Tidak Beli Pengganti Lukaku dan Sanchez Sudah Tepat bagi Solskjaer

Football5star.com, Indonesia – Kemunculan Mason Greenwood membuat Ole Gunnar Solskjaer menegaskan bahwa Manchester United sudah melakukan keputusan tepat pada bursa transfer musim panas ini. Terutama, terkait tidak mendatangkan pemain baru untuk menggantikan Alexis Sanchez dan Romelu Lukaku.

Mason Greenwood berhasil mencetak gol pertamanya bersama tim utama Manchester United. Gol itu ditorehkannya ke gawang Astana.

Hasil positif itu sekaligus membuat tim berjulukan Red Devils bisa menuai tiga poin pertama di babak penyisihan Grup L Liga Europa. Ya, laga yang berlangsung di Stadion Old Trafford, Jumat (20/9/2019) dini hari WIB, dimenang Man United dengan skor 1-0.

3 points is what matters. Preparation for Sunday starts now. #mufc pic.twitter.com/x2mNO0PvF5— Harry Maguire (@HarryMaguire93) September 19, 2019

Awal musim ini Man United memang kerap memberikan lebih banyak kesempatan kepada pemain muda. Sebelumnya, Daniel James juga tampil begitu memesona dengan torehan tiga golnya dari 5 penampilan pertama musim ini di Liga Inggris.

Kemunculan pemain-pemain muda Red Devils tidak terlepas dari aktivitas di bursa transfer musim panas lalu. Ya, tidak ada pemain pembelian baru setelah Man United memutuskan menjual Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez ke Inter Milan.

“Buat saya, itu adalah sebuah keputusan tepat yang dibuat klub. Mason Greenwood akan menjadi pemain penting buat kami musim ini. Ia tidak banyak bermain sejauh ini, tetapi ia akan mendapatkan menit bermain,” kata Solskjaer seperti dikutip Football5star.com dari BBC.

“Kami selalu berbicara dengan pemain soal bagaimana kami menatap masa depan. Mason menjadi salah satu pemain yang ingin tetap bersama kami,” ujarnya.

Gol yang ditorehkan Greenwood ke gawang Astana membuatnya berhasil membuat rekor. Ia mencatatkan diri sebagai pencetak gol termuda di pentas Eropa dalam sejarah Man United.

View this post on Instagram Hasil Lengkap Pertandingan Pekan Pertama Liga Europa Siapa yang jagoannya main disini #football5star #F5S #sepakbola #europaleague A post shared by Football5star (@football5star) on Sep 19, 2019 at 11:29pm PDT

The post Tidak Beli Pengganti Lukaku dan Sanchez Sudah Tepat bagi Solskjaer appeared first on Football5star Berita Bola.

Mampukah Solskjaer Ciptakan Generasi Emas Setelah Busby Babes dan Class of 92?

Football5star.com, Indonesia – Gol semata wayang yang dicetak oleh striker berusia 17 tahun Mason Greenwood di Liga Europa, Jumat (20/9/2019) membuat publik Old Trafford membayangkan skuat Manchester United bakal hadirkan generasi emas setelah Busby Babes dan Class of 92.

Sebagai pemain yang pernah bermain bersama dengan generasi Class of 92, Ole Gunnar Solskjaer memiliki beban tersendiri untuk bisa kembali menciptakan generasi emas seperti yang pernah dilakukan para pendahulunya, Sir Matt Busby dan Sir Alex Ferguson.

Pelatih asal Norwegia itu memang memiliki peluang untuk bisa menciptakan generasi emas di Manchester United. Dikutip dari halaman resmi klub, skuat Red Devils saat ini diperkuat sejumlah pemain muda.

“Gairahnya terhadap sepakbola semakin meningkat. Saya tidak ingin terlalu banyak tekanan padanya selain meminta untuk bersenang-senang dan bekerja keras,” kata Solskjaer setelah pertandingan melawan Astana sepeerti dikutip Football5star.com dari Sky Sport.

getty images

Barisan pemain muda

Selain Greenwood yang memang asli didikan The Manchester United Academy, ada juga nama Tahith Chong dan Angel Gomes. Keduanya masih berusia 19 tahun. Ketiga pemain jebolan akademi ini dimainkan Solskjaer saat Red Devils susah payah kalahkan Astana di Liga Europa.

Selain ketiganya, jangan lupakan juga sosok striker yang jadi andalan Solskjaer musim ini Marcus Rashford. Ada juga bek berusia 21 tahun Axel Tuanzebe. Kelima pemain jebolan akademi ini memang disebut-sebut bakal jadi pemain andalan Red Devils di musim ini.

Solskajer pun beruntung memiliki pemain di luar akademi yang masih berusia relatif muda dan bisa menopang jika ia berkeinginan membentuk generasi emas berikutnya di Old Trafford. Ada Diogo Dalot yang berusia 20 tahun, full back anyar Aaron Wan Bissaka, eks striker Swansea Daniel James.

getty images

Kombinasi skuat Manchester United musim ini memang berpeluang ciptakan generasi emas layaknya Busby Babes dan Class of 92. Ada pemain senior mulai dari Ashley Young, Nemanja Matic, Paul Pogba, Juan Mata, hingga David de Gea, ada juga jebolan akademi yang sudah wara-wiri di skuat utama seperti Scott McTominay, dan Jesse Lingard.

Namun meski memiliki komposisi skuat yang bisa dikatakan tak jauh berbeda seperti saat Sir Alex Ferguson membangun generasi Class of 92, Solskjer memiliki kekuranan yang amat mendasar, faktor kepemimpinan.

Sulitnya mencari sosok kapten karismatik

Ketika Sir Matt Busby membangun generasi Busby Babes, ia disokong oleh sosok kapten karismatik Denis Law dan Sir Bobby Charlton. Pemain-pemain seperti Eddie Colman, Mark Jones, David Pegg, dan Geoff Bent diayomi oleh legenda hidup Setan Merah tersebut.

Meski pada akhirnya para pemain muda ini berakhir dengan cara yang tragis. Era Busby Babes membawa Setan Merah ke puncak kejayaan. Hal ini kemudian juga berlanjut saat Sir Alex Ferguson menciptakan Class of 92. Sir Alex sudah menaruh sosok kapten karismatik yang bisa membuat para pemain muda tak banyak bertingkah.

daily mail

Pemain-pemain muda Clasff of 92 mulai dari Ryan Giggs hingga David Beckham tak banyak bertingkah saat ban kapten melingkar di lengan Eric Cantona dan Roy Keane. Kedua pemain ini jadi figur dan penyambuh lidah Sir Alex di tengah lapangan.

Meski keduanya juga memiliki catatan negatif saat menjadi kapten Manchester United, namun hal tersebut tak mengurangi sisi karismatik dan hormatnya para pemain muda Revils kepada Cantona dan Keane.

Justru dari kedua kapten inilah para pemain muda Red Devils banyak belajar soal nilai-nilai diusung oleh klub. Belum lagi, di luar kedua kapten ini, era Class of 92, Manchester United juga diperkuat pemain senior lain seperti Peter Schmeichel hingga Denis Irwin.

Kondisi ini yang tak dimiliki oleh Solskjaer saat ini. Ashley Young terpilih menjadi kapten hanya karena berdasarkan faktor lamanya ia bermain di Old Trafford. Pemain senior lain yang harusnya jadi panutan pun memiliki nilai minus, sebut saja Paul Pogba.

Faktanya setelah pemain Class of 92 pensiun, Wayne Rooney dan Michael Carrick, belum ada lagi sosok kapten karismatik di Setan Merah. Kondisi ini jadi faktor X yang bisa membuat Solskjaer kesulitan membangun generasi emas setelah Busby Babes dan Class of 92.

Karena pada akhirnya peran kapten akan jadi sangat penting di tengah situasi genting sebuah tim. Steven Gerrard di Liverpool pernah mencontohkannya di final Liga Champions 2005 silam.

“Yang paling saya kagumi dari Gerrard adalah dia tidak banyak bicara di atas lapangan. Meski begitu, dia punya kemampuan untuk membangkitkan semangat rekan-rekannya hanya dengan beberapa patah kata,” kata Paolo Maldini saat itu.

The post Mampukah Solskjaer Ciptakan Generasi Emas Setelah Busby Babes dan Class of 92? appeared first on Football5star Berita Bola.

Manchester United Tak Rugi jika Paul Pogba Hengkang

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester United Paul Scholes mengatakan bahwa tim berjuluk Red Devils tersebut tidak akan rugi jika Paul Pogba memutuskan hengkang dari Old Trafford, Kamis (19/9/2019).

“Dia ingin pindah ke Real Madrid dan ada alasan yang membuatnya hal tersebut tidak terjadi. Tapi saya pikir itu tidak akan jadi kerugian jika memang ia hengkang,” kata Paul Scholes seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail.

Ditambahkan oleh Scholes, bahwa permainan Pogba semenjak kembali bergabung ke Manchester United tidak mengalami banyak peningkatan.

“Bentuk permainannya selama dua tiga tahun terakhir biasa saja. Bahkan tidak terlalu bagus,” ucap Scholes. “Aku yakin klub bisa mendapatkan pemain yabg lebih bagus dari dirinya,” tambahnya.

Daily Mail

Justru Scholes menilai keputusan manajemen melepas Romelu Lukaku ialah kesalahan. Menurutnya sangat disayangkan striker asal Belgia itu harus pindah ke Inter Milan.

“Itu satu hal yang membuat aku sangat kecewa. Solskjaer jelas tahu Lukaku akan hengkang tapi ia juga tahu tak memiliki striker tengah seperti Lukaku,” kata Scholes.

Manchester United menurut Scholes akan kesulitan jika tidak memiliki striker tengah. Untuk klub yang memiliki skema permainan menyerang itu jadi masalah tersendiri bagi pelatih.

“Opsinya memang memaksimalkan Marcus Rashford dan Anthony Martial. Namun itu akan jadi lubang di bagian sayap. Semoga saja hal ini bisa dibereskan oleh Solskjaer,” tutup Scholes.

The post Manchester United Tak Rugi jika Paul Pogba Hengkang appeared first on Football5star Berita Bola.

Pemain Manchester United Harus Berdarah-darah Demi Diterima Suporter

Football5star.com, Indonesia – Legend Manchester United, Patrice Evra, meminta pemain Setan Merah saat ini untuk selalu tampil habis-habisan demi mendapat respek dari fans.

Kesulitan yang dialami oleh Manchester United untuk bersaing dengan tim-tim papan atas di Premier League dan kompetisi tingkat Eropa dalam beberapa tahun terakhir dianggap terjadi karena berbagai alasan. Salah satunya adalah semangat.

Evra mengakui bahwa pergantian manajer yang sudah beberapa kali dilakukan oleh United tidak membantu upaya mereka untuk menemukan konsistensi, tetapi ia juga menyoroti semangat juang para pemain yang ada.

Getty Images

“Anda memiliki terlalu banyak manajer, David Moyes, Louis van Gaal, [Jose] Mourinho. Saya hanya berpikir untuk para pemain itu sulit. Satu manajer ingin bermain satu arah, manajer lain ingin bermain dengan cara lain, Anda perlu tahu nilai klub dan Manchester United,” kata Evra kepada Sky Sports.

“Itulah mengapa saya pikir Ole Gunnar Solskjaer adalah penunjukan yang baik untuk klub. Dia tahu filosofi klub. Sulit ketika Anda datang ke Manchester United dari luar, orang tidak langsung menerima Anda. Anda harus berdarah untuk klub ini sebelum orang menerima Anda.”

“Kami adalah klub besar. Kami ingin memenangkan trofi. Kami tidak ingin menghabiskan lebih dari 10 tahun tanpa memenangkan liga lagi. Ini tidak mudah tetapi para penggemar harus percaya. Ini adalah sebuah proses,” Evra menambahkan.

The post Pemain Manchester United Harus Berdarah-darah Demi Diterima Suporter appeared first on Football5star Berita Bola.

Manchester United Sukses Jika Raih Trofi dan Finis 4 Besar

Football5star.com, Indonesia – Legenda Manchester United, Gary Neville, menilai Setan Merah terbilang sukses musim ini jika berhasil meraih trofi dan finis empat besar.

Manchester United musim lalu cuma finis di posisi enam. Setan Merah juga tak meraih satu pun trofi.

Kubu Old Trafford kemudian membeli beberapa pemain seperi Harry Maguire, Daniel James dan Aaron Wan-Bissaka. Menurut Neville, konyol jika United langsung meraih target juara.

Getty Images

“Empat besar dan memenangkan trofi akan menjadi musim yang sukses. Di situlah Manchester United pantas berada,” kata Neville di Soccerway.

“Itu tidak dapat diterima di mana United berada, tetapi mereka tidak mampu – setelah enam atau tujuh tahun perekrutan yang buruk – untuk pergi dari ketujuh, keenam atau kelima menjadi yang pertama. Mereka jauh dari itu pada saat ini.”

“Mereka harus memiliki tiga atau empat bursa transfer yang bagus. Hal terpenting di bursa terakhir bukan hanya menambahkan dua atau tiga pemain dengan tipe yang tepat, tetapi memastikan mereka tidak membuat kesalahan lebih lanjut. Saya tidak berpikir mereka telah melakukan itu.”

“Saya pikir United musim ini akan lebih kuat dengan Ander Herrera, Marouane Fellaini dan Romelu Lukaku, tetapi dalam jangka panjang, mereka tidak akan melakukannya karena para pemain itu tidak akan pernah menempatkan Man Utd ke tempat yang seharusnya.”

“Tentu saja, Manchester United harus memenangkan gelar Liga Premier. Itu harus menjadi barometer dan tidak boleh berubah, tetapi Anda tidak bisa berubah secara drastis. Ada langkah-langkahnya. Saya pikir berada di jalur yang benar musim ini lebih penting daripada finis kelima, keempat atau ketiga. Orang-orang harus mulai menyukai tim ini lagi,” Neville menambahkan.

The post Manchester United Sukses Jika Raih Trofi dan Finis 4 Besar appeared first on Football5star Berita Bola.

Rodgers Tak Peduli Manchester United Incar Maddison

Football5star.com, Indonesia – Manajer Leicester City, Brendan Rodgers, mengaku peduli gelandang andalannya, James Maddison, jadi incaran Manchester United. Menurut dia, itu sudah biasa terjadi di sepak bola.

Maddison terus memperlihatkan perkembangannya di Leicester sejak dibeli dari Norwich City sebesar 20 juta poundsterling pada 2018. Musim lalu, Maddison mencetak tujuh gol dan tujuh assist dari total 38 pertandingan.

Pemain 22 tahun itu pun kini jadi incaran United. Setan Merah butuh playmaker baru mengingat performa buruk Jesse Lindgard dalam beberapa bulan terakhir.

Getty Images

“Saya tidak khawatir. Itu wajar. Jika Anda berada di salah satu dari apa yang disebut klub top, Anda akan selalu mencari pemain terbaik di tempat lain, dan ketika Anda adalah klub seperti Leicester, Anda akan selalu berada dalam bahaya kehilangan pemain top Anda. Itulah sepak bola,” kata Rodgers di Soccerway.

“Yang bisa kami lakukan adalah menciptakan lingkungan di sini bagi mereka untuk berkembang dan kemudian jika sesuatu terjadi di masa depan yang di luar kendali Anda, maka itulah cara kerjanya.”

“Saya cenderung tidak terlalu khawatir, saya hanya fokus untuk membuat mereka menjadi yang terbaik dan jika mereka kemudian pindah, itulah cara kerjanya. Tapi ketika mereka ada di sini, mereka memberikan yang terbaik, memberikan segalanya kepada para pendukung dan klub, dan kita akan melihat ke mana kita akan pergi,” Rodgers menambahkan.

The post Rodgers Tak Peduli Manchester United Incar Maddison appeared first on Football5star Berita Bola.

Neville: Paul Pogba Punya Agen yang Licik

Football5star.com, Indonesia – Legenda Manchester United, Gary Neville, menilai Mino Raiola adalah tipe agen yang sangat lincah. Ia pun meminta Setan Merah untuk tak berurusan dengan agen Paul Pogba tersebut.

“Agen Pogba memalukan dan telah memalukan di seluruh Eropa, tidak hanya untuk United. Mereka harus berhenti bekerja dengannya. Dia tidak memiliki nilai-nilai yang Anda inginkan di dalam klub,” kata Neville di Soccerway.

“Pendapat saya adalah bahwa United tidak perlu bernegosiasi dengan orang seperti dia. Dia akan mencoba melakukan transfer pemainnya, dan akan mencoba untuk mengambil keuntungan dari transfer itu sendiri. Begitulah cara dia beroperasi.”

Getty Images

Pogba sebelumnya telah menyatakan ingin pindah dari United. Akan tetapi, jalan keluarnya tidak mudah. Sebab, Setan Merah tidak ingin melepasnya begitu saja.

Manajer Ole Gunnar Solskjaer juga tegas tidak ingin melepas sang gelandang. Sementara United bersikap sedikit lebih lunak. Mereka bersedia membuka pintu negosiasi andai ada tawaran minimal 150 juta pounds (sekitar Rp 2,6 miliar).

Menurut Neville, hubungan tak kondusif Pogba dengan United tak lepas dari campur tangan agennya.

“Pogba adalah salah satu pemain terbaik dan paling terkenal di dunia, tetapi setiap minggu ada masalah baru. Selalu ada kontroversi. Itu mungkin bukan kesalahannya sendiri, tetapikenyataannya adalah bahwa itu menghancurkan bagi klub.”

“Itu sebabnya Sir Alex Ferguson kadang-kadang jeli ketika dia menyingkirkan pemain. Mereka menghancurkan klub ini,” ucap Neville.

The post Neville: Paul Pogba Punya Agen yang Licik appeared first on Football5star Berita Bola.

Masih Haus Gelar, De Gea Teken Kontrak Baru di Manchester United

Football5star.com, Indonesia – Desas-desus masa depan David De Gea akhirnya terjawab. Sang kiper memastikan bertahan lebih lama di Manchester United dengan menekan kontrak baru.

David De Gea baru saja menambah durasi kontraknya menjadi empat tahun lagi. Artinya, ia tidak akan ke mana-mana seperti yang diberitakan belakangan ini.

Kiper timnas Spanyol punya alasan kuat bersedia memperpanjang kontrak hingga 2023 mendatang. Ia masih haus gelar di Old Trafford dan yakin bisa memenangkannya lagi.

This is his home.@D_DeGea #MUFC pic.twitter.com/IkAs23iSOK— Manchester United (@ManUtd) September 16, 2019

“Perpanjangan kontrak ini merupakan keistimewaan bagi saya karena bisa menghabiskan waktu delapan tahun di klub sebesar ini. Melanjutkan karier di Manchester United merupakan sebuah kehormatan,” kata De Gea seperti dilansir laman resmi klub, Senin (16/9/2019).

“Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bisa bermain lebih dari 350 pertandingan. Sekarang masa depan saya sudah pasti dan saya ingin membanti tim ini mendapatkan trofi lagi seperti dulu,” sambungnya.

Sebagai salah satu pemain senior di klub berjuluk Setan Merah, mantan kiper Atletico Madrid ingin memberikan contoh yang baik pada pemain muda.

“Saya jadi salah satu pemain senior di skuat sekarang dan saya ingin mendukung dan memimpin pemain muda untuk terus berkembang. Yang paling penting adalah menanam pikiran pada mereka betapa pentingnya bermain di sini,” tutup David De Gea.

The post Masih Haus Gelar, De Gea Teken Kontrak Baru di Manchester United appeared first on Football5star Berita Bola.

Nemanja Matic Mulai Frustrasi di Old Trafford

Football5star.com, Indonesia – Nemanja Matic mengaku mulai frustrasi dengan kariernya di Manchester United musim ini. Terutama setelah lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan.

Nemanja Matic telah memainkan penampilan pertamanya bersama Manchester United musim ini. Ya, ia mendapat kepercayaan tampil sejak menit pertama pada laga akhir pekan lalu saat timnya menang 1-0 atas Leicester City di Old Trafford.

Gelandang bertahan asal Serbia itu mendapat kesempatan bermain karena cedera yang dialami Paul Pogba. Namun, di laga tersebut ia tidak bermain selama 90 menit karena ditarik keluar di babak kedua.

A valuable three points for #MUFC, courtesy of @MarcusRashford's first-half penalty #MUNLEI highlights pic.twitter.com/PwqYEGos6q— Manchester United (@ManUtd) September 14, 2019

Ya, pada musim 2019-20, Matic sepertinya tidak menjadi pilihan utama dalam skuat besutan Ole Gunnar Solskjaer. Ia lebih menyukai menempatkan Paul Pogba dan Scott McTominay di lini tengah Man United.

“Situasi ini tentu membuat frustrasi. Saya ingin bermain, saya selalu memberikan yang terbaik buat tim,” kata Matic seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Pelatih adalah oang yang memilih siapa saja pemain yang bermain. Anda tentu tidak senang saat berada di bangku cadangan, tetapi saya ingin meyakinkannya untuk mengubah pandangannya dan memilih saya untuk bermain,” ujarnya.

Matic juga berusaha meyakinkan Solskjaer bahwa dengan memainkannya, Man United bisa menang seperti melawan Leicester. Ia juga percaya diri mampu memberikan banyak kontribusi di lapangan apabila mendapat kepercayaan tampil.

View this post on Instagram Fans MU pasti tau mana era yang paling dirindukan #football5star #F5S #ManchesterUnited A post shared by Football5star (@football5star) on Sep 12, 2019 at 5:21am PDT

The post Nemanja Matic Mulai Frustrasi di Old Trafford appeared first on Football5star Berita Bola.

Skuat Tipis, Manchester United Harus Belanja Pemain di Januari

Football5star.com, Indonesia – Legenda Manchester United, Lou Macari, menilai Setan Merah memiliki skuat yang tak terlalu dalam. Ia pun menuntut kubu Old Trafford untuk belanja pemain di Januari.

“Saya pikir di bursa transfer terakhir, Manchester United sebenarnya membutuhkan pemain lebih banyak. Tapi, kami tidak menambah pemain yang seharusnya kami lakukan,” kata Macari di Soccerway.

Getty Images

United melepas banyak pemain di bursa transfer musim panas. Mulai dari Ander Herrera, Antonio Valencia, Alexis Sanchez, Romelu Lukaku dan Chris Smalling pergi meninggalkan Old Trafford.

Sebagai gantinya, Setan Merah cuma mendatangkan Harry Maguire, Daniel James dan Aaron Wan-Bissaka. Skuat United juga bertambah tipis seiring cedera yang dialami Paul Pogba dan Anthony Martial.

Menurut Macari, United sangat membutuhkan amunisi baru. Kalau tidak, Setan Merah dalam masalah besar.

“Ketika Anda memiliki satu atau dua cedera dan Anda melihat skuat Anda dan bangku cadangan, itu kemudian mengejutkan bahwa Anda kekurangan pemain. Seiring musim berjalan, akan ada yang kena skorsing dan cedera.”

“Tidak ada keraguan bahwa ketika bursa berikutnya dibuka, dan kita melihat agak jauh ke depan sekarang, harus ada satu atau dua pemain yang datang,” ucap Macari.

Manchester United sendiri kini berada di peringkat empat klasemen Liga Inggris. Setan Merah mengoleksi delapan poin dari lima pertandingan.

The post Skuat Tipis, Manchester United Harus Belanja Pemain di Januari appeared first on Football5star Berita Bola.