Solskjaer Tahu Greenwood akan Ukir Hasil Istimewa

Football5star.com, Indonesia – Manchester United berhasil melewati rintangan pertama di Liga Europa musim ini. Tim berjuluk Setan Merah itu menang tipis atas wakil Kazakhstan, FC Astana, Jumat (20/9) pagi. Perhatian khusus dilayangkan manajer tim, Ole Gunnar Solskjaer, kepada salah satu pemain mudanya, Mason Greenwod.

Greenwood menjadi pahlawan kemenangan Manchester United berkat gol semata wayangnya. Solskjaer menilai, memang sudah saatnya pemain kelahiran Bradford tersebut unjuk gigi di level tertinggi.

Tidak tanggung-tanggung, Solskjaer memberi pemain 17 tahun tersebut kesempatan untuk tampil penuh. Selepas laga, dirinya mengakui sadar dan bertanggung jawab penuh atas keputusannya memainkan Greenwood sepanjang pertandingan.

uefa.com

“Kami tahu, jika sudah berada di dalam kotak penalti lawan, Mason adalah salah satu yang terbaik di tim ini. Lagipula, aku tidak akan memainkannya jika merasa ia belum siap. Siapa pun pemainnya, kami hanya akan pasang jika mereka siap,” ucapnya seperti dikutip dari BBC.

Tidak hanya Greenwood, dalam pertandingan tersebut juga turun dua remaja lain yakni Tahith Chong dan Angel Gomes. Ini merupakan pertama kalinya United menurunkan tiga pemain belasan tahun di kancah Eropa sejak 2009.

“Soal pertandingan, kami memang tidak bisa memastikan nasib ketika 20 menit pertandingan berjalan. Aku rasa kami sendiri yang membuat pertandingan ini terasa sulit. Beberapa pemain memang terlihat masih butuh jam terbang lebih. Tetapi aku senang kami menang,” tutupnya.

The post Solskjaer Tahu Greenwood akan Ukir Hasil Istimewa appeared first on Football5star Berita Bola.

Hasil Manchester United vs Astana: Greenwood Penyelamat

Football5star.com, Indonesia – Publik Stadion Old Trafford hampir saja dibuat malu dengan hasil laga Manchester United vs Astana, Jumat (20/9/2019). Beruntung ada Mason Greenwood yang mencetak gol dan membuat Red Devils menang 1-0.

Bermain di hadapan publiknya sendiri, Manchester United langsung tampil menekan. Sejumlah peluang berhasil di dapat oleh anak asuh dari Ole Gunnar Solskajer. Seperti peluang yang didapat Fred pada menit ke-11.

Namun permainan rapat dari Astana, cukup membuat barisan depan Red Devils frustasi. Sejumlah peluang yang didapat pada babak pertama tak mampu menembus tembok pertahanan Astana.

What a goal from Mason Greenwood. Robin Van Persie-esque!! pic.twitter.com/BQ87o2ld1I— Football HQ (@FootbaII_HQ) September 19, 2019

Pada babak kedua, Manchester United tak mengendorkan serangan. Sementara tim tamu hanya sesekali melancarkan skema serangan balik ke lini belakang Man United.

Publik Old Trafford baru bersorak kegirangan pada menit ke-73 setelah striker muda Red Devils Mason Greenwood berhasil mencetak gol. Gol Greenwood berawal dari akselerasi pemain berusia 17 tahun itu di kotak penalti Astana.

Aksinya memperdaya bek Astana diakhiri dengan sepakan yang melewati celah kaki kiper Astana. Skor 1-0 jadi hasil akhir pertandingan ini.

Susunan Manchester United vs Astana:

Manchester United : Sergio Romero, Marcos Rojo, Axel Tuanzebe, Phil Jones, Diogo Dalot, Angel Gomes, Nemanja Matic, Fred, Tahith Chong, Mason Greenwood, Marcus Rashford.

Kartu kuning: Fred

Kartu merah: –

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

Astana : Nenad Eric, Dmitri Shomko, Zarko Tomasevic, Yevgeny Postnikov, Antonio Rukavina, Runar Mar Sigurjonsson, Luka Simunovic, Ivan Mayewski, Marin Tomasov, Roman Murtazayev, Dorin Rotariu.

Kartu kuning: –

Kartu merah: –

Pelatih: Roman Hryhorchuk

The post Hasil Manchester United vs Astana: Greenwood Penyelamat appeared first on Football5star Berita Bola.

Ansu Fati Resmi Jadi Warga Spanyol di Akhir Pekan Ini

Liga Spanyol – Pemain muda Barcelona, Ansu Fati, akan segera menyelesaikan proses naturalisasinya di Spanyol. Sehingga, ada kemungkinan besar bahwa ia akan segera membela timnas Spanyol dalam waktu dekat.
Sejak awal musim 2019/20, nama Ansu Fati menjadi buah bibir di Spanyol. Di usianya yang masih sangat muda, ia sukses melakukan debut di tim senior Barcelona dengan mencetak gol dan assist bagi tim asal Catalunya tersebut.
Pemain berusia 16 tahun itu tampil mengesankan saat menggantikan peran Lionel Messi di lini serang Barcelona. Alhasil, performanya menarik perhatian RFEF selaku federasi sepakbola Spanyol yang ingin menaturalisasinya.
Dilansir dari AS, keinginan RFEF menaturalisasi Fati akan segera selesai. Proses sang pemuda menjadi warga negara Spanyol diberitakan akan segera disahkan dalam waktu dekat.
Menurut laporan tersebut, pihak RFEF sudah berbicara dengan Fati dan keluarganya sejak beberapa bulan yang lalu. Mereka sudah menawarkan sang pemain untuk dinaturalisasi sebagai warga negara Spanyol, dan pemain kelahiran Guinea-Bissau ini sudah mengiyakan tawaran tersebut.
Untuk itu, berkas naturalisasi Fati diberitakan sudah masuk ke Pemerintah Spanyol untuk diproses. Proses naturalisasi Fati itu pun berjalan dengan lancar.
Pemerintah Spanyol tidak menemukan kendala berarti dalam menaturalisasi Fati. Sehingga, prosesnya berjalan dengan cepat dan sang pemain diyakini akan segera disahkan menjadi warga negara Spanyol pada hari Jumat (20/9) besok.
Setelah sah menjadi warga negara Spanyol, Fati diberitakan akan segera bergabung dengan Timnas Spanyol U-17. Ia akan dipersiapkan untuk tampil di Piala Dunia U-17 yang digelar pada bulan Oktober mendatang.

Tottenham Hotspur Bukan Favorit Juara Liga Champions

Gilabola.com – Tottenham Hotspur tak berada di antara tim favorit juara Liga Champions musim ini, meskipun mereka mencapai babak final musim lalu. Demikian ungkap pelatih Mauricio Pochettino.
Pochettino memandu timnya dalam perjalanan yang tak terlupakan ke final Liga Champions musim lalu, di mana mereka dikalahkan sesama klub asal Inggris, Liverpool.
Mereka sedang bersiap untuk memulai Liga Champions musim ini, dengan melakoni laga pertama babak penyisihan Grup B di kandang Olympiakos. Pelatih asal Argentina itupun mengaku belum memikirkan final di Istanbul nanti.
“Tidak seorang pun yang akan memberi kami kesempatan untuk menjadi salah satu pesaing di babak final di Istanbul nanti, tetapi itu normal. Itu membuat kompetisi ini menjadi sangat menarik,” tandas Pochettino.

Berita Terkait

Prediksi Leicester vs Tottenham, Liga Inggris 21 September 2019
Liverpool dan Tottenham Memecahkan Rekor Liga Champions
Olympiakos vs Tottenham 2-2, Musuh Benzema Kecewakan Spurs

“Kami tahu untuk mengulangi kesuksesan yang sama, kami harus bermain dalam performa terbaik. Ini masih terlalu dini untuk membicarakan final, tapi yang paling penting menunjukkan kualitas kami, kualitas tim kami dan lakukan yang terbaik,” tambah pelatih Tottenham Hotspur berusia 47 tahun itu.
“Saya tidak peduli apakah orang berpikir kami lawan atau tidak, karena kami lolos ke final (musim lalu) dan punya kemungkinan untuk berjuang meraih gelar juara,” ujar Pochettino.
“Saya tidak peduli. Saya hanya fokus pada memulai perjuangan kami di Liga Champions musim ini dengan cara yang baik,” ujar Pochettino.
Hal itu bisa menjadi sangat penting, karena dalam sebuah grup yang juga berisikan Bayern Munchen dan Red Star Belgrade, The Lilywhites tidak dapat mengulangi awal yang mengerikan pada musim lalu.
Mereka hanya mendapat satu poin setelah tiga pertandingan dan butuh serangkaian hasil yang luar biasa untuk bisa lolos ke babak sistem gugur.
Namun, Tottenham Hotspur menjadi tim yang difavoritkan menang di Athena pada Rabu malam, dan Pochettino mendesak para pemainnya menunjukkan rasa hormat yang tinggi pada Olympiakos dan berikan yang terbaik. Meski demikian, Spurs hanya berhasil bukukan skor imbang, 2-2, di laga ini.
“Kami tidak dapat berbicara dengan cara yang berbeda, beberapa bulan yang lalu kami bermain final Liga Champions, dan melawan Olympiakos akan menempatkan kami sebagai tim favorit untuk memenangkan pertandingan ini,” tandas Pochettino, seperti dilansir Daily Mail.
“Saya menghormati lawan kami dan rekor mereka dan kami akan menghadapi laga yang sulit di sini. Anda perlu menunjukkan mengapa Anda difavoritkan. Jika Anda lebih baik dari lawan maka OK, Anda lebih baik tetapi sebelum pertandingan di Liga Champions Anda harus menunjukkan rasa hormat yang tinggi dan Olympiakos adalah tim yang sangat bagus,” ungkapnya.
“Rekor mereka di sini di stadion ini di Eropa sangat bagus dan itu akan menjadi atmosfer yang sulit, mereka akan memiliki pemain bagus dan jika kami tidak fokus dan tidak bermain dalam performa terbaik kami di pertandingan nanti, maka kami akan menderita,” tambah Pochettino.
Sumber: Tottenham Hotspur Bukan Favorit Juara Liga Champions

Juventus Diminta Sarri Perbaiki Pertahanan Bola-bola Mati

Gilabola.com – Maurizio Sarri mengakui Juventus harus memperbaiki cara mengatasi situasi bola mati setelah imbang 2-2 lawan Atletico Madrid di Liga Champions.
Juan Cuadrado dan Blaise Matuidi memberi Juventus keunggulan 2-0 di Wanda Metropolitano dalam pertandingan pertama fase Grup D Liga Champions mereka, tetapi dua gol Atletico yang terjadi dari situasi bola mati membuat Si Nyonya Tua harus puas dengan hasil imbang.
“Ini adalah kemajuan besar dari penampilan terakhir kami dan kami merasa seperti pertandingan ada di tangan kami, jadi meraih hasil seri menyakitkan bagi kami,” kata sang pelatih Juve Maurizio Sarri kepada Sky Sport Italia.
“Juve telah sering tidak mencetak gol di stadion ini di beberapa laga sebelumnya dan kami bisa mencetak dua gol, ditambah lagi tiga atau empat tembakan ke gawang. Ini mengecewakan, karena gol Atletico berasal dari situasi yang dapat diprediksi dan kami belum siap untuk itu.”

Berita Terkait

Prediksi Juventus vs Hellas Verona, Liga Italia 21 September 2019
Kieran Trippier Kagumi Dukungan Fans Atletico Madrid
Prediksi Atletico Madrid vs Celta Vigo, Liga Spanyol 21 September 2019

Juventus akan lebih agresif lagi
“Solusi klisenya adalah beralih ke strategi menjaga ketat pemain lawan, tapi saya rasa itu tidak masuk akal. Kami harus lebih agresif pada situasi bola mati. Atleti sangat bagus di udara, tetapi bolanya meluncur sangat lemah dan kami terlalu pasif, seharusnya kami bisa menggagalkan gol mereka.”
“Jika kita bermain pasif, maka kita akan pasif dalam menjaga lawan juga. Saya juga melihat banyak insiden VAR dimana penjagaan ketat terhadap mengarah ke hukuman penalti, sehingga area kotak penalti harus diwaspadai. Kami akan berusaha memperbaiki cara bertahan dari situasi bola mati.”
Federico Bernardeschi diperkirakan akan bermain sebagai starter, tetapi justru Juan Cuadrado yag dimainkan untuk menggantikan Douglas Costa yang cedera dan mencetak gol pembuka untuk Si Nyonya Tua.
“Kami tahu akan ada ruang dan kecepatan dan ketajaman Cuadrado bisa sangat berguna,” tegas mantan manajer Chelsea tersebut.
Sumber: Juventus Diminta Sarri Perbaiki Pertahanan Bola-bola Mati

Zidane: Intensitas Adalah Masalah Utama Real Madrid

Gilabola.com – Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane frustrasi setelah Los Blancos menelan kekalahan dalam pertandingan pembuka Liga Champions lawan Paris Saint-Germain.
Dua gol dari Angel Di Maria dan satu gol Thomas Meunier di menit-menir akhir laga membuat tim besutan Thomas Tuchel meraih tiga poin penuh di Parc des Princes.
“Mereka (PSG) lebih baik daripada kami, dalam permainan, di lini tengah, dan hal yang paling mengganggu saya adalah intensitas kami,” kata Zidane.
“Sulit jika Anda tidak memulai pertandingan dengan kuat. Mereka pandai menciptakan peluang, bukan itu yang membuat saya khawatir, tapi adalah melihat tim saya tanpa intensitas yang diperlukan di kompetisi level tinggi ini.”

Berita Terkait

Prediksi Sevilla vs Real Madrid, Liga Spanyol 23 September 2019
Lihat Gareth Bale Menghina Lambang Real Madrid di Depan Umum
Dua Bintang Real Madrid Hindari Zidane Usai Dipermalukan PSG

“Kami tahu mereka akan menekan kami, tetapi kami nyaris tidak membuat dampak pada pertandingan dan kami menciptakan beberapa peluang. Kami mencetak dua gol tetapi yang kedua dibatalkan oleh VAR.”
Thibaut Courtois adalah salah satu pemain Real Madrid tampil buruk saat menghadapi PSG, tetapi Zidane tidak mau menyalahkan sang kiper.
“Kami semua berada di kapal yang sama di sini, saya tidak akan menyalahkan siapa pun,” tegasnya. “Kami harus melupakan kekalahan ini dan fokus pada pertandingan berikutnya, semua orang salah ketika kamu kalah.”
Zinane menilai PSG lebih baik daripada Real Madrid
Los Blancos kurang inspirasi di lapangan, tetapi apa yang menurut Zizou adalah masalah utama? “Saya rasa masalahnya adalah intensitas,” jelasnya. “Ketika ada bola lepas dan Anda berduel untuk mendapatkan bola dan Anda bisa memenangkan duel, [maka] Anda bisa memenangkan pertandingan. Bagi saya itulah masalahnya.”
PSG bermain tanpa tiga penyerang utama mereka, Neymar, Kylian Mbappe dan Edinson Cavani pada pertandingan melawan Madrid.
“Mereka lebih baik dan mereka pantas menang dan kami lebih buruk,” tutur Zizou. “Jika ritme permainan tidak baik, itu sangat rumit, mereka telah benar-benar menekan kami selama pertandingan.”
Sumber: Zidane: Intensitas Adalah Masalah Utama Real Madrid

Bos PSG Ogah Tanggapi Pertanyaan Soal Juara Champions

Gilabola.com – Setelah tiga kali berturut-turut tersingkir pada babak 16 besar di Liga Champions, PSG meraih kemenangan 3-0 atas Real Madrid pada Kamis dinihari.
Dalam pertandingan Liga Champions pertama mereka sejak kemenangan 3-1 Manchester United yang mengejutkan di Paris yang membuat Paris Saint-Germain tersingkir musim lalu, PSG sangat brilian melawan Real Madrid, tetapi mereka tahu betul bahwa mereka masih harus membuktikan banyak hal.
“Sebelum ada yang mengajukan pertanyaan. Jika seseorang bertanya kepada saya apakah kami akan memenangkan Liga Champions, saya keluar dari sini,” Tuchel mengatakan pada konferensi pers setelah Paris Saint-Germain menghancurkan 13 kali juara Eropa Real Madrid pada banyak penyisihan grup pertama mereka di Parc des Princes.
Tersingkir di babak 16 besar oleh Manchester United terjadi setelah kekalahan agregat 5-2 atas oleh Real Madrid pada 2018 dan kekalahan tak terlupakan dari Barcelona pada 2017 dengan kekalahan 6-1 di Camp Nou setelah kemenangan 4-0 di Parc des Princes.

Berita Terkait

Prediksi Sevilla vs Real Madrid, Liga Spanyol 23 September 2019
Lihat Gareth Bale Menghina Lambang Real Madrid di Depan Umum
Dua Bintang Real Madrid Hindari Zidane Usai Dipermalukan PSG

“Kami tidak ingin mengirim pesan, tetapi memang benar bahwa kami mengendalikan permainan ini, kami sangat siap,” kata pemain tengah Paris Saint-Germain Thiago Silva.
Setelah menghabiskan lebih dari satu miliar euro untuk pemain sejak Qatar Sports Investment mengambil alih pada tahun 2011, Paris Saint-Germain diperkirakan akan memenangkan Liga Champions tetapi mereka telah tersingkir di babak sistem gugur di musim-musim terakhir.
Mereka sekarang fokus pada tugas pertama untuk lolos ke dari fase Grup A yang berisikan Real Madrid, Club Brugge dan Galatasaray.
PSG merasa lega tanpa Neymar dan Mbappe
Skuad asuhan Tuchel tampil luar biasa melawan Real dengan Angel Di Maria mencetak dua gol karena tidak adanya trio striker Kylian Mbappe, Edinson Cavani – keduanya cedera – dan Neymar yang diskors.
“Mungkin tekanannya tidak terlalu tinggi pada para pemain karena ketiga pemain itu (Mbappe, Cavani dan Neymar) absen,” tegas Tuchel.
“Tanpa mereka, kami bukan favorit untuk memenangkan laga dan itu membebaskan pikiran para pemain yang berada di lapangan malam ini, mereka tidak merasakan tekanan.”
Meskipun Tuchel mengakui bahwa ia tidak bisa kehilangan trio “MCN” (Mbappe, Cavani dan Neymar) terlalu lama, ia puas dengan rekasi anggota tim lainnya dengan ketidakhadiran mereka.
“Kami bisa melakukannya tanpa mereka (Mbappe, Cavani dan Neymar) untuk beberapa pertandingan jika semua pemain yang lain bermain dalam performa terbaik mereka,” jelasnya.
Sumber: Bos PSG Ogah Tanggapi Pertanyaan Soal Juara Champions

Dinamo Zagreb Diakui Gasperini Beri Atalanta Pukulan Telak

Gilabola.com – Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini mengakui Dinamo Zagreb mempermalukan timnya, tetapi akan berikan pelajaran penting untuk La Dea tentang Liga Champions.
Atalanta mengalami mimpi buruk dengan dipermalukan 4-0 oleh Dinamo Zagreb di Kroasia, La Dea hancur dalam pertandingan pertama fase Grup C Liga Champions mereka.
“Dinamo lebih baik dalam memenangkan kembali bola, dalam menekan, dalam intensitas, kecepatan. Mereka lebih cepat dalam segala hal. Mereka juga melepaskan umpan-umpan berkualitas di ruang sempit,” kata manajer Atalanta Gian Piero Gasperini kepada Sky Sport Italia.
“Babak kedua jelas lebih seimbang, kami memiliki peluang, tetapi ini adalah laga yang mengajarkan Anda pelajaran penting. Kami harus belajar dari laga ini dan mempraktikkan hasilnya dalan pelatihan ke depannya.”

Berita Terkait

Prediksi Dinamo Zagreb vs Atalanta, Liga Champions 19 September 2019
Mantan Liverpool Didepak Atalanta Usai Gabung Tiga Pekan Lalu
Prediksi Atalanta vs Torino, Liga Italia 2 September 2019

“Kami adalah tim yang tiba-tiba berada di kompetisi level tertinggi, itu adalah dampak pertama yang menyakitkan, tetapi dalam situasi ini Anda harus belajar dan menjadi dewasa, jika tidak, tak ada gunanya bermain di Liga Champions.”
Dinamo Zagreb berikan pelajaran penting pada Atalanta
“Saya memberi tahu para pemain saya hal yang sama dengan yang saya katakan kepada Anda. Malam ini, Dinamo memberi kami pukulan telak dalam segala hal. Sekarang kami harus belajar bermain dengan kualitas, kecepatan dan lebih cepat menggerakkan bola.”
“Itu belum pernah terjadi pada kami sebelum bermain dalam pertandingan kompetitif dengan lawan benar-benar tidak memberikan kami peluang.”
Apakah ini kekecewaan terbesar dalam karir Gasperini di Atalanta ? “Saya mengalami kekalahan 3-0 pada debut saya sebagai pelatih, jadi … Ini mengecewakan, kami bisa mencetak satu atau dua gol di babak kedua, tetapi faktanya Zagreb tetap total mendominasi.”
Sumber: Dinamo Zagreb Diakui Gasperini Beri Atalanta Pukulan Telak

Manchester United Tak Rugi jika Paul Pogba Hengkang

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester United Paul Scholes mengatakan bahwa tim berjuluk Red Devils tersebut tidak akan rugi jika Paul Pogba memutuskan hengkang dari Old Trafford, Kamis (19/9/2019).

“Dia ingin pindah ke Real Madrid dan ada alasan yang membuatnya hal tersebut tidak terjadi. Tapi saya pikir itu tidak akan jadi kerugian jika memang ia hengkang,” kata Paul Scholes seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail.

Ditambahkan oleh Scholes, bahwa permainan Pogba semenjak kembali bergabung ke Manchester United tidak mengalami banyak peningkatan.

“Bentuk permainannya selama dua tiga tahun terakhir biasa saja. Bahkan tidak terlalu bagus,” ucap Scholes. “Aku yakin klub bisa mendapatkan pemain yabg lebih bagus dari dirinya,” tambahnya.

Daily Mail

Justru Scholes menilai keputusan manajemen melepas Romelu Lukaku ialah kesalahan. Menurutnya sangat disayangkan striker asal Belgia itu harus pindah ke Inter Milan.

“Itu satu hal yang membuat aku sangat kecewa. Solskjaer jelas tahu Lukaku akan hengkang tapi ia juga tahu tak memiliki striker tengah seperti Lukaku,” kata Scholes.

Manchester United menurut Scholes akan kesulitan jika tidak memiliki striker tengah. Untuk klub yang memiliki skema permainan menyerang itu jadi masalah tersendiri bagi pelatih.

“Opsinya memang memaksimalkan Marcus Rashford dan Anthony Martial. Namun itu akan jadi lubang di bagian sayap. Semoga saja hal ini bisa dibereskan oleh Solskjaer,” tutup Scholes.

The post Manchester United Tak Rugi jika Paul Pogba Hengkang appeared first on Football5star Berita Bola.

Eden Hazard Menyesal Gabung Real Madrid

Sumberbola – Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, yakin jika Eden Hazard mungkin akan menyesal setelah bergabung dengan klub raksasa La Liga, Real Madrid.
Pemain internasional Belgia itu mengakhiri masa tinggal tujuh tahunnya di Chelsea pada musim panas lalu, setelah memutuskan bergabung dengan Los Blancos dalam kesepakatan transfer yang diperkirakan bernilai 88 juta Pounds.
Cedera memang telah menghambat awal karier Hazard di Santiago Bernabeu, dan dia tampil di bawah bentuk terbaiknya saat tim ibukota Spanyol itu menelan kekalahan 3-0 dari Paris Saint-Germain dalam matchday pembuka fase grup Liga Champions 2019/20 pada Kamis (19/9) dini hari WIB.
Lantas, berbicara setelah kekalahan Madrid di Parc des Princes, Ferdinand mengaku khawatir jika Hazard pindah ke Real Madrid pada waktu yang salah.
“Ketika Anda pergi ke klub baru, terutama untuk ukuran Real Madrid, Anda harus mendapatkan hak untuk menjadi orang yang mendapatkan bola, orang yang mereka pandang pertama sebagai jimat,” kata Ferdinand dilansir dari Metro.co.uk.
“Dia harus melakukan sesuatu dalam permainan pelatihan dan dalam permainan itu sendiri, untuk membuat mereka ingin memberinya bola.
“Saya benar-benar takut atasnya, bahwa dia pergi ke Real Madrid pada waktu yang salah. Ini adalah tim yang menua, mereka tidak sedang meningkat, dan saat ini mereka belum banyak mendapatkan penampilan terbaiknya, dan hal itu akan membuat Hazard merefleksikan keputusannya secara buruk dalam jangka panjang,” pungkas mantan bek itu.
Sebagai catatan, Real Madrid gagal mencatatkan satu tembakan pun ke gawang PSG, kendati ada Hazard, Gareth Bale dan Karim Benzema yang memimpin lini serang tim besutan Zinedine Zidane tersebut.