday V dinihari tadi. Dari 24 laga yang berlangsung, 13 tim sudah memastikan satu tempat di babak 32 besar.

Sevilla, Espanyol, dan Celtic berhasil lolos ke fase gugur sebagai juara grup. Ketiga tim itu sukses tampil gemilang di lima partai Liga Europa dan perolehan poin mereka sudah tak bisa lagi dikejar oleh lawan-lawannya.

Sementara itu, APOEL menjadi satu-satunya tim yang sudah lolos sebagai runner up. Mereka sukses mendapatkan tiket ke babak 32 besar setelah meraih kemenangan dari wakil Luksemburg, Dudelange, dinihari tadi. Mereka menemani Sevilla sebagai perwakilan dari grup A.

twitter.com/apoelfcofficial

Berikut adalah daftar tim yang sudah lolos ke babak 32 besar Liga Europa:

Sevilla (Spanyol)Espanyol (Spanyol)Celtic (Skotlandia)APOEL (Siprus)FC Basel (Swiss)Sporting CP (Portugal)LASK (Austria)Gent (Belgia)Wolfsburg (Jerman)Braga (Portugal)Wolves (Inggris)Manchester United (Inggris)AZ Alkmaar (Belanda)

Masih ada sembilan tim lagi yang bisa mengamankan tiket ke babak gugur Liga Europa musim ini. Tim-tim besar seperti Arsenal, Lazio, AS Roma, Rangers, dan FC Porto pun dipastikan akan tampil habis-habisan di matchday VI untuk bisa lolos ke babak gugur. Delapan tempat tersisa akan dihuni oleh tim-tim yang finis di posisi tiga babak grup Liga Champions.

UEFA sendiri baru akan melakukan pengundian babak 32 besar pada tanggal 16 Desember mendatang di Nyon, Swiss. Tepat setelah pengundian babak 16 besar Liga Champions.
The post Daftar Tim Peserta Babak 32 Besar Liga Europa appeared first on Football5star Berita Bola.

Solskjaer: Manchester United Seharusnya Bisa Menang

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, sangat menyayangkan kekalahan yang diderita timnya di markas FC Astana pada Jumat (29/11) dinihari WIB. Menurutnya, The Red Devils seharusnya pulang membawa tiga poin karena tampil baik selama 90 menit.

Kekalahan ini harus didapatkan oleh Manchester United setelah mereka menurunkan cukup banyak pemain muda di markas Astana. Total, Solskjaer hanya menurunkan tiga nama senior. Yakni Luke Shaw, Jesse Lingard, dan Lee Grant.

“Para pemain sudah mendapatkan banyak pelajaran dan mampu memberikan saya bahan untuk berpikir selama beberapa hari ke depan. Saya sangat puas dengan penampilan mereka di pertandingan ini,” ungkap Solskjaer dikutip dari laman resmi UEFA.

twitter.com/manutd

“Para pemain memiliki hubungan yang sangat baik. Hal itu tercermin dari cara kami bermain di pertandingan ini. Sayangnya, kami tidak bisa pulang membawa poin. Mereka pantas meraih kemenangan di pertandingan ini,” sambung Solskjaer menambahkan.

Meskipun kalah, posisi Manchester United di puncak klasemen grup L tetap tak tergoyahkan. Pasalnya, AZ Alkmaar yang ada di posisi runner up gagal meraih kemenangan ketika menjamu wakil Serbia, Partizan Belgrade.

Selain itu, hasil pertandingan AZ Alkmaar vs Partizan juga membuat The Red Devils dipastikan lolos ke babak 32 besar. Di partai pamungkas, mereka akan berusaha untuk mempertahankan posisi puncak ketika menjamu AZ Alkmaar di Old Trafford pada 13 Desember mendatang.

The post Solskjaer: Manchester United Seharusnya Bisa Menang appeared first on Football5star Berita Bola.

Astana vs Manchester United: Ditaklukkan Tim Juru Kunci

Football5star.com, Indonesia – Pasukan muda besutan Ole Gunnar Solskjaer mengalami kekalahan 1-2 di pertandingan Astana vs Manchester United. Hasil itu membuat tim berjulukan Red Devils berpotensi kehilangan posisi puncak klasemen Grup L meski sudah memastikan lolos.

Partai Astana vs Manchester United merupakan matchday kelima Grup L Liga Europa musim ini. Laga tersebut berlangsung di Astana Arena, Kamis (28/11/2019) malam WIB.

Satu gol Man United diciptakan Jesse Lingard saat laga baru berlangsung 10 menit. Dua gol balasan Astana diciptakan Dmitriy Shomko (55′) dan gol bunuh diri Dishon Bernard (62′).

Di pertandingan ini Ole Gunnar Solskjaer membawa sebagian besar pemain muda dan hanya empat pemain inti. Kendati demikian, Man United tetap mampu mendominasi jalannya laga sejak menit awal bergulir.

Hasilnya, pada menit ke-10 berawal dari umpan Luke Shaw, Jesse Lingard bisa membuka keunggulan 1-0. Tembakan kerasnya dari luar kotak penalti tak mampu diantisipasi kiper Astana.

Jesse Lingard has scored in 100% of the games in which he has captained Man Utd.Off the mark for the season #ASTMUN pic.twitter.com/qB5vVOcSuy— Alexander Umeakubuike (@whizkrane) November 28, 2019

Setelah gol tersebut, tim tuan rumah memperlihatkan perlawanan dan agresivitas mencetak gol balasan. Alhasil, permainan jual beli serangan pun terjadi. Namun, hingga turun minum tetap tidak gol tambahan tercipta.

Pada paruh kedua, Astana berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-55. Bermula dari umpan Roman Murtazayev, Dmitriy Shomko mampu memaksimalkannya menjadi gol.

Malapetaka dialami Red Devils pada menit ke-62. Di’Shon Bernard melakukan aksi gol bunuh diri sehingga membuat anak asuh Roman Grigorchuk berbalik unggul 2-1.

Beberapa peluang tambahan kembali didapatkan kedua kesebelasan pada sisa waktu pertandingan. Namun, hingga wasit mengakhiri laga tidak ada gol lain tercipta.

Hasil ini membuat Man United untuk sementara tetap di puncak klasemen dengan raihan 10 poin. Namun, posisi tersebut sebelum AZ Alkmaar menuntaskan laga melawan Partizan Belgrade. Ya, AZ saat ini berada di urutan kedua dengan raihan 8 poin.

Artinya, Man United masih berpotensi kehilangan puncak klasemen Grup L meski telah memastikan lolos. Sementara itu, Astana yang berstatus juru kunci akhirnya mendapat poin pertama di Liga Europa musim ini.

Susunan pemain Astana vs Manchester United

Astana: 1-Nenad Eric, 2-Antonio Rukavina, 27-Yuri Logvinenko, 77-Dmitri Shomko, 15-Abzal Beysebekov, 44-Evgeni Postnikov, 10-Runar Mar Sigurjonsson, 18-Ivan Maevski, 91-Sergei Khizhnichenko (28-Yurit Pertsukh 85′), 45-Roman Murtazayev (32-Rangelo Janga 90’+1), 9-Dorin Rotariu

Kartu kuning: Runar Mar Sigurjonsson (39′), Yuri Logvinenko (69′), Abzal Beysebekov (81′), Dmitri Shomko (83′)

Pelatih: Roman Grigorchuk

Manchester United: 13-Lee Grant, 23-Luke Shaw, 38-Axel Tuanzebe, 58-Di’Shon Bernard, 41-Ethan Laird, 14-Jesse Lingard, 28-Angel Gomes (54-Ethan Galbraith 89′), 63-Dylan Levitt, 37-James Garner (59-Largie Ramazani 84′), 44-Tahith Chong (49-D’Mani Bughail-Mellor 65′), 26-Mason Greenwood

Kartu kuning: Dylan Levitt (59′), Jesse Lingard (88′)

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

Wasit: Donatas Rumsas
The post Astana vs Manchester United: Ditaklukkan Tim Juru Kunci appeared first on Football5star Berita Bola.

Pelatih Lyon Terburuk dalam Sejarah Liga Champions

Gilabola.com – Pelatih Lyon, Rudi Garcia, dinobatkan sebagai pelatih terburuk dalam sejarah Liga Champions setelah klub Ligue 1 itu kalah 0-2 dari Zenit St Petersburg, Kamis (28/11).
Kompetisi teratas Eropa ini pada dasarnya mempertemukan tim-tim terbaik di dunia. Tapi, harus diakui, beberapa manajer kurang berhasil dibandingkan pelatih yang lain.
Setelah kalah 0-2 di kandang Zenit St Petersburg, Lyon mendapati kualifikasi mereka di fase grup menjadi agak rumit untuk bisa melaju ke babak sistem gugur Liga Champions. Hasil itu bahkan cukup untuk mengukuhkan manajer mereka, Rudi García, sebagai pelatih terburuk secara statistik di kompetisi bergengsi klub-klub papan atas Eropa tersebut.
Dalam sejarah Liga Champions – di mana sebelumnya catatan itu terjadi pada tahun 1992, Garcia tercatat telah bertanggung jawab pada 27 pertandingan, yakni bersama Lille, AS Roma dan Lyon. Di sepanjang 27 pertandingan tersebut, menurut catatan OptaJean, ia hanya kantongi lima kemenangan dan punya catatan rata-rata 0,85 poin per game. Sungguh catatan luar biasa mengingat pengalaman manajerialnya.

Berita Terkait

Rekor 700 Gol Cristiano Ronaldo Masih Kalah Jauh Sama Rekor Kakek Ini!

Gak Percaya Ilmu Hitam di Sepak Bola? Lihat Dulu Yang Satu Ini!

Moussa Dembele Setuju Tinggalkan Lyon Ke Klub Inggris
Dembele Setuju Selamatkan Nasib Manchester United

Masih menurut OptaJean, catatan pelatih Lyon itu yang hanya sebesar 0,85 poin per pertandingan di Liga Champions, menjadi rata-rata terendah dari seorang manajer di klub manapun, yang sudah melakoni setidaknya 20 pertandingan di kompetisi tersebut.
Rudi García datang ke Lyon menggantikan Sylvinho pada Oktober lalu. Di Ligue 1 Lyon mampu bertengger di urutan ke-9 dan hanya berjarak enam poin di belakang Marseille yang berada di urutan kedua.
Tapi di ajang Eropa, mereka sudah diperkirakan akan tersingkir dan akan sangat tergantung pada pertandingan terakhir. Mereka harus menang saat menjamu RB Leipzig di laga terakhir grup – tim Bundesliga yang hanya butuhkan hasil imbang di laga ini. Demikian diungkapkan AS.
Pelatih asal Prancis berusia 55 tahun itu naik daun saat ia mengasuh Roma pada 2013 hingga 2016 lalu. Namun, pada Januari 2016, Garcia serta dua asistennya, Frédéric Bompard dan Claude Fichaux, didepak karena prestasi anjlok yang dialami Giallorossi.
Saat itu, Roma hanya berhasil menang satu kali dalam 10 laga terakhir di semua kompetisi, bahkan hanya satu-satunya kemenangan dalam tujuh laga terakhir di Serie A. Saat itu, Roma bahkan tereliminasi dari ajang Coppa Italia 2015/16, setelah dikalahkan tim Serie B, Spezia.
Dalam dua setengah tahun kepemimpinannya di Roma, pelatih Lyon itu mencatatkan 60 kemenangan, 32 imbang dan 22 kekalahan dalam 114 pertandingan. Pada 20 Oktober 2016, Roma resmi memecat Garcia. Pelatih ini kemudian mengasuh Marseille, sebelum akhirnya gabung ke Lyon.
Sumber: Pelatih Lyon Terburuk dalam Sejarah Liga Champions