Inter Milan Jadikan Juventus Sebagai Pelampiasan Emosi

Gilabola.com – Inter Milan menjadikan Juventus sebagai pelampiasan emosi. Hal itu ditetapkan usai mereka kalah di laga Liga Champions melawan Barcelona.
Inter Milan tidak bisa menyembunyikan kekesalan mereka setelah kalah skor tipis 1-2 lawan Barcelona di Camp Nou. Pelatih mereka, Antonio Conte, bahkan dengan amarah meletup-letup menuduh wasit berat sebelah di laga hari Kamis 3 Oktober dini hari WIB tersebut.
Ikut merasakan emosi jiwa yang menggelinjang kejet-kejet, Lautaro Martinez dilaporkan Sempre Inter langsung membakar semangat rekan-rekannya. Ia ingin skuad Nerazzuri melampiaskan kekesalan mereka pada Juventus yang tidak berdosa.
Lautaro Martinez memang langsung mengalihkan picingan matanya ke derby D’Italia akhir pekan ini setelah dipermalukan Barcelona. Mereka dipermalukan Barca di fase grup yang bahkan tidak diperkuat Lionel Messi.

Berita Terkait

Lionel Messi Bantah Griezmann, Tegaskan Barcelona Kompak
Hasil Barcelona vs Inter Milan 2-1, Untung Ada Luis Suarez
Mantan Barcelona dan Pemain Argentina Bikin Lionel Messi Kecewa

Lautaro Martinez dilaporkan Sempre Inter mengajak rekan-rekannya untuk fokus sepenuhnya untuk mengalahkan Cristiano Ronaldo cs daripada terus tenggelam dalam kenangan masa lalu. Ia bahkan menyampaikan jika Liga Champions dan Serie A punya perbedaan yang jelas untuk memperbesar peluang kemenangan mereka.
“Kami yang jelas akan menghadapi laga penting melawan Juventus dengan semangat luar biasa mantul. Serie A itu adalah kompetisi yang berbeda daripada Liga Champions dan kami terus membaik di Serie A dengan menang terus. Kami harus cepat membalikkan halaman selanjutnya untuk menang,” ujar Martinez kepada Sky Sports Italia.
Inter Milan merasa dirugikan dalam laga lawan Barcelona
Tidak mau move on secepat Martinez, Conte masih berbusa-busa menyerang wasit Damir Skomina. “Saya dari awal babak pertama sudah tidak suka dengan cara dia memimpin pertandingan. Apa yang ia lakukan sangat tidak menghormati kami yang berada di deretan bangku cadangan,” cecar Conte dengan emosi jiwa.
“Hei, dia itu wasit internasional lho. Kaya pengalaman, dia juga pernah memimpin pertandingan UCL musim kemarin. Masa dia mudah terpengaruh dengan tekanan suporter Camp Nou. Parah deh,” pungkasnya yang juga mengkritisi hadiah penalti yang tidak mereka dapatkan.
Kondisi emosi kubu Il Biscone jelas harus diwaspadai kubu Juventus di Serie A. Jika mereka tidak siap, bukan tidak mungkin mereka akan kocar-kacir terlempar sana-sini saat bertanding melawan skuad polesan Conte yang ingin melampiaskan kekesalah mereka.
Kedua tim akan bertemu pada hari Senin (7/10), pukul 01.45 WIB di Stadion San Siro. Dipastikan laga ini akan super sengit sejak menit-menit awal babak pertama. Peluang kemenangan Lautaro Martinez cs mencapai 36% berbanding peluang kemenangan Juve di angka 33%.
Sumber: Inter Milan Jadikan Juventus Sebagai Pelampiasan Emosi

CEO Barcelona Sebut De Ligt Mata Duitan

Berita Bola – CEO Barcelona, Oscar Grau, telah menyebut Matthijs de Ligt sebagai pemain mata duitan, di mana ia mengklaim bintang asal Belanda itu lebih memilih Juventus daripada tim Catalan hanya untuk mendapatkan gaji besar.
De Ligt menjadi rebutan kelas berat selama musim panas 2019 setelah penampilannya yang gemilang untuk Ajax Amsterdam musim lalu. Barcelona dan Juventus diyakini menjadi dua tim paling dekat mendapatkan jasa De Ligt, sebelum Si Nyonya Tua pada akhirnya memenangkan tanda tangan bintang berusia 20 tahun itu dalam transfer senilai 75 juta Euro.
Dan kini Oscar Grau selaku kepala eksekutif Barcelona mengatakan jika De Ligt lebih memilih gabung Juventus karena gaji tinggi yang diperolehnya di Turin, di mana ia mendapatkan bayaran 416.000 Euro per minggu.
“Kami mengajukan tawaran kepadanya (De Ligt), tetapi ia lebih suka pergi ke Juve, di mana perpajakan Italia memungkinkannya untuk mendapatkan gaji bersih yang lebih tinggi,” kata Grau.
“Klub melakukan segala kemungkinan dengan dua penawaran, satu dengan dan satu tanpa pemain sebagai imbalan tetapi masih gagal. Ia lebih memilih ke sana dengan gajinya,” jelasnya.

Kieran Trippier Kagumi Dukungan Fans Atletico Madrid

Gilabola.com – Kieran Trippier kagumi dukungan fans Atletico Madrid saat laga Liga Champions lawan Juventus. Ia mengaku belum pernah merasakan hal sehebat itu.
Pemain belakang Atletico Madrid Kieran Trippier mengaku bangga menjadi bagian dari tim yang melawan Juventus. Ia sangat menikmati kembalinya Atletico dengan mengimbangi tim selevel Juventus skor 2-2.
Trippier lantas membahas atmosfer gemuruh dukungan fans Atleti di Estadio Wanda Metropolitano yang ia nilai luar biasa mengesankan. Kubu Los Rojiblancos tidak pernah kalah saat bermain di kandang mereka di Eropa selama dua tahun dan Trippier jadi paham apa alasannya.
“Pada saat kami ketinggalan 2-0, kami tahu kalau kami masih punya banyak kesempatan,” ujarnya kepada The Guardian dan Tribal Football. “Kami maju terus dan gemuruh dukungan fans saya rasakan sangat fantastis.”

Berita Terkait

Prediksi Juventus vs Hellas Verona, Liga Italia 21 September 2019
Juventus Diminta Sarri Perbaiki Pertahanan Bola-bola Mati
Prediksi Atletico Madrid vs Celta Vigo, Liga Spanyol 21 September 2019

“Jujur saya belum pernah merasakan pengalaman luar biasa seperti ini.” Ia terus membahas mentalitas skuad Atleti yang kini semakin berkembang. “Kami memiliki mentalitas kuat untuk menekan balik sebuat tim yang fantastis.”
Kieran Trippier puas lihat semangat tempur skuad Atletico Madrid
“Sejak saya datang ke sini, mentalitas grup ini, segenap jajaran kepelatihan dan Diego Simeone, sangat besar. Kami berlari kencang 100 mil per jam di latihan. Kami tidak berhenti dan terus melakukan hal yang sama saat bertanding,” pungkasnya.
Gol Atleti dicetak oleh Stefan Savic di menit ke-70 dan Hector Herrera di menit ke-90. Sementara gol Juve dicetak oleh Juan Cuadrado di menit ke-48 dan Blaise Matuidi di menit ke-65.
Selanjutnya, skuad Atleti besok pukul 23.30 WIB akan melawan kubu Celta Vigo di La Liga. Pertemuan kali ini akan dilaksanakan bertempat di Stadion Wanda Metropolitano.
Sumber: Kieran Trippier Kagumi Dukungan Fans Atletico Madrid

Juventus Diminta Sarri Perbaiki Pertahanan Bola-bola Mati

Gilabola.com – Maurizio Sarri mengakui Juventus harus memperbaiki cara mengatasi situasi bola mati setelah imbang 2-2 lawan Atletico Madrid di Liga Champions.
Juan Cuadrado dan Blaise Matuidi memberi Juventus keunggulan 2-0 di Wanda Metropolitano dalam pertandingan pertama fase Grup D Liga Champions mereka, tetapi dua gol Atletico yang terjadi dari situasi bola mati membuat Si Nyonya Tua harus puas dengan hasil imbang.
“Ini adalah kemajuan besar dari penampilan terakhir kami dan kami merasa seperti pertandingan ada di tangan kami, jadi meraih hasil seri menyakitkan bagi kami,” kata sang pelatih Juve Maurizio Sarri kepada Sky Sport Italia.
“Juve telah sering tidak mencetak gol di stadion ini di beberapa laga sebelumnya dan kami bisa mencetak dua gol, ditambah lagi tiga atau empat tembakan ke gawang. Ini mengecewakan, karena gol Atletico berasal dari situasi yang dapat diprediksi dan kami belum siap untuk itu.”

Berita Terkait

Prediksi Juventus vs Hellas Verona, Liga Italia 21 September 2019
Kieran Trippier Kagumi Dukungan Fans Atletico Madrid
Prediksi Atletico Madrid vs Celta Vigo, Liga Spanyol 21 September 2019

Juventus akan lebih agresif lagi
“Solusi klisenya adalah beralih ke strategi menjaga ketat pemain lawan, tapi saya rasa itu tidak masuk akal. Kami harus lebih agresif pada situasi bola mati. Atleti sangat bagus di udara, tetapi bolanya meluncur sangat lemah dan kami terlalu pasif, seharusnya kami bisa menggagalkan gol mereka.”
“Jika kita bermain pasif, maka kita akan pasif dalam menjaga lawan juga. Saya juga melihat banyak insiden VAR dimana penjagaan ketat terhadap mengarah ke hukuman penalti, sehingga area kotak penalti harus diwaspadai. Kami akan berusaha memperbaiki cara bertahan dari situasi bola mati.”
Federico Bernardeschi diperkirakan akan bermain sebagai starter, tetapi justru Juan Cuadrado yag dimainkan untuk menggantikan Douglas Costa yang cedera dan mencetak gol pembuka untuk Si Nyonya Tua.
“Kami tahu akan ada ruang dan kecepatan dan ketajaman Cuadrado bisa sangat berguna,” tegas mantan manajer Chelsea tersebut.
Sumber: Juventus Diminta Sarri Perbaiki Pertahanan Bola-bola Mati

Barcelona Tolak Peluang Gaet Bernardeschi karena Syarat Aneh dari Juventus

Sumberbola – Barcelona dilaporkan menolak tawaran yang diajukan oleh Juventus untuk mengamankan kesepakatan bagi Federico Bernardeschi selama bursa transfer musim panas lalu.
Raksasa Catalan itu telah menambah skuat mereka dengan dua penandatanganan raksasa dalam diri Frenkie de Jong dan Antoine Griezmann selama musim panas ini. Namun, Blaugrana juga melepas beberapa bintang mereka.
Itu termasuk Philippe Coutinho yang bergabung dengan Bayern Munich dalam kesepakatan pinjaman awal. Sementara, beberapa bintang utama mereka, seperti Lionel Messi, Luis Suarez dan Ousmane Dembele, harus melewatkan pertandingan awal musim karena cedera.
Alhasil, Ernesto Valverde menargetkan pemain baru untuk memperkuat lini depan timnya. Dan menurut Mundo Deportivo, juara bertahan La Liga itu tertarik pada Bernardeschi. Namun, syarat yang ditawarkan oleh Juventus untuk mendapatkan kesepakatan ditolak oleh Barcelona.
Pasalnya, laporan itu mengklaim bahwa Bianconeri menginginkan biaya transfer senilai 20 juta Pounds plus Ivan Rakitic untuk pemain internasional Italia tersebut.
Laporan itu menjelaskan bahwa Barcelona menolak kesepakatan tersebut, karena menilai jika itu bukan kesepakatan yang adil, terutama permintaan Juventus untuk tambahan dana 20 juta Pounds bagi pemain yang memiliki nilai transfer hanya 35 juta Pounds itu.
Mundo Deportivo kemudian menambahkan bahwa Juventus akan kembali dengan pendekatan baru untuk Rakitic pada Januari. Namun demikian, masih belum jelas apakah Bernardeschi masih menjadi target Barcelona.

Emre Can Janji Tekan Juventus Demi Main Bola Di UCL

Gilabola.com – Emre Can janji tekan Juventus demi bisa main bola di Liga Champions. Ia tidak terima namanya dicoret dari daftar pemain ke UCL.
Gelandang Jerman itu memang tidak termasuk dalam daftar 22 pemain yang diserahkan oleh Juventus ke UEFA. Hal itu berarti Emre Can tidak dapat memainkan peran dalam babak penyisihan grup. Wajar jika dirinya emosi jiwa.
Can mengklaim ada perbedaan dengan apa yang dijanjikan klub hanya beberapa hari yang lalu dan bersikeras jika dirinya “harus dan akan” bermain di UCL. Keputusan sepihak klub juga bisa membuatnya memikirkan angkat kaki pada bursa transfer bulan Januari kelak.
Semakin kesal, Can ingat jika dirinya sudah bela-belain menolak kesempatan pindah ke Paris Saint-Germain, hanya untuk memutuskan untuk tetap setia dengan sang Juara Italia. Saat sudah menolak klub lain, eh dianya malah tidak diajak main bola ke Champions.

Berita Terkait

Arsenal Berpeluang Gagal Jemput Meunier Dari PSG
Barcelona Tetap Ogah Jemput Neymar Januari 2020
PSG Beruntung Meunier Bertahan Meski Jadi Cadangan

“Saya padahal sudah berbicara dengan PSG lho. Pada akhirnya saya memutuskan dengan Juve saja saya akan tinggal. Dan seperti yang Anda lihat, saya malah tidak masuk dalam skuad untuk Liga Champions. Gile gak tuh,” keluhnya sebelum pelatihan dengan Timnas Jerman pada hari Rabu waktu setempat.
Emre Can akan memperjuangkan haknya main bola di UCL
“Saya langsung terkejut kemarin karena saya sudah dijanjikan sesuatu yang lain minggu lalu. Mereka mengatakan kepada saya sesuatu yang lain. Jika saya telah menarik kesimpulan saya sendiri, sejujurnya lebih baik saya waktu itu tidak pilih tinggal di sini. Karena bagi saya itu adalah kondisi untuk bermain di Liga Champions.”
“Saya syok beratlah. Saya tidak bisa menjelaskannya kepada diriku sendiri betapa pedih rasanya. Saya tidak tahu mengapa, karena tahun lalu saya bermain sangat baik, terutama di Liga Champions. Juga tidak ada pembenaran sampai sekarang,” lanjutnya lagi kepada TWG dan Omnisport.
“Saya mendapat telepon kemarin. Panggilan telepon bahkan tidak satu menit lamanya,” lanjut pemain berusia 25 tahun itu. “Saya hanya diberitahu bahwa nama saya tidak ada di sana. Meskipun mereka mengatakan kepada saya minggu lalu bahwa saya akan bermain 100 persen di Liga Champions.”
“Pokoknya nih ya.. Saya harus dan akan bermain di Liga Champions. Lihat saja, saya akan berbicara dengan klub ketika saya kembali nanti. Dan saya akan melihat apa yang terjadi,” pungkasnya dengan geram campur gemas.
Sumber: Emre Can Janji Tekan Juventus Demi Main Bola Di UCL

Juventus Coret Emre Can, Sule Anggap Bukan Akhir Dunia

Gilabola.com – Juventus coret Emre Can dari tim Liga Champions, Sule tetap menganggap hal itu bukan akhir dunia bagi sang pemain.
Gelandang yang dicoret dari daftar tim Nyonya Tuwir tetap tidak akan mempengaruhi fokus tim nasionalnya, kata rekan senegaranya di Timnas Jerman. Niklas Sule telah mendukung Emre Can untuk bangkit kembali menyusul kabar menghebohkan dirinya dicoret dari skuad Liga Champions Juventus.
Pelatih kepala Juve, Maurizio Sarri, mengkritik kebijakan transfer yang membuatnya pusing melihat skuad membengkak. Emre Can dan Mario Mandzukic lantas dikorbankan ketika Juara Serie A itu menyusun daftar pemain mereka untuk kompetisi Klub utama Eropa pada hari Selasa waktu setempat.
Can sendiri telah mengatakan kepada wartawan jika dirinya sangat terkejut oleh keputusan tega itu dan mengklaim jika dirinya diberi kepastian yang bertentangan oleh Sarri. Ia mengaku sang manajer sempat membujuknya menentang upaya mencari transfer pergi dari Turin di bursa musim panas.

Berita Terkait

Belanda Perkasa! Jebol Gawang Jerman Empat Gol di Babak Kedua
Jerman vs Belanda Nanti Malam Pertarungan Raja Gol dan Bek Terbaik
Timnas Jerman Bisa Mainkan Line-up Ini Kontra Belanda

Berbicara pada konferensi pers jelang laga kualifikasi Euro 2020 Timnas Jerman melawan Timnas Belanda di Hamburg, pemain Bayern Munchen Sule menyatakan bahwa ia mengharapkan mantan pemain gelandang Liverpool itu tetap tak terganggu pikirannya.
“Emre itu adalah seorang pria yang Anda tidak benar-benar harus membentuknya jadi kuat,” ujarnya melalui Goal. “Dia itu adalah pemain yang positif secara konsisten dari waktu demi waktu.”
Masalah di Juventus tak akan membuat Emre Can terpuruk
“Saya ini sudah mengenalnya sejak di tim U-13, di mana kami bermain bersama untuk Eintracht Frankfurt. Saya tidak terlibat dalam topik ini dan tidak tahu apa yang pelatih Juventus pikirkan. Tapi saya pikir Emre tahu apa maksud pelatihnya.”
“Dia tidak akan membiarkannya terpuruk dan dia adalah pemain yang luar biasa. Ketangguhan dirinya tidak perlu dipertanyakan lagi.”
“Anda tidak dapat selalu mempengaruhi segala sesuatunya di dunia sepak bola. Ada keputusan, ada kasus lain. Kami tidak dalam jenis olahraga individu di sini. Dalam dunia Golf Anda selalu dapat memutuskan sendiri apa yang ingin Anda lakukan. Kalau kami jelas masih tergantung pada pelatih.”
“Jika dia berpikir itu yang terjadi, maka Anda harus menerimanya. Meski begitu, saya pikir Can tidak akan membiarkan hal ini mempengaruhinya dan sepenuhnya fokus.”
Sumber: Juventus Coret Emre Can, Sule Anggap Bukan Akhir Dunia

Pemain Jerman Ini Dicuekin Juventus Usai Tinggalkan Liverpool

Pemain Jerman ini dicuekin Juventus setelah memutuskan tinggalkan Liverpool demi rumput yang lebih hijau pada tahun 2018 lalu.
Juventus baru saja mendaftarkan 22 nama pemain yang akan diturunkan untuk tahap penyisihan grup Liga Champions. Dan tidak ada nama Emre Can, mantan bintang Liverpool yang pada tahun 2018 pergi sebagai pemain bebas agen demi bergabung ke Juventus.
Nama Emre Can sama sekali tidak masuk daftar 22 pemain Juventus untuk fase pertama Liga Champions, dan para penggemar Liverpool memanfaatkan kesempatan ini untuk menyumpahi sang pemain Jerman itu, yang kepergiannya pada tahun 2018 menimbulkan banyak sakit hati di kalangan pendukung The Reds.
Pemain internasional Jerman itu menghabiskan kontraknya di Liverpool sebelum Can bergabung dengan Juventus dengan status pemain bebas agen pada Juni 2018. mantan pemain Bayern Munchen dan Bayer Leverkusen itu kemudian menandatangani kontrak berdurasi empat tahun dengan raksasa Italia tersebut dan berharap menjadi bagian penting dari starting XI Juventus untuk ambisi besar mereka di Liga Champions.

Berita Terkait

Pemain Liverpool Minta Callum Hudson-Odoi Gabung Anfield
Mohamed Salah Dapat Saran Membangun Dari Arsene Wenger
Roberto Firmino Dipuji Mantan Kiper Liverpool

Juventus sangat aktif di jendela musim panas ini, membawa masuk Aaron Ramsey dan Adrien Rabiot dengan transfer gratis. Lini tengah Maurizio Sarri kini terasa sangat penuh sesak dan Emre Can kalah prioritas, tidak masuk daftar nama skuad untuk fase pertama Liga Champions.
Masih mungkin bahwa pemain Jerman berusia 25 tahun kelahiran Frankfurt itu akan masuk skuad La Vecchi Signora pada tahap lanjut, jika Juventus lolos 16 besar misalnya. Pada musim ini juara bertahan Liga Italia itu satu grup dengan Atletico Madrid, Bayer Leverkusen dan Lokomotiv Moscow. Bukan grup yang terlalu sulit seperti yang dialami Barcelona, tapi juga tak bisa dibilang mudah.
Hal ini terasa ironis karena Emre Can pergi ke Juventus demi mencari trofi di level Eropa dan hanya selang setahun setelah kepergiannya The Reds berhasil menjadi juara Liga Champions usai mengalahkan Tottenham di partai final di Madrid.
Seorang fans Liverpool bercuit, “Ada satu pemain lain lagi yang mengira rumput tetangga lebih hijau.” Sementara itu yang lain menambahkan: “Terdengar sangat menyenangkan di telingaku,” dan yang ketiga menyimpulkan: “Sedih melihatnya menghancurkan karirnya sendiri.”
22 nama pemain Juventus di babak penyisihan grup Liga Champions

1 Szczesny
2 De Sciglio
4 De Ligt
5 Pjanic
6 Khedira
7 Ronaldo
8 Ramsey
10 Dybala
11 Douglas Costa
12 Alex Sandro
13 Danilo
14 Matuidi
16 Cuadrado
19 Bonucci
21 Higuain
24 Rugani
25 Rabiot
28 Demiral
30 Bentancur
31 Pinsoglio
33 Bernardeschi
77 Buffon

Sumber: Pemain Jerman Ini Dicuekin Juventus Usai Tinggalkan Liverpool

Ronaldo Minta Fans Atletico Madrid Tak Nakal Lagi

Gilabola.com – Ronaldo minta semua fans Atletico Madrid tak nakal lagi saat Juventus dan klub idola mereka bertemu di laga Liga Champions.
Cristiano Ronaldo mengatakan jika dirinya tidak ingin mengulangi pertemuan musim lalu yang berapi-api di mana ia bentrok dengan pendukung Atletico Madrid. Ia tidak mau alami hal tak sedap seperti dulu ketika tim Juventus menghadapi mereka lagi di Liga Champions bulan depan.
CR7 sendiri mencetak Hat-Trick untuk membantu Juve menang agregat 3-2 atas Atletico di leg kedua mereka babak 16 besar musim lalu. Saat itu ia menerima pelecehan dalam pertandingan di Madrid, dengan pendukung lawan menyanyikan lagu kejam bahwa dirinya adalah seorang “anak H****.”
Setelah gol ketiga di Turin pesepakbola berusia 34 tahun itu terlihat mengulangi penghinaan kembali kepada para fans dengan meniru selebrasi nyeleneh Diego Simeone. Rival abadi Lione Messi itu akan kembali ke Wanda Metropolitano dengan Juventus lagi pada 19 September tetapi mengatakan jika dirinya berharap akan diperlakukan dengan lebih hormat lagi dari fans Atletico.

Berita Terkait

Atletico Madrid Incar Kemenangan Ke-4 Atas Eibar
Ronaldo Ejek VAR Usai Cetak Gol Untuk Juventus
Atletico Madrid Ogah Dikaitkan Dengan Mauro Icardi

“Saya berharap bahwa fans mereka tidak mencoba mendorong saya dengan memanggil nama saya dan mengatakan hal yang tidak baik tentang saya lagi,” ujarnya kepada Movistar Liga de Campeones dan Mirror.
Ronaldo berharap Juventus juara tahun ini
“Selain itu, saya berharap pertemuan kali ini adalah pertandingan yang sengit. Ini hanya pertandingan lain lagi bagi kami, Atletico adalah tim yang hebat seperti yang kita semua tahu, saya ini pernah berada di Real Madrid untuk waktu yang lama lho, jadi saya tahu seperti apa kehebatan mereka.”
Pemenang lima kali trofi Ballon d’Or itu berharap jika musim ini bisa menjadi waktunya bagi Juventus untuk jadi juara. Berharap mereka bisa menambahkan medali pemenang Liga Champions keenam seperti yang pernah ia kumpulkan di Manchester United dan empat di Real Madrid.
“Saya berharap yang juara Juventus, dan saya berharap kesempatan itu datang tahun ini, tapi itu kompetisi yang paling sulit untuk dimenangkan ya,” tambah CR7 lagi. “Di gelaran ini tidak selalu klub favorit yang jadi pemenangnya, kami berharap tahun ini akan menjadi tahun kami sebagai juaranya.”
Sumber: Ronaldo Minta Fans Atletico Madrid Tak Nakal Lagi

Ronaldo Nominasi Dua Kategori, Dua-duanya Kalah Nyesek

Ronaldo masuk nominasi dua penghargaan UEFA hari Kamis (29/8) tapi dua-duanya kalah, tersingkir oleh Lionel Messi dan Virgil Van Dijk.
Striker Juventus Cristiano Ronaldo itu masuk nominasi tiga besar untuk Striker Terbaik Eropa 2018/2019 bersama Sadio Mane dan Lionel Messi. Namun dalam pengumuman yang dilangsungkan bersamaan dengan drawing grup Liga Champions, sang bintang Portugal kalah di sini. Messi yang menang.
Mantan pemain Real Madrid itu juga masuk nominasi tiga besar untuk Pemain Terbaik UEFA 2018/2019. Eh, kalah lagi. Kali ini oleh bek Liverpool Virgil Van Dijk. Jadi Ronaldo masuk nominasi di dua kategori tapi dua-duanya Ronaldo kalah.
Messi, Bukan Ronaldo Menangkan Striker Terbaik
Pemain Argentina berusia 32 tahun, Lionel Messi, memiliki musim yang memukau dalam kompetisi klub top Eropa, berakhir sebagai pencetak gol terbanyak, yakni 12 gol di Liga Champions meskipun Barcelona tersingkir di semifinal oleh klub pemenang, Liverpool.

Berita Terkait

Ronaldo Ejek VAR Usai Cetak Gol Untuk Juventus
Juventus Diakui Higuain Tak Mudah Kalahkan Napoli
Napoli Kalah Tipis Lawan Juventus, Ancelotti Murka

“Messi adalah pemain luar biasa dari galaksi lain. Dan bukan hanya pencetak gol; [dia menyumbangkan hal lain juga] yakni semua yang dia ciptakan, gol yang dia berikan kepada kita, apa yang dia hasilkan di sekelilingnya,” kata Ernesto Valverde, pelatih Barcelona.
“[Saya] Senang melihatnya setiap hari. Tingkat efektivitas yang dimilikinya dalam latihan dan dalam pertandingan sangat luar biasa. Dia sangat berbakat dalam bola-bola mati, dalam permainan terbuka – itu sebabnya dia pemain terbaik di dunia,” kata Sergio Busquets, gelandang Barcelona seperti dikutip situs UEFA.com.
Bagaimana Striker Terbaik Eropa Dipilih
Dewan juri terdiri dari pelatih 32 klub di babak penyisihan grup Liga Champions musim 2018/19, bersama dengan 55 jurnalis yang dipilih oleh kelompok Media Olahraga Eropa (ESM), yang mewakili masing-masing 55 anggota UEFA. Pelatih tidak diizinkan memilih pemain dari tim mereka sendiri.
Anggota juri memilih tiga pemain terbaik mereka per posisi, dengan yang pertama menerima lima poin, tiga yang kedua dan yang ketiga. Pemain yang menerima poin terbanyak di setiap kategori dipilih sebagai pemenang.
Sumber: Ronaldo Nominasi Dua Kategori, Dua-duanya Kalah Nyesek