FEATURE: 5 PR Besar Solskjaer di Manchester United

Football5star.com, Indonesia – Pergantian manajer akhirnya tak terhindarkan di Manchester United. Selasa (18/12/2018), Jose Mourinho resmi dilengserkan. Keesokan harinya, Ole Gunnar Solskjaer diangkat sebagai manajer caretaker. Mantan striker timnas Norwegia itu diberi tugas hingga akhir musim.
Meskipun hanya sebagai manajer sementara, tentu saja Solskjaer bukan hanya pengisi kekosongan. Dia pasti diharapkan mampu mengurai permasalahan yang ada di Manchester United selama ditangani Mourinho. Berikut ini, Football5Star.com menguraikan 5 pekerjaan rumah besar yang dihadapi pria yang semasa aktif dijuluki The Baby-faced Assasin itu.

1. Mengembalikan Harmoni di Kamar Ganti
futaa.com
Sudah bukan rahasia, selama musim ini, ruang ganti Manchester United tidak harmonis. Meskipun selalu ditutupi dan tak diakui, ada ketegangan di antara beberapa pemain dengan Mourinho. Secara spesifik, Paul Pogba dengan The Special One. Maklum, sang manajer kerap kali melontarkan pernyataan kontroversial soal sang pemain.
Tak pelak, tugas pertama dan utama Solskjaer adalah menyelesaikan hal tersebut. Harmoni harus kembali dirajut di dalam skuat sehingga kebersamaan dan saling percaya bisa tumbuh kembali. Ini akan menjadi dasar untuk membangkitkan Red Devils dari keterpurukan.

2. Menetapkan Skema Pasti
90min.de
Sepanjang musim ini, Jose Mourinho seolah tak punya susunan pemain yang pasti. Tak ada starting XI baku. Rotasi tak henti dilakukan. Di satu sisi, ini membuat lawan susah meraba kekuatan mereka. Namun, di sisi lain, ini membuat Manchester United tak punya sebuah skema dan susunan pemain andalan.
Guna membangkitkan Red Devils, Solskjaer mesti memastikan siapa pemain utama, siapa pemain cadangan. Ini sangat penting guna menumbuhkan kepercayaan diri para pemain, terutama para bintang utama Manchester United yang sangat labil pada musim ini.

3. Memperbaiki Pertahanan
itv.com
Gaya main Manchester United kerap jadi sasaran kritik semasa ditangani Jose Mourinho. Mereka kerap dituding tidak atraktif dan cenderung memainkan negative football. Namun, anehnya, pertahanan mereka begitu rapuh.
Dalam 17 laga yang telah dilakoni di Premier League musim ini, Red Devils telah kebobolan 29 gol. Itu hanya lebih baik dari Fulham (42), Burnley (33), Cardiff City (33), dan Southampton (32). Selain itu, Red Devils juga sangat jarang clean sheet. Sepanjang musim ini, mereka baru dua kali tak kebobolan. Itu hanya lebih baik dari Fulham.
Membenahi lini pertahanan menjadi hal penting karena seperti kata pepatah lama di sepak bola, pertahananlah yang membuat sebuah tim juara. Solskjaer harus bercermin ke Liverpool yang sejak musim lalu membenahi lini pertahanan dan mulai menunjukkan buahnya pada musim ini.

4. Membangkitkan Para Bintang
sport360.cm
Sepanjang musim ini, penurunan performa ditunjukkan hampir semua pemain Manchester United. Terutama para bintang yang sejatinya diharapkan menjadi pemimpin, teladan, dan pemutus kebuntuan di lapangan. Paul Pogba, Alexis Sanchez, Nemanja Matic, dan Romelu Lukaku adalah beberapa pilar kerap menjadi sorotan.
Menilik kelas dan kualitas para bintang yang ada, tak ada keraguan bahwa Red Devils akan dapat bangkit dan kembali ke habitatnya sebagai tim papan atas di Premier League andai para bintang yang ada selalu tampil konsisten dan dapat diandalkan setiap pekan. Tak ayal, Solskjaer wajib membangkitkan mereka.

5. Memperjelas Fungsi Pemain
standard.co.uk
Dalam skema permainan Jose Mourinho musim ini, beberapa pemain kerap tak memiliki peran jelas dan pasti. pemain yang paling disorot adalah Marcus Rashford. Pemain yang diorbitkan Louis van Gaal itu justru menurun sejak ditangani Mourinho.
Beberapa pengamat menilai Rashford jadi korban keserbabisaannya. Seiring kedatangan Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez, dia tak pernah punya posisi yang pasti. Inilah yang ditengarai menurunkan ketajamannya. Hal serupa juga dialami Ander Herrera, Paul Pogba, dan Juan Mata di lini tengah.

More News on Liga Inggris

Xavi Kagumi Permainan Chelsea di Bawah Asuhan Sarri

Sane Geleng-Geleng Lihat Ketajaman Sterling

Pelatih Wolverhampton Senang Usai Dikalahkan Liverpool

The post FEATURE: 5 PR Besar Solskjaer di Manchester United appeared first on Football5star Berita Bola.

KOLOM: Polemik Mourinho dan Kisah Es Krim Kerucut

Football5star.com, Indonesia – Konflik internal Manchester United tidak kunjung mereda. Imbasnya, pasukan Jose Mourinho menelan serangkaian hasil mengecewakan.
Man. United melorot ke posisi ke-10 klasemen sementara Premier League. Penyebabnya adalah kekalahan 1-3 saat menghadapi West Ham United di London Stadium, Sabtu (29/9/2018).
Setan Merah baru mengoleksi 10 angka pada musim 2018-19. Itu menyamai catatan terburuknya sepanjang Premier League ketika di bawah asuhan David Moyes pada musim 2013-14.
Awal polemik muncul pada pramusim. Mourinho berulang kali mengkritik performa anak-anak asuhnya, seperti Anthony Martial, Paul Pogba hingga terakhir Alexis Sanchez.
Perdebatan Jose Mourinho dengan Paul Pogba di pinggir lapangan. Foto: Zimbio
Hubungan Mourinho dan direktur klub Ed Woodward memburuk. Manajer asal Portugal tersebut kesal lantaran tidak mendapat pemain baru sesuai harapan pada musim panas lalu.
Kegaduhan bertambah setelah Mourinho terlibat friksi dengan Pogba dalam sesi latihan belum lama ini. Gelandang Prancis tersebut tidak lagi mendapat kepercayaan untuk memakai ban kapten.

Kisah Es Krim Kerucut
George Bang kebakaran jenggot saat kios es krimnya, Creamery Banner, banjir pesanan dari pelanggan di St Louis Worlds Fair, Missouri, pada 1904.
Semua mangkuk es krim berada dalam keadaan kotor. Para calon pembeli satu per satu angkat kaki lantaran terlalu lama menunggu wadah penyaji dicuci.
Ernest Hamwi, penjual kue wafer di sebelah Creamery Banner, mendatangi Bang dengan ide brilian. Dia memberi solusi untuk mengganti wadah mangkuk dengan wafer dagangannya.
Setelah mendapat persetujuan, Hamwi membuatkan wafer berbentuk corong untuk dijadikan wadah penyaji es krim Creamery Banner. Inovasi tersebut rupanya cocok dengan selera pembeli.
Tidak hanya lebih praktis dibanding mangkuk. Wafer renyah berbentuk kerucut bisa dimakan oleh para pembeli.
Sinergi antara barang dagangan Bang dan Hamwi menghadirkan solusi jitu. Sebuah inovasi yang membuat es krim kerucut mulai naik daun sejak saat itu.
Man. United sejatinya bisa memetik hikmah dari kisah es krim kerucut dalam menyikapi polemik masalah internal yang tengah terjadi pada musim ini.
Hubungan Jose Mourinho dan direktur Man. United, Ed Woodward, memburuk pada musim ini. Foto: Daily Star
Tidak ada jalan lain bagi Setan Merah. Segala masalah yang terjadi mustahil mereda jika semua pihak terkait tidak duduk bersama untuk mencari solusi terbaik dan menjalankannya.
Dalam kelompok atau organisasi apa pun, termasuk klub sepak bola, masalah tidak akan usai tanpa adanya sinergi. Mengedepankan ego masing-masing hanya memperkeruh suasana.
Itulah masalah terbesar Manchester United di bawah asuhan Jose Mourinho musim ini. Pamor Setan Merah sebagai salah satu klub berprestasi di dunia terancam terus memudar.
The post KOLOM: Polemik Mourinho dan Kisah Es Krim Kerucut appeared first on Football5star Berita Bola.