Liverpool Mulai Persiapan di Spanyol Senin (20/5) Ini

Gilabola.com – Skuad Liverpool terbang ke Spanyol pada Senin (20/5) ini untuk memulai persiapan mereka jelang final Liga Champions League melawan Tottenham Hotspur.
Para pemain Jurgen Klopp rencananya akan berkumpul di Marbella untuk lakoni kamp latihan selama sepekan di kawasan itu. The Reds akan jalani penyegaran dan siap beraksi setelah Klopp memberi mereka waktu libur selama lima hari libur usai akhir musim Liga Premier.
Banyak dari para pemain Liverpool yang berlibur ke sejumlah resort di Timur Tengah dan di daerah Eropa lainnya, untuk menikmati liburan bersama keluarga mereka. Hanya Roberto Firmino yang saat ini sudah berada di Marbella dan akan menyambut rekan-rekan satu timnya, karena ia memang sudah berada di Marbella.
Striker asal Brasil itu habiskan akhir pekan lalu dengan lanjutkan proses pemulihannya bersama asisten rehabilitasi, David Rydings. Firmino yang sebelumnya sudah menyelesaikan serangkaian latihan kebugaran dan passing, setelah alami cedera pangkal paha yang memaksanya untuk absen dalam empat dari lima pertandingan terakhir di semua kompetisi musim ini.

Berita Terkait

Tim Medis Liverpool Diklaim Bohong Soal Cedera Naby Keita
Liverpool Lepas Adam Lallana Kembali ke Southampton
Manchester City Bertemu Liverpool di Community Shield

Langganan Klopp
Pemain berusia 27 tahun itu dipastikan fit untuk laga final kontra Tottenham Hotspur di Madrid, 1 Juni mendatang. Namun, rencananya ia akan lanjutkan proses pemulihannya tersebut dengan tes medis terakhir, sebelum mendapat lampu hijau kembali ke latihan penuh.
Dengan temperatur di Costa del Sol yang berkisar 23 hingga 28 derajat pekan ini, Klopp yakin kondisi dan fasilitas latihan top-class akan menjadi tempat sempurna untuk para bintang the Reds bekerja dan membangun kembali kebugaran mereka sebelum final.
Klopp sebelumnya juga sempat membawa skuad Liverpool ke Marbella menjelang final tahun lalu, saat mereka akan hadapi Real Madrid di Kiev, dan sebelum pertandingan melawan Bayern Munchen, 16 Februari lalu.
Sumber: Liverpool Mulai Persiapan di Spanyol Senin (20/5) Ini

Jose Mourinho Nilai Lionel Messi Tak Layak Ballon d’Or

Gilabola.com – Jose Mourinho menilai Lionel Messi tak layak dapat Ballon d’Or. Kegagalan di Liga Champions jadi acuan penilaian The Special One.
Jose Mourinho tidak menjagokan pahlawan Barcelona, Lionel Messi, untuk meraih trofi Ballon d’Or edisi berikutnya usai gagal di Liga Champions. Ia sempat dijagokan banyak pihak usai menang skor 3-0 saat lawan Liverpool di semifinal leg pertama di Camp Nou.
Sempat diduga akan terus melaju hingga final, Barca malah dipermalukan tim yang sama enam hari kemudian. Hal itu membuat peluang Ballon d’Or 2019 Messi menjauh.
Meski masih menjadi favorit bersama Cristiano Ronaldo, namun ia harus bersaing dengan pemain bertahan Liverpool, Virgil van Dijk. Pemain Belanda itu berpeluang rebut trofi individu itu tergantung hasil final Liga Champions yang akan dilakoni oleh Tottenham Hotspur.
Jose Mourinho banjir kecaman dari fans Lionel Messi
Sadio Mane dan Mohamed Salah juga diperhitungkan setelah kubu The Reds mempermalukan La Pulga dan timnya. Hal ini tak luput dari pengamatan Mourinho meski sempat menggambarkan Messi sebagai dewa sepakbola di leg pertama.

Berita Terkait

Lionel Messi Setujui Kesepakatan Transfer Pesaing Luis Suarez
Kylian Mbappe Yakin Kalahkan Lionel Messi untuk Sepatu Emas Eropa
Lionel Messi Samai Rekor Berusia 64 Tahun Milik Telmo Zarra

“Kalau sekarang saya tidak yakin jika dia berhak mendapatkan trofi Ballon d’Or tahun ini. Dia tidak layak karena gagal di Liga Champions,” ujar The Special One melalui RMC.
Komentar The Special One memancing beragam reaksi di media sosial. Fans Barca dan Messi jelas jadi kubu yang tidak setuju dengan ucapannya.
“Secara resmi bisa dipastikan: Mourinho tidak mengerti apa-apa,” tulis salah satu fanpage Barca. “Sepertinya Mourinho ingin tidak beruntung. Bayangkan dia bilang ‘Messi tidak berhak dapatkan Ballon d’Or’. Untung dia tidak ikut memilih,” timpal fans lainnya.
 
Sumber: Jose Mourinho Nilai Lionel Messi Tak Layak Ballon d’Or

Gary Lineker Jagokan Liverpool Menangkan Liga Champions

Gilabola.com – Eks penyerang Timnas Inggris sekaligus pakar sepakbola Gary Lineker menjagokan Liverpool jadi juara Liga Champions edisi kali ini.
Liverpool sangat difavoritkan luar biasa untuk memenangkan gelar Liga Champions ketika mereka menghadapi Tottenham Hotspur di final di Madrid pada 2 Juni, kata mantan striker Timnas Inggris dan pakar sepakbola Gary Lineker.
Lineker, yang menghabiskan tiga musim di Tottenham Hotspur antara 1989 hingga 1992, menegaskan bahwa selisih 26 poin pada klasemen Liga Inggris Premier antara runner-up The Reds dan mantan timnya yang berada di urutan keempat sebagai bukti jurang pemisah yang besar antara kedua tim.
“Secara keseluruhan The Reds memiliki pemain yang lebih baik,” kata Lineker kepada The Times. “Mereka menyelesaikan musim ini dengan keunggulan 20 poin lebih di depan Tottenham sehingga sulit untuk membuktikan bahwa Tottenham adalah favorit juara (Liga Chamnpions).”
“Tapi, seperti yang kita ketahui dalam sepakbola, tim terbaik tidak selalu menang, dimana itu merupakan salah satu hal yang membuat sepakbola begitu istimewa.”
Pria berusia 58 tahun itu juga memuji manajer The Reds Jurgen Klopp karena berhasil menciptakan tim dalam citranya sendiri, sambil menunjukkan bahwa Spurs perlu mendatangkan pemain baru untuk mengimbangi ambisi pelatih The Lilywhites, Mauricio Pochettino.
“Klopp adalah pria yang sangat antusias dan bersemangat,” tegas Lineker. “Tim ini sangat mencerminkan kepribadiannya – sangat dinamis, punya energi yang luara biasa. Dia jelas sangat cerdas, dan dia pelatih yang brilian yang menunjukkan hasratnya.”

Berita Terkait

Liverpool Mulai Persiapan di Spanyol Senin (20/5) Ini
Tottenham Hotspur Kapan Saja Bisa Ditinggal Sissoko Dan Pochettino
Tottenham Hotspur Ingin Tukar Allegri dengan Pochettino

Liverpool dan Tottenham Hotspur dalam laga penentuan
“Pochettino jelas salah satu manajer terbaik di sepak bola, tetapi (Spurs) memang membutuhkan investasi pemain, dia mengatakan itu kepada saya sendiri. Dia perlu didukung dan saya takut jika dia tidak didukung, mereka (Spurs) akan merasa cukup sulit untuk mempertahankannya.”
Tottenham belum mendatangkan satupun pemain baru dalam dua bursa transfer terakhir dengan klub dipaksa untuk memperketat pengeluaran setelah stadion mereka direnovasi.
Pochettino telah mengisyaratkan dia bisa pergi jika Spurs tidak dapat menantang untuk gelar-gelar besar karena kurangnya investasi pada pemain, yang akan menjadi pukulan besar bagi klub yang telah dia pimpin untuk empat kali finis empat besar berturut-turut di klasemen Liga Inggris.
“Ini benar-benar momen yang menentukan bagi Tottenham,” tambah Lineker. “Mereka harus memutuskan siapa diri mereka.”
“Apakah mereka akan bergerak maju dan menjadi klub yang dapat bersaing di final Liga Champions lainnya dan bukan hanya satu kali saja, itu masih harus dilihat nanti.”
Sumber: Gary Lineker Jagokan Liverpool Menangkan Liga Champions

Liverpool Ditolak Klub Belanda Ini Jelang Final Liga Champions

Liverpool ingin melakukan laga persahabatan untuk pemanasan satu minggu jelang final Liga Champions tapi klub Belanda ini menolak tawaran itu. Begini alasannya.
Final Liga Champions akan berlangsung Minggu 2 Juni 2019 mendatang (waktu Indonesia) dan skuad Jurgen Klopp ingin melakukan pemanasan agar sendi-sendi para pemainnya tidak karatan. Mereka sudah punya target lawan yang tidak terlalu sulit namun juga tidak terlalu mudah. Tawaran dikirimkan, eh tapi ditolak. Ada apa?
AZ Alkmaar adalah tim yang tepat bagi Liverpool jelang final Liga Champions. Mereka menduduki urutan keempat Eredivisi Belanda yang cukup tangguh, dan akan menjadi lawan yang cukup membuat berkeringat para pemain The Reds, namun permohonan untuk menjadi sparring partner ditolak oleh klub Belanda tersebut.
Mereka beralasan sebagian besar pemain sudah pergi menjalankan komitmen mereka dengan timnas masing-masing dan para pemain lain sisanya sudah berangkat untuk liburan musim panas.

Berita Terkait

7 Rekor Mencengangkan Liga Primer Inggris 2018/19
Liverpool Jual 17 Pemain Bernasib Tak Jelas Akhir Musim Ini
Liverpool Gigit Jari, Julian Brandt Lebih Suka Borussia Dortmund

Liverpool sudah memainkan laga terakhirnya musim ini saat mereka menang 2-0 atas Wolverhampton Wanderers akhir pekan silam dengan dua gol dari Sadio Mane membawa mereka meraih 97 poin. Tapi perolehan poin yang sangat superior itu, yang pada musim-musim lalu sudah cukup untuk meraih gelar juara Liga Inggris, kali ini tidak cukup karena Manchester City dengan keras kepala berhasil mendapatkan 98 poin. The Skyblues menang 4-1 di kandang Brighton pada laga liga terakhirnya.
Kabar buruk soal kegagalan mereka meraih gelar juara Liga Inggris kini diikuti oleh kabar buruk penolakan AZ Alkmaar menjadi lawan tanding selang seminggu sebelum pertandingan sangat penting bagi The Reds musim ini. Jika akhirnya berhasil juara Liga Champions maka itu adalah gelar keenam Liverpool di kancah Eropa.
Pertandingan persahabatan itu sedianya dijadwalkan digelar di Spanyol dengan The Reds sudah akan terbang ke lokasi final di kota Madrid tujuh hari sebelum pelaksanaan untuk membiasakan diri dengan situasi setempat.
Sumber: Liverpool Ditolak Klub Belanda Ini Jelang Final Liga Champions

Tottenham Hotspur Dapat Kabar Baik Soal Harry Kane

Gilabola.com – Tottenham Hotspur dapat kabar baik soal Harry Kane jelang final Liga Champions. Kondisinya dilaporkan mulai membaik untuk laga tersebut.
Harry Kane membangkitkan semangat skuad Tottenham Hotspur setelah dilaporkan kondisinya mulai membaik. Sang striker sempat bergelut dengan cedera engkel dan tidak bisa memperkuat tim selama sebulan lamanya.
Kane sudah tidak bermain lagi sejak masa yang disebutkan manajemen sebagai ‘cedera engkel ligamen yang sangat signifikan’ di laga leg pertama perempat final saat melawan Manchester City. Hal itu terjadi lima pekan yang lalu.
Tottenham Hotspur dan Harry Kane ditunggu Liverpool
Mirror Sport melaporkan jika saat ini kondisi Kane mulai membaik usai menjalani proses rehabilitasi. Ia juga bisa ikut dalam laga Nation League yang dipimpin oleh Gareth Southagate di Wembley.

Berita Terkait

Tottenham Hotspur Incar Pengagum Eric Dier, Isaac Hayden
Kecurangan Lagi? Liverpool Dapatkan Kamar VVIP Daripada Tottenham
Wasit yang Dibenci Neymar Jadi Pengadil Liverpool Kontra Tottenham Hotspur

Kane dan rekan satu timnya di skuad Spurs dijadwalkan melawan Liverpool di final Liga Champions pada tanggal 2 Juni 2019, 02.00 Wib. Meski akan diperkuat Kane, namun peluang menang mereka masih bermain di angka 25% berbanding peluang juara The Reds yang ada di angka 48%. Kedua tim akan berlaga di Stadion Wanda Metropolitano.
Kubu polesan Jurgen Klopp tidak ingin menganggap remeh ancaman Spurs. Mereka baru gagal mendapatkan gelar juara Premier League dan siap melampiaskan kekesalan di Liga Champions saat lawan Spurs.
“Semua pemain pasti lagi berpikir tentang laga kami di Liga Champions. Kami juga sadar jika sekarang hanya perlu rehat sejenak sebelum nantinya akan melawan Spurs untuk menjuarai UCL,” ujar Andrew Robertson dalam situs resmi The Reds.
Sumber: Tottenham Hotspur Dapat Kabar Baik Soal Harry Kane

Liverpool Bersiap Kalah Setelah Lihat Nama Wasit Final Liga Champions

Liverpool kecewa melihat nama wasit final Liga Champions nanti. Bisa terulang tragedi kekalahan musim lalu di tangan Real Madrid.
Wasit asal Slovenia, Damir Skomina, dipilih UEFA untuk jadi pengadil partai final Liga Champions antara Tottenham Hotspur vs Liverpool di Madrid tanggal 2 Juni mendatang. Dan para pendukung The Reds tidak akan menyukai nama itu.
Dalam sejarah kebudayaan sepak bola di masa lalu, Damir Skomina sudah memimpin lima laga The Reds dan berujung dengan empat kekalahan serta satu kemenangan. Pengalaman pertama Liverpool dengan wasit ini terjadi tahun 2009 saat ia menjadi pengadil dalam laga lawan Fiorentina di Stadion Anfield dan berujung kekalahan.
Enam tahun kemudian, berarti tahun 2015, ia memimpin pertandingan The Reds lawan skuad Besiktas asal Turki dan lagi-lagi berakhir dengan kekalahan sebelum sebuah laga lain kompetisi Eropa lainnya melawan tim asal Spanyol, Villarreal, dan kembali dengan kekalahan.

Berita Terkait

7 Rekor Mencengangkan Liga Primer Inggris 2018/19
Liverpool Jual 17 Pemain Bernasib Tak Jelas Akhir Musim Ini
Liverpool Gigit Jari, Julian Brandt Lebih Suka Borussia Dortmund

Damir Skomina juga menjadi wasit saat Liverpool kalah 4-2 lawan AS Roma di ajang leg kedua semi final Liga Champions musim lalu, meski tetap lolos karena keunggulan skor agregat. Dan rangkaian kekalahan itu berakhir saat The Reds menang atas Napoli di awal musim ini pada babak penyisihan grup kompetisi Eropa tersebut.
Supaya fair harus disebutkan bahwa pengadil asal Solvenia ini pernah memimpin dua pertandingan Tottenham Hotspur, satu berakhir dengan kekalahan 4-3 lawan Inter Milan tahun 2010 dan satunya lagi draw 2-2 lawan Benfica tahun 2014.
Wasit ini pamor namanya setelah dihina-hina oleh Neymar di media sosial usai kekalahan hebat PSG 1-3 di tangan Manchester United di Parc des Princes pada tanggal 7 Maret lalu saat leg kedua laga 16 besar Liga Champions. The Red Devils kemudian lolos ke babak perempat final dengan agresifitas gol tandang 3-3 setelah kalah 2-0 dari leg pertama di Old Trafford. Setan Merah kemudian takluk 4-0 agregat di tangan Barcelona pada babak perempat final.
Daftar Laga Liverpool yang dipimpin Damir Skomina

Liverpool 1-2 Fiorentina, 9 Des 2009
Besiktas 1-0 Liverpool, 26 Feb 2015
Villarreal 1-0 Liverpool, 28 April 2016
Roma 4-2 Liverpool, 2 Mei 2018
Liverpool 1-0 Napoli, 11 Des 2018

Sumber: Liverpool Bersiap Kalah Setelah Lihat Nama Wasit Final Liga Champions

Kecurangan Lagi? Liverpool Dapatkan Kamar VVIP Daripada Tottenham

Teori konspirasi terbaru jelang final Liga Champions: Liverpool berstatus tim tamu tapi kebagian kamar ganti yang jauh lebih mewah di stadion. Kecurangan apa lagi ini?
Dalam final Liga Champions, sebagaimana sudah ditentukan saat drawing untuk babak semi final, pemenang dari partai Tottenham Hotspur vs Ajax Amsterdam akan bertindak sebagai tim tuan rumah saat final di Estadio Wanda Metropolitano. Sementara pemenang partai Barcelona vs Liverpool akan bertindak sebagai tim tamu.
Namun jelang partai puncak kompetisi elit Eropa itu hari Minggu tanggal 2 Juni dinihari waktu Indonesia, muncul kabar tidak menyenangkan untuk para pendukung Spurs. Lawan mereka Liverpool akan menggunakan kamar ganti tuan rumah yang jauh lebih mewah di stadion milik Atletico Madrid tersebut. Tapi jangan buru-buru menuduh begini curang begitu curang.
Hal ini diambil sebagai keputusan setelah pihak UEFA berembuk dengan manajer stadion, perwakilan fans The Reds, kepolisian kota Madrid dan polisi Spanyol. Mereka melihat semua peluang terjadinya bentrok antara pendukung kedua kesebelasan, perlintasan yang diambil masing-masing fans saat menuju stadion, di mana letak stasiun transportasi umum terdekat dan hal-hal lainnya.

Berita Terkait

7 Rekor Mencengangkan Liga Primer Inggris 2018/19
Liverpool Jual 17 Pemain Bernasib Tak Jelas Akhir Musim Ini
Liverpool Gigit Jari, Julian Brandt Lebih Suka Borussia Dortmund

Berangkat dari semua analisa itu, seperti dilansir oleh kawan-kawan yang baik dari Squawka maka diputuskan bahwa hal terbaik dari sisi keamanan adalah menempatkan suporter The Reds di tribun selatan Estadio Wanda Metropolitano. Dan karena mereka berada di sisi selatan, demi keamanan para pemain kedua tim dan menghindari terjadinya pelemparan yang tidak perlu dari para penonton, tim tamu Liverpool akan menggunakan kamar ganti di sisi selatan itu, yaitu kamar mewah milik Atletico Madrid. Sedangkan Tottenham selaku tuan rumah akan menggunakan kamar ganti tim tamu di sisi utara stadion. Lihat mewahnya kamar ganti itu di bawah ini.

#Liverpool will be the ‘away’ team in the #UCLFinal2019 but get Atleti’s dressing room for the game at the Wanda Metropolitano. I had a look at it earlier today… #LFC #UCL pic.twitter.com/du3768FHAz
— Ben Hayward (@bghayward) May 13, 2019

Sumber: Kecurangan Lagi? Liverpool Dapatkan Kamar VVIP Daripada Tottenham

Wasit yang Dibenci Neymar Jadi Pengadil Liverpool Kontra Tottenham Hotspur

Gilabola.com – Uefa menunjuk wasit Slovenia, Damir Skomina, sebagai pengadil lapangan di final Liga Champions antara Tottenham Hotspur kontra Liverpool, 1 Juni mendatang.
Spurs dan Liverpool tampil gemilang di leg kedua semi final Liga Champions, di mana keduanya masing-masing kalahkan dua tim kuat; Ajax dan Barcelona. The Reds berhasil membalikkan situasi setelah tertinggal 0-3 di leg pertama yang digelar di Camp Nou.
Sedangkan Tottenham, kalah 0-1 di leg pertama dan sempat tertinggal 0-2 di leg kedua sebelum akhirnya berbalik menang 3-2 di akhir laga. Skuad Mauricio Pochettino itu berhasil melaju ke final meskipun imbang secara agregat karena unggul gol tandang. Kedua tim akan menggelar all-English final di Wanda Metropolitano, Madrid.
Uefa pun memilih wasit asal Slovenia, Damir Skomina, untuk menjadi pengadil dalam pertemuan the Reds dan Spurs di kandang Atletico Madrid tersebut. Wasit berusia 42 tahun itu memang sudah kantongi banyak pengalaman di berbagai final ajang Eropa.
Catatan Final Skomina
Skomina sebelumnya juga menjadi wasit dalam final Liga Europa antara Manchester United dan Ajax pada 2017 lalu. Lalu, dia pula yang jadi pengadil saat Atletico menang 3-0 atas Chelsea di Uefa Super Cup di tahun 2012.
Dia juga menjadi ofisial ke empat di final Liga Champions 2013, saat Bayern Munchen kalahkan Borussia Dortmund, 2-1, di Wembley. Kini, Damir Skomina juga telah dianugerahi penghargaan tertinggi untuk wasit di level klub di Eropa.

Berita Terkait

7 Rekor Mencengangkan Liga Primer Inggris 2018/19
Liverpool Jual 17 Pemain Bernasib Tak Jelas Akhir Musim Ini
Liverpool Gigit Jari, Julian Brandt Lebih Suka Borussia Dortmund

Musim ini, Skomina sudah mengawal jalannya empat pertandingan Liga Champions. Salah satunya adalah laga yang dilakoni skuad Jurgen Klopp, saat mereka menang 1-0 di kandang melawan Napoli. Kemenangan inilah yang kemudian mengirim mereka ke babak knockout.
Neymar Disanksi Uefa Gara-gara Hina Skomina
Skomina pula yang bertugas saat Manchester United raih kemenangan kontroversial di kandang PSG, yang membuat Setan Merah berhasil membalikkan situasi dan melaju ke perempat final.
Di leg kedua babak 16 besar yang digelar di Parc des Princes, Skomina putuskan hadiah penalti kepada tim tamu di menit akhir pertandingan – yang kemudian sukses dieksekusi Marcus Rashford, setelah mengkonsultasikannya melalui VAR.
Keputusan Skomina ini sempat membuat Neymar naik pitam, dan berang di media sosial. Bintang asal Brasil itu akhirnya dijatuhi sanksi larangan bermain dalam tiga pertandingan di ajang Eropa akibat menghina Skomina.
Sumber: Wasit yang Dibenci Neymar Jadi Pengadil Liverpool Kontra Tottenham Hotspur

Medhi Benatia Jagokan Cristiano Ronaldo Raih Ballon d’Or

Gilabola.com – Medhi Benatia jagokan Cristiano Ronaldo raih Ballon d’Or lagi. Peran mereka di Liga Champions ikut dibahas.
Perebutan trofi Ballon d’Or masih menjadi hal yang paling diantisipasi dunia sepakbola. Persaingan musim ini antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi ikut menjadi pembahasan diantara Giboler’s, termasuk Medhi Benatia.
Pertarungan prestasi klasik antara CR7 lawan La Pulga masih menguat terkait siapa yang akan kembali memenangkan trofi bergengsi tersebut. Saat banyak yang menjagokan Messi, mantan pemain Juventus itu berpikir sebaliknya.
“Ronaldo? Kalau menurut saya dia yang lebih berhak meraih trofi Ballon d’Or kali ini. Kita masih perlu menunggu siapa yang akan menjadi juara gelaran Liga Champions dulu,” ujar Benatia saat membahas siapa yang berhak untuk jadi juaranya.
Cristiano Ronaldo diunggulkan meraih Ballon d’Or
“Messi? Dia memang sudah punya musim yang luar biasalah. Dia boleh saja mendapatkannya, tapi dengan Liverpool mengalahkan Barcelona, saya pikir langsung mengurangi peluangnya.”

Berita Terkait

Cristiano Ronaldo Berdonasi Buka Puasa Untuk Palestina
Cristiano Ronaldo Lebih Maju Di Juventus Daripada Madrid
Selama Lionel Messi Masih Main, Ia Layak Dapatkan Ballon d’Or

CR7 dan timnya ditendang Ajax Amsterdam di perempat final, saat La Pulga dipatok Liverpool di laga semi final. Meski era mereka akan segera berakhir, namun selagi masih ada maka pembicaraan soal mereka berdua akan terus ada.
Ronaldo dan Juve sendiri akan bertarung lawan Atalanta di Serie A pada hari Senin pekan depan (20/5), pukul 01.30 Wib. Mereka diprediksi akan menang skor tipis dengan peluang 38% saja.
Di La Liga, Messi dan Barcelona akan melawan tim seringan Eibar pada hari Minggu (19/5), pukul 21.15 Wib. Barca diunggulkan menang skor besar dengan peluang 50% berbanding 26% di Stadion Municipal de Ipurua.
 
Sumber: Medhi Benatia Jagokan Cristiano Ronaldo Raih Ballon d’Or

Liverpool Dapat Fasilitas Tuan Rumah di Final Liga Champions, Ini Sebabnya

Gilabola.com – Berstatus sebagai tim tandang Liverpool malah menjadi tim yang dapatkan ruang ganti tuan rumah di Wanda Metropolitano dan bukannya Tottenham Hotspur. Ternyata ini sebabnya!
Ya, skuad Jurgen Klopp itu ditunjuk sebagai tim ‘tandang’ untuk final Liga Champions melawan Tottenham Hotspur pada 1 Juni mendatang. Tapi Atletico Madrid yang jadi empunya Wanda Metropolitano serahkan kunci ruang gantinya pada Liverpool, dan bukannya Tottenham yang jelas-jelas berstatus tim ‘kandang’.
Walau menjadi tim ‘tuan rumah’ untuk all-English final di laga puncak Liga Champions musim ini, Spurs akan beristirahat di ruang ganti yang biasanya disediakan untuk tim tamu. Terakhir, ruang ganti itu digunakan Sevilla dalam hasil imbang 1-1 melawan Atletico pada akhir pekan lalu.

Selain itu, Jurgen Klopp dan stafnya juga akan mendapat bench Atletico, yang biasanya ditempati pelatih Rojiblancos, Diego Simeone, saat timnya menggelar laga kandang di Wanda Metropolitano.

Berita Terkait

7 Rekor Mencengangkan Liga Primer Inggris 2018/19
Liverpool Jual 17 Pemain Bernasib Tak Jelas Akhir Musim Ini
Liverpool Gigit Jari, Julian Brandt Lebih Suka Borussia Dortmund

Semata Karena Keamanan
Ternyata, hal ini dilakukan semata-mata karena masalah keamanan. Langkah-langkah pengamanan yang lumayan ketat untuk pertandingan besar akan diterapkan dalam laga ini, termasuk di masing-masing Fan Zones, yang terletak di beberapa bagian terpisah di Madrid dan rencana rute yang akan dilewati dua kelompok pendukung saat mereka lakukan perjalanan ke stadion dan saat memasuki kawasan, maupun pengaturan tempat duduk khusus untuk suporter di dalam arena pertandingan.
Suporter the Reds rencananya akan mendapat akses stadion dari arah selatan, sementara fans Tottenham akan mengambil rute memasuki stadion dari arah utara. Itu menjadi titik masuk masing-masing suporter yang mempengaruhi pula distribusi ruang ganti untuk perlengkapan pertandingan.
Karena pertimbangan keamanan pula, panpel memangkas kapasitas Wanda Metropolitano yang semula 68 ribu tempat duduk menjadi 63 ribu untuk permainan akbar ini. Kedua finalis pun telah mendapat alokasi 17 ribu tiket untuk laga tersebut.
Sumber: Liverpool Dapat Fasilitas Tuan Rumah di Final Liga Champions, Ini Sebabnya