Ramos Mengaku Bukan Dalang Dibalik Kepulangan Zidane

Liga Spanyol – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos, mengatakan bahwa dia bukan dalang dibalik kembalinya Zinedine Zidane ke Santiago Bernabeu.
Seperti diketahui, Zidane memutuskan untuk meninggalkan Real Madrid pada bulan Mei lalu, usai membantu Los Blancos memenangkan Liga Champions 2017/18. Namun, pelatih asal Prancis itu memutuskan untuk kembali lagi ke Santiago Bernabeu pada awal bulan lalu.
Jose Mourinho juga sempat dikaitkan dengan Real Madrid, sebelum Zidane. Namun, ada laporan yang mengklaim bahwa Ramos berada di belakang keputusan klub untuk membawa kembali Zidane setelah pemecatan Santiago Solari.
Berbicara tentang kembalinya Zidane, Ramos mengatakan kepada wartawan: “Perubahan dapat membawa situasi positif, kami mengalami saat-saat indah bersama Zizou dan merupakan kegembiraan untuk membawanya pulang.
“Kembalinya dia telah menjadi kabar baik bagi semua pemain, itu bukan keputusan yang saya buat, bahkan jika orang berpikir saya melakukannya.
“Saya kapten dan memberikan pendapat saya jika diminta; saya tidak pernah mengambil komando, juga tidak pernah menginginkannya,” tutupnya.
Saat ini, Real Madrid singgah di posisi ketiga klasemen sementara La Liga dengan koleksi 54 poin. Mereka harus berjuang mengejar ketertinggalan dari Barcelona, yang saat ini nyaman duduk di puncak klasemen sementara liga dengan koleksi 66 poin.

UEFA Pilih Sergio Ramos sebagai Pemain Internasional Terbaik Musim Ini

Sumberbola – Sergio Ramos dan Real Madrid memiliki musim yang mengecewakan. Los Blancos hampir dipastikan menyelesaikan musim ini dengan tanpa trofi.
Real telah tersingkir dari Liga Champions, Copa del Rey dan bahkan perburuan gelar La Liga. Kapten mereka, Ramos tidak dapat meningkatkan kinerja yang sama seperti yang terjadi dalam musim-musim sebelumnya kepada rekan-rekan setimnya.
Meski menderita di level klub, namun tampaknya Ramos tetap ada di puncak kariernya, dalam hal penampilannya di level internasional. Hal ini lantaran kapten timnas Spanyol itu baru saja dipilih UEFA sebagai pemain internasional terbaik musim ini.
Ramos berada di urutan pertama dalam daftar, berkat penampilannya untuk La Furia Roja sejak bulan Agustus. Sementara posisi kedua ditempati oleh bek Liverpool dan timnas Belanda, Virgil van Dijk. Sedangkan Haris Seferovic, Andriy Pyatov dan Antoine Griezmann masing-masing melengkapi daftar lima pemain internasional terbaik musim ini.
Menurut Marca, UEFA menilai setiap pemain dari berbagai faktor yang terkait dengan posisi mereka.
Ramos tidak banyak membuat pelanggaran dan kesalahan. Bek veteran berusia 32 tahun itu juga berhasil membuat umpan-umpan dan interseps yang sukses, di mana hal ini membuatnya mendapatkan lebih banyak poin daripada pemain lain di Eropa.
Dalam laga terakhir Spanyol melawan Norwegia, Ramos mencetak gol kemenangan dan juga sukses menyelesaikan 82 dari 87 operan yang dia coba. Dia juga hanya melakukan dua pelanggaran, membuat tiga interseps dan tidak menerima kartu kuning.

Soal Reputasi Buruk Ramos, Striker Norwegia: Saya Pikir Semua Tekelnya Bersih

Sumberbola – Kapten Real Madrid dan timnas Spanyol, Sergio Ramos adalah salah satu bek terbaik di dunia. Namun, dia juga terkenal sebagai sosok yang kontroversial di atas lapangan.
Ramos telah mencetak lebih dari 100 gol untuk Sevilla, Real Madrid, dan Spanyol selama kariernya, sebuah prestasi yang sangat fantastis untuk seorang bek tengah.
Yang terbaru, Ramos mencetak gol dari titik penalti dalam kemenangan 2-1 Spanyol atas Norwegia pada Minggu (24/3) dini hari WIB. Ini adalah gol kelima Ramos dalam lima penampilan terakhir untuk La Furia Roja.
Sementara itu, penampilan Ramos dalam laga tersebut mendapat pujian dari Joshua King, yang mencetak gol penyeimbang untuk Norwegia. Striker Norwegia itu berbicara kepada wartawan seusai pertandingan, dan mengatakan bahwa dia tidak melihat bukti adanya ‘permainan kotor’ dari Ramos.
“Ramos memiliki reputasi sebagai pemain kotor dan kasar, tetapi saya tidak ingat kapan saya melawan bek tengah sebaik dia,” kata King kepada surat kabar harian Norwegia, VG.
“Saya belum melihat semua pertandingannya, tetapi saya pikir semua tekelnya bersih, dan bagi saya, dia adalah olahragawan yang sangat baik.
“Dia memenangkan beberapa duel dan saya memenangkan yang lain, saya pikir itu adalah pertandingan yang bagus,” imbuh King yang saat ini bermain untuk klub Inggris, Bournemouth.

Marcelo Bantah Sempat Bertengkar Dengan Sergio Ramos

Marcelo Bantah Sempat Bertengkar Dengan Sergio Ramos- Bek anyar Real Madrid, Marcelo membantah dengan keras rumor yang menyebut dirinya betengkar dengan Sergio Ramos. Menurut laporan sebelumnya, Marcelo dan Ramos terlibat adu mulut karena kekalahan Madrid atas Ajax.
Beberapa hari lalu, Ramos dan Marcelo disebut bersitegang dalam salah satu sesi latihan Real Madrid. Keduanya berseteru karena Ramos tidak terima dengan selebrasi Marcelo yang berlebihan ketika tim MArcelo mengalahkan tim Ramos dalam mini game.
Kendati demikian, Ramos sendiri sudah terlebih dahulu membantah kabar tersebut dan menyebut Marcelo sudah seperti saudaranya sendiri. Setelah itu, kini giliran Marcelo yang membantah.
Marcelo dan Ramos merupakan dua dari beberapa pemain senior Madrid saat ini. Mereka sudah merumput bersama sejak bertahun-tahun yang lalu, dan hubungan mereka sudah lebih dari sekadar rekan.
“Sergio dan saya sudah berada di sini sejak lama, dan kami sudah melihat banyak pemain yang datang dan pergi,” buka Marcelo kepada AS.
“Rasanya sangat hebat ketika fans kami bisa merasa dekat dengan para pemain. Pada kejayaan kami dewasa ini, Sergo Ramos sudah bersikap cukup baik degan mengajak saya bersama dia ketika kami menerima trofi.”
“Saya punya begitu banyak kenangan hebat, seperti memasangkan syal Real Madrid di Cibeles Fountain,” imbuhnya.
Juga, sebagai sesama kapten, Marcelo mengaku ada rasa bangga istimewa yang dia dan Ramos rasakan bersama. Dia begitu bangga bisa menjadi kapten, dan karena itulah dia selalu menghormati Ramos.
“Ban kapten adalah sumber rasa bangga untuk saya dan merupakan tanggung jawab besar. Kami mewakili klub dan kami selalu mempromosikan nama klub dengan cara yang positif.”
“Ini merupakan peran yang saya nikmati, ini merupakan kebanggaan besar bagi saya,” tandas Marcelo.
The post Marcelo Bantah Sempat Bertengkar Dengan Sergio Ramos appeared first on bolamagz.net.

Juventus Juga Bernafsu Untuk Datangkan Sergio Ramos

Juventus Juga Bernafsu Untuk Datangkan Sergio Ramos- Selain Marcelo dan Marco Asensio, raksasa Liga Italia, Juventus juga cukup bernafsu untuk mendatangkan Sergio Ramos dari Real Madrid. Diketahui, hubungan Ramos dengan Presiden Madrid kabarnya sedang kurang harmonis.
Perselisihan itu terjadi setelah Madrid dipermalukan Ajax Amsterdam di leg kedua babak 16 besar Liga Champions dengan skor 4-1. Dengan demikian El Real terdepak dari kompetisi tersebut dengan agregat 5-3.
Hasil ini sendiri menambah penderitaan Madrid yang sebelumnya juga tersingkir dari ajang Copa del Rey. Mereka bahkan jadi bulan-bulanan rival abadinya, Barcelona.
Perselisihan antara Ramos dan Perez itu terjadi di ruang ganti pemain. Mulanya Perez memarahi para pemain akibat kekalahan dari Ajax tersebut dan menyebut skuat asuhan Santiago Solari itu memalukan.
Omelan Perez itu ternyata tidak diterima oleh Ramos. Eks bek Sevilla itu malah berbalik menyerang sang presiden secara verbal, dengan menuding Perez dan jajaran direksi atas musim buruk yang dijalani El Real.
Tak hanya itu, Ramos kemudian juga mengancam akan pergi dari Santiago Bernabeu. “Bayar saya dan sakan akan pergi,” seru bek 32 tahun ini.
Juve kemudian disebut mencium adanya kesempatan untuk memboyong Ramos. Kabar ini dilansir oleh AS.
Media asal Spanyol tersebut menyebut Juve terus memantau situasi Ramos. Dan jika saatnya tepat, mereka siap menawarinya kontrak besar untuk pindah ke Turin.
Juve sendiri saat ini sudah memiliki eks pemain Madrid yakni Cristiano Ronaldo. Selain itu mereka sebelumnya juga sering dikait-kaitkan dengan bek Los Blancos lainnya, Marcelo.
The post Juventus Juga Bernafsu Untuk Datangkan Sergio Ramos appeared first on bolamagz.net.

Latih Madrid, Mourinho Harus Berdamai dengan Dua Pemain Ini

Sumberbola – Jose Mourinho harus berdamai dengan dua bintang senior Real Madrid jika ia ditunjuk sebagai pengganti Santiago Solari nantinya. Demikian pernyataan dari pakar sepak bola ESPN, Julien Laurens.
Mourinho santer dikaitkan dengan Real Madrid, setelah klub dalam keadaan yang memburuk. Dalam kurun waktu tujuh hari, Los Blancos tersingkir di kompetisi Copa del Rey dan Liga Champions.
Lantas, Laurens menyarankan Mourinho untuk berdamai dengan Sergio Ramos dan Marcelo, jika nantinya melatih Real Madrid. “Pertama-tama dia harus berdamai dengan Ramos dan Marcelo yang merupakan dua pemain yang dulunya benar-benar berperang dengannya,” katanya.
“Marcelo mungkin akan dijual di musim panas, tetapi saya rasa Ramos tidak akan dijual. Jadi Ramos harus berurusan dengan Mourinho dan Mourinho juga harus berurusan dengan Ramos. Saya tidak yakin bagaimana itu akan berjalan dengan baik.”
“Saya pikir Perez masih memiliki harga yang sangat tinggi untuk Jose Mourinho. Mereka tidak pernah berhenti berbicara sejak Mourinho meninggalkan klub beberapa tahun yang lalu. Mereka masih berhubungan baik.
“Ada banyak hal yang disukai Perez tentang Mourinho, seperti kepemimpinannya. Dia suka cara Mourinho bisa memegang ruang ganti.
“Jelas Solari tidak memiliki dampak yang sama, kita tahu bahwa dia adalah orang mati yang berjalan.
“Entah itu sebelum pertandingan Real Valladolid, setelah pertandingan Valladolid atau bahkan mungkin di akhir musim dan mereka akan membiarkan dia menyelesaikan musim untuk menunggu seseorang Massimiliano Allegri yang akan menjadi kandidat potensial lain jika dia meninggalkan Juventus musim panas.
“Saya masih tidak yakin tentang Mourinho akan kembali tetapi ada beberapa kali saya mendengar bahwa itu bisa terjadi. Mungkin Perez sedang mempertimbangkan situasi dan berpikir dia adalah orang terbaik untuk menyelamatkan tim,” tutupnya.

Kisruh Real Madrid, Perez Ancam Tendang Sergio Ramos

Sumberbola – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos terlibat konflik dengan Florentino Perez di ruang ganti, setelah Los Blancos secara mengejutkan disingkirkan oleh Ajax di babak 16 besar Liga Champions musim ini.
Surat kabar AS, Marca, El Pais, dan ABC melaporkan hal serupa. Mereka mengatakan jika Perez mengancam akan mendepak Ramos di depan seluruh pasukan.
Menurut AS, konflik tersebut berawal saat Perez mengatakan kepada para pemain Real Madrid bahwa jika mereka tampil sangat memalukan saat dikalahkan oleh Ajax di kandang sendiri. Hal ini memicu reaksi marah dari Ramos, yang melewatkan pertandingan karena skorsing.
Ramos pun menanggapi ancaman ucapan Perez. Pemain asal Spanyol tersebut mengatakan bahwa dia akan senang meninggalkan Real Madrid, asalkan klub harus membayar sisa kontraknya. Pemain berusia 32 tahun itu juga mengatakan jika dirinya sudah memberikan segalanya untuk Real Madrid.
“Bayar saya, dan saya akan pergi. Saya telah memberikan segalanya dan mematahkan punggungku untuk lencana ini, klub ini dan untuk Anda,” kata Ramos menurut media AS.
Sampai saat ini, perwakilan Real Madrid dan Ramos masih belum ada yang menanggapi mengenai konflik tersebut.

Tak Terima dengan Aksi Ramos, Pique: Mulut Messi Sampai Berdarah!

Liga Spanyol – Bek Barcelona, Gerard Pique, merasa bahwa Sergio Ramos patut disalahkan setelah insiden menjatuhkan Lionel Messi di laga bertajuk El Clasico musim ini, Minggu (3/3) dini hari WIB.
Dalam laga lanjutan La Liga musim ini, Barcelona berhasil memetik kemenangan atas Real Madrid dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang itu berhasil dicetak oleh Ivan Rakitic di menit ke-26.
Jelang berakhirnya babak pertama, ada insiden yang mengejutkan dimana Ramos dengan sengaja menjatuhkan Messi. Selain itu, kapten Real Madrid tersebut sempat beradu argumen dengan sang La Pulga. Beruntungnya, bek kelahiran Spanyol itu tidak mendapat kartu kuning dari sang wasit.
Meski Ramos enggan disalahkan karena menyebut insiden tersebut sebagai sebuah kecelakaan, namun Pique tetap menyalahkannya. Sebab, Messi dengan jelas tersungkur di lapangan dan mengeluarkan darah di bagian mulutnya.
“Leo sampai berdarah di mulutnya! Itu adalah agresi,” kata Pique. “Intensitas tidak harus diukur. Saya rukun dengan para pemain Real Madrid.
“Tapi ketika Anda pergi ke lapangan, Anda harus mempertahankan tim Anda dan persaingan adalah apa yang Anda dapatkan.
“Tapi begitu pertandingan usai, keramahannya saling menguntungkan, para pemain sangat menghormati kami,” pungkasnya.