Dikalahkan Liverpool, Pochettino Ogah Keluar Rumah

Gilabola.com – Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino mengakui ogah keluar rumah 10 hari setelah dikalahkan Liverpool di final Liga Champions.
Tottenham Hotspur kalah 2-0 atas Liverpool pada babak final Liga Champions bulan lalu di Madrid, dimana skuad asuhan Mauricio menyaksikan impian mereka berakhir dengan kesedihan.
Mohamed Salah mencetak gol melalui tendangan penalti saat laga baru berjalan dua menit dan Divock Origi menambah keunggulan The Reds dengan golnya di menit ke-87.
Setelah The Lilywhites mencetak kemenangan mengesankan melawan Manchester City dan Ajax di perempat final dan semifinal, sang pelatih mengatakan hasil di babak final (Liga Champions) sangat mengecewakan.

Berita Terkait

Liverpool Kembali Bidik Pemain Sporting Lisbon
Jurgen Klopp Tak Panik Lihat Hasil Pramusim Liverpool
Juventus Bosan Kejar Pogba, Lirik Eriksen

“Ya, itu sulit,” kata pelatih berusia 47 tahun itu. “Kami memiliki tiga minggu yang paling sulit untuk mempersiapkan diri sebelum final. [Kami] sangat kecewa dengan cara kami kalah.”
Mantan pemain Timnas Argentina itu mengatakan besarnya kekalahan itu hanya bisa ditandingi dengan kekalahan lain dari karier bermainnya.
“Itu (kekalahan di final Liga Champions) sangat buruk,” ujar sang manajer. “Saya membandingkan dengan musim panas 2002, ketika kami (Timnas Argentina) bermain imbang dengan Swedia dan dikalahkan oleh Inggris di babak penyisihan grup di Piala Dunia, dalam waktu satu minggu. Sebagai pemain dan sebagai manajer, keduanya adalah momen terburuk dalam karier saya.”
Sama seperti musim panas itu 17 tahun yang lalu, sang pelatih mengambil cuti untuk merenungkan kekalahan tersebut.
Pochettino sudah move on dari kekalahan lawan Liverpool
Pelatih asal Argentina itu mengatakan dia membutuhkan kesunyian untuk mencoba dan pulih dari kekecewaan pahit karena kalah di Final Liga Champions.
“Saya naik kereta api dari Madrid ke Barcelona sehari sesudahnya,” tutur Pochettino. “Saya menghabiskan 10 hari di rumah saya dan tidak ingin keluar. Ya, itu sulit karena kami hampir meraih trofi juara.”
Merenungkan pertandingan di Wanda Metropolitano, sang manajer menegaskan bahwa timnya adalah tim yang lebih baik pada hari itu.
“Saya pikir kami lebih baik dari Liverpool,” tegasnya. “Itu bukan final yang hebat tetapi detail kecil membuat perbedaan.”
Setelah butuh beberapa waktu untuk pulih dari kekalahan, sang manajer mengatakan bahwa ia sekarang baru saja termotivasi untuk menjadi yang lebih baik di musim 2019-20.
“Pemenang dengan cepat move on,” kata sang pelatih. “Mungkin 10 hari seperti saya, atau 15 hari.”
“Ketika hari libur menjadi lebih buruk karena setiap hari anda memikirkan hal yang sama, tetapi ketika anda mulai berlatih anda meletakkan hal-hal buruk di masa lalu. Saat anda melupakan hal-hal buruk di masa lalu, api di dalam mulai muncul lagi.”
Sumber: Dikalahkan Liverpool, Pochettino Ogah Keluar Rumah

Moussa Sissoko Bakal Jadi Musuh Bagi Publik Old Trafford

Football5star.com, Indonesia – Pasca kemenangan Manchester United atas Tottenham Hotspur 2-1 di pertandingan ICC 2019 di Shanghai, Kamis (25/7/2019) menyisakan amarah bagi fans Red Devils. Meski tim mereka menang, fans tak suka dengan gelandang Spurs, Moussa Sissoko.

Dalam pertandingan tersebut, Sissoko terlibat insiden dengan pemain anyar Man United, Daniel James. Seperti dikutip football5star.com dari dailymail, Jumat (26/7/2019), Sissoko terlihat menginjak tangan dari Daniel James.

Insiden itu berawal dari perebutan bola antar keduanya. James yang berusaha melindungi bola di dekat sudut sepak pojok timnya mendapat pelanggaran dari Sissoko.

dailymail.co.uk

Pemain asal Prancis itu tampak sengaja menjatuhkan James dan kemudian menginjak kaki dan tangan pemain berusia 21 tahun tersebut.

Akibat pelanggaran keras tersebut, sejumlah fans Man United mengungkap rasa kesalnya kepada Sissoko. Publik Old Trafford bahkan menganggap Sissoko sebagai musuh jelang Liga Inggris musim 2019-20.

“Pelanggarannya kepada Daniel James sangat menjijikan,” kicau salah satu fan Man United di sosial media.

“Aksi itu benar-benar disengaja dan sangat memalukan,” tambah fan yang lain.

The post Moussa Sissoko Bakal Jadi Musuh Bagi Publik Old Trafford appeared first on Football5star Berita Bola.

Bungkam Tottenham, Man. United Lanjutkan Tren Positif

Football5star.com,Indonesia – Manchester United berhasil meraih kemenangan ketiganya secara beruntun setelah mengalahkan Tottenham Hotspur pada Kamis (25/7). Kemenangan ini disaksikan oleh ribuan suporter yang memadati Stadion Hongkou, Shanghai.

Tampil sebagai tim unggulan, Manchester United langsung tampil menggebrak di awal-awal pertandingan. Usaha keras dari pasukan Ole Gunnar Solskjaer pun langsung membuahkan hasil pada menit ke-20.

Berawal dari aksi individu Andreas Perreira, lini pertahanan Tottenham berhasil dibuat berantakan. Bola pun langsung diberikan kepada Anthony Martial yang tanpa kesulitan mampu merobek jala gawang Paulo Gazzanigga.

Tertinggal, Tottenham berusaha untuk menyamakan kedudukan di sisa waktu babak pertama. Meskipun terus menekan lini pertahanan The Red Devils, pasukan Mauricio Pochettino gagal menciptakan gol penyama kedudukan. Paruh pertama pun berakhir dengan skor 1-0 untuk Manchester United.

twitter.com/SpursOfficial

Di babak kedua, Tottenham melakukan sejumlah pergantian pemain. Hasilnya, mereka mampu tampil lebih baik dan kerap kali menciptakan peluang-peluang berbahaya ke gawang Sergio Romero.

Tekanan bertubi-tubi dari Tottenham pun akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-65. Berawal dari kemelut di mulut gawang Sergio Romero, bola akhirnya jatuh ke kaki Lucas Moura. Ia langsung melepaskan tembakan yang gagal diselamatkan oleh Romero.

Di sisa waktu pertandingan, kedua tim sama-sama saling jual beli serangan. Pada menit ke-80, Angel Gomes berhasil memperdaya beberapa pemain belakang The Lilywhites sebelum menceploskan bola ke gawang Paulo Gazzanigga.

Skor 2-1 bagi The Red Devils pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Hasil ini menjadi kemenangan ketiga beruntun Manchester United di partai pramusim. Pekan depan, mereka akan akan kembali ke Eropa dan menghadapi Kristiansund dan AC Milan sebelum menantang Chelsea di partai pembuka Premier League pada 10 Agustus mendatang.

Sementara itu, Tottenham akan kembali ke Eropa untuk melawan Real Madrid dan Inter Milan. Setelah itu, mereka akan langsung mempersiapkan diri untuk melawan Aston Villa pada partai pembuka Premier League.

SUSUNAN PEMAIN TOTTENHAM HOTSPUR VS MANCHESTER UNITED:
Tottenham Hotspur: 22-Paulo Gazzanigga; 16-Kyle Walker-Peters, 5-Jan Vertonghen, 57-Japhet Tanganga, 42-Anthony Georgiou; 8-Harry Winks; 17-Moussa Sissoko, 20-Dele Alli, 28-Tanguy Ndombele; 10-Harry Kane, 71-Troy Parrott
Pelatih: Mauricio Pochettino
Manchester United: 1-David de Gea; 29-Aaron Wan-Bisakka, 12-Chris Smalling, 16-Marcos Rojo, 18-Ashley Young; 39-Scott McTominay, 6-Paul Pogba; 26-Mason Greenwood, 15-Andreas Perreira, 21-Daniel James; 11-Anthony Martial
Pelatih: Ole Gunnar SolskjaerThe post Bungkam Tottenham, Man. United Lanjutkan Tren Positif appeared first on Football5star Berita Bola.

Jadi Rebutan Man United dan Tottenham, Tielemans Berbunga-bunga

Football5star.com, Indonesia – Gelandang AS Monaco, Youri Tielemans, siap pindah jika ada tawaran serius. Ia pun berbunga-bunga karena jadi rebutan Manchester United dan Tottenham Hotspur.

“Kita akan lihat saya pindah ke klub mana. Satu-satunya hal yang bisa saya katakan adalah banyak hal sedang terjadi. Banyak klub telah menunjukkan minat. Kita akan melihat dalam beberapa minggu ke depan siapa yang akan terpilih,” kata Tielemans di Soccerway.

Getty Images

Musim lalu, Monaco meminjamkan Tielemans ke Leicester City. Selama masa peminjaman, pemain 22 tahun itu tampil brilian.

Meski hanya 13 kali jadi starter di Liga Inggris, namun ia sanggup mencatatkan tiga gol dan empat assist. Hal ini membuat United dan Tottenham tertarik kepadanya.

Tielemans sendiri kini kembali ke Monaco, sambil menunggu perkembangan transfer dirinya. Bukan tak mungkin, klub asal Prancis tersebut akan tergoda untuk melepas Tielemans ke United atau Tottenham. Apalagi jika keduanya memberikan penawaran tinggi.

“Ya saya tersanjung oleh minat United dan Spurs, mereka benar-benar tim besar di Inggris dan Eropa. Mendengar nama-nama itu memberi saya kepercayaan diri. Saya hanya mencoba memainkan permainan saya di lapangan dan mencoba yang terbaik,” ucap Tielemans.

United diyakini akan berusaha keras mendatangkan Tielemans. Sebab, Manajer Ole Gunnar Solskjaer membutuhkan pemain baru menyusul hasil mengecewakan di Liga Inggris musim lalu.

More News on Liga Inggris

.bscb-41530.bscb-41530 .section-heading.sh-t1 a:hover .h-text,.bscb-41530.bscb-41530 .section-heading.sh-t1 a.active .h-text,.bscb-41530.bscb-41530 .section-heading.sh-t1 > .h-text,.bscb-41530.bscb-41530 .section-heading.sh-t1 .main-link:first-child:last-child .h-text{color:#630060}.bscb-41530.bscb-41530 .section-heading.sh-t1.sh-s5 > .main-link > .h-text:after,.bscb-41530.bscb-41530 .section-heading.sh-t1.sh-s5 > a:first-child:last-child > .h-text:after,.bscb-41530.bscb-41530 .section-heading.sh-t1.sh-s5 > .h-text:first-child:last-child:after{color:#630060 !important}.bscb-41530.bscb-41530.bscb-41530 .section-heading.sh-t1:after{background-color:#630060}.bscb-41530.bscb-41530 .section-heading.sh-t1.sh-s8 .main-link .h-text:before,.bscb-41530.bscb-41530 .section-heading.sh-t1.sh-s8 .main-link.h-text:before,.bscb-41530.bscb-41530 .section-heading.sh-t1.sh-s8 > .h-text:before{border-right-color:#630060 !important}.bscb-41530.bscb-41530 .listing-item:hover .title a,.bscb-41530.bscb-41530 .listing-item-text-1 .post-meta a:hover,.bscb-41530.bscb-41530 .listing-item-grid .post-meta a:hover,.bscb-41530.bscb-41530 .listing-item .rating-stars span:before{color:#630060 !important}.bscb-41530.bscb-41530 .listing-item .rating-bar span,.bscb-41530.bscb-41530 .listing-item .post-count-badge.pcb-t1.pcb-s1,.bscb-41530.bscb-41530.better-newsticker .heading{background-color:#630060 !important}.bscb-41530.bscb-41530.better-newsticker .heading:after{border-left-color:#630060 !important}.bscb-41530 .bs-pagination .btn-bs-pagination:hover,.bscb-41530 .btn-bs-pagination.bs-pagination-in-loading{background-color:#630060 !important;border-color:#630060 !important;color:#fff !important}.bscb-41530 .listing-item-text-2:hover .item-inner{border-color:#630060 !important}.bscb-41530.bscb-41530.bscb-41530.bscb-41530 .term-badges.floated .term-badge a,.bscb-41530.bscb-41530 .bs-pagination-wrapper .bs-loading > div{background-color:#630060 !important;color:#fff !important}

Ryan Giggs Percaya Daniel James akan Sukses di United

Enrique: Robertson Bek Kiri Terbaik di Dunia

Surat Perpisahan Eden Hazard dengan Chelsea

The post Jadi Rebutan Man United dan Tottenham, Tielemans Berbunga-bunga appeared first on Football5star Berita Bola.

Dipecat Gara-gara Membela Palestina di Final Liga Champions

Seorang presenter radio di Inggris dipecat gara-gara membela Palestina, mengaitkan kemenangan Liverpool dengan merendahkan Israel.
Mantan anggota parlemen Inggris dari Partai Buruh George Galloway diberhentikan oleh TalkRadio beberapa menit lalu, Senin malam waktu Indonesia. Ia dipecat gara-gara membela Palestina dan merendahkan Israel saat merayakan kemenangan Liverpool pada final Liga Champions dalam twitnya hari Minggu.
Ucapan yang jadi dipermasalahkan adalah saat ia memberi bumbu terlalu banyak pada kemenangan Liverpool ketika bercuit di Twitter pasca kemenangan Liverpool, “Selamat kepada pemain-pemain hebat Liverpool. [Kemenangan ini] untuk mengenang penambang sosialis BillShankley, untuk para martir 96 [kasus semi final Piala FA di Hillsborough], dan mereka yang memperjuangkan keadilan bagi mereka, dan bagi para pekerja pelabuhan Liverpool. Tidak ada bendera Israel di trofi!”

Congratulations to the great people of #Liverpool to the memory of the socialist miner #BillShankley to the fallen #96 to those who fought for justice for them and to the Liverpool dockers. No #Israël flags on the Cup!
— George Galloway (@georgegalloway) June 1, 2019

Berita Terkait

Dukun Ini Ramal Liverpool Juara Liga Champions Sejak Oktober
Jika Mohamed Salah Mau Ballon d’Or, Ada Syaratnya!
Mohamed Salah Sang Firaun Liverpool Butuh Istirahat

Kalimat terakhir itulah yang jadi alasan bagi TalkRadio untuk memecat George Galloway. Ia mengatakan dalam cuitannya, dirinya menerima kartu merah dari pihak majikan karena “merayakan secara berlebihan” kemenangan Liverpool.

I’ve just been sacked by @talkRADIO See you in Court guys. #Palestine #Moats Long live Palestine.
— George Galloway (@georgegalloway) June 3, 2019

Tottenham Hotspur, lawan Liverpool di final Liga Champions, memang mengidentikkan diri dengan Israel. Kami pernah menurunkan satu artikel khusus tentang ini, perihal Yahudi vs Yahudi, saat Tottenham berjumpa Ajax Amsterdam di semi final Liga Champions.
Suporter Ajax dan Spurs sama-sama mengidentikkan diri sebagai Yahudi. Fans Spurs kerap menyebut diri sebagai “Yid Army” atau “tentara Yid”, tapi lucunya, sebutan “Yid” itu sendiri tidak disukai oleh orang-orang Yahudi karena memiliki tendensi merendahkan atau menghina. Seruan “Yid Army” bahkan bisa berujung pada penangkapan oleh polisi. Sebaliknya, banyak video di mana pendukung Ajax bernyanyi bersama ratusan atau ribuan orang dengan bunyi teriakan, “Kami Yahudi Ajax, Super Yahudi.”
George Galloway adalah politis sayap kiri di partai Buruh Inggris. Istilah “sayap kiri” umumnya digunakan media untuk merujuk pada mereka yang membela kaum imigran, Islam, Palestina, kaum buruh dan miskin di Inggris, berlawanan dengan “sayap kanan” yang biasa mendukung partai konservatif yang mendukung pajak lebih rendah, membela orang-orang super kaya dan dalam batas tertentu: anti imigran asing.
Setelah tahun 2003 ia berhenti dari Partai Buruh, bergabung dengan Partai Respect sebelum partai itu kemudian bubar 2016 dan ia meloncat ke partai Independent. Jika Anda ikut bersimpati dengan nasibnya usai dipecat gara-gara membela Palestina, bisa lihat profilnya di sini.
Sumber: Dipecat Gara-gara Membela Palestina di Final Liga Champions

Kasihan Betul, Sudah Kalah Fans Tottenham Dipukuli Polisi Madrid Pula

Viral sebuah video memperlihatkan kekerasan polisi Madrid terhadap fans Tottenham usai kekalahan final Liga Champions tadi malam.
Tottenham Hotspur kalah 0-2 dari Liverpool pada final Liga Champions di Wanda Metropolitano tadi malam. Kekalahan itu menyebabkan mereka harus mengubur mimpi hingga tahun depan, dan di saat yang sama menghadirkan gelar juara Eropa keenam bagi The Reds.
Ribuan, mungkin puluhan ribu suporter dari Inggris memadati jalanan kota Madrid sebelum dan sesudah acara final itu usai pada Sabtu malam waktu setempat, atau Minggu subuh waktu Indonesia. Dan tampaknya citra hooligans Inggris yang sarat dengan kekacauan tidak diterima dengan baik oleh polisi metrropolitan ibukota Spanyol itu.
Dalam sebuah video yang viral di media sosial terlihat polisi Madrid dengan menggunakan tongkat memukuli fans Tottenham dan menggiring mereka pergi dari pusat-pusat keramaian. Tidak semua adegan kekerasan teredam video, tapi satu kali terlihat polisi dengan entengnya menyikat kaki salah satu suporter menggunakan tongkat hitam mereka itu.

Berita Terkait

Hugo Lloris: Tottenham Hotspur Tak Bisa Seperti Liverpool
ini Dia Cewek Cantik Yang Bikin Gagal Fokus Hotspur vs Liverpool
Fans Tottenham: Sejak Kapan Bola Kena Ketiak Dihukum Penalti

Kepolisian Metropolitan Madrid sudah mengkonfirmasi mereka sudah menahan empat orang Inggris untuk kasus kekerasan sebelum dimulainya final Liga Champions tadi malam di kandang Atletico Madrid itu.
Polisi mengatakan petugas mereka menjadi korban kekerasan dari sejumlah demonstran perusuh, eh salah, fans Tottenham yang berkeliaran di kota itu sejak satu malam sebelum final Liga Champions.
Seorang juru bicara polisi mengatakan dalam melalui akun Twitter: “Empat warga negara Inggris ditangkap karena kasus kekerasan, termasuk serangan terhadap petugas polisi, sebagai bagian dari operasi keamanan untuk final Liga Champions di Madrid.”
Konfirmasi penangkapan terjadi setelah polisi dituduh melakukan kekerasan dalam operasi keamanan besar-besaran menjelang pertandingan Spurs vs Liverpool di Stadion Wanda Metropolitano tadi malam. Petugas dengan tongkat hitam menyerbu fans Tottenham di sekitar bar dan restoran di Puerta del Sol tak lama setelah pukul 21.00 pada hari Jumat malam.

Spanish police attacking Liverpool and Tottenham fans in Madrid tonight 😳 pic.twitter.com/RHMod2lcCr
— football.against.terrorism (@FCK1S1S) May 31, 2019

Seorang pekerja restoran mengatakan polisi menanggapi keluhan bahwa fans Tottenham telah bertindak agresif dan melakukan penganiayaan terhadap penggemar Liverpool. Namun, para pendukung Spurs yang berkumpul di luar bar menyatakan bahwa intervensi itu sama sekali tanpa kompromi.
“Kami cuma tertawa dan bercanda. Hanya bersenang-senang,” kata seorang pendukung. “Lalu tiba-tiba dua polisi datang dan tiba-tiba terdengar suara pukulan. Mereka menghancurkan meja dengan tongkat mereka. Mereka melakukannya hanya karena mereka bisa melakukannya. Mereka benar-benar mengamuk.”
Sumber: Kasihan Betul, Sudah Kalah Fans Tottenham Dipukuli Polisi Madrid Pula

ini Dia Cewek Cantik Yang Bikin Gagal Fokus Hotspur vs Liverpool

Gilabola.com – Pertandingan final Liga Champions antara Tottenham Hotspur vs Liverpool tadi malam diinterupsi oleh kehadiran seorang pitch invader cantik en super seksi yang bikin gagal fokus para pemain.
Pertandingan Final UEFA Champions League antara Tottenham Hotspur vs Liverpool diinterupsi oleh kehadiran model Instagram Kinsey Sue yang melesat masuk melintasi lapangan saat pertarungan sedang berlangsung.
Sementara Liverpool akhirnya berhasil menggondol pulang trofi di Liga Champions ini, Kinsey Sue juga menggondol banyak follower dengan cara terstrukutur, sistematis dan masif. Jadi, siapa sebenarnya Kinsey Sue dan apa penyebabnya ia melakukan adegan tersebut?
Kinsey Sue dan akun Instagram
Pada satu waktu saat pertarungan Tottenham Hotspur vs Liverpool dini hari tadi, model pirang cantik Kinsey Sue bergegas berlari masuk ke lapangan untuk beraksi. Tindakannya langsung membuat petugas keamanan di lapangan berlari mengejarnya untuk mengatasi situasi … yang … canggung.

Berita Terkait

Pesta Kemenangan Liverpool Hingga Ruang Ganti
Fans Tottenham: Sejak Kapan Bola Kena Ketiak Dihukum Penalti
Mohamed Salah Meledek Fans Tottenham Hotspur, Dilempar Gelas

Model super bahenol ini juga berhenti depan Hinks, sang pemain Hotspur inipun terkesima/terpana/terpaku melihat kemolekan sang model yang hanya mengenakan baju renang minim alias ga niat nutupin badan yah.
Penampilan beberapa detik yang membuat pemain dan penonton pria ternganga ini meningkatkan follower di akun Instagram-nya setidaknya 300.000 pengikut baru. Laporan lain menunjukkan dia mendapatkan setidaknya 100.000 pengikut. Saat ini, akunnya sudah menunjukkan angka satu juta follower dan masih terus bertambah.
Kinsey Sue membantu pacar
Nama lengkap wanita ini adalah Kinsey Wolanski, model Instagram berusia 22 tahun. Aksi tak terpuji yang ia lakukan tadi malam rupanya merupakan upaya untuk mempromosikan situs prank saluran YouTube milik VitalyzdTV.
Bagian depan baju renang one-piece berwarna hitam yang ia kenakan memamerkan sebuah iklan untuk situs web saluran yang disebut “Uncensored.” Situs web keanggotaan Vitaly Uncensored dan memiliki slogan halaman depan “Wild Pranks, T — s + A—, Tidak ada peraturan.” … lha karena bajunya tak senonoh jadi maaf kami sensor berat yah.
Channel YouTube itu adalah milik pacarnya, Vitaly Zdorovetskiy, yang juga memposting klip video kejadian saat Final Liga Champions. Dalam video ia bersorak pada Kinsey saat dia bergegas ke tengah lapangan dengan keamanan mengejarnya.
“Itu pacarku,” Vitaly berteriak kepada para penggemar yang bersorak di sekitarnya. Akun model Instagram ini penuh dengan gambar yang memamerkan pose-pose … lihat sendiri aja deh, nanti yah.
Adapun aksi hari ini, Kinsey rupanya mengikuti jejak pacar isengnya. Pada tahun 2014, Vitaly melesat ke lapangan selama Final Piala Dunia 2014 di laga Jerman vs Argentina. Oaaalaaahhhh, hobi toh?
Sumber: ini Dia Cewek Cantik Yang Bikin Gagal Fokus Hotspur vs Liverpool

Fans Tottenham: Sejak Kapan Bola Kena Ketiak Dihukum Penalti

Fans Tottenham masih penasaran soal penalti detik ke-23 final Liga Champions tadi malam. Sejak kapan bola kena ketiak dihukum penalti?
Enam jam sudah berlalu sejak wasit Damir Skomina asal Slovenia menjatuhkan hukuman penalti kepada Tottenham saat pertandingan final Liga Champions tadi malam belum lagi mengakhiri menit pertamanya. Moussa Sissoko dianggap handball setelah satu tendangan nakal dari Sadio Mane mengenai lengannya.
Sebenarnya ini jenis kenakalan tersendiri dari Sadio Mane. Sissoko tengah merentangkan tangan kanannya, seperti memberi perintah pada rekan-rekannya soal pemain Liverpool lain yang masuk ke dalam kotak penalti tanpa penjagaan.
Sang pemain Senegal melihat kesempatan untuk meraih penalti dan menembakkan bola atau lebih tepat mencongkelnya ke arah tangan Sissoko. Terkena bahunya lebih dulu sebelum memantul ke tangan dan wasit Damir Skomina menunjuk titik putih. Tentu saja keputusan itu mengundang protes para pemain Tottenham dengan Christian Eriksen seorang maju melakukan protes.

Berita Terkait

ini Dia Cewek Cantik Yang Bikin Gagal Fokus Hotspur vs Liverpool
Mohamed Salah Meledek Fans Tottenham Hotspur, Dilempar Gelas
Analisa Mengapa Final Liga Champions Tadi Malam Membosankan

Wasit tidak mengubah posisinya dan Mohamed Salah kemudian maju sebagai eksekutor mengincar bagian tengah gawang dan menjebol kawalan kiper Tottenham Hugo Lloris. Gol Salah itu terjadi pada menit kesatu lebih 48 detik, menjadikannya sebagai gol tercepat nomor dua dalam sejarah final Liga Champions setelah gol Paolo Maldini ke gawang Liverpool tahun 2005.
Dan kini fans Tottenham masih terus membahas penalti yang dianggap tidak adil tersebut. Salah satu suporter The Lilywhites mengomel, “Sejak kapan ada perubahan aturan sehingga bola kena ketiak dihukum penalti?”
Fans lainnya lagi menulis, “Jika itu benar penalti maka sepak bola sudah benar-benar rusak.” Suporter Spurs lainnya menimpali dengan berkomentar, “Tidak mungkinlah itu penalti. Ini adalah salah satu keputusan terburuk yang pernah saya lihat. Lagi pula kenapa VAR (video asisten wasit) tidak dipakai?”
Bahkan di antara para komentator pun tidak ada kesepakatan soal ini. Rio Ferdinand mengatakan: “Ini adalah mimpi buruk seburuk-buruknya. Tangannya (Moussa Sissoko) terangkat di udara. Ketika Anda mengangkat tangan di udara seperti itu di area penalti Anda mengundang masalah.”
“Saya tidak tahu mengapa tangannya di atas sana, dengan siapa dia berbicara. Dia (Sissoko) membuat keputusan penalti itu menjadi mudah bagi wasit.”
Michael Owen sependapat: “Saya benci semua hal menyangkut handball ini, semua-semua serba diberikan saat ini. Itu memang seharusnya penalti. Saya pikir itu penalti 10 tahun yang lalu, saya pikir itu tetap penalti ketika aturan berikutnya keluar.”
Tetapi Glenn Hoddle tidak setuju, dengan mengatakan: “Bola itu terkena dadanya terlebih dahulu dari tangannya. Apakah itu disengaja dari dadanya ke tangannya? Tidak mungkin. Jika itu mengenai lengannya secara langsung, tepat [keputusan penalti] seperti itu, tapi itu mengenai dadanya lalu tangannya.”
Jadi kemudian berkembanglah teori konspirasi bahwa Liverpool memang akan diberi trofi Liga Champions tahun ini, bagaimana pun caranya dan dengan harga berapa pun.
Sumber: Fans Tottenham: Sejak Kapan Bola Kena Ketiak Dihukum Penalti

Mohamed Salah Meledek Fans Tottenham Hotspur, Dilempar Gelas

Lihat adegan saat Mohamed Salah meledek fans Tottenham Hotspur pada final Liga Champions tadi malam. Untung tak kena kartu kuning.
Entah punya dendam apa terhadap fans Tottenham, Mo Salah melakukan perayaan di depan tribun para penonton Spurs usai mencetak gol pertama Liverpool melalui titik penalti pada menit kedua pertandingan tadi malam di Wanda Metropolitano. Ia berpelukan dengan rekan-rekan The Reds di depan itu sebelum satu lemparan gelas plastik mengarah ke kepalanya. Tapi luput.
Setelah sujud mencium tanah yang menjadi perayaan khasnya, Mohamed Salah berdiri dan memprovokasi para penonton Tottenham dengan menempelkan tangan di belakang telinganya, sama persis seperti yang dilakukan Raheem Sterling saat terkena hinaan rasis saat Inggris tandang ke Montenegro.
Tidak jelas alasan apa yang membuat striker Mesir itu bertindak demikian. Apakah ada ejekan soal agama mengingat fans Spurs selalu mengaitkan diri mereka dengan Yahudi dan fans kerap memasang bintang Daud sebagai identitasnya. Mungkin saja Mohamed Salah melakukan itu karena sebuah ejekan terhadap identitas agama dan negara asalnya, Mesir.

Berita Terkait

ini Dia Cewek Cantik Yang Bikin Gagal Fokus Hotspur vs Liverpool
Fans Tottenham: Sejak Kapan Bola Kena Ketiak Dihukum Penalti
Analisa Mengapa Final Liga Champions Tadi Malam Membosankan

Pertandingan final Liga Champions itu sendiri usai dengan skor 0-2 bagi kemenangan The Reds setelah Salah mencetak gol cepat menit kedua dari titik penalti serta Divock Origi selaku pemain pengganti menambahkan gol kedua selang lima menit jelang usai.
Hadiah penalti yang diberikan wasit Damir Skomina asal Slovenia pada detik ke-30 sesudah laga dimulai menjadi sorotan karena dianggap terlalu kejam. Sadio Mane mencongkel bola ke arah lengan Moussa Sissoko yang terentang saat ia seperti sedang memberi instruksi sesuatu pada rekan-rekannya.
Sumber: Mohamed Salah Meledek Fans Tottenham Hotspur, Dilempar Gelas

Analisa Mengapa Final Liga Champions Tadi Malam Membosankan

Liverpool menang 2-0 dan jadi juara Eropa tapi partai final Liga Champions tadi malam terasa antiklimaks dan membosankan. Begini alasannya.
Jika Anda menilik media sosial maka banyak sekali yang mengutuki partai final Liga Champions tadi malam antara Tottenham Hotspur vs Liverpool sebagai membosankan. Hanya satu gol terjadi setelah 30 detik, itu pun dari titik penalti, dan satu gol lain pada menit-menit akhir pertandingan.
Salah satu netizen yang budiman mengatakan, partai sesama Italia atau sesama Spanyol di final Liga Champions pun tidak akan semembosankan ini. Mengapa partai sesama Inggris begitu antiklimaks? Tidak ada berbalas gol. Bahkan tidak ada serangan-serangan yang nyaris menjadi gol.
Sesudah partai semi final yang dramatis dan penuh kejutan, kita mengharapkan sebuah final yang juga dramatis dan sama mengejutkannya. Tapi itu tidak terjadi. Penalti cepat kurang dari satu menit akibat handball Moussa Sissoko terlihat seolah-olah akan memicu terjadinya gol balasan oleh Spurs.

Berita Terkait

Pesta Kemenangan Liverpool Hingga Ruang Ganti
ini Dia Cewek Cantik Yang Bikin Gagal Fokus Hotspur vs Liverpool
Fans Tottenham: Sejak Kapan Bola Kena Ketiak Dihukum Penalti

Tottenham Hotspur lolos ke final setelah bangkit dari ketertinggalan 0-1 agregat lawan Ajax Amsterdam dengan mencetak tiga gol melalui Lucas Moura dan skor agregat 3-3. Mereka maju dengan agresifitas gol tandang. Begitu pun Liverpool tertinggal 3-0 dari Barcelona jelang leg kedua sebelum mencetak empat gol melalui Divock Origi dan Georginio Wijnaldum yang menarik di Anfield.
Ada tiga alasan untuk itu. Pertama, Tottenham Hotspur dan Liverpool sudah saling bertemu sebanyak 33 kali di ajang Liga Inggris. Jadi masing-masing sudah saling tahu taktik bermain lawan dan akan lebih hati-hati untuk tidak kecolongan. Jadi unsur kecerobohan yang membawa drama pada dua partai semi final tidak terjadi.
Kedua, pihak Jurgen Klopp yang biasanya main menekan jauh di setengah lapangan lawan terlihat tak mau mengulangi kesalahan seperti yang mereka lakukan di final Liga Champions tahun 2018. Jadi The Reds yang biasanya bergairah tinggi, bernafsu, tak kenal lelah, lebih terlihat sebagai tim yang takut-takut kalau ruang belakangnya terbuka lebar.
Begitu pula skuad asuhan Mauricio Pochettino yang diklaim sangat bugar dan yang sebenarnya memiliki strategi bermain mirip dengan The Reds, juga melakoni permainan tadi malam juga bermain limbung.
Kedua tim sama-sama mencatatkan banyak kesalahan yang tidak perlu dan dengan mudah menyerahkan kepemilikan bola, menyebabkan bola hanya berputar-putar di lapangan tengah sepanjang 90 menit permainan.
“Ini bukan laga yang paling menghibur [yang pernah ada],” kata Rio Ferdinand, bek legendaris Manchester United yang bertindak sebagai komentator. “Kita semua sudah pernah bermain di final. Urusan final adalah urusan dapat trofi. Fans tidak akan banyak mengeluh soal cara mereka bermain. Misinya tercapai [dengan jadi juara]. Musim ini sangat fantastis [untuk Liverpool]. Kalau sampai mengakhiri musim tanpa trofi, itu akan sangat mengecewakan.”
Ketiga, temperatur di Madrid sedang panas-panasnya dengan ramalan cuaca memprediksi suhu mencapai 33 derajat Celcius. Bukan suhu terpanas yang pernah ada di Spanyol tapi bagi banyak pemain Inggris ini sudah seperti panas neraka.
Jurgen Klopp yang melihat penampilan menurun timnya di babak kedua segera melakukan dua pergantian sebelum batas 60 menit. Divock Origi dan James Milner masuk menggantikan Roberto Firmino serta Georginio Wijnaldum, dan dampaknya segera terlihat dengan Origi mencetak gol kedua setelah satu pembersihan setengah hati gagal membuang bola keluar dari kotak penalti Spurs.
Sumber: Analisa Mengapa Final Liga Champions Tadi Malam Membosankan