Hasil Manchester United vs Arsenal: Sama Kuat di Old Trafford

Football5star.com, Indonesia – Manchester United kembali gagal meraih kemenangan. Kali ini laju mereka tertahan oleh Arsenal dengan skor 1-1 di Stadion Old Trafford, Selasa (1/10/2019) dinihari WIB.

Kedua tim mengawali pertandingan dengan tensi yang sedang-sedang saja. Tidak ada peluang berarti yang tercipta selama 20 menit pertama.

Baru ketika laga berjalan setengah jam keduanya keluar menyerang, terutama Manchester United. Tapi baru di akhir babak pertama gol tercipta di Old Trafford.

Adalah Scott McTominay yang mencatatkan namanya di papan skor. Mendapat umpan matang dari Marcus Rashfrod, ia sukses menceploskan bola ke gawang Bernd Leno sekaligus menutup babak pertama dengan skor 1-0.

Pada babak kedua, Arsenal melakukan perubahan dengan menarik keluar Lucas Torreira dan memasukkan Dani Ceballos. Hasilnya pun terlihat pada menit ke-58.

Akselerasi Bukayo Saka berhasil diteruskan Pierre Emerick Aubameyang menjadi gol. Walau sempat dinyatakan offside oleh sang pengadil, VAR kemudian menyatakan gol itu tetap sah.

Skor 1-1 membuat Setan Merah dan Meriam London makin bermain terbuka untuk mencari gol kemenangan. Peluang didapat kubu tuan rumah lewat upaya Paul Pogba. Namun, tendangan kerasnya masih melenceng tipis di atas gawang.

Berbagai upaya yang dibuat United dan Arsenal akhirnya gagal membuahkan gol hingga berakhirnya pertandingan. Skor imbang 1-1 pun mewarnai duel klasik di Premier League ini.

Tambahan satu poin membuat kedua tim naik satu peringkat di klasemen. Manchester United kini berada di urutan ke-10 dengan sembilan angka. Sementara Arsenal ada di posisi keempat dengan 12 poin.

Susunan Pemain:

Manchester United (4-2-3-1): 1-David Gea; 38-Axel Tuanzebe, 2-Victor Lindelof, 5-Harry Maguire, 18-Ashley Young; 39-Scott McTominay, 6-Paul Pogba; 15-Andreas Pereira (Mason Greenwood 74′), 14-Jesse Lingard (Fred 74′), 21-Daniel James; 10-Marcus Rashford. Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

Arsenal (4-3-3): 1-Bernd Leno; 21-Calum Chambers, 5-Sokratis Papastathopoulos, 23-David Luiz, 31-Sead Kolasinac; 11-Lucas Torreira (Dani Ceballos 55′), 34-Granit Xhaka, 29-Matteo Guendouzi; 77-Bukayo Saka (Joe Willock 80′), 14-Pierre-Emerick Aubameyang, 19-Nicolas Pepe (Reiss Nelson 75′). Pelatih: Unai Emery

The post Hasil Manchester United vs Arsenal: Sama Kuat di Old Trafford appeared first on Football5star Berita Bola.

5 Momen Kontroversial Manchester United vs Arsenal

Football5star.com, Indonesia – Partai big match akan tersaji di Stadion Old Trafford, Selasa (1/10/2019) antara tuan rumah Manchester United vs Arsenal di lanjutan Liga Inggris pekan ke-7. Sepanjang sejarahnya pertemuan kedua tim ini rekam sejumlah momen kontroversial.

Momen kontroversial cukup sering terjadi di laga Manchester United vs Arsenal pada era 90-an. Saat United masih dilatih oleh Sir Alex Ferguson dan Arsenal dibesut oleh Si Profesor asal Prancis Arsene Wenger.

Kedua pelatih ini pun acapkali lontarkan psy war jelang pertandingan kedua klub ini. Fergie misalnya pernah menghina kemampuan Wenger yang fasih 5 bahasa.

“Mereka mengatakan dia (Wenger) ialah orang cerdas kan? berbicara lima bahasa? Aku kenal seorang anak 15 tahun dari Pantai Gading yang juga bisa bicara lima bahasa asing,”. kata Fergie seperti dikutip Football5star.com dari BBC, Senin (30/9/2019).

Wenger pun sempat membalas kometar provokatif Fergie dengan mengatakan pelatih Skotlandia itu sudah kehilangan akal sehat. “Dia tidak menarik minat saya, saya tidak akan menjawab provokasi dari dia lagi. Dia kehilangan akal sehat. Dia akan terus konfrontasi,” kata Wenger.

Selain psy war antara kedua pelatih ini. Terdapat juga 5 momen kontroversial lainnya di laga Manchester United vs Arsenal, berikut ulasannya:

Battle of Buffet

Media-media di Inggris pada 2004 menyebut laga Manchester United vs Arsenal dengan sebutan Battle of Buffet. Pada laga yang dimenangkan oleh Red Devils dengan skor 2-0 tersebut, sejumlah kejadian kontroversial terjadi.

Salah satunya ialah perselisihan antara Rio Ferdinand dengan Freddie Ljunberg pada menit ke-19. Kontroversi pada pertandingan ini memuncak saat tuan rumah mendapat hadiah penalti dari Mike Riley.

espn.co.uk

Pada menit ke-73, wasit Mike Riley memberi hadiah penalti kepada Manchester United karena menganggap Wayne Rooney dilanggar oleh Sol Campbell. Padahal dalam tayangan ulang justru kebalikannya.

Setelah pertandingan, Wenger pun melontarkan kritik tajamnya. Ia menyebut Mike Riley membuat tuan rumah Manchester United bisa meraih kemenangan. “Ia (Mike Riley) yang memutuskan hasil pertandingan seperti yang terjadi di Old Trafford,” kritik Wenger.

Roy Keane vs Patrick Vieira

Pada laga United vs Arsenal di 2005, kapten kedua tim Roy Keane dan Patrick Vieira terlibat adu mulut di lorong ganti pemain. Kejadian tersebut terjadi di Stadion Highbury.

Tak jelas apa yang menyebabkan kedua adu mulut hingga harus dipisahkan oleh wasit dan rekan-rekannya. Konon kabarnya Roy Keane sampai menantang Vieira untuk berduel di luar lapangan.

“Kita selesaikan di luar lapangan,” kata Keane saat itu. Usut punya usut ternyata insiden ini diawali karena ancaman Vieira kepada Gary Neville.

Roy Keane mengatakan bahwa pemain Prancis itu mengancam Gary Neville. Hal itu yang membuatnya terpancing. “Aku dengar kamu mengincar Gary, huh? Kamu mengincar yang lemah.”

Namun hal itu dibantah oleh Vieira. Ia mengatakan tidak mengancam Gary Neville namun hanya memperingatkannya. “Aku bilang pada dia (Gary Neville), kalau dia menyentuh Robert (Pires), aku akan mengejar dia.” kata Vieira.

Battle of Trafford

Insiden ini jadi salah satu momen paling kontroversial pertemuan United vs Arsenal. Kejadian ini terjadi di Stadion Old Trafford pada musim 2003/04. Pemeran utamanya adalah Patrick Vieira dan Ruud van Nistelrooy.

Laga sejak awal pertandingan berlangsung sengit. Kedua tim saling jual beli serangan. Tensi pertandingan mulai memanas di pertengahan babak kedua dan mencapai puncak pada menit ke-80.

Kejadian bermula saat Ruud van Nistelrooy melompat ke punggung Patrick Vieira yang membuat pemain Prancis ini jatuh ke tanah. Vieira kemudian menggerakan kaki yang kemudian disusul respon Nistelrooy seperti seolah-olah terkena tendangan.

Kemudian, wasit Steve Bennett merasa kalau Vieira berniat melakukan tendangan sehingga ia akhirnya diberi kartu merah hanya tiga menit setelah kartu kuning pertamanya.

Vieira mengamuk dan berusaha mengejar pemain Belanda tersebut. Usahanya dihalangi oleh Ryan Giggs dan menyebabkan kericuhan pecah antara kedua pemain.

Tak berhenti di situ, menit akhir pertandingan wasit memberi hadiah penalti kepada United. Sayang sepakan van Nistelrooy membentur tiang gawang. Hal ini membuat pemain Arsenal kembali memprovokasi van Nistelrooy.

Pertandingan berakhir, Nistelrooy langsung mendapat ayunan tangan Keown yang mengarah ke belakang kepalanya. Aksi ini disusul dengan provokasi tambahan serta pelecehan verbal dari Ray Parlour, Lauren, dan Kolo Toure

FA pun memberi hukuman kepada pemain kedua tim. Bek Arsenal Lauren mendapat hukuman paling berat yakni skorsing hukuman 4 laga.

Ricuh 21 pemain United dan Arsenal

Pada 20 Oktober 1990 pecah ricuh yang melibatkan 21 pemain di laga United vs Arsenal. Dikutip dari Sport360, insiden ini berawal dari perebutan bola antara Denis Irwin dengan Nigel Winterburn.

Awalnya Winterburn berusaha mengambil bola dari kaki Irwin di sisi sayap United. Usaha tersebut dihalangi oleh Irwin dan Adres Limpar berusaha membantu. Limpar dan Winterburn kemudian adu otot dan membuat pemain lain terpancing emosinya.

planetfootball.com

Tiba-tiba penyerang United, Brian McClair, muncul dan langsung menendang Winterburn yang masih terjatuh di rumput. Aksi McClair tentu saja memancing kemarahan pemain Arsenal lainnya, sehingga terjadilah perkelahian massal yang melibatkan kedua tim.

Pemain kedua tim saling mengejar satu sama lain untuk adu jotos. Akibatnya FA pun memberikan hukuman sangat berat bagi kedua tim dengan denda yang sangat besar.

Sikutan Sol Campbell

Pada 2003, tensi tinggi juga terjadi saat United vs Arsenal. Kali ini melibatkan dua pemain Ole Gunnar Solskjaer dan Sol Campbell. Mantan bek timnas Inggris dengan sengaja menyikut Solskjaer karena frustasi menjaga striker Norwegia tersebut.

Sialnya, aksi Campbell terlihat jelas oleh wasit. Campell pun langsung di ganjar kartu merah. Bahkan, setelah laga, bek jangkung itu mendapat hukuman skors tambahan menjadi tiga pertandingan.

Tidak hanya itu, Phill Neville juga sempat adu otot dengan striker Francis Jeffers. Adik kandang Gary Neville itu dengan sengaja lakukan tackle kasar kepada Jeffers dari belakang. Tak terima, Jeffers pun menendang secara membabi buta Phil Neville.

The post 5 Momen Kontroversial Manchester United vs Arsenal appeared first on Football5star Berita Bola.

Keluarga Glazer Tak Peduli dengan Kondisi Manchester United

Football5star.com, Indonesia – Eks bek Liverpool Jamie Carragher mengatakan bahwa pemilik Manchester United, keluarga Glazer tak peduli dengan kondisi klub berjuluk Red Devils tersebut. Menurut Carrager, yang diutamakan oleh keluarga Glazer hanyalah uang.

“Keluarga Glazer tidak peduli dengan kondisi Manchester United saat ini. Yang terpenting bagi mereka adalah bagaimana mendapat keuntungan,” kata Carragher seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Sabtu (28/9/2019).

“Baru-baru ini kita menyaksikan bagaimana Ed Woodward bertindak di luar batas dengan mendekati mantan pemain untuk dijadikan sebagai direktur olahraga,” tambah Carragher.

manchestereveningnews

Masalahnya kata Carragher, pola pendekatan seperti ini sangat keliru bagi tim sebesar Manchester United. Pasalnya nama-nama mantan pemain Red Devils yang coba didekati oleh Woodward seperti Patrice Evra dan Rio Ferdinand tidak memiliki pengalaman di manajerial klub.

“Pemilik bertanggung jawab atas hal seperti ini. Ini memperlihatkan bagaimana mereka menjalankan klub tersebut dengan sangat kacau,” tambah Carragher.

Carrager pun yakin bahwa keluarga Glazer tidak akan melakukan tindakan apapun terhadap kesalahan Woodward tersebut. Hal itu menjadi kebiasaan keluarga Glazer terhadap kinerja buruk jajaran direksi.

“Mereka sekali lagi tidak akan pernah peduli dengan kondisi klub di atas lapangan,” kata Carragher.

The post Keluarga Glazer Tak Peduli dengan Kondisi Manchester United appeared first on Football5star Berita Bola.

Arsene Wenger: Melatih Manchester United Impian Semua Pelatih

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih Arsenal Arsene Wenger menanggapi soal tantangan untuk dirinya jika ditawari menjadi pelatih Manchester United. Menurut pria Prancis itu, melatih di Old Trafford adalah impian semua pelatih.

“Melatih Manchester United adalah sebuah pekerjaan impian bagi semua pelatih. Saya punya kepercayaan dan keberanian, serta saya juga memiliki ide untuk tim ini,” kata Wenger seperti dikutip Football5star.com dari BBC, Kamis (26/9/2019).

Dikatakan oleh Wenger, bahwa dibutuhkan pelatih spesial untuk menangani klub sebesar Manchester United. Calon pelatih harus memiliki keberanian dan tentu saja taktik yang hebat.

getty images

“Bekerja di Manchester United hanya bisa dilakukan oleh pelatih yang memiliki keberanian dan kepercayaan diri yang besar,” ucap Wenger.

Mantan seteru Sir Alex Ferguson itu menyebut bahwa dirinya tak menampik jika memang ada tawaran untuk melatih klub berjuluk Red Devils tersebut.

Semenjak sudah tak lagi melatih Arsenal pada 2018 lalu, Wenger belum melatih satu klub sepak bola mana pun. Spekulasi apakah Ole Gunnar Solskjaer akan bertahan di Old Trafford masih tanda tanya.

Melihat penampilan Marcus Rashford dan kawan-kawan di sejumlah pertandingan, bukan tidak mungkin pelatih asal Norwegia itu didepak dan Wenger yang dulu jadi musuh malah justru melatih di Old Trafford.

The post Arsene Wenger: Melatih Manchester United Impian Semua Pelatih appeared first on Football5star Berita Bola.

Dua Big Match Dipastikan Tersaji pada Babak 16-Besar Carabao Cup

Football5Star.com, Indonesia – Dua big match dipastikan tersaji pada babak 16-besar Carabao Cup 2019-20. Dalam drawing yang dilakukan pada Kamis (26/9/2019) dini hari WIB, empat klub teras Inggris dipastikan saling bunuh pada babak ini. Mereka adalah Manchester United, Arsenal, Liverpool, dan Chelsea.

Big match pertama yang tersaji pada babak 16-besar Carabao Cup musim ini adalah Chelsea menghadapi Manchester United di Stadion Stamford Bridge. Bagi The Blues, ini jadi ajang balas dendam atas kekalahan 0-4 pada pekan pertama Premier League.

Kekalahan 0-4 itu pula yang diungkapkan Frank Lampard saat mengetahui hasil drawing Carabao Cup mempertemukan N’Golo Kante cs. dengan Red Devils. Namun, dia tak mau sesumbar. Sebaliknya, dia sangat hati-hati meskipun sang calon lawan lolos berkat kemenangan adu penalti atas Rochdale.

thisisanfield.com

“Itu akan jadi pertandingan yang alot. Malam ini, kami membuat pertandingan terlihat mudah, tapi pertandingan-pertandingan itu dapat lebih alot. Manchester United akan datang dengan tim yang kuat ke sini,” ujar Frank Lampard seperti dikutip Football5Star.com dari London Evening Standard.

Big match kedua adalah Liverpool vs Arsenal di Stadion Anfield. Tentu saja, partai pada ajang Carabao Cup ini akan jadi ujian berat bagi The Gunners. Mereka tak pernah menang dalam sembilan kesempatan terakhir bersua The Reds. Bahkan, mereka selalu kebobolan setidaknya tiga gol dalam lima lawatan terakhir ke Stadion Anfield.

Lalu, bagaimana dengan Manchester City? Sang juara bertahan Carabao Cup juga harus bersua sesama klub Premier League. Tim asuhan Pep Guardiola harus menghadapi Southampton di kandang sendiri, Stadion Etihad.

Hasil Lengkap Undian Babak 16-Besar Carabao CupEverton vs WatfordAston Villa vs Wolverhampton WanderersManchester City vs SouthamptonBurton Albion vs Leicester CityCrawley Town vs Colchester UnitedChelsea vs Manchester UnitedOxford United vs Sunderland Liverpool vs Arsenal

The post Dua Big Match Dipastikan Tersaji pada Babak 16-Besar Carabao Cup appeared first on Football5star Berita Bola.

Hasil Man United vs Rochdale: Setan Merah Nyaris Kalah dari Tim Divisi 3

Football5Star.com, Indonesia – Manchester United nyaris saja kalah dari tim Divisi 3 Liga Inggris, Rochdale AFC ketika mereka bersua dalam babak 32 besar Carabao Cup, Kamis dini hari (26/9/2019). Setan Merah menang lewat adu penalti dengan skor 5-3.

Bermain rata-rata dengan skuat pelapis mereka, United menguasai permainan sejak awal laga. Sebaliknya, Rochdale yang belum pernah menang di 5 laga terakhirnya justru tampil taktis dengan sesekali mengandalkan serangan balik.

Akan tetapi, babak pertama dihiasi dengan nihil gol dari kedua tim.

Memasuki babak kedua, United melakukan sejumlah pergantian. Jika di babak pertama Phil Jones ditarik keluar untuk digantikan pemain muda Brandon Williams, kali ini Tahith Chong yang harus digantikan perannya oleh Daniel James.

Gol pun akhirnya datang kepada United. Mason Greenwood yang tengah dalam peforma bagus berhasil mencetak gol setelah menerima umpan Jese Lingard di menit ke-68. 1-0 untuk Manchester United.

Alih-alih mempertahankan keunggulan, United justru kebobolan oleh Rochdale di menit ke-75. Luke Matheson berhasil memanfaatkan peluang emas yang menjebol gawang Sergio Romero.

Laga pun harus dilanjutkan ke pertambahan waktu 2×15 menit. Namun, tak kunjung ada gol yang kembali tercipta sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti.

Lima penendang United sukses menjalankan tugasnya, mereka adalah Daniel James, Mason Greenwood, Fred, Andreas Pereira dan Juan Mata sebagai penentu kemenangan.

Sementara itu, Rochdale gagal memasukkan satu tendangan ketika Keohane gagal menjalankan tugasnya. United pun menang dengan skor 5-3 lewat adu penalti.

Getty Images.

SUSUNAN PEMAIN KEDUA TIM

United (4-2-3-1): 22. Romero, 16. Rojo, 4. Jones, 38. Tuanzebe, 29. Wan-Bissaka, 6. Pogba, 17. Fred, 14. Lingard, 15. Pereira, 44. Chong, 26. Greenwood.

Cadangan: 13. Grant, 53. Williams, 21. James, 8. Mata, 39. McTominay, 37. Garner, 2. Lindelof.

Pelatih: Ole-Gunnar Solskjaer.

Rochdale (4-5-1): 25. Sanchez, 4. McNulty, 8. Williams, 3. Norrington-Davies, 41. Matheson, 7. Dooley, 13. Keohane, 10. Camps, 14. Rathbone, 28. Morley, 40. Henderson.

Cadangan: 18. Wilbraham, 9. Andrew, 20. Ryan, 12. Lynch, 35. Bradley, 37. Tavares, 43. Thomas.

Pelatih: Barry-Murphy
The post Hasil Man United vs Rochdale: Setan Merah Nyaris Kalah dari Tim Divisi 3 appeared first on Football5star Berita Bola.

Solskjaer Dinilai Tak Becus Latih Manchester United

Football5star.com, Indonesia – Legenda Manchester United, Paul Ince, menuding Ole Gunnar Solskjaer tak becus melatih Paul Pogba dan kawan-kawan.

Solskjaer melatih United sejak Desember 2018 menggantikan Jose Mourinho. Awalnya, pria asal Norwegia itu memiliki rekor yang sangat baik. Namun, prestasi Setan Merah kemudian meredup dan gagal finis empat besar.

Musim ini, United juga tak stabil. Hingga pekan keenam, Setan Merah baru meraih delapan poin dan berada di posisi delapan klasemen.

Getty Images

“Saya katakan tahun lalu – dan diejek karenanya – bahwa Ole seharusnya tidak mendapatkan pekerjaan Manchester United pada tahap ini. Saya sepenuhnya mendukung komentar itu. Semua orang tersedot ke awal yang dia buat, tanpa melihat perlengkapan yang mereka miliki. Ini bisnis berbasis hasil, dan itu bagus, tetapi Anda tidak bisa mengabaikan kinerja,” kata Ince kepada Paddy Power.

“Namun sekarang, setelah memutuskan bahwa dialah pria itu, memberinya proyek jangka panjang dan membeli visinya, mereka harus tetap bertahan dengannya. Terlepas dari apakah mereka menang atau kalah di akhir pekan, dia adalah manajer mereka. Tidak ada dua cara tentang hal itu, mereka telah membuat tempat tidur mereka, dan saat ini mereka sedang berbaring di sana.”

“Mereka tidak dapat memecat manajer mereka dan meninggalkan strategi, berdasarkan beberapa hasil. United akan memenangkan pertandingan, orang-orang akan bersemangat lagi, lalu mereka akan kalah dan itu akan kembali ke krisis. Mereka adalah tim terbesar di dunia, mereka akan masuk berita, apa pun yang terjadi.”

“Tapi mereka tidak lagi memiliki kemampuan dalam hal mengintimidasi lawan. Tim tahu mereka bisa mendapatkan sesuatu dari mereka sekarang, bahkan di Old Trafford. Saat ini, United rapuh,” Ince menambahkan.

The post Solskjaer Dinilai Tak Becus Latih Manchester United appeared first on Football5star Berita Bola.

Mampukah Solskjaer Ciptakan Generasi Emas Setelah Busby Babes dan Class of 92?

Football5star.com, Indonesia – Gol semata wayang yang dicetak oleh striker berusia 17 tahun Mason Greenwood di Liga Europa, Jumat (20/9/2019) membuat publik Old Trafford membayangkan skuat Manchester United bakal hadirkan generasi emas setelah Busby Babes dan Class of 92.

Sebagai pemain yang pernah bermain bersama dengan generasi Class of 92, Ole Gunnar Solskjaer memiliki beban tersendiri untuk bisa kembali menciptakan generasi emas seperti yang pernah dilakukan para pendahulunya, Sir Matt Busby dan Sir Alex Ferguson.

Pelatih asal Norwegia itu memang memiliki peluang untuk bisa menciptakan generasi emas di Manchester United. Dikutip dari halaman resmi klub, skuat Red Devils saat ini diperkuat sejumlah pemain muda.

“Gairahnya terhadap sepakbola semakin meningkat. Saya tidak ingin terlalu banyak tekanan padanya selain meminta untuk bersenang-senang dan bekerja keras,” kata Solskjaer setelah pertandingan melawan Astana sepeerti dikutip Football5star.com dari Sky Sport.

getty images

Barisan pemain muda

Selain Greenwood yang memang asli didikan The Manchester United Academy, ada juga nama Tahith Chong dan Angel Gomes. Keduanya masih berusia 19 tahun. Ketiga pemain jebolan akademi ini dimainkan Solskjaer saat Red Devils susah payah kalahkan Astana di Liga Europa.

Selain ketiganya, jangan lupakan juga sosok striker yang jadi andalan Solskjaer musim ini Marcus Rashford. Ada juga bek berusia 21 tahun Axel Tuanzebe. Kelima pemain jebolan akademi ini memang disebut-sebut bakal jadi pemain andalan Red Devils di musim ini.

Solskajer pun beruntung memiliki pemain di luar akademi yang masih berusia relatif muda dan bisa menopang jika ia berkeinginan membentuk generasi emas berikutnya di Old Trafford. Ada Diogo Dalot yang berusia 20 tahun, full back anyar Aaron Wan Bissaka, eks striker Swansea Daniel James.

getty images

Kombinasi skuat Manchester United musim ini memang berpeluang ciptakan generasi emas layaknya Busby Babes dan Class of 92. Ada pemain senior mulai dari Ashley Young, Nemanja Matic, Paul Pogba, Juan Mata, hingga David de Gea, ada juga jebolan akademi yang sudah wara-wiri di skuat utama seperti Scott McTominay, dan Jesse Lingard.

Namun meski memiliki komposisi skuat yang bisa dikatakan tak jauh berbeda seperti saat Sir Alex Ferguson membangun generasi Class of 92, Solskjer memiliki kekuranan yang amat mendasar, faktor kepemimpinan.

Sulitnya mencari sosok kapten karismatik

Ketika Sir Matt Busby membangun generasi Busby Babes, ia disokong oleh sosok kapten karismatik Denis Law dan Sir Bobby Charlton. Pemain-pemain seperti Eddie Colman, Mark Jones, David Pegg, dan Geoff Bent diayomi oleh legenda hidup Setan Merah tersebut.

Meski pada akhirnya para pemain muda ini berakhir dengan cara yang tragis. Era Busby Babes membawa Setan Merah ke puncak kejayaan. Hal ini kemudian juga berlanjut saat Sir Alex Ferguson menciptakan Class of 92. Sir Alex sudah menaruh sosok kapten karismatik yang bisa membuat para pemain muda tak banyak bertingkah.

daily mail

Pemain-pemain muda Clasff of 92 mulai dari Ryan Giggs hingga David Beckham tak banyak bertingkah saat ban kapten melingkar di lengan Eric Cantona dan Roy Keane. Kedua pemain ini jadi figur dan penyambuh lidah Sir Alex di tengah lapangan.

Meski keduanya juga memiliki catatan negatif saat menjadi kapten Manchester United, namun hal tersebut tak mengurangi sisi karismatik dan hormatnya para pemain muda Revils kepada Cantona dan Keane.

Justru dari kedua kapten inilah para pemain muda Red Devils banyak belajar soal nilai-nilai diusung oleh klub. Belum lagi, di luar kedua kapten ini, era Class of 92, Manchester United juga diperkuat pemain senior lain seperti Peter Schmeichel hingga Denis Irwin.

Kondisi ini yang tak dimiliki oleh Solskjaer saat ini. Ashley Young terpilih menjadi kapten hanya karena berdasarkan faktor lamanya ia bermain di Old Trafford. Pemain senior lain yang harusnya jadi panutan pun memiliki nilai minus, sebut saja Paul Pogba.

Faktanya setelah pemain Class of 92 pensiun, Wayne Rooney dan Michael Carrick, belum ada lagi sosok kapten karismatik di Setan Merah. Kondisi ini jadi faktor X yang bisa membuat Solskjaer kesulitan membangun generasi emas setelah Busby Babes dan Class of 92.

Karena pada akhirnya peran kapten akan jadi sangat penting di tengah situasi genting sebuah tim. Steven Gerrard di Liverpool pernah mencontohkannya di final Liga Champions 2005 silam.

“Yang paling saya kagumi dari Gerrard adalah dia tidak banyak bicara di atas lapangan. Meski begitu, dia punya kemampuan untuk membangkitkan semangat rekan-rekannya hanya dengan beberapa patah kata,” kata Paolo Maldini saat itu.

The post Mampukah Solskjaer Ciptakan Generasi Emas Setelah Busby Babes dan Class of 92? appeared first on Football5star Berita Bola.

Hasil Manchester United vs Astana: Greenwood Penyelamat

Football5star.com, Indonesia – Publik Stadion Old Trafford hampir saja dibuat malu dengan hasil laga Manchester United vs Astana, Jumat (20/9/2019). Beruntung ada Mason Greenwood yang mencetak gol dan membuat Red Devils menang 1-0.

Bermain di hadapan publiknya sendiri, Manchester United langsung tampil menekan. Sejumlah peluang berhasil di dapat oleh anak asuh dari Ole Gunnar Solskajer. Seperti peluang yang didapat Fred pada menit ke-11.

Namun permainan rapat dari Astana, cukup membuat barisan depan Red Devils frustasi. Sejumlah peluang yang didapat pada babak pertama tak mampu menembus tembok pertahanan Astana.

What a goal from Mason Greenwood. Robin Van Persie-esque!! pic.twitter.com/BQ87o2ld1I— Football HQ (@FootbaII_HQ) September 19, 2019

Pada babak kedua, Manchester United tak mengendorkan serangan. Sementara tim tamu hanya sesekali melancarkan skema serangan balik ke lini belakang Man United.

Publik Old Trafford baru bersorak kegirangan pada menit ke-73 setelah striker muda Red Devils Mason Greenwood berhasil mencetak gol. Gol Greenwood berawal dari akselerasi pemain berusia 17 tahun itu di kotak penalti Astana.

Aksinya memperdaya bek Astana diakhiri dengan sepakan yang melewati celah kaki kiper Astana. Skor 1-0 jadi hasil akhir pertandingan ini.

Susunan Manchester United vs Astana:

Manchester United : Sergio Romero, Marcos Rojo, Axel Tuanzebe, Phil Jones, Diogo Dalot, Angel Gomes, Nemanja Matic, Fred, Tahith Chong, Mason Greenwood, Marcus Rashford.

Kartu kuning: Fred

Kartu merah: –

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

Astana : Nenad Eric, Dmitri Shomko, Zarko Tomasevic, Yevgeny Postnikov, Antonio Rukavina, Runar Mar Sigurjonsson, Luka Simunovic, Ivan Mayewski, Marin Tomasov, Roman Murtazayev, Dorin Rotariu.

Kartu kuning: –

Kartu merah: –

Pelatih: Roman Hryhorchuk

The post Hasil Manchester United vs Astana: Greenwood Penyelamat appeared first on Football5star Berita Bola.

Nemanja Matic Mulai Frustrasi di Old Trafford

Football5star.com, Indonesia – Nemanja Matic mengaku mulai frustrasi dengan kariernya di Manchester United musim ini. Terutama setelah lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan.

Nemanja Matic telah memainkan penampilan pertamanya bersama Manchester United musim ini. Ya, ia mendapat kepercayaan tampil sejak menit pertama pada laga akhir pekan lalu saat timnya menang 1-0 atas Leicester City di Old Trafford.

Gelandang bertahan asal Serbia itu mendapat kesempatan bermain karena cedera yang dialami Paul Pogba. Namun, di laga tersebut ia tidak bermain selama 90 menit karena ditarik keluar di babak kedua.

A valuable three points for #MUFC, courtesy of @MarcusRashford's first-half penalty #MUNLEI highlights pic.twitter.com/PwqYEGos6q— Manchester United (@ManUtd) September 14, 2019

Ya, pada musim 2019-20, Matic sepertinya tidak menjadi pilihan utama dalam skuat besutan Ole Gunnar Solskjaer. Ia lebih menyukai menempatkan Paul Pogba dan Scott McTominay di lini tengah Man United.

“Situasi ini tentu membuat frustrasi. Saya ingin bermain, saya selalu memberikan yang terbaik buat tim,” kata Matic seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Pelatih adalah oang yang memilih siapa saja pemain yang bermain. Anda tentu tidak senang saat berada di bangku cadangan, tetapi saya ingin meyakinkannya untuk mengubah pandangannya dan memilih saya untuk bermain,” ujarnya.

Matic juga berusaha meyakinkan Solskjaer bahwa dengan memainkannya, Man United bisa menang seperti melawan Leicester. Ia juga percaya diri mampu memberikan banyak kontribusi di lapangan apabila mendapat kepercayaan tampil.

View this post on Instagram Fans MU pasti tau mana era yang paling dirindukan #football5star #F5S #ManchesterUnited A post shared by Football5star (@football5star) on Sep 12, 2019 at 5:21am PDT

The post Nemanja Matic Mulai Frustrasi di Old Trafford appeared first on Football5star Berita Bola.