Bintang Liverpool Beberkan Alasan Mohamed Salah Banting Botol Air

Gilabola.com – Bintang Liverpool Dejan Lovren membeberkan alasan Mohamed Salah membanting botol air saat Roberto Firmino mencetak gol penentu kemenangan pada masa injury time lawan PSG.
Mohamed Salah kembali ke karakternya yang biasa dan ceria di tempat pelatihan Liverpool, Melwood, pada hari Kamis setelah membanting botol air dengan penuh kemarahan menyusul kemenangan timnya melawan Paris Saint-Germain.
Salah ditarik keluar lapangan sesaat sebelum pemain pengganti Roberto Firmino mencetak gol pada penghujung laga untuk mengamankan tiga poin bagi The Reds melawan juara Prancis PSG, yang berhasil bangkit untuk menyamakan skor pada babak kedua.
Gol dari Firmino memicu selebrasi luar biasa dari rekan-rekan setimnya dan sang pelatih Jurgen Klopp, tetapi Salah tidak ikut serta dalam perayaan gol tersebut.
Sebaliknya pemain asal Mesir itu – yang tidak mencetak gol dalam empat dari enam pertandingannya musim ini – tertangkap kamera membanting botol minumannya dengan penuh kemarahan.
Ada beberapa berita yang mengatakan bahwa Salah tidak terlalu senang, masih merasakan dampak dari cedera bahu yang dia dapatkan di final Liga Champions musim lalu dan kalah bersinar dari Sadio Mane musim ini.
Namun rekan setimnya Dejan Lovren di akun Instagramnya pada hari Kamis mengungkapkan bahwa Salah sama bahagianya seperti biasanya, menghilangkan kecemasan setelah insiden lempar botolnya.
Pemain asal Kroasia tersebut berbagi foto selfie dirinya dengan Salah, yang sedang senyum lebar, dan menulis: “Dia (Salah) bahagia. [Gamenya] Naik satu level.”
Rio Ferdinand Bantah Mohamed Salah Marah
Sementara itu komentator BT Sport Rio Ferdinand mengesampingkan setiap pernyataan yang mengatakan Salah marah dengan gol Firmino, menjelaskan: “Saya pikir Anda harus [melihat] cara tim ini, kedekatan mereka satu sama lain di luar sana, di lapangan.”
“Saya pikir Salah melakukan selebrasi (gol) dengan caranya sendiri. Tangannya terlihat ke atas di awal (gambar) itu. Gambar pertama memperlihatkan tangannya ke atas (melakukan selebrasi).”
Berita bola terkini

Performa Mohamed Salah Menurun Gara-gara Kapten Real Madrid

Gilabola.com – Mohamed Salah masih merasakan efek cedera akibat bantingan judo Kapten Real Sergio Ramos pada final Liga Champions pada bulan Mei, kata Martin Keown.
Penyerang Liverpool Mohamed Salah menderita cedera bahu setelah dia dibanting oleh Sergio Ramos pada babak pertama final Liga Champions melawan Real Madrid di Kiev, Ukraina.
Salah pulih tepat pada waktunya untuk bermain bersama Mesir di Piala Dunia 2018 dan telah bermain sebagai starter dalam enam pertandingan Liverpool musim ini, tetapi ia belum menemukan kembali performa ciamiknya seperti musim lalu.
Mantan pemain sayap AS Roma itu ditarik keluar tak lama setelah kesalahannya menyebabkan gol penyeimbang PSG di Anfield pada Rabu (19/9) dan mantan pemain Arsenal Martin Keown yakin Salah belum sepenuhnya pulih dari cederanya.
Mohamed Salah diduga takut cedera lagi
Keown mengatakan kepada The Daily Mail: “Apakah Salah sudah pulih sejak bahunya dicederai oleh Sergio Ramos? Sejak cedera itu, dia sepertinya belum sembuh. Dia kehilangan penguasaan bola 21 kali saat melawan Paris Saint-Germain dan adalah kesalahannya yang menyebabkan mereka (PSG) menyamakan kedudukan.”.
“Dia terlihat sangat enggan menggunakan fisiknya untuk melindungi bola. Daniel Sturridge jauh lebih efektif dalam hal itu, kehilangan penguasaan bola hanya tujuh kali,” tambahnya.
“Apakah Salah khawatir akan cedera lagi? Pemain utama Liverpool tersebut mungkin tidak tampil maksimal tetapi rekan satu timnya tampaknya telah meningkatkan permainan 10 persen untuk mengimbanginya.”
“Dan dengan fakta bahwa mereka masih memenangkan enam pertandingan pertama musim ini akan membuat para rival mereka ketakutan,” pungkasnya.
Berita bola terkini

Fans Mesir Liverpool Terbelah Usai Sadio Mane Diserang

Gilabola.com – Fans Mesir baik di Kota Liverpool maupun yang berada di negara Mesir kini terbelah dua usai sosok Sadio Mane diserang. Kejadian ini menghebohkan usai laga Liga Champions yang diikuti oleh kubu The Reds.
Kelompok pendukung resmi Liverpool Mesir telah bergerak cepat untuk segera menghadang kontroversi setelah Sadio Mane diserang habis-habisan secara online oleh penggemar dari negara Mesir. Hal ini terjadi usai kemenangan mereka atas PSG.
Sosok pemain sayap Senegal sebelumnya sempat menulis ke Instagram untuk merayakan kemenangan Liga Champions mereka atas PSG, tetapi belakangan postingnya malah dibombardir dengan pesan kasar dari penggemar Mohamed Salah, mendorong dia untuk kemudian menghapusnya.
Klub Pendukung Liverpool Resmi di Mesir lantas mengeluarkan permintaan maaf kepada Mane, menyatakan: “Hak untuk mengkritik seorang pemain sepak bola adalah hak yang dijamin untuk semua orang, tetapi penghinaan dan penghinaan pribadi sama sekali tidak dapat diterima.”
“Banyak dari kami telah melihat beragam reaksi media sosial dalam dua hari terakhir dan ada beberapa komentar memalukan terhadap salah satu bintang Liverpool.”
“Hal ini telah mendorongnya untuk menghapus apa yang telah diterbitkan sebagai hasil dari kata-kata. Ini akan tetap menjadi peran dan kewajiban kami untuk mendukung pemain kami selalu dan selamanya.”
“Kami juga meminta kepada penggemar Liverpool di Mesir melalui grup asosiasi resmi kami ‘Apa sebenarnya pesan Anda untuk Mane?’ Kami menghasilkan contoh tanggapan dan pesan yang luar biasa dan jujur ​​dari penggemar Liverpool. Sayangnya kami tidak dapat mempublikasikan semua pesan karena ada lebih dari ratusan.”
“Pendukung setia LFC akan selalu mendukung pemain dan bintang mereka. Dan atas nama setiap penggemar LFC sejati di Mesir kami mengirimi Anda semua cinta dan dukungan yang pantas Anda dapatkan Sadio Mane.”
Sadio Mane dicintai fans Liverpool Mesir seperti ke Mohamed Salah juga
Khalid Yousif, wakil presiden dari Klub Pendukung Liverpool Resmi di Mesir, juga mengatakan kepada Liverpool Echo: “Mereka sangat mengerikan, komentar yang beanr-benar mengerikan. Ini memalukan dan tidak mewakili fans Mesir kami.”
“Kami dan klub pendukung di Mesir membuat pos penghargaan untuknya. Kami mengiriminya banyak pesan di akun Facebook-nya dan kami membuat posting untuknya. Semua orang sangat mendukungnya, ini sentuhan yang hebat. Kami mencintaimu Sadio, kami tidak peduli dengan pelecehan itu. Kami semua berada di belakang Anda dan Anda Tidak Akan Berjalan Sendirian.”
“Ya, kami mencintai Mo, sang raja Mesir. Dia adalah superstar kita, pahlawan kita di sini di Mesir. Tapi percayalah, pendukung LFC di sini di Mesir tidak menyukai Sadio kurang dari Mo. Beberapa penggemar bahkan lebih mencintainya.”
Berita bola terkini

Barca dan Real Madrid Disarankan Jemput Mo Salah

Sumberbola – Mantan bek Real Madrid, Fernando Sanz, yakin jika Mohamed Salah bisa menjadi prospek yang bagus untuk bermain di salah satu klub papan atas La Liga, yakni Barcelona atau Real Madrid di masa depan.
Mo Salah tampil sangat gemilang di bawah arahan Jurgen Klopp pada musim lalu, dengan mengantar Liverpool mencapai final Liga Champions. Pemain internasional Mesir itu juga berhasil memenangkan penghargaan individu Sepatu Emas, setelah menjadi top skor Liga Premier Inggris musim 2017/18.
Penampilan yang luar biasa tersebut membuat Mo Salah santer dikaitkan dengan sejumlah klub top Eropa lainnya pada musim panas tahun ini. Namun, mantan pemain AS Roma itu telah memantapkan hatinya untuk bertahan di Anfield.
Baca Juga:

Coutinho Tak Bisa Jelaskan Alasan Barca dan Messi Sulit Raih Trofi Liga Champions
Van Bommel Peringatkan Pemain PSV Tak Minta Kaos Lionel Messi Saat Jeda
Valverde: Barcelona Punya Motivasi Ekstra untuk Menangkan Liga Champions

Meski begitu, Fernando Sanz, yang pernah menjalani karier sepak bola bersama Real Madrid, yakin jika suatu saat nanti Mo Salah harus bermain di La Liga bersama Barcelona atau mantan klubnya, Real Madrid.
“Salah adalah pemain yang sangat bagus,” kata Sanz. “Saya ingin dan saya berharap melihatnya di Liga [Spanyol], karena pemain terbaik di dunia harus bermain di sini. Dia bisa bergabung dengan proyek Barcelona atau Real Madrid,” imbuhnya.

Sergio Ramos Akui Pernah Dapat Teror Mengerikan Usai Cederai Salah

Berita Bola – Bek Real Madrid, Sergio Ramos, akui pernah mendapat ancaman pembunuhan dari pihak-pihak tak bertanggung jawab. Hal ini ada setelah ia cederai penyerang Liverpool Mohamed Salah pada final Liga Champions.
Sergio Ramos sendiri memang pernah habis-habisan dikecam para fan terutama pendukung Liverpool karena melakukan pelanggaran berat terhadap Mohamed Salah. Sang pemain terpaksa ditarik ke luar lapangan karena mengalami cedera bahu usai ditarik dan ditimpa kapten Real Madrid itu.
Pada laga UEFA Nations League antara Timnas Inggris menjamu Spanyol di Stadion Wembley, Sabtu (8/9), ia mendapat teriakan cemoohan dari banyak pendukung tuan rumah. La Furia Roja sendiri kalahkan Inggris dengan skor 2-1 pada laga Grup 4 Liga A UEFA Nations League 2018.
Kelar pertandingan, Sergio Ramos lantas menanggapi santai semua sorakan tersebut karena ia pernah mengalami teror yang lebih buruk dari itu. “Pemain ingin menghindari (cemoohan). Pada akhirnya Anda merasakannya juga, tapi saya tetap tak menanggapinya. Itu tidak akan memengaruhi permainan saya sama sekali,” ujar Ramos seperti dikutip dari ESPN.
Sergio Ramos lelah dengan semua perlakuan terhadapnya
Sergio Ramos juga bercerita tentang pengalaman pahit yang pernah dirinya dan keluarga rasakan usai insiden sakiti Salah di final Liga Champions musim lalu tersebut. “Saya lebih suka sambutan lain karena orang-orang hanya mengingat kejadian di final dan tak ada yang mengingat ancaman pembunuhan yang diterima keluarga dan anak-anak saya,” keluh Ramos.
“Hal ini jadi isu sensitif dan mungkin ada orang-orang yang menganggapnya sebagai lelucon dan sepertinya itu jadi alasan mereka menyoraki saya di stadion megah seperti ini,” terang Ramos.
“Percayalah, saya masih memiliki hati nurani. Saya sudah menjelaskan apa yang terjadi dan tak perlu lagi membuat penjelasan,” pungkas Ramos dengan lelah dinilai sengaja cederai Mohamed Salah.
Berita bola terkini

Sergio Ramos Yakin Semua Percaya Ia Tak Niat Cederai Mohamed Salah

Berita Bola – Sergio Ramos sangat yakin jika semua orang percaya jika dirinya tak ada niat cederai bintang klub kontestan Liga Champions Liverpool, Mohamed Salah. Tak ada yang ingin beri sambutan miring pada dirinya.
Sergio Ramos yang merupakan kapten Real Madrid sempat dinilai memang sengaja menjatuhkan Mohamed Salah hingga mengalami cedera dan harus ditarik keluar. Praktik seperti ini sudah pernah ia lakukan sebelumnya ke pemain lain hingga cukup terlatih untuk menggunakan caranya lagi ke pemain lain.
Jurgen Klopp juga sempat menyebut cara Ramos mengapit tangan Salah dan menjatuhkannya sudah lebih buruk dibanding para pegulat profesional sekalipun. Ramos tak masalah karena ia yakin publik Inggris tak akan mempermasalahkan insiden tak terpuji itu lagi.
Sergio Ramos sendiri akan segera kembali ke Inggris untuk bermain membela Spanyol dalam pertandingan UEFA Nations League yang akan digelar di Wembley. Secara pribadi, Ramos menegaskan bahwa dirinya tidak pernah punya niat untuk menyakiti lawan dalam pertandingan, termasuk ke Mohamed Salah.
Sergio Ramos yakin tak akan diapa-apain
“Saya sebenarnya tak terlalu memikirkan sambutan yang mungkin saya dapat di Wembley ya. Saya toh tak pernah mencoba mencederai lawan di atas lapangan. Tentu saja saya tahu apa yang terjadi di final saya itu, nurani saya sudah jelas kok,” ujar Ramos kepada The Telegraph.
“Saya tidak akan bisa terpengaruh oleh semua tekanan dan kritikan itu. Saya juga tahu kalau fans Inggris pasti akan tetap memperlakukan pemain seperti selayaknya seorang pemain ternama. Saya sama sekali tidak khawatir ya.”
“Untuk di ranking FIFA, posisi kami sudah kadung turun beberapa peringkat. Target kami adalah segera bisa kembali ke puncak dan mengembalikan filosofi kemenangan kami,” pungkasnya mengalihkan pembahasan.
Berita bola terkini

Luka Modric Akui Jadi Hebat Karena Jasa Cristiano Ronaldo

Berita Bola – Luka Modric mengakui bisa jadi hebat seperti sekarang karena jasa Cristiano Ronaldo juga. Bintang klub kontestan Liga Champions Real Madrid itu ikut mengklarifikasi kabar miring seputar CR7 sebelumnya.
Sosok pemain gelandang andalan Real Madrid dan Kroasia, Luka Modric bahkan mengungkapkan bahwa Cristiano Ronaldo mengatakan padanya bahwa ia memang layak memenangi gelar Pemain Terbaik UEFA 2017-18. CR7 tak bisa datang, namun tetap bahagia.
Sebelumnya dalam acara yang digelar di Monaco pekan lalu, Luka Modric memang sudah menjadi pemenang mengalahkan dua kandidat lainnya, Cristiano Ronaldo dan bintang Liverpool, Mohamed Salah. Ronaldo tak hadir dalam acara tersebut. Rumor menyebut jika ia tak datang karena marah dirinya tak terpilih jadi pemenang.
Luka Modric bantah kabar itu dengan mengatakan bahwa Ronaldo sejatinya sudah menghubunginya untuk masalah ini. Hal tersebut bisa terungkap dalam wawancara setelah laga persahabatan internasional antara Portugal kontra Kroasia dini hari tadi waktu setempat.
“Cristiano Ronaldi sudah mengirimkan pesan pada saya, dengan mengucapkan selamat pada saya dan berkata bahwa ia turut senang dan saya memang layak meraihnya,” ungkap Modric kepada RTP3.
“Ia juga sempat mengatakan bahwa dirinya sudah tidak sabaran lagi untuk bertemu saya kembali,” lanjut Modric dengan bangga.
Cristiano Ronaldo dan Luka Modric akan kembali bersaing
Luka Modric dan Ronaldo dipastikan akan kembali bersaing memperebutkan gelar FIFA The Best Men’s Player of the Year tahun ini juga. Mohamed Salah juga kembali masuk nominasi. Pada kesempatan yang sama, Modric juga akui peran CR7 dalam perjalanan karirnya selama ini.
“Saya merasa senang bisa masuk nominasi penghargaan besar lainnya ya. Nantinya kita akan melihat apa yang akan terjadi. Saya ini memiliki hubungan baik dengan Cristiano Ronaldo dan kami juga pasti punya hubungan baik di masa depan. Ia ikut membentuk saya jadi seperti sekarang. Penghargaan individual memang penting tapi saya sama sekali tidak terobsesi dengannya,” pungkas Modric.
Berita bola terkini