Mario Balotelli Ejek Kekalahan Manchester United dari PSG

Football5star.com, Indonesia – Kekalahan Manchester United dari Paris Saint-Germain (PSG), dijadikan bahan ejekan oleh striker asal Italia, Mario Balotelli. Dalam laga itu, Manchester United kalah dengan skor 0-2 di kandang sendiri, Stadion Old Trafford, Rabu (13/2) dini hari WIB.

Melalui unggahan di Twitter, Balotelli, memperlihatkan kegembiraannya menyambut kekalahan Manchester United. Terlebih, ini menjadi kekalahan perdana Manajer Ole Gunnar Solskjaer sejak menukangi Manchester United.

Mirisnya lagi, pahlawan PSG di laga itu justru pemain yang terus dicemooh fans Manchester United sepanjang laga, Angel Di Maria. Pemain sayap asal Argentina itu menciptakan dua assist untuk gol Presnel Kimpembe pada menit ke-53 dan Kylian Mbappe menit ke-60.

Kekalahan Manchester United itu sontak membuat Balotelli tampak gembira. Bukan karena dia penggemar PSG, melainkan statusnya sebagai mantan pemain Manchester City, rival sekota Manchester United. Tak cuma sekali, Balotelli bahkan membuat beberapa cuitan ejekan untuk kekalahan Manchester United.

MAN UTD OOOOOLÈ pic.twitter.com/JBw4rz3ywE— Mario Balotelli (@FinallyMario) February 12, 2019

Ejekan Mario Balotelli diawali dengan mengunggah potongan video pertandingan saat tim tuan rumah sedangberada dalam tekanan pemain PSG. Dia juga menyertakan keterangan, “MAN UTD OOOOOLÈ”, diikuti emoticon mata terbelalak.

Ungkit Luka Lama Manchester United

Setelahnya, dia membuat cuitan lanjutan “Fans City bahagia! Selamat malam”, dilanjutkan cuitan bergambar bola. Namun, agaknya Balotelli sadar bahwa kicauan-kicauan itu bisa memicu polemik. Apalagi, saat ini dia bermain untuk Olympique Marseille, yang merupakan seteru abadi PSG di Prancis.

City fans happy! Good night — Mario Balotelli (@FinallyMario) February 12, 2019

— Mario Balotelli (@FinallyMario) February 12, 2019

Karena itu, mantan pemain Inter Milan, Manchester City, AC Milan, dan OGC Nice itu lantas membuat cuitan klarifikasi. Lucunya, cuitan klarifikasi itu pun tetap bernuansa sindiran untuk kekalahan Manchester United.

Dia mengunggah foto papan skor ketika Manchester United kalah telak 1-6 dari Manchester City di Old Trafford pada 2011. Kebetulan, pada laga itu Balotelli bermain apik dan mencetak dua gol untuk Manchester City. Di momen itu pula dia melakukan selebrasi dengan menunjukkan kaus dalam betuliskan ‘why always me?’.

Selain itu, dalam foto unggahannya, dia juga melampirkan tulisan berbahasa Prancis, “Ne vous inquiete pas… je n’aime pas du tout Paris aussi,” yang artinya “Jangan khawatir, aku juga tidak menyuaki Paris (PSG)”. Sepertinya Mario Balotelli khawatir cuitannya bisa memicu masalah dengan fans Marseille, yang jelas-jelas tidak menyukai PSG.

Allez l OM! pic.twitter.com/G5KBeUMNdn— Mario Balotelli (@FinallyMario) February 12, 2019

More News on Liga Champions

Bayern Munich Ketar-ketir Jelang Lawatan ke Kandang Liverpool

Bayern Terancam Tanpa Kingsley Coman Saat Lawan Liverpool

Presiden Bayern Munich Menyesal Pernah Batal Gaet Juergen Klopp

The post Mario Balotelli Ejek Kekalahan Manchester United dari PSG appeared first on Football5star Berita Bola.

Kalah 0-2 dari PSG, Manchester United Sulit Lolos ke Perempat Final

Football5Star.com, Indonesia – Kekalahan mengejutkan diterima Manchester United dalam laga leg II babak 16-besar Liga Champions, Rabu (13/2/2019) dini hari WIB. Menjamu Paris Saint-Germain (PSG) di Old Trafford, mereka kalah 0-2. Padahal, sang tamu datang tanpa dua pemain andalan yang cedera, Neymar dan Edinson Cavani.

Kekalahan 0-2 dari PSG itu pun membuat Manchester United kini memanggul misi mustahil. Lolos ke perempat final jadi target mahasulit. Itu karena catatan negatif tim-tim yang kalah di kandang dengan selisih dua gol atau lebih pada leg I fase gugur Liga Champions. Dalam 34 kesempatan, mereka selalu gagal membalikkan keadaan dan lolos ke babak berikutnya.

Sulitnya lagi, tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer harus melawat ke kandang PSG tanpa Paul Pogba. Gelandang timnas Prancis itu diganjar kartu merah oleh wasit Daniele Orsato jelang laga usai.

34 – None of the previous 34 teams to lose the first leg of a Champions League knockout match at home by two or more goals have progressed to the next round. Mountain. #MUNPSG pic.twitter.com/s4EmUJz8Oo— OptaJoe (@OptaJoe) February 12, 2019

Misi makin sulit saat melihat rekor tim-tim yang kalah di kandang pada leg I babak 16-besar Liga Champions. Dalam sepuluh musim terakhir saja, dari 27 tim, hanya satu yang berhasil membalikkan keadaan di kandang lawan pada leg II dan lolos ke babak perempat final.

Satu-satunya anomali itu terjadi pada musim 2010-11. Pelakunya adalah Inter Milan. Pada leg I, klub berjuluk I Nerazzurri itu kalah 0-1 dari Bayern Munich. Namun, kemenangan 3-2 di Allianz Arena pada leg II akhirnya membawa mereka lolos ke perempat final.

Jikapun ada asa, itu adalah catatan positif lawatan ke Prancis. Dalam empat kesempatan terakhir, Manchester United tak pernah kalah. Mereka menang atas St-Etienne dan Lille OSC serta seri dengan Olympique Marseille dan Olympique Lyon.

Akan tetapi, hal yang patut dicatat, saat menang di kandang St-Etienne dan Lille, skor hanya 1-0. Adapun untuk setidaknya memaksakan perpanjangan waktu pada leg II melawan PSG, Manchester United butuh kemenangan 2-0 di Parc des Princes.

More News on Liga Champions

Bayern Munich Ketar-ketir Jelang Lawatan ke Kandang Liverpool

Bayern Terancam Tanpa Kingsley Coman Saat Lawan Liverpool

Presiden Bayern Munich Menyesal Pernah Batal Gaet Juergen Klopp

The post Kalah 0-2 dari PSG, Manchester United Sulit Lolos ke Perempat Final appeared first on Football5star Berita Bola.

5 Fakta Menarik Partai Manchester United vs PSG

Football5Star.com, Indonesia – Paris Saint-Germain (PSG) mewujudkan sebuah misi mustahil. Bertandang ke kandang Manchester United, Rabu (13/2/2019) dini hari WIB, anak-anak asuh Thomas Tuchel berhasil menang 2-0 berkat gol yang dicetak Presnel Kimpembe dan Kylian Mbappe. Padahal, mereka datang tanpa Neymar dan Edinson Cavani.

Ada banyak fakta menarik dari kemenangan yang dibukukan PSG atas Manchester United tersebut. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik yang mewarnai laga leg I babak 16-besar Liga Champions itu.

1. Kekalahan Pertama Solskjaer

standard.co.uk

Ole Gunnar Solskjaer akhirnya merasakan kekalahan pertamanya sebagai manajer caretaker Manchester United. Sebelum ini, klub berjuluk Red Devils tersebut tak pernah kalah dalam sebelas pertandingan beruntun di semua ajang sejak sang caretaker datang menggantikan Jose Mourinho.

Dalam sebelas pertandingan sebelumnya, anak-anak asuh Solskjaer menangguk sepuluh kemenangan dan satu hasil imbang. Menariknya, seperti halnya kekalahan dari PSG, satu-satunya hasil imbang juga dituai di Old Trafford. Itu terjadi saat mereka diimbangi Burnley 2-2. Mereka nyaris kalah andai tak ada gol Victor Lindelof pada injury time.

2. Kekalahan Kandang Terbesar di Kancah Eropa

standard.co.uk

Torehan rekor terus mengiringi Ole Gunnar Solskjaer sejak menangani Manchester United. Namun, kali ini, dia justru menorehkan rekor negatif. Kekalahan dari PSG adalah yang terburuk bagi Red Devils di kandang sendiri kala berlaga di kancah antarklub Eropa.

Sebelum ini, tak pernah sekali pun Manchester United kalah dengan selisih dua gol di kandang sendiri saat berlaga di kancah antarklub Eropa. Dalam 177 kesempatan, mereka hanya 14 kali kalah dan semuanya dengan selisih satu gol. Bahkan tim kuat macam Juventus dan Real Madrid pun tak sanggup menang dengan margin dua gol di Old Trafford.

3. Kemenangan Pertama Wakil Prancis di Old Trafford

standard.co.uk

Keberhasilan PSG mengakhiri keangkeran Old Trafford bagi klub-klub Prancis. Sebelum ini, 13 kali Manchester United menjamu wakil-wakil Prancis. Dari 13 pertandingan tersebut, Red Devils berhasil menangguk sepuluh kemenangan.

Hanya tiga kali hasil imbang terjadi ketika Manchester United menjamu wakil Prancis. Pertama, hasil imbang 1-1 dengan Montpellier HSC di Piala Winners 1990-91. Kedua, imbang 1-1 dengan AS Monaco di Liga Champions 2003-04. Ketiga, seri tanpa gol dengan Lille OSC di Liga Champions 2005-06.

4. Kemenangan Pertama PSG di Manchester

standard.co.uk

Bagi PSG, keberhasilan menaklukkan Manchester United di Old Trafford merupakan kemenangan pertama di Kota Manchester. Dalam dua lawatan sebelumnya ke kota ini, mereka tak menang. Bahkan, klub berjuluk Les Parisiens tersebut selalu gagal mencetak gol.

Dua lawatan terdahulu PSG ke Kota Manchester adalah saat bertamu ke kandang Manchester City. Pada lawatan pertama yang berlangsung pada 3 Desember 2008, mereka imbang 0-0. Adapun lawatan kedua pada 12 April 2016 berujung kekalahan 0-1.

5. Tulah Orsato Berlanjut

standard.co.uk

Kekalahan 0-2 dari PSG mempertegas status Daniele Orsato sebagai pembawa tulah bagi Manchester United. Ini kali ketiga Red Devils dipimpin wasit asal Italia itu dan hasilnya selalu kalah. Bukan hanya selalu kalah, mereka pun selalu gagal mencetak gol.

Dalam dua kesempatan sebelumnya, Manchester United mengalami kekalahan 0-1 saat diwasiti Orsato. Kekalahan pertama dialami di Old Trafford saat menjamu CFR Cluj pada ajang Liga Champions 2012-13. Sementara itu, kekalahan kedua didapatkan di kandang FC Basel pada 2017-18.

More News on Liga Champions

Bayern Munich Ketar-ketir Jelang Lawatan ke Kandang Liverpool

Bayern Terancam Tanpa Kingsley Coman Saat Lawan Liverpool

Presiden Bayern Munich Menyesal Pernah Batal Gaet Juergen Klopp

The post 5 Fakta Menarik Partai Manchester United vs PSG appeared first on Football5star Berita Bola.

Eks Man. United Berikan Kekalahan Perdana Solskjaer

Football5star.com, Indonesia – Paris Saint-Germain berhasil meraih kemenangan atas Manchester United di partai leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (13/2) dinihari. Kekelahan ini berhasil diraih di markas Manchester United, Old Trafford.

Tampil sebagai tim tuan rumah, Manchester United langsung mengambil inisiatif serangan di awal-awal pertandingan. Pergerakan berbahaya dari Paul Pogba dan Marcus Rashford berhasil merepotkan lini belakang PSG.

Tim tamu juga bukannya tanpa peluang. Mereka kerap kali bisa melancarkan serangan-serangan yang berbahaya. Bahkan, Kylian Mbappe hampir mencetak gol di menit ke-28. Namun, sepakannya masih menyamping dari gawang David de Gea.

Meskipun sama-sama menyerang, kedua tim gagal mencetak gol. Paruh pertama pun berakhir dengan skor kacamata. Di paruh kedua, PSG langsung mengambil inisiatif serangan untuk mencari keunggulan.

@ManUtd

Di menit ke-53, Presnel Kimpembe berhasil menjebol gawang David de Gea memanfaatkan sepak pojok Angel di Maria. Tujuh menit setelahnya, Kylian Mbappe berhasil mencetak gol kedua Les Parisiens. Di Maria lagi-lagi menjadi arsitek dibalik gol PSG.

Meskipun sudah unggul, anak asuh Thomas Tuchel masih bisa melancarkan upaya-upaya yang cukup berbahaya dengan memanfaatkan skema serangan balik.

Tertinggal dua gol, Manchester United tampil menyerang dan bertahan dengan agresif. Meskipun terus digempur, Thiago Silva dkk bisa bertahan dengan baik. Permainan agresif dari tim tuan rumah malah berakhir dengan bencana.

Di menit ke-89, The Red Devils harus bermain dengan 10 pemain setelah Paul Pogba mendapatkan kartu kuning kedua. Menghadapi 10 orang pemain Manchester United, PSG berhasil mempertahankan keunggulannya. Pertandingan pun berakhir dengan skor 2-0 untuk Les Parisiens.

SUSUNAN PEMAIN MANCHESTER UNITED VS PARIS SAINT-GERMAIN:
Manchester United: David de Gea; Ashley Young, Eric Bailly, Victor Lindelof, Luke Shaw; Ander Herrera, Nemanja Matic; Jesse Lingard (Alexis Sanchez 45′), Paul Pogba, Anthony Martial (Juan Mata 46′), Marcus Rashford (Romelu Lukaku 84′)
Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer
Paris Saint-Germain: Gianluigi Buffon; Thilo Kehrer, Thiago Silva, Presnel Kimpembe, Juan Bernat; Marquinhos, Marco Verratti (Leandro Paredes 75′); Dani Alves, Julian Draxler, Angel di Maria (Colin Dagba 81′); Kylian Mbappe
Pelatih: Thomas Tuchel
Kartu Kuning: Pogba 26′ 89′, Young 30′ Lindelof 50′ Herrera 87′ Shaw 90′ – Kimpembe 11′, Draxler 19′, Bernat 34′, Dani Alves 52′
Kartu Merah: Pogba 89′

The post Eks Man. United Berikan Kekalahan Perdana Solskjaer appeared first on Football5star Berita Bola.

Valverde Enggan Komentari Rumor Neymar ke Barca

Liga Spanyol – Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, enggan mengomentari rumor yang menyatakan bahwa bintang Paris Saint-Germain, Neymar, hendak kembali ke Catalan dalam waktu dekat ini.
Isu Neymar yang ingin kembali ke Barca memang menguat dalam beberapa bulan terakhir. Rumornya, Ayah Neymar beberapa kali meminta Barca untuk memulangkan Neymar ke Camp Nou
Selama beberapa bulan terakhir ini, Neymar erat dikaitkan dengan kepindahan ke Barcelona. Rumornya, Ayah sang pemain beberapa kali meminta pihak Blaugrana untuk memulangkan ke Camp Nou.
Selain itu, pihak Barcelona dikabarkan telah memberi tahu Valverde via telepon terkait transfer Neymar. Namun, pelatih kelahiran Spanyol itu merasa tak senang dengan desas-desus tersebut.
“Orang-orang senang mengatakan hal-hal besar soal pemain di klub lain. Dia [Neymar] adalah pemain hebat, menjalani Piala Dunia yang hebat, namun sekarang dia ada di klub lain, jadi tak ada yang perlu dikatakan lagi soal rumor itu,” kata Valverde.
“Ini bukanlah soal panggilan telepon Neymar, tak ada yang menelepon saya terkait transfernya. Rumor baru selalu muncul di media. Dia adalah pemain PSG, dan kami menaruh rasa hormat pada PSG,”cetusnya.

Mantan Real Madrid: Neymar Salah Tinggalkan Barcelona

Liga Spanyol – Mantan gelandang Real Madrid, Clarence Seedorf mengatakan bahwa Neymar telah melakukan kesalahan karena telah meninggalkan Barcelona pada bursa transfer musim panas tahun lalu.
Seperti diketahui, Neymar meninggalkan Barcelona untuk mencari petualangan baru bersama Paris Saint-Germain pada tahun 2017 lalu. Kala itu, klub kaya raya Prancis itu harus memercikkan dana ekstra senilai 222 juta Euro untuk merekrutnya.
Pemain asal Brasil itu pun langsung menjadi pemain penting di PSG. Ia tampil gemilang dengan mencetak banyak gol untuk pasukan Thomas Tuchel. Hanya saja, Clarence Seedorf mengatakan bahwa Neymar telah melakukan kesalahan dengan meninggalkan Barcelona. Sebab, PSG belum tentu bisa membesarkan namanya seperti Barca.
“Neymar salah meninggalkan Barcelona,” kata pelatih Kamerun Seedorf. “Bakat yang Neymar miliki tidak perlu dipertanyakan lagi, tetapi dia membutuhkan tim yang akan membantunya tumbuh sehingga dia bisa memberikan yang terbaik dari dirinya sendiri, karena dia tidak akan sampai di sana sendirian.
“Saya pikir itu adalah kesalahan besar untuk meninggalkan Barcelona begitu cepat. Dengan dua musim lagi di puncak itu akan berbeda, tetapi sekarang dia ada di PSG dan itu adalah jalan yang harus dia ikuti,”tukasnya.