Ansu Fati Tampil Gemilang, Clement Lenglet Minta Fans Barca Bersabar

Liga Spanyol – Bek Barcelona, Clement Lenglet, meminta fans timnya untuk tidak menaruh ekspektasi tinggi kepada Ansu Fati, karena pemain muda itu masih berada dalam tahap perkembangan.
Ansu Fati merupakan striker muda berusia 16 tahun yang bergabung dengan akademi Barcelona pada tahun 2012 silam atau saat ia masih berusia 10 tahun. Pada musim panas lalu, tepatnya pada 24 Juli 2019, sang pemain menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama Blaugrana.
Badai cedera yang menghantam lini depan Barcelona saat ini pun telah membawa berkah untuk penyerang sayap kiri kelahiran 2002 itu. Sejauh ini, Fati sudah tampil 3 kali untuk tim utama Barcelona di ajang La Liga musim 2019/20.
Dari 3 penampilannya, Fati mampu mencetak gol sebanyak 2 kali. Pertama, ia membantu menyelamatkan Barcelona dari kekalahan dengan mencetak gol ke gawang Osasuna pada menit ke-51. Alhasil, pasukan Ernesto Valverde berhasil menahan imbang tim tersebut dengan skor 2-2 pada 31 September lalu.
Gol kedua kembali ia torehkan saat Barcelona menang atas Valencia dengan skor 5-2 pada pekan keempat La Liga musim ini, Minggu (15/9) dini hari WIB tadi. Kali ini, Fati tampil sebagai starter. Dalam tempo hanya 7 menit sejak kick-off, pemain berusia 16 tahun itu mencetak gol pembuka skor dan membuat assist bagi gol kedua Blaugrana yang dicetak oleh Frenkie de Jong.
Fati pun menjadi pemain termuda yang bisa mencetak gol dan membuat assist dalam sebuah pertandingan La Liga. Sehingga, para penggemar Barcelona mulai berekspektasi tinggi terhadap sang striker.
Namun, Lenglet tetap meminta fans Barca untuk tetap bersabar, karena biar bagaimana pun Fati masih sangat muda dan sedang dalam tahap perkembangan di karier profesionalnya.
“Dia baru berusia 16 tahun, jadi kita harus bersabar dengannya,” kata Lenglet kepada Movistar +. “Dia memanfaatkan kesempatan bermainnya, dan dia adalah anak yang hebat yang pantas menerima apa yang terjadi padanya. Kami selalu memberitahunya untuk mendengarkan, bekerja, dan belajar,” tukasnya.

Terungkap! Ini Alasan Clement Lenglet Pernah Tolak Juventus

Liga Spanyol – Bek Barcelona, Clement Lenglet, telah mengungkapkan alasan mengapa ia pernah menolak kesempatan untuk bergabung dengan Juventus ketika masih berusia 18 tahun.
Seperti diketahui, Lenglet bergabung dengan Barcelona pada bursa transfer musim panas tahun lalu. Saat ini, ia mulai berkembang dengan baik di Camp Nou.
Namun sebelumnya, pemain berusia 23 tahun itu pernah mendapat tawaran menggiurkan dari Juventus. Hanya saja, Lenglet menolak tawaran tersebut karena keputusan pindah ke klub sebesar Juve di usianya yang masih muda dianggap terlalu besar resikonya.
“Mereka menghubungi ayah saya untuk datang ke Turin,” kata Lenglet. “Saya pergi ke Turin bersama ayah. Kami mengunjungi kompleks latihannya dan ke stadion untuk menyaksikan pertandingan melawan Empoli.
“Saya rasa itu semua terlalu besar untuk saya. Saya baru berusia 18 tahun saat itu, dan hanya memainkan 10 pertandingan dengan Nancy sebelumnya.
“Mereka memiliki Chiellini, Barzagli dan Bonucci. Gabung Juventus waktu itu bisa berisiko. Dari segi ekonomi, tawarannya bagus, namun itu berisiko untuk karier saya. Saya belum siap. Saya takkan mampu bersaing, jadi saya menolaknya.
“Itu adalah keputusan saya dan orang tua saya setuju. Saya ingin mengenal dunia Juventus, apa yang bisa tawarkan pada saya. Saya bisa saja dengan mudah menerima tawaran dari mereka, namun itu bukan waktu yang tepat. Sekarang saya tak menyesalinya,” tutupnya.

Barcelona Ajukan Banding Atas Kartu Merah Lenglet

Sumberbola – Barcelona akan mengajukan banding atas kartu merah yang diberikan kepada pemain mereka, Clement Lenglet, dalam hasil imbang 2-2 melawan rival sekota, Girona, di kompetisi La Liga pada hari Senin (24/9) dini hari tadi.
Bek berusia 23 tahun itu terlibat duel dengan gelandang Girona, Pere Pons, tepat setelah laga di Camp Nou berlangsung setengah jam. Lenglet divonis wasit Jesus Gil Manzano telah menyikut Pons, usai sang wasit berkonsultasi lebih dahulu dengan VAR.
Mengenai hal itu, bos Barcelona, Ernesto Valverde, mengklaim jika Lenglet menggunakan sikunya untuk melindungi dirinya. Mantan bos Athletic Bilbao itu juga menegaskan niatnya untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Baca Juga:

Ander Herrera Tak Minat Gabung Barcelona
Messi Putuskan Tak Hadiri Acara Penghargaan Pemain Terbaik FIFA
Pogba Berikan Dua Tuntutan Gila pada Barcelona

Lantas, pada sore ini, Barcelona telah mengeluarkan sebuah pernyataan untuk mengajukan banding atas kartu merah Lenglet.
“Barcelona akan mengajukan banding ke Komite Kompetisi untuk kartu merah yang diperlihatkan kepada pemain Clement Lenglet di menit ke-34 pertandingan hari Minggu di Camp Nou melawan Girona,” demikian bunyi sebuah pernyataan Blaugrana.
“Bek Prancis itu diberhentikan setelah ulasan menggunakan VAR, dan menurut laporan wasit, adalah karena ‘menyikut lawan, ketika kedua pemain memperebutkan bola’,” tutup pernyataan tersebut.

Valverde Kesal dengan Kartu Merah Clement Lenglet

Sumberbola – Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, merasa sangat kesal dengan keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada Clement Lenglet saat timnya menjamu Girona, Senin (24/9) dini hari WIB.
Lenglet mendapatkan kartu merah setelah wasit melihat tayangan ulang Video Assistant Referee (VAR). Wasit menilai bahwa Lenglet telah melakukan kontak fisik kepada gelandang Girona, Pere Pons.
Kepergian Lenglet rupanya memberikan pengaruh terhadap permainan Barcelona, di mana mereka yang awalnya unggul 1-0 justru tertinggal menjadi 1-2. Namun beruntungnya, Gerard Pique berhasil menyelamatkan Barca dari kekalahan dan skor berakhir 2-2.
Baca Juga:

Sarri: Liverpool Selangkah Lebih Maju dari Chelsea
Sarri Tak Mau Salahkan Faktor Kelelahan di Liga Europa
Diimbangi West Ham, Sarri: Tidak Apa-Apa Satu Poin Hari Ini

Lantas, Valverde sangat kecewa dengan kartu merah yang diterima oleh Lenglet, di mana kepergian sang pemain sangat merugikan Barcelona.
“Kartu merah mengubah jalannya permainan,” kata Valverde. “Sampai saat itu kami dapat mengendalikannya, kemudian mereka menyamakan kedudukan sebelum jeda dan kami harus kembali.
“Saya belum melihat tayangan ulang di televisi. Sepertinya ada kontak sikutan, dan itu adalah kartu merah pertama di mana pemain yang membuat kesalahan meminta maaf.
“Saya kira VAR melakukan keadilan dan saya merasa bahwa itu bukan kartu merah. Mungkin ada beberapa kontak, tetapi saya tidak berpikir itu adalah agresif,” tutupnya.