Steve McManaman Sebut Kylian Mbappe Lebih Cocok Untuk Madrid

Steve McManaman Sebut Kylian Mbappe Lebih Cocok Untuk Madrid- Salah satu legenda Real Madrid, Steve McManaman menyebut bahwa sosok Kylian Mbappe jauh lebih cocok untuk Madrid ketimbang Neymar Jr.
Steve McManaman lebih menyarankan Real Madrid untuk membeli Mbappe dibandingkan jika harus membeli Neymar, kedua pemain saat ini tercatat bermain di klub yang sama yakni PSG.
Pasca melego Cristiano Ronaldo ke Juventus pada musim panas yang lalu, Real Madrid dikaitkan dengan beberapa pemain top sebagai penggantinya. Mbappe dan Neymar masuk dalam daftar. Tapi, ada juga nama Eden Hazard hingga Harry Kane.
Nama Mbappe dan Neymar cukup kencang dikabarkan menjadi incaran Real Madrid. Sebab, kedua pemain dinilai punya kapasitas untuk menggantikan Ronaldo. Baik dari segi skill olah bola dan kapasitas sebagai pencetak gol.
Jika dihadapkan pada pilihan tersebut, Steve McManaman mengaku lebih memilih Mbappe.
Dalam sebuah wawancara dengan Marca, Steve McManaman menyebut misi mendatangkan Mbappe atau Neymar tidak akan mudah. Tapi, dia yakin ada peluang. Dan, jika itu terjadi, maka pria asal Inggris akan memilih membeli Mbappe.
“Siapa yang lebih saya sukai untuk didatangkan Real Madrid sekarang? Saya pilih Mbappe,” ucap Steve McManaman.
“Mbappe jelas lebih muda, dia baru berusia 19 tahun dan saya rasa karena itulah Anda bisa mengajari dia banyak hal. Akan lebih mudah untuk membawanya ke sini. Semuanya masih mungkin saja terjadi di bursa transfer,” sambungnya.
“Saya tidak berpikir bahwa Madrid akan membayar mahal untuk Mbappe, tapi saya juga tidak berpikir Madrid akan menjual Ronaldo, tapi itu terjadi,” sambung eks Liverpool tersebut.
Steve McManaman baru-baru mengaku mengamati permainan PSG. Pasukan Thomas Tuchel tersebut dia nilai punya kelemahan yang mendasar. PSG dia sebut tidak bermain sebagai sebuah tim dan masih terlalu individual.
“Mereka membuat saya kecewa ketika di Anfield (lawan Liverpool di Liga Champions). Mereka tidak berlari ketika kehilangan bola, mereka adalah individu bukan sebuah tim. Mereka mudah menang di Ligue 1, tapi tidak kalau berjumpa Liverpool atau Napoli,” ulas McManaman.
The post Steve McManaman Sebut Kylian Mbappe Lebih Cocok Untuk Madrid appeared first on bolamagz.net.

Arsene Wenger Akan Jadi Pelatih Baru Bayern Munchen ?

Arsene Wenger Akan Jadi Pelatih Baru Bayern Munchen- Mantan pelatih anyar Arsenal, Arsene Wenger kabarnya menjadi salah satu kandidat kuat pengganti dari pelatih Bayern Munchen, Niko Kovac yang dianggap gagal di musim ini.
Kovac ditunjuk sebagai pelatih baru Bayern pada awal musim 2018/19. Mantan pemain Bayern tersebut menggantikan posisi yang sebelumnya dipercayakan kepada sosok Jupp Heynckes.
Hanya saja, perjalanan Kovac dengan Bayern tidak melewati jalan yang mulus. Setidaknya hal itu nampak dari hasil yang sudah diraih oleh Bayern sejauh ini. Thomas Muller dan kolega belum berada dalam performa terbaiknya.
Bayern absen merasakan kemenangan dalam empat laga terakhir, termasuk dua kali kalah beruntun di Bundesliga. Hasil yang membuat masa depan Kovac berada dalam persimpangan. Opsi pergantian pelatih pun tidak tertutup.
Media asal Jerman, Bild, menyebut pihak Bayern akan menggelar jumpa pers yang tidak biasa pada hari Jum’at (19/10) waktu setempat. Presiden Bayern, Uli Hoeness, Chairman Karl-Heinz Rummenigge dan Direktur Olahraga Hasan Salihamidzic akan hadir pada sesi tersebut.
Sesi jumpa pers disebut akan membahas masa depan Kovac. Tidak disebutkan bahwa Kovac akan dipecat karena Bayern akan bermain pada akhir pekan nanti. Namun, peluang untuk pemecatan pelatih asal Kroasia tersebut tetap terbuka.
Terakhir kali trio petinggi Bayern tersebut hadir dalam jumpa pers bersama terjadi pada musim lalu. Saat itu, mereka mengumumkan pemecatan Carlo Ancelotti dan menunjuk kembali Jupp Heynckes jadi pelatih.
Masih dari laporan Bilnd, jika memang akhirnya Kovac dipecat, maka Bayern pun diyakini sudah siap dengan pelatih baru. Pelatih tersebut tidak lain adalah Wenger yang sebelumnya menyatakan siap untuk kembali melatih.
Bayern saat ini berada di posisi ke-6 klasemen Bundesliga musim 2018/19. Dari tujuh pertandingan yang telah dimainkan, Bayern mengumpulkan 13 poin. Pada laga akhir pekan nanti, Bayern akan berjumpa Wolfsburg, Sabtu (20/10).
Bayern harus mampu mengalahkan Wolfsburg jika ingin memperbaiki posisinya di tabel klasemen. Wolfsburg juga tidak dalam performa terbaiknya, tapi mereka akan bermain di kandangnya, Volkswagen Arena.
The post Arsene Wenger Akan Jadi Pelatih Baru Bayern Munchen ? appeared first on bolamagz.net.

5 Fakta Chelsea vs Man. United di Stamford Bridge

Football5star.com, Indonesia – Laga Chelsea vs Man. United di Stamford Bridge, Sabtu (20/10/2018), menjanjikan pertarungan seru. Fakta sejarah menunjukkan, dalam 26 pertemuan kedua klub di Stamford Bridge dalam ajang Premier League kerap kali berakhir dengan skor ketat. Sebanyak 7 kali laga berkesudahan imbang dan 12 kali dengan kemenangan berselisih satu gol.
Terkait hasil akhir, berikut ini Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik dari laga-laga Premier League saat kedua tim bertemu di Stamford Bridge.

1. Pesta Lima Gol The Blues
footballfancast.com
Lawatan Man. United ke Stamford Bridge pada 3 Oktober 1999 berujung pilu. Kekalahan 0-5 harus dibawa pulang anak-anak asuh Sir Alex Ferguson. Tiga catatan kelam juga didapatkan Red Devils. Gawang Massimo Taibi dijebol Gustavo Poyet saat laga baru berjalan 28 detik, Nicky Butt dikartu merah pada menit ke-23, lalu Henning Berg membuat gol bunuh diri pada menit ke-59.
Poyet bukan hanya membuat satu gol pada laga itu. Pada menit ke-54, dia kembali menaklukkan Taibi. Adapun dua gol lainnya dilesakkan oleh Chris Sutton pada menit ke-6 dan Jody Morris saat laga bersisa sembilan menit saja. Sir Alex terkesan terlambat bereaksi. Dia baru memasukkan Ole Gunnar Solskjaer dan Teddy Sheringham saat timnya sudah tertinggal 0-4.
Hingga kini, 5-0 jadi skor kemenangan terbesar dalam laga Chelsea vs Man. United di Premier League saat berlangsung di Stamford Bridge.

2. Berbagi Setengah Lusin Gol
taringa.net
Pertarungan Chelsea vs Man. United pada 5 Februari 2012 masih tercatat sebagai pertemuan kedua klub di Stamford dengan jumlah gol terbanyak. Setengah lusin gol tercipta dalam laga tersebut. Tiga gol untuk sang tuan rumah, tiga gol pula untuk sang tamu.
Tuan rumah terlebih dahulu unggul tiga gol. Diawali gol bunuh diri Jonny Evans pada menit ke-36, Juan Mata dan David Luiz membawa The Blues unggul jauh dan seperti tak akan terkejar saat laga memasuki menit ke-50.
Akan tetapi, mentalitas Red Devils terbukti di sini. Dua penalti Wayne Rooney pada menit ke-58 dan 69 serta tembakan Javier Hernandez hanya enam menit jelang bubaran membuat tuan rumah harus puas meraih satu poin.

3. Tujuh Gol Tunggal
sports.yahoo.com
Dari 26 laga Chelsea vs Man. United di Stamford Bridge dalam ajang Premier League, skor yang paling sering tercipta adalah 1-0. Total, tujuh kali hal itu terjadi. Itu lebih banyak dari skor imbang 1-1 yang hanya tersaji sebanyak lima kali. Dari tujuh gol tunggal itu, hanya sekali yang menjadi kemenangan Red Devils.
Gol tunggal pertama yang membuat laga Chelsea vs Man. United berkahir 1-0 dibuat Gavin Peacock pada 11 September 1993. Adapun gol tunggal terakhir dalam pertemuan kedua klub dilesakkan Alvaro Morata pada musim lalu, tepatnya pada 5 November 2017.
Satu-satunya kemenangan 1-0 yang diraih Red Devils di Stamford Bridge terjadi pada 28 Februari 1998. Satu-satunya gol dalam pertandingan itu dibuat Phil Neville saat laga berjalan 31 menit.

4. Red Devils Sebelas Kali Majal
goal.com
Berlaga di Stamford Bridge adalah pekerjaan mahasulit bagi Man. United. Di Premier League, 43,21 persen berakhir tanpa keberhasilan membobol gawang tuan rumah. Total, sebelas kali Red Devils majal di Stamford Bridge. Dari jumlah itu, sembilan di antaranya berakhir dengan kekalahan.
Sebaliknya, gawang Man. United sangat jarang bersih dari gol tuan rumah. Hanya empat kali lawatan mereka yang berujung clean sheet. Itu pun hanya dua yang berbuah kemenangan. Kali terakhir Man. United pulang ke Old Trafford tanpa kebobolan terjadi pada 9 Mei 2007. Kala itu, laga Chelsea vs Man. United berakhir tanpa gol.

5. Dua Kacamata
sportskeeda.com
Meskipun cenderung berakhir denga skor ketat, cukup sulit mengharapkan laga Chelsea vs Man. United di Stamford Bridge berakhir dengan skor kacamata alias 0-0. Sejak 1992-93, hanya dua kali hal itu terjadi. Itu setara dengan 7,69 persen dari total 26 pertemuan keduanya di Stamford Bridge dalam ajang Premier League.
Hasil kacamata pertama tersaji pada 29 Desember 1998. Sebelumnya, dalam enam kesempatan, kedua tim sama-sama hanya sekali gagal mencetak gol. Sementara itu, laga terakhir yang berakhir tanpa gol terjadi pada 9 Mei 2007. Setelah itu, dalam sebelas pertemuan beruntun di Stamford Bridge, The Blues selalu berhasil membobol gawang Red Devils sehingga skor kaca mata tak pernah terulang lagi.

More News on Liga Inggris

Emery Minta Ramsey Habis-habisan Musim Ini

Hazard Tak Masalah Jika Pensiun di Chelsea

Giggs Percaya United Akan Kejutkan Chelsea

The post 5 Fakta Chelsea vs Man. United di Stamford Bridge appeared first on Football5star Berita Bola.

Pereira Jelaskan Akar Masalah antara Mourinho dan Pogba

Football5star.com, Indonesia – Hubungan Jose Mourinho dan Paul Pogba di Manchester United dikabarkan dalam masa tegang. Keduanya terlibat adu mulut dalam sebuah unggahan video yang sempat viral di dunia maya. Perselisihan itu sendiri terjadi setelah Setan Merah disingkirkan Derby County pada Piala Carabao di Ol Trafford.
Sempat menjadi teka-teki dan polemik, gelandang muda United, Andreas Pereira, akhirnya jelaskan akar masalahnya.
“Saat itu, kami tengah unggul 1-0 ketika video itu dibuat. Lalu, kami kalah dan orang-orang bilang Pogba menertawai kekalahan tim dari Derby. Tapi, kenyataannya tak seperti itu karena dia mengunggah video ketika kami tengah unggul. Manajer kemudian mendatanginya di latihan dan bertanya kenapa dia mengunggah video tersebut. Ada salah paham yang terjadi dan membuat situasi sedikit tegang,” ujar Pereira dikutip dari media Brasil, UOL Sport.
Di laga menjamu Derby tersebut, Pereira dan Pogba memang hadir di stadion sebagai penonton. Saat United tengah unggul 1-0, pemain berusia 25 tahun itu mengunggah video dirinya dan rekan di tribun tengah tertawa. Lalu kemudian, Derby melakukan comeback bahkan sempat unggul 1-2 sebelum Setan Merah mengejar skor di menit-menit akhir. Pada akhirnya, United dipaksa tunduk atas tim asuhan Frank Lampard itu lewat babak adu penalti.

Hubungan Mourinho dan sang pemain termahal klub memburuk setelah pemain Prancis itu mengkritik bahwa timnya harus tampil menyerang selepas laga melawan Wolverhampton. Kala itu, Setan Merah ditahan imbang 1-1. Berang dengan komentar anak asuhnya tersebut, manajer asal Portugal itu mencopot eks pemain Juventus itu dari jabatan wakil kapten Setan Merah.

More News on Liga Inggris

Emery Minta Ramsey Habis-habisan Musim Ini

Hazard Tak Masalah Jika Pensiun di Chelsea

Giggs Percaya United Akan Kejutkan Chelsea

The post Pereira Jelaskan Akar Masalah antara Mourinho dan Pogba appeared first on Football5star Berita Bola.

Lloris: Pogba Hanya Dinilai Berdasarkan Harga

Football5star.com, Indonesia – Kiper Tottenham Hotspur, Hugo Lloris, menilai Paul Pogba diperlakukan tidak adil karena hanya dilihat dari harga transfernya. Ia merasa rekan senegaranya di tim nasional Prancis itu jauh lebih baik dari yang orang-orang bicarakan.
Pogba memang mendapatkan sorotan besar dari media-media Inggris. Hal ini tidak terlepas dari harganya yang mencapai angka 88 juta Poundsterling ketika didatangkan oleh Manchester United dari Juventus pada 2016 lalu. Harga tersebut sempat menjadikannya sebagai pemain termahal di dunia, sebelum dipecahkan oleh Neymar.
Getty Images
Oleh sebab itu, ketika tampil buruk, Pogba dikritik habis-habisan. Belum lagi dengan gayanya di luar lapangan yang sering gonta-ganti warga rambut.
Menurut Lloris, orang-orang tidak memberikan kritik yang tepat terhadap Pogba.
“Ia memiliki sebuah status di Inggris, mungkin karena nilai transfernya yang besar. Terkadang, orang-orang menghakimi dirinya secara tidak adil,” kata Lloris seperti yang dikutip Sky Sports.
Pria berusia 31 tahun tersebut menilai bahwa Poga sebenarnya telah jauh lebih berkembang. Hanya saja, ia mengakui bahwa hasil-hasil buruk yang didapatkan Manchester United turut mempengaruhi opini publik terhadap sang gelandang.
“Ia sudah jauh lebih dewasa sekarang. Ia tahu hal yang harus dilakukan dan telah membuktikan hal tersebut kepada kita semua,” tutur dirirnya.
“Saya pikir performanya di Manchester United sama sekali tidak seburuk yang orang-orang katakan. Bagaimanapun, ia adalah bagian dari sebuah tim yang mendapatkan hasil-hasil yang lebih buruk dari orang-orang prediksi,” pungkas Lloris.
Pogba dan kawan-kawan dijadwalkan menghadapi Chelsea dalam laga lanjutan Premier League di Stadion Stamford Bridge pada Sabtu (20/10) mendatang.

More News on Liga Inggris

Emery Minta Ramsey Habis-habisan Musim Ini

Hazard Tak Masalah Jika Pensiun di Chelsea

Giggs Percaya United Akan Kejutkan Chelsea

The post Lloris: Pogba Hanya Dinilai Berdasarkan Harga appeared first on Football5star Berita Bola.

West Ham Ikutan Berburu Servis Edin Dzeko

West Ham Ikutan Berburu Servis Edin Dzeko- Salah satu klub kuat di Liga Inggris, West Ham kabarnya juga tertarik untuk mendatangkan striker anyar AS Roma, Edin Dzeko. Bahkan West Ham telah menyiapkan dana sebesar 25 Juta Poundsterling.
Dzeko sempat membela Manchester City selama lima musim. Ia pun sempat mempersembahkan dua gelar Premier League kepada The Citizens.
Setelah Januari lalu gagal ke Chelsea, beberapa hari lalu Dzeko mengutarakan keinginannya untuk kembali mencicipi kerasnya persaingan kompetisi Premier League.
Dilansir Calciomercato, West Ham siap melepas tawaran senilai 25 juta euro untuk memboyong Dzeko ke London Stadium pada jendela transfer Januari mendatang.
Kontrak Dzeko bersama Roma sejatinya masih akan berakhir pada 2020 mendatang. Penyerang internasional Bosnia-Herzegovina itu pun masih memiliki opsi perpanjangan selama setahun.
Namun Roma kabarnya tengah mempertimbangkan masa depan Dzeko karena mereka tak mau berinvestasi besar untuk pemain seperti Dzeko yang kini berusia 32 tahun.
Ambisi West Ham mendatangkan Dzeko bakal menemui tantangan berat karena mereka harus bersaing dengan tiga klub Inggris lainnya yang juga menginginkan servis sang bomber.
Southampton, Crystal Palace dan Cardiff City ingin memboyong Dzeko guna meningkatkan efektivitas lini serang mereka di depan gawang lawan yang musim ini kurang memenuhi ekspektasi.
Dzeko bisa jadi memenuhi syarat untuk menjadi solusi akan masalah tersebut. Selama lima musim membela City, penyerang Bosnia-Herzegovina itu total mencetak 72 gol di Premier League.
The post West Ham Ikutan Berburu Servis Edin Dzeko appeared first on bolamagz.net.

Real Madrid Sudah Mulai Dekati Antonio Conte

Real Madrid Sudah Mulai Dekati Antonio Conte- Raksasa Liga Spanyol, Real Madrid kabarnya mulai bergerak untuk mendekati mantan pelatih Chelsea, Antonio Conte. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika performa buruk klub terus memburuk.
Real Madrid kini berada di posisi ke-4 klasemen La Liga dengan 14 poin hingga pekan ke-8. Madrid menang hanya terpaut dua poin dari Sevilla yang berada di puncak klasemen. Tapi, Madrid kini berada dalam performa yang buruk.
Dalam empat laga terakhir, Sergio Ramos dan kawan-kawan tidak pernah meraih kemenangan. EL Real hanya sekali meraih hasil imbang, pada tiga pertandingan yang lain, Madrid selalu menelan kekalahan dari lawannya.
Kondisi tersebut kemudian memicu adanya spekulasi ihwal masa depan Julen Lopetegui sebagai pelatih Madrid. Bahkan, Madrid kini disebut mulai menghubungi Antonio Conte yang disiapkan jika situasi buruk terjadi.
Dua media asal Italia, Corriere dello Sport dan Sportitalia menyebutkan jika Madrid telah membuka pembicaraan dengan Conte. Kebetulan, mantan pelatih timnas Italia tersebut kini tidak terikat kontrak dengan klub mana pun.
Conte telah mengakhiri kontraknya dengan Chelsea pada awal musim 2018/19 lalu dan posisinya digantikan oleh Maurizio Sarri.
Madrid dikabarkan menghubungi pihak Conte pada hari Senin yang lalu. Madrid mengkonfirmasi kesediaan Conte melatih. Namun, belum ada jawaban pasti dari Conte sebab dia masih fokus untuk menyelesaikan kasus hukum dengan Chelsea.
Conte dan Chelsea terlibat perselisihan. Pasca diberhentikan, Conte menuntut The Blues membayar pesangon 10 juta euro. Namun, pihak Chelsea tidak bersedia membayar tuntutan tersebut. Kasus ini masih terus berjalan.
Setelah menjalani tiga pertandingan tanpa kemenangan, posisi Lopetegui memang tidak aman. Bahkan, mantan pelatih timnas Spanyol itu disebut rawan pemecatan. Lopetegui akan mendapat kesempatan pada dua laga terakhir.
Masa depan Lopetegui akan ditentukan oleh hasil pertandingan melawan Levante (20/10) di La Liga dan melawan Viktoria Plzen (24/10) di ajang Liga Champions. Jika kalah pada dua laga tersebut, bukan tidak mungkin Lopetegui akan dipecat.
The post Real Madrid Sudah Mulai Dekati Antonio Conte appeared first on bolamagz.net.

Michael Essien Sarankan Ruben Loftus-Cheek Tetap Bertahan

Michael Essien Sarankan Ruben Loftus-Cheek Tetap Bertahan- Mantan pemain Chelsea, Michael Essien menyarankan kepada Ruben Loftus-Cheek untuk tetap bertahan bersama The Blues hingga beberapa musim kedepan.
Loftus-Cheek kembali bermain untuk Chelsea pada musim 2018/19 setelah sempat menjalani peminjaman. Musim lalu, pemain berusia 22 tahun tersebut dipinjamkan ke Crystal Palace. Penampilan Loftus-Cheek pun cukup apik bersama dengan Palace.
Hanya saja, sejauh ini kesempatan bermain bagi Loftus-Cheek sangat minim. Maurizio Sarri baru memberi dua kesempatan tampil dan semuanya sebagai pengganti. Dua baru bermain selama 33 menit di Premier League, hingga pekan ke-8.
Sementara, sepanjang musim 2017/18 lalu, Loftus-Cheek memainkan 24 laga di Premier League bersama Palace. Minimnya menit bermain bersama The Blues membuat Loftus-Cheek punya rencana untuk pindah pada bulan Januari.
Maurizio Sarri sempat menjanjikan menit bermain yang cukup untuk Loftus-Cheek pada awal musim. Tapi, kedatangan Jorginho dan Mateo Kovacic membuat membuat lini tengah Chelsea kian padat. Tapi, Essien ingin Loftus-Cheek bersaing.
“Loftus-Cheek harus bertahan. Ketika Anda bermain untuk klub seperti Chelsea, maka Anda sadar bahwa selalu ada persaingan dan Anda harus bekerja keras untuk mendapatkan tempat Anda,” ucap Essien pada Evening Standard.
“Chelsea sekarang punya banyak gelandang tapi semua akan tergantung pada Loftus-Cheek. Dia adalah pemuda yang baik dan dia pekerja keras,” sambung mantan pemain Persib Bandung tersebut.
Menurut Essien, masih ada peluang bagi Loftus-Cheek untuk mendapatkan tempat inti. Hanya saja, Essien meminta Loftus-Cheek lebih besabar menunggu kesempatan datang. Jika dia bekerja keras dan memanfaatkan kesempatan dengan baik, maka itu akan terjadi.
“Ada banyak gelandang dan semua ingin bermain di tim utama. Tapi, Anda tidak akan pernah tahu apa yang terjadi. Sepakbola sangat dinamis, perubahan bisa sangat cepat dan mungkin dia akan dapat kesempatannya,” tutup Essien.
The post Michael Essien Sarankan Ruben Loftus-Cheek Tetap Bertahan appeared first on bolamagz.net.

Simon Kjaer Mengaku Cukup Sulit Untuk Menjaga Messi

Simon Kjaer Mengaku Cukup Sulit Untuk Menjaga Messi- Bek anyar Sevilla, Simon Kjaer mengaku cukup sulit jika harus menjaga mega bintang Barcelona, Lionel Messi. Menurutnya Messi sangat lincah dan cepat sehingga sangat sulit untuk dijaga.
Messi akan menjadi lawan bagi Kjaer di pertandingan akhir pekan nanti. Sevilla bakal berjumpa Barcelona pada pekan ke-9 La Liga musim 2018/19. Pertandingan akan digelar di Camp Nou pada Minggu (21/10) yang akan datang.
Sevilla kini sedang memimpin klasemen La Liga dengan raihan 16 poin. Sementara, Barcelona ada di posisi kedua dengan satu poin lebih sedikit. Kondisi tersebut membuat jalannya pertandingan akan krusial bagi kedua tim.
Khusus bagi Kjaer, lantaran dia adalah pemain belakang, maka tugas berat akan menantinya. Sebab, dia akan menjaga Lionel Messi, yang dipastikan dalam kondisi bugar karena tidak bermain pada laga jeda internasional.
Menurut Simon Kjaer, menjaga Lionel Messi adalah pekerjaan yang mustahil. Sebab, jika para pemain fokus untuk menjaga Messi, maka Barcelona punya pemain lain yang akan memanfaatkan ruang terbuka di sisi lapangan lain.
“Mustahil untuk menjaga Messi karena Barcelona punya begitu banyak pemain hebat lain sehingga mereka justru akan memanfaatkan ruang ekstra yang Anda tinggalkan untuk menjaga Messi. Anda harus bertahan secara kolektif,” ucap Kjaer.
“Anda harus mengurangi ruang yang bisa dieksploitasi oleh Messi. Dengan cara seperti itu Anda bisa berharap Messi tidak bermain dalam kondisi terbaiknya melawan Anda,” sambung Kjaer dikutip dari Ominsport.
Bagi Simon Kjaer, Lionel Messi tidak dipungkiri lagi sebagai pemain spesial. Bek tengah berusia 29 tahun mengakui jika Messi adalah pemain fantastis dan sulit dihentikan jika berada pada level permainan terbaiknya. Tapi, dia tidak gentar.
“Saya katakan sekali lagi, ini adalah sebuah kesenangan. Bagi saya, hal terbaik dalam sepakbola adalah bisa bermain melawan tim-tim yang paling kuat dan pemain yang paling hebat. Lalu, Anda harus coba kalahkan mereka,” tegas Kjaer.
The post Simon Kjaer Mengaku Cukup Sulit Untuk Menjaga Messi appeared first on bolamagz.net.

Mike Dean, Wasit Kontroversial Pemimpin Laga Chelsea vs Man. United

Football5star.com, Indonesia – Akhir pekan nanti, para pecinta Premier League akan disuguhkan dengan laga besar antara Chelsea vs Manchester United. Laga tersebut akan dipimpin oleh wasit kawakan di Premier League, Mike Dean.
Mike Dean adalah salah satu wasit senior di Inggris. Pria asal Merseyside itu  Ia pertama kali menjadi wasit di tahun 1985 silam dan menjadi wasit profesional pada tahun 1998. Selama 20 tahun menjadi wasit profesional, Dean telah memimpin banyak pertandingan penting.
Eurosport
Salah satu laga penting ya ia wasiti adalah partai final Piala FA edisi tahun 2008 antara Portsmouth melawan Cardiff City. Pertandingan tersebut dimenangkan Portsmouth dengan skor tipis, 1-0 lewat gol tunggal Nwankwo Kanu. Di partai tersebut, Dean memberikan tiga kartu kuning kepada pemain Portsmouth.
Di tahun 2015, Mike Dean menjadi salah satu sorotan di publik sepak bola Inggris. Hal tersebut terjadi di partai panas antara Chelsea vs Arsenal. dI partai tersebut, Dean secara kontroversial memberikan kartu merah untuk Gabriel Paulista setelah terlibat insiden dengan Diego Costa. Keputusan kontroversial tersebut membuat 100.000 suporter Arsenal menandatangani petisi yang tak menginginkan Dean untuk menjadi pemimpin The Gunners di masa depan.
Pada akhirnya, FA mengakui kesalahan yang dibuat oleh Dean dan menganulir kartu merahnya kepada Gabriel. Selain itu, FA juga memberikan skorsing tiga pertandingan kepada Diego Costa yang dinilai sebagai provokator di dalam insiden tersebut.
Di masa lalu, Dean juga sempat beberapa kali memimpin laga Premier League antara Chelsea vs Manchester United. Ia pertama kali memimpin laga panas ini di tahun 2006 silam. Kala itu, Chelsea berhasil menang besar dengan skor 3-0 dan memastikan gelar juara Premier League musim 2005-06.
Partai Chelsea vs Man. United terakhir yang dipimpin oleh pria berumur 50 tahun itu terjadi di musim 2014-15. Di partai tersebut, Chelsea berhasil meraih kemenangan lewat gol tunggal Eden Hazard di menit ke-38.
The post Mike Dean, Wasit Kontroversial Pemimpin Laga Chelsea vs Man. United appeared first on Football5star Berita Bola.