Lampard: Ini Momen Sulit Bagi Mourinho

Football5star.com, Indonesia – Mantan bintang Chelsea, Frank Lampard, bersimpati dengan eks manajernya, Jose Mourinho, yang kini sedang tersudut di Manchester United. Namun, ia yakin The Special One akan bangkit.
Mourinho sedang menjalani musim ketiganya bersama Manchester United. Di musim pertama, ia sukses meraih treble. Sementara di musim kedua, The Special One tak meraih gelar apa-apa.
Getty Images
Untuk musim ketiga ini, Mourinho juga kesulitan di Old Trafford. Hingga pekan ketujuh, Setan Merah berada di posisi sepuluh klasemen Liga Inggris. Kondisi diperparah dengan perseteruan Mourinho dan gelandang Paul Pogba.
“Semua orang tahu perasaan saya tentang Mourinho sebagai manajer. Ini adalah momen yang sulit. Ini adalah momen yang akan kita semua miliki, yang kadang-kadang akan saya miliki, yang dimiliki setiap manajer,” kata Lampard seperti dilansir Soccerway.
“Saya telah mendengar semua wawancaranya akhir-akhir ini. Mourinho adalah pria besar. Dia akan melakukan pekerjaannya. Tentu saja saya merasa simpati untuknya. Mereka tidak memenangkan pertandingan dan mereka ingin melakukannya, itu adalah Manchester United.”
“Dalam hal pemain, ini bisa sulit. Anda perlu mengeluarkan potensi terbaik pemain Anda dan Anda kadang-kadang membutuhkan pesan yang tepat untuk keluar. Saya memikirkan itu sebagai pemain dan manajer. Dan Anda membutuhkan tingkat kerja lengkap di lapangan. Saya tidak berbicara tentang individu di sini, saya mengatakan bahwa itulah yang Anda butuhkan,” Lampard menambahkan.

More News on Liga Inggris

Carragher: Kemandulan Salah Terlalu Dibesar-besarkan

Hazard Tak Bisa Lakukan Segalanya Sendirian di Chelsea

Spurs Harus Nikmati Kesempatan Lawan Messi

The post Lampard: Ini Momen Sulit Bagi Mourinho appeared first on Football5star Berita Bola.

Senjata Makan Tuan Bagi Mourinho

Football5star.com, Indonesia – Peribahasa senjata makan tuan tepat untuk menggambarkan apa yang baru dialami manajer Manchester United, Jose Mourinho.
Dua pertandingan terakhir berujung kekecewaan bagi Man. United. Padahal laskar Mourinho tampil di Old Trafford.
Man. United imbang 1-1 saat menjamu Wolverhampton Wanderers pada pekan keenam Premier League, Sabtu (22/9/2018).
Hanya tiga hari berselang, Setan Merah kalah dari Derby County lewat drama adu penalti di babak ketiga Piala Liga Inggris.
Ironisnya, manajer dua klub tadi adalah bekas anak didik Mourinho. Mereka adalah Nuno Espirito Santo (Wolves) dan Frank Lampard (Derby).
Ketika menjadi pemain profesional, Santo lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi cadangan dibanding lapangan hijau. Itu justru menjadi pengalaman berharga baginya.
“Saya mengamati laga dari tempat terbaik. Saya melihat ruang, jarang dan pengambilan keputusan para pemain dengan lebih baik,” tutur dia.
Santo tidak pernah dimainkan Mourinho saat membela FC Porto pada 2002-2004. Namun, dia tetap menaruh respek yang besar kepada mantan pelatihnya tersebut.
Nuno Espirito Santo pernah jadi anak asuh Jose Mourinho di FC Porto pada 2002-2004. Foto: The Football League Paper
“Mourinho membawa Porto menjuarai Liga Champions (2003-04) meski tidak punya pemain-pemain kelas dunia,” kenangnya. “Saya sangat memperhatikan saat dia berbicara. Dia berperan besar dalam karier saya.”
Nasib Lampard jauh lebih beruntung ketimbang Santo. Dia merupakan salah satu pemain kesayangan Mourinho selama menukangi Chelsea.
Lampard punya pengalaman yang tidak terlupakan soal Mourinho. Itu terjadi ketika The Special One tiba di Stamford Bridge setelah ditunjuk sebagai manajer The Blues pada 2004.
“Dia mengatakan bahwa saya adalah pemain terbaik dunia,” kata Lampard. Uniknya, percakapan itu terjadi ketika mantan kapten Chelsea tersebut sedang mandi di ruang ganti.
Frank Lampard pada era pertama kepemimpinan Jose Mourinho di kursi manajer Chelsea. Foto: Premier League
Saat itu, Lampard belum menjadi pemain yang punya peran vital bagi Chelsea. Namun, di bawah asuhan Mourinho, dia berkembang pesat hingga menjadi legenda klub asal London tersebut.
Lihat saja pencapaian pria berumur 40 tahun itu. Hingga kini, dia tercatat sebagai pengoleksi penampilan terbanyak keempat (648 gol) dan tersubur (211 gol) dalam sejarah The Blues.
Selain itu, Lampard masuk daftar nomine peraih penghargaan Pemain Terbaik FIFA 2005 bersama Ronaldinho Gaucho dan Samuel Eto’o. Dia finis di posisi kedua.
Hubungan baik antara keduanya tidak sebatas di lapangan hijau, tetapi dalam kehidupan pribadi. “Kami baru saja kembali berkomunikasi melalui telepon, tetapi itu terkait keluarga. Kami hanya membahas anak perempuan saya, bukan pertandingan,” ungkap Lampard sebelum bertandang ke Old Trafford.
Jose Mourinho berhadapan dengan Frank Lampard saat Manchester United vs Derby County. Foto: The Independent
Sebelum bertemu beberapa waktu lalu, Mourinho sempat melayangkan pujian kepada Santo dan Lampard. Dia tentu senang dua mantan muridnya mengikuti jejaknya sebagai manajer.
Di sisi lain, apa yang dia ajarkan menjadi bumberang bagi dirinya sendiri setelah Man. United ditahan Wolves dan kalah dari Derby.
Ini juga menjadi momentum bagi Mourinho untuk mengevaluasi diri. Selama terjun ke dunia pelatih, dia dikenal sebagai manajer dengan pendekatan taktik yang pragmatis.
Berbeda dengan Sir Alex Ferguson yang menangani Setan Merah selama lebih dari dua dekade. Seiring berjalannya waktu, pria asal Skotlandia itu selalu berupaya beradaptasi.
Padahal Ferguson pernah kehilangan beberapa pemain bintang, seperti David Beckham dan Cristiano Ronaldo. Kekuatan klub-klub lain pun terus meningkat, tetapi dia terus meraih prestasi secara konsisten.
Pesan dari Paul Pogba, salah satu pemain andalan Man. United, sejatinya bisa menjadi bahan renungan bagi The Special One.
“Saat bermain di kandang, Anda seharusnya menyerang. Ini adalah Old Trafford. Kami di sini untuk menyerang,” ucapnya, setelah laga melawan Wolves usai.
The post Senjata Makan Tuan Bagi Mourinho appeared first on Football5star Berita Bola.

Derby Singkirkan Man United, Lampard Kehabisan Kata-Kata

Football5star.com, Indonesia – Manajer Derby County, Frank Lampard, mengaku sangat bahagia sekaligus bangga dengan timnya yang berhasil menyingkirkan Manchester United di Piala Liga.
Derby tampil gigih untuk memenangi laga kontra Unites di Old Trafford, Rabu (26/9/2018) dinihari WIB, pada babak ketiga Piala Liga. Kebobolan gol cepat di menit ketiga, Derby sempat berbalik unggul melalui Harry Wilson dan Jack Marriott.
Getty Images
Namun keunggulan itu cuma bertahan beberapa menit, karena Marouane Fellaini menyamakan skor. Laga pun dilanjutkan ke babak adu penalti, di mana Derby menang 8-7.
“Saya kaget. Kinerja luar biasa. Tertinggal di awal di Old Trafford dan bermain sebaik yang kami lakukan rasanya luar biasa. Kami memiliki kepribadian untuk mengambil penalti dan bermain seperti yang kami lakukan. Saya seorang manajer yang bangga,” kata Lampard kepada Sky Sports.
“Ini adalah pilihan termudah yang saya miliki, para pemain tampil hebat saat melawan Brentford (pada Sabtu menang 3-1 di Championship) dan mereka layak mendapat kesempatan bermain di Old Trafford.”
“Saya ingin membawa tim yang benar-benar bisa bersaing. Saya sangat bangga dengan mereka. Saya mencoba membangun grup untuk menjadi sukses dan malam seperti ini luar biasa. Untuk melawan pemain kelas dunia dan bermain seperti itu, rasanya fantastis,” Lampard menambahkan.
The post Derby Singkirkan Man United, Lampard Kehabisan Kata-Kata appeared first on Football5star Berita Bola.

Lampard Kaget Timnya Bisa Kalahkan Manchester United

Lampard Kaget Timnya Bisa Kalahkan Manchester United- Mantan legenda Chelsea yang kini melatih Derby County, Frank Lampard mengaku cukup kaget timnya bisa lolos ke babak 16 Carabao Cup besar usia menumbangkan tuan rumah Manchester United.
Hasil ini mengirimkan Derby ke 16 besar, sedangkan MU harus meratapi musim yang berjalan kian buruk. Laga ini berjalan sulit untuk MU. MU sempat unggul cepat lewat gol Juan Mata di menit ketiga, namun Derby justru berbalik unggul 1-2 di babak kedua. Beruntung Marouane Fellaini jadi pahlawan sementara dengan golnya di menit 90+5.
Kiper MU, Sergio Romero harus mengakhiri laga lebih cepat karena menerima kartu merah langsung di menit ke-67. Laga berlanjut ke babak adu penalti, semua penendang sukses menuntaskan tugasnya sampai Phil Jones yang ditunjuk sebagai penendang ke delapan gagal total.
Pelatih Derby, Frank Lampard mengaku terkejut dengan keberhasilan timnya mengalahkan tim sekelas MU.
Menurut Lampard, satu hal yang paling mengejutkan adalah performa timnya yang tampil begitu berani dan percaya diri di stadion sebesar Old Trafford. Dia memuji kemampuan timnya mengontrol pertandingan, terbukti Derby sebenarnya bisa menang di waktu normal.
“Saya sedikit terkejut, dalam hal bagus,” kata Lampard kepada Sky Sports.
“Performa yang luar biasa dari tim, dalam hal kepribadian kami. Tertinggal 1-0 dengan cepat, di Old Trafford, lalu bermain seperti cara mereka dan mengontrol elemen besar pertandingan.”
Lebih lanjut, Lampard juga mengaku bangga sebagai pemain. Dia tak pernah meragukan kemampuan para pemainnya. Mentalitas pemain Derby pun tak luput dari pujian Lampard.
“Meski melewatkan peluang ketika anda merasa punya kesempatan untuk kembali ke permainan dan kebobolan enam menit di perpanjangan waktu, mereka memiliki mentalitas untuk berjuang dan menendang penalti dan memberikan performa yang luar biasa.”
“Saya hanya pelatih yang sangat bangga. Mereka sungguh hebat,” sambungnya.
Sementara itu, bagi MU kegagalan ini akan semakin menyulitkan Jose Mourinho, yang kabarnya posisi Mou di kursi pelatih MU mulai tak aman.
The post Lampard Kaget Timnya Bisa Kalahkan Manchester United appeared first on bolamagz.net.

Antusiasme Lampard Melawan Mourinho di Carabao Cup

Football5star.com, Indonesia – Stadion Old Trafford akan menjadi saksi bertemunya Frank Lampard dan Jose Mourinho sebagai “musuh”. Ya, Manchester United akan melawan Derby County, yang dilatih Lampard, di ajang Carabao Cup.
Ini adalah pertemuan pertama Lampard dan Mourinho sebagai manajer. Seperti yang diketahui, keduanya pernah larut dalam romantisme cukup lama saat The Special One masih berstatus sebagai pelatih Lampar di Chelsea.
Kendati sudah lama berpisah, Lampard sepertinya tidak akan lupa dengan peran Mourinho dalam kariernya. Ia pun terlihat sangat antusias menghadapi mantan mentornya itu.
premierleague.com
“Saya ingat saat itu masih 25 tahun dan Jose Mourinho datang ke Chelsea dan mengangkat karier saya ke level tertinggi. Jadi, lebih dari sekadar kata menarik menghadapinya sebagai sesama manajer,” ujar Lampard kepada Sky Sports, Senin (24/9/2018).
“Ini jalan sepakbola, jalan yang tak pernah kita tahu bagaimana kami bisa bertemu lagi. Kita tak perlu membicarakan apa yang sudah dia raih, itu sudah masuk dalam buku sejarah. Tiap kemenangan, titel, tim sukses yang dia bentuk dan tangani, sementara saya cuma bayi dalam hal manajerial, jadi saya masih perlu menempuh jalan panjang,” imbuhnya.
Walau sadar dengan kemampuan Mourinho, Lampard menegaskan tetap ingin Derby bermain tanpa celah pada laga babak ketiga Carabao Cup nanti.
“Secara pribadi sangat menyenangkan bisa menghadapinya, namun di sepakbola, kami menghadapi Manchester United sebagai klub, pemain, dan supporter yang siap memberikan yang terbaik,” tutupnya.
The post Antusiasme Lampard Melawan Mourinho di Carabao Cup appeared first on Football5star Berita Bola.