Mourinho Tanggapi Rumor Gantikan Zidane di Real Madrid

Sumberbola – Rumor yang beredar belakangan ini mengaitkan Jose Mourinho dengan kembali sebagai manajer Real Madrid. Akan tetapi, pelatih asal Portugal itu berusaha menolak rumor tersebut, karena ingin menunjukkan rasa hormat terhadap Zinedine Zidane.
Sebagaimana dilaporkan oleh The Sun, Presiden Real Madrid, Florentino Perez tengah mempertimbangkan Mourinho sebagai manajer baru klub, jika Zidane meninggalkan Santiago Bernabeu.
Laporan ini muncul setelah Los Blancos menderita kekalahan 3-0 dari Paris Saint-Germain di Liga Champions pada tengah pekan ini, sementara penampilan raksasa Spanyol itu di La Liga musim ini juga belum sepenuhnya meyakinkan.
Namun, tak ingin menambah tekanan pada Zidane, Mourinho bersikeras bahwa Real Madrid saat ini sudah memiliki orang yang bertanggung jawab di klub, sehingga dia bahkan belum pernah memikirkan soal kembali ke ibukota Spanyol.
“Saya tidak ingin kembali ke Real Madrid, karena mereka memiliki pelatih, dan dia bukan sembarang orang. Kembalinya saya ke bangku cadangan akan seperti itu,” kata Mourinho, seperti dikutip oleh Mundo Deportivo.
Mourinho menikmati kesuksesan di Santiago Bernabeu, dengan memenangkan gelar La Liga, Copa del Rey dan Piala Super Spanyol selama tiga tahun bertugas di klub. Masih harus dilihat apakah dia akan mendapat kesempatan untuk menambah koleksi itu di masa depan.

Barcelona Bentrok dengan FA Spanyol karena Ansu Fati

Sumberbola – Barcelona dikabarkan terlibat dalam pertengkaran dengan FA Spanyol, karena federasi sepak bola Negeri Matador itu ingin mempercepat proses naturalisasi Ansu Fati.
Remaja berusia 16 tahun itu menikmati awal musim yang mengesankan di Camp Nou, dengan mencetak 2 gol dalam 3 penampilan di La Liga. Hal ini membuat asosiasi sepak bola Spanyol ingin menaturalisasi pemain kelahiran Guinea-Bissau, yang juga bisa mewakili Portugal tersebut.
Menurut El Mundo Deportivo, dokumen naturalisasi Fati saat ini tengah diproses dan akan rampung tepat pada waktunya, dalam upaya memungkinkan sang pemain bisa mewakili La Furia Roja di Piala Dunia U-17.
Akan tetapi, laporan itu menambahkan bahwa situasi ini membuat Barcelona kesal. Pasalnya, Blaugrana terpaksa akan kehilangan bintang belianya tersebut selama lima pekan, karena Fati harus mengikuti turnamen yang akan digelar di Brasil mulai 26 Oktober hingga 17 November.
Tentunya, kehilangan Fati akan menjadi kerugian besar buat Barcelona. Pasalnya, dia sejauh ini menjadi opsi yang ideal di posisi sayap, saat Barcelona kehilangan Lionel Messi dan Ousmane Dembele yang cedera.
Bagaimanapun, Barcelona tidak akan memiliki daya untuk menahan Fati. Apalagi setelah pelatih Spanyol U-17, Robert Moreno, membenarkan bahwa Fati akan bergabung dengan tim pada Oktober.
“Orang-orang dari Federasi sedang mengusahakan agar Ansu Fati bermain untuk kami,” kata Moreno kepada Movistar TV.

Lihat Gareth Bale Menghina Lambang Real Madrid di Depan Umum

Gareth Bale menghina lambang Real Madrid selama sesi foto di kandang PSG kemarin. Ia melakukannya secara angkuh di hadapan ratusan juta mata penonton. Lihat.
Tak ada hinaan lebih besar daripada yang diderita pemain Wales, Gareth Bale, selama musim panas kemarin. Di depan umum dalam sebuah jumpa pers manajer Zinedine Zidane menyatakan secara terang-terangan bahwa ia menginginkan Bale pergi. Dan ia pun bersiap pergi, hanya untuk menemukan bahwa transfernya batal di jam-jam terakhir dan ia masuk kembali ke skuad utama Real Madrid di musim yang baru. Bahkan memainkan peran besar dalam laga-laga di Liga Champions.
Mantan pemain Tottenham Hotspur itu memiliki peluang terbaik untuk membalaskan dendam kepada Real Madrid dengan aksinya saat sesi pemotretan foto sebelum dimulainya laga penyisihan grup Liga Champions di kandang PSG hari Kamis kemarin. Lihat foto dan videonya.
Beberapa detik sebelum berfoto bersama, kapten Raphael Varane menyerahkan badge klub berwarna putih kepada Bale. Maksudnya agar dipegang Bale yang berada di barisan depan dan tepat di tengah-tengah. Sepersekian detik sang striker itu menolaknya, melihat ke badge, menundanya cukup lama, seakan-akan hendak ngomong, “Najis saya memegang badge itu.”

Berita Terkait

Prediksi Sevilla vs Real Madrid, Liga Spanyol 23 September 2019
Dua Bintang Real Madrid Hindari Zidane Usai Dipermalukan PSG
Real Madrid Siap Tunjuk Jose Mourinho Gantikan Zidane

Sang striker Wales akhirnya menerima tawaran memegang badge, hanya untuk dengan cepat mengoperkannya ke Dani Carvajal yang berada di sisi kanannya. Sejumlah pemain dengan cepat bergabung, termasuk pemain anyar Eden Hazard di sisi kirinya dan sesi foto pun berlalu. Melegakan? Tidak. Los Blancos kalah 3-0 dari tuan rumah PSG kemarin dan adegan Gareth Bale menghina Real Madrid ini nyaris saja lolos dari perhatian, jika bukan karena sejumlah akun membuatnya viral di Internet.

KKKKKKKKKKKKKKKK! O @GarethBale11 sou eu toda vez que minha mãe me manda fazer alguma coisa! 😂😂😂
🎥: Carolina Albuquerque pic.twitter.com/5UsIHmmbAZ
— Esporte Interativo (@Esp_Interativo) September 19, 2019

Jika melihat raut muka Gareth Bale, caranya memandang badge putih itu, melepaskannya lagi secara cepat ke Carvajal, opsi terbaik bagi kedua belah pihak adalah membiarkan mantan pemain Tottenham itu pergi dari Santiago Bernabeu pada musim dingin nanti. Dia sudah tidak ingin membela Los Blancos. Jangan-jangan dia juga menjadi sebab Real Madrid tak mampu mencetak gol di kandang PSG kemarin? Berikut ini adalah laga-laga Real Madrid selama beberapa pekan ke depan:

Tandang ke Sevilla 23 September
Menjamu Osasuna 26 September
Derby Madrid 29 September
Menjamu Club Brugge di Liga Champions 1 Oktober

Gareth Bale will never forget how much Real Madrid disrespected him. Just look at his face when Varane gives him the club's badge. This is disrespect on another level 💀😂 pic.twitter.com/yPlBEEKL4v
— FutbolBible (@FutbolBible) September 20, 2019

Sumber: Lihat Gareth Bale Menghina Lambang Real Madrid di Depan Umum

Bukan Mourinho, Ini Calon Pengganti Zidane Pilihan Presiden Real Madrid

Sumberbola – Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dilaporkan telah mengidentifikasi pengganti Zinedine Zidane, jika pelatih asal Prancis itu kembali meninggalkan Santiago Bernabeu.
Zidane berada di bawah tekanan kuat, menyusul bentuk buruk Real Madrid di awal musim ini. Raksasa Spanyol itu ditahan imbang sebanyak dua kali di La Liga, sebelum dihajar oleh Paris Saint-Germain dengan skor 3-0 di Liga Champions pada tengah pekan.
Alhasil, sejumlah penggemar setia Real Madrid mulai meminta klub kebanggaan mereka untuk memecat Zidane, menyusul penampilan buruk Eden Hazard CS ketika melawan PSG.
Banyak pendukung menuntut klub untuk mengangkat kembali Jose Mourinho menjadi manajer di Santiago Bernabeu. Pelatih asal Portugal itu memang tengah menganggur, sejak dipecat oleh Manchester United pada Desember lalu.
Namun, menurut surat kabar harian Spanyol, Mundo Deportivo, Presiden Real Madrid, Florentino Perez, menginginkan Xabi Alonso sebagai pengganti Zidane.
Laporan itu mengatakan bahwa Perez merasa jika Zidane bukan manajer yang tepat untuk memimpin skuat baru Real Madrid. Sebaliknya, dia menilai jika pahlawan Liverpool, Alonso, yang saat ini mengelola Real Sociedad B, sebagai pengganti yang ideal.
Real Madrid mendukung Zidane di jendela transfer, dengan jor-joran menandatangani pemain baru. Mereka mendatangkan Eden Hazard, Luka Jovic, Eder Militao, Ferland Mendy dan Rodrygo, dengan menghabiskan biaya sekitar 300 juta Pounds. Namun, bintang-bintang baru itu kesulitan untuk bersinar di bawah asuhan Zidane sejauh ini.

Tidak Beli Pengganti Lukaku dan Sanchez Sudah Tepat bagi Solskjaer

Football5star.com, Indonesia – Kemunculan Mason Greenwood membuat Ole Gunnar Solskjaer menegaskan bahwa Manchester United sudah melakukan keputusan tepat pada bursa transfer musim panas ini. Terutama, terkait tidak mendatangkan pemain baru untuk menggantikan Alexis Sanchez dan Romelu Lukaku.

Mason Greenwood berhasil mencetak gol pertamanya bersama tim utama Manchester United. Gol itu ditorehkannya ke gawang Astana.

Hasil positif itu sekaligus membuat tim berjulukan Red Devils bisa menuai tiga poin pertama di babak penyisihan Grup L Liga Europa. Ya, laga yang berlangsung di Stadion Old Trafford, Jumat (20/9/2019) dini hari WIB, dimenang Man United dengan skor 1-0.

3 points is what matters. Preparation for Sunday starts now. #mufc pic.twitter.com/x2mNO0PvF5— Harry Maguire (@HarryMaguire93) September 19, 2019

Awal musim ini Man United memang kerap memberikan lebih banyak kesempatan kepada pemain muda. Sebelumnya, Daniel James juga tampil begitu memesona dengan torehan tiga golnya dari 5 penampilan pertama musim ini di Liga Inggris.

Kemunculan pemain-pemain muda Red Devils tidak terlepas dari aktivitas di bursa transfer musim panas lalu. Ya, tidak ada pemain pembelian baru setelah Man United memutuskan menjual Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez ke Inter Milan.

“Buat saya, itu adalah sebuah keputusan tepat yang dibuat klub. Mason Greenwood akan menjadi pemain penting buat kami musim ini. Ia tidak banyak bermain sejauh ini, tetapi ia akan mendapatkan menit bermain,” kata Solskjaer seperti dikutip Football5star.com dari BBC.

“Kami selalu berbicara dengan pemain soal bagaimana kami menatap masa depan. Mason menjadi salah satu pemain yang ingin tetap bersama kami,” ujarnya.

Gol yang ditorehkan Greenwood ke gawang Astana membuatnya berhasil membuat rekor. Ia mencatatkan diri sebagai pencetak gol termuda di pentas Eropa dalam sejarah Man United.

View this post on Instagram Hasil Lengkap Pertandingan Pekan Pertama Liga Europa Siapa yang jagoannya main disini #football5star #F5S #sepakbola #europaleague A post shared by Football5star (@football5star) on Sep 19, 2019 at 11:29pm PDT

The post Tidak Beli Pengganti Lukaku dan Sanchez Sudah Tepat bagi Solskjaer appeared first on Football5star Berita Bola.

Mampukah Solskjaer Ciptakan Generasi Emas Setelah Busby Babes dan Class of 92?

Football5star.com, Indonesia – Gol semata wayang yang dicetak oleh striker berusia 17 tahun Mason Greenwood di Liga Europa, Jumat (20/9/2019) membuat publik Old Trafford membayangkan skuat Manchester United bakal hadirkan generasi emas setelah Busby Babes dan Class of 92.

Sebagai pemain yang pernah bermain bersama dengan generasi Class of 92, Ole Gunnar Solskjaer memiliki beban tersendiri untuk bisa kembali menciptakan generasi emas seperti yang pernah dilakukan para pendahulunya, Sir Matt Busby dan Sir Alex Ferguson.

Pelatih asal Norwegia itu memang memiliki peluang untuk bisa menciptakan generasi emas di Manchester United. Dikutip dari halaman resmi klub, skuat Red Devils saat ini diperkuat sejumlah pemain muda.

“Gairahnya terhadap sepakbola semakin meningkat. Saya tidak ingin terlalu banyak tekanan padanya selain meminta untuk bersenang-senang dan bekerja keras,” kata Solskjaer setelah pertandingan melawan Astana sepeerti dikutip Football5star.com dari Sky Sport.

getty images

Barisan pemain muda

Selain Greenwood yang memang asli didikan The Manchester United Academy, ada juga nama Tahith Chong dan Angel Gomes. Keduanya masih berusia 19 tahun. Ketiga pemain jebolan akademi ini dimainkan Solskjaer saat Red Devils susah payah kalahkan Astana di Liga Europa.

Selain ketiganya, jangan lupakan juga sosok striker yang jadi andalan Solskjaer musim ini Marcus Rashford. Ada juga bek berusia 21 tahun Axel Tuanzebe. Kelima pemain jebolan akademi ini memang disebut-sebut bakal jadi pemain andalan Red Devils di musim ini.

Solskajer pun beruntung memiliki pemain di luar akademi yang masih berusia relatif muda dan bisa menopang jika ia berkeinginan membentuk generasi emas berikutnya di Old Trafford. Ada Diogo Dalot yang berusia 20 tahun, full back anyar Aaron Wan Bissaka, eks striker Swansea Daniel James.

getty images

Kombinasi skuat Manchester United musim ini memang berpeluang ciptakan generasi emas layaknya Busby Babes dan Class of 92. Ada pemain senior mulai dari Ashley Young, Nemanja Matic, Paul Pogba, Juan Mata, hingga David de Gea, ada juga jebolan akademi yang sudah wara-wiri di skuat utama seperti Scott McTominay, dan Jesse Lingard.

Namun meski memiliki komposisi skuat yang bisa dikatakan tak jauh berbeda seperti saat Sir Alex Ferguson membangun generasi Class of 92, Solskjer memiliki kekuranan yang amat mendasar, faktor kepemimpinan.

Sulitnya mencari sosok kapten karismatik

Ketika Sir Matt Busby membangun generasi Busby Babes, ia disokong oleh sosok kapten karismatik Denis Law dan Sir Bobby Charlton. Pemain-pemain seperti Eddie Colman, Mark Jones, David Pegg, dan Geoff Bent diayomi oleh legenda hidup Setan Merah tersebut.

Meski pada akhirnya para pemain muda ini berakhir dengan cara yang tragis. Era Busby Babes membawa Setan Merah ke puncak kejayaan. Hal ini kemudian juga berlanjut saat Sir Alex Ferguson menciptakan Class of 92. Sir Alex sudah menaruh sosok kapten karismatik yang bisa membuat para pemain muda tak banyak bertingkah.

daily mail

Pemain-pemain muda Clasff of 92 mulai dari Ryan Giggs hingga David Beckham tak banyak bertingkah saat ban kapten melingkar di lengan Eric Cantona dan Roy Keane. Kedua pemain ini jadi figur dan penyambuh lidah Sir Alex di tengah lapangan.

Meski keduanya juga memiliki catatan negatif saat menjadi kapten Manchester United, namun hal tersebut tak mengurangi sisi karismatik dan hormatnya para pemain muda Revils kepada Cantona dan Keane.

Justru dari kedua kapten inilah para pemain muda Red Devils banyak belajar soal nilai-nilai diusung oleh klub. Belum lagi, di luar kedua kapten ini, era Class of 92, Manchester United juga diperkuat pemain senior lain seperti Peter Schmeichel hingga Denis Irwin.

Kondisi ini yang tak dimiliki oleh Solskjaer saat ini. Ashley Young terpilih menjadi kapten hanya karena berdasarkan faktor lamanya ia bermain di Old Trafford. Pemain senior lain yang harusnya jadi panutan pun memiliki nilai minus, sebut saja Paul Pogba.

Faktanya setelah pemain Class of 92 pensiun, Wayne Rooney dan Michael Carrick, belum ada lagi sosok kapten karismatik di Setan Merah. Kondisi ini jadi faktor X yang bisa membuat Solskjaer kesulitan membangun generasi emas setelah Busby Babes dan Class of 92.

Karena pada akhirnya peran kapten akan jadi sangat penting di tengah situasi genting sebuah tim. Steven Gerrard di Liverpool pernah mencontohkannya di final Liga Champions 2005 silam.

“Yang paling saya kagumi dari Gerrard adalah dia tidak banyak bicara di atas lapangan. Meski begitu, dia punya kemampuan untuk membangkitkan semangat rekan-rekannya hanya dengan beberapa patah kata,” kata Paolo Maldini saat itu.

The post Mampukah Solskjaer Ciptakan Generasi Emas Setelah Busby Babes dan Class of 92? appeared first on Football5star Berita Bola.

Real Madrid Harus Bayar 80 Juta Euro untuk Pecat Zinedine Zidane

Liga Spanyol – Inkonsisten Real Madrid di awal musim ini mulai mengancam posisi Zinedine Zidane, selaku salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah Los Blancos. Namun, raksasa La Liga itu dilaporkan harus membayar senilai 80 juta Euro untuk memecat sang pelatih.
Meski sudah belanja besar pada musim panas tahun ini, Real Madrid masih saja belum berhasil menunjukkan performa terbaik mereka. Terbarunya, Los Blancos kalah telak dari Paris Saint-Germain dengan skor 3-0 di matchday 1 Liga Champions musim ini, Kamis (19/9) malam kemarin.
Kekalahan ini menegaskan ketidakstabilan Real Madrid sejak awal musim, terutama di ajang La Liga. Keraguan tentang Zidane sebagai sosok yang menangani proyek revolusi Los Blancos pun semakin meningkat.
Meski pada musim-musim sebelumnya Zidane mampu membawa Real Madrid tampil gemilang, namun Era kedua sang pelatih kali ini belum cukup meyakinkan.
Menurut Sport, sudah ada sejumlah nama pengganti Zidane yang disuarakan. Di puncak daftar itu, ada nama mantan pelatih mereka, yakni Jose Mourinho. Namun, memecat juru taktik asal Prancis itu tidak mudah.
Laporan tersebut mengklaim bahwa Real Madrid harus membayar 80 juta Euro untuk memecat Zidane musim ini. Pasalnya, sang pelatih telah menyepakati kontrak tiga setengah tahun ketika kembali ke Santiago Bernabeu pada bulan Maret lalu.
Real Madrid sepakat membayarnya 13 juta Euro per musim. Artinya, jika menghitung sisa kontrak Zidane, tersimpulkan total biaya bersih 39 juta Euro. Itu sama dengan biaya kotor 80 juta Euro.
Satu-satunya cara Madrid tidak mengeluarkan banyak uang adalah jika Zidane setuju menghanguskan dua tahun sisa kontraknya. Selain itu, Los Blancos juga masih harus mempersiapkan uang untuk membayar Mourinho, yang jelas tidak murah.

CEO Barcelona Sebut De Ligt Mata Duitan

Berita Bola – CEO Barcelona, Oscar Grau, telah menyebut Matthijs de Ligt sebagai pemain mata duitan, di mana ia mengklaim bintang asal Belanda itu lebih memilih Juventus daripada tim Catalan hanya untuk mendapatkan gaji besar.
De Ligt menjadi rebutan kelas berat selama musim panas 2019 setelah penampilannya yang gemilang untuk Ajax Amsterdam musim lalu. Barcelona dan Juventus diyakini menjadi dua tim paling dekat mendapatkan jasa De Ligt, sebelum Si Nyonya Tua pada akhirnya memenangkan tanda tangan bintang berusia 20 tahun itu dalam transfer senilai 75 juta Euro.
Dan kini Oscar Grau selaku kepala eksekutif Barcelona mengatakan jika De Ligt lebih memilih gabung Juventus karena gaji tinggi yang diperolehnya di Turin, di mana ia mendapatkan bayaran 416.000 Euro per minggu.
“Kami mengajukan tawaran kepadanya (De Ligt), tetapi ia lebih suka pergi ke Juve, di mana perpajakan Italia memungkinkannya untuk mendapatkan gaji bersih yang lebih tinggi,” kata Grau.
“Klub melakukan segala kemungkinan dengan dua penawaran, satu dengan dan satu tanpa pemain sebagai imbalan tetapi masih gagal. Ia lebih memilih ke sana dengan gajinya,” jelasnya.

Dua Bintang Real Madrid Hindari Zidane Usai Dipermalukan PSG

Gilabola.com – Dua bintang Real Madrid Gareth Bale dan James Rodriguez tidak berbicara dengan manajer Zinedine Zidane, usai dipermalukan PSG di Liga Champions, Kamis (19/9).
Don Balon melaporkan bahwa baik Bale maupun Rodriguez tampaknya kecewa dengan keputusan Zidane yang menolak mereka tetap tinggal di Santioago Bernabeu selama pra-musim.
Pelatih asal Prancis itu juga mencoba menjual kedua pemain tersebut musim panas ini, tetapi itu tidak terjadi – dan akhirnya, ia harus bergantung pada keduanya untuk menyelamatkan Real Madrid dari kekalahan di beberapa pertandingan di La Liga 2019-20 sejauh ini.
Majalah olahraga mingguan Spanyol itu juga mengklaim bahwa Presiden Los Blancos Florentino Perez mengetahui situasi tersebut, dan ia mencoba untuk berbicara dengan kedua pemain dalam upaya untuk menyelesaikan masalah itu.

Berita Terkait

Prediksi Sevilla vs Real Madrid, Liga Spanyol 23 September 2019
Lihat Gareth Bale Menghina Lambang Real Madrid di Depan Umum
Real Madrid Siap Tunjuk Jose Mourinho Gantikan Zidane

Real Madrid kurang serius lawan PSG
Namun, baik Bale maupun Rodriguez tidak mau mendengarkannya, dan mereka bahkan meminta Perez untuk memecat manajer pemenang Liga Champions tiga kali itu secepatnya.
Sementara itu, selama konferensi pers pasca pertandingan melawan PSG, Zidane mengkritik pemainnya sendiri, dan berkata: “Mereka [PSG] lebih baik dari kami, dalam permainan di lini tengah, dan hal yang paling mengganggu saya adalah intensitas kami.”
“Sangat sulit jika Anda tidak memulai pertandingan dengan kuat. Mereka pandai menciptakan peluang, bukan itu yang membuat saya khawatir, namun melihat tim saya tanpa intensitas yang diperlukan di kompetisi level tinggi ini.”
“Kami tahu mereka akan menekan kami, tetapi kami tidak benar-benar masuk ke dalam permainan pada tahap apa pun,” pungkas pelatih berusia 47 tahun itu.
Sumber: Dua Bintang Real Madrid Hindari Zidane Usai Dipermalukan PSG

Rivaldo Peringatkan Barcelona untuk Menjaga Ansu Fati dari Hype

Berita Bola – Mantan bintang Barcelona, Rivaldo, telah memperingatkan tim Catalan untuk bisa menjaga Ansu Fati dari hype, dengan penyerang berusia 16 tahun itu sedang jadi pembicaraan usai tampilannya yang mengesankan sejauh musim ini.
Bintang muda asal Guinea-Bissau berhasil menerobos ke tim utama Barcelona musim ini, dengan Ansu fati mencetak gol pertamanya ketika pasukan Ernesto Valcerde bermain imbang 2-2 melawan Osasuna pada bulan lalu. Fati kemudian mencetak gol kedua untuk Barcelona ketika timnya menang 5-2 atas Valencia, dengan remaja berusia 16 tahun juga membuat 1 assist pada laga tersebut.
Penampilan penyerang asal Guinea-Bissau itupun telah menjadi sorotan akhir-akhir ini, dan bahkan ada yang membandingkan Fati dengan superstar Barcelona, Lionel Messi. Dan Rivaldo telah menyarankan Barcelona untuk menjaga penyerang berusia 16 tahun itu dari hype, sementara ia mengatakan Fati belum bisa dibandingkan dengan Messi.
“Pujian seperti itu akan memberi terlalu banyak tekanan di pundaknya (Fati),” kata Rivaldo tentang penyerang muda Barca itu. “Barcelona harus menjaganya dari hype seperti ini.
“Dia masih anak-anak yang bahkan belum menjadi anggota tim utama. Barcelona harus memberinya waktu dan ruang untuk bermain sepak bola dan di masa depan kita akan melihat apakah dia adalah Messi baru.
“Tapi untuk saat ini, membandingkan ia dengan Messi itu jauh. Bahkan ia belum mendekati Messi yang memenangkan segalanya di sini,” jelasnya.