Bungkam Madrid, Ramos Ucap Selamat pada Eibar

Sumberbola – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos, memberikan selamat kepada Eibar, usai skuat asuhan José Luis Mendilibar itu menang telak dengan skor 3-0 atas Los Blancos, Sabtu (24/11).
Dalam bentrokan yang dihelat di Municipal de Ipurua itu, Los Armeros secara mengejutkan mampu membungkam skuat asuhan Santiago Solari, di mana tiga gol mereka dicetak oleh Gonzalo Escalante, Sergi Enrich, dan Enrique Garcia Martinez.
Dengan hal itu, Madrid menderita kehilangan pertama mereka di bawah pelatih Solari. Hasil itu sendiri sangat mengecewakan bagi Los Blancos yang berharap meraih tiga poin untuk mempersempit kesenjangan dengan Barcelona, yang hanya bermain imbang 1-1 melawan Atletico Madrid.
Meski kecewa, Ramos selaku kapten Los Blancos telah memberi penghormatan kepada Eibar, yang mampu meraih kemenangan pertama mereka atas Madrid sepanjang sejarah.
“Jangan mengambil alasan apapun dari [kekalahan atas] Eibar, kami harus memberi selamat kepada mereka atas penampilan yang luar biasa. Mereka memanfaatkan kekuatan mereka dengan sangat baik,” kata bek berusia 32 tahun itu.
“Tapi kami harus segera melupakan kekalahan ini, dan berjung kembali untuk mengembalikan moral kami. Masih ada pertandingan di depan, dengan Roma (28/11) dan Valencia (2/12) telah menunggu di depan,” jelasnya. Sumber: fourfourtwo.com.

Ramos Akui Real Madrid Masih Belum Berada di Level Tertinggi Saat Ini

Sumberbola – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos, mengakui bahwa timnya masih belum berada di level tertinggi pada musim ini. Terlebih, Los Blancos baru saja menelan kekalahan dari Eibar dengan skor telak 3-0 pada hari Sabtu (24/11) malam WIB.
Hasil negatif yang dialami Real Madrid tersebut telah memutus tren positif mereka dalam empat laga terakhir. Kini, Eibar hanya terpaut 2 poin di belakangan Los Blancos.
Mengevaluasi dari kekalahan yang dialami timnya tersebut, Ramos menilai jika Real Madrid memang masih belum berada di jalur positif. Walau begitu, ia tetap memberikan ucapan selamat kepada Eibar, yang berhasil mengalahkan mereka malam ini.
“Kami belum di level yang tepat,” katanya kepada wartawan. “Tidak ada alasan, ketika Anda tidak cocok dengan saingan untuk keinginan, sikap dan irama, inilah yang terjadi.
“Ketika hasilnya negatif, Anda memasuki dinamika yang buruk, “lanjutnya. Tim tidak meningkatkan pemikiran atau memiliki ketenangan pikiran yang dibutuhkan. Semuanya berjalan salah, tetapi selamat kepada Eibar,” tukasnya.
Setelah menelan kekalahan dari Eibar di kompetisi domestik, Real Madrid akan fokus untuk melakoni laga lanjutan Liga Champions melawan AS Roma pada hari Rabu (28/11) dini hari WIB.

Real Madrid Bantah Sergio Ramos Terlibat Doping di Final UCL 2017

Sumberbola – Real Madrid telah membantah sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa Sergio Ramos gagal dalam tes doping sebelum final Liga Champions 2017 lalu.
Sebuah laporan baru oleh Football Leaks, diterbitkan oleh Der Spiegel pada hari Jumat, menuduh bahwa sampel urin yang diberikan oleh Ramos sebelum final melawan Juventus, secara positif mengandung zat terlarang.
Meskipun tes positif, yang ditemukan sebulan setelah pertandingan di Cardiff, UEFA diduga tidak mengambil tindakan kepada Real Madrid atau Ramos sendiri.
Namun, Real Madrid dengan tegas membantah kabar tersebut. Mereka mengatakan bahwa kabar tersebut sama sekali tidak benar, di mana Ramos tidak pernah melanggar aturan anti-doping.
Pernyataan mereka berbunyi: “Dalam kaitannya dengan informasi yang diterbitkan oleh Der Spiegel mengacu pada kapten kami Sergio Ramos, klub menyatakan sebagai berikut:
“Sergio Ramos tidak pernah melanggar peraturan pengendalian anti-doping. UEFA meminta informasi tepat waktu dan segera menutup masalah ini, seperti biasa dalam kasus ini, setelah verifikasi oleh para ahli dari Badan Anti-Doping Dunia, AMA, dan UEFA sendiri.
“Mengenai sisa konten dari publikasi yang disebutkan sebelumnya, klub tidak akan membahas bukti sifat tidak substansial seperti itu.”

Van Dijk Lebih Favoritkan Raphael Varane daripada Sergio Ramos

Sumberbola – Pemain Liverpool, Virgil van Dijk, mengakui bahwa kapten Real Madrid, Sergio Ramos, bukan tipe bek tengah yang ia inginkan. Pemain asal Belanda itu justru lebih menyukai Raphael Varane di sektor pertahanan.
Seperti diketahui, Ramos terlibat perselisihan yang tidak sehat dengan Dejan Lovren. Bintang Kroasia itu pernah melontarkan pernyataan kontroversial terkait masalah ketidakadilan antara dirinya dan Ramos di lapangan.
Perselisihan kedua pemain itu pun semakin memanas usai timnas Spanyol dan Kroasia berjumpa dalam laga lanjutan UEFA Nations League pada Jumat (16/11).
Menimbang-nimbang klaim yang dilontarkan Lovren, Van Dijk pun membenarkan perkataan rekannya tersebut. Van Dijk menilai jika Ramos memang pemain hebat yang layak dihormati. Namun, pemain asal Spanyol itu bukan pemain bertahan terbaik di dunia sepak bola. Pemain Liverpool itu justru lebih memfavoritkan Raphael Varane.
“Dia adalah pemain hebat dan saya menghormati apa yang telah dia capai tetapi dia bukan yang terbaik, dia bukan tipe bek tengah saya,” kata Van Dijk kepada De Telegraaf.
“Rekan setim Ramos di Real Madrid, Raphael Varane, adalah favorit saya. Dia adalah bek yang luar biasa dan telah memenangkan banyak,” tukasnya. Sumber: FOurFourTwo.

Ramos Marah Usai Disebut Pemain Penuh Tato oleh Carvajal

Liga Spanyol – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos, belum lama ini dilaporkan tidak senang dengan komentar yang dilontarkan oleh Dani Carvajal.
Sebagaimana diketahui, Carvajal telah mengkritik Ramos setelah kapten tersebut mengeluh tentang perilaku beberapa pemain di ruang ganti. Bek berusia 26 tahun itu menyebut Ramos sebagai si pesepakbola penuh tato.
“Itu selalu dikaitkan dengan pesepakbola penuh tato, memakai pakaian cerah, adalah gambar yang khas, tetapi ada banyak pemain dan atlet yang tidak seperti itu,” kata Carvajal.
Mengenai komentar tersebut, pakar sepak bola Okdiario, Eduardo Inda, mengatakan bahwa komentar itu telah membuat Ramos tak senang dengan Carvajal.
“Ada ketidakbahagiaan di dalam skuat dengan Dani Carvajal, dan ketidakbahagiaan tertentu dari kapten, Sergio Ramos,” kata Inda.
“Dia dalam suasana hati yang buruk karena pernyataan Carvajal dalam wawancaranya.
“Dia adalah orang yang memenangkan Liga Champions di Lisbon, yang menang di Milan. Orang-orang akan mengingat dengan baik apa yang telah dia lakukan dalam sejarah Real Madrid.
“Para fans, ketika mereka marah, fokus pada pemain yang paling penting dengan kemarahan mereka. Dan pada kesempatan ini, pemain itu adalah Sergio Ramos,” cetusnya. Sumber: Tribalfootball.com.