Kebangkitan Pogba Terinspirasi Class of 92

Football5star.com, Indonesia – Bintang Manchester United, Paul Pogba, mampu bangkit dari keterpurukan musim ini setelah dilatih Ole Gunnar Solskjaer. Ia mengaku bukan hanya sang pelatih yang berjasa di balik kebangkitannya itu, tapi juga karena dirinya terinspirasi Class of 92.

Pogba adalah salah satu lulusan akademi United beberapa musim lalu. Tapi ia sempat gagal bersaing di tim utama hingga akhirnya dilego ke Juventus. Jauh sebelum menghasilkan sang gelandang, akademi United sudah lebih dulu terkenal dengan jebolan Class of 92-nya seperti David Bechkam, Paul Scholes, Phil dan Gary Neville, Nicky Butt, serta Ryan Giggs.

Getty Images

Nama-nama tenar itu pula yang membuat pemain asal Prancis itu mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya lagi di paruh kedua musim 2018-2019. “Saya mencoba mengeluarkan semua pengalaman kepada pemain muda,” katanya kepada The Sun, Minggu (17/2/2019).

“Saya coba meneruskan apa yang biasa dilakukan oleh generasi Beckham, Scholes, Butt, dan Neville. Itu jadi budaya klub ini. Ketika Anda datang dari akademi, Anda ingin bermain untuk tim utama dan melakukan hal-hal besar. Ini sangat menginspirasi saya,” ia menambahkan.

Terkait Solskjaer, Pogba tak menampik bahwa sang pelatih
sudah banyak membantunya. Ia mengatakan pengetahuan pria asal Norwegia itu
terhadap budaya Setan Merah membuatnya bisa menuai sukses sejauh ini.

“Ole banyak membantu saya, seperti halnya dia membantu semua pemain. Sebagai mantan pemain United dia tahu budaya dan segalanya tentang klub ini,” tutupnya.

More News on Liga Inggris

Catatan Unik Gol Cole untuk Derby County

Hadiri Penghormatan Terakhir, Warnock Kenang Janji Emiliano Sala

Sarri Harus Berhenti Kritik Pemain Chelsea di Media

The post Kebangkitan Pogba Terinspirasi Class of 92 appeared first on Football5star Berita Bola.

Chelsea Vs Manchester United, Zola Akui Kehebatan Solskjaer

Football5star.com, Indonesia – Legenda Chelsea, Gianfranco Zola, memuji kinerja Ole Gunnar Solskjaer sebagai caretaker Manchester United. Di mata Zola, pria asal Norwegia itu telah bekerja dengan sangat baik.

Solskjaer menggantikan Jose Mourinho pada Desember lalu. Di bawah asuhannya, Manchester United meraih 10 kemenangan, sekali seri, dan sekali kalah dalam 12 laga.

Jelang pertemuan Chelsea vs Manchester United di Piala FA, Senin (18/2), Zola pun mengakui kehebatan Solskjaer. Menurut dia, apa yang telah dilakukan Solskjaer luar biasa.

Getty Images

“Pertama-tama saya senang. Itulah perasaan pertama yang saya miliki. Saya kenal Solskjaer, kami melakukan kursus bersama dan saya senang melihatnya melakukannya dengan baik,” kata Zola di Soccerway.

“Saya tahu bahwa Manchester United tidak melalui momen yang sangat baik sebelumnya, tetapi saya tahu nilai tim dan mereka akan bangkit.”

“Apa yang telah dilakukan Ole dalam waktu yang singkat ini sangat luar biasa. Dia pintar, dia selalu tertarik, dan Anda bisa melihat ketika seseorang fokus pada apa yang mereka lakukan,” Zola menambahkan.

United sendiri kini berada di peringkat empat klasemen Liga Inggris. Setan Merah tertinggal sembilan angka dari Tottenham Hotspur yang berada di atasnya.

More News on Liga Inggris

Catatan Unik Gol Cole untuk Derby County

Hadiri Penghormatan Terakhir, Warnock Kenang Janji Emiliano Sala

Sarri Harus Berhenti Kritik Pemain Chelsea di Media

The post Chelsea Vs Manchester United, Zola Akui Kehebatan Solskjaer appeared first on Football5star Berita Bola.

Cedera, Anthony Martial dan Jesse Lingard Berpotensi Absen Hingga Tiga Pekan

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, mengonfirmasi dua pemain pentingnya, harus menjalani perawatan karena cedera. Ya, Anthony Martial dan Jesse Lingard terancam harus absen hingga tiga pekan karena masalah tersebut.

Anthony Martial dan Jesse Lingard mengalami cedera di pertandingan melawan Paris Saint-Germain (PSG) di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Laga yang berlangsung di Old Trafford, Selasa (12/2/2019) waktu setempat, Manchester United menderita kekalahan 0-2.

Ole Gunnar Solskjaer yakin kedua pemain itu tak lagi bisa bermain di sisa bulan ini. Berarti Martial dan Lingard akan melewati laga Piala FA melawan Chelsea di Stamford Bridge, Senin (18/2/2019), dan saat bentrok kontra Liverpool di Liga Inggris akhir pekan depan.

Di samping itu, pemain muda, Mason Greenwood juga tidak memungkinkan untuk bisa menjadi pemain pengganti. Ia pun tengah mengalami cedera.

Zimbio

“Saya pikir mereka akan absen selama dua sampai tiga pekan,” ucap Solskjaer dilansir Football5star.com dari situs resmi Manchester United.

“Kemudian, Anda mencari pemain muda. Mason Greenwood, saat tepat baginya untuk unjuk gigi. Namun, masalah cedera juga membuatnya harus absen selama dua pekan,” katanya.

“Terkadang situasi seperti itu datang bersamaan. Namun, Mason akan mendapatkan kesempatannya,” ujar Solskjaer.

Selain absen di pertandingan melawan Chelsea dan Liverpool, Martial dan Lingard kemungkinan juga tidak bermain di dua laga lainnya. Melawan Crystal Palace pada 27 Februari dan Southampton (2/3/2019).

Akan tetapi, keduanya masih memiliki peluang besar untuk dapat pulih dan kembali bermain sebelum laga penentuan melawan PSG di Liga Champions.

More News on Liga Inggris

Catatan Unik Gol Cole untuk Derby County

Hadiri Penghormatan Terakhir, Warnock Kenang Janji Emiliano Sala

Sarri Harus Berhenti Kritik Pemain Chelsea di Media

The post Cedera, Anthony Martial dan Jesse Lingard Berpotensi Absen Hingga Tiga Pekan appeared first on Football5star Berita Bola.

Solskjaer Sudah Menyerah Lihat Performa Alexis Sanchez

Football5star.com, Indonesia – Performa Alexis Sanchez bersama Manchester United musim ini tidak juga membaik. Akibatnya pelatih Ole Gunnar Solskjaer mulai menyerah untuk membangkitkan performa anak asuhnya itu.

Alexis Sanchez bermain buruk saat Manchester United menjamu Paris Saint-Germain di leg pertama 16 besar Liga Champions. Masuk menggantikan Jesse Lingard yang cedera, ia justru tampil jauh dari harapan. Ia gagal melepaskan satu pun tendangan ke gawang.

@Squawka

Solskjaer mengaku sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi
untuk pemain yang didatangkan dari Arsenal pada Januari 2018 itu. Ia justru
mengatakan sang pemain lah yang harus mencari jati dirinya agar bangkit seperti
dulu.

“Saya tidak bisa melakukan apa-apa soal Alexis. Dia harus menemukan dirinya sendiri. Kita semua tahu dia pemain berkualitas, tapi saat ini dia tidak berada dalam kondisi terbaik dan membutuhkan waktu,” ujar Solskjaer seperti dikutip Football5star.com dari Squawka, Kamis (14/2/2019).

Pemain asal Cile itu baru melakoni 19 laga di semua
kompetisi musim ini dengan menorehkan dua gol dan empat assist. Tapi dari semua
laga tersebut hanya dua kali dirinya menjadi starter, itu pun ketika klub masih
dilatih Jose Mourinho.

Penampilan Alexis musim ini memang terganggu cedera hamstring yang diderita sejak Desember lalu. Situasi bertambah buruk untuk dirinya karena pemain lain di klub berjuluk Setan Merah seperti Marcus Rashford, Jesse Lingard, dan Anthony Martial, terus menampilan performa gemilang.

More News on Liga Inggris

Catatan Unik Gol Cole untuk Derby County

Hadiri Penghormatan Terakhir, Warnock Kenang Janji Emiliano Sala

Sarri Harus Berhenti Kritik Pemain Chelsea di Media

The post Solskjaer Sudah Menyerah Lihat Performa Alexis Sanchez appeared first on Football5star Berita Bola.

Manchester United Beberkan Jumlah Kompensasi Pemecatan Jose Mourinho

Football5star.com, Indonesia – Manchester United membeberkan dana yang dibutuhkan untuk memberikan kompensasi saat memecat Jose Mourinho. Jumlahnya ternyata tergolong fantastis.

Manchester United memecat Jose Mourinho pada Desember 2018 setelah ia menjadi pelatih selama dua setengah tahun di Stadion Old Trafford. Langkah itu diambil terkait serangkaian performa buruk Paul Pogba dkk.

Besaran uang kompensasi yang diterima Jose Mourinho dari pemutusan kerja sama itu terungkap dalam laporan enam bulanan Man United. Laporan tersebut dipublikasikan, Kamis (14/2/2019).

Dalam daftar laporan tersebut salah satunya tertulis bahwa Man United mengeluarkan biaya sebesar 19,6 juta pounds atau lebih dari 353,8 miliar rupiah. Biaya itu adalah total kompensasi Mourinho dan staf kepelatihannya.

standard.co.uk

Mourinho dipecat bersama enam anggota stafnya dan digantikan oleh pelatih sementara, Ole Gunnar Solskjaer. Di bawah kendari Solskjaer, Man United bisa tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan pertamanya di semua kompetisi.

Kekalahan pertamanya terjadi saat Red Devils takluk 0-2 melawan Paris Saint-Germain di Old Trafford, Selasa (12/2/2019) waktu setempat.

Kendati demikian, CEO Man United, Ed Woodward, menyatakan bahwa ia senang dengan dampak yang diberikan Solskjaer.

“Penunjukkan Ole dan Mike Phelan sebagai pelatih dan asisten pelatih sementara telah memberikan dampak positif di klub. Kami senang dengan peningkatan performa tim sejak Desember dan kami ingin finis di posisi yang kuat pada akhir musim 2018-2019,” kata Ed Woodward seperti dilansir Football5star.com dari Sky Sports.

Meski biaya pemecatan pelatih beralias The Special One tergolong besar, namun Man United memperoleh pendapatan fantastis. Ya, dalam tiga bulan terakhir pada 2018, mereka menerima pemasukan sebesar 208,6 juta pounds.

More News on Liga Inggris

Catatan Unik Gol Cole untuk Derby County

Hadiri Penghormatan Terakhir, Warnock Kenang Janji Emiliano Sala

Sarri Harus Berhenti Kritik Pemain Chelsea di Media

The post Manchester United Beberkan Jumlah Kompensasi Pemecatan Jose Mourinho appeared first on Football5star Berita Bola.

Ferguson: Jasa Eric Harrison Sangat Besar di Sepak Bola

Football5star.com, Indonesia – Manchester United baru saja kehilangan pelatih legendaris tim mudanya, Eric Harrison, yang meninggal dunia pada Kamis (14/2/2019). Kehilangan sosok yang berjasa dalam menciptakan talenta-talenta hebat membuat mantan pelatih legendaris, Sir Alex Ferguson, merasa sedih.

Harrison meninggal di usia 81 tahun karena mengidap penyakit gangguan otak. Selama kariernya di tim muda MU, ia dikenal sebagai orang yang berjasa melahirkan Class of 92 yang berisikan pemain-pemain hebat seperti Gary dan Phill Neville, David Beckham, Paul Scholes, Nicky Butt, Ryan Giggs, dan lainnya.

Walau begitu Ferguson menganggap kesukesan Eric Harrison bukan hanya untuk United saja, tetapi juga dunia sepak bola. Ia mengatakan koleganya itu orang yang sangat piawai membangun karakter pemain di usia muda.

@ManUtd

“Kontribusi Eric bukan hanya untuk Manchester United saja,
tapi juga sepak bola. Dia orang yang luar biasa. Ketika saya datang sebagai
manajer saya sangat beruntung memiliki Eric di staf kepelatihan tim muda,” kata
Ferguson seperti dilansir situs resmi MU, Kamis (14/2/2019).

“Jadi saya bisa melihat pekerjaan yang dia lakukan dan itu
tidak hanya berlaku untuk Class of 92 saja tapi juga semua pemain muda. Dia
membangun karakter dan determinasi mereka di usia muda dan mempersiapkan mereka
saat professional,” ia menambahkan.

Di balik jasa luar biasanya membentuk karakter David Beckham
dkk, Harrison dikenal sebagai sosok yang humoris. Ferguson pun tak jarang
menghabiskan waktu bersama pria Inggris itu.

“Secara personal, dia punya selera humor yang sangat lantang dan saya sangat mengagumi itu dalam dirinya,” tutup pelatih yang akrab disapa Fergie ini.

More News on Liga Inggris

Catatan Unik Gol Cole untuk Derby County

Hadiri Penghormatan Terakhir, Warnock Kenang Janji Emiliano Sala

Sarri Harus Berhenti Kritik Pemain Chelsea di Media

The post Ferguson: Jasa Eric Harrison Sangat Besar di Sepak Bola appeared first on Football5star Berita Bola.

Harrison, Mantan Pelatih Muda Manchester United Meninggal Dunia

Football5star.com, Indonesia – Eric Harringson, mantan pelatih muda Manchester United meninggal dunia pada usia 81 tahun. Selama empat tahun terakhir, ia menderita penyakit Dementia. Dementia adalah penyakit gangguan otak yang gejala utamanya adalah kesulitan untuk mengingat.

Harringson bukanlah nama asing dalam tim Manchester United. Ia adalah pelatih yang mengorbitkan nama-nama tenar dalam skuad The Red Devils – julukan Manchester United. Sebut saja Gary Neville, David Beckham, dan Ryan Giggs. Bisa dibilang, Harringson lah yang membentuk ‘Class of 92’ yang namanya mahsyur.

“Kami sangat sedih melaporkan bahwa mantan pelatih muda kami Eric Harrison meninggal semalam. Pikiran dan doa kami ditujukan kepada keluarga dan teman-teman Eric di saat yang menyedihkan dan sulit ini,” tulis akun resmi Manchester United di akun Twitter resmi mereka.

Twitter @ManUtd

Kepergian Eric Harrison membuat salah satu mantan pemainnya berduka. Gary Neville tak kuasa membendung rasa sedihnya. Ia merasa berutang banyak kepada mantan pelatihnya tersebut.

“Kami kehilangan mentor, pelatih, dan sosok yang membentuk kami. Dia mengajari kami cara bermain, cara untuk tidak pernah menyerah. Ia yang mengajari kami pentingnya memenangkan pertempuran pribadi Anda dan apa yang perlu kita lakukan saat bermain untuk Manchester United. Eric, kami berutang banyak padamu,” ujar Gary Neville dikutip Football5star dari akun Twitter pribadinya.

Saat masih bermain, Eric Harrison hanyalah pemain kelas bawah. Ia sempat bermain untuk Halifax, Hartlepool, Barrow, dan Southport sebelum akhirnya menjadi pelatih tim junior United pada tahun 1981. Pada tahun 1992, ia membawa tim junior Manchester United menjadi juara FA Youth Cup.

Keberhasilan pada tahun 1992 ia duplikasi pada tahun 1995. Ia kembali membawa The Red Devils menjadi juara FA Youth Cup yang saat itu dipimpin oleh Phil Neville.

More News on Liga Inggris

Catatan Unik Gol Cole untuk Derby County

Hadiri Penghormatan Terakhir, Warnock Kenang Janji Emiliano Sala

Sarri Harus Berhenti Kritik Pemain Chelsea di Media

The post Harrison, Mantan Pelatih Muda Manchester United Meninggal Dunia appeared first on Football5star Berita Bola.

Solskjaer Kecam Aksi Kimpembe Terhadap Rashford

Football5star.com, Indonesia – Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, menyoroti pemain Paris Saint-Germain, Presnel Kimpembe. Pemain 23 tahun tersebut kedapatan melanggar keras Marcus Rashford saat keduanya bertemu dalam lanjutan Liga Champions 2018/19.

Solskjaer mengutuk keras tindakah Kimpembe tersebut. Menurutnya, hal tersebut adalah tindakan berlebihan yang dilakukan seorang pemain di atas lapangan. Ia juga menyoroti kinerja wasit yang kurang sigap dalam mengambil keputusan.

“Kimpembe sangat beruntung tidak mendapatkan kartu merah dari wasit. Apa yang ia lakukan terhadap Marcus sangat berbahaya. Herannya, kami sama sekali tidak mendapatkan foul,” kata Solskjaer usai pertandingan kepada BT Sport.

uefa.com

Manchester United menelan kekalahan perdana di bawah arahan Ole Gunnar Soskjaer. Bertanding di Old Trafford pada Rabu (13/2), Setan Merah takluk 0-2 dari sang lawan.

“Tapi, sepertinya percuma saja mengomentari hal yang sudah berlalu dan jelas tidak ada tindakan untuk menyikapi ini. Ini hanyalah reaksi kecil dariku soal hal tersebut,” sambungnya.

Hasil ini membuat langkah Manchester United untuk lolos ke partai selanjutnya terbilang berat. Pasalnya, mereka harus mengejar defisit dua gol di Parc des Princes pada laga tandang pekan depan.

Dalam waktu dekat, Manchester United akan menggelar laga penting lainnya di kandang yakni menjamu Liverpool. Tiga poin jadi harga mati yang harus diraup Marcus Rashford dkk untuk bisa menembus papan atas di akhir musim.
The post Solskjaer Kecam Aksi Kimpembe Terhadap Rashford appeared first on Football5star Berita Bola.

Kalah 0-2 dari PSG, Manchester United Sulit Lolos ke Perempat Final

Football5Star.com, Indonesia – Kekalahan mengejutkan diterima Manchester United dalam laga leg II babak 16-besar Liga Champions, Rabu (13/2/2019) dini hari WIB. Menjamu Paris Saint-Germain (PSG) di Old Trafford, mereka kalah 0-2. Padahal, sang tamu datang tanpa dua pemain andalan yang cedera, Neymar dan Edinson Cavani.

Kekalahan 0-2 dari PSG itu pun membuat Manchester United kini memanggul misi mustahil. Lolos ke perempat final jadi target mahasulit. Itu karena catatan negatif tim-tim yang kalah di kandang dengan selisih dua gol atau lebih pada leg I fase gugur Liga Champions. Dalam 34 kesempatan, mereka selalu gagal membalikkan keadaan dan lolos ke babak berikutnya.

Sulitnya lagi, tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer harus melawat ke kandang PSG tanpa Paul Pogba. Gelandang timnas Prancis itu diganjar kartu merah oleh wasit Daniele Orsato jelang laga usai.

34 – None of the previous 34 teams to lose the first leg of a Champions League knockout match at home by two or more goals have progressed to the next round. Mountain. #MUNPSG pic.twitter.com/s4EmUJz8Oo— OptaJoe (@OptaJoe) February 12, 2019

Misi makin sulit saat melihat rekor tim-tim yang kalah di kandang pada leg I babak 16-besar Liga Champions. Dalam sepuluh musim terakhir saja, dari 27 tim, hanya satu yang berhasil membalikkan keadaan di kandang lawan pada leg II dan lolos ke babak perempat final.

Satu-satunya anomali itu terjadi pada musim 2010-11. Pelakunya adalah Inter Milan. Pada leg I, klub berjuluk I Nerazzurri itu kalah 0-1 dari Bayern Munich. Namun, kemenangan 3-2 di Allianz Arena pada leg II akhirnya membawa mereka lolos ke perempat final.

Jikapun ada asa, itu adalah catatan positif lawatan ke Prancis. Dalam empat kesempatan terakhir, Manchester United tak pernah kalah. Mereka menang atas St-Etienne dan Lille OSC serta seri dengan Olympique Marseille dan Olympique Lyon.

Akan tetapi, hal yang patut dicatat, saat menang di kandang St-Etienne dan Lille, skor hanya 1-0. Adapun untuk setidaknya memaksakan perpanjangan waktu pada leg II melawan PSG, Manchester United butuh kemenangan 2-0 di Parc des Princes.

More News on Liga Champions

Bayern Munich Ketar-ketir Jelang Lawatan ke Kandang Liverpool

Bayern Terancam Tanpa Kingsley Coman Saat Lawan Liverpool

Presiden Bayern Munich Menyesal Pernah Batal Gaet Juergen Klopp

The post Kalah 0-2 dari PSG, Manchester United Sulit Lolos ke Perempat Final appeared first on Football5star Berita Bola.

5 Fakta Menarik Partai Manchester United vs PSG

Football5Star.com, Indonesia – Paris Saint-Germain (PSG) mewujudkan sebuah misi mustahil. Bertandang ke kandang Manchester United, Rabu (13/2/2019) dini hari WIB, anak-anak asuh Thomas Tuchel berhasil menang 2-0 berkat gol yang dicetak Presnel Kimpembe dan Kylian Mbappe. Padahal, mereka datang tanpa Neymar dan Edinson Cavani.

Ada banyak fakta menarik dari kemenangan yang dibukukan PSG atas Manchester United tersebut. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik yang mewarnai laga leg I babak 16-besar Liga Champions itu.

1. Kekalahan Pertama Solskjaer

standard.co.uk

Ole Gunnar Solskjaer akhirnya merasakan kekalahan pertamanya sebagai manajer caretaker Manchester United. Sebelum ini, klub berjuluk Red Devils tersebut tak pernah kalah dalam sebelas pertandingan beruntun di semua ajang sejak sang caretaker datang menggantikan Jose Mourinho.

Dalam sebelas pertandingan sebelumnya, anak-anak asuh Solskjaer menangguk sepuluh kemenangan dan satu hasil imbang. Menariknya, seperti halnya kekalahan dari PSG, satu-satunya hasil imbang juga dituai di Old Trafford. Itu terjadi saat mereka diimbangi Burnley 2-2. Mereka nyaris kalah andai tak ada gol Victor Lindelof pada injury time.

2. Kekalahan Kandang Terbesar di Kancah Eropa

standard.co.uk

Torehan rekor terus mengiringi Ole Gunnar Solskjaer sejak menangani Manchester United. Namun, kali ini, dia justru menorehkan rekor negatif. Kekalahan dari PSG adalah yang terburuk bagi Red Devils di kandang sendiri kala berlaga di kancah antarklub Eropa.

Sebelum ini, tak pernah sekali pun Manchester United kalah dengan selisih dua gol di kandang sendiri saat berlaga di kancah antarklub Eropa. Dalam 177 kesempatan, mereka hanya 14 kali kalah dan semuanya dengan selisih satu gol. Bahkan tim kuat macam Juventus dan Real Madrid pun tak sanggup menang dengan margin dua gol di Old Trafford.

3. Kemenangan Pertama Wakil Prancis di Old Trafford

standard.co.uk

Keberhasilan PSG mengakhiri keangkeran Old Trafford bagi klub-klub Prancis. Sebelum ini, 13 kali Manchester United menjamu wakil-wakil Prancis. Dari 13 pertandingan tersebut, Red Devils berhasil menangguk sepuluh kemenangan.

Hanya tiga kali hasil imbang terjadi ketika Manchester United menjamu wakil Prancis. Pertama, hasil imbang 1-1 dengan Montpellier HSC di Piala Winners 1990-91. Kedua, imbang 1-1 dengan AS Monaco di Liga Champions 2003-04. Ketiga, seri tanpa gol dengan Lille OSC di Liga Champions 2005-06.

4. Kemenangan Pertama PSG di Manchester

standard.co.uk

Bagi PSG, keberhasilan menaklukkan Manchester United di Old Trafford merupakan kemenangan pertama di Kota Manchester. Dalam dua lawatan sebelumnya ke kota ini, mereka tak menang. Bahkan, klub berjuluk Les Parisiens tersebut selalu gagal mencetak gol.

Dua lawatan terdahulu PSG ke Kota Manchester adalah saat bertamu ke kandang Manchester City. Pada lawatan pertama yang berlangsung pada 3 Desember 2008, mereka imbang 0-0. Adapun lawatan kedua pada 12 April 2016 berujung kekalahan 0-1.

5. Tulah Orsato Berlanjut

standard.co.uk

Kekalahan 0-2 dari PSG mempertegas status Daniele Orsato sebagai pembawa tulah bagi Manchester United. Ini kali ketiga Red Devils dipimpin wasit asal Italia itu dan hasilnya selalu kalah. Bukan hanya selalu kalah, mereka pun selalu gagal mencetak gol.

Dalam dua kesempatan sebelumnya, Manchester United mengalami kekalahan 0-1 saat diwasiti Orsato. Kekalahan pertama dialami di Old Trafford saat menjamu CFR Cluj pada ajang Liga Champions 2012-13. Sementara itu, kekalahan kedua didapatkan di kandang FC Basel pada 2017-18.

More News on Liga Champions

Bayern Munich Ketar-ketir Jelang Lawatan ke Kandang Liverpool

Bayern Terancam Tanpa Kingsley Coman Saat Lawan Liverpool

Presiden Bayern Munich Menyesal Pernah Batal Gaet Juergen Klopp

The post 5 Fakta Menarik Partai Manchester United vs PSG appeared first on Football5star Berita Bola.