Sihir Ole Bangkitkan Setan Merah

Football5star.com, Indonesia – Manchester United perlahan keluar dari tren buruk. Itu berkat kedatangan Ole Gunnar Solskjaer yang menggantikan Jose Mourinho di kursi manajer pada pertengahan Desember 2018.

Lima laga perdana di bawah kendali Solskjaer, Setan Merah berhasil menyapu bersih kemenangan. Paul Pogba dan kolega seolah keluar dari situasi buruk yang dialami ketika Mourinho masih melatih.

Dalam waktu singkat, Solskjaer berhasil mengangkat moral anak asuhnya. Manajer asal Norwegia tersebut membawa aura positif sejak tiba di Old Trafford.

Beda situasinya saat Mourinho masih memimpin Man. United. Dia tidak segan mengkritik keras pemainnya di media dan bahkan beberapa kali terlibat konflik dengan Pogba.

“Ole memiliki kepribadian yang menular kepada semua orang. Dia sangat positif dan selalu optimistis. Saya pikir Anda bisa melihat itu menular dan itu yang membuat kemampuan terbaik pemain keluar,” kata asisten manajer Man. United, Michael Carrick.

Terinspirasi Ferguson

Perubahan lain yang terlihat dari gaya bermain Man. United. Tak ada lagi permainan pragmatis yang kerap mengandalkan serangan balik dan umpan panjang seperti pada era Mourinho.

Terbukti, Man. United mampu melesakkan 16 gol sejak
Solskjaer duduk di kursi manajer. Statsitik menyerang mereka pun menunjukkan
tren yang lebih baik ketimbang pada era Mourinho.

Solskjaer mengaku terinspirasi dengan mantan manajer Man. United, Sir Alex Ferguson. Selain berusaha menjaga keutuhan skuat, dia pun gemar memainkan taktik ofensif. Persis dengan Ferguson yang menukangi Setan Merah selama lebih dari dua dekade.

Ferguson merupakan sosok yang sangat berpengaruh
bagi Solskjaer. Keduanya bekerja sama sebagai manajer dan anak didik selama
sembilan musim. Bahkan, Solskjaer juga banyak belajar dari pria asal Skotlandia
itu sebagai manajer ketika saat menjadi staf pelatih tim senior hingga arsitek
tim cadangan Setan Merah.

“Saya memang mendapat gaya manajerial dari Sir
Alex. Dia membawa pengaruh yang sangat besar bagi saya, tetapi kepribadian kami
berbeda,” ungkap Solskjaer, seperti dilansir Sky Sports. “Kami hanya ingin melihat semua orang mengekspresikan
diri. Itu yang membuat saya bahagia.”

Harapan Bagi Bintang Muda

Kedatangan Solskjaer juga mendongkrak motivasi para pemain muda Man. United. Di tangannya, Marcus Rashford, Anthony Martial, Luke Shaw dan Jesse Lingard lebih mendapat kepercayaan. Mereka pun membayarnya dengan tampil bagus dalam pertandingan.

“Seperti yang dikatakan Sir Matt (Busby), jika
bagus, mereka (pemain-pemain muda) sudah cukup dewasa. Kami harus
mempertahankan tradisi itu. Kami membutuhkan para pemain muda. Itu penting bagi
para pemain akademi bahwa saya melihat perkembangan para pemain,” jelas dia,
seperti dilansir Standard.

Beberapa hal tersebut menjadi kiat sukses Solskjaer
bersama Man. United. Tak heran apabila sejumlah pemain berharap manajemen klub
mempertahankan manajer asal Norwegia tersebut. Dukungan juga datang dari
beberapa rekan setimnya dulu.

“Secara personal, saya senang jika Ole mendapatkan pekerjaan itu (manajer Man. United). Orang membahas rekor dia di Cardiff. Bukan tidak menghormati, tetapi kita bicara dua klub yang berbeda,” kata David May, mantan bek Setan Merah.

Statistik Solskjaer vs Mourinho di Premier League 2018-19

                                                                Solskjaer               Mourinho

Main                                                      4                              17

Gol                                                          3,5                          1,7

Kebobolan                                            0,75                        1,7

Total Tembakan                                 15                           12,7

Tembakan Akurat                              8,5                          6

Total Tembakan Lawan                    10                           13,9

Tembakan Akurat Lawan                 2,8                          5,2

Ball Possession                                     67%                        53,2%

Operan                                                   661,3                      496,2
The post Sihir Ole Bangkitkan Setan Merah appeared first on Football5star Berita Bola.

Senjata Makan Tuan Bagi Mourinho

Football5star.com, Indonesia – Peribahasa senjata makan tuan tepat untuk menggambarkan apa yang baru dialami manajer Manchester United, Jose Mourinho.
Dua pertandingan terakhir berujung kekecewaan bagi Man. United. Padahal laskar Mourinho tampil di Old Trafford.
Man. United imbang 1-1 saat menjamu Wolverhampton Wanderers pada pekan keenam Premier League, Sabtu (22/9/2018).
Hanya tiga hari berselang, Setan Merah kalah dari Derby County lewat drama adu penalti di babak ketiga Piala Liga Inggris.
Ironisnya, manajer dua klub tadi adalah bekas anak didik Mourinho. Mereka adalah Nuno Espirito Santo (Wolves) dan Frank Lampard (Derby).
Ketika menjadi pemain profesional, Santo lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi cadangan dibanding lapangan hijau. Itu justru menjadi pengalaman berharga baginya.
“Saya mengamati laga dari tempat terbaik. Saya melihat ruang, jarang dan pengambilan keputusan para pemain dengan lebih baik,” tutur dia.
Santo tidak pernah dimainkan Mourinho saat membela FC Porto pada 2002-2004. Namun, dia tetap menaruh respek yang besar kepada mantan pelatihnya tersebut.
Nuno Espirito Santo pernah jadi anak asuh Jose Mourinho di FC Porto pada 2002-2004. Foto: The Football League Paper
“Mourinho membawa Porto menjuarai Liga Champions (2003-04) meski tidak punya pemain-pemain kelas dunia,” kenangnya. “Saya sangat memperhatikan saat dia berbicara. Dia berperan besar dalam karier saya.”
Nasib Lampard jauh lebih beruntung ketimbang Santo. Dia merupakan salah satu pemain kesayangan Mourinho selama menukangi Chelsea.
Lampard punya pengalaman yang tidak terlupakan soal Mourinho. Itu terjadi ketika The Special One tiba di Stamford Bridge setelah ditunjuk sebagai manajer The Blues pada 2004.
“Dia mengatakan bahwa saya adalah pemain terbaik dunia,” kata Lampard. Uniknya, percakapan itu terjadi ketika mantan kapten Chelsea tersebut sedang mandi di ruang ganti.
Frank Lampard pada era pertama kepemimpinan Jose Mourinho di kursi manajer Chelsea. Foto: Premier League
Saat itu, Lampard belum menjadi pemain yang punya peran vital bagi Chelsea. Namun, di bawah asuhan Mourinho, dia berkembang pesat hingga menjadi legenda klub asal London tersebut.
Lihat saja pencapaian pria berumur 40 tahun itu. Hingga kini, dia tercatat sebagai pengoleksi penampilan terbanyak keempat (648 gol) dan tersubur (211 gol) dalam sejarah The Blues.
Selain itu, Lampard masuk daftar nomine peraih penghargaan Pemain Terbaik FIFA 2005 bersama Ronaldinho Gaucho dan Samuel Eto’o. Dia finis di posisi kedua.
Hubungan baik antara keduanya tidak sebatas di lapangan hijau, tetapi dalam kehidupan pribadi. “Kami baru saja kembali berkomunikasi melalui telepon, tetapi itu terkait keluarga. Kami hanya membahas anak perempuan saya, bukan pertandingan,” ungkap Lampard sebelum bertandang ke Old Trafford.
Jose Mourinho berhadapan dengan Frank Lampard saat Manchester United vs Derby County. Foto: The Independent
Sebelum bertemu beberapa waktu lalu, Mourinho sempat melayangkan pujian kepada Santo dan Lampard. Dia tentu senang dua mantan muridnya mengikuti jejaknya sebagai manajer.
Di sisi lain, apa yang dia ajarkan menjadi bumberang bagi dirinya sendiri setelah Man. United ditahan Wolves dan kalah dari Derby.
Ini juga menjadi momentum bagi Mourinho untuk mengevaluasi diri. Selama terjun ke dunia pelatih, dia dikenal sebagai manajer dengan pendekatan taktik yang pragmatis.
Berbeda dengan Sir Alex Ferguson yang menangani Setan Merah selama lebih dari dua dekade. Seiring berjalannya waktu, pria asal Skotlandia itu selalu berupaya beradaptasi.
Padahal Ferguson pernah kehilangan beberapa pemain bintang, seperti David Beckham dan Cristiano Ronaldo. Kekuatan klub-klub lain pun terus meningkat, tetapi dia terus meraih prestasi secara konsisten.
Pesan dari Paul Pogba, salah satu pemain andalan Man. United, sejatinya bisa menjadi bahan renungan bagi The Special One.
“Saat bermain di kandang, Anda seharusnya menyerang. Ini adalah Old Trafford. Kami di sini untuk menyerang,” ucapnya, setelah laga melawan Wolves usai.
The post Senjata Makan Tuan Bagi Mourinho appeared first on Football5star Berita Bola.