5 Fakta Menarik Partai Manchester United vs PSG

Football5Star.com, Indonesia – Paris Saint-Germain (PSG) mewujudkan sebuah misi mustahil. Bertandang ke kandang Manchester United, Rabu (13/2/2019) dini hari WIB, anak-anak asuh Thomas Tuchel berhasil menang 2-0 berkat gol yang dicetak Presnel Kimpembe dan Kylian Mbappe. Padahal, mereka datang tanpa Neymar dan Edinson Cavani.

Ada banyak fakta menarik dari kemenangan yang dibukukan PSG atas Manchester United tersebut. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik yang mewarnai laga leg I babak 16-besar Liga Champions itu.

1. Kekalahan Pertama Solskjaer

standard.co.uk

Ole Gunnar Solskjaer akhirnya merasakan kekalahan pertamanya sebagai manajer caretaker Manchester United. Sebelum ini, klub berjuluk Red Devils tersebut tak pernah kalah dalam sebelas pertandingan beruntun di semua ajang sejak sang caretaker datang menggantikan Jose Mourinho.

Dalam sebelas pertandingan sebelumnya, anak-anak asuh Solskjaer menangguk sepuluh kemenangan dan satu hasil imbang. Menariknya, seperti halnya kekalahan dari PSG, satu-satunya hasil imbang juga dituai di Old Trafford. Itu terjadi saat mereka diimbangi Burnley 2-2. Mereka nyaris kalah andai tak ada gol Victor Lindelof pada injury time.

2. Kekalahan Kandang Terbesar di Kancah Eropa

standard.co.uk

Torehan rekor terus mengiringi Ole Gunnar Solskjaer sejak menangani Manchester United. Namun, kali ini, dia justru menorehkan rekor negatif. Kekalahan dari PSG adalah yang terburuk bagi Red Devils di kandang sendiri kala berlaga di kancah antarklub Eropa.

Sebelum ini, tak pernah sekali pun Manchester United kalah dengan selisih dua gol di kandang sendiri saat berlaga di kancah antarklub Eropa. Dalam 177 kesempatan, mereka hanya 14 kali kalah dan semuanya dengan selisih satu gol. Bahkan tim kuat macam Juventus dan Real Madrid pun tak sanggup menang dengan margin dua gol di Old Trafford.

3. Kemenangan Pertama Wakil Prancis di Old Trafford

standard.co.uk

Keberhasilan PSG mengakhiri keangkeran Old Trafford bagi klub-klub Prancis. Sebelum ini, 13 kali Manchester United menjamu wakil-wakil Prancis. Dari 13 pertandingan tersebut, Red Devils berhasil menangguk sepuluh kemenangan.

Hanya tiga kali hasil imbang terjadi ketika Manchester United menjamu wakil Prancis. Pertama, hasil imbang 1-1 dengan Montpellier HSC di Piala Winners 1990-91. Kedua, imbang 1-1 dengan AS Monaco di Liga Champions 2003-04. Ketiga, seri tanpa gol dengan Lille OSC di Liga Champions 2005-06.

4. Kemenangan Pertama PSG di Manchester

standard.co.uk

Bagi PSG, keberhasilan menaklukkan Manchester United di Old Trafford merupakan kemenangan pertama di Kota Manchester. Dalam dua lawatan sebelumnya ke kota ini, mereka tak menang. Bahkan, klub berjuluk Les Parisiens tersebut selalu gagal mencetak gol.

Dua lawatan terdahulu PSG ke Kota Manchester adalah saat bertamu ke kandang Manchester City. Pada lawatan pertama yang berlangsung pada 3 Desember 2008, mereka imbang 0-0. Adapun lawatan kedua pada 12 April 2016 berujung kekalahan 0-1.

5. Tulah Orsato Berlanjut

standard.co.uk

Kekalahan 0-2 dari PSG mempertegas status Daniele Orsato sebagai pembawa tulah bagi Manchester United. Ini kali ketiga Red Devils dipimpin wasit asal Italia itu dan hasilnya selalu kalah. Bukan hanya selalu kalah, mereka pun selalu gagal mencetak gol.

Dalam dua kesempatan sebelumnya, Manchester United mengalami kekalahan 0-1 saat diwasiti Orsato. Kekalahan pertama dialami di Old Trafford saat menjamu CFR Cluj pada ajang Liga Champions 2012-13. Sementara itu, kekalahan kedua didapatkan di kandang FC Basel pada 2017-18.

More News on Liga Champions

Bayern Munich Ketar-ketir Jelang Lawatan ke Kandang Liverpool

Bayern Terancam Tanpa Kingsley Coman Saat Lawan Liverpool

Presiden Bayern Munich Menyesal Pernah Batal Gaet Juergen Klopp

The post 5 Fakta Menarik Partai Manchester United vs PSG appeared first on Football5star Berita Bola.

Tahan Manchester United, Manajer Burnley Lanjutkan Tren Apik

Football5Star.com, Indonesia – Hasil apik dituai Burnley saat melawat ke Stadion Old Trafford, Rabu (30/1/2019) dini hari WIB. Anak-anak asuh Sean Dyche berhasil menahan Manchester United dengan skor 2-2. Mereka hampir saja menang andai tak ada gol penyeimbang dari Victor Lindelof pada injury time.

Hasil imbang itu jadi catatan khusus bagi Sean Dyche. Manajer Burnley itu meneruskan catatan apik setiap kali timnya melakoni laga pada Selasa waktu setempat di Premier League. Kini, dia menuai tiga kemenangan dan dua kali imbang dalam lima laga yang digelar Selasa.

5 – Tuesday is the only day of the week on which Sean Dyche has never lost a Premier League game as a manager, winning three and drawing two of his five games in the competition. Quirk. pic.twitter.com/O9cL13vVDL— OptaJoe (@OptaJoe) January 29, 2019

Di samping itu, manajer Burnley itu kini selalu berhasil menuai hasil imbang dalam tiga lawatan terakhir ke Old Trafford. Sebelum ini, dia membawa Burnley imbang 0-0 pada musim 2016-17 dan 2-2 pada musim berikutnya.

Sepanjang kiprahnya sebagai manajer, Sean Dyche telah empat kali melawat ke Old Trafford. Dari empat lawatan itu, hanya sekali dia kalah. Itu dialami dalam lawatan pertamanya pada 11 Februari 2015. Burnley yang ditanganinya takluk 1-3 dari anak-anak asuh Jose Mourinho.

Meskipun berhasil meneruskan tren bagus di Old Trafford, Sean Dyche tetap memendam kekecewaan. Pasalnya, hasil imbang 2-2 itu membuat dia tetap tak pernah menang atas Manchester United. Kini, dia hanya menuai empat hasil imbang dan empat kekalahan dalam delapan kesempatan.

standard.co.uk

Secara khusus, dia kecewa oleh putusan wasit memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah pada menit ke-86. Menurut dia, Jesse Lingard sengaja menjatuhkan diri saat berduel dengan Jeff Hendrick.

“Saya sungguh tak suka ketika ada sentuhan di bahu, tapi mereka lantas jatuh. Namun, beginilah sepak bola modern,” keluh Sean Dyche selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari BBC.

More News on Liga Inggris

Syarat Mutlak Solskjaer agar Jadi Pelatih Tetap MU

Hodgson Telat Tahu Crystal Palace Dapatkan Batshuayi

Solskjaer Lega Martial Perpanjang Kontrak

The post Tahan Manchester United, Manajer Burnley Lanjutkan Tren Apik appeared first on Football5star Berita Bola.

Solskjaer Minta United Jaga Momentum

Football5star.com, Indonesia – Ole Gunnar Solskjaer sukses menandai debutnya di Old Trafford sebagai manajer dengan kemenangan. Ia pun meminta para pemain Manchester United untuk tetap menjaga momentum hingga pergantian tahun.
Manchester United berhasil mengantongi kemenangan kedua beruntun sejak Solskjaer mengambil alih. Menjamu Huddersfield di kandang, Paul Pogba dkk berhasil mengamankan tiga poin dengan menang 3-1 pada Rabu (26/12) malam.
Meskipun sukses mengantarkan Setan Merah bangkit dalam dua laga beruntun, pria asal Norwegia tersebut masih belum puas. Menurutnya, lini pertahanan mereka masih harus dibenahi untuk pertandingan selanjutnya.
“Intinya, kami harus menjaga momentum. Masih ada dua pertandingan yang harus dihadapi dan kami wajib menjaga kepercayaan diri. Aku tidak ingin lagi melihat tim ini kebobolan, antisipasi bola mati akan dibenahi,” katanya kepada BBC. 
@ManUtd
Pogba menjadi pembeda pada laga ini dengan torehan dua golnya. Artinya, pemain asal Prancis tersebut sudah terlibat dalam empat gol dari dua pertandingan di bawah arahan Solskjaer dengan rincian dua gol dan dua assist. 
The Baby-faced Assasin mengisyaratkan akan bereksperimen dengan memasang Romelu Lukaku, Alexis Sanchez dan Anthony Martial sekaligus. Namun, dirinya masih ingin memantau kondisi ketiga pemain tersebut.
“Mungkin tidak ada salahnya memainkan ketiganya sekaligus untuk meningkatkan daya gedor. Akan sangat bagus jika mereka bisa dimainkan pada saat bersamaan,” lanjut pahlawan Manchester United pada final Liga Champions 1999 tersebut.
The post Solskjaer Minta United Jaga Momentum appeared first on Football5star Berita Bola.

Old Trafford Jadi Arena Boxing Day Terbaik Bagi Huddersfield

Football5star.com, Indonesia – Lawatan Huddersfield Town ke markas Manchester United, Stadion Old Trafford, pada boxing day kali ini disambut semingah oleh sang pelatih, David Wagner. Ia menyebutkan bahwa kandang MU ini sebagai tempat terbaik mengawali pekan padat.
Walau senang dengan boxing day kali ini, Wagner tidak bisa menutup mata dengan keadaan timnya sekarang. Hingga pekan ke-18 Premier League Huddersfield masih terpaku di peringkat ke-19 dengan 10 angka. Mereka mengoleksi poin sama dengan Fulham di posisi juru kunci.
Keadaan ini diperparah dengan rekor buruk klub berjuluk The Terries saat berlaga di Old Trafford. Bagaimana tidak, mereka menang terakhir kali di sana pada 1930 silam. Untuk memperbaiki rekor tersebut, Wagner pun meminta anak asuhnya untuk mengeluarkan kemampuan terbaik.
weltfussball.at
“Kami harus tampil lebih baik. Kami harus kembali ke performa awal demi meraih hasil. Boxing Day adalah laga yang sangat ingin Anda mainkan. Ini adalah soal Premier League,” ujar Wagner seperti dilansir Sky Sports, Selasa (25/12/2018)
“Tidak ada pertandingan yang lebih baik daripada bermain di Old Trafford saat Boxing Day. Kami akan ke sana untuk mencoba melakukan segalanya dan kami harus memastikan bermain di level yang lebih baik dari sebelumnya,” ia menambahkan.
Hingga pekan ke-18, pelatih asal Jerman itu gagal meningkatkan performa klub yang baru promosi pada musim lalu itu. Bahkan dari sembilan laga tandang musim ini mereka baru mengantongi satu kemenangan. Catatan ini pun diperburuk dengan kekalahan yang mereka derita dari United pada dua pertemuan terakhir.

More News on Liga Inggris

Mandul di Piala Dunia, Gabriel Jesus Kehilangan Kepercayaan Diri

Guardiola Tak Ingin Manchester City Terpeleset Lagi

Cedera Bahu Pengaruhi Ketajaman Salah di Awal Musim

The post Old Trafford Jadi Arena Boxing Day Terbaik Bagi Huddersfield appeared first on Football5star Berita Bola.

Legenda Arsenal Sebut Old Trafford Sudah Kehilangan Aura

Football5star.com, Indonesia – Legenda Arsenal, Martin Keown, percaya diri mantan timnya bisa meraih kemenangan saat menghadapi Manchester United di Old Trafford, Kamis (6/12/2018) dinihari WIB. Keyakinan ini tak lepas dari anggapannya yang mengatakan markas MU itu sudah kehilangan aura.
Apa yang dikatakan Keown ini ada benarnya. Anak asuh Jose Mourinho tercatat sudah enam kali kehilangan tiga poin di kandang, yang mana tiga pertandingan diantaranya berakhir dengan kekalahan.
Sang legenda pun menegaskan agar Aaron Ramsey dkk tidak gentar menghadapi United. “Arsenal harus datang ke Old Trafford tanpa rasa takut. United adalah klub besar, tapi mereka seperti hewan yang terluka di bawah asuhan Mourinho,” tulisnya di Daily Mail, Rabu (5/12/2018).
express.co.uk
“Terakhir kali Arsenal menang di United pada ajang Premier League terjadi September 2006 tapi Old Trafford sekarang sudah kehilangan aurnya. Tim tamu sekarang sudah kehilangan rasa takut bermain di sana,” ia menambahkan.
Keown menambahkan bahwa kemenangan anak asuh Unai Emery atas Tottenham Hotspur akhir pekan lalu bisa menjadi tambahan motivasi tim untuk menang di markas Setan Merah.
“Arsenal sedang dalam percaya diri tinggi setelah meraih kemenangan atas Tottenham. Emery adalah seorang manajer yang tidak akan membiarkan semua pujian menghalangi laju timnya,” sambugnnya.
“Pada masa lalu pujian yang diterima pemain mungkin sudah sampai ke kepala mereka, tapi Emery tidak membiarkan itu terjadi agar pemain selalu fokus di lapangan,” tutup Keown.

More News on Liga Inggris

Agen Bantah Mourinho Tak Bahagia di Manchester United

Sarri Sangat Bangga Bisa Kalahkan Guardiola

Guardiola: Ini Pelajaran Berharga bagi Manchester City

The post Legenda Arsenal Sebut Old Trafford Sudah Kehilangan Aura appeared first on Football5star Berita Bola.