Pertama Kali dalam Sejarah, Jersey Barca 2019 Mirip Kroasia

Sumberbola – Sebuah laporan yang mengejutkan telah muncul. Kabarnya, Barcelona sudah menyetujui bagaimana penampakan jersey mereka pada tahun 2019 nanti, yang mana hal tersebut akan mengakhiri sejarah mereka selama 118 tahun.
Sesuai dengan laporan di Spanyol, sebuah desain jersey Barca musim depan bocor ke media. Raksasa Catalan terkenal dengan jersey yang bercorak garis biru dan merah, tetapi pada tahun 2019 nanti, menurut laporan Sport, untuk pertama kalinya dalam sejarah tidak akan ada garis vertikal pada kaos mereka.
Sebaliknya, Barca akan menggunakan jersey yang mirip dengan timnas Kroasia. Desain ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh klub atau produsen kit Nike, namun sumber yang sama mengatakan jika pola tersebut sudah mendapat lampu hijau.
Baca Juga:

Presiden Barca Setuju Laga La Liga Digelar di Amerika Serikat
Ibrahimovic Dukung Lionel Messi Pindah ke MLS
Masuk Akal! Kenapa Hattrick Messi di UCL Jadi Kabar Bagus bagi Real Madrid

Nike dikatakan perlu waktu enam bulan untuk memproduksi, dan tampaknya sekarang sudah tidak ada jalan untuk kembali menggunakan kit Barca yang bersejarah.

Exclusiva!!! Así será la nueva camiseta Nike del Barça!!! A cuadros!!! Pronto empezará la producción y ayer ya la vieron algunos ejecutivos el FC Barcelona. Mi pronóstico es que arrasará!!! pic.twitter.com/AMuIniLMFm
— Joan Vehils (@jvehils) September 18, 2018

Sebagai tambahan, Barcelona sendiri sekarang sudah tidak bekerja sama dengan Qatar Airways. Mereka sekarang menggandeng salah satu perusahaan terbesar di Asia, yakni Rakuten.

Ibrahimovic Dukung Lionel Messi Pindah ke MLS

Sumberbola – Striker Veteran asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic benar-benar mendukung Lionel Messi untuk pindah ke liga Amerika Serikat, Major League Soccer.
Laporan sebelumnya mengatakan jika mantan bintang Manchester United, David Beckham berambisi untuk mendatangkan La Pulga ke klub barunya di Amerika Serikat, Inter Miami. Menurut laporan, klub tersebut akan mulai berkompetisi di tahun 2020 mendatang.
Dan kini, Ibrahimovic yang juga pernah menjadi rekan satu tim Messi, ketika keduanya bekerja sama di Barcelona, di bawah asuhan Pep Guardiola, merasa yakin jika kapten timnas Argentina tersebut harus hijrah ke MLS.
Baca Juga:

Masuk Akal! Kenapa Hattrick Messi di UCL Jadi Kabar Bagus bagi Real Madrid
Valverde: Akan Sulit Temukan Orang Lain seperti Messi di Masa Depan
Lionel Messi Jadi Raja Hat-trick Liga Champions

Ditanya oleh salah satu situs gosip di Los Angeles, TMZ, apakah Lionel Messi harus datang ke Amerika Serikat, penyerang yang juga pernah memperkuat Manchester United itu menjawab: “Tentu saja.”
Lalu, saat ditanya lebih lanjut mengenai di klub mana pemenang Ballon d’Or lima kali itu akan cocok, Ibrahimovic menjawab: “Di mana-mana.”
Terlepas dari itu, Lionel Messi sendiri telah menandatangani kontrak baru di Barcelona, dan menurut laporan, sang pemain ingin mengakhiri karirnya di Barca. Oleh sebab itu, jika kabar ini benar, maka tidak ada kemungkinan sang pemain akan ke MLS.

Griezmann Klaim Selevel Messi dan Ronaldo, Ini Respon Brutal Ramos

Sumberbola – Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mungkin sudah memasuki usia 30-an. Namun pada kenyataannya, kedua pemain tersebut masih mendominasi dunia sepak bola, dan sejauh ini masih belum ada yang mengusik mereka.
Messi dan Ronaldo sama-sama memenangkan lima Ballon d’Or. Namun pada kenyataannya, mereka tidak akan bisa selamanya mendominasi dunia sepak bola. Ronaldo berusia 34 tahun pada Februari nanti, sementara Messi berusia 31 tahun beberapa bulan lalu.
Namun pemain mana yang ada berusaha mengambil alih dari Ronaldo dan Messi di tahun-tahun mendatang? Duo Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe dan Neymar tentu saja mempunyai peluang untuk memenangkan Ballon d’Or di masa yang akan datang.
Baca Juga:

Presiden Barca: Rakitic Takkan Tandatangani Kontrak Baru Musim Ini
Hazard Bisa Setara dengan Messi dan Ronaldo
Presiden Barcelona Klaim Ban Kapten Buat Messi Berubah

Baru-baru ini, bintang Atletico Madrid, Antoine Griezmann sangat percaya bahwa dirinya sudah selevel dengan Messi dan Ronaldo. “Saya pikir saya sudah duduk di mana Messi dan Cristiano berada. Dan saya tahu pemain lain pasti akan datang,” tutupnya.
Kapten Real Madrid, Sergio Ramos pun langsung memberikan tanggapan yang cukup brutal mengenai pernyataan Griezmann tersebut. “Pertanyaan bagus,” kata Ramos.
“Kebodohan yang sangat berani. Ketika saya mendengarkan anak ini berbicara, saya ingat pemain seperti Totti yang telah memenangkan segalanya dan tidak memiliki Ballon d’Or.
“Tapi setiap orang bebas. Namun harus disarankan oleh Simeone, Godó atau Koke bahwa mereka mengumpulkan nilai-nilai yang sesuai untuk mereka. Tetap saja, saya pikir dia pemain hebat,” tutupnya.

Arti Selebrasi Lionel Messi yang Sangat Menyentuh

Sumberbola – Lionel Messi sering terlihat melakukan selebrasi dengan kedua tangannya menunjuk ke langit, setelah dirinya berhasil mencetak gol. Itu adalah selebrasi yang sudah kita lihat berkali-kali.
Pria yang kini menjadi kapten Argentina itu sendiri tiba di akademi La Masia, Barcelona, tepatnya 18 tahun yang lalu pada hari ini, saat usianya masih menginjak 13 tahun.
Sejak berhasil tampil untuk tim utama Barca pada bulan Oktober 2004 silam, pemenang Ballon d’Or lima kali itu sudah memainkan 642 laga dan mencetak 556 gol dalam periode itu. Dan hampir setiap kali dirinya mencatatkan namanya di papan skor, Messi selalu merayakannya dengan menunjuk langit.
Baca Juga:

Griezman: Saya Ada di Puncak Bersama Messi, Ronaldo dan Mbappe
Mantan Kiper MU Klaim De Gea adalah Messi Versi Kiper
Bale Bingung Gol Cantiknya di Final UCL Tak Masuk UEFA Goal of the Season

Messi yang kini sudah menginjak usia 31 tahun, sebelumnya pernah menjelaskan apabila dirinya mendedikasikan gol yang ia cetak pada neneknya, yang pertama kali membawanya untuk bermain sepak bola, namun meninggal sebelum sang pemain meraih kesuksesan yang luar biasa bersama raksasa Catalan.
Ia mengatakan: “Saya melakukan itu sebab saya mendedikasikan gol-gol saya pada nenek saya. Ia membawa saya bermain sepakbola, tapi sekarang ia tak dapat menyaksikan sendiri, sudah sejauh mana saya sampai. Akan tetapi, ia terus membantu saya dan keluarga saya.”
Menurut Luca Caioli yang sudah menulis biografi mengenai Messi, seorang pelatih di kampung halaman La Pulga sempat merasa khawatir karena sang pemain terlalu kecil untuk bersaing, jadi pada akhirnya ia tak memainkannya.
Akan tetapi, neneknya dilaporkan telah mengatakan kepada pelatih: “Tempatkan ia dan Anda bakal melihat seberapa bagus anak kecil itu bermain,” yang kemudian dijawab: “OK, namun saya menempatkan ia di dekat tepi lapangan, sehingga saat ia menangis, Anda dapat mengambilnya sendiri.”
Sisanya, seperti yang sudah sering kali kita katakan, adalah sejarah.