Tanggapi Kritikan, Gareth Bale: Saya Seorang Pegolf

Sumberbola – Bintang Real Madrid, Gareth Bale, menertawakan kritikan yang dia peroleh di Spanyol, terkait kecintaannya pada permainan golf, dengan mengatakan bahwa dia sangat senang dicap sebagai ‘pegolf’.
Pemain depan Wales itu telah secara konsisten dikritik karena kegemarannya untuk bermain golf. Salah satunya terjadi ketika dia tertangkap kamera wartawan bermain golf, saat rekan-rekan setimnya di Real Madrid berlaga dalam pertandingan persahabatan di Munich pada musim panas ini.
Selain itu, kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, pada awal tahun ini mengungkapkan bahwa Bale dijuluki ‘pegolf’ oleh rekan-rekan satu tim di klubnya, yang mana hal ini justru memicu lebih banyak kritik terhadap mantan bintang Tottenham Hotspur, yang dianggap gagal berasimilasi dengan budaya tim.
“Saya seorang pegolf,” kata Bale dalam sebuah wawancara belum lama ini untuk menanggapi kritik yang sering dia terima. “Apakah Anda tidak melihat foto-foto itu?”
“Saya sudah berbicara dengannya [Courtois] tentang hal itu, dan dia bilang itu hanya joke. Orang-orang melihatnya dalam konteks yang berbeda, tetapi sejujurnya, saya sangat senang dengan nama panggilan itu. Ini hebat.
“Sepak bola adalah olahraga nomor satu saya. Saya dibayar untuk melakukannya, dan saya selalu memberikan yang terbaik. Golf adalah hobi, seperti orang lain yang memiliki hobi. Tidak ada yang salah dengan hal ini.
“Banyak pemain sepak bola memainkannya, dan itu satu hal yang sangat saya nikmati. Itu membuat saya lebih tenang di luar lapangan dan memberi saya waktu yang bagus di luar sepak bola,” imbuhnya.
Meski sempat dilaporkan tidak masuk dalam rencana manajer Zinedine Zidane dan akan dijual pada musim panas ini, namun Bale akhirnya tetap bertahan di Santiago Bernabeu. Dia lantas telah mengawali musim ini dengan penampilan yang cemerlang untuk Los Blancos.

Kesaktian Zidane di Real Madrid Tampak Sudah Hilang

Liga Spanyol – Raksasa La Liga, Real Madrid, nampaknya harus menerima kenyataan bahwa Zinedine Zidane sulit mengulangi kesukesannya seperti periode beberapa tahun silam.
Zidane memang begitu superior saat melatih Real Madrid dari tahun 2016 hingga 2018. Hal tersebut terbukti dengan adanya rangkaian trofi bergengsi yang berhasil diraih oleh pria Prancis itu bersama Los Blancos.
Zidane berhasil mempersembahkan tiga gelar Liga Champions dan trofi lain seperti Piala Super Eropa, La Liga, dan Piala Dunia Antarklub. Statistik kemenangan dalam periode kepelatihannya yang pertama pun juga tergolong fantastis.
Dilansir dari Marca, Zidane berhasil membukukan 108 kemenangan dalam 158 pertandingan di semua ajang kompetisi, termasuk pramusim. Saat itu, Real Madrid hanya menelan 31 hasil imbang dan 19 kekalahan.
Hasil tersebut membuat Real Madrid pada era kepelatihan pertama Zidane meraih 69 persen kemenangan dari laga yang mereka lakoni.
Namun, kondisi berbeda dilalui oleh Zidane pada periode kepelatihannya yang kedua. Dalam 21 pertandingan yang ia lakoni sejak Maret tahun lalu, sang pelatih tercatat meraih delapan kemenangan, enam hasil imbang, dan tujuh kekalahan.
Parahnya lagi, Zidane belum bisa membenahi lini serang dan pertahanan Real Madrid. Dalam kurun waktu tersebut, Real Madrid hanya mencetak 36 gol dan kebobolan 35 gol.
Kedatangan para pemain seperti Eden Hazard, Luka Jovic, dan Ferland Mendy pada musim panas ini pun belum cukup membantu karena mereka masih diterpa cedera.

Jago Bongkar Pertahanan, Pogba Masih Penting Untuk Man United

Football5star.com, Indonesia – Legenda Manchester United, Denis Irwin, menilai Paul Pogba masih jadi sosok penting untuk Setan Merah. Di mata Irwin, Pogba jago membongkar pertahanan lawan.

Sebelumnya, Pogba terus dilaporkan bakal meninggalkan Old Trafford. Real Madrid dan Juventus mengincar tanda tangannya. Meski demikian, pada akhirnya pemain asal Prancis itu bertahan di Old Trafford.

“Tidak terlalu banyak pemain dengan kualitas Paul. Dia memiliki banyak pemain di depannya yang memiliki kecepatan tinggi dan saya pikir dia memiliki pemahaman untuk dapat memberi umpan yang bagus,” kata Irwin di Soccerway.

Getty Images

Musim lalu, Pogba sangat produktif dengan mencetak 13 gol di liga, dan 16 gol di semua kompetisi. Pogba juga mencatat sembilan assist di Liga Inggris. Karena itulah Irwin menekankan pentingnya gelandang berusia 26 tahun itu untuk Setan Merah.

“Kami kadang-kadang membutuhkan konsistensi darinya, tetapi mulai sekarang dan khususnya di mana kami mulai mendominasi permainan, ia akan menjadi pemain besar bagi kami.”

“Saya pikir setiap tim membutuhkan pengambil risiko, tetapi saya memandangnya dan berpikir dialah yang bisa membuka pintu pertahanan. Kami telah menciptakan cukup peluang untuk memenangkan pertandingan, sehingga ia akan menjadi sangat penting bagi kami,” Irwin menambahkan.

The post Jago Bongkar Pertahanan, Pogba Masih Penting Untuk Man United appeared first on Football5star Berita Bola.

Roy Keane Takkan Pernah Maafkan Dosa Ferguson

Football5star.com, Indonesia – Legenda Manchester United, Roy Keane, mengaku masih sakit hati dengan Sir Alex Ferguson. Ia bahkan takkan mau memaafkan pria asal Skotlandia tersebut.

Keane merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki United. Ia ikut andil membawa Setan Merah tujuh kali juara Premier League dan trofi Liga Champions 1999 selama 12 musim di Old Trafford.

Ia memilih hengkang pada 2005 akibat pertengkaran hebat dengan Ferguson. Perselisihan keduanya terjadi setelah kekalahan 1-4 yang dialami United dari Middlesbrough pada Oktober 2005.

Keane berselisih dengan Ferguson karena mengkritik pemain-pemain muda Setan Merah yang tampil saat itu.

Getty Images

“Saya tidak akan memaafkan Ferguson. Media berputar, bagaimana saya tampaknya membuat marah semua orang, itu semua omong kosong. Saya tidak peduli apakah itu Alex Ferguson atau Paus, Anda akan membela diri sendiri,” kata Keane kepada Off The Ball.

“Orang-orang berbicara tentang manajemen Ferguson. Omong kosong. Orang mengatakan dia selalu memiliki kepentingan terbaik Manchester United. Darren Ferguson (putranya) memenangkan medali. Dia sangat beruntung.”

“Orang bilang dia berdiri di sisi saya saat masa-masa sulit. Tapi tidak ketika saya berusia 34 tahun, mendekati akhir, tiba-tiba saja, ‘Pergilah, Roy’. Kata orang, Ferguson selalu melakukan apa yang benar untuk Man United. Saya rasa dia tidak melakukannya. Saya pikir dia melakukan apa yang benar untuknya,” Keane menambahkan.

The post Roy Keane Takkan Pernah Maafkan Dosa Ferguson appeared first on Football5star Berita Bola.

Barcelona Diperkuat Pemain Muda Jepang di Liga Champions

Gilabola.com – Barcelona tak masukkan dua pemain La Masia, Ansu Fati dan Riqui Puig, dalam skuad Liga Champions mereka, namun bawa pemain muda asal Jepang, Hiroki Abe.
Dalam daftar skuad Liga Champions Blaugrana tercantum seluruh nama pemain tim utama mereka. Daftar tersebut ditambah dengan kehadiran tiga nama pemain muda; Hiroki Abe, Ronald Araujo dan Ferran Sarsanedas. Sesuai aturan Uefa, Barca memasukkan 25 nama, termasuk dua orang kiper di dalamnya.
Adapun daftar skuad B tersebut terdiri dari pemain U-21 yang telah menghabiskan setidaknya tiga musim di klub itu. Di sinilah nama Fati, Puig, Abel Ruiz dan Inaki Pena kemungkinan akan masuk dalam tim A Barca untuk Liga Champions musim ini.
Nantinya, Abe akan mengenakan jersey nomor 37, Araujo nomor 33 dan Sarsanedas akan mengambil nomor 34 – jika mereka benar-benar tampil untuk skuad Ernesto Valverde di turnamen tersebut.

Berita Terkait

Timnas Spanyol Berpeluang Dibela Bintang Muda Barcelona
Barcelona Persilahkan Real Madrid Ambil Neymar
Barcelona Tetap Ogah Jemput Neymar Januari 2020

Ketiga pemain muda itu dimasukkan dalam daftar Tim A, karena mereka tidak memenuhi syarat untuk masuk ke Tim B. Abe dan Araujo belum lama berada di Barcelona, sementara Sarsanedas telah berusia di atas 21 tahun.
Sementara itu, Uefa sudah memiliki nama-nama pemain muda Barca yang terdapat dalam daftar Tim B. Mereka adalah Inaki Peña, Arnau Tenas, Guillem Jaime, Dani Morer, Riqui Puig, Colllex Collado, Carles Pérez, Abel Ruiz dan Ansu Fati. Demikian diungkapkan Barca Blaugranes.
Di fase penyisihan grup Liga Champions, Barca akan berada satu grup dengan Borussia Dortmund, Inter Milan dan Slavia Praha. Ini menjadi grup maut yang akan dilakoni skuad Valverde di kompetisi papan atas Eropa tersebut musim ini.
Skuad lengkap Barcelona untuk Liga Champions:
Kiper: Marc-Andre ter Stegen, Neto;
Bek: Nelson Semedo, Gerard Pique, Jean-Clair Todibo, Clement Lenglet, Moussa Wague, Jordi Alba, Sergi Roberto, Samuel Umtiti, Junior Firpo, Ronald Araujo;
Gelandang; Ivan Rakitic, Sergio Busquets, Arthur Melo, Carles Alena, Frenkie de Jong, Arturo Vidal, Ferran Sarsanedas;
Penyerang: Luis Suarez, Lionel Messi, Ousmane Dembele, Antoine Griezmann, Hiroki Abe.
Sumber: Barcelona Diperkuat Pemain Muda Jepang di Liga Champions

Emre Can Janji Tekan Juventus Demi Main Bola Di UCL

Gilabola.com – Emre Can janji tekan Juventus demi bisa main bola di Liga Champions. Ia tidak terima namanya dicoret dari daftar pemain ke UCL.
Gelandang Jerman itu memang tidak termasuk dalam daftar 22 pemain yang diserahkan oleh Juventus ke UEFA. Hal itu berarti Emre Can tidak dapat memainkan peran dalam babak penyisihan grup. Wajar jika dirinya emosi jiwa.
Can mengklaim ada perbedaan dengan apa yang dijanjikan klub hanya beberapa hari yang lalu dan bersikeras jika dirinya “harus dan akan” bermain di UCL. Keputusan sepihak klub juga bisa membuatnya memikirkan angkat kaki pada bursa transfer bulan Januari kelak.
Semakin kesal, Can ingat jika dirinya sudah bela-belain menolak kesempatan pindah ke Paris Saint-Germain, hanya untuk memutuskan untuk tetap setia dengan sang Juara Italia. Saat sudah menolak klub lain, eh dianya malah tidak diajak main bola ke Champions.

Berita Terkait

Arsenal Berpeluang Gagal Jemput Meunier Dari PSG
Barcelona Tetap Ogah Jemput Neymar Januari 2020
PSG Beruntung Meunier Bertahan Meski Jadi Cadangan

“Saya padahal sudah berbicara dengan PSG lho. Pada akhirnya saya memutuskan dengan Juve saja saya akan tinggal. Dan seperti yang Anda lihat, saya malah tidak masuk dalam skuad untuk Liga Champions. Gile gak tuh,” keluhnya sebelum pelatihan dengan Timnas Jerman pada hari Rabu waktu setempat.
Emre Can akan memperjuangkan haknya main bola di UCL
“Saya langsung terkejut kemarin karena saya sudah dijanjikan sesuatu yang lain minggu lalu. Mereka mengatakan kepada saya sesuatu yang lain. Jika saya telah menarik kesimpulan saya sendiri, sejujurnya lebih baik saya waktu itu tidak pilih tinggal di sini. Karena bagi saya itu adalah kondisi untuk bermain di Liga Champions.”
“Saya syok beratlah. Saya tidak bisa menjelaskannya kepada diriku sendiri betapa pedih rasanya. Saya tidak tahu mengapa, karena tahun lalu saya bermain sangat baik, terutama di Liga Champions. Juga tidak ada pembenaran sampai sekarang,” lanjutnya lagi kepada TWG dan Omnisport.
“Saya mendapat telepon kemarin. Panggilan telepon bahkan tidak satu menit lamanya,” lanjut pemain berusia 25 tahun itu. “Saya hanya diberitahu bahwa nama saya tidak ada di sana. Meskipun mereka mengatakan kepada saya minggu lalu bahwa saya akan bermain 100 persen di Liga Champions.”
“Pokoknya nih ya.. Saya harus dan akan bermain di Liga Champions. Lihat saja, saya akan berbicara dengan klub ketika saya kembali nanti. Dan saya akan melihat apa yang terjadi,” pungkasnya dengan geram campur gemas.
Sumber: Emre Can Janji Tekan Juventus Demi Main Bola Di UCL

Juventus Coret Emre Can, Sule Anggap Bukan Akhir Dunia

Gilabola.com – Juventus coret Emre Can dari tim Liga Champions, Sule tetap menganggap hal itu bukan akhir dunia bagi sang pemain.
Gelandang yang dicoret dari daftar tim Nyonya Tuwir tetap tidak akan mempengaruhi fokus tim nasionalnya, kata rekan senegaranya di Timnas Jerman. Niklas Sule telah mendukung Emre Can untuk bangkit kembali menyusul kabar menghebohkan dirinya dicoret dari skuad Liga Champions Juventus.
Pelatih kepala Juve, Maurizio Sarri, mengkritik kebijakan transfer yang membuatnya pusing melihat skuad membengkak. Emre Can dan Mario Mandzukic lantas dikorbankan ketika Juara Serie A itu menyusun daftar pemain mereka untuk kompetisi Klub utama Eropa pada hari Selasa waktu setempat.
Can sendiri telah mengatakan kepada wartawan jika dirinya sangat terkejut oleh keputusan tega itu dan mengklaim jika dirinya diberi kepastian yang bertentangan oleh Sarri. Ia mengaku sang manajer sempat membujuknya menentang upaya mencari transfer pergi dari Turin di bursa musim panas.

Berita Terkait

Belanda Perkasa! Jebol Gawang Jerman Empat Gol di Babak Kedua
Jerman vs Belanda Nanti Malam Pertarungan Raja Gol dan Bek Terbaik
Timnas Jerman Bisa Mainkan Line-up Ini Kontra Belanda

Berbicara pada konferensi pers jelang laga kualifikasi Euro 2020 Timnas Jerman melawan Timnas Belanda di Hamburg, pemain Bayern Munchen Sule menyatakan bahwa ia mengharapkan mantan pemain gelandang Liverpool itu tetap tak terganggu pikirannya.
“Emre itu adalah seorang pria yang Anda tidak benar-benar harus membentuknya jadi kuat,” ujarnya melalui Goal. “Dia itu adalah pemain yang positif secara konsisten dari waktu demi waktu.”
Masalah di Juventus tak akan membuat Emre Can terpuruk
“Saya ini sudah mengenalnya sejak di tim U-13, di mana kami bermain bersama untuk Eintracht Frankfurt. Saya tidak terlibat dalam topik ini dan tidak tahu apa yang pelatih Juventus pikirkan. Tapi saya pikir Emre tahu apa maksud pelatihnya.”
“Dia tidak akan membiarkannya terpuruk dan dia adalah pemain yang luar biasa. Ketangguhan dirinya tidak perlu dipertanyakan lagi.”
“Anda tidak dapat selalu mempengaruhi segala sesuatunya di dunia sepak bola. Ada keputusan, ada kasus lain. Kami tidak dalam jenis olahraga individu di sini. Dalam dunia Golf Anda selalu dapat memutuskan sendiri apa yang ingin Anda lakukan. Kalau kami jelas masih tergantung pada pelatih.”
“Jika dia berpikir itu yang terjadi, maka Anda harus menerimanya. Meski begitu, saya pikir Can tidak akan membiarkan hal ini mempengaruhinya dan sepenuhnya fokus.”
Sumber: Juventus Coret Emre Can, Sule Anggap Bukan Akhir Dunia