Sergio Ramos Hina Ibu Diego Simeone di El Derbi Madrileno?

Liga Spanyol – Sebuah tindakan tidak terpuji tejadi di partai El Derbi Madrileno pada Minggu (29/9 )dini hari tadi. Kapten Real Madrid, Sergio Ramos dilaporkan telah menghina ibu pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone.
Pada Jornada ketujuh La Liga musim ini, Atletico Madrid harus menjamu tetangga mereka, Real Madrid di Estadio Wanda Metropolitano. Laga sarat gengsi itu pun berlangsung sangat sengit dan berakhir dengan skor imbang 0-0.
Menurut laporan dari Marca, ada sebuah insiden tidak terpuji di laga itu. Kapten Real Madrid, Sergio Ramos, diberitakan menghina ibu Diego Simeone saat laga babak pertama sedang berlangsung.
Pada saat itu Ramos tengah berada dekat Simeone. Namun Bek Real Madrid itu melontarkan kata-kata bernada hinaan terhadap Ibu Simeone. Pelatih Atletico itu diberitakan sangat geram dengan hinaan sang pemain, dan menuntut wasit untuk memberikan kartu kuning kepada Ramos.
Namun, Marca mengklaim bahwa wasit tidak mengindahkan permintaan Simeone itu. Sang pelatih pun diberitakan marah besar kepada wasit, karena pemainnya, Diego Costa sempat mendapatkan sanksi berat karena melakukan hal yang serupa beberapa waktu yang lalu.
Namun, Wasit terganggu dengan protes yang dilakukan Simeone dan kemudian melemparkan ancaman kepada sang pelatih bahwa ia akan diusir keluar lapangan jika terus melakukan protes.
Terlepas dari hal tersebut, baik Real Madrid maupun Atletico Madrid akan melakoni partai Liga Champions pada tengah pekan nanti. Los Blancos dijadwalkan berhadapan dengan Club Brugge, sementara pasukan Diego Simeone akan berhadapan dengan Lokomotiv Moscow.

Bukan Satu, Bukan Dua, Real Madrid Kehilangan Lima Gelar Sekaligus

Real Madrid kehilangan bukan satu, bukan dua, tapi lima gelar pemain-pemain terbaik di ajang penghargaan UEFA, tadi malam. Lihat.
Diam-diam Real Madrid kehilangan lima gelar sekaligus pada acara penghargaan pemain-pemain terbaik Eropa yang berlangsung bersamaan dengan ajang drawing fase grup Liga Champions di Monaco, tadi malam.
Tahun lalu (dan juga tahun sebelumnya) gelar striker terbaik jatuh ke Cristiano Ronaldo yang di musim sebelumnya masih membela Real Madrid. Tahun ini gelar penyerang terbaik UEFA direbut Lionel Messi dengan 12 gol pada kompetisi top Eropa itu musim lalu.
Real Madrid Kehilangan Pemain Tengah, Bek, Kiper Terbaik 
Demikian juga tahun lalu pemain tengah terbaik diberikan kepada Luka Modric, gelandang Real Madrid. Lagi-lagi dua tahun berurutan. Tahun ini jatuh kepada Frenkie de Jong untuk prestasinya di Ajax Amsterdam. Raksasa Belanda mengalahkan juara bertahan Real Madrid di babak 16 besar musim lalu melalui kemenangan bersejarah 4-1 di Santiago Bernabeu, sebelum mengalahkan Juventus di perempat final. Mereka tak sepantasnya kalah di semifinal melawan Tottenham, tetapi performa de Jong di lapangan tengah membuat Barcelona membelinya seharga 65 juta pound.

Berita Terkait

Ronaldo Ejek VAR Usai Cetak Gol Untuk Juventus
Real Madrid Incar Dua Pemain Top Sebelum Bursa Tutup
Cristiano Ronaldo Harusnya Pemain Terbaik UEFA

Musim lalu (dan juga musim sebelumnya) gelar bek terbaik diambil oleh Sergio Ramos, kapten Los Blancos. Kali ini mereka harus merelakannya kepada Virgil Van Dijk, bek jangkung Liverpool yang bahkan lebih tinggi daripada kiper Alisson Becker.
Alisson tahun ini merebut gelar kiper terbaik UEFA setelah musim lalu direbut Keylor Navas, penjaga gawang Los Merengues asal Kosta Rika. Dan pada akhirnya gelar Pemain Terbaik UEFA 2018/2019 diambil alih Van Dijk, menyingkirkan Modric musim lalu. Jadi bukan hanya satu, bukan hanya dua, tapi Real Madrid kehilangan lima gelar sekaligus tahun ini. Tidak ada pemain Los Blancos yang menang penghargaan individual UEFA tahun ini.
Sumber: Bukan Satu, Bukan Dua, Real Madrid Kehilangan Lima Gelar Sekaligus

Hasil Real Madrid vs Atletico Madrid Bikin Sergio Ramos Kesal

Sumberbola – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos, mengatakan bahwa kekalahan timnya dari Atletico Madrid sangat memalukan, di mana mereka dikalahkan dengan skor 3-7, Sabtu (27/7) dini hari WIB.
Real Madrid mengalami kekalahan yang memalukan dari rival Atletico Madrid di International Champions Cup di New Jersey. Atletico memimpin 4-0 setelah 28 menit dan 5-0 di babak pertama. Los Blancos baru bisa mengejar ketertinggalan di babak kedua, di mana mereka mencetak tiga gol melalui Nacho Fernandez, Karim Benzema dan Javi Hernandez.
“Kami jelas tidak merasa baik sekarang,” kata Ramos kepada wartawan. “Ini baru saja dimulai, mereka sedang mempersiapkan permainan untuk membawa kami ke tingkat atas. Ada banyak cara untuk kalah, tetapi kami tidak bisa melakukannya seperti yang kami lakukan hari ini.
“Kami memainkan permainan ini seperti pertandingan persahabatan, ini adalah margin yang besar dan kami menjauh dengan frustrasi. Ini hasil yang sangat buruk dan kami harus mencoba dan mencapai level yang kami inginkan.”
“Ambisi tim ini tetap utuh. Kami telah memenangkan banyak sekali, tetapi itu di masa lalu sekarang,” lanjutnya. “Kami harus melupakan apa yang terjadi musim lalu, ini adalah kampanye pramusim dan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan dan menilai sesuatu. Kami harus terus berlatih karena kami setiap hari dan kami akan secara bertahap mencapai yang terbaik untuk menghadapi tantangan musim baru. ”
“Itulah perbedaan dalam sepakbola,” kata Ramos. “Kami memainkan pertandingan persahabatan dan mereka melakukannya seolah-olah itu final. Kami harus membawa intensitas itu ke setiap pertandingan. Mereka mendapatkan yang lebih baik dari kami dalam hal intensitas, bola kedua, menekan, dan mereka tajam di depan tujuan hari ini juga.
“Pada akhirnya, mereka masih saingan kota langsung kita dan madridismo akan frustrasi seperti kita karena kamu tidak bisa pulang bahagia setelah kekalahan. Kami sedang dalam kondisi untuk mencoba dan mencapai yang terbaik dan kami akan menarik kesimpulan begitu La Liga telah dimulai dan kami sudah mulai memainkan permainan kompetitif. ”
“Saya memiliki kepercayaan mutlak dan setelah bertahun-tahun di sini, jika saya pikir tim ini tidak mampu memenangkan hal-hal, saya akan menjadi yang pertama untuk pergi. Saya harus kepercayaan besar pada tim ini dan di madridismo,” tutupnya.

Kapten Real Madrid Tak Sudi Lihat Hazard Pakai Nomor 7

Liga Spanyol – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos, dilaporkan tidak setuju jika Los Blancos memberikan nomor punggung 7 kepada Eden Hazard.
Seperti diketahui, Hazard resmi meninggalkan Chelsea dan bergabung dengan Real Madrid pada bursa transfer musim panas tahun 2019. Hingga saat ini, belum diketahui berapa nomor punggung yang akan dikenakan sang pemain di skuat Los Blancos mulai musim 2019/20.
Namun, ada spekulasi yang menyebut bahwa Hazard akan diperkenalkan di Estadio Santiago Bernabeu pada Kamis (13/6) waktu setempat dengan jersey nomor 7.
Spekulasi itu rupanya menimbulkan kejanggalan bagi Ramos, selaku kapten Real Madrid. Bek kelahiran Spanyol itu kabarnya tidak setuju jika nomor sepeninggalkan Cristiano Ronaldo jatuh di tangan Hazard.
Pasalnya, Ramos merasa jika pihak Real Madrid tidak menghormati Mariano Diaz yang saat ini menjadi pemilik nomor punggung 7 di Santiago Bernabeu. Hal ini pun dibenarkan oleh seorang petinggi klub, yang sudah membahasnya dalam sebuah pertemuan.
“Sergio tidak akan menerima ide ini,” kata seorang anggota Dewan Direksi Los Blancos di rapat tersebut, seperti dikutip dari Diario Gol.
Lebih lanjut, nomor punggung favorit Hazard sendiri sebenarnya adalah 10. Ia sudah mengenakan angka tersebut, baik di Chelsea maupun timnas Belgia.

Sergio Ramos Tegaskan Kesetiaannya pada Real Madrid

Sumberbola – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos, menegaskan bahwa dia ingin ‘pensiun’ di Santiago Bernabeu, sekaligus untuk mengakhiri spekulasi yang mengatakan bahwa dia akan pindah ke China.
Pemain internasional Spanyol itu mengakui bahwa dia memang mendapat tawaran dari Tiongkok. Akan tetapi, dia merasa ‘dicintai’ oleh penggemar Los Blancos dan tidak pernah mempertimbangkan untuk pergi.
“Tentu saja, saya tidak ingin meninggalkan Real Madrid. Saya selalu mengatakan bahwa saya ingin pensiun di sini, dan dalam kasus saya, dan presiden (Florentino Perez) dapat mengonfirmasinya, adalah bahwa saya tidak akan meninggalkan Real Madrid ketika saya masih terikat kontrak dengan mereka,” kata Ramos.
Musim 2018/19 merupakan musim yang mengecewakan bagi Real Madrid. Raksasa La Liga itu harus mengganti dua manajer, yakni Julen Lopetegui dan Santiago Solari, serta finis di posisi ketiga La Liga dan tersingkir dari Liga Champions di babak 16 besar.
“Saya tidak akan berbohong,” lanjut Ramos. “Tawaran (dari China) ada di atas meja, dan saya memberi tahu klub tentang tawaran itu, ketika saya merasa ada sesuatu yang salah, dan jika penggemar saya tidak menginginkan saya di sini, jelas, saya akan memikirkannya.
“Bukan itu masalahnya. Saya selalu setia kepada Real Madrid dan saya merasa dicintai di sini,” pungkasnya.

Enam Bek Tersubur Dalam Sejarah Liga Champions, Empat Dari Real Madrid

Gilabola.com – Bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo memang tercatat sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah Liga Champions. Tapi Los Blancos juga melahirkan bek-bek yang jago membobol gawang lawan di ajang bergengsi ini.
Data menunjukkan ada tiga pemain belakang asal klub Real Madrid yang menorehkan namanya dalam daftar bek pencetak gol terbanyak dalam sejarah Liga Champions. Dua di antaranya sudah lama pensiun sebagai pemain, sedangkan satu lainnya masih aktif bermain saat ini.
Adapun bek subur milik Real Madrid yang masih bermain adalah Sergio Ramos. Sepanjang karirnya dia telah mengemas 11 gol di ajang Liga Champions. Tapi dia kalah dari tiga pendahulunya yang sudah pensiun, yaitu Ivan Helguera (15 gol) dan Roberto Carlos (16 gol).
Berikut ini adalah daftar enam bek yang menjadi top scorer sepanjang sejarah Liga Champions.

Berita Terkait

Eden Hazard Bisa Menang Ballon d’Or di Real Madrid
Lihat Mantan Pemain Real Madrid Ditangkap, Diborgol Polisi
Real Madrid Umumkan Transfer Eden Hazard Senin (3/6)

6. Sergio Ramos (Real Madrid) – 11 Gol
Bek tengah merangkap kapten Real Madrid ini terbilang sebagai bek yang paling produktif saat ini. Di Liga Champions sejauh ini dia sudah mengemas 11 gol. Gol terakhir dicetaknya adalah menjebol gawang APOEL di matchday pertama fase grup musim lalu.

5. Christian Panucci (AC Milan-Real Madrid) – 11 Gol
Dalam karier bermainnya, Christian Panucci sudah pernah dua kali menjuarai Liga Champions masing-masing bersama AC Milan dan Real Madrid. Sudah 11 gol pula dicetaknya di ajang tersebut

4. Dani Alves (PSG) – 12 Gol
Sebelum Paris Saint-Germain tersingkir di 16 besar, Dani Alves sudah mencetak dua gol di Liga Champions musim ini. Bek asal Brasil tersebut memiliki total 12 gol dalam sejarah Liga Champions.

3. Gerard Pique (Barcelona) – 13 Gol
Saat Barcelona menang 4-1 atas AS Roma, Kamis (5/4/2018) dini hari WIB, Gerard Pique mencetak satu gol. Itu merupakan gol pertamanya di Liga Champions musim ini. Koleksi golnya di ajang itu kini jadi 13 dan Pique pun masih berpeluang menambahnya.

2. Ivan Helguera (Real Madrid) – 15 Gol
Mantan bek Timnas Spanyol Ivan Helguera dikenal sebagai bek yang juga bisa bermain sebagai gelandang bertahan. Peraih dua titel Liga Champions bersama Real Madrid ini sudah mencetak 15 gol di Liga Champions.

1. Roberto Carlos (Real Madrid) – 16 Gol
Bek kiri legendaris asal Brasil Roberto Carlos tercatat sebagai bek tersubur dalam sejarah Liga Champions. Mantan pesepakbola yang tiga kali menjuarai Liga Champions bersama Real Madrid itu mencetak total 16 gol.
Sumber: Enam Bek Tersubur Dalam Sejarah Liga Champions, Empat Dari Real Madrid

Zidane dan Ramos Sepakat Madrid Kejar Lima Pemain Ini

Sumberbola – Real Madrid mengalami musim yang mengecewakan. Raksasa Spanyol itu tidak bisa bersaing dengan Barcelona untuk gelar La Liga, dan gagal mempertahankan trofi Liga Champions mereka.
Setelah Zinedine Zidane kembali ke Santiago Bernabeu untuk menjadi manajer Los Blancos, juru taktik asal Prancis itu ingin merombak skuatnya pada musim panas ini. Menurut Diario GOL, Zidane bersama kapten klub, Sergio Ramos, telah memutuskan lima target yang sudah mereka bicarakan bersama presiden klub, Florentino Perez.
Prioritas pertama adalah Eden Hazard, yang tampaknya akan pindah ke Spanyol mulai musim depan. Los Blancos ingin segera merampungkan kesepakatan untuk bintang Chelsea itu dengan biaya transfer senilai 120 juta Euro.
Rencana kedua adalah penandatanganan striker untuk memberi kompetisi bagi Karim Benzema. Meski penyerang Prancis itu kembali tampil impresif musim ini, namun Madrid membutuhkan pencetak gol yang konsisten. Lantas, nama Luka Jovic dipilih sebagai target.
Bek kiri Madrid, Marcelo belum menampilkan bentuk terbaiknya musim ini. Akan tetapi, Zidane masih memiliki keyakinan pada pemain Brasil tersebut. Di sisi lain, Zidane tidak suka dengan penampilan Sergio Reguilon, sehingga dia menginginkan jasa bintang Lyon, Ferland Mendy untuk memberi kompetisi bagi Marcelo.
Transfer Paul Pogba ada dalam daftar keinginan Zidane, tetapi Ramos dan Perez bukan penggemar berat gelandang Manchester United tersebut. Sementara, larangan transfer untuk super agen Mino Raiola dapat memperumit kedatangan potensial Pogba. Dengan demikian, mereka telah memutuskan untuk mengejar bintang Tottenham Hotspur, Christian Eriksen.
Terakhir, Florentino Perez akan berusaha mengontrak Neymar. Pemain internasional Brasil ini tidak disukai Zidane dan Ramos. Namun, sang presiden percaya bahwa Neymar tidak hanya dapat membantu keberhasilan klub di lapangan, tetapi juga akan sangat penting dari sudut pandang di luar lapangan, mengingat daya jualnya yang tinggi.

Ramos Mengaku Bukan Dalang Dibalik Kepulangan Zidane

Liga Spanyol – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos, mengatakan bahwa dia bukan dalang dibalik kembalinya Zinedine Zidane ke Santiago Bernabeu.
Seperti diketahui, Zidane memutuskan untuk meninggalkan Real Madrid pada bulan Mei lalu, usai membantu Los Blancos memenangkan Liga Champions 2017/18. Namun, pelatih asal Prancis itu memutuskan untuk kembali lagi ke Santiago Bernabeu pada awal bulan lalu.
Jose Mourinho juga sempat dikaitkan dengan Real Madrid, sebelum Zidane. Namun, ada laporan yang mengklaim bahwa Ramos berada di belakang keputusan klub untuk membawa kembali Zidane setelah pemecatan Santiago Solari.
Berbicara tentang kembalinya Zidane, Ramos mengatakan kepada wartawan: “Perubahan dapat membawa situasi positif, kami mengalami saat-saat indah bersama Zizou dan merupakan kegembiraan untuk membawanya pulang.
“Kembalinya dia telah menjadi kabar baik bagi semua pemain, itu bukan keputusan yang saya buat, bahkan jika orang berpikir saya melakukannya.
“Saya kapten dan memberikan pendapat saya jika diminta; saya tidak pernah mengambil komando, juga tidak pernah menginginkannya,” tutupnya.
Saat ini, Real Madrid singgah di posisi ketiga klasemen sementara La Liga dengan koleksi 54 poin. Mereka harus berjuang mengejar ketertinggalan dari Barcelona, yang saat ini nyaman duduk di puncak klasemen sementara liga dengan koleksi 66 poin.

UEFA Pilih Sergio Ramos sebagai Pemain Internasional Terbaik Musim Ini

Sumberbola – Sergio Ramos dan Real Madrid memiliki musim yang mengecewakan. Los Blancos hampir dipastikan menyelesaikan musim ini dengan tanpa trofi.
Real telah tersingkir dari Liga Champions, Copa del Rey dan bahkan perburuan gelar La Liga. Kapten mereka, Ramos tidak dapat meningkatkan kinerja yang sama seperti yang terjadi dalam musim-musim sebelumnya kepada rekan-rekan setimnya.
Meski menderita di level klub, namun tampaknya Ramos tetap ada di puncak kariernya, dalam hal penampilannya di level internasional. Hal ini lantaran kapten timnas Spanyol itu baru saja dipilih UEFA sebagai pemain internasional terbaik musim ini.
Ramos berada di urutan pertama dalam daftar, berkat penampilannya untuk La Furia Roja sejak bulan Agustus. Sementara posisi kedua ditempati oleh bek Liverpool dan timnas Belanda, Virgil van Dijk. Sedangkan Haris Seferovic, Andriy Pyatov dan Antoine Griezmann masing-masing melengkapi daftar lima pemain internasional terbaik musim ini.
Menurut Marca, UEFA menilai setiap pemain dari berbagai faktor yang terkait dengan posisi mereka.
Ramos tidak banyak membuat pelanggaran dan kesalahan. Bek veteran berusia 32 tahun itu juga berhasil membuat umpan-umpan dan interseps yang sukses, di mana hal ini membuatnya mendapatkan lebih banyak poin daripada pemain lain di Eropa.
Dalam laga terakhir Spanyol melawan Norwegia, Ramos mencetak gol kemenangan dan juga sukses menyelesaikan 82 dari 87 operan yang dia coba. Dia juga hanya melakukan dua pelanggaran, membuat tiga interseps dan tidak menerima kartu kuning.

Soal Reputasi Buruk Ramos, Striker Norwegia: Saya Pikir Semua Tekelnya Bersih

Sumberbola – Kapten Real Madrid dan timnas Spanyol, Sergio Ramos adalah salah satu bek terbaik di dunia. Namun, dia juga terkenal sebagai sosok yang kontroversial di atas lapangan.
Ramos telah mencetak lebih dari 100 gol untuk Sevilla, Real Madrid, dan Spanyol selama kariernya, sebuah prestasi yang sangat fantastis untuk seorang bek tengah.
Yang terbaru, Ramos mencetak gol dari titik penalti dalam kemenangan 2-1 Spanyol atas Norwegia pada Minggu (24/3) dini hari WIB. Ini adalah gol kelima Ramos dalam lima penampilan terakhir untuk La Furia Roja.
Sementara itu, penampilan Ramos dalam laga tersebut mendapat pujian dari Joshua King, yang mencetak gol penyeimbang untuk Norwegia. Striker Norwegia itu berbicara kepada wartawan seusai pertandingan, dan mengatakan bahwa dia tidak melihat bukti adanya ‘permainan kotor’ dari Ramos.
“Ramos memiliki reputasi sebagai pemain kotor dan kasar, tetapi saya tidak ingat kapan saya melawan bek tengah sebaik dia,” kata King kepada surat kabar harian Norwegia, VG.
“Saya belum melihat semua pertandingannya, tetapi saya pikir semua tekelnya bersih, dan bagi saya, dia adalah olahragawan yang sangat baik.
“Dia memenangkan beberapa duel dan saya memenangkan yang lain, saya pikir itu adalah pertandingan yang bagus,” imbuh King yang saat ini bermain untuk klub Inggris, Bournemouth.