Ini Cara Zidane Mainkan Hazard dan Vinicius Secara Bersamaan di Madrid

Liga Spanyol – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, memiliki tantangan untuk memainkan Eden Hazard dan Vinicius Junior secara bersamaan pada musim depan.
Seperti diketahui, Real Madrid sukses mendatangkan Vinicius dari klub Brasil, Flamengo, pada tahun 2018 lalu. Musim panas ini, giliran Eden Hazard yang berhasil diboyong Los Blancos dari Chelsea dengan mahar senilai 100 juta Euro.
Namun, keberadaan Hazard dan Vinicius akan menjadi tantangan tersendiri untuk Zinedine Zidane. Sebab, Marca mengklaim bahwa keduanya memiliki posisi utama sebagai pemain sayap kiri.
Lantas, tantangan Zidane adalah tentang bagaimana cara Zinedine Zidane memainkan kedua pemain tersebut secara bersamaan.
Zidane pasti harus menentukan siapa pemain yang akan dimainkan sebagai sayap kiri. Meski pelatih asal Prancis itu kabarnya adalah salah satu pengagum talenta Vinicius, namun dalam situasi ini, sang pemain tampaknya harus mengalah kepada Hazard.
Secara pengalaman, Hazard tentu lebih matang dibandingkan Vinicius. Zidane memiliki opsi untuk memasang Vinicius sebagai sayap kanan, sedangkan bintang kelahiran Belgia itu tetap dimainkan sebagai sayap kiri.
Namun, meski berpeluang bermain bersamaan, Zidane bisa memiliki pilihan lain. Tidak menutup kemungkinan sang prlatih akan mencoba memainkan Hazard di posisi lain pada laga pra musim, dengan tujuan untuk membiasakan dirinya bermain dengan rekan barunya di skuat Real Madrid.

Kapten Real Madrid Tak Sudi Lihat Hazard Pakai Nomor 7

Liga Spanyol – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos, dilaporkan tidak setuju jika Los Blancos memberikan nomor punggung 7 kepada Eden Hazard.
Seperti diketahui, Hazard resmi meninggalkan Chelsea dan bergabung dengan Real Madrid pada bursa transfer musim panas tahun 2019. Hingga saat ini, belum diketahui berapa nomor punggung yang akan dikenakan sang pemain di skuat Los Blancos mulai musim 2019/20.
Namun, ada spekulasi yang menyebut bahwa Hazard akan diperkenalkan di Estadio Santiago Bernabeu pada Kamis (13/6) waktu setempat dengan jersey nomor 7.
Spekulasi itu rupanya menimbulkan kejanggalan bagi Ramos, selaku kapten Real Madrid. Bek kelahiran Spanyol itu kabarnya tidak setuju jika nomor sepeninggalkan Cristiano Ronaldo jatuh di tangan Hazard.
Pasalnya, Ramos merasa jika pihak Real Madrid tidak menghormati Mariano Diaz yang saat ini menjadi pemilik nomor punggung 7 di Santiago Bernabeu. Hal ini pun dibenarkan oleh seorang petinggi klub, yang sudah membahasnya dalam sebuah pertemuan.
“Sergio tidak akan menerima ide ini,” kata seorang anggota Dewan Direksi Los Blancos di rapat tersebut, seperti dikutip dari Diario Gol.
Lebih lanjut, nomor punggung favorit Hazard sendiri sebenarnya adalah 10. Ia sudah mengenakan angka tersebut, baik di Chelsea maupun timnas Belgia.

De Boer Sarankan De Ligt untuk Gabung Barcelona

Berita Bola – Mantan gelandang Barcelona, Ronald de Boer, menyarankan Matthijs de Ligt untuk pindah ke Camp Nou jika ia benar-benar meninggalkan Ajax Amsterdam pada bursa transfer musim panas ini.
Pemain internasional Belanda telah menjadi target transfer dari Manchester United, Paris Saint-Germain dan Barca, setelah penampilannya yang mengesankan bersama raksasa Eredivisie musim lalu. Menurut kabar yang beredar baru-baru ini, De Ligt sangat dekat untuk gabung ke PSG, dengan Mino Raiola selaku agennya dikabarkan berada di Prancis untuk menyelesaikan transfer kliennya ke Parc des Princes.
Berkenaan dengan itu, De Boer yang pernah menghabiskan enam musim sebagai pelatih Ajax telah menyarankan bek berusia 19 tahun itu untuk bergabung dengan Barcelona, di mana ia percaya filosofi bermain De Ligt di Ajax cocok untuk raksasa Catalan.
“De Ligt adalah pemain yang bisa bermain untuk tim mana pun tetapi bagi saya akan lebih baik melihatnya bermain di Barcelona, ​​karena mereka adalah klub dengan filosofi yang sama dengan Ajax,” katanya.
“Dia mulai di Ajax ketika berusia 10 tahun dan dia memiliki filosofi dan cara bermain yang sangat dekat dengan Barcelona. Dia tidak perlu beradaptasi, dan dia siap bermain di sana.
“Orang mungkin hanya melihatnya dengan bola, tetapi tanpa bola dia juga sangat bagus. [PSG] adalah tim yang sangat bagus dengan pemain hebat, tetapi mereka tim yang tidak bermain seperti [De Ligt] sudah terbiasa.
“Itu berbeda dan filsafat itu penting, dan jika Anda bertanya kepada saya, saya lebih suka melihatnya di Barcelona atau mungkin Manchester City,” tukasnya.