5 Penyeberang dalam Derbi Manchester

Football5star.com, Indonesia – Laga sarat gengsi akan tersaji di Stadion Old Trafford saat Manchester United menghadapi tamu agung, sang tetangga berisik, Manchester City. Pertandingan Manchester United vs Manchester City akan digelar pada Kamis (25/4/2019) dini hari WIB.

Meskipun memiliki rivalitas yang cukup panas, ternyata kedua kesebelasan juga memiliki kisah romantis. Kisah romantis ini terlihat dalam pertukaran pemain yang nyatanya sering mereka lakukan.

Football5star merangkum lima pemain yang menyeberang dari Man United ke Man City.

Owen Hargreaves

Pinterest

Meskipun berasal dari Inggris, Owen Hargreaves merupakan jebolan akademi FC Bayern Munich. Di Bayern pula namanya melambung tinggi dan bermain selama delapan musim. Delapan musim itu adalah total sejak ia berada di akademi.

Pada tahun 2007, ia pindah ke Manchester United dengan mahar sebesar 16 juta Poundsterling. Pemain yang mengenakan nomor punggung 4 di Manchester United ini lebih banyak menghabiskan waktunya di meja operasi. Selama empat musim membela The Red Devils, Owen hanya bermain sebanyak 39 kali di semua ajang.

Pada musim 2011-12, ia pindah ke Manchester City dengan bebas transfer. Semusim bermain untuk The Cityzens, ia hanya empat kali bermain di semua ajang dan sekali di Liga Inggris.

Andy Cole

The Independent

Andy Cole merupakan pemain jebolan Arsenal. Mengawali karier profesional bersama Newcastle United, namanya melejit kala pindah ke Manchester United. Ia pindah ke Old Trafford pada musim 1994-95 setelah tampil menawan selama dua musim di St. James Park.

Tujuh musim di Manchester United, bersama dengan Dwight Yorke kedua menjadi tukang gedor paling menakutkan di Liga Inggris. Total, Cole mencetak 121 gol dari 273 kali bertanding.

Pada musim 2006-07, ia pindah ke Manchester City dengan status bebas transfer. Ia hanya bertahan selama satu musim dengan mengecap 23 pertandingan dengan menyarangkan 10 gol sebelum pindah ke Portsmouth.

Andrei Kanchelskis

The42

Lahir di Uni Soviet pada 23 Januari 1969, Andrei Kanchelskis merupakan jebolan akademi di Ukraina. Dilansir dari Transfermarkt, Kanchelskis merupakan jebolan akademi Zirka di Ukraina sebelum akhirnya menjalani debut profesional bersama klub Ukraina yang lain, Dynamo Kyiv.

Pada musim 1991-92, Manchester United memboyongnya dari Shakhtar Donetsk dengan mahar hanya 659 ribu Poundsterling. Saat itu, Manchester United tengah dikepung talenta-talenta terbaik mereka dan uniknya, nama Kanchelskis tak padam. Ia membawa The Red Devils menjuarai Liga Primer Inggris setelah absen selama puluhan tahun. Empat tahun di Manchester United, ia bermain sebanyak 123 kali dan mencetak 28 gol di Liga Inggris

Bertahan empat musim, Kanchelskis dilego ke Everton. Angin membawa ia kembali ke Manchester, kali ini ke Manchester City dengan status pinjaman dari Rangers. Bersama City, ia bermain sebanyak 10 kali dan tak sekalipun mencetak gol di Liga Inggris.

Peter Schmeichel

Manchester Evening News

Nasib keempat pemain di atas memiliki kesamaan. Mereka meraih kesuksesan atau minimal bertahan lebih lama di Manchester United. Sedangkan di Manchester City, mereka hanya menghabiskan sisa kariernya. Begitu pula kisah Peter Schmeichel. Manchester United menjadi klub pertama Schmeichel di luar Denmark.

Schmeichel pindah ke Manchester United pada musim 1991-92. Kedatangan Schmeichel bersamaan dengan kedatangan Kanchelskis. Bedanya, penjaga gawang berkebangsaan Denmark ini bertahan selama delapan musim. 341 pertandingan ia mainkan untuk The Red Devils dan mencetak satu gol.

Pada musim 2002-04, ia pindah ke Manchester City dengan status bebas transfer dari Aston Villa. 30 pertandingan ia mainkan bersama The Cityzens dan mengakhiri kariernya di sana.

Carlos Tevez

Zimbio

Carlos Tevez menjadi salah satu pemain bengal yang kisahnya masih bisa kita nikmati hingga saat ini. Jebolan akademi Boca Juniors ini sempat pindah ke Corinthians sebelum merantau ke Eropa bersama West Han United. Kepindahannya ke WHU pun sempat memunculkan masalah lantaran ada andil pihak ketiga dalam proses transfer.

Pada musim 2007-08, ia pindah ke Manchetser United dari West Ham dengan status pinjaman. United mengeluarkan dana sebesar 12 juta Poundsterling dan bertahan selama dua musim. Selama dua musim itu, Tevez bermain sebanyak 99 kali da mencetak 34 gol.

Musim 2009-10, ia dilego ke Manchester City dengan harga 29 juta Poundsterling. Kariernya melejit di Manchester Biru dan bertahan selama empat musim. 148 kali ia bermain dan 73 gol ia lesatkan untuk Manchester City.

More News on Liga Inggris

James Milner: Pertama Kalinya Dukung Manchester United

Kalah dari Everton, Pogba Sebut Timnya Kurang Ajar

Pertahanan Menjadi Kunci Arsenal Raih Empat Besar

The post 5 Penyeberang dalam Derbi Manchester appeared first on Football5star Berita Bola.

Sihir Ole Bangkitkan Setan Merah

Football5star.com, Indonesia – Manchester United perlahan keluar dari tren buruk. Itu berkat kedatangan Ole Gunnar Solskjaer yang menggantikan Jose Mourinho di kursi manajer pada pertengahan Desember 2018.

Lima laga perdana di bawah kendali Solskjaer, Setan Merah berhasil menyapu bersih kemenangan. Paul Pogba dan kolega seolah keluar dari situasi buruk yang dialami ketika Mourinho masih melatih.

Dalam waktu singkat, Solskjaer berhasil mengangkat moral anak asuhnya. Manajer asal Norwegia tersebut membawa aura positif sejak tiba di Old Trafford.

Beda situasinya saat Mourinho masih memimpin Man. United. Dia tidak segan mengkritik keras pemainnya di media dan bahkan beberapa kali terlibat konflik dengan Pogba.

“Ole memiliki kepribadian yang menular kepada semua orang. Dia sangat positif dan selalu optimistis. Saya pikir Anda bisa melihat itu menular dan itu yang membuat kemampuan terbaik pemain keluar,” kata asisten manajer Man. United, Michael Carrick.

Terinspirasi Ferguson

Perubahan lain yang terlihat dari gaya bermain Man. United. Tak ada lagi permainan pragmatis yang kerap mengandalkan serangan balik dan umpan panjang seperti pada era Mourinho.

Terbukti, Man. United mampu melesakkan 16 gol sejak
Solskjaer duduk di kursi manajer. Statsitik menyerang mereka pun menunjukkan
tren yang lebih baik ketimbang pada era Mourinho.

Solskjaer mengaku terinspirasi dengan mantan manajer Man. United, Sir Alex Ferguson. Selain berusaha menjaga keutuhan skuat, dia pun gemar memainkan taktik ofensif. Persis dengan Ferguson yang menukangi Setan Merah selama lebih dari dua dekade.

Ferguson merupakan sosok yang sangat berpengaruh
bagi Solskjaer. Keduanya bekerja sama sebagai manajer dan anak didik selama
sembilan musim. Bahkan, Solskjaer juga banyak belajar dari pria asal Skotlandia
itu sebagai manajer ketika saat menjadi staf pelatih tim senior hingga arsitek
tim cadangan Setan Merah.

“Saya memang mendapat gaya manajerial dari Sir
Alex. Dia membawa pengaruh yang sangat besar bagi saya, tetapi kepribadian kami
berbeda,” ungkap Solskjaer, seperti dilansir Sky Sports. “Kami hanya ingin melihat semua orang mengekspresikan
diri. Itu yang membuat saya bahagia.”

Harapan Bagi Bintang Muda

Kedatangan Solskjaer juga mendongkrak motivasi para pemain muda Man. United. Di tangannya, Marcus Rashford, Anthony Martial, Luke Shaw dan Jesse Lingard lebih mendapat kepercayaan. Mereka pun membayarnya dengan tampil bagus dalam pertandingan.

“Seperti yang dikatakan Sir Matt (Busby), jika
bagus, mereka (pemain-pemain muda) sudah cukup dewasa. Kami harus
mempertahankan tradisi itu. Kami membutuhkan para pemain muda. Itu penting bagi
para pemain akademi bahwa saya melihat perkembangan para pemain,” jelas dia,
seperti dilansir Standard.

Beberapa hal tersebut menjadi kiat sukses Solskjaer
bersama Man. United. Tak heran apabila sejumlah pemain berharap manajemen klub
mempertahankan manajer asal Norwegia tersebut. Dukungan juga datang dari
beberapa rekan setimnya dulu.

“Secara personal, saya senang jika Ole mendapatkan pekerjaan itu (manajer Man. United). Orang membahas rekor dia di Cardiff. Bukan tidak menghormati, tetapi kita bicara dua klub yang berbeda,” kata David May, mantan bek Setan Merah.

Statistik Solskjaer vs Mourinho di Premier League 2018-19

                                                                Solskjaer               Mourinho

Main                                                      4                              17

Gol                                                          3,5                          1,7

Kebobolan                                            0,75                        1,7

Total Tembakan                                 15                           12,7

Tembakan Akurat                              8,5                          6

Total Tembakan Lawan                    10                           13,9

Tembakan Akurat Lawan                 2,8                          5,2

Ball Possession                                     67%                        53,2%

Operan                                                   661,3                      496,2
The post Sihir Ole Bangkitkan Setan Merah appeared first on Football5star Berita Bola.

Senjata Makan Tuan Bagi Mourinho

Football5star.com, Indonesia – Peribahasa senjata makan tuan tepat untuk menggambarkan apa yang baru dialami manajer Manchester United, Jose Mourinho.
Dua pertandingan terakhir berujung kekecewaan bagi Man. United. Padahal laskar Mourinho tampil di Old Trafford.
Man. United imbang 1-1 saat menjamu Wolverhampton Wanderers pada pekan keenam Premier League, Sabtu (22/9/2018).
Hanya tiga hari berselang, Setan Merah kalah dari Derby County lewat drama adu penalti di babak ketiga Piala Liga Inggris.
Ironisnya, manajer dua klub tadi adalah bekas anak didik Mourinho. Mereka adalah Nuno Espirito Santo (Wolves) dan Frank Lampard (Derby).
Ketika menjadi pemain profesional, Santo lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi cadangan dibanding lapangan hijau. Itu justru menjadi pengalaman berharga baginya.
“Saya mengamati laga dari tempat terbaik. Saya melihat ruang, jarang dan pengambilan keputusan para pemain dengan lebih baik,” tutur dia.
Santo tidak pernah dimainkan Mourinho saat membela FC Porto pada 2002-2004. Namun, dia tetap menaruh respek yang besar kepada mantan pelatihnya tersebut.
Nuno Espirito Santo pernah jadi anak asuh Jose Mourinho di FC Porto pada 2002-2004. Foto: The Football League Paper
“Mourinho membawa Porto menjuarai Liga Champions (2003-04) meski tidak punya pemain-pemain kelas dunia,” kenangnya. “Saya sangat memperhatikan saat dia berbicara. Dia berperan besar dalam karier saya.”
Nasib Lampard jauh lebih beruntung ketimbang Santo. Dia merupakan salah satu pemain kesayangan Mourinho selama menukangi Chelsea.
Lampard punya pengalaman yang tidak terlupakan soal Mourinho. Itu terjadi ketika The Special One tiba di Stamford Bridge setelah ditunjuk sebagai manajer The Blues pada 2004.
“Dia mengatakan bahwa saya adalah pemain terbaik dunia,” kata Lampard. Uniknya, percakapan itu terjadi ketika mantan kapten Chelsea tersebut sedang mandi di ruang ganti.
Frank Lampard pada era pertama kepemimpinan Jose Mourinho di kursi manajer Chelsea. Foto: Premier League
Saat itu, Lampard belum menjadi pemain yang punya peran vital bagi Chelsea. Namun, di bawah asuhan Mourinho, dia berkembang pesat hingga menjadi legenda klub asal London tersebut.
Lihat saja pencapaian pria berumur 40 tahun itu. Hingga kini, dia tercatat sebagai pengoleksi penampilan terbanyak keempat (648 gol) dan tersubur (211 gol) dalam sejarah The Blues.
Selain itu, Lampard masuk daftar nomine peraih penghargaan Pemain Terbaik FIFA 2005 bersama Ronaldinho Gaucho dan Samuel Eto’o. Dia finis di posisi kedua.
Hubungan baik antara keduanya tidak sebatas di lapangan hijau, tetapi dalam kehidupan pribadi. “Kami baru saja kembali berkomunikasi melalui telepon, tetapi itu terkait keluarga. Kami hanya membahas anak perempuan saya, bukan pertandingan,” ungkap Lampard sebelum bertandang ke Old Trafford.
Jose Mourinho berhadapan dengan Frank Lampard saat Manchester United vs Derby County. Foto: The Independent
Sebelum bertemu beberapa waktu lalu, Mourinho sempat melayangkan pujian kepada Santo dan Lampard. Dia tentu senang dua mantan muridnya mengikuti jejaknya sebagai manajer.
Di sisi lain, apa yang dia ajarkan menjadi bumberang bagi dirinya sendiri setelah Man. United ditahan Wolves dan kalah dari Derby.
Ini juga menjadi momentum bagi Mourinho untuk mengevaluasi diri. Selama terjun ke dunia pelatih, dia dikenal sebagai manajer dengan pendekatan taktik yang pragmatis.
Berbeda dengan Sir Alex Ferguson yang menangani Setan Merah selama lebih dari dua dekade. Seiring berjalannya waktu, pria asal Skotlandia itu selalu berupaya beradaptasi.
Padahal Ferguson pernah kehilangan beberapa pemain bintang, seperti David Beckham dan Cristiano Ronaldo. Kekuatan klub-klub lain pun terus meningkat, tetapi dia terus meraih prestasi secara konsisten.
Pesan dari Paul Pogba, salah satu pemain andalan Man. United, sejatinya bisa menjadi bahan renungan bagi The Special One.
“Saat bermain di kandang, Anda seharusnya menyerang. Ini adalah Old Trafford. Kami di sini untuk menyerang,” ucapnya, setelah laga melawan Wolves usai.
The post Senjata Makan Tuan Bagi Mourinho appeared first on Football5star Berita Bola.