Solskjaer: Kondisi Lapangan AZ Alkmaar Sangat Memprihatinkan

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi lapangan di markas AZ Alkmaar, Stadion Carj Jeans. Menurutnya, Stadion Cars Jeans seharusnya tak menggunakan rumput sintetis karena Belanda memiliki iklim yang cukup hangat.

Dalam dua bulan terakhir, AZ Alkmaar memang harus melakoni partai kandangnya di Stadion Cars Jeans. Pasalnya, markas mereka, Stadion AFAS saat ini sedang mengalami perbaikan setelah terjadi kerusakan yang cukup parah pada bulan Agustus lalu.

Stadion Cars Jean sendiri dibangun untuk menjadi salah satu arena yang digunakan pada ajang kejuaraan hoki es. Hal itu membuat Stadion Cars Jeans harus menggunakan rumput sintetis agar bisa digunakan oleh AZ Alkmaar sebagai markas sementara.

Metro

“Menggunakan rumput sintetis adalah hal yang normal di Norwegia. Kondisi lapangan di sini merupakan salah satu yang terburuk sepengetahuan saya. Di Norwegia, lapangan rumput sintetis jauh lebih bagus,” ujar Solskjaer dikutip dari laman Sky Sports.

“Saya bahkan tak akan memainkan Paul Pogba di lapangan ini andaikata dia bisa dimainkan. Mungkin kondisi ini tak akan terlalu mempengaruhi permainan dari para pemain muda,” sambung Solskjaer menambahkan.

Laga melawan AZ merupakan partai kedua Manchester United di Liga europa musim ini. Dua pekan lalu, mereka berhasil meraih kemenangan perdananya di Liga Europa musim ini setelah mengalahkan perwakilan Kazakhstan, FC Astana.

The post Solskjaer: Kondisi Lapangan AZ Alkmaar Sangat Memprihatinkan appeared first on Football5star Berita Bola.

Solskjaer Tak Puas Lihat Performa Striker Manchester United

Football5star.com, Indonesia – Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, mengungkapkan alasan dirinya melepas Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez. Ia menuturkan, langkah tersebut diambil karena timnya butuh uang untuk membeli penyerang baru.

Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez sama-sama dilepas ke Inter Milan. Bedanya, Lukaku dilepas permanen dengan 75 juta euro, sementara Alexis hanya dipinjamkan. Solskjaer sepertinya tidak puas dengan stok penyerang yang dimiliki timnya saat ini.

Kehadiran Marcus Rashford, Anthony Martial dan Jesse Lingard dianggap tak memberi pengaruh signifikan. Bahkan seorang Daniel James yang berposisi sebagai gelandang, punya torehan gol sama seperti Rashford yakni tiga gol.

bleacherreport

“Anda tidak perlu menjadi pakar nuklir untuk bisa menemukan alasan mengapa kami melepas dua penyerang. Kami membutuhkan seorang penyerang pada bursa transfer berikutnya. Aku butuh seseorang yang kreatif,” ucapnya seperti dikutip dari Goal.

Pada pertandingan terbaru melawan Arsenal, Manchester United hanya mampu meraih hasil imbang. Padahal, pertandingan berlangsung di kandang sendiri, Old Traffrod. Bahkan, satu gol yang dicetak United pada laga itu lahir dari gelandang tengah, Scott McTominay.

“Aku tidak ingin gegabah dalam mencari pemain. Memang ada penyerang yang sedang menganggur, tapi bukan dia yang kami cari. Ini murni karena kebutuhan tim, bukan karena pertaruhan reputasiku sebagai pelatih,” tuturnya.

The post Solskjaer Tak Puas Lihat Performa Striker Manchester United appeared first on Football5star Berita Bola.

Manchester United Pasti Datangkan Pemain Baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, mengatakan bahwa dirinya akan mendatangkan seorang striker di bursa transfer mendatang. Menurutnya, saat ini Manchester United memang membutuhkan tambahan striker.

Pada bursa transfer musim panas lalu, The Red Devils memang melepas Alexis Sanchez dan Romelu Lukaku ke Inter Milan. Mereka memutuskan untuk tak mendatangkan striker baru dan saat ini hanya memiliki Marcus Rashford, Anthony Martial dan Mason Greenwood.

“Tentu saja setelah melepas Alexis dan Lukaku, kami perlu mendatangkan striker baru di bursa transfer mendatang. Saya tak keberatan melepas Lukaku karena memang sudah saatnya dia hengkang dan sudah tak ingin berada di sini,” ujar Solskjaer dikutip dari laman Football Italia.

London Evening Standard

Menurut Solskjaer, dirinya tak hanya ingin mendatangkan sembarang striker. Menurutnya, saat ini Manchester United membutuhkan striker yang cukup kreatif dan bisa mengemban peran sebagai mesin gol.

“Kami ingin mendatangkan pemain yang kreatif dan bisa mencetak banyak gol. Kami hanya akan mendatangkan pemain yang tepat. Memang ada penyerang yang tersedia. Tapi, mereka tidak sesuai dengan kebutuhan kami,” beber Solskjaer.

Salah satu penyerang yang dikabarkan masuk ke radar Manchester United adalah Mario Mandzukic. Pemain asal Kroasia itu memang sudah siap angkat koper dari Juventus setelah tak masuk rencana Maurizio Sarri untuk musim 2019-20.

The post Manchester United Pasti Datangkan Pemain Baru appeared first on Football5star Berita Bola.

Hadapi Arsenal, Solskjaer Jadikan Greenwood Tumpuan Utama

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, sudah menyiapkan senjata rahasia saat menghadapi Arsenal, Senin (30/9/2019) di Old Trafford. Ia mengatakan akan menjadikan Mason Greenwood tumpuan utama di lini depan.

Keyakinan Solskjaer pada pemain
mudanya itu memang tak lepas dari krisis yang dialami Manchester United. Mereka
dipastikan tidak akan diperkuat Marcus Rahsford yang cedera.

Untuk itu, kehadiran mason Greenwood diyakini menjadi pengganti sepadan striker timnas Inggris itu. Apalagi performa pemain berusia 17 tahun sudah teruji saat melawan Astana di Liga Europa dan Rochdale di Carabao Cup.

Daily Mail

“Dalam dua pertandingan saat dia starter, melawan Astana dan Rochdale, dia membuktikan diri sebagai pemain berbahaya di kotak penalti. Yang membuat saya bangga padanya adalah dia tidak pernah berhenti mencoba untuk meyakinkan saya bahwa dia layak bermain untuk tim ini,” kata Solskjaer kepada MUTV, Jumat (27/9/2019).

“Ketika usia Anda belum genap 18 tahun
dan Anda terus percaya pada diri sendiri bahwa selalu ada kesempatan bermain,
jadi saya tidak pernah mengkhawatirkannya. Dengan situasi sekarang, memainkan
Mason adalah kemungkinan yang sangat besar. Dia sangat dibutuhkan,” sambungnya.

Sepanjang musim ini, pemain jebolan akademi United sudah tampil empat kali di Premier League. Tapi ia belum sekali pun mencetak gol atau assist. Sedangkan di Liga Europa dan Carabao Cup, sang bomber sudah mencetak masing-masing satu gol.

The post Hadapi Arsenal, Solskjaer Jadikan Greenwood Tumpuan Utama appeared first on Football5star Berita Bola.

Solskjaer Akui Manchester United Kewalahan Hadapi Rochdale

Football5star.com, Indonesia – Manchester United harus melakoni babak adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal saat bertemu tim kasta ketiga Rochdale di Piala Liga Inggris, Rabu (26/9/2019).

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer mengakui bahwa anak asuhnya kesulitan untuk bisa mengimbangi permainan Rochdale. “Saya rasa satu hal yang sangat baik pada hari ini adalah cara Rochdale bermain,” kata Solskjaer seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

Pelatih asal Norwegia itu menambahkan bahwa Rochdale bermain dengan skema bermain yang bisa dibilang unik sehingga membuat anak asuhnya kesulitan untuk mengimbangi.

Getty Images

“Saya bisa bilang bahwa mereka bermain dengan cukup aneh. Kami menganalisis beberapa pertandingan terakhir mereka dan memang skema aneh itu yang mereka terapkan,”

“Pelatih mereka percaya dengan anak asuhnya dan saya rasa mereka bermain dengan cukup bagus,” ucapnya.

Meski begitu, Solskjaer mengatakan bahwa dirinya cukup puas dengan penampilan anak asuhnya utamanya para pemain muda. Menurut Solskjaer mereka bermain dengan penuh determinasi.

“Ini adalah panggung yang bagus untuk para pemain muda kami untuk membuktikan diri mereka sendiri dan ada satu atau dua dari mereka yang benar-benar bagus.” tutup Solskjaer.

The post Solskjaer Akui Manchester United Kewalahan Hadapi Rochdale appeared first on Football5star Berita Bola.

Arsene Wenger: Melatih Manchester United Impian Semua Pelatih

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih Arsenal Arsene Wenger menanggapi soal tantangan untuk dirinya jika ditawari menjadi pelatih Manchester United. Menurut pria Prancis itu, melatih di Old Trafford adalah impian semua pelatih.

“Melatih Manchester United adalah sebuah pekerjaan impian bagi semua pelatih. Saya punya kepercayaan dan keberanian, serta saya juga memiliki ide untuk tim ini,” kata Wenger seperti dikutip Football5star.com dari BBC, Kamis (26/9/2019).

Dikatakan oleh Wenger, bahwa dibutuhkan pelatih spesial untuk menangani klub sebesar Manchester United. Calon pelatih harus memiliki keberanian dan tentu saja taktik yang hebat.

getty images

“Bekerja di Manchester United hanya bisa dilakukan oleh pelatih yang memiliki keberanian dan kepercayaan diri yang besar,” ucap Wenger.

Mantan seteru Sir Alex Ferguson itu menyebut bahwa dirinya tak menampik jika memang ada tawaran untuk melatih klub berjuluk Red Devils tersebut.

Semenjak sudah tak lagi melatih Arsenal pada 2018 lalu, Wenger belum melatih satu klub sepak bola mana pun. Spekulasi apakah Ole Gunnar Solskjaer akan bertahan di Old Trafford masih tanda tanya.

Melihat penampilan Marcus Rashford dan kawan-kawan di sejumlah pertandingan, bukan tidak mungkin pelatih asal Norwegia itu didepak dan Wenger yang dulu jadi musuh malah justru melatih di Old Trafford.

The post Arsene Wenger: Melatih Manchester United Impian Semua Pelatih appeared first on Football5star Berita Bola.

Tidak Beli Pengganti Lukaku dan Sanchez Sudah Tepat bagi Solskjaer

Football5star.com, Indonesia – Kemunculan Mason Greenwood membuat Ole Gunnar Solskjaer menegaskan bahwa Manchester United sudah melakukan keputusan tepat pada bursa transfer musim panas ini. Terutama, terkait tidak mendatangkan pemain baru untuk menggantikan Alexis Sanchez dan Romelu Lukaku.

Mason Greenwood berhasil mencetak gol pertamanya bersama tim utama Manchester United. Gol itu ditorehkannya ke gawang Astana.

Hasil positif itu sekaligus membuat tim berjulukan Red Devils bisa menuai tiga poin pertama di babak penyisihan Grup L Liga Europa. Ya, laga yang berlangsung di Stadion Old Trafford, Jumat (20/9/2019) dini hari WIB, dimenang Man United dengan skor 1-0.

3 points is what matters. Preparation for Sunday starts now. #mufc pic.twitter.com/x2mNO0PvF5— Harry Maguire (@HarryMaguire93) September 19, 2019

Awal musim ini Man United memang kerap memberikan lebih banyak kesempatan kepada pemain muda. Sebelumnya, Daniel James juga tampil begitu memesona dengan torehan tiga golnya dari 5 penampilan pertama musim ini di Liga Inggris.

Kemunculan pemain-pemain muda Red Devils tidak terlepas dari aktivitas di bursa transfer musim panas lalu. Ya, tidak ada pemain pembelian baru setelah Man United memutuskan menjual Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez ke Inter Milan.

“Buat saya, itu adalah sebuah keputusan tepat yang dibuat klub. Mason Greenwood akan menjadi pemain penting buat kami musim ini. Ia tidak banyak bermain sejauh ini, tetapi ia akan mendapatkan menit bermain,” kata Solskjaer seperti dikutip Football5star.com dari BBC.

“Kami selalu berbicara dengan pemain soal bagaimana kami menatap masa depan. Mason menjadi salah satu pemain yang ingin tetap bersama kami,” ujarnya.

Gol yang ditorehkan Greenwood ke gawang Astana membuatnya berhasil membuat rekor. Ia mencatatkan diri sebagai pencetak gol termuda di pentas Eropa dalam sejarah Man United.

View this post on Instagram Hasil Lengkap Pertandingan Pekan Pertama Liga Europa Siapa yang jagoannya main disini #football5star #F5S #sepakbola #europaleague A post shared by Football5star (@football5star) on Sep 19, 2019 at 11:29pm PDT

The post Tidak Beli Pengganti Lukaku dan Sanchez Sudah Tepat bagi Solskjaer appeared first on Football5star Berita Bola.

Mampukah Solskjaer Ciptakan Generasi Emas Setelah Busby Babes dan Class of 92?

Football5star.com, Indonesia – Gol semata wayang yang dicetak oleh striker berusia 17 tahun Mason Greenwood di Liga Europa, Jumat (20/9/2019) membuat publik Old Trafford membayangkan skuat Manchester United bakal hadirkan generasi emas setelah Busby Babes dan Class of 92.

Sebagai pemain yang pernah bermain bersama dengan generasi Class of 92, Ole Gunnar Solskjaer memiliki beban tersendiri untuk bisa kembali menciptakan generasi emas seperti yang pernah dilakukan para pendahulunya, Sir Matt Busby dan Sir Alex Ferguson.

Pelatih asal Norwegia itu memang memiliki peluang untuk bisa menciptakan generasi emas di Manchester United. Dikutip dari halaman resmi klub, skuat Red Devils saat ini diperkuat sejumlah pemain muda.

“Gairahnya terhadap sepakbola semakin meningkat. Saya tidak ingin terlalu banyak tekanan padanya selain meminta untuk bersenang-senang dan bekerja keras,” kata Solskjaer setelah pertandingan melawan Astana sepeerti dikutip Football5star.com dari Sky Sport.

getty images

Barisan pemain muda

Selain Greenwood yang memang asli didikan The Manchester United Academy, ada juga nama Tahith Chong dan Angel Gomes. Keduanya masih berusia 19 tahun. Ketiga pemain jebolan akademi ini dimainkan Solskjaer saat Red Devils susah payah kalahkan Astana di Liga Europa.

Selain ketiganya, jangan lupakan juga sosok striker yang jadi andalan Solskjaer musim ini Marcus Rashford. Ada juga bek berusia 21 tahun Axel Tuanzebe. Kelima pemain jebolan akademi ini memang disebut-sebut bakal jadi pemain andalan Red Devils di musim ini.

Solskajer pun beruntung memiliki pemain di luar akademi yang masih berusia relatif muda dan bisa menopang jika ia berkeinginan membentuk generasi emas berikutnya di Old Trafford. Ada Diogo Dalot yang berusia 20 tahun, full back anyar Aaron Wan Bissaka, eks striker Swansea Daniel James.

getty images

Kombinasi skuat Manchester United musim ini memang berpeluang ciptakan generasi emas layaknya Busby Babes dan Class of 92. Ada pemain senior mulai dari Ashley Young, Nemanja Matic, Paul Pogba, Juan Mata, hingga David de Gea, ada juga jebolan akademi yang sudah wara-wiri di skuat utama seperti Scott McTominay, dan Jesse Lingard.

Namun meski memiliki komposisi skuat yang bisa dikatakan tak jauh berbeda seperti saat Sir Alex Ferguson membangun generasi Class of 92, Solskjer memiliki kekuranan yang amat mendasar, faktor kepemimpinan.

Sulitnya mencari sosok kapten karismatik

Ketika Sir Matt Busby membangun generasi Busby Babes, ia disokong oleh sosok kapten karismatik Denis Law dan Sir Bobby Charlton. Pemain-pemain seperti Eddie Colman, Mark Jones, David Pegg, dan Geoff Bent diayomi oleh legenda hidup Setan Merah tersebut.

Meski pada akhirnya para pemain muda ini berakhir dengan cara yang tragis. Era Busby Babes membawa Setan Merah ke puncak kejayaan. Hal ini kemudian juga berlanjut saat Sir Alex Ferguson menciptakan Class of 92. Sir Alex sudah menaruh sosok kapten karismatik yang bisa membuat para pemain muda tak banyak bertingkah.

daily mail

Pemain-pemain muda Clasff of 92 mulai dari Ryan Giggs hingga David Beckham tak banyak bertingkah saat ban kapten melingkar di lengan Eric Cantona dan Roy Keane. Kedua pemain ini jadi figur dan penyambuh lidah Sir Alex di tengah lapangan.

Meski keduanya juga memiliki catatan negatif saat menjadi kapten Manchester United, namun hal tersebut tak mengurangi sisi karismatik dan hormatnya para pemain muda Revils kepada Cantona dan Keane.

Justru dari kedua kapten inilah para pemain muda Red Devils banyak belajar soal nilai-nilai diusung oleh klub. Belum lagi, di luar kedua kapten ini, era Class of 92, Manchester United juga diperkuat pemain senior lain seperti Peter Schmeichel hingga Denis Irwin.

Kondisi ini yang tak dimiliki oleh Solskjaer saat ini. Ashley Young terpilih menjadi kapten hanya karena berdasarkan faktor lamanya ia bermain di Old Trafford. Pemain senior lain yang harusnya jadi panutan pun memiliki nilai minus, sebut saja Paul Pogba.

Faktanya setelah pemain Class of 92 pensiun, Wayne Rooney dan Michael Carrick, belum ada lagi sosok kapten karismatik di Setan Merah. Kondisi ini jadi faktor X yang bisa membuat Solskjaer kesulitan membangun generasi emas setelah Busby Babes dan Class of 92.

Karena pada akhirnya peran kapten akan jadi sangat penting di tengah situasi genting sebuah tim. Steven Gerrard di Liverpool pernah mencontohkannya di final Liga Champions 2005 silam.

“Yang paling saya kagumi dari Gerrard adalah dia tidak banyak bicara di atas lapangan. Meski begitu, dia punya kemampuan untuk membangkitkan semangat rekan-rekannya hanya dengan beberapa patah kata,” kata Paolo Maldini saat itu.

The post Mampukah Solskjaer Ciptakan Generasi Emas Setelah Busby Babes dan Class of 92? appeared first on Football5star Berita Bola.

Solskjaer Tahu Greenwood akan Ukir Hasil Istimewa

Football5star.com, Indonesia – Manchester United berhasil melewati rintangan pertama di Liga Europa musim ini. Tim berjuluk Setan Merah itu menang tipis atas wakil Kazakhstan, FC Astana, Jumat (20/9) pagi. Perhatian khusus dilayangkan manajer tim, Ole Gunnar Solskjaer, kepada salah satu pemain mudanya, Mason Greenwod.

Greenwood menjadi pahlawan kemenangan Manchester United berkat gol semata wayangnya. Solskjaer menilai, memang sudah saatnya pemain kelahiran Bradford tersebut unjuk gigi di level tertinggi.

Tidak tanggung-tanggung, Solskjaer memberi pemain 17 tahun tersebut kesempatan untuk tampil penuh. Selepas laga, dirinya mengakui sadar dan bertanggung jawab penuh atas keputusannya memainkan Greenwood sepanjang pertandingan.

uefa.com

“Kami tahu, jika sudah berada di dalam kotak penalti lawan, Mason adalah salah satu yang terbaik di tim ini. Lagipula, aku tidak akan memainkannya jika merasa ia belum siap. Siapa pun pemainnya, kami hanya akan pasang jika mereka siap,” ucapnya seperti dikutip dari BBC.

Tidak hanya Greenwood, dalam pertandingan tersebut juga turun dua remaja lain yakni Tahith Chong dan Angel Gomes. Ini merupakan pertama kalinya United menurunkan tiga pemain belasan tahun di kancah Eropa sejak 2009.

“Soal pertandingan, kami memang tidak bisa memastikan nasib ketika 20 menit pertandingan berjalan. Aku rasa kami sendiri yang membuat pertandingan ini terasa sulit. Beberapa pemain memang terlihat masih butuh jam terbang lebih. Tetapi aku senang kami menang,” tutupnya.

The post Solskjaer Tahu Greenwood akan Ukir Hasil Istimewa appeared first on Football5star Berita Bola.

Manchester United vs Astana: Red Devils Tanpa Sayap Muda Tajam

Football5star.com, Indonesia – Skuat besutan Ole Gunnar Solskjaer tidak bisa diperkuat pemain sayap muda tajam di laga Manchester United vs Astana. Ya, Daniel James harus absen karena mengalami masalah cedera.

Partai Manchester United vs Astana merupakan partai pertama babak penyisihan Grup L Liga Europa. Partai tersebut berlangsung di Stadion Old Trafford, Jumat (20/9/2019) dini hari WIB.

Daniel James bergabung dengan Paul Pogba, Anthony Martial, dan Luke Shaw tidak ikut berlatih bersama skuat Man United. Mereka tidak bisa bermain karena mengalami cedera.

Twitter/@manutd

James dipastikan absen tepat sehari sebelum pertandingan bergulir. Pogba dan Shaw masih berlatih terpisah karena mengalami masalah pergelangan kaki dan otot paha. Begitu pun dengan Anthony Martial.

Kendati demikian, Red Devils justru telah mendapatkan kabar positif dari Jesse Lingard dan Diogo Dalot. Keduanya sudah mengikuti sesi latihan penuh sembuh dari sakit dan cedera pangkal paha.

“Masih ada beberapa pemain absen. Jesse telah kembali dan semoga bisa kembali bermain,” ucap Ole Gunnar Solskjaer seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi Man United.

“Pemain muda siap bermain. Mereka semua ingin bermain. Namun, saya pikir Paul dan Anthony tidak bisa bermain. Daniel James sulit untuk bisa memperkuat skuat. Ia tidak berlatih dan proses pemulihan mungkin akan lebih lama tetapi semoga ia sudah bisa tampil akhir pekan ini,” ujarnya.

Daniel James merupakan pemain muda yang tengah bersinar musim ini bersama Red Devils. Penampilannya di Liga Inggris tergolong mengejutkan setelah mampu membuat tiga gol dalam lima penampilan pertamanya.

View this post on Instagram Masih Haus Gelar, De Gea Teken Kontrak Baru di Manchester United sampai 2023. #football5star #F5S #sepakbola #ManchesterUnited #degea A post shared by Football5star (@football5star) on Sep 16, 2019 at 8:08pm PDT

The post Manchester United vs Astana: Red Devils Tanpa Sayap Muda Tajam appeared first on Football5star Berita Bola.