Tidak Beli Pengganti Lukaku dan Sanchez Sudah Tepat bagi Solskjaer

Football5star.com, Indonesia – Kemunculan Mason Greenwood membuat Ole Gunnar Solskjaer menegaskan bahwa Manchester United sudah melakukan keputusan tepat pada bursa transfer musim panas ini. Terutama, terkait tidak mendatangkan pemain baru untuk menggantikan Alexis Sanchez dan Romelu Lukaku.

Mason Greenwood berhasil mencetak gol pertamanya bersama tim utama Manchester United. Gol itu ditorehkannya ke gawang Astana.

Hasil positif itu sekaligus membuat tim berjulukan Red Devils bisa menuai tiga poin pertama di babak penyisihan Grup L Liga Europa. Ya, laga yang berlangsung di Stadion Old Trafford, Jumat (20/9/2019) dini hari WIB, dimenang Man United dengan skor 1-0.

3 points is what matters. Preparation for Sunday starts now. #mufc pic.twitter.com/x2mNO0PvF5— Harry Maguire (@HarryMaguire93) September 19, 2019

Awal musim ini Man United memang kerap memberikan lebih banyak kesempatan kepada pemain muda. Sebelumnya, Daniel James juga tampil begitu memesona dengan torehan tiga golnya dari 5 penampilan pertama musim ini di Liga Inggris.

Kemunculan pemain-pemain muda Red Devils tidak terlepas dari aktivitas di bursa transfer musim panas lalu. Ya, tidak ada pemain pembelian baru setelah Man United memutuskan menjual Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez ke Inter Milan.

“Buat saya, itu adalah sebuah keputusan tepat yang dibuat klub. Mason Greenwood akan menjadi pemain penting buat kami musim ini. Ia tidak banyak bermain sejauh ini, tetapi ia akan mendapatkan menit bermain,” kata Solskjaer seperti dikutip Football5star.com dari BBC.

“Kami selalu berbicara dengan pemain soal bagaimana kami menatap masa depan. Mason menjadi salah satu pemain yang ingin tetap bersama kami,” ujarnya.

Gol yang ditorehkan Greenwood ke gawang Astana membuatnya berhasil membuat rekor. Ia mencatatkan diri sebagai pencetak gol termuda di pentas Eropa dalam sejarah Man United.

View this post on Instagram Hasil Lengkap Pertandingan Pekan Pertama Liga Europa Siapa yang jagoannya main disini #football5star #F5S #sepakbola #europaleague A post shared by Football5star (@football5star) on Sep 19, 2019 at 11:29pm PDT

The post Tidak Beli Pengganti Lukaku dan Sanchez Sudah Tepat bagi Solskjaer appeared first on Football5star Berita Bola.

Mampukah Solskjaer Ciptakan Generasi Emas Setelah Busby Babes dan Class of 92?

Football5star.com, Indonesia – Gol semata wayang yang dicetak oleh striker berusia 17 tahun Mason Greenwood di Liga Europa, Jumat (20/9/2019) membuat publik Old Trafford membayangkan skuat Manchester United bakal hadirkan generasi emas setelah Busby Babes dan Class of 92.

Sebagai pemain yang pernah bermain bersama dengan generasi Class of 92, Ole Gunnar Solskjaer memiliki beban tersendiri untuk bisa kembali menciptakan generasi emas seperti yang pernah dilakukan para pendahulunya, Sir Matt Busby dan Sir Alex Ferguson.

Pelatih asal Norwegia itu memang memiliki peluang untuk bisa menciptakan generasi emas di Manchester United. Dikutip dari halaman resmi klub, skuat Red Devils saat ini diperkuat sejumlah pemain muda.

“Gairahnya terhadap sepakbola semakin meningkat. Saya tidak ingin terlalu banyak tekanan padanya selain meminta untuk bersenang-senang dan bekerja keras,” kata Solskjaer setelah pertandingan melawan Astana sepeerti dikutip Football5star.com dari Sky Sport.

getty images

Barisan pemain muda

Selain Greenwood yang memang asli didikan The Manchester United Academy, ada juga nama Tahith Chong dan Angel Gomes. Keduanya masih berusia 19 tahun. Ketiga pemain jebolan akademi ini dimainkan Solskjaer saat Red Devils susah payah kalahkan Astana di Liga Europa.

Selain ketiganya, jangan lupakan juga sosok striker yang jadi andalan Solskjaer musim ini Marcus Rashford. Ada juga bek berusia 21 tahun Axel Tuanzebe. Kelima pemain jebolan akademi ini memang disebut-sebut bakal jadi pemain andalan Red Devils di musim ini.

Solskajer pun beruntung memiliki pemain di luar akademi yang masih berusia relatif muda dan bisa menopang jika ia berkeinginan membentuk generasi emas berikutnya di Old Trafford. Ada Diogo Dalot yang berusia 20 tahun, full back anyar Aaron Wan Bissaka, eks striker Swansea Daniel James.

getty images

Kombinasi skuat Manchester United musim ini memang berpeluang ciptakan generasi emas layaknya Busby Babes dan Class of 92. Ada pemain senior mulai dari Ashley Young, Nemanja Matic, Paul Pogba, Juan Mata, hingga David de Gea, ada juga jebolan akademi yang sudah wara-wiri di skuat utama seperti Scott McTominay, dan Jesse Lingard.

Namun meski memiliki komposisi skuat yang bisa dikatakan tak jauh berbeda seperti saat Sir Alex Ferguson membangun generasi Class of 92, Solskjer memiliki kekuranan yang amat mendasar, faktor kepemimpinan.

Sulitnya mencari sosok kapten karismatik

Ketika Sir Matt Busby membangun generasi Busby Babes, ia disokong oleh sosok kapten karismatik Denis Law dan Sir Bobby Charlton. Pemain-pemain seperti Eddie Colman, Mark Jones, David Pegg, dan Geoff Bent diayomi oleh legenda hidup Setan Merah tersebut.

Meski pada akhirnya para pemain muda ini berakhir dengan cara yang tragis. Era Busby Babes membawa Setan Merah ke puncak kejayaan. Hal ini kemudian juga berlanjut saat Sir Alex Ferguson menciptakan Class of 92. Sir Alex sudah menaruh sosok kapten karismatik yang bisa membuat para pemain muda tak banyak bertingkah.

daily mail

Pemain-pemain muda Clasff of 92 mulai dari Ryan Giggs hingga David Beckham tak banyak bertingkah saat ban kapten melingkar di lengan Eric Cantona dan Roy Keane. Kedua pemain ini jadi figur dan penyambuh lidah Sir Alex di tengah lapangan.

Meski keduanya juga memiliki catatan negatif saat menjadi kapten Manchester United, namun hal tersebut tak mengurangi sisi karismatik dan hormatnya para pemain muda Revils kepada Cantona dan Keane.

Justru dari kedua kapten inilah para pemain muda Red Devils banyak belajar soal nilai-nilai diusung oleh klub. Belum lagi, di luar kedua kapten ini, era Class of 92, Manchester United juga diperkuat pemain senior lain seperti Peter Schmeichel hingga Denis Irwin.

Kondisi ini yang tak dimiliki oleh Solskjaer saat ini. Ashley Young terpilih menjadi kapten hanya karena berdasarkan faktor lamanya ia bermain di Old Trafford. Pemain senior lain yang harusnya jadi panutan pun memiliki nilai minus, sebut saja Paul Pogba.

Faktanya setelah pemain Class of 92 pensiun, Wayne Rooney dan Michael Carrick, belum ada lagi sosok kapten karismatik di Setan Merah. Kondisi ini jadi faktor X yang bisa membuat Solskjaer kesulitan membangun generasi emas setelah Busby Babes dan Class of 92.

Karena pada akhirnya peran kapten akan jadi sangat penting di tengah situasi genting sebuah tim. Steven Gerrard di Liverpool pernah mencontohkannya di final Liga Champions 2005 silam.

“Yang paling saya kagumi dari Gerrard adalah dia tidak banyak bicara di atas lapangan. Meski begitu, dia punya kemampuan untuk membangkitkan semangat rekan-rekannya hanya dengan beberapa patah kata,” kata Paolo Maldini saat itu.

The post Mampukah Solskjaer Ciptakan Generasi Emas Setelah Busby Babes dan Class of 92? appeared first on Football5star Berita Bola.

Solskjaer Tahu Greenwood akan Ukir Hasil Istimewa

Football5star.com, Indonesia – Manchester United berhasil melewati rintangan pertama di Liga Europa musim ini. Tim berjuluk Setan Merah itu menang tipis atas wakil Kazakhstan, FC Astana, Jumat (20/9) pagi. Perhatian khusus dilayangkan manajer tim, Ole Gunnar Solskjaer, kepada salah satu pemain mudanya, Mason Greenwod.

Greenwood menjadi pahlawan kemenangan Manchester United berkat gol semata wayangnya. Solskjaer menilai, memang sudah saatnya pemain kelahiran Bradford tersebut unjuk gigi di level tertinggi.

Tidak tanggung-tanggung, Solskjaer memberi pemain 17 tahun tersebut kesempatan untuk tampil penuh. Selepas laga, dirinya mengakui sadar dan bertanggung jawab penuh atas keputusannya memainkan Greenwood sepanjang pertandingan.

uefa.com

“Kami tahu, jika sudah berada di dalam kotak penalti lawan, Mason adalah salah satu yang terbaik di tim ini. Lagipula, aku tidak akan memainkannya jika merasa ia belum siap. Siapa pun pemainnya, kami hanya akan pasang jika mereka siap,” ucapnya seperti dikutip dari BBC.

Tidak hanya Greenwood, dalam pertandingan tersebut juga turun dua remaja lain yakni Tahith Chong dan Angel Gomes. Ini merupakan pertama kalinya United menurunkan tiga pemain belasan tahun di kancah Eropa sejak 2009.

“Soal pertandingan, kami memang tidak bisa memastikan nasib ketika 20 menit pertandingan berjalan. Aku rasa kami sendiri yang membuat pertandingan ini terasa sulit. Beberapa pemain memang terlihat masih butuh jam terbang lebih. Tetapi aku senang kami menang,” tutupnya.

The post Solskjaer Tahu Greenwood akan Ukir Hasil Istimewa appeared first on Football5star Berita Bola.

Hasil Manchester United vs Astana: Greenwood Penyelamat

Football5star.com, Indonesia – Publik Stadion Old Trafford hampir saja dibuat malu dengan hasil laga Manchester United vs Astana, Jumat (20/9/2019). Beruntung ada Mason Greenwood yang mencetak gol dan membuat Red Devils menang 1-0.

Bermain di hadapan publiknya sendiri, Manchester United langsung tampil menekan. Sejumlah peluang berhasil di dapat oleh anak asuh dari Ole Gunnar Solskajer. Seperti peluang yang didapat Fred pada menit ke-11.

Namun permainan rapat dari Astana, cukup membuat barisan depan Red Devils frustasi. Sejumlah peluang yang didapat pada babak pertama tak mampu menembus tembok pertahanan Astana.

What a goal from Mason Greenwood. Robin Van Persie-esque!! pic.twitter.com/BQ87o2ld1I— Football HQ (@FootbaII_HQ) September 19, 2019

Pada babak kedua, Manchester United tak mengendorkan serangan. Sementara tim tamu hanya sesekali melancarkan skema serangan balik ke lini belakang Man United.

Publik Old Trafford baru bersorak kegirangan pada menit ke-73 setelah striker muda Red Devils Mason Greenwood berhasil mencetak gol. Gol Greenwood berawal dari akselerasi pemain berusia 17 tahun itu di kotak penalti Astana.

Aksinya memperdaya bek Astana diakhiri dengan sepakan yang melewati celah kaki kiper Astana. Skor 1-0 jadi hasil akhir pertandingan ini.

Susunan Manchester United vs Astana:

Manchester United : Sergio Romero, Marcos Rojo, Axel Tuanzebe, Phil Jones, Diogo Dalot, Angel Gomes, Nemanja Matic, Fred, Tahith Chong, Mason Greenwood, Marcus Rashford.

Kartu kuning: Fred

Kartu merah: –

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

Astana : Nenad Eric, Dmitri Shomko, Zarko Tomasevic, Yevgeny Postnikov, Antonio Rukavina, Runar Mar Sigurjonsson, Luka Simunovic, Ivan Mayewski, Marin Tomasov, Roman Murtazayev, Dorin Rotariu.

Kartu kuning: –

Kartu merah: –

Pelatih: Roman Hryhorchuk

The post Hasil Manchester United vs Astana: Greenwood Penyelamat appeared first on Football5star Berita Bola.

Manchester United Tak Rugi jika Paul Pogba Hengkang

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester United Paul Scholes mengatakan bahwa tim berjuluk Red Devils tersebut tidak akan rugi jika Paul Pogba memutuskan hengkang dari Old Trafford, Kamis (19/9/2019).

“Dia ingin pindah ke Real Madrid dan ada alasan yang membuatnya hal tersebut tidak terjadi. Tapi saya pikir itu tidak akan jadi kerugian jika memang ia hengkang,” kata Paul Scholes seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail.

Ditambahkan oleh Scholes, bahwa permainan Pogba semenjak kembali bergabung ke Manchester United tidak mengalami banyak peningkatan.

“Bentuk permainannya selama dua tiga tahun terakhir biasa saja. Bahkan tidak terlalu bagus,” ucap Scholes. “Aku yakin klub bisa mendapatkan pemain yabg lebih bagus dari dirinya,” tambahnya.

Daily Mail

Justru Scholes menilai keputusan manajemen melepas Romelu Lukaku ialah kesalahan. Menurutnya sangat disayangkan striker asal Belgia itu harus pindah ke Inter Milan.

“Itu satu hal yang membuat aku sangat kecewa. Solskjaer jelas tahu Lukaku akan hengkang tapi ia juga tahu tak memiliki striker tengah seperti Lukaku,” kata Scholes.

Manchester United menurut Scholes akan kesulitan jika tidak memiliki striker tengah. Untuk klub yang memiliki skema permainan menyerang itu jadi masalah tersendiri bagi pelatih.

“Opsinya memang memaksimalkan Marcus Rashford dan Anthony Martial. Namun itu akan jadi lubang di bagian sayap. Semoga saja hal ini bisa dibereskan oleh Solskjaer,” tutup Scholes.

The post Manchester United Tak Rugi jika Paul Pogba Hengkang appeared first on Football5star Berita Bola.

Manchester United vs Astana: Red Devils Tanpa Sayap Muda Tajam

Football5star.com, Indonesia – Skuat besutan Ole Gunnar Solskjaer tidak bisa diperkuat pemain sayap muda tajam di laga Manchester United vs Astana. Ya, Daniel James harus absen karena mengalami masalah cedera.

Partai Manchester United vs Astana merupakan partai pertama babak penyisihan Grup L Liga Europa. Partai tersebut berlangsung di Stadion Old Trafford, Jumat (20/9/2019) dini hari WIB.

Daniel James bergabung dengan Paul Pogba, Anthony Martial, dan Luke Shaw tidak ikut berlatih bersama skuat Man United. Mereka tidak bisa bermain karena mengalami cedera.

Twitter/@manutd

James dipastikan absen tepat sehari sebelum pertandingan bergulir. Pogba dan Shaw masih berlatih terpisah karena mengalami masalah pergelangan kaki dan otot paha. Begitu pun dengan Anthony Martial.

Kendati demikian, Red Devils justru telah mendapatkan kabar positif dari Jesse Lingard dan Diogo Dalot. Keduanya sudah mengikuti sesi latihan penuh sembuh dari sakit dan cedera pangkal paha.

“Masih ada beberapa pemain absen. Jesse telah kembali dan semoga bisa kembali bermain,” ucap Ole Gunnar Solskjaer seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi Man United.

“Pemain muda siap bermain. Mereka semua ingin bermain. Namun, saya pikir Paul dan Anthony tidak bisa bermain. Daniel James sulit untuk bisa memperkuat skuat. Ia tidak berlatih dan proses pemulihan mungkin akan lebih lama tetapi semoga ia sudah bisa tampil akhir pekan ini,” ujarnya.

Daniel James merupakan pemain muda yang tengah bersinar musim ini bersama Red Devils. Penampilannya di Liga Inggris tergolong mengejutkan setelah mampu membuat tiga gol dalam lima penampilan pertamanya.

View this post on Instagram Masih Haus Gelar, De Gea Teken Kontrak Baru di Manchester United sampai 2023. #football5star #F5S #sepakbola #ManchesterUnited #degea A post shared by Football5star (@football5star) on Sep 16, 2019 at 8:08pm PDT

The post Manchester United vs Astana: Red Devils Tanpa Sayap Muda Tajam appeared first on Football5star Berita Bola.

Prediksi: Manchester United vs Astana

PREDIKSI HASIL

WhoscoredManchester United 3-0 Astana
Bet365
Manchester United 3-0 Astana
FOOTBALL5STAR
Manchester United 4-0 Astana

Stadio Old Trafford, Jumat (20/9/2019) Pukul 02.00 WIB LIVE SCTV

Football5Star.com, Indonesia – Manchester United bakal membuka eksistensinya di Liga Europa 2019-2020 dengan menjamu FK Lokomotiv Astana di Old Trafford, Jumat (20/9/2019). Jelas, di atas kertas tuan rumah bisa saja melewati laga perdananya dengan mulus.

Jelang laga nanti, Red Devils membawa modal baik usai baru saja menang 1-0 atas Leicester City dalam partai kandang di Premier League. Apalagi, Manchester United punya catatan impresif, yakni tak terkalahkan dalam sembilan laga kandang di Liga Europa.

Pasukan Ole Gunnar Solksjaer itu jua mencatatkan rekor apik, yakni tak terkalahkan dalam 11 pertandingan secara beruntun di Liga Europa. Fakta tersebut bisa memperbesar peluang mereka start dengan baik dalam kompetisi kasta kedua sepak bola Eropa itu.

Kendati begitu, Astana bukan lawan yang pantas diremehkan. Faktanya dalam tujuh pertandingan terakhir, mereka nyaris menyapu bersih dengan kemenangan. Hanya BATE Borisov yang mampu mengalahkan mereka.

Terlebih Manchester United vs Astana adalah kali pertama kedua tim bersua. Man United di atas kertas memang bisa saja menang, tapi Astana punya daya kejut menakutkan.

REKOR PERTEMUAN

TREN PERFORMA

STATISTIK MENARIK

Ini adalah pertemuan pertama Man United melawan Astana dan jua wakil Kazakhstan di semua kompetisi. Begitu pula dengan Astana, pertama kali bersua klub dari Inggris.United telah tampil dalam tiga musim Liga Europa sebelumnya. Tetapi ini merupakan penyisihan grup kedua mereka.Musim perdana Astana di Liga Europa pada 2016-2018 gagal total. Mereka cuma mengoleksi lima poin kala itu. Gelandang United, Scott McTominay adalah anggota skuat Skotlandia yang dikalahkan 0-3 oleh Kazakhstan di Astana dalam pembukaan Kualifikasi UEFA EURO 2020.Pemain asing Astana, Marin Tomasov mencetak tujuh gol dalam fase kualifikasi Liga Europa musim ini.

 PELATIH

Pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer, baru kali pertama bersua Astana di semua kompetisi.Solskjaer jua baru pertama kali bersua pelatih Astana, Roman Grigorchuk.Grigorchuk sendiri jua belum pernah bersua Manchester United sebelumnya.Akan tetapi, Grigorchuk sudah pernah bersua tim asal Inggris, Newcastle United. Itupun saat dia masih menjadi pemain Ventsplis pada 2006 lalu dengan rekor sekali imbang dan sekali kalah.

Wasit

Menurut laman resmi UEFA, Wasit Manchester United vs Astana akan dipimpin pengadil asal Prancis, Francois Letexier.Letexier sendiri belum pernah memimpin pertandingan Manchester Untied pada semua ajang.Dia pernah dua kali memimpin laga klub Inggris, tapi di usia muda, yakni sekali membawahi laga Chelsea FC Youth dan sekali Liverpool FC Youth.

Wasit Prancis itu jua belum sekalipun memimpin laga Astana dan klub-klub Kazakhstan di semua kompetisi.

PEMAIN KUNCI

(Berdasar Liga Domestik)

Manchester United

Top Scorer: Daniel James (3 gol/EPL)Top Assist: Paul Pogba (2 Assist/EPL)Top Rating: –

Astana

Top Scorer: Marin Tomasov (7 gol Kualifikasi UEL)Top Assist: Runar Sigurjonsson, Marin Tomasov (Kualifikasi UEL)Top Rating: –

BERITA KEDUA TIM

Manchester United: Luke Shaw, Eric Bailly, Paul Pogba, Paul Pogba, Anthony Martial, Daniel James, Jese Lingard, Diogo Daliot.Astana: –

PRAKIRAAN FORMASI

The post Prediksi: Manchester United vs Astana appeared first on Football5star Berita Bola.

Pemain Manchester United Harus Berdarah-darah Demi Diterima Suporter

Football5star.com, Indonesia – Legend Manchester United, Patrice Evra, meminta pemain Setan Merah saat ini untuk selalu tampil habis-habisan demi mendapat respek dari fans.

Kesulitan yang dialami oleh Manchester United untuk bersaing dengan tim-tim papan atas di Premier League dan kompetisi tingkat Eropa dalam beberapa tahun terakhir dianggap terjadi karena berbagai alasan. Salah satunya adalah semangat.

Evra mengakui bahwa pergantian manajer yang sudah beberapa kali dilakukan oleh United tidak membantu upaya mereka untuk menemukan konsistensi, tetapi ia juga menyoroti semangat juang para pemain yang ada.

Getty Images

“Anda memiliki terlalu banyak manajer, David Moyes, Louis van Gaal, [Jose] Mourinho. Saya hanya berpikir untuk para pemain itu sulit. Satu manajer ingin bermain satu arah, manajer lain ingin bermain dengan cara lain, Anda perlu tahu nilai klub dan Manchester United,” kata Evra kepada Sky Sports.

“Itulah mengapa saya pikir Ole Gunnar Solskjaer adalah penunjukan yang baik untuk klub. Dia tahu filosofi klub. Sulit ketika Anda datang ke Manchester United dari luar, orang tidak langsung menerima Anda. Anda harus berdarah untuk klub ini sebelum orang menerima Anda.”

“Kami adalah klub besar. Kami ingin memenangkan trofi. Kami tidak ingin menghabiskan lebih dari 10 tahun tanpa memenangkan liga lagi. Ini tidak mudah tetapi para penggemar harus percaya. Ini adalah sebuah proses,” Evra menambahkan.

The post Pemain Manchester United Harus Berdarah-darah Demi Diterima Suporter appeared first on Football5star Berita Bola.

Manchester United Sukses Jika Raih Trofi dan Finis 4 Besar

Football5star.com, Indonesia – Legenda Manchester United, Gary Neville, menilai Setan Merah terbilang sukses musim ini jika berhasil meraih trofi dan finis empat besar.

Manchester United musim lalu cuma finis di posisi enam. Setan Merah juga tak meraih satu pun trofi.

Kubu Old Trafford kemudian membeli beberapa pemain seperi Harry Maguire, Daniel James dan Aaron Wan-Bissaka. Menurut Neville, konyol jika United langsung meraih target juara.

Getty Images

“Empat besar dan memenangkan trofi akan menjadi musim yang sukses. Di situlah Manchester United pantas berada,” kata Neville di Soccerway.

“Itu tidak dapat diterima di mana United berada, tetapi mereka tidak mampu – setelah enam atau tujuh tahun perekrutan yang buruk – untuk pergi dari ketujuh, keenam atau kelima menjadi yang pertama. Mereka jauh dari itu pada saat ini.”

“Mereka harus memiliki tiga atau empat bursa transfer yang bagus. Hal terpenting di bursa terakhir bukan hanya menambahkan dua atau tiga pemain dengan tipe yang tepat, tetapi memastikan mereka tidak membuat kesalahan lebih lanjut. Saya tidak berpikir mereka telah melakukan itu.”

“Saya pikir United musim ini akan lebih kuat dengan Ander Herrera, Marouane Fellaini dan Romelu Lukaku, tetapi dalam jangka panjang, mereka tidak akan melakukannya karena para pemain itu tidak akan pernah menempatkan Man Utd ke tempat yang seharusnya.”

“Tentu saja, Manchester United harus memenangkan gelar Liga Premier. Itu harus menjadi barometer dan tidak boleh berubah, tetapi Anda tidak bisa berubah secara drastis. Ada langkah-langkahnya. Saya pikir berada di jalur yang benar musim ini lebih penting daripada finis kelima, keempat atau ketiga. Orang-orang harus mulai menyukai tim ini lagi,” Neville menambahkan.

The post Manchester United Sukses Jika Raih Trofi dan Finis 4 Besar appeared first on Football5star Berita Bola.

Rodgers Tak Peduli Manchester United Incar Maddison

Football5star.com, Indonesia – Manajer Leicester City, Brendan Rodgers, mengaku peduli gelandang andalannya, James Maddison, jadi incaran Manchester United. Menurut dia, itu sudah biasa terjadi di sepak bola.

Maddison terus memperlihatkan perkembangannya di Leicester sejak dibeli dari Norwich City sebesar 20 juta poundsterling pada 2018. Musim lalu, Maddison mencetak tujuh gol dan tujuh assist dari total 38 pertandingan.

Pemain 22 tahun itu pun kini jadi incaran United. Setan Merah butuh playmaker baru mengingat performa buruk Jesse Lindgard dalam beberapa bulan terakhir.

Getty Images

“Saya tidak khawatir. Itu wajar. Jika Anda berada di salah satu dari apa yang disebut klub top, Anda akan selalu mencari pemain terbaik di tempat lain, dan ketika Anda adalah klub seperti Leicester, Anda akan selalu berada dalam bahaya kehilangan pemain top Anda. Itulah sepak bola,” kata Rodgers di Soccerway.

“Yang bisa kami lakukan adalah menciptakan lingkungan di sini bagi mereka untuk berkembang dan kemudian jika sesuatu terjadi di masa depan yang di luar kendali Anda, maka itulah cara kerjanya.”

“Saya cenderung tidak terlalu khawatir, saya hanya fokus untuk membuat mereka menjadi yang terbaik dan jika mereka kemudian pindah, itulah cara kerjanya. Tapi ketika mereka ada di sini, mereka memberikan yang terbaik, memberikan segalanya kepada para pendukung dan klub, dan kita akan melihat ke mana kita akan pergi,” Rodgers menambahkan.

The post Rodgers Tak Peduli Manchester United Incar Maddison appeared first on Football5star Berita Bola.