Valverde: Coutinho Ingin Pergi dari Barcelona Sejak Akhir Musim Lalu

Liga Spanyol – Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, mengungkapkan bahwa Philippe Coutinho sebenarnya sudah ingin meninggalkan Camp Nou sejak akhir musim lalu.
Seperti diketahui, Coutinho merupakan salah satu pembelian besar Barcelona dalam tiga tahun terakhir. Ia dibeli dari Liverpool pada Januari 2018 silam dengan mahar mencapai 135 juta Pounds.
Namun di balik mahalnya nilai transfer tersebut, Coutinho tidak berperan besar dalam permainan Barcelona selama satu setengah tahun terakhir. Sehingga, pemain berusia 27 tahun itu sering mendapat kritik dari berbagai pihak. Hal ini lah yang melatarbelakangi keinginan sang striker untuk hengkang dari Camp Nou.
Pada musim panas ini, Coutinho mendapat tawaran dari dua tim Inggris, yakni Manchester United dan Tottenham Hotspur. Namun ia dilaporkan telah menolak tawaran tersebut.
Setelah rumor kepindahan ke Liga Premier Inggris berakhir, masa depan Coutinho kini menemui titik terang setelah bintang Brasil itu selangkah lagi merampungkan kepindahan ke raksasa Bundesliga, Bayern Munich.
Kepindahan Coutinho ke Bayern sudah dikonfirmasi oleh kedua klub. Rencananya, mantan pemain Liverpool ini akan pindah dengan status pinjaman selama semusim disertai opsi pembelian permanen.
Valverde pun mengakui bahwa situasi Coutinho sejatinya sudah terjadi sejak akhir musim lalu. Kala itu, mengenai masa depan Coutinho memang sudah mulai berhembus kencang.
“Ini adalah situasi yang sebenarnya sudah terjadi di musim lalu ketika liga berakhir, pemain itu sudah memiliki pemikiran ingin pindah,” kata Valverde kepada Movistar.
“Kemudian hal ini kesampaian, dia telah menerima dan semoga dia beruntung,” tandasnya.

Barca Kalah dari Athletic Blibao, Valverde Kritik Griezmann

Liga Spanyol – Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, merasa kurang puas dengan penampilan Antoine Griezmann pada pekan pertama La Liga 2019/20. Ia meminta striker baru tersebut agar lebih terlibat dalam permainan skuatnya.
Seperti diketahui, Barcelona menelan kekalahan dramatis dari Athletic Bilbao dengan skor 1-0 di pekan pertama La Liga musim ini, Sabtu (18/8) dini hari WIB.
Dalam duel panas tersebut, Griezmann menjalani debut resminya bersama pasukan Ernesto Valverde. Ia tampil sejak menit pertama, dipasangkan dengan Luis Suarez dan Ousmane Dembele di lini depan.
Namun Griezmann tampak masih kesulitan bermain di lini depan Barcelona. Apalagi setelah Luis Suarez ditarik keluar di pertengahan babak pertama karena cedera.
Setelah pertandingan berakhir, Valverde pun mengungkapkan penilaian dirinya terhadap permainan Griezmann. Menurutnya, striker kelahiran Prancis itu masih kurang terlibat dalam permainan.
“Jika dia berada di dekat daerah itu [kotak penalti lawan], dia tegas dan bergerak dengan baik, tetapi Anda harus mendominasi permainan untuk itu terjadi,” kata Valverde kepada wartawan.
“Menempatkannya di sisi kiri, kami tahu Anda akan fokus ke gawang, tetapi kami memiliki tim dan pemain yang bisa menahan permainan.
“Tentu saja, dia sadar bahwa kita semua berharap banyak dari banyak pemain dan dia harus terlibat lebih ke dalam permainan,” tandasnya.

Ernesto Valverde Mulai Bosan Jawab Rumor Transfer Neymar

Liga Spanyol – Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, kembali ditanyai tentang rumor yang menyebut Real Madrid tertarik mendatangkan Neymar. Pertanyaan tersebut muncul usai Blaugrana menang atas Napoli dengan skor 2-1 di Miami, Kamis (8/8) pagi WIB.
Dua tahun lalu, ketika Barcelona terakhir kali bermain di Miami, Valverde juga ditanyai soal Neymar. Kala itu, pertanyaan muncul karena striker kelahiran Brasil ini akan bergabung ke Paris Saint-Germain.
Kini, Neymar ingin meninggalkan PSG, dan Barcelona serta Real Madrid dikabarkan sebagai klub yang tertarik meminangnya. Valverde seakan-akan mulai bosan, karena dia kembali harus menjawab pertanyaan soal pemain tersebut.
Rumor Kepulangan Neymar ke Barcelona sendiri sudah santer berhembus dalam beberapa pekan terakhir. Kabarnya, PSG memasang harga terlalu tinggi, sehingga Barca mencari cara lain dengan skema uang plus pemain.
“[Kabar Neymar ke Madrid] muncul kemarin. Kita lihat saja apa yang terjadi besok. Terakhir kali saya datang ke stadion ini [di Miami], saya harus menjawab berbagai pertanyaan soal Neymar,” kata Valverde kepada Sport.
“Dua tahun berlalu, hal sama kembali terulang, pertanyaan ini seperti mengikuti saya. Saya sendiri tak tahu apa yang akan terjadi,” tukasnya.

Valverde Ingin Barcelona Kebut Transfer Junior Firpo

Liga Spanyol – Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde dilaporkan telah menemui manajemen Blaugrana. Ia meminta agar manajemen segera mempercepat proses transfer Junior Firpo ke Camp Nou.
Dalam beberapa tahun terakhir, Barcelona selalu mengandalkan sosok Jordi Alba yang konsisten tampil mengesankan di pos bek kiri mereka. Namun sejauh ini, tim yang bermarkas di Catalan itu tidak memiliki pelapis yang sepadan untuk Alba.
Sehingga, Valverde ingin mendatangkan satu bek kiri berkualitas di bursa transfer musim panas ini. Dilansir AS, pelatih asal Spanyol itu sudah menemukan kandidat yang tepat. Ia ingin manajemen Barca mendatangkan Junior Firpo dari Real Betis.
Musim lalu, Firpo berhasil menembus tim utama Real Betis. Pemain berusia 22 tahun itu dinilai mampu menunjukkan performa yang sangat baik di usianya yang masih muda. Untuk itu, Valverde merasa bahwa sang bek merupakan kandidat yang bagus untuk menjadi penerus Alba di masa depan.
Menurut laporan yang sama, manajemen Barcelona saat ini tengah mengebut proses transfer Firpo. Sejauh ini proses pembicaraan mereka dengan Real Betis berjalan lancar.
AS mengklaim bahwa transfer Firpo akan selesai sebelum Barcelona kembali dari tur pra musim mereka di Amerika Serikat.

Soal Rumor Masa Depan Valverde di Barcelona, Begini Tanggapan De Jong

Liga Spanyol – Gelandang anyar Barcelona, Frenkie De Jong menyampaikan pendapatnya mengenai posisi Ernesto Valverde sebagai pelatih. Ia mengaku masih belum mengetahui kondisi yang sebenarnya, tetapi dia yakin kualitas sang pelatih masih dapat diandalkan.
Seperti diketahui, posisi Valverde tak lagi aman di penghujung musim ini. Sebab, pelatih berusia 55 tahun itu mendapatkan tekanan dari para penggemar klub usai kegagalan Barcelona di ajang Liga Champions dan Copa del Rey musim ini.
Situasi itulah yang membuat posisi Valvede di Camp Nou tidak lagi aman. Kebijakan pria asal Spanyol itu terus dikritik, khususnya tentang cara dia menggunakan Lionel Messi. De Jong, yang adalah pemain baru Barcelona, ikut ditanya mengenai permasalahan tersebut.
“Saya masih belum menjalin komunikasi dengan dia [Valverde]. Anda berkata pada saya bahwa dia berada di bawah tekanan, namun itu hanya menurut media,” kata De Jong.
“Bagaimanapun, saya tidak tahu bagaimana kondisi internal klub. Apakah saya menghubungi dia dalam transfer saya? Tidak, saya tegaskan bahwa saya belum pernah menjalin kontak dengan dia.
“Saya bakal berkata bahwa saya mengenal dia [Ronald Koeman] dari tim nasional Belanda. Akan menjadi tindakan tidak hormat pada Valverde jika saya berkata hal lain.
“Saya kira kondisi yang sebenarnya tidak seburuk pikiran orang-orang. Akan tidak baik bagi saya jika semakin memperkeruh rumor ini,” tandasnya.

Guardiola Senang Barcelona Pertahankan Ernesto Valverde

Berita Bola – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, senang mlihat Barcelona tetap mempertahankan Ernesto Valverde sebagai bos di Camp Nou, setelah banyak laporan mengatakan bahwa tim Catalan bisa memecat pelatih berusia 55 tahun itu.
Masa depan Valverde sebelumnya telah dipenuhi ketidakpastian setelah kegagalan Barcelona di Liga Champions dan terputusnya dominasi mereka di Copa del Rey pada musim ini. Beberapa nama seperti Roberto Martinez, Ronald Koeman dan Masimilliano Allegri tengah dilaporkan menjadi calon pengganti Valverde.
Namun Barcelona melalui sang presiden, Josep Maria Bartomeu, menegaskan bahwa Valverde akan tetap menjadi bos tim Catalan untuk musim depan, meskipun kampanye 2018/19 berakhir mengecewakan. Dan Guardiola yang pernah memenangkan banyak trofi selama waktunya di Camp Nou mengaku senang mantan timnya mempertahankan Valverde.
“Jauh dari persahabatan hebat yang kita miliki, Ernesto [Valverde] sangat spektakuler,” kata pelatih Manchester City itu. “Dia melakukan pekerjaan yang sangat baik. Tentu dia kehilangan Liga Champions, tapi kita (pelatih) semua pasti pernah melakukannya.
“[Dia bertanggung jawab atas] tim yang telah memenangkan dua liga berturut-turut dan memainkan sepak bola yang baik, saya senang dia tetap di sini. Barcelona terus setia dengan gayanya yang tidak ingin cepat memutuskan masa depan kami para pelatih,” jelasnya.

Dikaitkan dengan Barcelona, Roberto Martinez ingin Tetap Latih Belgia

Berita Bola – Pelatih timnas Belgia, Roberto Martinez, mengatakan bahwa dia tidak tertarik untuk keluar dari pekerjaannya, di tengah keterkaitannya dengan raksasa La Liga, Barcelona.
Masa depan Ernesto Valverde di Barca telah menjadi spekulasi usai kegagalan tim Catalan di Liga Champions dan Copa del Rey pada kampanye musim 2018/19. Raksasa La Liga saat ini dikaitkan dengan beberapa nama-nama terkenal seperti Laurent Blanc, Giovanni van Bronckhorst dan Martinez.
Martinez sendiri dikabarkan menjadi nama terdepan untuk menjadi pengganti Valverde setelah catatannya yang cukup mengesankan di timnas Belgia. Namun kini pelatih berusia 45 tahun itu mengatakan bahwa ia tidak berniat untuk meninggalkan pekerjaannya di timnas Belgia.
“Saya tidak akan mengatakan ya kepada tim mana pun tanpa terlebih dahulu berbicara dengan [presiden Federasi Sepak Bola Belgia Kerajaan,] Bart [Verhaeghe,] dan [wakil presiden,] Mehdi [Bayat],” katanya.
“Saya masih memiliki kontrak di sini dan dengan adanya saya di sana [dikaitkan dengan Barcelona] berarti pekerjaan saya bagus. Selalu menyenangkan berbicara tentang itu tetapi saat ini saya fokus dengan yang ada dihadapan saya,” pungkasnya.

Pemain Barca Memang Patut Disalahkan Atas Kegagalan di UCL

Sumberbola – Mantan pemain West Ham, Shaka Hislop membenarkan pernyataan Lionel Messi yang telah menyalahkan para pemain Barcelona daripada Ernesto Valverde.
Barcelona nampaknya masih belum bisa bangkit dengan baik, setelah mereka disingkirkan oleh Liverpool di semifinal Liga Champions lalu. Itu terlihat usai mereka dikalahkan oleh Valencia dengan skor 2-1 di final Copa del Rey musim ini.
Beberapa waktu lalu, Messi menyatakan bahwa kegagalan tersebut bukanlah salah Ernesto Valverde. Namun, karena timnya yang tidak mampu tampil dengan baik. Mengenai hal itu, Shaka membenarkan pernyataan Messi. “Saya tidak yakin. Alasan saya ini tidak pasti adalah karena ini bukan sekali saja,” katanya.
“Kami melihat ini persis 12 bulan yang lalu. Dan sebanyak saya bersimpati dengan Lionel Messi dan bagaimana perasaannya tentang Valverde, itu bukanlah rahasia selama beberapa tahun terakhir bahwa ia adalah penggemar Valverde dan ingin melihatnya tetap bertahan.
“Saya pikir tantangan lain untuk Barcelona adalah, jika Anda menyingkirkan Valverde, siapa yang akan datang? Saya tidak berpikir ada nama yang muncul di benak, tentu saja tidak sekarang.
“Tapi bagi saya, Valverde harus menanggung sebagian kesalahan. Sekarang, sekali lagi, jika itu hanya pertandingan Liverpool, Anda bisa mengatakan ‘baiklah, oke’.
“Tetapi untuk itu terjadi melawan Roma 12 bulan lalu dan baginya untuk memiliki respon yang sama, atau kurangnya, untuk Barcelona musim lalu tidak terkalahkan hingga pertandingan tandang terakhir mereka melawan Levante dan untuk beberapa alasan konyol Anda meninggalkan Lionel Messi di rumah , itu ada di manajer,” tutupnya.

Valverde Santai dengan Masa Depannya di Barcelona

Berita Bola – Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, santai dengan masa depannya di Camp Nou meski tim Catalan baru saja mengalami kekalahan di final Copa del Rey melawan Valencia pada Minggu (26/5).
Los Che berlari keluar sebagai pemenang Copa del Rey musim ini usai menundukan Barca 2-1 di Estadio Benito Villamarin, dengan gol-gol yang dicetak Kevin Gameiro dan Rodrigo Moreno di babak pertama membuat gol Lionel Messi setelah turun minum tidak penting. Dengan kegagalan ini, Barca mengakhiri musim 2018/19 hanya dengan trofi La Liga, meskipun tampaknya mereka memiliki peluang kuat untuk memenangkan treble hanya beberapa minggu yang lalu.
Sebuah eliminasi Liga Champions yang mengejutkan di tangan Liverpool, membuat ketidakpuasan dari para penggemar terhadap Valverde meningkat secara signifikan dan situasi itu tidak membaik setelah Barca gagal meraih Copa kelima berturut-turut yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Meski demikian, dengan presiden Josep Maria Bartomeu menunjukkan Valverde aman dari pemecatan, pelatih berusia 55 tahun itu mengaku santai tentang masa depannya di Camp Nou.
“Saya merasa baik, tetapi ketika Anda menang, Anda lebih bahagia,” kata Valverde. “Membaca permainan berbeda dari yang kami mainkan 15 hari yang lalu, kenyataannya adalah kami kalah lagi.
“Kami belum memenuhi harapan yang diciptakan. Kami memikirkan treble dan kami kehilangan diri di jalan pada saat yang menentukan. Jelas bahwa kami di sini untuk memenangkan gelar tapi itu gagal.
“Saya baik-baik saja dan saya siap berjuang agar memiliki tantangan di depan. Saya tahu kekalahan itu sulit, ada yang gagal. Tapi tanggung jawab yang sulit ini harus diemban dan kami siap memperbaikinya musim depan,” jelasnya.

Legenda Barca Ini Ragukan Masa Depan Valverde di Camp Nou

Liga Spanyol – Mantan pemain Barcelona, Deco, tak yakin dengan masa depan Ernesto Valverde, setelah Blaugrana gagal menjuarai ajang Liga Champions musim ini.
Seperti diketahui, Barcelona menunjuk Valverde sebagai pelatih pengganti Luis Enrique, yang mengundurkan diri pada Juni 2017 lalu.
Musim perdana Valverde melatih Barcelona pun terbilang cukup mengesankan. Pasalnya, raksasa Cataln itu sukses menggondol gelar La Liga dan Copa del Rey.
Namun, nasib Valverde kini dalam kondisi rawan, setelah Lionel Messi dan koleganya gagal mendapat peluang juara Liga Champions musim ini, setelah disingkirkan Liverpool dengan agregat 4-3 di babak semifinal.
Setelah menyoroti hasil Liga Champions musim ini, Deco merasa tak yakin jika masa depan Valverde bisa terjamin di Barcelona. Sebab, juara bertahan La Liga itu merupakan klub besar yang banyak tekanan untuk menjuarai berbagai ajang kompetisi.
“Saya tidak bisa memberikan prediksi masa depannya [Valverde] karena di Barcelona selalu ada banyak tekanan,” kata Deco seperti dikutip dari Omnisport.
“Liverpool memiliki kendala di awal babak penyisihan grup dan tampil lebih baik pada putaran kedua. Setelah kekalahan 0-3 dari Barcelona, Liverpool tak bisa berharap banyak, tetapi justru Barcelona yang harus kalah secara mengejutkan dan itu tidak wajar,” tutupnya.