Luka Jovic Akui Menangis Tiga Hari Saat Red Star Menjualnya

Sumberbola – Bintang Real Madrid, Luka Jovic, mengakui bahwa dirinya sangat sedih saat Red Star Belgrade memutuskan untuk menjualnya kepada Benfica.
Jovic mengungkapkan bahwa saat itu dia masih ingin memenangkan gelar bersama Red Star. Namun, karena terdesak faktor ekonomi, klub memutuskan untuk menjual Jovic.
“Saya jelas: saya ingin tetap di akhir musim,” kata Jovic. “Kami unggul 20 poin dan saya ingin memenangkan liga sekali lagi.
“Tapi klub menjual saya di bursa transfer Januari karena mereka butuh uang. Ketika saya pertama kali sampai di Lisbon, saya menangis selama tiga hari,” katanya.
Karier Jovic bersama Benfica tidak berjalan mulus. Dia sempat dikecam oleh media di Portugal. Hal itu lantaran Jovic secara tidak sengaja melukai kakinya saat berenang.
“Itu benar-benar tidak menyenangkan klub. Pers lokal di Portugal menganggap cidera itu akibat tidak profesional,” sambungnya.
Segalanya berubah bagi sang penyerang begitu ia bergabung bersama Eintracht Frankfurt dengan status pinjaman dua tahun. Dia mengatakan bahwa Niko Kovac adalah pelatih yang sangat berjasa untuknya.
“Kovac membantu saya berada di jalur yang benar,” kata Jovic. “Dia tidak akan membiarkan saya istirahat sebentar dalam pelatihan. Dia selalu menuntut lebih dari saya.
“Saya sangat berterima kasih kepadanya. Dia adalah pelatih yang sangat penting bagi saya. Dia menjadikan saya pemain yang lebih baik dan orang yang lebih baik,” tutupnya.


Thursday January 01, 1970