Solskjaer Waspadai Kekuatan Leicester

Football5star.com, Indonesia – Manchester United akan menghadapi Leicester City di Stadion King Power, Minggu (3/2/2019). Pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer, mengaku timnya akan mewaspadai permainan tim tuan rumah.

Performa Leicester musim ini saat menghadapi tim-tim besar
cukup memukau. Tercatat Chelsea dan Manchester City berhasil mereka kalahkan.
Terakhir, anak asuh Claude Puel sukses menahan imbang Liverpool di Anfield.

Untuk itu, Solskjaer tidak ingin timnya kecolongan saat bertandang ke Stadion King Power nanti. Apalagi Leicester selama ini dikenal memiliki energi dan kekuatan lini belakang yang bagus.

standard.co.uk

“Saya menyaksikan laga mereka melawan Liverpool. Mereka
sangat berenergi dan disiplin. Pertahanan mereka juga sangat bagus karena
menumpuk banyak pemain di sana. Jadi ini akan menjadi laga yang berat untuk
kami,” kata Solskjaer seperti dilansir di situs resmi MU, Sabtu (2/2/2019).

“Sementara di lini depan mereka memiliki pemain yang punya
kecepatan seperti Jamie Vardy, Demarai Gray, James Maddison, dan Marc
Albrighton. Leicester sudah membuktikan diri sebagai tim yang kuat dengan
mengalahkan Chelsea,” ia menambahkan.

Pada kesempatan yang sama pelatih yang menggantikan posisi
Jose Mourinho itu menegaskan kondisi dua pemainnya, Paul Pogba dan Anthony
Martial baik-baik saja dan siap diturunkan sejak menit awal.

“Saya tidak berpikir sesuatu telah terjadi pada Pogba dan
Martial. Mereka sudah mendapat istirahat yang cukup jadi mereka bisa bermain
pada laga nanti. Mereka sudah tidak sabar menghadapi Leicester,” tutupnya.
The post Solskjaer Waspadai Kekuatan Leicester appeared first on Football5star Berita Bola.

Seperti Man City, Chelsea Juga Keok di Kandang Sendiri

Seperti Man City, Chelsea Juga Keok di Kandang Sendiri– Nasib kurang baik juga menghampiri The Blues Chelsea. Seperti Manchester City, Chelsea juga kalah dikandangnya sendiri dengan skor tipis 1-0 atas Leicester City. Gol tunggal tersebut dicetak oleh Jamie Vardy.

The Blues tampak perkasa hampir di sepanjang pertandingan, terbukti dengan catatan penguasaan bola yang mencapai 72 persen berbanding 28 persen. Selain itu, mereka juga berhasil menciptakan lima tembakan tepat sasaran.

Sayangnya, gol tunggal Jamie Vardy pada babak kedua membuat catatan tersebut terasa sia-sia. Kekalahan itu membuat Chelsea tertahan di peringkat empat klasemen Premier League dengan koleksi 37 poin, sama seperti Arsenal yang menghuni posisi lima.

Chelsea nyaris unggul saat pertandingan baru berjalan dua menit. Kejadiannya diawali skema tendangan bebas dari David Luiz yang mengarah ke Willian. Pemain asal Brasil tersebut berhasil menerobos lini pertahanan Leicester, sayang gagal menggapai bola dengan baik.

Menit ke-17, Chelsea kembali mendapat peluang. Setelah mendapat operan pendek dari sepak pojok Willian, Pedro lalu melepas umpan ke arah David Luiz yang berada di tiang jauh. Umpan tersebut gagal menjadi gol setelah sundulan sang bek gagal menemui sasaran.

Dominasi The Blues pada pertandingan kali ini terlihat melalui peluang Eden Hazard di menit ke-33. Namun lagi-lagi kedudukan batal berubah lantaran tembakan bintang asal Belgia tersebut hanya membentur mistar gawang.

Leicester tidak hanya duduk di areanya saja. Mereka pun sempat membuat peluang pada menit ke-41. Hasil halauan dari tembakan pemain The Foxes lainnya jatuh di kaki Wilfred Ndidi, yang tanpa ragu melepas tendangan first time. Namun Kepa Arrizabalaga masih sigap menghalau bola dengan apik.

The Blues kembali menebar ancaman. Jelang wasit mengakhiri babak pertama, Jorginho sempat melepas tembakan keras dari luar kotak penalti. Tendangan tersebut harus membuat kiper The Foxes, Kasper Schmeichel, harus berupaya kerasa untuk menahannya.

Kedudukan akhirnya berubah saat babak kedua baru berjalan enam menit. Adalah Leicester City, melalui Jamie Vardy, yang mencetak gol terlebih dahulu. Striker asal Inggris itu berhasil mengkonversi umpan dari James Maddison dengan baik dan mengubah skor menjadi 1-0.

Tak ingin dipermalukan di markasnya sendiri, Chelsea pun berusaha untuk mengejar ketertinggalan. Pada menit ke-58, sebuah sepakan keras dari Hazard kembali gagal menjebol gawang Leicester karena penampilan apik dari Kasper Schmeichel.

The Foxes nyaris menambah keunggulan! Menit ke-66, sebuah tembakan jarak dekat dari Jamie Vardy mengarah ke gawang tepat saat Kepa masih terbaring setelah melakukan penyelamatan. Untungnya, masih ada Marcos Alonso yang melakukan blok.

Leicester kembali menciptakan peluang pada menit ke-81. Marc Albrighton mendapat bola mentahan dari tendangan bebas The Foxes, dan langsung melepas tembakan mendatar yang memaksa Kepa membuat penyelamatan gemilang!

Pada menit-menit akhir, Chelsea sempat mendapat dua peluang emas dari Rudiger dan Marcos Alonso. Sayangnya, keduanya gagal memanfaatkan peluang dengan baik sehingga The Blues harus terima dikalahkan Leicester 0-1.
The post Seperti Man City, Chelsea Juga Keok di Kandang Sendiri appeared first on bolamagz.net.

Bersama Fulham, Claudio Ranieri Enggan Umbar Janji

Bersama Fulham, Claudio Ranieri Enggan Umbar Janji- Claudio Ranieri resmi menjadi pelatih baru Fulham usai mengaanggur dari Leicester City. Jadi pelatih Fulham, Ranieri membeberkan jika dirinya tak akan mengumbar janji janji manis.
Dalam karirnya di dunia kepelatihan, Ranieri telah menukangi banyak tim-tim besar dari seluruh dunia, seperti Chelsea, Juventus, hingga Inter Milan. Namun dari kesemuanya, prestasi terbaik yang pernah ia torehkan hanya menjadi runner-up liga.
Status ‘Mr Runner-up’ yang pernah disematkan ke Ranieri langsung runtuh begitu ia menukangi Leicester City di musim 2015-2016 silam. Ia sukses membawa The Foxes keluar sebagai juara Premier League, sesuatu yang tak bisa dibayangkan oleh para penikmat sepak bola di seluruh dunia kala itu.
Sayangnya, kesuksesannya bersama Leicester hanya menjadi keajaiban semata. Sebab pada musim selanjutnya, grafik penampilan Jamie Vardy dkk menurun lantaran beberapa pemainnya hengkang ke tim lain dan berujung pada pemecatan Ranieri.
Setelah mengakhiri kiprahnya di Prancis bersama Nantes, Ranieri pun kembali ke Premier League bersama Fulham. Di klubnya yang baru, ia mengaku tak ingin lagi mengingat-ingat masa kejayaannya bersama Leicester dulu.
“Kami harus bekerja keras. Itu [kesuksesan bersama Leicester City] merupakan bonus, sebuah dongeng semata. Kami harus melupakannya,” ujar Ranieri dalam perkenalannya sebagai pelatih anyar Fulham, dikutip dari Goal.
“Saya pikir sekarang tidaklah perlu untuk memikirkan keajaiban itu, tetapi lebih memikirkan pertarungan dan siap melaluinya bersama-sama. Saya ulangi: Bersama-sama. Klub, pemain, penggemar – bersama,” lanjutnya.
Tanggung jawab Ranieri di Fulham terbilang besar, sebab ia harus segera mengangkat tim asuhannya itu dari dasar klasemen Premier League. Maka dari itu, ia mengharapkan berbagai dukungan dari semua elemen Fulham saat ini.
“Bersama mereka harus mendukung kami, dan ini adalah momen yang buruk karena kami ada di dasar klasemen,” tambahnya.
“Saya orang yang ambisius, saya punya pemain-pemain yang bagus, tetapi saya memilih mereka yang menunjukkan semangat berjuang. Saat pemain dan penggemar saling membantu, [kami] paham sedang bersama di jalur yang sama. Sekarang saya butuh dukungan penggemar kami untuk memberikan yang terbaik,” tandasnya.
Racikan Ranieri bersama Fulham bisa disaksikan dalam ajang Premier League hari Sabtu (24/11) mendatang, tepat saat mereka melawan Southampton. Setelahnya, Fulham dihadapkan dengan tantangan berat lantaran harus menghadapi Chelsea.
The post Bersama Fulham, Claudio Ranieri Enggan Umbar Janji appeared first on bolamagz.net.