Ramai-ramai Kritik Sikap Mourinho Kepada Rashford

Football5star.com, Indonesia – Penampilan apik Marcus Rashford bersama Timnas Inggris membuat banyak pihak yang beramai-ramai mengkritik Jose Mourinho. Salah satunya Phil Thompson yang menyebutkan bahwa Manajer Manchester United tersebut tak becus dalam melihat potensi pemainnnya.
zimbio
Sejak kehadiran Mourinho di Manchester United, Rashford sering ditepikan olehnya. Terlebih saat kehadiran Romelu Lukaku yang membuat penyerang muda Inggris tersebut musim lalu hanya tampil 17 kali sebagai starter di Premier League.
Thompson yang juga merupakan bekas penggawa Liverpool itu bahkan tak yakin Rashford bisa cocok dengan skema permainan Mourinho. Bahkan ia mengkhawatirkan penyerang berusia 20 tahun tersebut bisa pindah saat akhir musim nanti.
“Saya tidak berpikir ada kepercayaan dari manajer kepada pemain bahwa dia dapat melakukannya secara teratur. Itulah mengapa dia hanya datang ke tim sekarang dan lagi,” kata Neville seperti dikutip Football5star dari Sky Sports, Kamis (13/9/2018).
“Dia baru berusia 20 tahun dan dia mungkin butuh sedikit lebih banyak waktu. Tapi saya pikir musim ini adalah musim yang besar baginya,” sambungnya.
Bukan hanya Thompson yang melayangkan kritik terhadap sikap Mourinho kepada Rashford. Jamie Carragher juga sempat melayangkan kritik yang sama dengan menyebut bahwa sang pemain harus segera hengkang dari Manchester United.
Kendati demikian pernyataan tersebut disanggah oleh Gareth Southgate selaku Manajer Inggris. Ia hanya menyebutkan bahwa Mourinho masih punya kepedulian kepada pemain asli didikan akademi Manchester United tersebut.
The post Ramai-ramai Kritik Sikap Mourinho Kepada Rashford appeared first on Football5star Berita Bola.

Alderweireld Cuek Batal Merapat ke Man United

Football5star.com, Indonesia – Bek Tottenham Hotspur, Toby Alderweireld, tak mengaku sedih, meski gagal merapat ke Manchester United. Pemain asal Belgia itu tetap bahagia bertahan bdi skuat The Lilywhites.
“Aku cepat mengerti, bersama dengan penasihatku, bahwa aku akan tinggal di Tottenham. Namun, aku tidak bisa membahas tentang semua yang dikatakan dalam konferensi pers oleh pelatih,” kata Alderweireld seperti dilansir Soccerway.
Kontrak Alderweireld bersama Tottenham akan habis tahun depan. United sempat mengincarnya di bursa transfer lalu. Namun, Tottenham menolak melepas sang pemain.
“Ini justru kemenangan pribadi bagiku untuk mendapatkan tempatku kembali di tim. Aku bekerja keras untuk itu. Ini bukan kekecewaan bahwa aku gagal pindah. Orang-orang mengatakan bahwa aku ingin meninggalkan klub, tetapi itu tidak benar. Tidak semua yang dikatakan di media sudah benar. Aku hanya mencoba membantu Tottenham dengan kemampuan yang aku miliki.”
Getty Images
Meski jarang bermain musim lalu, namun Alderweireld tetap jadi pilihan utama Timnas Belgia di Piala Dunia 2018. Ia berhasil mengantar Setan Merah lolos ke semifinal. “Piala Dunia baik untukku. Aku bekerja keras dan menunjukkan apa yang bisa aku lakukan,” Alderweireld menambahkan.
Alderweireld sendiri sudah mengoleksi 83 caps bersama Timnas Belgia. Ia juga mengoleksi tiga gol.
The post Alderweireld Cuek Batal Merapat ke Man United appeared first on Football5star Berita Bola.

Minder Soal Stadion San Paolo, Napoli Pindah Kandang

Gilabola.com – Minder soal kualitas Stadion San Paolo yang tak memenuhi syarat UEFA, Napoli pindahkan kandang laga-laga Liga Champions ke stadion milik Bari, San Nicola, 257 kilometer ke arah timur.
Pemilik Napoli Aurelio De Laurentiis sudah mengajukan perpindahan kandang itu ke pihak UEFA. Hal ini bisa mengancam nasib fans Liverpool yang berdompet tipis. Banyak dari suporter The Reds sudah membeli tiket untuk terbang ke Napoli, bukan ke Bari, yang berjarak 3-4 jam jauhnya dengan bus.
Pada 4 Oktober Napoli akan menjamu Liverpool dalam pertandingan kedua fase Grup C Liga Champions. Laga tersebut kemungkinan besar tidak bakal diselenggarakan di San Paolo. Kursi-kursi di stadion milik dewan kota Napoli yang berkapasitas 60.000 tempat duduk tersebut tidak memenuhi kriteria UEFA. Napoli selama ini bisa berkandang di situ karena diberi dispensasi oleh UEFA selama beberapa tahun ke depan sampai dibangunnya stadion anyar.
Awalnya ada rencana penggantian kursi pada musim panas kemarin tapi batal terwujud. Napoli pun terpaksa melayangkan permmohonan agar laga versus anak asuh Jurgen Klopp nanti dipindah ke San Nicola, 3-4 jam jauhnya dari kota Naples.
Napoli bangun stadion baru
Agar namanya tidak tercoreng akibat pemberitaan buruk soal stadion, Aurelio De Laurentiis mengaku siap membangun stadion anyar demi meningkatkan citra klub.
Ia pun berjanji menyediakan 1.000 bus bagi para suporter tuan rumah untuk melakukan perjalanan ke Bari, seandainya UEFA mengizinkan mereka bermain di kandang Bari.
“Bagi saya ini mimpi buruk. Stadion jelek itu membatasi status Napoli di level internasional,” ucap De Laurentiis pada Corrierre dello Sport. “Ini sangat disayangkan. Untuk alasan ini, saya berkata cukup sudah. Saya tidak ingin ada kontroversi lainnya. Jadi saya akan membangun stadion sendiri.”
“Kami tidak bisa seperti ini terus. Pembangunan tersebut akan memakan waktu dua tahun tapi saya akan membangun stadion agar tidak ada lagi yang menyuruh saya begini atau begitu. Seperti itu lah cara saya mengakhiri kontroversi. Jika saya memiliki dana dan tanah untuk membangun stadion, maka proyeknya bakal langsung dimulai.”
“Saya telah meminta kepada UEFA agar laga Liga Champions dilangsungkan di San Nicola kepunyaan Bari. Saya siap membayar transportasi para suporter Napoli.”
Bari adalah klub lain yang dimiliki oleh Aurelio De Laurentiis. Ia memiliki klub itu setelah terdegradasi ke Serie D karena masalah keuangan. Anaknya, Luigi De Laurentiis, menjadi pemimpin FC Bari untuk saat ini.
Berita bola terkini

Andrea Agnelli Tekan Champions League Segera Gunakan VAR

Berita Bola – Presiden Juventus dan Asosiasi Klub Eropa Andrea Agnelli terus menekan UEFA untuk memperkenalkan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Liga Champions dan Liga Europa sekaligus musim depan. Ia tak sabar lagi akan hal ini.
Teknologi VAR sendiri saat ini sudah beberapa kali digunakan di Piala Dunia 2018. Hasilnya pun bisa dibilang tak jelek-jelek amat. Beberapa pelatih memang ada yang tak suka akan hal ini, saat yang lain mulai bisa bersikap modern.
Meski sudah diterima beberapa pelatih, namun tetap saja tak semua kompetisi kemudian ikut menggunakan VAR. Kompetisi Premier League juga termasuk dalam hal ini, namun mereka tertarik melakukan uji coba pada musim ini juga.
Tak sama dengan kompetisi di Serie A dan La Liga. Keduanya jelas sudah menggunakan bantuan teknologi tersebut dan oke-oke saja. Asosiasi Klub-klub Eropa atau European Club Association (ECA) adalah salah satu perkumpulan yang berpengaruh kuat di Eropa. Mereka lantas menekan agar VAR bisa mulai digunakan di kompetisi level Eropa musim depan, termasuk di Liga Champions.
“Kita sudah tidak bisa kembali lagi, kami ingin teknologi VAR bisa diadopsi dalam kompetisi UEFA secepat mungkin,” tegas Agnelli dengan tak sabaran melalui Football Italia.
“Saya sendiri sudah berbicara dengan Presiden UEFA Aleksandar Ceferin tentang hal ini ya. Beliau bisa memahami posisi kami dan mengatakan kepada kami bahwa VAR nantinya akan dilaksanakan, tetapi UEFA terdiri dari 53 Federasi dan persiapan yang tepat diperlukan sebelum mereka dapat melanjutkan permintaan VAR itu,” ujarnya.
Andrea Agnelli masih mengerti semua harus pelan-pelan terapkan VAR
Agnelli sendiri mengaku masih mengerti jika penggunaan VAR tak bisa dilakukan sembarangan dan semuanya harus bertahap. Ia hanya tetap menegaskan bahwa teknologi itu memiliki dampak positif dan tetap harus diperbantukan dalam tiap pertandingan.
“Kami bisa sangat menghormati permintaan UEFA bahwa wasit diberikan pelatihan yang tepat sehingga mereka dapat mempertahankan standar yang sudah ditetapkan oleh liga yang telah memperkenalkan VAR ya.”
“Kami sih berharap jika pihak UEFA musim depan dapat berada di posisi untuk memperkenalkan teknologi ke Liga Champions dan Liga Europa sekaligus. Kita semua lagi bekerja sama-sama ke arah itu (penerapan VAR di kompetisi mana saja).”
“Saat Anda mulai bekerja dengan VAR dan melihat bahwa margin of error berkurang hingga lima persen lagi, itu menjadi sesuatu yang harus Anda lalui,” tegasnya sedikit berpromosi.
Berita bola terkini

Final Liga Champions Eropa Juga Akan Digelar di Amerika

Berita Bola – Final Liga Champions UEFA atau Eropa akan mengikuti jejak La Liga menggelar pertandingan mereka di benua Amerika, ini aneh hanya demi memenuhi kepentingan sponsor?
Jika menggelar pertandingan LaLiga Santander di Amerika Serikat dilihat sebagai sesuatu yang aneh, sekarang sedang berlangsung yang lebih aneh lagi, negosiasi sedang berlangsung untuk menggelar Final Liga Champions di kota New York Amerika Serikat, kata Jaume Roures.
Keputusan untuk melakukan globalisasi sepakbola memang sedang gencar dilakukan akhir-akhir ini, dan tampaknya itu akan diterapkan ke lebih banyak liga dan kompetisi, termasuk Liga Champions.
Globalisasi Sepak Bola Yang Dipaksakan?
Menhindari anggapan bahwa langkah tersebut sebagai langkah buruk, Roures justru ingin menonjolkan sisi positifnya.
“Mereka bernegosiasi untuk memainkan final Liga Champions di New York,” kata pendiri dan pemilik Mediapro ini mengatakan pada program El Mati di Catalunya Radio.
Dia juga memberikan komentar terkait laga Girona vs Barcelona yang akan berlangsung di kota Miami pada bulan Januari 2019 nanti.
“Ini sangat positif, terutama untuk Girona yang baru saja bergabung dengan LaLiga Santander,” lanjutnya. “Mereka akan dibicarakan di seluruh dunia sepakbola, dan itu akan membantu mengkonsolidasikan kompetisi.”
Meskipun ada manfaat keuangan untuk Girona FC, klub juga akan mendapat eksposur besar dan menjadi pusat dunia kata Roures.
Berita bola terkini

Sergio Ramos Akui Pernah Dapat Teror Mengerikan Usai Cederai Salah

Berita Bola – Bek Real Madrid, Sergio Ramos, akui pernah mendapat ancaman pembunuhan dari pihak-pihak tak bertanggung jawab. Hal ini ada setelah ia cederai penyerang Liverpool Mohamed Salah pada final Liga Champions.
Sergio Ramos sendiri memang pernah habis-habisan dikecam para fan terutama pendukung Liverpool karena melakukan pelanggaran berat terhadap Mohamed Salah. Sang pemain terpaksa ditarik ke luar lapangan karena mengalami cedera bahu usai ditarik dan ditimpa kapten Real Madrid itu.
Pada laga UEFA Nations League antara Timnas Inggris menjamu Spanyol di Stadion Wembley, Sabtu (8/9), ia mendapat teriakan cemoohan dari banyak pendukung tuan rumah. La Furia Roja sendiri kalahkan Inggris dengan skor 2-1 pada laga Grup 4 Liga A UEFA Nations League 2018.
Kelar pertandingan, Sergio Ramos lantas menanggapi santai semua sorakan tersebut karena ia pernah mengalami teror yang lebih buruk dari itu. “Pemain ingin menghindari (cemoohan). Pada akhirnya Anda merasakannya juga, tapi saya tetap tak menanggapinya. Itu tidak akan memengaruhi permainan saya sama sekali,” ujar Ramos seperti dikutip dari ESPN.
Sergio Ramos lelah dengan semua perlakuan terhadapnya
Sergio Ramos juga bercerita tentang pengalaman pahit yang pernah dirinya dan keluarga rasakan usai insiden sakiti Salah di final Liga Champions musim lalu tersebut. “Saya lebih suka sambutan lain karena orang-orang hanya mengingat kejadian di final dan tak ada yang mengingat ancaman pembunuhan yang diterima keluarga dan anak-anak saya,” keluh Ramos.
“Hal ini jadi isu sensitif dan mungkin ada orang-orang yang menganggapnya sebagai lelucon dan sepertinya itu jadi alasan mereka menyoraki saya di stadion megah seperti ini,” terang Ramos.
“Percayalah, saya masih memiliki hati nurani. Saya sudah menjelaskan apa yang terjadi dan tak perlu lagi membuat penjelasan,” pungkas Ramos dengan lelah dinilai sengaja cederai Mohamed Salah.
Berita bola terkini

Red Star Belgrade Dapat Hukuman Berat Usai Kerusuhan Lawan Salzburg

Berita Bola – Red Star Belgrade akhirnya dapat hukuman berat usai kerusuhan mengerikan dalam laga Liga Champions melawan Salzburg. Hal ini mau tak mau ikut berimbas untuk laga melawan PSG dan Liverpool.
Ya, kubu Red Star Belgrade akhirnya harus dilarang menjual semua tiket kepada semua penggemar mereka untuk dua laga tandang selanjutnya di Liga Champions. Hal ini terjadi karena kerusuhan penonton yang sempat terjadi dalam laga playoff bulan lalu di Salzburg.
Kubu Red Star Belgrade lantas didakwa dengan beberapa pelanggaran, termasuk karena invasi lapangan para suporter yang ikut menyalakan kembang api. Hal ini terjadi saat mereka bisa bangkit dari tercecer dua gol untuk hasil imbang skor 2-2 sekaligus raih fase grup lewat gol tandang di Red Bull Arena (Salzburg).
Red Star Belgrade rugi karena ulah suporter sendiri
Dikabarkan Reuters jika Komite Disiplin UEFA juga sekalian mendenda klub Serbia tersebut dengan angka menembus 30.000 euro. Mereka juga diwajibkan untuk segera kontak Salzburg dalam tempo 30 hari demi membayar semua kerusakan akibat ulah suporter mereka.
Dikabarkan juga jika para suporter Red Star Belgrade dilarang membeli tiket untuk laga-laga Grup C ajang Liga Champions di markas PSG pada 3 Oktober dan Liverpool pada 24 Oktober mendatang. Hal ini jelas merugikan mereka sendiri.
Bagaimana tidak rugi, juara Serbia Red Star yang pernah bisa menjuarai Piala Eropa pada tahun 1991 itu bisa ikut fase grup pertama kalinya sejak Liga Champions 1992. Langkah mereka jadi tersandung gara-gara ulah suporter sendiri.
Berita bola terkini

Sergio Ramos Yakin Semua Percaya Ia Tak Niat Cederai Mohamed Salah

Berita Bola – Sergio Ramos sangat yakin jika semua orang percaya jika dirinya tak ada niat cederai bintang klub kontestan Liga Champions Liverpool, Mohamed Salah. Tak ada yang ingin beri sambutan miring pada dirinya.
Sergio Ramos yang merupakan kapten Real Madrid sempat dinilai memang sengaja menjatuhkan Mohamed Salah hingga mengalami cedera dan harus ditarik keluar. Praktik seperti ini sudah pernah ia lakukan sebelumnya ke pemain lain hingga cukup terlatih untuk menggunakan caranya lagi ke pemain lain.
Jurgen Klopp juga sempat menyebut cara Ramos mengapit tangan Salah dan menjatuhkannya sudah lebih buruk dibanding para pegulat profesional sekalipun. Ramos tak masalah karena ia yakin publik Inggris tak akan mempermasalahkan insiden tak terpuji itu lagi.
Sergio Ramos sendiri akan segera kembali ke Inggris untuk bermain membela Spanyol dalam pertandingan UEFA Nations League yang akan digelar di Wembley. Secara pribadi, Ramos menegaskan bahwa dirinya tidak pernah punya niat untuk menyakiti lawan dalam pertandingan, termasuk ke Mohamed Salah.
Sergio Ramos yakin tak akan diapa-apain
“Saya sebenarnya tak terlalu memikirkan sambutan yang mungkin saya dapat di Wembley ya. Saya toh tak pernah mencoba mencederai lawan di atas lapangan. Tentu saja saya tahu apa yang terjadi di final saya itu, nurani saya sudah jelas kok,” ujar Ramos kepada The Telegraph.
“Saya tidak akan bisa terpengaruh oleh semua tekanan dan kritikan itu. Saya juga tahu kalau fans Inggris pasti akan tetap memperlakukan pemain seperti selayaknya seorang pemain ternama. Saya sama sekali tidak khawatir ya.”
“Untuk di ranking FIFA, posisi kami sudah kadung turun beberapa peringkat. Target kami adalah segera bisa kembali ke puncak dan mengembalikan filosofi kemenangan kami,” pungkasnya mengalihkan pembahasan.
Berita bola terkini

Mesut Ozil Mengaku Gugup Bertemu Zinedine Zidane

Gilabola.com – Playmaker Arsenal Mesut Ozil mengungkapkan bahwa tangannya berkeringat saat pertama kali dia bertemu dengan idolanya Zinedine Zidane di klub kontestan Liga Champions, Real Madrid.
Setelah tampil impresif bersama dengan Jerman di Piala Dunia 2010, Mesut Ozil direkrut oleh Real Madrid dari Werder Bremen sebagai salah satu pembelian pertama Jose Mourinho.
Mourinho baru saja bergabung dengan Real Madrid dari Inter Milan di mana dia telah menangkan treble, dan dia segera berusaha membenahi klub itu di dalam dan di luar lapangan, termasuk mempromosikan Zidane ke peran kepelatihan.
Mesut Ozil tak akan lupakan momen pertemuan dengan Zidane
Zidane, yang memenangkan Liga Champions bersama Los Blancos pada tahun 2002, dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di dunia sepakbola, dan Ozil mengakui bahwa dia sangat kagum berbagi ruang ganti dengannya.
“Saya benar-benar gugup, bahagia, dan bersyukur juga karena Madrid adalah klub yang sangat besar. Saya bermimpi bermain di sana karena idola saya, Zinedine Zidane, bermain untuk mereka juga,” kata Ozil.
“Hari pertama saya bersama Mourinho dan semua rekan tim saya, tentu saja ketika Anda pemain baru di ruang ganti, Anda menjadi sedikit pendiam dan gugup karena pemain besar ada di klub besar. Saya sangat gugup ketika bertemu Zinedine Zidane, itu adalah hal yang paling penting bagi saya.”
“Itu terjadi di ruang ganti. Mourinho membawanya ke tim utama sebagai asisten pelatihnya. Dia berada di ruang ganti, jadi tentu saja tangan saya berkeringat. Saya ingin mencoba berbicara dengannya, tapi dia sebenarnya sangat santai sebagai seorang pribadi. Dia benar-benar tenang dan saya sangat menikmati pertemuan pertama saya dengannya.”
“Tentu saja saya memiliki banyak hal dalam kepala saya. Saya berpikir sat saya masih kecil bersama teman-teman saya. Saya membeli kaosnya dan bermain sebagai dia (Zidane) di tempat di mana saya dibesarkan (Gelsenkirchen).”
“Perasaan itu sangat positif tapi saya masih hanya seorang pemain muda di usia 20 atau 21 tahun. Rekan setim saya tahu bahwa saya adalah orang yang benar-benar tenang di ruang ganti, yang tidak berbicara terlalu banyak, hanya melakukan pekerjaan saya dan bersantai, jadi saya gugup bertemu dengannya.”
Ozil menikmati musim yang bagus bersama Real Madrid, membuat 159 penampilan selama tiga musim, memenangkan gelar La Liga dan Copa Del Rey sebelum bergabung dengan Arsenal pada tahun 2013.
Berita bola terkini

Luka Modric Akui Jadi Hebat Karena Jasa Cristiano Ronaldo

Berita Bola – Luka Modric mengakui bisa jadi hebat seperti sekarang karena jasa Cristiano Ronaldo juga. Bintang klub kontestan Liga Champions Real Madrid itu ikut mengklarifikasi kabar miring seputar CR7 sebelumnya.
Sosok pemain gelandang andalan Real Madrid dan Kroasia, Luka Modric bahkan mengungkapkan bahwa Cristiano Ronaldo mengatakan padanya bahwa ia memang layak memenangi gelar Pemain Terbaik UEFA 2017-18. CR7 tak bisa datang, namun tetap bahagia.
Sebelumnya dalam acara yang digelar di Monaco pekan lalu, Luka Modric memang sudah menjadi pemenang mengalahkan dua kandidat lainnya, Cristiano Ronaldo dan bintang Liverpool, Mohamed Salah. Ronaldo tak hadir dalam acara tersebut. Rumor menyebut jika ia tak datang karena marah dirinya tak terpilih jadi pemenang.
Luka Modric bantah kabar itu dengan mengatakan bahwa Ronaldo sejatinya sudah menghubunginya untuk masalah ini. Hal tersebut bisa terungkap dalam wawancara setelah laga persahabatan internasional antara Portugal kontra Kroasia dini hari tadi waktu setempat.
“Cristiano Ronaldi sudah mengirimkan pesan pada saya, dengan mengucapkan selamat pada saya dan berkata bahwa ia turut senang dan saya memang layak meraihnya,” ungkap Modric kepada RTP3.
“Ia juga sempat mengatakan bahwa dirinya sudah tidak sabaran lagi untuk bertemu saya kembali,” lanjut Modric dengan bangga.
Cristiano Ronaldo dan Luka Modric akan kembali bersaing
Luka Modric dan Ronaldo dipastikan akan kembali bersaing memperebutkan gelar FIFA The Best Men’s Player of the Year tahun ini juga. Mohamed Salah juga kembali masuk nominasi. Pada kesempatan yang sama, Modric juga akui peran CR7 dalam perjalanan karirnya selama ini.
“Saya merasa senang bisa masuk nominasi penghargaan besar lainnya ya. Nantinya kita akan melihat apa yang akan terjadi. Saya ini memiliki hubungan baik dengan Cristiano Ronaldo dan kami juga pasti punya hubungan baik di masa depan. Ia ikut membentuk saya jadi seperti sekarang. Penghargaan individual memang penting tapi saya sama sekali tidak terobsesi dengannya,” pungkas Modric.
Berita bola terkini