Sarri Merasa Belum Sebanding dengan Mourinho

Football5star.com, Indonesia – Maurizio Sarri, manajer Chelsea, merasa tak pantas dibanding-bandingkan dengan Jose Mourinho. Dia merasa bukan apa-apa di hadapan Mourinho yang telah meraup kesuksesan saat menangani The Blues. Hal itu diungkapkan Sarri dalam konferensi pers jelang laga Chelsea vs Man. United.
Sarri mengaku harus mencetak prestasi terlebih dahulu untuk bisa dibandingkan atau dianggap sejajar dengan The Special One yang akan dihadapinya dalam laga Chelsea vs Man. United. Trofi juara, menurut dia, adalah pembeda yang jelas antara dirinya dengan manajer asal Portugal tersebut.
thesun.co.uk
“Saya kira prestasi lebih berpihak kepada dia. Jadi, saat ini, dia lebih baik dari saya. Saya berharap bisa meningkatkan diri pada waktu mendatang, tapi saat ini saya harus mengatakan bahwa dia lebih baik dari saya,” ungkap Sarri sebelum pertemuan dengan Mourinho dalam laga Chelsea vs Man. United, Sabtu (20/10/2018).
Sarri Belum Terkalahkan
“Dia telah memenangakan segalanya di mana saja. Jadi, saya perlu memenangkan sesuatu jika ingin dibandingkan dengan dia,” tambah mantan pelatih Napoli itu. “Saat ini, tidak mungkin membandingkan saya dengan dia. Kita berbicara tentang salah satu pelatih terbaik di dunia dan saat ini saya bukan salah satu yang terbaik.”
Terlepas dari soal prestasi dan trofi juara, ada satu hal yang bisa membuat Sarri tak perlu minder. Itu adalah meraup kemenangan dalam laga Chelsea vs Man. United. Kemenangan atas Jose Mourinho setidaknya menjadi sedikit bukti tangan dinginnya. Selain itu, andai bisa terus membawa the Blues tak terkalahkan sepanjang musim ini, dia juga tetap bisa menepuk dada.
Sebelum laga Chelsea vs Man. United pada akhir pekan ini, anak-anak asuh Sarri tercatat tak terkalahkan dalam 11 laga beruntun di berbagai ajang. Mereka meraup sembilan kemenangan dan dua kali imbang. Hasil imbang diraih saat melawan West Ham United dan Liverpool di Premier League.

More News on Liga Inggris

Emery Minta Ramsey Habis-habisan Musim Ini

Hazard Tak Masalah Jika Pensiun di Chelsea

Giggs Percaya United Akan Kejutkan Chelsea

The post Sarri Merasa Belum Sebanding dengan Mourinho appeared first on Football5star Berita Bola.

Hazard Tak Masalah Jika Pensiun di Chelsea

Football5star.com, Indonesia – Walau kerap dikaitkan dengan Real Madrid belakangan ini, Eden Hazard mengaku dirinya tak masalah bila tak ke Spanyol. Sejak akhir musim lalu, Hazard memang sudah ngebet pindah karena ingin tantangan baru. Sejak didatangkan pada 2012, sudah 6 musim dirinya berkarier di Premier League.
Kepada media, kapten timnas Belgia ini berujar bahwa dirinya tak masalah menetap di Chelsea.
“Saya bisa pensiun bersama Chelsea, tidak masalah sama sekali. Saya sangat bahagia di klub ini, dengan tim ini, keluarga saya juga bahagia di London. Jadi, kalau saya tidak pindah ke Spanyol, itu bukan masalah. Saya cinta suporter Chelsea dan saya rasa mereka juga mencintai saya. Apa pun yang terjadi di masa depan, saya akan bahagia, begitulah,” ujar pemain berusia 27 tahun itu dikutip dari Sky Sports.
Hazard sendiri dibeli Chelsea dari Lille dengan banderol 31,5 juta paun. Bermain 310 kali bersama The Blues, kakak dari Thorgan dan Kylian ini sudah ceploskan total 97 gol untuk tim asal London Barat ini. Selain itu, dia juga sudah memenangkan 2 gelar Premier League dan 1 gelar Piala FA.
Foto: mirror.co.uk
Musim ini, dirinya masih menjadi pemain penting bagi skuat asuhan Maurizio Sarri. Di bawah kendali Sarri, Hazard sudah cetak 7 gol dan ukir 3 asis dari 8 laga awal Premier League. Dan akhir pekan nanti, The Blues akan menjamu Manchester United di Stamford Bridge pada lanjutan pekan ke-9 Premier League. Pemain bernomor punggung 10 ini punya rekor bagus melawan Setan Merah dengan raihan 5 gol dari 13 laga bertemu United.

More News on Liga Inggris

Emery Minta Ramsey Habis-habisan Musim Ini

Hazard Tak Masalah Jika Pensiun di Chelsea

Giggs Percaya United Akan Kejutkan Chelsea

The post Hazard Tak Masalah Jika Pensiun di Chelsea appeared first on Football5star Berita Bola.

Giggs Percaya United Akan Kejutkan Chelsea

Football5star.com, Indonesia – Manchester United memulai musim 2018/2019 dengan sangat lambat. Dari delapan pekan yang telah mereka lewati, mereka baru mendapatkan 13 poin. Meskipun begitu, Ryan Giggs yakin di laga Chelsea vs MU, mantan timnya akan tampil mengejutkan.
Terperosok di papan tengah bukanlah sesuatu yang bisa Setan Merah banggakan. 13 poin didapat dan berada di peringkat ke-8 adalah buah dari lambat panasnya permainan Manchester United.
“Ada banyak omongan mengenai Manchester United dan Jose Mourinho. Tetapi jika kita melihat kembali ke pertandingan terakhir melawan Newcastle, maka ada peluang United akan mengejutkan,” ungkap Giggs ketika ditanya mengenai peluang United di laga Chelsea vs MU.
Dilansir dari Sky Sport, pelatih Timnas Wales itu merasa mantan timnya itu memang tengah dalam periode buruk. Maka dari itu, ia meminta para pemain untuk bersatu agar bisa melewati periode buruk ini lebih cepat.
“Ini adalah periode yang United harus bangun bersama. Saya tak akan terkejut jika mereka bisa melewati periode ini dengan cukup baik. Karena saya yakin mereka memiliki kemampuan untuk melawan klub mana pun,” ungkapnya dengan nada optimis.
Ia juga membela Jose Mourinho, manajer Manchester United. Baginya, tak semua hasil buruk adalah kesalahan pemain. Ia pun memberikan contoh saat melawan Newcastle United.
Squawka
“Anthony Martial tak bermain bagus di babak pertama, tetapi di babak kedua ia tampil bagus. Itu tak ada hubungannya dengan manajer. Para pemain yang melakukannya sendiri. Jadi, kadang Anda tak bisa meletakkan segala sesuatu di atas manajer.”
Laga Chelsea vs MU digadang-gadang menjadi penentu nasib Mourinho. Jika gagal mencuri angka, ancaman pemecatan untuk mantan pelatih Inter Milan itu akan semakin terlihat.

More News on Liga Inggris

Emery Minta Ramsey Habis-habisan Musim Ini

Hazard Tak Masalah Jika Pensiun di Chelsea

Giggs Percaya United Akan Kejutkan Chelsea

The post Giggs Percaya United Akan Kejutkan Chelsea appeared first on Football5star Berita Bola.

Brown Sarankan Mourinho Duplikasi Taktik Ferguson

Football5star.com, Indonesia – Akhir pekan nanti akan tersaji laga penuh gengsi. Duel Chelsea vs Manchester United akan terjadi di Stamford Bridge pada Sabtu (20/10) malam. Laga ini pun mendapatkan sorotan dari mantan bek Manchester United, Wes Brown. Menurutnya, Jose Mourinho harus duplikasi taktik ala Sir Alex Ferguson.
Brown merasa strategi Ferguson untuk menempel ketat lawan cocok digunakan saat Chelsea vs Manchester United. Apalagi, Chelsea memiliki Eden Hazard yang bergerak dengan sangat lincah dan licin.
“Saya menyukai ide man-marking. Saya ingat manajer Sir Alex meminta saya untuk melakukan itu terhadap (Lionel) Messi dan Barcelona. Tentu dengan bantuan pemain lainnya,” ungkapnya dikutip Football5star dari laman resmi Manchester United.
Cara tersebut menurut mantan pemain Sunderland ini bisa dilakukan untuk mengurangi ancaman dari Hazard. Semakin Hazard ditempel ketat, semakin ia akan kesulitan mengalirkan bola. Ancaman yang masuk ke lini belakang The Red Devils juga akan semakin sedikit.
zimbio.com
“Saya pikir itu cukup sederhana: semakin sedikit Hazard mendapatkan bola, semakin sedikit ancaman yang ia berikan. Jadi, jika kita bisa menempel Hazard dengan ketat, dengan harapan dia melepaskan bola atau kita bisa melakukan tekel padanya.”
Pemain yang menghabiskan 14 musim di Manchester ini menganggap ancaman utama dari Chelsea adalah Hazard. Mematikan Hazard, artinya laga Chelsea vs Manchester United bisa mereka menangkan.
“Itu adalah rencana terbaik. Karena Chelsea memulai musim dengan sangat baik, semua itu karena Hazard.”

More News on Liga Inggris

Emery Minta Ramsey Habis-habisan Musim Ini

Hazard Tak Masalah Jika Pensiun di Chelsea

Giggs Percaya United Akan Kejutkan Chelsea

The post Brown Sarankan Mourinho Duplikasi Taktik Ferguson appeared first on Football5star Berita Bola.

Mata: Melawan Chelsea Selalu Spesial Buatku

Football5star.com, Indonesia – Akhir pekan ini akan tersaji laga penuh gengsi. Stamford Bridge akan menjadi saksi laga Chelsea vs Manchester United pada Sabtu (20/10) malam. Bagi Juan Mata, laga melawan Chelsea selalu spesial.
Seperti yang diketahui, sebelum begabung dengan Manchester United, Mata merupakan pemain Chelsea. Jebolan akademi Real Madrid ini menghabiskan tiga musim setengah bersama The Blues. 135 penampilan ia torehkan bersama klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu dengan mencetak 33 gol.
“Ini selalu menjadi pertandingan spesial bagi saya melawan Chelsea. Itu akan menjadi laga yang sulit karena mereka bermain sangat baik,” ujarnya dilansir Football5star dari laman resmi MU.
Tiga tahun lebih Mata telah pergi dari London menuju Manchester. Meski begitu ia belum bisa sepenuhnya melupakan kenangan manis di klub yang identik dengan warna biru tersebut.
‘Saya tahu banyak pemain dan orang-orang dari staf di sana. Cesar Azpilicueta adalah teman yang sangat baik sejak saya bermain di sana. David Luiz dan Willian masih ada di sana. Eden Hazard adalah teman baik. Jadi masih ada beberapa pemain di sana yang saya kenal.”
Zimbio
Penampilan buruk The Blues musim lalu berhasil mereka balik di musim ini. Kedatangan Maurizio Sarri membuat klub yang bermarkas di Stamford Bridge tampil mengesankan di awal musim. Hal ini tak membuat mantan pemain Valencia ini terkejut.
“Aku percaya mereka adalah tim yang bagus dengan skuat yang bagus. Mereka memiliki para oemain berkualitas dan berpengalaman. Ada Hazard, Willian, Pedro, dan Cesc Fabregas. Mereka mendatangkan Jorginho yang cocok dengan gaya Sarri. Jadi, aku tak kaget dengan cara mereka bermain,” ujarnya.

More News on Liga Inggris

Emery Minta Ramsey Habis-habisan Musim Ini

Hazard Tak Masalah Jika Pensiun di Chelsea

Giggs Percaya United Akan Kejutkan Chelsea

The post Mata: Melawan Chelsea Selalu Spesial Buatku appeared first on Football5star Berita Bola.

Tolak PSG, Kante Bimbang Ke Barca atau Madrid

Tolak PSG, Kante Bimbang Ke Barca atau Madrid- Gelandang anyar Chelsea, N’Golo Kante kabarnya telah menolak mentah-mentah tawaran dari PSG. Hal ini terkait keinginan Kante yang hanya mau bergabung ke Barcelona ataupun Real Madrid.
PSG memang sudah menjadikan Kante sebagai target transfer utama sejak bursa transfer musim panas yang lalu. Hanya saja, pemain berusia 27 tahun tersebut masih ingin bertahan di Stamford Bridge pada musim 2018/19 ini.
Penolakan tersebut tidak membuat ambisi PSG padam. Klub kaya raya tersebut terus mendekati Kante. PSG memang ngotot mendapatkan jasa Kante. Sebab, mereka butuh gelandang bertahan berkualitas pasca pensiunnya Thiago Motta.
Hanya saja, kemungkinan PSG untuk mendapatkan eks pemain Leicester City tersebut cukup tipis.
Dikutip dari Gazzetta dello Sport, Kante memang tidak berniat untuk pindah ke PSG. Meskipun punya kans besar untuk meraih banyak gelar juara, tapi Kante tidak cukup tertarik dengan proyek besar yang ditawarkan oleh PSG.
Pemain yang membawa Prancis juara di Piala Dunia 2018 tersebut dikabarkan hanya akan pindah dari Chelsea untuk bergabung ke dua klub saja. Kante siap meninggalkan The Blues jika ada tawaran dari Barcelona atau Real Madrid.
Kante sendiri didatangkan oleh Chelsea pada tahun 2016 yang lalu. Chelsea harus membayar 38 juta euro kepada Leicester City untuk mendapatkan jasa Kante. Dia dibeli dengan mahal pasca sukses membawa Leicester juara Premier League musim 2015/16.
Sejak bergabung pada tahun 2016, Kante punya peran yang sangat vital di lini tengah Chelsea. Karena itu, pihak klub asal London tidak ingin melepas salah satu pemain pentingnya. Chelsea telah siap mengajukan perpanjangan kontrak.
Kante sendiri masih punya kontrak yang berdurasi hingga tahun 2021. Namun, The Blues ingin durasi yang lebih panjang. Kabarnya, pihak Kante sejauh ini telah memberikan respon positif pada tawaran dari Chelsea tersebut.
The post Tolak PSG, Kante Bimbang Ke Barca atau Madrid appeared first on bolamagz.net.

5 Fakta Chelsea vs Man. United di Stamford Bridge

Football5star.com, Indonesia – Laga Chelsea vs Man. United di Stamford Bridge, Sabtu (20/10/2018), menjanjikan pertarungan seru. Fakta sejarah menunjukkan, dalam 26 pertemuan kedua klub di Stamford Bridge dalam ajang Premier League kerap kali berakhir dengan skor ketat. Sebanyak 7 kali laga berkesudahan imbang dan 12 kali dengan kemenangan berselisih satu gol.
Terkait hasil akhir, berikut ini Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik dari laga-laga Premier League saat kedua tim bertemu di Stamford Bridge.

1. Pesta Lima Gol The Blues
footballfancast.com
Lawatan Man. United ke Stamford Bridge pada 3 Oktober 1999 berujung pilu. Kekalahan 0-5 harus dibawa pulang anak-anak asuh Sir Alex Ferguson. Tiga catatan kelam juga didapatkan Red Devils. Gawang Massimo Taibi dijebol Gustavo Poyet saat laga baru berjalan 28 detik, Nicky Butt dikartu merah pada menit ke-23, lalu Henning Berg membuat gol bunuh diri pada menit ke-59.
Poyet bukan hanya membuat satu gol pada laga itu. Pada menit ke-54, dia kembali menaklukkan Taibi. Adapun dua gol lainnya dilesakkan oleh Chris Sutton pada menit ke-6 dan Jody Morris saat laga bersisa sembilan menit saja. Sir Alex terkesan terlambat bereaksi. Dia baru memasukkan Ole Gunnar Solskjaer dan Teddy Sheringham saat timnya sudah tertinggal 0-4.
Hingga kini, 5-0 jadi skor kemenangan terbesar dalam laga Chelsea vs Man. United di Premier League saat berlangsung di Stamford Bridge.

2. Berbagi Setengah Lusin Gol
taringa.net
Pertarungan Chelsea vs Man. United pada 5 Februari 2012 masih tercatat sebagai pertemuan kedua klub di Stamford dengan jumlah gol terbanyak. Setengah lusin gol tercipta dalam laga tersebut. Tiga gol untuk sang tuan rumah, tiga gol pula untuk sang tamu.
Tuan rumah terlebih dahulu unggul tiga gol. Diawali gol bunuh diri Jonny Evans pada menit ke-36, Juan Mata dan David Luiz membawa The Blues unggul jauh dan seperti tak akan terkejar saat laga memasuki menit ke-50.
Akan tetapi, mentalitas Red Devils terbukti di sini. Dua penalti Wayne Rooney pada menit ke-58 dan 69 serta tembakan Javier Hernandez hanya enam menit jelang bubaran membuat tuan rumah harus puas meraih satu poin.

3. Tujuh Gol Tunggal
sports.yahoo.com
Dari 26 laga Chelsea vs Man. United di Stamford Bridge dalam ajang Premier League, skor yang paling sering tercipta adalah 1-0. Total, tujuh kali hal itu terjadi. Itu lebih banyak dari skor imbang 1-1 yang hanya tersaji sebanyak lima kali. Dari tujuh gol tunggal itu, hanya sekali yang menjadi kemenangan Red Devils.
Gol tunggal pertama yang membuat laga Chelsea vs Man. United berkahir 1-0 dibuat Gavin Peacock pada 11 September 1993. Adapun gol tunggal terakhir dalam pertemuan kedua klub dilesakkan Alvaro Morata pada musim lalu, tepatnya pada 5 November 2017.
Satu-satunya kemenangan 1-0 yang diraih Red Devils di Stamford Bridge terjadi pada 28 Februari 1998. Satu-satunya gol dalam pertandingan itu dibuat Phil Neville saat laga berjalan 31 menit.

4. Red Devils Sebelas Kali Majal
goal.com
Berlaga di Stamford Bridge adalah pekerjaan mahasulit bagi Man. United. Di Premier League, 43,21 persen berakhir tanpa keberhasilan membobol gawang tuan rumah. Total, sebelas kali Red Devils majal di Stamford Bridge. Dari jumlah itu, sembilan di antaranya berakhir dengan kekalahan.
Sebaliknya, gawang Man. United sangat jarang bersih dari gol tuan rumah. Hanya empat kali lawatan mereka yang berujung clean sheet. Itu pun hanya dua yang berbuah kemenangan. Kali terakhir Man. United pulang ke Old Trafford tanpa kebobolan terjadi pada 9 Mei 2007. Kala itu, laga Chelsea vs Man. United berakhir tanpa gol.

5. Dua Kacamata
sportskeeda.com
Meskipun cenderung berakhir denga skor ketat, cukup sulit mengharapkan laga Chelsea vs Man. United di Stamford Bridge berakhir dengan skor kacamata alias 0-0. Sejak 1992-93, hanya dua kali hal itu terjadi. Itu setara dengan 7,69 persen dari total 26 pertemuan keduanya di Stamford Bridge dalam ajang Premier League.
Hasil kacamata pertama tersaji pada 29 Desember 1998. Sebelumnya, dalam enam kesempatan, kedua tim sama-sama hanya sekali gagal mencetak gol. Sementara itu, laga terakhir yang berakhir tanpa gol terjadi pada 9 Mei 2007. Setelah itu, dalam sebelas pertemuan beruntun di Stamford Bridge, The Blues selalu berhasil membobol gawang Red Devils sehingga skor kaca mata tak pernah terulang lagi.

More News on Liga Inggris

Emery Minta Ramsey Habis-habisan Musim Ini

Hazard Tak Masalah Jika Pensiun di Chelsea

Giggs Percaya United Akan Kejutkan Chelsea

The post 5 Fakta Chelsea vs Man. United di Stamford Bridge appeared first on Football5star Berita Bola.

Real Madrid Sudah Mulai Dekati Antonio Conte

Real Madrid Sudah Mulai Dekati Antonio Conte- Raksasa Liga Spanyol, Real Madrid kabarnya mulai bergerak untuk mendekati mantan pelatih Chelsea, Antonio Conte. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika performa buruk klub terus memburuk.
Real Madrid kini berada di posisi ke-4 klasemen La Liga dengan 14 poin hingga pekan ke-8. Madrid menang hanya terpaut dua poin dari Sevilla yang berada di puncak klasemen. Tapi, Madrid kini berada dalam performa yang buruk.
Dalam empat laga terakhir, Sergio Ramos dan kawan-kawan tidak pernah meraih kemenangan. EL Real hanya sekali meraih hasil imbang, pada tiga pertandingan yang lain, Madrid selalu menelan kekalahan dari lawannya.
Kondisi tersebut kemudian memicu adanya spekulasi ihwal masa depan Julen Lopetegui sebagai pelatih Madrid. Bahkan, Madrid kini disebut mulai menghubungi Antonio Conte yang disiapkan jika situasi buruk terjadi.
Dua media asal Italia, Corriere dello Sport dan Sportitalia menyebutkan jika Madrid telah membuka pembicaraan dengan Conte. Kebetulan, mantan pelatih timnas Italia tersebut kini tidak terikat kontrak dengan klub mana pun.
Conte telah mengakhiri kontraknya dengan Chelsea pada awal musim 2018/19 lalu dan posisinya digantikan oleh Maurizio Sarri.
Madrid dikabarkan menghubungi pihak Conte pada hari Senin yang lalu. Madrid mengkonfirmasi kesediaan Conte melatih. Namun, belum ada jawaban pasti dari Conte sebab dia masih fokus untuk menyelesaikan kasus hukum dengan Chelsea.
Conte dan Chelsea terlibat perselisihan. Pasca diberhentikan, Conte menuntut The Blues membayar pesangon 10 juta euro. Namun, pihak Chelsea tidak bersedia membayar tuntutan tersebut. Kasus ini masih terus berjalan.
Setelah menjalani tiga pertandingan tanpa kemenangan, posisi Lopetegui memang tidak aman. Bahkan, mantan pelatih timnas Spanyol itu disebut rawan pemecatan. Lopetegui akan mendapat kesempatan pada dua laga terakhir.
Masa depan Lopetegui akan ditentukan oleh hasil pertandingan melawan Levante (20/10) di La Liga dan melawan Viktoria Plzen (24/10) di ajang Liga Champions. Jika kalah pada dua laga tersebut, bukan tidak mungkin Lopetegui akan dipecat.
The post Real Madrid Sudah Mulai Dekati Antonio Conte appeared first on bolamagz.net.

Michael Essien Sarankan Ruben Loftus-Cheek Tetap Bertahan

Michael Essien Sarankan Ruben Loftus-Cheek Tetap Bertahan- Mantan pemain Chelsea, Michael Essien menyarankan kepada Ruben Loftus-Cheek untuk tetap bertahan bersama The Blues hingga beberapa musim kedepan.
Loftus-Cheek kembali bermain untuk Chelsea pada musim 2018/19 setelah sempat menjalani peminjaman. Musim lalu, pemain berusia 22 tahun tersebut dipinjamkan ke Crystal Palace. Penampilan Loftus-Cheek pun cukup apik bersama dengan Palace.
Hanya saja, sejauh ini kesempatan bermain bagi Loftus-Cheek sangat minim. Maurizio Sarri baru memberi dua kesempatan tampil dan semuanya sebagai pengganti. Dua baru bermain selama 33 menit di Premier League, hingga pekan ke-8.
Sementara, sepanjang musim 2017/18 lalu, Loftus-Cheek memainkan 24 laga di Premier League bersama Palace. Minimnya menit bermain bersama The Blues membuat Loftus-Cheek punya rencana untuk pindah pada bulan Januari.
Maurizio Sarri sempat menjanjikan menit bermain yang cukup untuk Loftus-Cheek pada awal musim. Tapi, kedatangan Jorginho dan Mateo Kovacic membuat membuat lini tengah Chelsea kian padat. Tapi, Essien ingin Loftus-Cheek bersaing.
“Loftus-Cheek harus bertahan. Ketika Anda bermain untuk klub seperti Chelsea, maka Anda sadar bahwa selalu ada persaingan dan Anda harus bekerja keras untuk mendapatkan tempat Anda,” ucap Essien pada Evening Standard.
“Chelsea sekarang punya banyak gelandang tapi semua akan tergantung pada Loftus-Cheek. Dia adalah pemuda yang baik dan dia pekerja keras,” sambung mantan pemain Persib Bandung tersebut.
Menurut Essien, masih ada peluang bagi Loftus-Cheek untuk mendapatkan tempat inti. Hanya saja, Essien meminta Loftus-Cheek lebih besabar menunggu kesempatan datang. Jika dia bekerja keras dan memanfaatkan kesempatan dengan baik, maka itu akan terjadi.
“Ada banyak gelandang dan semua ingin bermain di tim utama. Tapi, Anda tidak akan pernah tahu apa yang terjadi. Sepakbola sangat dinamis, perubahan bisa sangat cepat dan mungkin dia akan dapat kesempatannya,” tutup Essien.
The post Michael Essien Sarankan Ruben Loftus-Cheek Tetap Bertahan appeared first on bolamagz.net.

Mike Dean, Wasit Kontroversial Pemimpin Laga Chelsea vs Man. United

Football5star.com, Indonesia – Akhir pekan nanti, para pecinta Premier League akan disuguhkan dengan laga besar antara Chelsea vs Manchester United. Laga tersebut akan dipimpin oleh wasit kawakan di Premier League, Mike Dean.
Mike Dean adalah salah satu wasit senior di Inggris. Pria asal Merseyside itu  Ia pertama kali menjadi wasit di tahun 1985 silam dan menjadi wasit profesional pada tahun 1998. Selama 20 tahun menjadi wasit profesional, Dean telah memimpin banyak pertandingan penting.
Eurosport
Salah satu laga penting ya ia wasiti adalah partai final Piala FA edisi tahun 2008 antara Portsmouth melawan Cardiff City. Pertandingan tersebut dimenangkan Portsmouth dengan skor tipis, 1-0 lewat gol tunggal Nwankwo Kanu. Di partai tersebut, Dean memberikan tiga kartu kuning kepada pemain Portsmouth.
Di tahun 2015, Mike Dean menjadi salah satu sorotan di publik sepak bola Inggris. Hal tersebut terjadi di partai panas antara Chelsea vs Arsenal. dI partai tersebut, Dean secara kontroversial memberikan kartu merah untuk Gabriel Paulista setelah terlibat insiden dengan Diego Costa. Keputusan kontroversial tersebut membuat 100.000 suporter Arsenal menandatangani petisi yang tak menginginkan Dean untuk menjadi pemimpin The Gunners di masa depan.
Pada akhirnya, FA mengakui kesalahan yang dibuat oleh Dean dan menganulir kartu merahnya kepada Gabriel. Selain itu, FA juga memberikan skorsing tiga pertandingan kepada Diego Costa yang dinilai sebagai provokator di dalam insiden tersebut.
Di masa lalu, Dean juga sempat beberapa kali memimpin laga Premier League antara Chelsea vs Manchester United. Ia pertama kali memimpin laga panas ini di tahun 2006 silam. Kala itu, Chelsea berhasil menang besar dengan skor 3-0 dan memastikan gelar juara Premier League musim 2005-06.
Partai Chelsea vs Man. United terakhir yang dipimpin oleh pria berumur 50 tahun itu terjadi di musim 2014-15. Di partai tersebut, Chelsea berhasil meraih kemenangan lewat gol tunggal Eden Hazard di menit ke-38.
The post Mike Dean, Wasit Kontroversial Pemimpin Laga Chelsea vs Man. United appeared first on Football5star Berita Bola.