Inter Milan Tertarik Datangkan Vincent Kompany

Inter Milan Tertarik Datangkan Vincent Kompany- Raksasa Liga Italia, Inter Milan kabarnya cukup berminat untuk mendatangkan bek anyar Manchester City, Vincent Kompany demi memperkuat lini belakang.
Luciano Spalletti memang tengah berusaha untuk memperkuat barisan pertahanan Inter Milan. Ia menilai butuh tandem yang kuat untuk Milan Skriniar agar barisan pertahanan mereka sulit ditembus para penyerang lawan.
Pada musim panas kemarin, Inter Milan dikaitkan dengan sejumlah bek tengah top. Namun hingga bursa ditutup, mereka hanya mampu mendatangkan Stefan de Vrij ke Giuseppe Meazza.
Dilansir Inter Live, Kubu Nerrazurri sudah menemukan kandidat yang ideal untuk memperkuat barisan pertahanan mereka. Mereka disebut tertarik untuk mendapatkan jasa Vincent Kompany dari Manchester City.
Kompany sendiri bisa dikatakan salah satu figur yang berpengaruh di Manchester City. Ia menjadi benteng yang kokoh di barisan pertahanan The Citizens dalam delapan tahun terakhir.
Namun dua musim terakhir, Kompany mulai minim kontribusi untuk City. Cedera berkepanjangan membuatnya jarang bermain di tim utama City.
Saat ini kondisi Kompany sudah membaik. Namun ia kesulitan menyaingi duet Aymeric Laporte dan Nicolas Otamendi di jantung pertahanan City, sehingga ia mulai berpikir untuk berpindah klub.
Menurut laporan tersebut, Inter Milan memahami situasi Kompany tersebut. Alhasil mereka akan mencoba meyakinkan sang pemain untuk pindah ke Italia.
Inter kabarnya berani memberikan jaminan untuk pemain Timnas Belgia ini. Ia nantinya akan dijadikan sebagai bek utama Nerrazurri.
Inter juga kabarnya berani memberikan kontrak yang besar untuk sang bek jika ia bersedia pindah ke Giuseppe Meazza.
Kontrak Kompany sendiri akan habis pada musim panas tahun depan, sehingga pada Januari nanti Inter akan berjuang untuk meyakinkan sang bek pindah ke Giuseppe Meazza.
The post Inter Milan Tertarik Datangkan Vincent Kompany appeared first on bolamagz.net.

Mourinho dan Sindrom Musim Ketiga yang Berakhir Pemecatan

Football5star.com, Indonesia – Fans mana yang tidak berbunga-bunga hatinya jika mendengar tim kesayangannya akan dilatih oleh seorang Jose Mourinho. Dia sudah membuktikan tidak ada klub yang tidak akan juara jika sudah ia tangani. Namun, selayaknya manusia biasa, Mourinho juga bukan pelatih yang sempurna.
Selama karier melatihnya, Mourinho sudah mempersembahkan dua Liga Champions, delapan gelar liga, serta 15 trofi Piala Liga. Tapi semua piala prestisius itu diraih pelatih yang akrab disapa Mou itu di dua musim perdananya menjadi nahkoda. Ya, selama ini Mourinho dikenal mempunyai satu penyakit akut bernama sindrom musim ketiga.
Keberadaan Mourinho di Chelsea dan Real Madrid selalu berakhir pada ketok palu pemilik klub, sekali pun di musim sebelumnya dia berhasil mempersembahkan gelar. Tentu masa indahnya di Inter dan Porto menjadi pengecualian karena ia lebih dulu memutuskan hengkang usai meraih treble winner.
todofutebol.com
Kini Mourinho seolah ingin mengulang cerita serupa. Pasalnya Manchester United yang ia latih sekarang tak ubahnya Chelsea dan Madrid yang ia tangani di tahun ketiganya.
Hasil buruk menjadi alasan utama. Setan Merah dibekap West Ham United 1-3 di London Stadium. Kekalahan ini kian mengikis kepercayaan fans United yang tiga hari sebelumnya sudah harus menanggung malu usai dipecundangi Derby County di ajang Carabao Cup.

Persentase Kemenangan yang Terus Merosot
Pada faktanya, performa buruk Setan Merah musim ini sebenarnya sudah lazim terjadi dalam karier manajerial Mourinho. Menurut data yang dikutip Football5star.com dari BBC, persentase kemenangan The Special One selalu merosot tajam di musim ketiga.
Musim ketiganya bersama Porto, Mourinho hanya meraup persentase sebesar 73,5 persen kemenangan. Angka ini menurun dari musim sebelumnya dengan 79,4 persen. Hal serupa juga terjadi pada era pertamanya membangun Chelsea.
Angka statis 76,3 persen yang didapat pada dua musim awal langsung jeblok ketika memasuk musim ketiga. Ia hanya mengantongi 63,2 persen kemenangan. Setali tiga uang dengan Chelsea, raksasa Spanyol, Real Madrid, juga merasakan sindrom pelatih 55 tahun itu.
mirror.co.uk
Sukses meraih 100 poin dan 84, 2 persentase kemenangan di musim keduanya, Mourinho hanya mampu membawa Los Blancos jadi penghuni kedua LaLiga dan tertinggal 13 angka dari Barcelona sebegai juara musim 2012-2013. Persentase kemenangannya pun jeblok ke angka 68,4 persen.
Merajalela ke Italia dan Spanyol pada akhirnya membawa Mourinho “pulang” ke London pada Juli 2013. Sukses meraih trofi Premier League di musim kedua, bulan madu pria kelahiran Setubal di musim ketiga lagi-lagi harus ditentukan oleh “tangan besi” pemilik klub, Roman Abramovich.
Mourinho hanya mengoleksi 25 persen kemenangan dari 16 pertandingan pada musim 2015-2016. Ia pun harus rela dipecat Chelsea, lagi-lagi sebelum pergantian tahun.
Jika dilihat dari performa MU musim ini, Mourinho seolah ingin mencetak hat-trick nasib dipecat sebelum tahun baru. Bagaimana tidak, ia baru mengoleksi tiga kemenangan dari tujuh laga Liga Inggris dan menjadikan ini sebagai start terburuk Setan Merah di era Premier League.

Mourinho dan Masalah dengan Pemain
Menariknya, pemecatan yang dialami pelatih yang beristrikan wanita asal Angola itu diwarnai satu kasus yang sama. Ia selalu terlibat konflik dengan pemain dan manajemen tim jelang dipecat. Bersama Chelsea edisi pertama, ia terlibat perang dingin dengan Abramovich yang enggan mengeluarkan banyak uang di jendela transfer.
Apa yang kemudian dilakukan Mourinho di Madrid justru lebih gila lagi. Ia memangkas waktu bermain ikon klub, Iker Casillas, secara drastis. Bahkan keputusan ini berdampak masif karena melibatkan pemain lain seperti Sergio Ramos, Pepe, dan Raphael Varane.
Setelah itu giliran skuat Chelsea yang dibuat gaduh. Seakan tak puas hanya bermasalah dengan Abramovich di era pertamanya, Mourinho menyalakan api permusuhan pada pemain dan staf medis.
citizentv.com
Tidak main-main, Eden Hazard menjadi sasaran kejengkelan Mou kali itu. Sang pemain juga tidak menampik pertengkaran keduanya. Bahkan saat Chelsea bertemu MU musim lalu, Hazard masih enggan menjabat tangan mantan pelatihnya itu.
Hazard bukan satu-satunya orang di tubuh The Blues yang geram dengan Mourinho. Staff medis tim, Eva Carneiro, juga menjadi musuh abadi pelatih yang kerap melontarkan komentar kontroversial ini.
Usai mengobati Hazard yang terjatuh di lapangan. Eva justru dihadang kritik oleh Mourinho di pinggir lapangan. Bola panas perseteruan keduanya membuat sang manajer membekukan status Eva di tim selama beberapa pekan. Pada akhirnya, wanita asal Portugal itu pun meninggalkan Stamford Bridge.

Mulai dari Ed Woodward Hingga Paul Pogba
Pelatih bernama lengkap Jose Mario dos Santos Felix Mourinho kemudian memulai musim 2018-2019 dengan gusar. Ia menyerang manajemen United yang tidak mampu mendatangkan pemain yang diinginkan pada musim panas.
Belum selesai masalahnya dengan manajemen, dalam hal ini Chief Executive, Ed Woodward, Mourinho kembali menyalakan api permusuhan dengan Pogba. Sempat mengatakan tidak akan memercayakan ban kapten pada sang gelandang, ia kemudian menyambut bintangnya itu dengan dingin di sesi latihan jelang lawan West Ham.
zimbio.com
Puncak permasalahan keduanya pun terjadi di laga kontra West Ham. Kekalahan 3-1 United kian terasa pedas saat Mourinho menarik keluar Pogba. Gelandang asal Prancis itu memang menjabat tangan sang manajer di pinggir lapangan, tapi terlihat jelas raut kekecewaan dan amarah yang terus menumpuk dalam benaknya.
Berdasarkan masalah yang terus diulang dan “hukum” sepak bola yang selalu mengulang sejarah, bukan tidak mungkin sindrom musim ketiga Mourinho berlanjut pada musim ini bersama Setan Merah. Apalagi hanya di Old Trafford lah “Si Mulut Besar” gagal mempersembahkan gelar liga domestik.

More News on Liga Inggris

GALERI: Gol Spektakuler Sturridge Pupus Asa Chelsea

Deschamps: Pogba Tak Bisa Kerja Sendirian

Gol Terbaik Aguero di Mata Legenda Manchester City

 
The post Mourinho dan Sindrom Musim Ketiga yang Berakhir Pemecatan appeared first on Football5star Berita Bola.

Mauro Icardi Siap Tambah Masa Bakti di Inter Milan

Mauro Icardi Siap Tambah Masa Bakti di Inter Milan- Striker buas milik Inter Milan, Mauro Icardi kabarnya tak akan lama lagi menambah masa baktinya bersama Inter. Hal ini bakal memupuskan rencana banyak klub yang menginginkan dirinya.
Icardi sendiri memang tidak pernah sepi dari rumor transfer. Penyerang 25 tahun itu menjadi buruan banyak klub top Eropa atas ketajamannya di lini serang Inter Milan.
Pada musim panas ini ada beberapa klub yang mengincar jasa Icardi. Nama-nama seperti Manchester United, Real Madrid dan PSG disebut sangat menginginkan jebolan La Masia tersebut.
Dilansir dari Gazzetta Dello Sport, Inter Milan dikabarkan siap mematahkan semua rumor tersebut. Tim berjuluk La Beneamata itu dikabarkan sudah sepakat untuk memperpanjang kontrak sang penyerang dalam waktu dekat ini.
Menurut laporan tersebut, kontrak Icardi yang baru akan mengikat sang pemain di Giuseppe Meazza hingga tahun 2023 mendatang.
Hal ini berarti Icardi akan mendapatkan tambahan dua tahun dalam kontraknya yang sekarang, mengingat kontraknya saat ini akan usai pada tahun 2021 mendatang.
Dalam kontrak baru tersebut, Inter Milan dirumorkan menaikkan klausul rilis sang pemain yang semua seharga 110 Juta Euro menjadi 130 Juta Euro.
Sebagai kompensasi dari kontrak barunya tersebut, Icardi kabarnya akan mendapat kenaikan gaji yang cukup signifikan di Inter Milan.
Penyerang asal Argentina itu dikabarkan saat ini mendapatkan gaji sebesar 4,5 juta Euro per musim. Namun di kontrak barunya nanti, gaji Icardi akan naik sekitar 33% menjadi 6 juta Euro per musim.
Icardi kabarnya sudah sepakat dengan tawaran ini dan sebelum akhir bulan ini ia dan Inter Milan akan mengumumkan kesepakatan tersebut.
Icardi sendiri musim ini sudah membuat 1 gol dan 1 assist dari tiga laga starter yang ia mainkan di Liga Italia dan Liga Champions.
The post Mauro Icardi Siap Tambah Masa Bakti di Inter Milan appeared first on bolamagz.net.

Mauro Icardi Optimis Inter Milan Bisa Juara Liga Champions

Mauro Icardi Optimis Inter Milan Bisa Juara Liga Champions- Striker buas milik Inter Milan, Mauro Icardi sangat optimis timnya mampu menjuarai Liga Champions musim 2018/2019 ini usai mengalahkan Tottenham di laga awal.
Setelah sempat tertinggal lebih dulu, Inter membuat comeback dramatis dengan dua gol di lima menit terakhir pertandingan.
Christian Eriksen mencetak gol pembuka di menit ke-53. Inter yang sempat panik lalu bekerja keras di sisa laga, gol balasan Inter datang melalui aksi Icardi di menit ke-86 dan Matias Vecino menyempurnakan kemenangan di menit 90+2.
Icardi pun merasa kemenangan tersebut membuktikan bahwa Inter sebenarnya adalah tim kuat. Dia percaya kemenangan ini akan membantu mengangkat moral skuat Inter yang kesulitan meraih hasil maksimal di Serie A.
Menurut Icardi, seluruh pemain Inter sebenarnya menyadari kekuatan mereka. Kemenangan di laga sebesar Liga Champions akan membantu pemain mendapat kepercayaan diri mereka kembali. Icardi pun meyakini Inter mampu mengalahkan siapa pun.
“Kami tahu kami adalah tim kuat dan bahwa kami bisa bersaing dengan siapa pun, kami sudah menunggu pertandingan ini selama tiga bulan dan kemenangan ini memberi kami kekuatan untuk liga,” ujar Icardi di football italia.
“Pertandingan seperti itu, di Liga Champions, memberi anda begitu banyak (kepercayaan diri) tetapi satu pertandingan tak berarti apa pun, kami harus tetap tenang.”
Lebih lanjut, Icardi percaya kemenangan ini sangat penting bagi timnya, bukan sekadar soal tiga poin. Saat Inter terus meraih hasil buruk dalam beberapa pekan terakhir, kemenangan di laga sebesar Liga Champions akan meningkatkan kepercayaan diri para pemain.
“Kami akan memanfaatkan hal-hal baik yang sudah kami perbuat dan bermain di hari Sabtu nanti dengan mentalitas yang berbeda.”
“Lingkungan kami buruk dalam beberapa pekan terakhir ini, namun laga seperti ini akan memberi kami kepercayaan diri,” sambungnya.
“Vecino buktikan diri untuk dua kemenangan krusial kami, tetapi yang terpenting adalah Inter meraih kemenangan.”
The post Mauro Icardi Optimis Inter Milan Bisa Juara Liga Champions appeared first on bolamagz.net.

Tottenham Hotspur Tanpa 2 Bintang Hadapi Inter Milan

Gilabola.com – Tottenham Hotspur akan tandang ke markas Inter Milan di laga pembuka Liga Champions, Selasa (18/9) malam ini, tanpa dua bintangnya; Kieran Trippier dan Toby Alderweireld.
Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, mengatakan dua bek andalannya itu menepi dari timnya di laga melawan Inter Milan karena ‘alasan teknis’.
Kieran Trippier sebelumnya dikabarkan telah jadi kambing hitam atas terjadinya gol ke dua Liverpool yang dibukukan Roberto Firmino, saat Tottenham Hotspur kalah dari the Reds, 1-2, akhir pekan lalu.
Apalagi, Pochettino tampak tak senang saat harus beberkan alasan, mengapa ia tinggalkan Kieran Trippier dan Toby Alderweireld di London saat ini. Bahkan penjelasan pelatih asal Argentna ini malah timbulkan pertanyaan lain, dibandingkan memberi jawaban.
Hanya Butuh Rehat
Padahal, baik Trippier maupun Toby Alderweireld tunjukkan permainan yang lumayan di Piala Dunia 2018 yang baru lalu. Keduanya juga baru kembali ke markas Spurs, setelah Trippier membela Timnas Inggris dan Alderweireld bermain untuk Timnas Belgia di ajang UEFA Nations League.
Absennya kedua pemain itupun kemudian dikabarkan hanya terkait waktu rehat yang kembali diberikan Pochettino kepada keduanya. “Taktis? Anda bisa mencarinya di kamus. Itu di lapangan, walau saya pikir Anda bisa katakan ini taktik off the pitch,” tandas Pochettino.
Dia juga menegaskan, para pemain tidak dihukum untuk penampilan terakhir mereka. Poch juga bersikeras, para pemainnya tersebut telah diistirahatkan untuk pastikan mereka fit untuk Liga Premier.
Mauricio Pochettino Tak Pernah Hukum Pemain
“Tidak, tidak Anda cukup pandai untuk memahami bahwa ini musim kelima saya, dan saya tidak pernah menghukum pemain. Rencananya, kami tinggalkan mereka di sana dan turunkan pemain berbeda besok. Tidak ada apa-apa di balik ini semua, hanya saja kami akan turunkan pemain berbeda,” tegas Pochettino.
Skuad asal London Utara itu harus berjuang dengan banyaknya pemain mereka yang cedera, dan itu hanya akan menambah pertanyaan mengapa Spurs tak datangkan peman baru pada musim panas lalu.
Sebelumnya diberitakan, Spurs tak akan diperkuat Hugo Lloris dan gelandang berpengaruhnya, Dele Alli, yang sebelumnya sudah absen di laga kontra Liverpool akibat cedera.
Berita bola terkini

Berti: Inter Milan Jauh Lebih Hebat Dari Tottenham Hotspur

Gilabola.com – Mantan pemain tengah Nicol Berti klaim jika Inter Milan jauh lebih hebat daripada Tottenham Hotspur. Kedua tim akan berlaga di Liga Champions hari ini dan buktikan klaim itu benar atau tidak.
Nicola Berti sendiri sudah pernah bermain sebanyak 300 kali penampilan untuk Inter Milan. Bukan pemain ecek-ecek, ia sudah mendorong klub raih Scudetto dan dua trofi UEFA Cups saat membantu Tottenham hindari masalah di Liga Inggris tahun 1998 silam.
“Saat ini kedua tim saya lihat ada sedikit kemiripan, namun saya masih menilai jika kubu Inter masih jauh lebih hebat,” ujar pria berusia 51 tahun tersebut melalui The Independent.
“Oke, kubu Tottenham sangat fantastis saat menyerang, punya pemain tengah yang bagus, bagus juga di lini pertahanan. Mereka sanggup raih banyak gol,” lanjutnya lagi tetap ingin memuji kubu Spurs.
Inter Milan dan Tottenham Hotspur yang sama-sama kuat
“Meski begitu kubu Inter punya pemain berkemampuan bak seekor singa dalam diri Mauro Icardi, saat skuad sudah lebih kuat terima kasih pada Timnas Kroasia yang semakin percaya diri meraih final Piala Dunia.”
“Harry Kane jadi satu-satunya pemain Inggris selama 30 tahun terakhir yang saya kagumi. Ia luar biasa karena pemain yang komplit. Sanggup bermain untuk tim, bagus di kaki kiri maupun kanan, bagus juga urusan sundul bola. Saya tak selalu suka pemain depan Inggris, tapi Kane adalah pengecualian. Dia pemain terbaik Spurs setelah Klinsmann,” pungkasnya.
Sementara laga Inter Milan vs Tottenham Hotspur akan terjadi dalam laga penyisihan Grup B Liga Champions di Stadio Giuseppe Meazza, pada hari Selasa (18/09/2018) malam pukul 23:55 WIB. Dipresiksi kedua tim akan berakhir imbang.
Berita bola terkini

Prediksi Inter Milan vs Tottenham Hotspur 18 September 2018

Gilabola.com – Prediksi Inter Milan vs Tottenham Hotspur dalam laga penyisihan Grup B Liga Champions di Stadio Giuseppe Meazza, pada hari Selasa (18/9) malam pukul 23:55 WIB.
Inter Milan akhirnya berhasil kembali ke Liga Champions dan babak pertama adalah ujian keras dengan melawan Tottenham Hotspur. Selain itu, mereka juga bergabung ke grup yang sulit bersama Barcelona dan juara Belanda PSV Eindhoven.
Dan mereka berada dalam performa yang kurang baik di awal musim ini, dengan tim yang berjuang untuk mengubah peluang meski menjaga kepemilikan dengan mudah. Mereka hanya berhasil meraih 1 kemenangan dari empat pertandingan Serie A sejauh ini dan akhir pekan melihat titik terendah saat ini ketika mereka kalah di kandang sendiri oleh Parma.
Di sisi lain, Spurs memulai kampanye Premier League mereka dengan tiga kemenangan beruntun. Namun, hal-hal telah mengalami penurunan dengan menelan dua kekalahan beruntun melawan Watford dan Liverpool dengan margin 2-1 yang sama.
Head-to-head Inter Milan vs Tottenham Hotspur

4 pertemuan terakhir sebelumnya antara kedua pihak menghasilkan kemenangan di kandang.
Yang terbaru terjadi pada babak 16 besar Liga Eropa 2012/13. Spurs mengantongi kemenangan 3-0 di kandang, tetapi Inter bangkit kembali dengan kemenangan 4-1 di San Siro di leg kedua dan memastikan melaju ke perempat final.
Pertemuan lainnya adalah pada musim 2010/11, satu-satunya pertemuan tahap grup mereka sebelumnya di Liga Champions. Inter mengantongi kemenangan 4-3 di kandang sebelum kalah 3-1 di London.
Inter Milan memiliki rekor kuat di kandang melawan klub Liga Premier Inggris 10 kali menang, 3 kali seri dan 2 kekalahan dari 15 pertandingan.
Spurs berhasil hanya 1 kemenangan dari 9 kunjungan sebelumnya ke Italia, masing-masing seri dan kalah 4 kali.

Prediksi Inter Milan vs Tottenham Hotspur
Inter memiliki awal yang mengecewakan di musim ini dan tekanan tiba-tiba pada Luciano Spalletti menyusul kekalahan 0-1 di kandang Parma pada akhir pekan.
Spurs juga memiliki masalah dan mereka mengalami dua kekalahan beruntun. Ini adalah pernyataan bahwa pertahanan mereka merupakan masalah terbesar di awal musim ini.
Masalah Inter musim ini telah mencetak gol meski mampu menahan penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang.
Mereka bisa mendapatkan beberapa yang jelas pada hari Selasa dan mereka juga harus fokus pada di lini belakang mereka. Sebab tim Spurs ini telah mencetak gol di setiap pertandingan musim ini (10 gol dari 5 pertandingan).
Dengan demikian, kami meyakini bahwa kedua tim ini akan saling balas gol di sini. Namun kami sulit memprediksi siapa yang akan memenangkan pertandingan ini karena kedua tim ini datang ke pertandingan ini berada dalam kondisi yang kurang baik.
Prediksi skor: Inter Milan 2-2 Tottenham Hotspur
Berita bola terkini

Sevilla Ikut Buru Cesc Fabregas Dari Chelsea

Sevilla Ikut Buru Cesc Fabregas Dari Chelsea- Salah satu raksasa Liga Spanyol, Sevilla kabarnya juga tertarik untuk mendatangkan gelandang anyar Chelsea, Cesc Fabregas. Diketahui sebelumnya ada nama AC Milan dan Inter Milan.
Semenjak bergabung dengan Chelsea beberapa tahun yang lalu, Fabregas menjalani karir yang cukup baik di London Barat. Ia selalu menjadi andalan di lini tengah The Blues oleh para manajer yang bertugas.
Namun di era Maurizio Sarri ini, situasi Fabregas mulai berubah. Perlahan ia mulai tersingkir dari lini tengah The Blues musim ini.
Dilansir Calciomercato, situasi Fabregas ini ternyata dipantau oleh Sevilla. Tim kuda hitam La Liga itu tertarik memulangkan sang gelandang kembali ke Spanyol.
Seperti yang sudah diketahui, Sevilla tengah berbenah pada musim panas ini. Mereka banyak mendatangkan pemain berkualitas ke Andalusia agar tim mereka semakin kompetitif di La Liga.
Namun Pablo Machin sendiri kabarnya masih belum puas dengan komposisi lini tengahnya. Untuk itu ia ingin pemain berkualitas datang ke Sevilla, di mana ia ingin sosok Fabregas memperkuat lini tengahnya.
Machin sendiri kabarnya sangat menyukai gaya bermain Fabregas. Ia siap memberikan posisi pemain kunci bagi jebolan La Masia tersebut.
Sevilla sendiri sangat bersemangat untuk mendatangkan Fabregas. Pasalnya mereka bisa mendatangkannya secara gratis musim depan.
Fabregas sendiri kontraknya akan habis pada musim panas tahun 2019 mendatang. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda perpanjangan kontrak dari manajemen Chelsea.
Melihat kondisi tersebut, pihak Sevilla akan berupaya meyakinkan sang pemain untuk kembalki ke Spanyol bersama mereka.
Sevilla sendiri kabarnya harus berjuang keras untuk mendapatkan Fabregas. Pasalnya ada banyak klub top Eropa yang meminati jasa pemain Timnas Spanyol, salah duanya raksasa Italia AC Milan dan Inter Milan.
The post Sevilla Ikut Buru Cesc Fabregas Dari Chelsea appeared first on bolamagz.net.