Kapten Liverpool Terus Menangis Usai Juara Karena Dua Alasan Ini

Kapten Liverpool terus menangis. Di dada Jurgen Klopp menangis. Di pelukan ayahnya menangis. Rupanya ada dua alasan.
Dari berbagai cuplikan video terlihat kapten Liverpool Jordan Henderson tak bisa menahan air mata begitu peluit panjang ditiup mengakhiri kemenangan 2-0 atas Spurs di partai final Liga Champions di Madrid, tadi malam. Ada apa?
Kapten Liverpool Jordan Henderson itu langsung roboh ke atas lapangan usai peluit panjang ditiup wasit Damir Skomina asal Slovenia. Ia tak bisa menahan emosinya. Ia terus menangis saat berada di pelukan pelatih Jurgen Klopp, yang kelihatan shock sang kapten berderai-derai air matanya seperti itu. Ia juga menangis lagi saat berpelukan dengan ayahnya, Brian Henderson. Rupanya ada dua alasan untuk itu.

Henderson’s dad had throat cancer and asked him not to see him while he was going through treatment. I’ve hugged a parent in the same way for similar reasons and this video is definitely the highlight of the season pic.twitter.com/FgSlaYUUdY
— Amol Rajan (@amolrajan) June 2, 2019

Berita Terkait

Juarai Liga Champions, Liverpool Tawarkan Jurgen Klopp Kontrak Panjang
Pemain PSG Ini Tolak Manchester United Gara-gara Liga Champions
Perkenalkan Pemain Liverpool Paling Beruntung

Pertama, ia pernah berjanji kepada ayahnya saat masih berusia 10 tahun bahwa ia akan meraih trofi Liga Champions. Itu diutarakan saat dibawa oleh Brian Henderson, nama sang ayah, ke sebuah pertandingan final Liga Champions di Old Trafford 20 tahun silam.
“Saya sungguh sangat bangga. Sangat bangga. Sangat emosional. Air mata keluar dan saya mulai gemetaran,” kata Brian. “Ketika dia (Jordan) berusia 10 tahun, saya membawanya untuk nonton final Liga Champions di Old Trafford.”
“Ketika pertandingan selesai, dia berkata kepadaku, ‘Ayah, saya akan bermain di sana suatu hari’. Tidak sekali dia ngomong begitu, tapi dua kali!”
Sang kapten Liverpool Henderson menambahkan: “Saya mengatakan kepadanya bahwa saya ingin bermain di final Liga Champions. Kami tidak beruntung setahun yang lalu [kalah dari Real Madrid]. Dia layak mendapatkan ini. Saya senang bisa membawa pulang medali ini untuknya dan keluargaku.”
jadi rupanya emosi yang membuncah di dada kapten Liverpool itu terjadi karena ia sudah menanti selama 20 tahun untuk acara final ini. Henderson merasa itu akan datang tahun lalu, tapi mereka kalah di tangan Real Madrid.
Alasan kedua, dan tak banyak yang tahu bahwa Brian seorang survivor kanker. Ia selalu minta Jordan tak usah ikut saat menjalani chemotherapy. Dan kini ia masih bisa menyaksikan anaknya mengangkat trofi yang paling bergengsi di dunia sepak bola Eropa, Liga Champions. Lihat perayaan mereka saat sang kapten menerima trofi dan membawanya ke depan skuadnya di tribun juara.

The Moment Henderson Lifted the trophy!! My hairs are all up!!! YNWA #LFC #UCLfinal pic.twitter.com/YeYYtDwGxq
— On The Bench LFC (@OnTheBenchLFC) June 1, 2019

Sumber: Kapten Liverpool Terus Menangis Usai Juara Karena Dua Alasan Ini

Liverpool Tanpa Henderson dan Keita Lawan Red Star

Liverpool Tanpa Henderson dan Keita Lawan Red Star- Liverpool dipastikan bakal tampil tanpa dua gelandang anyarnya yakni Jordan Henderson dan Naby Keita pada laga melawan Red Star Belgrade dalam lanjutan Liga Champions.
Pertandingan itu adalah pertandingan matchday ketiga grup C Liga Champions. Keduanya akan bertarung di markas The Reds, Anfield.
Pertandingan itu tentu krusial bagi Liverpool. Sebab mereka harus bisa meraih kemenangan lagi.
Hasil positif wajib didapat setelah mereka dikalahkan oleh Napoli di matchday kedua di Naples beberapa waktu lalu. Sekarang ini Partenopei berada di posisi pertama dengan raihan empat poin sementara Liverpool ada di posisi kedua.
Namun jelang pertandingan itu, beberapa pemain Liverpool dikabarkan mengalami cedera. Di antaranya adalah Henderson dan Mane.
Henderson mengalami masalah hamstring saat bermain melawan Huddersfiedl Town. Masalah yang sama kurang lebih dihadapi oleh Keita.
Ia mengalami cedera itu saat berlatih bersama timnas Senegal. Namun kini ia sudah bisa berlatih kembali.

Perkembangan terbaru soal Henderson kemudian ditanyakan kepada Klopp jelang duel lawan Belgrade. Manajer asal Jerman ini mengatakan bahwa kondisi sang kapten tak memungkinkannya untuk bisa merumput tengah pekan ini.
“Tidak terlalu bagus, jujur saja,” ujarnya soal kondisi Henderson pada situs resmi The Reds.
“Tidak ada yang perlu kita khawatirkan, tapi itu masalah hamstring jadi kita harus melihat kondisinya lagi. Ia tidak akan tersedia untuk besok pasti, dan mungkin tidak lawan Cardiff, tapi mudah-mudahan kemudian ia bisa kembali. Kita akan lihat nanti,” terangnya.
Sementara itu, Klopp menegaskan Keita telah mengalami kemajuan positif dalam kesembuhannya. Namun pemain 23 tahun itu tetap tidak akan bisa main lawan Belgrade.
“Naby sudah di luar bisa berlari, tetapi pertandingan besok akan terlalu dini untuk yakin,” katanya.

Klopp juga menjelaskan kondisi para pemain yang juga cedera. Seperti James Milner yang sebelumnya mengalami cedera hamstring.
Kemudian Sadio Mane yang mengalami cedera retak ibu jari di tangan kirinya. Kemudian ada Georginio Wijnaldum yang mengalami memar saat melawan Huddersfield.
“Millie terlihat baik-baik saja dan seharusnya baik-baik saja, Gini mendapat memar di Achilles-nya tetapi harusnya baik-baik saja dan Sadio sudah berlatih dan harusnya baik-baik saja,” bebernya.
“[Kami punya] beberapa masalah, tapi masih cukup pemain untuk dipilih menjadi starter besok malam.”

The post Liverpool Tanpa Henderson dan Keita Lawan Red Star appeared first on bolamagz.net.

Henderson Tak Sabar Ingin Bermain Lawan PSG

Henderson Tak Sabar Ingin Bermain Lawan PSG- Salah satu pemain andalan Liverpool, Jordan Henderson mengaku sudah tak sabar ingin bermain melawan tim kuat Liga Perancis, PSG di Liga Champions.
Ujian super berat akan dihadapi oleh Liverpool pada tengah pekan ini. Liverpool akan bermain melawan PSG di matchday 1 Grup C.PSG adalah jawara Ligue 1. Skuat asuhan Thomas Tuchel itu juga memiliki banyak pemain hebat di semua lini.
Namun tentunya yang paling berbahaya adalah lini serangnya. Sebab mereka memiliki pemain-pemain seperti Neymar, Kylian Mbappe dan Edinson Cavani.
Henderson tahu bahwa pertandingan itu akan sangat sulit bagi Liverpool, meski mereka bermain di Anfield. Namun demikian ia mengaku sudah tak sabar untuk bisa menjajal skuat PSG.
“Mereka adalah tim yang sangat, sangat bagus dengan banyak pemain bagus, banyak pemain top. Jadi ini adalah ujian berat bagi kami, tentu saja, tetapi tantangan itu yang kami tunggu-tunggu dan kami siap,”serunya pada situs resmi klub.
“Suasana di Anfield adalah nilai tambah bagi kami – saya yakin ini akan menjadi sangat heboh. Ini adalah malam spesial Eropa. Para pemain menantikannya dan ini adalah laga yang brilian untuk memulai sebuah kompetisi,” tegas Henderson.
Henderson tak sempat ikut latihan pra musim. Kondisinya pun sedikit tak prima karena tak mendapat istirahat dan latihan yang cukup.
Namun demikian, Henderson merasa kondisinya kini kian membaik setelah beberapa kali bermain pada musim ini. Maka dari itu, ia pun mengaku siap untuk berlaga di pertandingan lawan PSG.
“Saya mendapatkan waktu bermain, saya memainkan pertandingan lawan Leicester dan bermain untuk Inggris – jadi saya merasa saya membangun kembali ke diri saya yang normal,” akunya.
“Saya mencoba untuk mendapatkan ketajaman dan irama itu kembali. Saya kira itu hanya akan didapat dengan memainkan pertandingan jadi saya tak sabar untuk bermain,” tandasnya.
The post Henderson Tak Sabar Ingin Bermain Lawan PSG appeared first on bolamagz.net.