5 Momen Kontroversial Manchester United vs Arsenal

Football5star.com, Indonesia – Partai big match akan tersaji di Stadion Old Trafford, Selasa (1/10/2019) antara tuan rumah Manchester United vs Arsenal di lanjutan Liga Inggris pekan ke-7. Sepanjang sejarahnya pertemuan kedua tim ini rekam sejumlah momen kontroversial.

Momen kontroversial cukup sering terjadi di laga Manchester United vs Arsenal pada era 90-an. Saat United masih dilatih oleh Sir Alex Ferguson dan Arsenal dibesut oleh Si Profesor asal Prancis Arsene Wenger.

Kedua pelatih ini pun acapkali lontarkan psy war jelang pertandingan kedua klub ini. Fergie misalnya pernah menghina kemampuan Wenger yang fasih 5 bahasa.

“Mereka mengatakan dia (Wenger) ialah orang cerdas kan? berbicara lima bahasa? Aku kenal seorang anak 15 tahun dari Pantai Gading yang juga bisa bicara lima bahasa asing,”. kata Fergie seperti dikutip Football5star.com dari BBC, Senin (30/9/2019).

Wenger pun sempat membalas kometar provokatif Fergie dengan mengatakan pelatih Skotlandia itu sudah kehilangan akal sehat. “Dia tidak menarik minat saya, saya tidak akan menjawab provokasi dari dia lagi. Dia kehilangan akal sehat. Dia akan terus konfrontasi,” kata Wenger.

Selain psy war antara kedua pelatih ini. Terdapat juga 5 momen kontroversial lainnya di laga Manchester United vs Arsenal, berikut ulasannya:

Battle of Buffet

Media-media di Inggris pada 2004 menyebut laga Manchester United vs Arsenal dengan sebutan Battle of Buffet. Pada laga yang dimenangkan oleh Red Devils dengan skor 2-0 tersebut, sejumlah kejadian kontroversial terjadi.

Salah satunya ialah perselisihan antara Rio Ferdinand dengan Freddie Ljunberg pada menit ke-19. Kontroversi pada pertandingan ini memuncak saat tuan rumah mendapat hadiah penalti dari Mike Riley.

espn.co.uk

Pada menit ke-73, wasit Mike Riley memberi hadiah penalti kepada Manchester United karena menganggap Wayne Rooney dilanggar oleh Sol Campbell. Padahal dalam tayangan ulang justru kebalikannya.

Setelah pertandingan, Wenger pun melontarkan kritik tajamnya. Ia menyebut Mike Riley membuat tuan rumah Manchester United bisa meraih kemenangan. “Ia (Mike Riley) yang memutuskan hasil pertandingan seperti yang terjadi di Old Trafford,” kritik Wenger.

Roy Keane vs Patrick Vieira

Pada laga United vs Arsenal di 2005, kapten kedua tim Roy Keane dan Patrick Vieira terlibat adu mulut di lorong ganti pemain. Kejadian tersebut terjadi di Stadion Highbury.

Tak jelas apa yang menyebabkan kedua adu mulut hingga harus dipisahkan oleh wasit dan rekan-rekannya. Konon kabarnya Roy Keane sampai menantang Vieira untuk berduel di luar lapangan.

“Kita selesaikan di luar lapangan,” kata Keane saat itu. Usut punya usut ternyata insiden ini diawali karena ancaman Vieira kepada Gary Neville.

Roy Keane mengatakan bahwa pemain Prancis itu mengancam Gary Neville. Hal itu yang membuatnya terpancing. “Aku dengar kamu mengincar Gary, huh? Kamu mengincar yang lemah.”

Namun hal itu dibantah oleh Vieira. Ia mengatakan tidak mengancam Gary Neville namun hanya memperingatkannya. “Aku bilang pada dia (Gary Neville), kalau dia menyentuh Robert (Pires), aku akan mengejar dia.” kata Vieira.

Battle of Trafford

Insiden ini jadi salah satu momen paling kontroversial pertemuan United vs Arsenal. Kejadian ini terjadi di Stadion Old Trafford pada musim 2003/04. Pemeran utamanya adalah Patrick Vieira dan Ruud van Nistelrooy.

Laga sejak awal pertandingan berlangsung sengit. Kedua tim saling jual beli serangan. Tensi pertandingan mulai memanas di pertengahan babak kedua dan mencapai puncak pada menit ke-80.

Kejadian bermula saat Ruud van Nistelrooy melompat ke punggung Patrick Vieira yang membuat pemain Prancis ini jatuh ke tanah. Vieira kemudian menggerakan kaki yang kemudian disusul respon Nistelrooy seperti seolah-olah terkena tendangan.

Kemudian, wasit Steve Bennett merasa kalau Vieira berniat melakukan tendangan sehingga ia akhirnya diberi kartu merah hanya tiga menit setelah kartu kuning pertamanya.

Vieira mengamuk dan berusaha mengejar pemain Belanda tersebut. Usahanya dihalangi oleh Ryan Giggs dan menyebabkan kericuhan pecah antara kedua pemain.

Tak berhenti di situ, menit akhir pertandingan wasit memberi hadiah penalti kepada United. Sayang sepakan van Nistelrooy membentur tiang gawang. Hal ini membuat pemain Arsenal kembali memprovokasi van Nistelrooy.

Pertandingan berakhir, Nistelrooy langsung mendapat ayunan tangan Keown yang mengarah ke belakang kepalanya. Aksi ini disusul dengan provokasi tambahan serta pelecehan verbal dari Ray Parlour, Lauren, dan Kolo Toure

FA pun memberi hukuman kepada pemain kedua tim. Bek Arsenal Lauren mendapat hukuman paling berat yakni skorsing hukuman 4 laga.

Ricuh 21 pemain United dan Arsenal

Pada 20 Oktober 1990 pecah ricuh yang melibatkan 21 pemain di laga United vs Arsenal. Dikutip dari Sport360, insiden ini berawal dari perebutan bola antara Denis Irwin dengan Nigel Winterburn.

Awalnya Winterburn berusaha mengambil bola dari kaki Irwin di sisi sayap United. Usaha tersebut dihalangi oleh Irwin dan Adres Limpar berusaha membantu. Limpar dan Winterburn kemudian adu otot dan membuat pemain lain terpancing emosinya.

planetfootball.com

Tiba-tiba penyerang United, Brian McClair, muncul dan langsung menendang Winterburn yang masih terjatuh di rumput. Aksi McClair tentu saja memancing kemarahan pemain Arsenal lainnya, sehingga terjadilah perkelahian massal yang melibatkan kedua tim.

Pemain kedua tim saling mengejar satu sama lain untuk adu jotos. Akibatnya FA pun memberikan hukuman sangat berat bagi kedua tim dengan denda yang sangat besar.

Sikutan Sol Campbell

Pada 2003, tensi tinggi juga terjadi saat United vs Arsenal. Kali ini melibatkan dua pemain Ole Gunnar Solskjaer dan Sol Campbell. Mantan bek timnas Inggris dengan sengaja menyikut Solskjaer karena frustasi menjaga striker Norwegia tersebut.

Sialnya, aksi Campbell terlihat jelas oleh wasit. Campell pun langsung di ganjar kartu merah. Bahkan, setelah laga, bek jangkung itu mendapat hukuman skors tambahan menjadi tiga pertandingan.

Tidak hanya itu, Phill Neville juga sempat adu otot dengan striker Francis Jeffers. Adik kandang Gary Neville itu dengan sengaja lakukan tackle kasar kepada Jeffers dari belakang. Tak terima, Jeffers pun menendang secara membabi buta Phil Neville.

The post 5 Momen Kontroversial Manchester United vs Arsenal appeared first on Football5star Berita Bola.

Man United vs Chelsea: Catatan Pertemuan Solskjaer vs Lampard

Football5Star.com, Indonesia – Partai Manchester United vs Chelsea menjadi partai besar pertama yang tersaji pada perhelatan Premier League 2019-20. Sorotan utama tentu saja tertuju kepada dua manajer, yakni Ole Gunnar Solskjaer dan Frank Lampard. Pertarungan Solskjaer vs Lampard menjadi sisi paling menarik pada laga nanti.

Ini merupakan pertemuan pertama Solskjaer vs Lampard sebagai manajer. Pertemuan mereka pun menjadi catatan menarik. Inilah perjumpaan pertama Manchester United vs Chelsea saat sama-sama ditangani mantan pemain masing-masing.

asep/football5star.com

Sebelum bersua sebagai manajer, Solskjaer dan Lampard pernah cukup sering bertemu di lapangan hijau saat sama-sama aktif sebagai pemain. Tercatat, 11 kali Solskjaer vs Lampard tersaji pada pentas sepak bola Inggris. Rinciannya, 5 kali saat Lampard memperkuat West Ham United dan 6 kali kala dia berseragam Chelsea.

Dari 11 pertemuan itu, Solskjaer lebih sering meraup kemenangan. Lima kali dia dan Manchester United menaklukkan klub yang diperkuat Lampard. Sisanya 3 laga berakhir imbang dan 3 lainnya dimenangi Lampard. Empat dari lima kemenangan Solskjaer diraih di Stadion Old Trafford. Pada 1 April 2000, Red Devils malah menangguk kemenangan sangat telak 7-1.

Soal kontribusi, Soskjaer juga berada di atas Lampard. Total, dalam 11 pertemuan itu, pria asal Norwegia tersebut sanggup melesakkan 4 gol dan 1 assist dalam 367 menit. Adapun Lampard hanya mampu menorehkan 1 gol dan 2 assist walaupun selalu tampil penuh dalam 11 laga tersebut.

Meskipun demikian, Solskjaer tak dapat jemawa. Khusus pada pertemuan Manchester United vs Chelsea, hasil pertemuan Solskjaer vs Lampard seimbang. Keduanya sama-sama memetik 2 kemenangan dan 2 pertemuan lain berakhir seri. Di Old Trafford, mereka pun sama-sama meraih 1 kemenangan dan 1 hasil imbang.

The post Man United vs Chelsea: Catatan Pertemuan Solskjaer vs Lampard appeared first on Football5star Berita Bola.

5 Gol Terbaik Chelsea ke Gawang Manchester United

Football5star.com, Indonesia – Malam nanti, para penggemar Premier League akan mendapatkan sajian spesial dalam laga antara Manchester United vs Chelsea. Partai tersebut tentu menjadi sorotan utama para penikmat sepak bola di pekan pertama Premier League musim 2019-20.

Dari pertemuan kedua tim di beberapa tahun terakhir, selalu ada gol-gol cantik yang berhasil diciptakan. Berikut football5star.com sudah merangkum 5 gol terbaik milik Chelsea ke gawang Manchester United:

1. GIANFRANCO ZOLA (1997)

Gianfranco Zola memang menikmati status sebagai salah satu pemain terbaik di Inggris ketika masih memperkuat Chelsea. Hal itu pun seolah ia buktikan dengan gol spesial ke gawang Manchester United pada tahun 1997.

Berawal dari umpan Dan Petrescu, Zola yang berada di sisi kiri pertahanan Manchester United langsung mendribel bola melewati hadangan tiga pemain bertahan lawan. Setelah itu, ia berhasil menaklukkan Peter Schmeichel dari jarak dekat tanpa kesulitan berarti.

2. JOE COLE (2006)

Salah satu momen terbaik Joe Cole bersama Chelsea datang pada akhir musim 2005-06 silam. Ketika itu, ia berhasil mencetak satu gol yang cukup indah ke gawang Manchester United dan memastikan Chelsea menjadi juara Premier League untuk kali kedua secara beruntun.

Gol ini tercipta setelah Cole mampu melepaskan diri dari kawalan tiga pemain bertahan Manchester United. Setelah itu, ia langsung melepaskan sepakan kencang yang tak kuasa ditahan oleh Edwin van der Sar.

The post 5 Gol Terbaik Chelsea ke Gawang Manchester United appeared first on Football5star Berita Bola.

5 Momen Terbaik dari Laga Manchester United vs Chelsea

Football5star.com, Indonesia – Partai panas antara dua tim tersukses di era Premier League, Manchester United vs Chelsea akan tersaji pada Minggu (11/8) malam WIB. Partai tersebut tentu menjadi primadona dari pekan pertama Premier League musim 2019-20.

Rivalitas diantara kedua tim tentu membuat partai nanti terasa sangat spesial dan diprediksi akan meninggalkan kesan yang cukup mendalam bagi kedua tim. Sebelum menyaksikan laga panas nanti, football5star.com sudah merangkum 5 momen terbaik dari laga Manchester United vs Chelsea sepanjang sejarah Premier League

1. SENYUMAN DAVID LUIZ

Daily Mail

Pada tahun 2013 lalu, David Luiz sempat menjadi buah bibir setelah tertangkap kamera melakukan aksi diving di penghujung pertandingan Manchester United vs Chelsea. Aksi tersebut membuat bek The Red Devils, Rafael, harus diusir wasit setelah mendapatkan kartu merah.

Aksi dari Luiz sendiri sebenarnya dilakukan untuk melindungi keunggulan tipis, 1-0 milik Chelsea. Pada akhirnya, skor tersebut bertahan hingga wasit meniupkan peluit panjang.

2. GOL ERIC CANTONA

twitter..com/premierleague

Eric Cantona datang ke Manchester United dari rival abadi mereka, Leeds United pada bulan November 1992. Cantona pun langsung menjadi andalan Manchester United ketika mereka bertandang ke Stamford Bridge beberapa hari setelahnya.

Pada partai tersebut, Cantona berhasil menyarangkan gol pertamanya untuk pasukan Alex Ferguson. Setelah gol tersebut, Cantona berhasil menasbihkan dirinya sebagai raja di Old Trafford hingga tahun 1997.

The post 5 Momen Terbaik dari Laga Manchester United vs Chelsea appeared first on Football5star Berita Bola.

5 Momen Kontroversial Laga Man United vs Chelsea

Football5star.com, Indonesia – Laga seru langsung tersaji di pekan pertama Liga Inggris musim 2019-20. Man United vs Chelsea akan tersaji di Stadion Old Trafford, Minggu (11/8/2019).

Sepanjang sejarahnya, pertemuan minggu malam nanti bakal jadi laga ke-5 kedua tim di pekan perdana Liga Inggris. Terakhir kedua tim bertemu di pekan perdana terjadi pada 2004 silam.

Di pertandingan pada 2004 lalu, Man United bertindak sebagai tim tamu di Stadion Stamford Bridge. Chelsea berhasil memenangkan pertandingan lewat gol tunggal Eidur Gudjohnsen.

Sebelum era 2000-an, Chelsea sebenarnya bukanlah tim yang memiliki persinggungan dengan Red Devils. Namun hal tersebut berubah semenjak The Blues dikuasai oleh milioner Rusia, Roman Abramovich.

Semenjak Abramovich membangun dinastinya di Chelsea, pertemuan kedua tim selalu hadirkan momen-momen seru dan juga kontroversial.

Berikut 5 momen kontroversial laga Man United vs Chelsea untuk pembaca setia football5star.com

Manchester United vs Chelsea 3 April 2010

Eks pelatih Red Devils Sir Alex Ferguson tentu tidak akan pernah melupakan laga yang berlangsung di Old Trafford pada 2010 silam ini. Bagaimana tidak, Chelsea dianggap Fergie meraih kemenangan dengan kontroversial.

“Ketika wasit yang memimpin pertandingan Dean, saya khawatir. Dan kecemasan saya terbukti,” kata Ferguson saat itu.

Fergie menyoroti gol kemenangan Chelsea yang dicetak oleh Didier Drogba. Pria asal Skotlandia itu menyebut bahwa striker Pantai Gading tersebut sudah berada di posisi offside saat mencetak gol.

MU pada laga ini memang kalah 1-2. Gol semata wayang Red Devils saat itu dicetak oleh striker asal Italia Frederico Macheda pada menit akhir pertandingan.

Chelsea vs Manchester United 28 Oktober 2012

Laga kedua tim ini mungkin akan selalu diingat oleh publik Stamford Bridge. Bagaimana tidak The Blues tumbang di kandang sendiri akibat gol yang dianggap offside yang dicetak oleh Javier Hernandes.

Laga kedua tim berlangsung ketat sejak menit awal pertandingan. Meski bertindak sebagai tim tamu, Red Devils sejak menit awal mengepung lini belakang Chelsea.

gettyimages

Pertandingan mulai memanas saat pertengahan babak pertama. David Luiz beberapa kali bergesekan dengan pemain MU seperti Antonio Valencia ataupun Robin van Persie.

Di beberapa kesempatan wasit Mark Clattenburg harus menghentikan laga karena gesekan antar kedua pemain. Pada babak kedua, Chelsea harus bermain dengan 10 orang.

Clattenburg memberi kartu merah kepada Fernando Torres akibat aksi diving-nya di kotak penalti MU. Pemain Chelsea sontak memprotes keputusan tersebut.

Publik Stamfrod Bridge makin berang karena tak lama itu, Javier Hernandes berhasil membobol gawang Petr Cech dengan cara yang ‘kotor’. Pemain asal Meksiko itu mencetak gol di posisi yang jelas offside.

Sayangnya wasit Clattenburg tetap mengesahkan gol tersebut. Man United pun berhasil meraih kemenangan 3-2.

Manchester United vs Chelsea 24 Agustus 2013

Laga antara Manchester United vs Chelsea pada 22 Agustus 2013 lalu jadi salah satu momen kontroversial pertemuan kedua tim. Laga yang berhasil dimenangkan oleh The Blues 1-2 tersebut menyeret nama sang wasit Martin Atkinson.

Atkinson dituding oleh kubu MU sebagai biang kerok kekalahan mereka. Pelatih MU kala itu, Sir Alex Ferguson sangat berang karena Atkinson tak memberi kartu merah kepada David Luiz.

mirror.co.uk

Padahal saat pertandingan tersebut bek asal Brasil itu melakukan pelanggaran keras terhadap pemain MU. Atkinson juga dituding dengan ‘sengaja’ memberi penalti di menit-menit akhir pertandingan untuk Chelsea.

Eks wasit top Liga Inggris, Graham Poll juga turut berkomentar terkait kepemimpinan Atkinson yang dianggap berat sebelah. Menurut Poll, FA seharusnya memilih wasit lain untuk memimpin laga kedua tim.

“Saya pribadi akan memilih wasit lain sehingga kami bisa fokus pada pertandingan sepak bola dan tidak memperdebatkan apakah Atkinson memang layak ditunjuk atau tidak,” kata Poll seperti dikutip dari mirror.

Manchester United vs Chelsea 6 Mei 2013

Kejadian kontroversial kembali terjadi di laga kedua tim pada 6 Mei 2013 silam. Kejadian kontroversial ini melibatkan dua bek kedua tim, Rafael dan David Luiz.

Rafael mendapat kartu merah karena dianggap wasit melakukan pelanggaran dengan sengaja kepada David Luiz. Rafael memang kedapatan menyikut bek asal Brasil tersebut.

Namun David Luiz bereaksi berlebihan saat mendapat sikutan tersebut. Lucunya setelah wasit mengusir keluar Rafael, Luiz ketahuan kamera tengah tersenyum puas.

Laga antara Mancheter United vs Chelsea di Stadion Old Trafford itu sendiri berakhir dengan kemenangan tim tamu. Gol menit akhir Juan Mata membuat Andre Villas Boas meraih kemenangan sebagai pelatih pengganti di Chelsea.

Chelsea vs Manchester United 20 Oktober 2018

Pertemuan Man United vs Chelsea pada tahun lalu ini melibatkan sejumlah pihak di kondisi emosi. Laga ini membuat berang pelatih Red Devils saat itu Jose Mourinho.

Bagaimana tidak The Spesial One harus menyaksikan anak asuhnya tak jadi menang. Gol dari Ross Barkley pada menit ke-95 membuat The Blues mengakhiri pertandingan menjadi 2-2. Saat itu MU tengah unggul 2-1.

Tidak hanya meraih hasil imbang. Mourinho bahkan sampai harus bertengkar dengan staff pelatih Marco Ianni, saat gol menit terakhir tercipta.

gettyimages

Pasalnya, Ianni sengaja berselebrasi di depan Mourinho sehingga memancing emosi pelatih asal Portugal tersebut.

Setelah pertandingan, bukan hanya Ianni yang kena semprot pelatih asal Portugal tersebut. Wasit Mike Dean pun mendapat kritik keras dari Mourinho.

“Saya harap semua wasit melakukan hal yang sama seperti Mike Dean dan memberi (tambahan waktu) enam menit,” sindir Mourinho saat itu.

The post 5 Momen Kontroversial Laga Man United vs Chelsea appeared first on Football5star Berita Bola.

Manchester United Vs Manchester City: Adu Sihir Pogba dan Sterling

Football5star.com, Indonesia – Laga big match Liga Inggris antara Manchester United vs Manchester City akan terjadi di Old Trafford, Kamis (25/4/2019) dini hari WIB. Pertandingan ini jadi panggung adu sihir antara Paul Pogba dan Raheem Sterling.

Paul Pogba dan Raheem Sterling bisa dibilang adalah nyawa dari masing-masing tim. Peran keduanya begitu vital musim ini.

Pogba sudah menyumbangkan 16 gol dan 11 assist untuk Man United dalam 43 pertandingan di semua kompetisi. Sementara Sterling mencatatkan 23 gol dan 16 assist dalam 46 laga bersama Man City.

Getty Images

Partai ini juga dipastikan bakal berlangsung seru karena kedua tim sama-sama berambisi meraih poin penuh. United butuh poin untuk memperbesar peluang finis empat besar.

Sementara itu, bagi City yang hingga kini masih bersaing ketat dengan Liverpool di papan atas klasemen, kemenangan tentu bakal makin mendekatkan mereka ke tangga juara.

Musim lalu Pogba mencetak dua gol untuk membawa United mengalahkan City sekaligus menggagalkan sang tetangga mengunci gelar juara pada saat itu. Namun untuk pertemuan Manchester United vs Manchester City kali ini, Pogba menyadari situasinya berbeda.

“Saya tak mengatakan kali ini situasinya sama dengan tahun lalu, karena mereka juga membutuhkan kemenangan. Mereka sangat membutuhkannya dan kami pun juga demikian,” ujar Pogba dilansir Football5star.com dari Sky Sports.

“Kami berdua tengah mengejar sesuatu, mereka mengejar gelar juara dan kami mengejar Liga Champions dengan posisi empat atau tiga. Jadi laga ini akan sangat berat dan sangat penting,” sambungnya.

Jimat Man City

Getty Images

Sementara itu, Sterling adalah jimat andalan City musim ini. Setiap kali ia mencetak gol, The Cityzens selalu menang di Liga Inggris.

Dilansir dari Opta, The Cityzens selalu menang di 26 laga Premier League terakhir saat Sterling mencetak gol, dimana 12 laga di antaranya terjadi di musim ini.

Kini, tantangan Sterling berikutnya ada di duel Manchester United vs Manchester City. Mampukah ia mencetak gol dan membawa City berjaya? Atau justru Pogba yang keluar sebagai pemenang? Kita tunggu saja.

More News on Liga Inggris

James Milner: Pertama Kalinya Dukung Manchester United

Kalah dari Everton, Pogba Sebut Timnya Kurang Ajar

Pertahanan Menjadi Kunci Arsenal Raih Empat Besar

The post Manchester United Vs Manchester City: Adu Sihir Pogba dan Sterling appeared first on Football5star Berita Bola.

Rasio Kemenangan Pep Guardiola Lawan Man United Capai 60 Persen

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan Manchester United vs Manchester City, Kamis (25/4/2019) dini hari WIB, menjadi catatan ke-11 Pep Guardiola melawan tim berjulukan Red Devils sepanjang perjalanan karier sebagai pelatih. Dalam 10 laga sebelumnya pelatih berusia 48 tahun punya statistik positif.

Partai Manchester United vs Manchester City kali ini akan berlangsung di Stadion Old Trafford. Laga tersebut disebut-sebut sebagai ujian berat terakhir Man City dalam upaya mempertahankan gelar Liga Inggris.

Sepanjang perjalanan karier, Pep Guardiola lebih sering menuai kemenangan melawan Man United di berbagai kompetisi. Berdasarkan catatan Football5star.com dair Transfermarkt, Guardiola sudah enam kali menang, dua kali seri, dan hanya kalah dua kali sejauh ini. Berarti rasio kemenangannya melawan Man United mencapai 60 persen.

Guardiola lawan 3 pelatih Man United

Pertandingan pertama Guardiola melawan Red Devils terjadi pada 27 Mei 2009 saat masih menangani Barcelona. Berkat Man United juga Guardiola sanggup memenangi dua gelar Liga Champions sebagai pelatih di Barcelona.

Ya, dua trofi tersebut mampu digondolnya setelah mengalahkan Man United di dua partai final Liga Champions pada musim 2008-09 dan 2010-11. Saat itu, ia dua kali mengalahkan tim yang ditangani Sir Alex Ferguson.

Thedominionpost.com

Ketika menangani Bayern Munich, Guardiola juga pernah melawan Red Devils di babak perempat final Liga Champions. Melawan tim besutan David Moyes, ia punya catatan imbang 1-1 dan menang 3-1.

Jose Mourinho merupakan pelatih Man United yang paling sering dilawan Guardiola. Total keduanya bertemu sebanyak enam kali. Kontra pelatih berjulukan The Special One akhirnya merasakan dua kali kekalahan.

Kekalahan pertama terjadi di babak keempat Piala Liga Inggris musim 2016-17. Kekalahan kedua terjadi saat skuat asuhan Guardiola, Man City, kalah 2-3 pada laga pekan ke-33 musim 2017-18.

Partai Manchester United vs Manchester City kali ini Guardiola akan menghadapi pelatih Red Devils berbeda keempat. Ya, ia akan melawan tim yang sekarang ditangani Ole Gunnar Solskjaer.

Jika mampu mengalahkan skuat besutan Solskjaer, Man City akan kembali ke puncak klasemen sementara Liga Inggris di tiga pertandingan tersisa. Ya, sekarang Sergio Aguero dkk menempati posisi kedua klasemen dengan raihan 86 poin dari 34 laga.

Jumlah tersebut hanya terpaut dua poin dari Liverpool di puncak klasemen. Akan tetapi, The Reds sudah memainkan 35 pertandingan. Hasil seri atau kalah jelas akan sangat merugikan Man City.

More News on Liga Inggris

James Milner: Pertama Kalinya Dukung Manchester United

Kalah dari Everton, Pogba Sebut Timnya Kurang Ajar

Pertahanan Menjadi Kunci Arsenal Raih Empat Besar

The post Rasio Kemenangan Pep Guardiola Lawan Man United Capai 60 Persen appeared first on Football5star Berita Bola.

5 Penyeberang dalam Derbi Manchester

Football5star.com, Indonesia – Laga sarat gengsi akan tersaji di Stadion Old Trafford saat Manchester United menghadapi tamu agung, sang tetangga berisik, Manchester City. Pertandingan Manchester United vs Manchester City akan digelar pada Kamis (25/4/2019) dini hari WIB.

Meskipun memiliki rivalitas yang cukup panas, ternyata kedua kesebelasan juga memiliki kisah romantis. Kisah romantis ini terlihat dalam pertukaran pemain yang nyatanya sering mereka lakukan.

Football5star merangkum lima pemain yang menyeberang dari Man United ke Man City.

Owen Hargreaves

Pinterest

Meskipun berasal dari Inggris, Owen Hargreaves merupakan jebolan akademi FC Bayern Munich. Di Bayern pula namanya melambung tinggi dan bermain selama delapan musim. Delapan musim itu adalah total sejak ia berada di akademi.

Pada tahun 2007, ia pindah ke Manchester United dengan mahar sebesar 16 juta Poundsterling. Pemain yang mengenakan nomor punggung 4 di Manchester United ini lebih banyak menghabiskan waktunya di meja operasi. Selama empat musim membela The Red Devils, Owen hanya bermain sebanyak 39 kali di semua ajang.

Pada musim 2011-12, ia pindah ke Manchester City dengan bebas transfer. Semusim bermain untuk The Cityzens, ia hanya empat kali bermain di semua ajang dan sekali di Liga Inggris.

Andy Cole

The Independent

Andy Cole merupakan pemain jebolan Arsenal. Mengawali karier profesional bersama Newcastle United, namanya melejit kala pindah ke Manchester United. Ia pindah ke Old Trafford pada musim 1994-95 setelah tampil menawan selama dua musim di St. James Park.

Tujuh musim di Manchester United, bersama dengan Dwight Yorke kedua menjadi tukang gedor paling menakutkan di Liga Inggris. Total, Cole mencetak 121 gol dari 273 kali bertanding.

Pada musim 2006-07, ia pindah ke Manchester City dengan status bebas transfer. Ia hanya bertahan selama satu musim dengan mengecap 23 pertandingan dengan menyarangkan 10 gol sebelum pindah ke Portsmouth.

Andrei Kanchelskis

The42

Lahir di Uni Soviet pada 23 Januari 1969, Andrei Kanchelskis merupakan jebolan akademi di Ukraina. Dilansir dari Transfermarkt, Kanchelskis merupakan jebolan akademi Zirka di Ukraina sebelum akhirnya menjalani debut profesional bersama klub Ukraina yang lain, Dynamo Kyiv.

Pada musim 1991-92, Manchester United memboyongnya dari Shakhtar Donetsk dengan mahar hanya 659 ribu Poundsterling. Saat itu, Manchester United tengah dikepung talenta-talenta terbaik mereka dan uniknya, nama Kanchelskis tak padam. Ia membawa The Red Devils menjuarai Liga Primer Inggris setelah absen selama puluhan tahun. Empat tahun di Manchester United, ia bermain sebanyak 123 kali dan mencetak 28 gol di Liga Inggris

Bertahan empat musim, Kanchelskis dilego ke Everton. Angin membawa ia kembali ke Manchester, kali ini ke Manchester City dengan status pinjaman dari Rangers. Bersama City, ia bermain sebanyak 10 kali dan tak sekalipun mencetak gol di Liga Inggris.

Peter Schmeichel

Manchester Evening News

Nasib keempat pemain di atas memiliki kesamaan. Mereka meraih kesuksesan atau minimal bertahan lebih lama di Manchester United. Sedangkan di Manchester City, mereka hanya menghabiskan sisa kariernya. Begitu pula kisah Peter Schmeichel. Manchester United menjadi klub pertama Schmeichel di luar Denmark.

Schmeichel pindah ke Manchester United pada musim 1991-92. Kedatangan Schmeichel bersamaan dengan kedatangan Kanchelskis. Bedanya, penjaga gawang berkebangsaan Denmark ini bertahan selama delapan musim. 341 pertandingan ia mainkan untuk The Red Devils dan mencetak satu gol.

Pada musim 2002-04, ia pindah ke Manchester City dengan status bebas transfer dari Aston Villa. 30 pertandingan ia mainkan bersama The Cityzens dan mengakhiri kariernya di sana.

Carlos Tevez

Zimbio

Carlos Tevez menjadi salah satu pemain bengal yang kisahnya masih bisa kita nikmati hingga saat ini. Jebolan akademi Boca Juniors ini sempat pindah ke Corinthians sebelum merantau ke Eropa bersama West Han United. Kepindahannya ke WHU pun sempat memunculkan masalah lantaran ada andil pihak ketiga dalam proses transfer.

Pada musim 2007-08, ia pindah ke Manchetser United dari West Ham dengan status pinjaman. United mengeluarkan dana sebesar 12 juta Poundsterling dan bertahan selama dua musim. Selama dua musim itu, Tevez bermain sebanyak 99 kali da mencetak 34 gol.

Musim 2009-10, ia dilego ke Manchester City dengan harga 29 juta Poundsterling. Kariernya melejit di Manchester Biru dan bertahan selama empat musim. 148 kali ia bermain dan 73 gol ia lesatkan untuk Manchester City.

More News on Liga Inggris

James Milner: Pertama Kalinya Dukung Manchester United

Kalah dari Everton, Pogba Sebut Timnya Kurang Ajar

Pertahanan Menjadi Kunci Arsenal Raih Empat Besar

The post 5 Penyeberang dalam Derbi Manchester appeared first on Football5star Berita Bola.

Derbi Manchester, Adu Tangkas David de Gea dan Ederson Moraes

Football5Star.com, Indonesia – Laga penentuan juara. Begitulah beberapa pihak, termasuk Sir Alex Ferguson, menyebut pertandingan Manchester United vs Manchester City alias Derbi Manchester, tengah pekan nanti sebagai penentuan. Sir Alex meyakini, armada Pep Guardiola akan terpeleset sehingga Liverpool yang akan juara Premier League.

Ramalan Sir Alex Ferguson tersebut patut diuji. Pasalnya, Manchester United belakangan ini tengah jeblok. Dalam sembilan laga beruntun, gawang tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu tak pernah clean sheet. Pada leg II perempat final, David de Gea bahkan membuat blunder saat menangkap bola tendangan Lionel Messi.

standard.co.uk

Ini menjadi pertanyaan besar jelang melawan Manchester City. Apalagi, Manchester United juga dihajar Everton empat gol tanpa balas sebelum Derbi Manchester. Menghadapi The Cityzens dengan lini serang luar biasa, tentu mereka harus ketar-ketir.

Sergio Aguero dkk. tercatat hanya sekali gagal mencetak gol dalam 18 laga beruntun di berbagai ajang. Satu-satunya anomali itu terjadi saat mereka kalah 0-1 pada leg I perempat final Liga Champions di kandang Tottenham Hotspur.

Kelalaian De Gea saat melawan Barcelona akan terus jadi perbincangan. Namun, di mata Ole Gunnar Solskjaer, itu bukan hal besar. Dia tetap menilai De Gea sebagai sosok penting di timnya saat ini. Tak terkecuali pada Derbi Manchester nanti.

Asep/Football5Star.com

“Itu hanya sebuah kesialan bagi penjaga gawang. Sialnya, ketika kesalahan dibuat, itu akan jadi sorotan dan terus diingat,” ujar Solskjaer selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari One Football. “Namun, dia juga membuat beberapa penyelematan fantastis. Secara umum, kontribusinya bagi tin tetap bagus.”

Memang tak adil bila De Gea disudutkan hanya karena blunder pada laga melawan Barcelona itu. Sepanjang musim, kiper asal Spanyol itu tetap menunjukkan kelihaiannya di bawah mistar gawang. Andai bukan dia yang mengawal gawang, Manchester United mungkin akan jauh lebih terpuruk.

Statistik menunjukkan hal itu. Pada gelaran Premier League musim ini, De Gea menyelamatkan 70,19 persen tembakan yang mengarah ke gawangnya. Patut dicatat, ada 153 tembakan yang dihadapinya dalam 34 penampilan bersama Manchester United pada Premier League musim ini. Persentase itu menempatkan De Gea di posisi keempat di antara para kiper yang menghadapi setidaknya 100 tembakan.

Ederson Lebih Santai

Berdasarkan jumlah tembakan yang dihadapi sepanjang musim ini, De Gea ada di posisi keempat. Hanya Lukasz Fabianski (West Ham United, 185), Neil Etheridge (Cardiff City, 183), dan Ben Foster (Watford, 158) yang menghadapi lebih banyak tembakan dari kiper timnas Spanyol itu.

Jika dibandingkan, De Gea jauh lebih sibuk dibanding Ederson. Dari jumlah tendangan yang mengarah ke gawang, Ederson hanya menghadapi kurang dari 100 tembakan. Hingga laga melawan Tottenham Hotspur, kiper Manchester City itu hanya menghadapi 72 tembakan. Di antara para kiper utama klub-klub Premier League musim ini, hanya Wayne Hennessey (Crystal Palace) yang menghadapi lebih sedikit tembakan.

standard.co.uk

Satu hal yang menjadi poin negatif, tingkat penyelamatan Ederson tidak terlalu bagus. Dari 72 tembakan yang mengarah ke gawangnya, hanya 50 yang berhasil diselamatkan mantan kiper Benfica itu. Artinya, tingkat penyelamatan kiper asal Brasil itu hanya 69,44 persen. Itu sedikit lebih buruk dari De Gea.

Meskipun demikian, Pep Guardiola tak pernah mengeluh atau mengkritik sang kiper. Dia puas oleh penampilan Ederson yang bertindak sebagai sweeper. Dalam konsepnya, seorang kiper memang harus menjadi pelindung bagi empat pemain belakang.

“Saya senang karena dia bermain lebih ke depan. Kiper harus menolong back four kami dengan umpan-umpan panjang dan dia itu sempurna. Setelah itu, dia harus lebih tepat,” kata Guardiola seperti dikutip dari London Evening Standard. “Jika dia mampu membangun serangan dengan lebih baik, para gelandang kami pun akan mendapatkan bola dalam kondisi lebih baik.”

Terlepas dari hal itu, ketangkasan Ederson tetaplah hal yang paling penting pada laga-laga penting. Tak terkecuali ketika meladeni Manchester United di Stadion Old Trafford nanti. Kalah tangkas dari De Gea, bukan tak mungkin ramalan Sir Alex Ferguson akan terwujud.

More News on Liga Inggris

James Milner: Pertama Kalinya Dukung Manchester United

Kalah dari Everton, Pogba Sebut Timnya Kurang Ajar

Pertahanan Menjadi Kunci Arsenal Raih Empat Besar

The post Derbi Manchester, Adu Tangkas David de Gea dan Ederson Moraes appeared first on Football5star Berita Bola.

Empat Wakil Inggris di Perempat Final, Sinyal Bagus bagi Man. United?

Football5Star.com, Indonesia – Delapan tim akhirnya memastikan melaju ke perempat final Liga Champions. Tottenham Hotspur, FC Porto, Manchester United, dan Ajax Amsterdam meraih tiket 8-besar pada pekan lalu. Sementara itu, Juventus, Manchester City, Barcelona, dan Liverpool memastikannya pada tengah pekan ini.

Menilik komposisi yang ada, Inggris mendominasi. Manchester United, Manchester City, Liverpool, dan Tottenham Hotspur membuat perempat final Liga Champions kali ini beraroma Premier League. Ini sesuatu yang terbilang langka dan istimewa.

dailymail.co.uk

Sebelum musim ini, empat wakil Inggris di perempat final Liga Champions baru terjadi dua kali, yakni pada musim 2007-08 dan 2008-09. Pada dua musim tersebut, Manchester United, Liverpool, Arsenal, dan Chelsea sama-sama berada di 8-besar. Kini, tempat Arsenal dan Chelsea diambil Manchester City dan Tottenham Hotspur.

Menilik catatan hasil Liga Champions pada dua musim beruntun itu, Manchester United punya kenangan bagus. Mereka selalu mampu menembus final. Bahkan, pada 2007-08, mereka sanggup menjadi juara dengan mengalahkan Chelsea lewat adu penalti yang diwarnai insiden John Terry terpeleset saat jadi algojo kelima.

Sementara itu, pada musim berikutnya, anak-anak asuh Sir Alex Ferguson gagal mempertahankan gelar. Dua gol dari Samuel Eto’o dan Lionel Messi membuat mereka harus menyerahkan Si Kuping Besar kepada Barcelona.

Derbi Inggris untuk Liverpool

Bukan hanya Manchester United yang punya catatan menarik saat empat wakil Inggris meramaikan perempat final Liga Champions. Liverpool pun demikian. Bedanya, catatan menarik klub berjuluk The Reds itu ada di perempat final.

Dalam dua kesempatan terdahulu empat wakil Inggris berada di perempat final, Liverpool selalu ditakdirkan menjalani Derbi Inggris. Pada 2007-08, The Reds harus meladeni Arsenal. Musim berikutnya, giliran Chelsea yang menjadi lawan mereka.

thisisanfield.com

Hasil Derbi Inggris itu pun berbeda. Liverpool berhasil melewati adangan Arsenal pada 2007-08 dengan kemenangan agregat 5-3. Imbang 1-1 di kandang lawan pada leg I, mereka menang 4-2 di kandang sendiri pada leg II.

Musim berikutnya, the Reds kalah agregat 5-7 dari Chelsea. Kalah 1-3 di Stadion Anfield pada leg I, tim yang kala itu ditangani Rafael Benitez hanya mampu imbang 4-4 pada leg II di Stadion Stamford Bridge.

Satu fakta menarik lain, pada dua kesempatan terdahulu, hanya satu wakil Inggris yang akhirnya gagal lolos ke semifinal. Satu-satunya wakil yang gagal itu adalah yang kalah dalam Derbi Inggris. Artinya, semua wakil Inggris yang menghadapi wakil negara lain selalu berhasil melaju ke semifinal.

Di babak 4-besar, tiga klub Inggris itu lantas mengeroyok Barcelona yang pada dua musim tersebut selalu bertemu wakil Jerman di perempat final. Pada 2007-08, langkah klub berjuluk Blaugrana dihentikan Manchester United berkat gol tunggal Paul Scholes pada leg II semifinal di Old Trafford. Adapun pada musim berikutnya, mereka tak teradang dan lantas juara.

More News on Liga Champions

Legenda Milan Puji Van Dijk Setinggi Langit

Ruud Gullit: Ronaldo Pemain Terbaik Sepanjang Masa

Ancelotti: Ronaldo Selalu Bikin Perbedaan di Pertandingan Besar

The post Empat Wakil Inggris di Perempat Final, Sinyal Bagus bagi Man. United? appeared first on Football5star Berita Bola.